cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Ekokritik Dalam Naskah Film Bangkit! karya Anggoro Saronto Argaputra Hardianto; Dwi Widayati; Emma Marsella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1749

Abstract

Ekokritik mengkaji penggambaran alam dan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Naskah film Bangkit! Memperlihatkan kerusakan alam yang terjadi Khususnya di kota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran alam, manusia, dan lingkungan dalam sebuah karya sastra menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Hasil analisis memperlihatkan bahwa ciri-ciri pencemaran, bencana, dan hutan belantara yang terjadi dalam naskah film, dan menggambarkan keadaan bumi, binatang, dan tempat tinggal dalam naskah film Bangkit! karya Anggoro Saronto. Temuan ini menjadi objek penyampaian moral mengenai nilai penting hubungan yang seimbang antara manusia, hewan, dan alam. Cerita dalam naskah tersebut memiliki latar tempat dan alur yang beragam, sehingga memperlihatkan kondisi alam yang tidak baik, menegaskan kritik terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi dalam cerita.
Selubung Fashion Kapitalisme di Balik Tren Olahraga Lari di CPI Makassar : Studi Kritis Pemikiran Herbert Marcuse Rahma Amin; Muh. Syukur; Firdaus W. Suhaeb; Abdul Muin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1759

Abstract

Fenomena tren lari pada masyarakat uban seperti Kota Makassar, khususnya di ruang terbuka publik seperti CPI (Center Point of Indonesia), semakin meluas dan berkembang menjadi lebih dari sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan fashion yang dipengaruhi oleh kapitalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ini melalui lensa teori kritis Herbert Marcuse, yang menghubungkan tren lari dengan dinamika kapitalisme modern. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aktivitas lari, yang pada awalnya adalah olahraga, kini bertransformasi menjadi bagian dari ekspresi diri yang terhubung dengan konsumsi, status sosial, dan identitas dalam masyarakat urban. Melalui analisis pemikiran Marcuse, ditemukan bahwa tren ini tidak hanya mencerminkan kebebasan individu tetapi juga berfungsi sebagai alat bagi kapitalisme untuk mengeksploitasi keinginan dan kebutuhan konsumtif masyarakat. Dalam pandangan Marcuse, fenomena ini menunjukkan bagaimana ideologi kapitalisme membentuk dan mengarahkan kebiasaan sosial, menjadikan olahraga lari sebagai sebuah "selubung" untuk menyembunyikan kenyataan sosial yang lebih besar tentang eksploitasi dan ketidaksetaraan. Oleh karena itu, tren lari di CPI Makassar tidak sekadar mencerminkan kebugaran fisik, tetapi juga merupakan manifestasi dari kapitalisme yang mendominasi kehidupan masyarakat urban.
Analysis of English Learning Process in Man PK Man 2 Mataram Nur Alfilail; Lela Rahmawati; Bidari Andaru Widhi; Hilmiyatun Hilmiyatun
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1760

Abstract

Learning process is crucial part in the process of teaching and learn English. Thus, this aspect is one of aspect where the teacher put the attention on especially for students in senior boarding school level. Since this aspect is essential, this present study aims at identifying English learning process in Man PK Man 2 Mataram as this school has several main purposes one of which is to strengthen students’ ability in using foreign language such as English. This study belongs to qualitative study were observation and interview became the technique of data collection. The result of study showed that there are several English learning activities that support the mastery of English skill including speaking and writing.
Resistensi Moral terhadap Hegemoni Religius dalam Cerpen Pengantar Tidur Panjang Karya Eka Kurniawan Eko Prasetyo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1761

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi resistensi moral tokoh Bapak dalam cerpen Pengantar Tidur Panjang (2009) karya Eka Kurniawan sebagai respons terhadap hegemoni religius dalam keluarga pasca-Reformasi melalui pendekatan micro-hegemony (Gramsci), dengan metode Analisis Wacana Kritis (Fairclough) yang mengeksplorasi tiga level analisis: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Temuan penelitian mengungkap representasi tokoh Bapak sebagai figur ambigu, seorang Kiai yang dihormati publik tetapi tidak memaksakan nilai religiusnya dalam keluarga, melalui strategi resistensi seperti tawa dan ironi ("tertawa di dalam hati") sebagai hidden transcript (Scott), penerimaan terhadap perbedaan ideologi anak, prioritas nilai moral lokal atas konflik politik, serta ambivalensi kata terakhir "Allah" yang sekaligus mengukuhkan dan mempertanyakan performativitas religius. Studi ini menyimpulkan bahwa Eka Kurniawan menawarkan kritik post-sekular terhadap keluarga religius Indonesia dengan menunjukkan bagaimana hegemoni justru efektif ketika tidak dipaksakan, sekaligus merefleksikan dinamika micro-hegemony pasca-Reformasi berupa otoritas agama yang terfragmentasi dan negosiasi nilai melalui etika, sehingga memperkaya diskusi tentang sastra sebagai medium kritik sosial yang subtil.
Hubungan antara Bahasa Gaul di Media Sosial TikTok dengan Pengetahuan Kosakata Baku Bahasa Indonesia Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Elis Tiara Sardi; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya hubungan antara tingkat paparan bahasa gaul di media sosial TikTok dengan pengetahuan kosakata baku Bahasa Indonesia pada siswa kelas 5 sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode korelasional. Sampel berjumlah 50 siswa kelas 5 di SDN Semanan 05, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua instrumen, yaitu angket mengenai paparan bahasa gaul TikTok dan tes pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan kosakata baku. Uji korelasi Spearman’s rho digunakan karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.023 dengan signifikansi 0.875, yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya paparan terhadap bahasa gaul di TikTok tidak secara langsung memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami kosakata baku.
Hubungan Penggunaan Platform Tiktok Dengan Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas IV Dan V Sekolah Dasar Nikita Oky Masayu; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1763

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan dalam cara siswa sekolah dasar berinteraksi dan mengakses informasi. TikTok, dengan kontennya yang singkat, menarik, dan mudah diakses, mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan platform TikTok dan minat belajar Bahasa Inggris siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada siswa kelas IV dan V sekolah dasar. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat penggunaan TikTok dan minat belajar Bahasa Inggris yang cukup tinggi. Uji normalitas dan linearitas menunjukkan bahwa data memenuhi syarat untuk analisis korelasi Pearson. Namun, hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan minat belajar Bahasa Inggris berada pada kategori lemah dan tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Dengan demikian, tidak terdapat bukti kuat bahwa penggunaan TikTok berkorelasi dengan minat belajar Bahasa Inggris siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun TikTok memiliki potensi sebagai media pembelajaran, dalam konteks penelitian ini penggunaannya tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap minat belajar Bahasa Inggris siswa sekolah dasar.
Learning Independence and Learning Achievement Mediated by Learning Motivation in E-learning-Based Lectures Nashruddin Nashruddin; Musahrain Musahrain; Sitti Aisyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1767

Abstract

The level of student learning independence in e-learning-based lectures has not been fully able to improve learning achievement without being supported by adequate learning motivation. This study aims to find the effect of the use of e-learning and learning independence, which is mediated by learning motivation, on learning achievement, in university level. This research is a quantitative study with a survey method, where learning motivation is a mediation variable or intervening, learning independence and the use of e-learning are independent variables, and learning achievement is the dependent variable. Involving 20 students of the English language education study program at Universitas Muslim Maros as research subjects, the researchers used documentation and distributing questionnaires to collect data. The data obtained were analyzed using path analysis using the application of IBM SPSS Statistics 19. This research finds that the use of e-learning has a significant effect on university students’ learning motivation, learning motivation has a significant effect on university students’ learning achievement; and can mediate the use of e-learning in influencing university students’ learning achievement. As an implementation in the development of science, the findings of this study reveal the fact that students’ learning outcomes are influenced by learning motivation, learning independence, and learning media such as e-learning.
The Implementation of Journal Writing In Englsh Teaching on Islamic Boarding School of DDI Mangkoso (An Experimental Research) Zakiah Awaliah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1772

Abstract

The objective of the research was to find out the improvement of the students’ writing ability through using journal writing as a technique teaching in English teaching in second grade in term of content and organization. The researcher conducted a pre-experimental design with pre-test and post-test as instrument. The subject of research was the second grade of Senior High School on Islamic Boarding School of DDI Mangkoso. The result of the analysis showed that there was significant difference between pre-test and post-test. The mean score of post-test in content item (77.7) was greater than mean score of pre-test (56.75). And the mean score of post-test in organization item (79) was greater than mean score of pre-test (59.20). The t-test value of content was greater that t-table value (9.61 > 2.069). Then, t-test value of organization was greater than t-table value (8.80 > 2.069), and degree of freedom (df) = 23. It is said that the null hypothesis (H0) was rejected and alternative hypothesis (H1) was accepted. Therefore, the researcher concluded that there was significant difference between the students’ writing ability before and after using journal writing in English teaching, and it is said that journal writing as a technique teaching was effective to improved students’ writing ability at second grade of Senior High School on Islamic Boarding School of DDI Mangkoso.
From Assertion to Action: Illocutionary Speech Acts in Biden’s Rhetoric of Pandemic Resilience Galuh Fitriana Sakti; Gunawan Gunawan; David Tombeng; Bayu Andika Prasatyo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1774

Abstract

This study investigates the strategic deployment of illocutionary speech acts in President Joe Biden's address commemorating the first anniversary of the COVID-19 shutdown. Through a qualitative pragmatic analysis, we examine how presidential rhetoric functions during national crises to inform, reassure, and mobilize public response. The research categorizes utterances from Biden's speech according to Searle's (1969) taxonomy of illocutionary acts: assertives, commissives, directives, expressives, and declaratives. Analysis of the official transcript from the White House website reveals a strategic distribution of speech acts with assertives dominating the discourse, followed by commissives and expressives, directives, and declaratives. This distribution reflects Biden's rhetorical priorities: establishing factual authority through assertives, building trust through balanced commitment (commissives) and emotional connection (expressives), while carefully limiting authoritative commands (directives) and institutional pronouncements (declaratives). The findings demonstrate how presidential crisis communication strategically balances informational transparency with emotional resonance to foster public compliance and national unity. This study contributes to our understanding of political pragmatics by illuminating how speech act distribution serves as a deliberate rhetorical strategy in pandemic discourse, with implications for crisis communication theory and political speech writing practice. Future research should consider analyzing illocutionary acts in a broader range of political speeches across different contexts and cultures to better understand how public figures use language to influence public perception and policy support.
A Profile of Public Speaking Competence among Senior High School Students in Jakarta Yunarni Siregar; Herlina Herlina; Sintowati Rini Utami
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1775

Abstract

Kemampuan berpidato merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang esensial dalam menunjang keberhasilan akademik dan sosial siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta. Namun, keterampilan ini seringkali belum tergali secara optimal dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpidato siswa SMA, meliputi aspek verbal, nonverbal, dan kesiapan psikologis dalam berbicara di depan umum. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 609 siswa dari SMA di kota Jakarta. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tentang profil mencakup penggunaan aspek verbal-nonverbal, kesiapan berpidato, dan refleksi diri terkait dengan kelancaran dalam berpidato. Wawancara terbuka juga dilakukan dengan sejumlah siswa dan guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menyusun ide secara sistematis dan terstruktur, kesulitan dalam memadumadankan gestur dan aspek nonverbal lainnya. Temuan juga menunjukkan bahwa responden mengalami kesulitan Psikologis dengan ketidak-siapan dalam berpidato dan merasa tidak lancer pada lancar pada saat berpidato. Temuan ini mengindikasikan perlunya model pembelajaran berpidato yang lebih praktis, multimodal, dan adaptif terhadap kondisi psikologis siswa. Implikasi dari penelitian ini memberikan arah bagi pengembangan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi berbicara siswa secara holistik.