cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Using Artificial Intelligence NLP Model To Improve EFL Highschool Students’ English Speaking Ability Irsan Suandi Idrus; Arqam Arqam; Magdahalena Tjalla; Abdul Haris Sunubi; Ambo Dalle
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1732

Abstract

The study focused on improving students’ speaking skills through the use of AI-based Natural Language Processing (NLP) tools. The main goals are to find and analyze the using Artificial Intelligence NLP models in improving English speaking ability among students at MAN 2 Parepare, and to know and analyze what factors influence the success of using Artificial Intelligence NLP models in enhancing the English-speaking ability of EFL students at MAN 2 Parepare. This study applied a descriptive quantitative method, collecting data from 34 students using observation, oral tests, and questionnaires. The oral tests evaluated fluency, pronunciation, accuracy, and content, while the questionnaire—based on the Technology Acceptance Model (TAM)—measured students’ perceptions of the tool’s usefulness and ease of use. The results showed three main findings. First, the use of AI NLP models like Google Assistant offered personalized and interactive speaking practice, which helped improve students’ speaking performance. Second, there was a significant difference between pre-test and post-test results, with the t-test score (2,316) being higher than the t-table value (1,697), showing the positive impact of the AI tool. Third, two key factors supported the success of this approach: 74,19% of students considered the AI tool “very useful,” and 70,97% found it “very easy to use.” These factors contributed to increased motivation and active participation in speaking activities.
Analisis Tindak Tutur Komisif dalam Serial Netflix Wednesday (2022) Episode 1 & 2 Ana Aprilya Pertiwi; Ahmad Juma Khatib Nur Ali
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh besar film, khususnya film internasional terhadap cara individu berkomunikasi. Salah satu aspek pragmatik yang relevan dalam komunikasi sebuah film adalah tindak tutur komisif, karena melibatkan komitmen penutur terhadap tindakan di masa depan. Tindak tutur komisif seperti janji, tawaran, dan ancaman sering muncul dalam dialog film dan mencerminkan maksud serta sikap karakter, sehingga penting untuk dianalisis secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur komisif yang ada pada dialog Netflix series Wednesday episode 1 dan 2. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena data yang dihasilkan berupa kalimat dan ekspresi bahasa, bukan numerik. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 data yang termasuk ke dalam tindak tutur komisif pada dialog Netflix series Wednesday episode 1 dan 2, yang terdiri dari threats (12 data), assures (8 data), refusals (7 data), offers (6 data), commitments (6 data), accepts (3 data), vows (2 data), swears (2 data), dan contracts (2 data).
Strategi Bahasa dalam Permintaan Maaf Tokoh Publik: Analisis Linguistik Forensik terhadap Klarifikasi Aldy Maldini di Media Sosial Ekfindar Diliana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks permintaan maaf publik Aldy Maldini yang disampaikan melalui media sosial dengan pendekatan linguistik forensik. Analisis difokuskan pada struktur wacana, bentuk tindak tutur, serta strategi kebahasaan seperti mitigasi dan face-saving yang digunakan untuk membangun citra penyesalan dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori linguistik forensic (Coulthard dan Johnson (2010)), tindak tutur Searle (1969), teori kesantunan Brown dan Levinson (1987), dan teori analisis wacana kritis Fairclough (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan maaf tersebut memuat tindak tutur ekspresif dan komisif yang dibingkai dengan strategi kesantunan negatif, seperti penggunaan bentuk pasif dan permintaan izin, untuk menurunkan ancaman terhadap muka publik. Di sisi lain, penggunaan ujaran yang bersifat ambigu dan tidak langsung, seperti “menyelesaikan semua urusan” atau “proses refund sedang berjalan”, menunjukkan adanya strategi pengaburan tanggung jawab secara linguistik. Dari perspektif linguistik forensik, teks ini memperlihatkan penggunaan bahasa sebagai alat negosiasi niat baik dan klarifikasi, sekaligus menjaga jarak dari potensi implikasi hukum. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam permintaan maaf publik bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga perangkat strategis dalam pengelolaan citra dan konflik sosial di ruang digital.
Kajian Sosiologi Sastra terhadap Konflik, Kritik Sosial, dan Moral dalam Film Gundala (2019) Karya Joko Anwar Syifa Ramadhina; Amanda Devina Noper; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1737

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis film Gundala (2019) karya Joko Anwar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konflik, bentuk kritik sosial, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam alur cerita serta karakter-karakternya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan pencatatan, yang difokuskan pada dialog serta adegan dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sancaka, tokoh utama, mengalami tiga jenis konflik utama: konflik internal (psikologis), konflik sosial (dengan lingkungannya), dan konflik eksternal. Film ini menggambarkan ketidakadilan struktural yang disebabkan oleh penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas dalam bidang politik dan ekonomi. Sancaka mengalami transformasi yang didorong oleh solidaritas, kepedulian, dan keberanian. Oleh karena itu, Gundala tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang mendorong kesadaran moral dan kepedulian sosial terhadap ketimpangan sosial. Film ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati berasal dari empati tulus terhadap penderitaan orang lain. Kata kunci: Sosiologi Sastra, Film, Deskriptif kualitatif, Konflik, Kritik Sosial, dan Nilai Moral.
Perlawanan terhadap Kekuasaan dalam Novel “Si Anak Badai” Karya Tere Liye: Tinjauan Sosiologi Sastra Alya Ardna; Astria Novianti Nugroho; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1741

Abstract

Penelitian yang dipaparkan mengenai perlawanan terhadap kekuasaan dalam novel karya Tere Liye Si Anak Badai. Kajian sosiologi sastra yang mengupas bagaimana sikap Tokoh dan Pengarang yang menggambarkan perjuangan dan interaksi sosial. Kajian ini menjadi titik penting dalam penelitian sebab tidak hanya membahas masalah sosial saja tetapi bagaimana masalah sosial tersebut terjadi di lingkungan sekitar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data berupa analisis terhadap novel dan mengkaji fenomena sosial yang terjadi. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat dua poin penting dalam fenomena sosial yaitu, Interaksi sosial masyarakat manowa dan perjuangan Geng Si Anak Badai. Maka penelitian ini dengan hati-hati mengupas bagaimana fenomena sosial terjadi di negara Indonesia tetapi diungkapkan oleh pengarang yang menceritakan fenomena tersebut.
Trauma dan Pencarian Identitas Tokoh Firdaus dalam Novel ’امرأة عند نقطة الصفر’ Karya Nawal El Saadawi: Kajian Psikologi Sastra Psikoanalisis Sigmund Freud Muhamad Robi; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk trauma yang dialami tokoh Firdaus dalam novel امرأة عند نقطة الصفر karya Nawal El Saadawi dan menganalisis pengaruh trauma tersebut terhadap proses pencarian identitasnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik analisis isi berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data diperoleh dari narasi dalam teks novel yang menggambarkan pengalaman traumatis serta dinamika kejiwaan tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Firdaus mengalami trauma fisik, seksual, dan psikologis sejak masa kanak-kanak, yang membentuk ketegangan antara id, ego, dan superego dalam dirinya. Trauma tersebut menyebabkan perilaku menyimpang, ketidakstabilan emosi, dan penolakan terhadap norma sosial yang menindas. Proses pencarian identitas Firdaus berlangsung dalam tiga fase, yaitu: dominasi trauma dan represi bawah sadar, konflik ego dengan norma sosial patriarkal, serta transformasi kesadaran dan pembentukan identitas baru. Firdaus akhirnya mencapai pencerahan psikis dan memilih jalan perlawanan terhadap tatanan patriarki, sebagai bentuk afirmasi atas eksistensi dan kebebasan dirinya. Identitas Firdaus tidak terbentuk secara instan, melainkan merupakan hasil dialektika antara penderitaan batin dan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan sosial.
Perkembangan Fonologi Anak Usia Dini: Perspektif Psikolinguistik pada Pemerolehan Bahasa Pertama Saffanah Dhiyaan; Sintia Agustin; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1744

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi utama manusia yang penting untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi. Pemerolehan bahasa, terutama pemerolehan bahasa pertama, dipengaruhi oleh banyak hal, seperti lingkungan dan interaksi sosial. Metode psikolinguistik digunakan dalam penelitian ini untuk menemukan kesalahan fonologis pada anak usia dini. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dan subjek penelitian adalah Rayyanza, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun tiga bulan yang mengalami hambatan artikulasi. Jenis kesalahan pengucapan diidentifikasi melalui analisis ujaran yang dilakukan pada video YouTube. Terdapat 28 ujaran dalam penelitian, 20 di antaranya mengalami kesalahan pada fonem /r/ yang berubah menjadi /l/ (cadel), dan 8 ujaran lainnya menunjukkan variasi kesalahan seperti penambahan, penghilangan, dan perubahan fonem. Kesalahan ini menunjukkan pola fonologis yang umum pada anak usia dini karena perkembangan artikulasi yang belum sempurna. Penelitian ini menegaskan bahwa proses pemerolehan bahasa anak harus diperhatikan sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan artikulasi yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi mereka di masa depan.
Karya Sastra sebagai Cermin Masyarakat: Analisis Sosiologis Cerpen Neka Karya Eep Saefulloh Fatah Sintia Agustin; Saffanah Dhiyaan; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk mempelajari cerpen Neka oleh Eep Saefulloh Fatah. Penelitian berfokus pada ranah teks yang menggambarkan perubahan sosial, politik, dan ideologis yang terjadi di Timor Leste setelah kemerdekaan. Sebagian besar kritikus dan pakar sastra berpendapat bahwa karya sastra tidak hanya merupakan produk budaya tetapi juga merupakan sarana estetika yang mengandung konstruksi nilai dan realitas sosial. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis cerpen ini difokuskan pada tokoh, latar, konflik, dan narasi sebagai representasi hubungan antara kuasa, identitas, dan resistensi. Studi menunjukkan bahwa Neka berbicara tentang tujuh masalah utama: ketimpangan sosial-ekonomi, tekanan politik yang disebabkan oleh konflik identitas, kekerasan ideologis, keterasingan sosial, kekerasan berbasis gender, kritik terhadap hegemoni kekuasaan, dan ketegangan antara nasionalisme dan marginalisasi identitas lokal. Melalui cerita yang diceritakan oleh tokohnya, cerpen ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi alat untuk berpikir dan menentang sistem politik dan sosial yang menindas.
Analisis Kesulitan Menulis Teks Pidato Pada Siswa Kelas XI SMKN 1 Kragilan Liya Adqiyah; Sintia Agustin; Elsa Agustina Manurung
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1746

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan bagi siswa dalam menulis teks pidato. Berdasarkan observasi dan analisis yang dilakukan pada siswa SMKN 1 Kragilan, ditemukan bahwa ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kemampuan siswa untuk menulis teks pidato dengan baik. Pertama, siswa mengalami kesulitan dalam menyusun bagian-bagian pidato secara sistematis karena mereka tidak memahami struktur teks pidato. Kedua, siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan isi pidato, terutama dalam menghubungkan gagasan utama dengan argumen pendukung secara logis dan koheren. Ketiga, mereka tidak memiliki kosakata yang cukup, yang membatasi kemampuan siswa untuk menyampaikan ide secara variatif dan tepat. Terakhir, temuan ini menunjukkan bahwa siswa harus memperkuat keterampilan menulis pidato mereka dengan menekankan pemahaman struktur teks, pengembangan isi, penguasaan kosakata, dan penggunaan bahasa yang sesuai kaidah. Hasil ini menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman tentang penggunaan kata baku menyebabkan banyak kesalahan berbahasa, yang mengurangi kualitas teks pidato.
Utilizing Sandy AI to Enhance English Language Teachers’ Speaking Instructional Skills In MGMP Madrasah Aliyah Under The Ministry of Religious in Soppeng Regency Guntur Bratama; Arqam Arqam; Magdahalena Tjalla; Zulfah Zulfah; Ambo Dalle
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1748

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in language education offers a promising pathway to enhance teacher competence, particularly in speaking instruction. Despite its potential, some English teachers in the MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Madrasah Aliyah under the Ministry of Religious Affairs in Soppeng Regency continue to face difficulties in effectively utilizing AI tools and delivering CEFR B1-level speaking materials, particularly expressions of suggestion and offering help. This study aimed to analyze the effectiveness of Sandy AI in improving teachers’ speaking instructional skills and to explore the integration of AI within professional development programs. Employing a Classroom Action Research (CAR) design using the Kemmis and McTaggart model, the research was conducted over two cycles and involved ten English teachers. Each cycle followed the stages of planning, acting, observing, and reflecting. In Cycle 1, teachers received initial training on Sandy AI and lesson development using the Problem-Based Learning (PBL) method. Following the first cycle, additional interventions were implemented in Cycle 2, including targeted CEFR B1 training, peer mentoring by high-performing teachers, and workshops on AI troubleshooting. Data collection was conducted through structured observation using a rubric that assessed instructional clarity, AI usage, CEFR explanation, and student engagement. The results demonstrated significant improvement in teacher performance, with a 32% increase in average scores and 90% of participants achieving the success criteria by Cycle 2. Teachers showed enhanced confidence, clearer instructional delivery, and more interactive use of Sandy AI in the classroom. The findings indicate that Sandy AI is an effective and practical tool to improve speaking instruction when supported by a structured, iterative professional development framework. This model is particularly applicable to religious-based educational contexts seeking to modernize language teaching through AI integration.