cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Analisis Makna Simbolik dan Konteks dalam Puisi “Kangen” karya W.S. Rendra Aena Zahro; Sophia Rahmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1666

Abstract

This study aims to analyze the symbolic meaning and emotional context in the poem "Kangen" by W.S. Rendra. The poem depicts a deep longing and soul-wrenching loneliness experienced by the poet due to the absence of a loved one. Through the use of figurative language such as metaphor, hyperbole, and repetitiBNon, Rendra illustrates longing as an inner torment that affects the thoughts, soul, and feelings of the poem’s "I" character. Symbolism like "a stove without fire" represents a state of emptiness and uselessness of the soul without the presence of the beloved. The emotional context of this poem highlights sadness, loneliness, and bitterness experienced by the poet, while also showing how longing can become a poison that dominates the blood and mind. This study employs a descriptive-analytical method with a literary approach to reveal the depth of meaning and emotional expression in the poem. The analysis results show that the poem "Kangen" is not merely an expression of longing but also a psychological and symbolic reflection on the suffering caused by unfulfilled love.
Gangguan Fonologi Fonem /r/ Pada Orang Tua: Tinjauan Psikolinguistik Salsabila Azahra; Elsa Agustina Manurung; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1671

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah pelafalan fonem /r/ pada orang dewasa dengan sudut pandang psikolinguistik, khususnya fenomena cadel yang dialami oleh dua narasumber berusia 44 tahun (MS) dan 52 tahun (RS). Pada penelitian ini, pendekatan yang dipakai adalah metode kualitatif, di mana informasi diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memahami pengalaman, penyebab, serta cara pengucapan fonem /r/ yang terganggu. Analisis data difokuskan pada perubahan fonem /r/ menjadi /l/ dalam kata-kata yang dilafalkan oleh para narasumber. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa gangguan pelafalan fonem /r/ terjadi secara konsisten pada kedua partisipan, dengan variasi pola yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan riwayat kesehatan sejak kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan fonologi yang dialami orang dewasa dapat timbul dari berbagai faktor biologis dan fisik, serta memiliki makna penting dalam memahami proses produksi bahasa dari sudut pandang psikolinguistik.
Analisi Unsur Intrinsik Pada Novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar" Karya Tere Liye Zahratul Jannah; Sophia Rahmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1678

Abstract

Unsur interinsik dalam karya sastra merupakan unsur yang membangun suatu cerita agar lebih menarik. Penelitian ini membahas tentang unsur intrinsic pada novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” karya Tere Liye. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” karya Tere Liye, yang terdiri deari tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik library research. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) Temanya adalah mengenai pertarungan para aktivis lingkungan yang menentang proyek raksasa PT Semesta Minerals & Mining milik keluarga Tuan Liem. 2) Alurnya adalah alur campuran yaitu alur maju dan alur mundur. 3) Latar yang digunakan ada tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. 4) Tokoh utama dalam novel ini adalah para aktivis, Hotma, dan tuan Liam. 5) Sudut pandang dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga mahatahu. 6) Amanat yang terdapat dalam novel ini adalah belajar untuk saling menghargai, menghormati satu sama lain, dan berjuang untuk suatu hal yang kita anggap benar. Pantang menyerah.
Konstruksi Unsur Intrinsik dalam Animasi Arab Muhsin & Mahasin: Kajian Strukturalisme Aeni Lukviati Urbah; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1680

Abstract

Penelitian ini mengkaji unsur intrinsik dalam animasi Arab Muhsin & Mahasin menggunakan pendekatan struktural. Unsur tersebut meliputi tokoh, alur, latar, tema, dan amanat yang menyampaikan nilai-nilai moral Islami kepada penonton anak-anak secara halus dan kontekstual. Animasi ini menyuguhkan kisah sederhana namun menyentuh, melalui tokoh anak-anak Muslim yang belajar tentang makna memberi dan kepedulian terhadap sesama. Fokus penelitian terletak pada bagaimana unsur tokoh, alur, latar, tema, dan amanat yang terbentuk dalam animasi dan apa saja amanat yang terkandung di dalamnya yang secara halus diperlihatkan kepada penonton anak-anak. Dengan metode deskriptif kualitatif, peneliti menganalisis episode pertama animasi tersebut melalui transkrip dialog dan visual, lalu mengklasifikasikan unsur naratif dan kategorisasi amanat berdasarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, diri sendiri, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur cerita dibangun melalui konflik batin, refleksi nilai, hingga tindakan konkret yang mendidik. Amanat disampaikan bukan dengan narasi verbal, melainkan melalui tindakan tokoh yang kontekstual dan dekat dengan realitas anak-anak. Pendekatan struktural membantu menampakkan keterpaduan antar unsur cerita dalam menyampaikan nilai Islami secara natural dan membumi. Penelitian ini menegaskan pentingnya karya animasi berbahasa Arab sebagai media pembelajaran karakter anak dalam konteks budaya dan spiritualitas Islam.
Problematika Siswa dalam Pembelajaran Sastra Indonesia Andi Dian Sartika; Wiwik Andriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1683

Abstract

Problematika Pembelajaran Sastra Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) problematika siswa dalam pembelajaran sastra Indonesia; (2) problematika guru dalam pembelajaran sastra Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Baranti Kabupaten Sidrap yang berjumlah 105 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 orang, yakni 45% dari jumlah populasi. Instrumen penelitian berupa angket, wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan empat problematika yang dialami oleh siswa dan tiga problematika yang dialami oleh guru. Keempat problemtika yang dialami siswa dalam pembelajaran sastra Indonesia adalah: (1) kurangnya bimbingan guru mata pelajaran; (2) lambat mengerti materi pelajaran; (3) kurangnya motivasi dari pihak sekolah; dan (4) kurangnya fasilitas penunjang. Problematika guru dalam pembelajaran sastra Indonesia adalah: (1) alokasi waktu yang tidak memadai; (2) kurikulum yang belum tersusun dengan baik; dn (3) kurangnya fasilitas penunjang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemecahan problematika yang dihadapi dalam pembelajaran sastra Indonesia dapat melahirkan siswa yang kreatif dan berkualitas.
Representasi Emosi Kegembiraan Tokoh Rarra dalam Serial Animasi Nussa Season 1 (Sebuah Kajian Psikolinguistik) Rizkia Mulyani; Kamilatun Nabilah; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1689

Abstract

Salah satu aspek penting dalam dimensi kehidupan manusia ialah emosi yang merupakan anugrah Tuhan kepada manusia sejak lahir. Studi ini menyajikan temuan sejumlah data dan direpresentasikan berdasarkan tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna ekspresi emosi secara verbal maupun nonverbal melalui aspek visual, yaitu tayangan animasi anak-anak. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian disusun secara sistematis yang terdiri atas analisis data hingga simpulan penelitian. Peneliti menggunakan teknik analisis konten sebagai teknik utama dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya 10 data emosi kegembiraan pada tokoh Rarra dalam animasi Nussa Season 1. Fokus penelitian ini ialah mengidentifikasi emosi kegembiraan berdasarkan ekspresi dan perilaku bahasa melalui pendekatan psikoliguistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengembangkan studi literatur mengenai analisis emosi dalam bentuk audiovisual, khususnya bagi peneliti lain.
Analisis Kesalahan Penggunaan Kata Baku dalam Berita Online Liputan6.Com Terkait Pemilu 2024 dan Modul Ajar di Kelas XII SMA Nova Cristiana; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1690

Abstract

Berita online Liputan6.com yang membahas Pemilu 2024 memiliki beberapa kesalahan penggunaan kata baku. Namun, belum ada penelitian terdahulu yang mengkaji hal ini. Penelitian ini mencoba mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis kesalahan penggunaan kata baku dalam berita online Liputan6.com. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan penggunaan kata baku dalam berita online Liputan6.com terkait Pemilu 2024 serta penerapan sebagai modul ajar materi teks artikel di kelas XII SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah berita online Liputan6.com terkait Pemilu 2024. Dalam pengumpulan data, digunakan teknik simak bebas libat cakap dan catat. Analisis data yang digunakan adalah metode agih. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 9 data; 2) kesalahan penggunaan huruf miring sebanyak 11 data; 3) kesalahan penulisan kata sebanyak 3 data; 4) kesalahan pemakaian tanda koma sebanyak 14 data; dan 5) kesalahan pemakaian tanda tanya sebanyak 2 data. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia TP menganalisis kebahasaan teks artikel.
Pemerolehan “Barata” (Bahasa Ujaran Satu Dua Kata) Anak Usia 2 Tahun Muhammad Nurahmad; Arifuddin Arifuddin; Muh. Ali Imran; Desy Ayu Andhira
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1692

Abstract

Penelitian yang digunakan adalah penelitian menggunakan metode simak yang dijabarkan dalam wujud teknik berupa teknik dasar yaitu teknik sadap, yakni mengamati ujaran anak usia 2 tahun yang sudah ditetapkan menjadi responden. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan beberapa teknik yaitu teknik dekumentasi, klasifikasi, dan introspeksi. Sedangkan teknik analisis datanya dalam penelitian ini adalah model analisis mengalir atau flow model of analisis. Berdasarkan data dan pembahasan yang dilakukakn dalam penelitian ini, anak yang berumur dua tahun empat bulan ujaran yang dihasilkan berupa ujaran satu kata dan ujaran dua kata yang terdiri atas empat fungsi ujaran yakni pernyataan, pertanyaan, memberi informasi, dan permintaan. Anak umur sekian mula-mula hanya memakai ujaran satu kata, kemudian ujarannya meningkat menjadi ujaran dua kata, Ujaran yang dihasilkan anak umur dua tahun empat bulan dari minggu pertama hingga minggu kedua terus mengalami grafik peningkatan yang mulanya ujarannya didominasi ujaran satu kata pada akhirnya didominasi oleh ujaran dua kata. Kata bagi anak sebenarnya adalah kalimat penuh, tetapi karena belum dapat mengatakan lebih dari satu kata, maka anak hanya mengambil satu kata.
Tinjauan Psikolinguistik terhadap Gejala Keterlambatan Bicara Gagap: Studi Kasus pada Anak Penderita ADHD : Studi Kasus pada Anak Penderita ADHD Nanda Solehah; Syifa Suci Ramadhina; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1693

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang kerapterjadi pada anak-anak. Dengan pendekatan psikolinguistik, penelitian ini mencoba menemukan dan menganalisis komponen yang menyebabkan keterlambatan bicara dan gagap pada anak-anak yang menderita ADHD. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua dari subjek berusia 8 tahun yang menunjukkan keterlambatan bicara pada usia 2 tahun dan gagap pada usia 3,9 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh aspek linguistik, melainkan dipengaruhi oleh faktor neurologis dan lingkungan sosial-komunikatif, termasuk paparan gadget dan pola interaksi yang tidak suportif. Terapi okupasi dan dukungan keluarga terbukti efektif dalam mengurangi gejala. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian psikolinguistik dengan menyoroti Kata kunci: Psikolinguistik, ADHD, keterlambatan bicara, gagap, anak
Dampak Media Sosial terhadap Perubahan Nilai-nilai Budaya di Kalangan Generasi Muda Ubaidullah Ubaidullah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak media sosial terhadap perubahan nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda di Indonesia. Dengan meningkatnya penggunaan platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok, generasi muda terpapar pada berbagai nilai dan norma yang beragam, yang dapat mempengaruhi cara mereka berpikir dan berperilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan survei terhadap beberapa responden yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam mengubah nilai-nilai budaya, baik secara positif maupun negatif. Di satu sisi, media sosial memperkenalkan nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman, sementara di sisi lain, juga menyebabkan penurunan nilai-nilai tradisional dan peningkatan perilaku konsumtif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun media sosial dapat menjadi alat untuk memperkaya budaya, ada risiko yang perlu diwaspadai terkait dengan hilangnya nilai-nilai budaya lokal.