cover
Contact Name
Dion Eriend
Contact Email
dioneriend44@gmail.com
Phone
+62811666-810
Journal Mail Official
jkomdis@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.minartis.com/index.php/jkomdis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28076087     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Komunikasi sosial dan Media Sosial (JKOMDIS) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh CV. ITTC INDONESIA dan dikelola langsung oleh Webinar.Gratis dan Even.Gratis untuk berbagai kalangan yang mempunyai perhatian terhadap Ilmu Komunikasi, sosial dan budaya, baik dalam pengertian luas, maupun khusus dalam bidang yang terkait. naskah yang diterima untuk diterbitkan berupa penelitian lapangan, penelitian kepustakaan, pengamatan, serta karya ilmiah yang berhubungan dengan topik yang relevan dengan ilmu komunikasi, sosial, dan budaya. Jurnal Ilmu komunikasi sosial dan budaya terbit 3 kali dalam 1 tahun, yaitu bulan Maret, Juli dan November
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April" : 30 Documents clear
Meningkatkan Personal Branding Mahasiswa melalui Public Speaking, Kredibilitas, dan Kecerdasan Emosional Siahaan, Febri Sari; Rismanto, Caesar; Metris, Diksi; Restika, Dea; Muarief, Fahrurozi
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2642

Abstract

This study explores the relationship between public speaking, credibility, and emotional intelligence in shaping students' personal branding at Universitas Tangerang Raya. Using a quantitative approach with a correlational design, data were collected from 352 students through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) via SMART-PLS 4.0. The findings indicate that public speaking has a positive and significant impact on personal branding, both directly and through credibility as a mediator. Credibility plays a crucial role in enhancing audience trust and building a professional image. However, emotional intelligence does not moderate the relationship between public speaking and personal branding, suggesting that this factor does not strengthen or weaken the relationship within the study. These results highlight the importance of mastering public speaking skills for students to improve credibility and competitiveness in the job market. Furthermore, educational institutions are encouraged to provide communication skills training to support students' personal branding development. This study contributes to both academic understanding and practical applications in managing professional identity in today’s competitive landscape.
Keterbukaan Diri Perempuan Generasi Z di Jakarta Selatan Melalui Penggunaan Second Account di Media Sosial Instagram   Septiliani, Audry; Khotimah, Wininda Qusnul; Prasetya, Hendri
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2670

Abstract

Perempuan kerap dihadapkan dengan perasaan ragu antara keinginan dan perasaan khawatir saat harus membuka diri dalam media sosial. Keraguan yang ditimbulkan terjadi akibat adanya ekspektasi sosial yang dianggap harus dipenuhi. Oleh karna itu, akun kedua seringkali digunakan sebagai sarana keterbukaan diri secara lebih bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana akun kedua dapat mendukung keterbukaan diri perempuan generasi Z dalam berbagi cerita dan perasaan. Metodelogi dalam penelitian melakukan wawancara mendalam bersama lima informan dengan akun instagram berbeda. dalam hasil wawancara ditemukan terdapat dua informan yang menempati dua area berbeda dalam teori Johari Window, yaitu area buta dan area tersembunyi, sedangkan tiga lainnya menempati area terbuka. Dalam hasil analisis pada teori komunikasi identitas ditemukan bahwa seluruh informan sepakat membantung citra diri di akun utamanya sebagai perempuan yang estetis dan menarik, namun di dalam akun keduanya mereka cenderung menampilkan identitas dari sisi yang negatif maupun positif yang tidak ditampilkan dalam akun utamanya.
Representasi Perjuangan Seorang Ibu (Analisis Semiotika Iklan Prochiz Spesialkan Momen Lebaran Bersama Prochiz) Maulana, Thoriq; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2704

Abstract

Periklanan adalah salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang bertujuan mempromosikan produk, jasa, merek, atau ide kepada publik. Iklan seringkali menyimpan pesan atau makna tertentu di dalamnya. Pada tahun 2021, keju Prochiz merilis iklan berjudul “Spesialkan Momen Lebaran Bersama Prochiz” yang mengisahkan perjuangan seorang ibu. Ibu didalam iklan tersebut digambarkan sebagai sosok yang tangguh, terutama dalam menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan ibu rumah tangga. Analisis iklan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, atau perilaku, dan hasilnya disajikan dalam deskripsi naratif. Analisis data dilakukan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yang melibatkan pengumpulan data dari jurnal serta materi audio dan visual, yaitu tayangan “Spesialkan Momen Lebaran Bersama Prochiz”. Hasil penelitian ini menggambarkan kasih sayang ibu terhadap anaknya dan peran ibu dalam menghidupi keluarganya.
Redefining the Broadcast Communication Model: Digital Interactivity and the Shifting Source-Receiver Relationship ., Harliantara; Nindhasari, Harlita; Prayudha, Harlino Nandha
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2710

Abstract

The emergence of digital technologies and interactive platforms has led to fundamental changes in the dynamics of broadcast communication, requiring a re-evaluation of conventional models and a transition towards more participatory approaches. This study explores the changing source-receiver relationship in the context of digital interactivity and discusses how digital platforms have changed the traditional broadcast communication model. A systematic literature review was conducted to understand the current knowledge in this area and to identify research gaps. The findings show the growing irrelevance of linear communication models, such as the Shannon-Weaver model, in the digital age. The interactive nature of digital media has transformed passive receivers into active participants and content creators, thus blurring the boundaries between producers and consumers. This study highlights the importance of understanding communication as a networked process, through which information traverses complex social networks. The role of algorithms and personalisation in shaping media experiences is also examined, raising concerns about the fragmentation of public discourse and the creation of echo chambers. This study proposes a new theoretical framework that includes concepts, such as network communication, algorithmic communication, and participatory culture. The findings from this study can inform the design of more effective broadcast communication strategies, guide digital platform developers in creating more transparent and ethical algorithms, and assist policymakers in regulating digital media to ensure fairness and transparency.
Analisis Implementasi Integrated Marketing Communication dalam Mempertahankan Brand Image PT Kencana Maju Bersama Puspita, Vera
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2714

Abstract

Industri di Indonesia berkembang dengan pesat, salah satunya adalah industri di bidang konstruksi. Sebagai perusahaan dengan 33 tahun pengalaman, PT Kencana Maju Bersama menghadapi tantangan dalam mempertahankan brand image di pasar. Dalam persaingan yang semakin ketat, komunikasi pemasaran menjadi alat yang penting untuk menginformasikan, membujuk dan meningkatkan awareness maupun mempertahankan brand image perusahaan. Dalam persaingan yang semakin kompetitif peningkatan penjualan saja tidak cukup melainkan perusahaan harus mampu mempertahankan brand image. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi strategi komunikasi pemasaran berbasis IMC tools untuk mempertahankan brand image PT Kencana Maju Bersama. Masalah yang diteliti adalah bagaimana implementasi Integrated Marketing Communication yang telah dilakukan dalam mempertahankan brand image PT Kencana Maju Bersama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Marketing supervisor, social media staff, Customer service, dan konsumen PT Kencana Maju Bersama. Hasil penelitian menunjukkan PT Kencana Maju Bersama berhasil mempertahankan brand image melalui IMC tools yaitu iklan, sponsorship, kemasan, media sosial dan websites, sales promotion, selling dan sales manajemen, direct marketing, pameran, public relations. Implementasi IMC ini selaras dengan tujuan utama perusahaan, yaitu meningkatkan dan mempertahankan brand image. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas customer service perusahaan sangat baik sehingga mampu mempertahankan brand image di mata pelanggan. Penelitian ini menunjukkan bahwa IMC tools dapat digunakan dan menjadi referensi perusahaan lain sebagai cara untuk mempertahankan brand image.
Pengaruh Popularitas Tiktok sebagai Media Pencarian Informasi Terhadap Penurunan Penggunaan Google di Generasi Z Perdana, Agri Aulian; Mujianto, Haryadi; Pratiwi, Resty Mustika
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2722

Abstract

Abstract The problem in this study focuses on the shift in information search behavior among Generation Z, where TikTok’s increasing popularity as an information search platform has led to a decline in Google usage. Generation Z prefers fast, visual, and interactive search formats, rather than Google’s text-based search results. This study aims to analyze the influence of TikTok’s popularity on the decline in Google usage among Generation Z in Garut City. The research employs a quantitative approach using survey methods, distributing questionnaires to 100 respondents. Data were analyzed using Spearman’s Rank Correlation test and simple linear regression analysis with SPSS version 27. The results indicate that TikTok’s popularity significantly influences the decline in Google usage, with a regression coefficient of 1.012 and a significance value of 0.000. This finding confirms that the higher TikTok’s popularity, the greater the tendency of Generation Z to reduce their use of Google. The primary factors driving this shift include ease of access, personalized algorithm-based recommendations, and short, engaging video formats. Thus, this study provides insights into the evolving information search patterns of Generation Z and its implications for the future of digital platforms. Keywords: TikTok Popularity, Information Search, Google Decline, Generation Z, Social Media Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada pergeseran perilaku pencarian informasi di kalangan Generasi Z, di mana popularitas TikTok sebagai media pencarian informasi semakin meningkat dan berdampak pada penurunan penggunaan Google. Generasi Z lebih menyukai format pencarian yang cepat, visual, dan interaktif, dibandingkan pencarian berbasis teks yang ditawarkan oleh Google. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh popularitas TikTok terhadap penurunan penggunaan Google di kalangan Generasi Z di Kota Garut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner, yang disebarkan kepada 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan analisis regresi linear sederhana dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan penggunaan Google, dengan koefisien regresi 1,012 dan nilai signifikansi 0,000. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi popularitas TikTok, semakin besar kecenderungan Generasi Z untuk mengurangi penggunaan Google. Faktor utama perubahan ini adalah kemudahan akses, algoritma rekomendasi berbasis preferensi pengguna, serta format video pendek yang menarik dan mudah dipahami. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mengenai perubahan pola pencarian informasi Generasi Z serta implikasinya bagi masa depan platform digital. Kata Kunci: Popularitas TikTok, Pencarian Informasi, Penurunan Google, Generasi Z, Media Sosial
Analisis Gaya Berkomunikasi Online Influencer Vania Winola Melalui Akun Tiktok @Vania Febriana, Poppy; nabila, salma
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2273

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gaya komunikasi influencer @vania di media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Tiktok sebagai pemahaman lebih baik bagaimana @vania menggunakan media sosial TikTok untuk berkomunikasi dan mempengaruhi audiensnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna menganalisis gaya komunikasi @vania di TikTok. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dalam mengalisis gaya komunikasi @vania dimedia sosial. Teknik pengambilan data menggunakan Analisis isi disebut juga dengan analisis teks, dan makna teks tidak terbatas pada material verbal saja, tapi juga visual, audio, dan audio-visual.. Adapaun sumber data primer berasal dari hasil observasi pada akun TikTok @vania dan sumber sekunder dari dokumentasi seperti foto dan video. Data yang digunakan terdiri dari 117 video unggahan dari tangal 04 September 2023 sampai 26 Maret 2024, dengan penulis mengakurasi 20 konten yang telah di tonton lebih dari 1 juta kali dan memilih 10 yang sesuai dengan kriteria lainnya. Dengan ini dapat lihat, hasil penelitian dan analisis konten menggunakan teori Gaya Komunikasi mengulas gaya komunikasi Influencer Vania @vania dengan menerapakan gaya 2 komunikasi dan prestasi yang mampu memotivasi para audiensnya Vania di TikTok. Vania menggunakan Controlling Style saat mempengaruhi followers untuk menyukai atau share suatu produk, kemudian Equalitarian Style saat mengklarifikasi sesuatu. The Dynamic Style menciptakan hubungan yang baik antara Vania dan pengikut, dan The Structuring Style menciptakan keterlibatan penonton dalam cerita. Vania menggunakan Gaya Pengendali untuk banyak posting, mempromosikan produk, layanan, atau konten, yang beresonansi dengan Vania dan memengaruhi pengikut.
Analisis Semiotika Peirce Pada Sampul Majalah Tempo Edisi Berebut Anak Abah Tanggal 15 September 2024 Saputra, Kendy Julio; Hariyanti, Nunik
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2502

Abstract

Penelitian ini menganalisis sampul Majalah Tempo edisi 15 September 2024 berjudul Berebut Anak Abah dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengungkap makna visual dan pesan tersembunyi yang disampaikan melalui elemen-elemen ilustrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan studi pustaka. Ilustrasi pada sampul menampilkan Ridwan Kamil dan Pramono Anung sedang bermain catur di atas peta Jakarta, dengan bidak catur yang merepresentasikan strategi politik dan perebutan kekuasaan. Visual ini memuat kritik terhadap dinamika Pilkada Jakarta 2024, terutama terkait perebutan dukungan massa Anies Baswedan, yang disebut "Anak Abah.". Elemen-elemen visual seperti warna, ekspresi wajah, dan simbol-simbol catur digunakan untuk memperkuat narasi politik yang disampaikan Tempo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampul ini tidak hanya menggambarkan kompetisi politik secara strategis, tetapi juga menyoroti isu-isu sosial dan simbol kekuasaan yang lebih luas dalam konteks politik Indonesia. Melalui ilustrasi ini, Tempo berhasil menyampaikan pesan editorial yang kompleks, di mana setiap elemen visual memiliki makna kontekstual yang mendalam. Studi ini menegaskan bahwa ilustrasi sampul dapat menjadi medium kritis untuk merefleksikan dinamika sosial dan politik, terutama dalam Pilkada Jakarta 2024
Analisis Naratif Komunikasi Interpersonal Ayah dan Anak Dalam Film Ananti, Rina Ayu; Wardhana, Ardiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2511

Abstract

The lack of effective communication between father and child can trigger conflicts and misunderstandings in family relationships, as represented in the film Scandal Makers produced by MD Pictures. This study aims to analyze interpersonal communication between father and child in the film Scandal Makers, produced by MD Pictures in 2023. The research employs a qualitative approach using narrative analysis based on Tzvetan Todorov's model, which divides narrative structure into three main parts: initial equilibrium, conflict disruption, and resolution. This approach is used to explore the patterns of interpersonal communication between father and child in the film Scandal Makers by MD Pictures (2023). Data was collected through content observation and document analysis, focusing on scenes depicting interactions between the father (Oscar) and the child (Karin). The tools used include dialogue transcripts and video player applications. Data analysis was conducted in three stages: identifying narrative structure, interpreting elements of interpersonal communication, and drawing conclusions. The findings reveal that Scandal Makers portrays the dynamics of interpersonal communication between father (Oscar) and child (Karin) through three narrative stages: initial equilibrium, conflict disruption, and resolution, in line with Tzvetan Todorov's theory. The conflict in the story is triggered by ineffective communication caused by Oscar's ego and fear of losing his reputation. However, through reflection and the courage to be open with each other, their relationship is restored, and trust is rebuilt. This study emphasizes that effective communication is crucial in resolving family conflicts. The film not only serves as entertainment but also conveys a moral message about the importance of openness, empathy, and acceptance in building harmonious family relationships.
Representasi Kritik Sosial dalam Meme Penjual Es Teh: Analisis Semiotika Respons Netizen terhadap Gus Miftah Saputri, Agustina Riska Eka; Muksin, Nani Nurani; Andriyani, Lusi; Salam, Rahmat
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2517

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi kritik sosial dalam meme penjual es teh yang muncul sebagai respons atas pernyataan kontroversial Gus Miftah. Dengan pendekatan kualitatif dan teori semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam meme. Meme-meme tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media humor, tetapi juga sebagai alat kritik sosial terhadap ketimpangan kekuasaan dan penyalahgunaan otoritas verbal di ruang publik. Denotasi merepresentasikan elemen visual seperti gambar penjual es teh dan teks satir, sedangkan konotasi memunculkan narasi ketidakadilan serta eksploitasi verbal terhadap kelompok lemah. Mitos dalam meme ini mengkritik arogansi dan penyalahgunaan kekuasaan, sekaligus menyerukan penghormatan dan perilaku etis, terutama dari figur publik yang memiliki tanggung jawab moral. Respons netizen melalui komentar memperkuat kritik dengan menyoroti tindakan Gus Miftah sebagai kekerasan verbal, perundungan, dan penghinaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa meme dapat menciptakan ruang kritik sosial yang efektif di era digital, mencerminkan tuntutan masyarakat terhadap keadilan dan akuntabilitas moral.

Page 1 of 3 | Total Record : 30