cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Korelasi Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Assyura, Fazhladia; Firdawati, Firdawati; Asterina, Asterina; Yulia, Dwi; Mahata, Liganda Endo; Welan, Rahmani
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1078

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan lansia mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan Indonesia karena pertumbuhan penduduk Indonesia yang mempunyai struktur aging population. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia dengan tujuan menciptakan lansia yang produktif dapat dilakukan dengan melakukan penilaian beberapa parameter kesehatan yang mudah dipahami seperti IMT, lingkar perut dan kadar glukosa darah.Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara IMT dan lingkar perut dengan hasil skrining kadar glukosa darah sewaktu pada pra lansia dan lansia di Nagari Sumanik tahun 2021.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Januari – Desember 2022. Data penelitian ini berasal dari data sekunder hasil pengabdian masyarakat pada bulan Oktober 2021 dengan besar sampel 40 orang pra lansia dan lansia. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan rerata IMT adalah 26,93±5,168 kg/m2. Rerata lingkar perut yaitu 97±12,3. Rerata hasil skrining kadar glukosa darah sewaktu adalah 140±78,775 mg/dl. Hasil uji statistik ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT dengan hasil skrining kadar glukosa darah sewaktu (p = 0,738) dan r-correlation 0,054. Uji statistik lingkar perut dengan hasil skrining kadar glukosa darah sewaktu menunjukan tidak terdapat hubungan (p = 0,765) dan r-correlation 0,048.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara IMT dan lingkar perut dengan hasil skrining kadar glukosa darah sewaktu dengan korelasi sangat lemah. Kata Kunci: IMT, lingkar perut, kadar glukosa darah sewaktu, pra lansia, lansia
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan Darah pada Lansia di Nagari Sumaniak Arief, Muhammad; Pertiwi, Dian; Mulyana, Roza
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1085

Abstract

Latar Belakang: Salah satu jenis penyakit tidak menular yang risikonya meningkat seiring pertambahan usia, yaitu hipertensi. Hipertensi dapat terjadi akibat proses yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang salah satunya adalah indeks massa tubuh.Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia di Nagari Sumaniak, Kabupaten Tanah Datar.Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional menggunakan data sekunder lansia di Nagari Sumaniak, Kabupaten Tanah Datar pada bulan Oktober 2021 dengan jumlah responden sebanyak 41 responden. Uji analisis yang digunakan adalah Spearman Rank Correlation.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan indeks massa tubuh dan tekanan darah (p = 0,708) dengan rerata indeks massa tubuh 24,4426±4,362 kg/m2, tekanan darah sistolik 146,83±23,406 mmHg, dan tekanan darah diastolik 90,32±12,168 mmHg.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia di Nagari Sumaniak, Kabupaten Tanah Datar. Kata Kunci: indeks massa tubuh, tekanan darah, lansia
Hubungan Laju Endap Darah (LED) dengan Kejadian Syok pada Pasien Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) Rahmi, Yannisa Mutiara; Ihsan, Indra; Indra, Beni; Yani, Finny Fitry; Rofinda, Zelly Dia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1094

Abstract

Latar Belakang: Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) merupakan respon inflamasi yang melibatkan > 2 organ pasca infeksi SARS-CoV-2. Pemeriksaan marker inflamasi dapat membantu klinisi dalam menegakkan diagnosis dan memprediksi luaran buruk, seperti kejadian syok. Laju endap darah (LED) merupakan marker inflamasi yang murah dan mudah dilakukan di layanan primer yang memiliki keterbatasan fasilitas. Objektif: Mengetahui hubungan LED dengan kejadian syok pada pasien MIS-C yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada pasien yang didiagnosis MIS-C sesuai kriteria World Health Organization (WHO). Data kemudian dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Penelitian ini mendapatkan median LED adalah 25,5 (1-117) mm/jam pada pasien MIS-C. Sebanyak 43,8% pasien mengalami syok. Uji statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai LED pada pasien MIS-C yang mengalami syok dengan yang tidak (p = 0,055). Kesimpulan: Median LED pada pasien MIS-C ditemukan meningkat melebihi batas normal. Pasien MIS-C yang mengalami syok memiliki median nilai LED yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang tidak (43 vs. 19,5 mm/jam), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai LED dengan kejadian syok pada pasien MIS-C. Pemeriksaan LED tidak dianjurkan untuk digunakan dalam memprediksi kejadian syok pada pasien MIS-C. Kata kunci: Laju Endap Darah, Luaran, MIS-C, SARS-CoV-2, Syok
Hubungan Faktor Risiko Aloimunisasi dengan Kejadian Inkompatibilitas Crossmatch Pada Pasien Keganasan Darah Dewasa yang Ditransfusi Packed Red Cell Berulang di RSUP Dr M Djamil Padang Herinda, Dwi Putri; Rofinda, Zelly Dia; Elvira, Dwitya; Rikarni, Rikarni; Aprilia, Dinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1132

Abstract

Latar Belakang: Pasien keganasan darah yang mendapatkan transfusi packed red cell (PRC) berulang akan menyebabkan pembentukan aloantibodi yang dapat terdeteksi pada pemeriksaan crossmatch dan mempersulit proses transfusi selanjutnya. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, jenis keganasan, dan jumlah unit transfusi dengan kejadian inkompatibilitas crossmatch. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross- sectional. Terdapat 50 sampel yang didapatkan dari rekam medis dan laboratorium. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi inkompatibilitas crossmatch sebesar 16% dengan keseluruhan inkompatibilitas minor. Kejadian terbanyak didapatkan pada usia <60 tahun, perempuan, LMA dan transfusi > 10. Hasil uji statistik menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara faktor usia (p= 0,322), jenis kelamin (p= 0,050), jenis keganasan darah (p= 0,662), dan jumlah unit transfusi (p= 0,702) dengan kejadian hasil pemeriksaan crossmatch. Kesimpulan: Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, jenis keganasan, dan jumlah unit transfusi tidak mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian inkompatibilitas crossmatch pada pasien keganasan darah yang mendapatkan transfusi PRC berulang
Hubungan Kanker Payudara Tripel Negatif dengan Kejadian Metastasis Aksila dan Metastasis Jauh di RSUP Dr. M. Djamil Padang Nindita, Priska Audina; Handayani, Tuti; Suchitra, Avit; Khambri, Daan; Mulyani, Henny; Rustam, Erlina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1137

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 90% kematian terkait kanker payudara disebabkan oleh tumor sekunder di organ yang jauh akibat metastasis. Kanker payudara tripel negatif atau triple negative breast cancer (TNBC) merupakan subtipe paling agresif diantara subtipe lainnya. Secara klinis TNBC memiliki ukuran tumor yang lebih besar, melibatkan kelenjar getah bening, dan memiliki derajat keganasan yang lebih buruk. Pasien TNBC lebih berisiko mengalami metastasis dan kematian dibandingkan dengan jenis subtipe lainnya sehingga prognosisnya juga lebih buruk. Objektif: Mengetahui hubungan kanker payudara tripel negatif dengan kejadian metastasis aksila dan metastasis jauh di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional bersifat retrospektif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 11 pasien TNBC dan 99 pasien non-TNBC di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2016 – 2021. Digunakan analisis uji Chi Square. Hasil: Kejadian metastasis aksila pada pasien TNBC sebesar 45,5% dan kejadian metastasis jauh sebesar 90,9% dengan lokasi metastasis terbanyak pada organ paru. Tidak terdapat hubungan antara kanker payudara tripel negatif dengan kejadian metastasis aksila (p=0,071) dan terdapat hubungan bermakna antara kanker payudara tripel negatif dengan kejadian metastasis jauh (p=0,018). Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kanker payudara tripel negatif dengan kejadian metastasis aksila dan terdapat hubungan antara kanker payudara tripel negatif dengan kejadian metastasis jauh. Kata kunci: kanker payudara, tripel negatif, metastasis
Profil Pasien Tumor Kelopak Mata di RSUP Dr. M. Djamil Padang Sya'diyyah, Lailatul; Hendriati, Hendriati; Kurniawati, Yulia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1138

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tumor kelopak mata merupakan massa yang tumbuh secara abnormal pada kelopak mata yang terdiri dari tumor jinak kelopak mata dan tumor ganas kelopak mata. Meskipun dengan prevalensi yang cukup rendah, tumor kelopak mata dapat menyebabkan kesakitan dan kematian. Tumor kelopak mata lebih sering ditemukan pada usia tua dan orang yang sering terpapar radiasi UV. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien tumor kelopak mata di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien tumor kelopak mata. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan jumlah sampel sebanyak 59 rekam medis pasien tumor kelopak mata tahun 2017-2021. Data yang digunakan berupa data sekunder dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan pasien tumor kelopak mata banyak diderita oleh kelompok usia 56-65 tahun (27.1%), perempuan (52.5%), orang yang bekerja di dalam ruangan (71.2%) dan orang yang tinggal di daerah dataran rendah (59.3%). Tumor ganas kelopak mata (57.6%) lebih banyak ditemukan, dengan karsinoma sel basal (55.9%) merupakan jenis tumor ganas terbanyak, sedangkan nevus (20.0%) dan kista dermoid (20.0%) merupakan jenis tumor jinak terbanyak. Sebagian besar pasien tumor kelopak mata dilakukan penatalaksanaan berupa wide eksisi (47.5%) dengan komplikasi terbanyak yaitu kekambuhan tumor (10.2%). Kesimpulan: Pasien tumor kelopak mata di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2017-2021 paling banyak pada kelompok usia 56-65 tahun, perempuan, bekerja di dalam ruangan, tinggal di daerah dataran rendah, mengalami tumor ganas kelopak mata dengan penatalaksanaan wide eksisi dan kekambuhan tumor sebagai komplikasi terbanyak. Kata kunci: Profil, tumor jinak kelopak mata, tumor ganas kelopak mata.
Gambaran Kasus Luka Bakar di Departemen Forensik RSUP Dr. M. Djamil Padang Pada Tahun 2010 - 2020 Savitri, Melvinia; Manela, Citra; Pertiwi, Dian; Susanti, Rika; Saputra, Deddy; Hasmiwati, Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1143

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar merupakan trauma yang sering terjadi dalam kehidupan sehari - hari, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Kasus luka bakar pada korban hidup maupun meninggal memiliki arti penting dalam investigasi forensik. Objektif: Untuk mengetahui gambaran kasus luka bakar di Departemen Forensik RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010 - 2020. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional, menggunakan data Rekam Medis Forensik terhadap 131 kasus luka bakar dengan teknik total sampling. Hasil: Ditemukan 131 kasus luka bakar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik korban luka bakar meliputi; terbanyak pada laki - laki (76,3%), rentang usia 18 - 39 tahun (51,1%), penyebab karena api (57,3%), derajat II (58,9%), rentang luas luka 0 - 20% (45,8%), lokasi di ekstremitas atas (19,7%), dan tempat kejadian di rumah korban (40,5%). Mayoritas kasus luka bakar diakibatkan kecelakaan (96,2%), dengan kelompok terbanyak ditemukan pada korban hidup (91,6%). Mayoritas kasus luka bakar termasuk derajat luka sedang (74,2%). Kesimpulan: Kasus luka bakar ditemukan terbanyak pada laki -laki, pada kelompok usia 18 - 39 tahun, penyebab karena api, derajat II, dengan rentang luas luka 0 - 20%, lokasi di ekstremitas atas, dan tempat kejadian di rumah korban. Mayoritas kasus luka bakar diakibatkan kecelakaan, dengan kelompok terbanyak ditemukan pada korban hidup, dan termasuk derajat luka sedang. Kata Kunci: luka bakar, forensik
Gambaran Fungsi Kognitif pada Pasien Pasca Stroke di Poliklinik RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi Tahun 2022 Zaffarsyah, Muhammad Irsyad; Permana, Hendra; Yanis, Amel; Nurhayati, Nurhayati; Mulyana, Roza
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1154

Abstract

Latar belakang: troke merupakan penyakit neurologis yang menyerang otak secara langsung. Stroke menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor dua di dunia. Kecacatan dapat terjadi tidak hanya pada fungsi motorik dan sensorik, tetapi juga dapat terjadi gangguan pada fungsi kognitif yang terjadi akibat adanya perkembangan Cerebral Small Vessel Disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien pasca stroke di poliklinik neurologi RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi berdasarkan karakteristik, fungsi kognitif, dan distribusi frekuensi gangguan fungsi kognitif pada pasien pasca stroke iskemik dan stroke hemoragik. Objektif: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi pada tahun 2022. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan total berjumlah 65 subjek. Sampel penelitian ini adalah pasien pasca stroke di Poliklinik Neurologi RS Otak Dr. Drs. M. Hatta, Bukittinggi. Sampel diambil dengan data primer menggunakan MMSE dan data sekunder dari rekam medis pasien. Hasil: Penelitian ini menunjukan dari 65 sampel didapatkan 53 pasien iskemik dan 12 pasien hemoragik dengan fungsi kognitif normal pasien iskemik 37,7% dan iskemik 33,3%, gangguan kognitif ringan pasien iskemik 37,7% dan pasien hemoragik 33,3%, dan gangguan kognitif berat pasien iskemik 24,5% dan hemoragik 33,3%. Kesimpulan: Penelitian ini mendapati hasil kejadian stroke iskemik lebih banyak daripada stroke hemoragik. Hasil karakteristik pasien pasca stroke ditemukan variatif karena perbedaan tingkat keparahan dan faktor risiko. Ditemukan frekuensi tingkat gangguan fungsi kognitif terbanyak pada pasien tanpa gangguan kognitif dan ringan. Kata kunci: fungsi kognitif, stroke, iskemik, hemoragik, MMSE
Gambaran Gangguan Tidur dan Gangguan Nokturnal pada Penderita Penyakit Parkinson di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang Ahmad, Baihaqi; Syafrita, Yuliarni; Rahman, Sukri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1158

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Parkinson (PP) merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang merupakan penyebab kelainan motorik terbanyak secara global. Selain gejala motorik, terdapat gejala non motorik yang menurunkan kualitas hidup dari penderita PP. Gangguan tidur adalah salah satu gejala non motorik yang paling sering pada penderita PP. Objektif: Mengetahui gambaran gangguan tidur dan gangguan nokturnal pada penderita Penyakit Parkinson di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional terhadap 29 orang penderita PP yang berobat ke poliklinik saraf Rumah Sakit Ibnu Sina Padang pada bulan Januari 2023 - Maret 2023 dengan menggunakan teknik total sampling. Gangguan tidur dan gangguan nokturnal subjek dinilai menggunakan kuesioner Parkinson’s Disease Sleep Scale-2 (PDSS-2). Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan Kelompok usia terbanyak adalah ≥60 tahun (62,1%). Subjek dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 72,4% dan laki-laki 27,6%. Berdasarkan lama sakit subjek semenjak didiagnosis, 75,9% dari subjek telah didiagnosis PP selama ≥5 tahun sedangkan 24,1% telah didiagnosis Parkinson selama <5 tahun. Berdasarkan skala Hoehn dkk., 9 orang (31,1%) subjek sudah berada di stadium 3. Setiap subjek memiliki minimal 1 jenis gangguan tidur atau gangguan nokturnal dengan jenis gangguan yang paling banyak pada subjek adalah nokturia. Kesimpulan: seluruh subjek penelitian memiliki minimal 1 jenis gangguan tidur atau gangguan nokturnal. Jenis gangguan tidur terbanyak diderita oleh subjek adalah Insomnia sedangkan gangguan nokturnal adalah nokturia. Kata kunci: Penyakit Parkinson, Gangguan Tidur, Gangguan Nokturnal, PDSS-2
Hubungan Anemia dengan Remisi Komplit Kemoterapi induksi pada Pasien Leukemia Mieloblastik Akut Dewasa di RSUP Dr. M. Djamil Padang Salsabila, Zahra; Afriant, Rudy; Rofinda, Zelly Dia; Elvira, Dwitya; Yaswir, Rismawati; Izzah, Amirah Zatil
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1169

Abstract

Latar Belakang: leukemia mieloblastik akut merupakan salah satu keganasan darah yang terjadi akibat gangguan proses pertumbuhan sel mieloid, yang menyebabkan terjadinya penumpukan sel blast di sumsum tulang, dan menekan pembentukan sel darah lain yang menyebabkan anemia. Pengobatan yang diberikan pada penderita LMA adalah kemoterapi. Kondisi anemia dapat menyebabkan hipoksia di jaringan, yang dapat mengakibatkan berkurang nya efektivitas kemoterapi. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara derajat anemia dengan tercapainya remisi komplit pada pasien LMA yang di kemoterapi induksi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan observasional analitik retrospektif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 15 sampel yang diambil dari data rekam medik. Analisis univariate dilakukan untuk mendeskripsi frekuensi variable dan analisis bivariate dengan uji statistic fisher exact test. Hasil: Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pasien LMA banyak yang berusia >40 tahun, berjenis kelamin perempuan, dengan klasifikasi LMA M4, keluhan utama lemah letih, derajat anemia ringan dan berhasil remisi komplit yang lebih banyak. Hasil uji statistik memperlihatkan tidak adanya hubungan derajat anemia dengan tercapainya remisi komplit pada pasien. Hasil analisi LMA dengan nilai p=1,000. Kesimpulan: kesimpulan yang didapatkan adalah tidak adanya hubungan antara derajat anemia dengan tercapainya remisi komplit pada pasien leukemia mieloblastik akut dewasa yang menjalani kemoterapi induksi di RSUP Dr. M Djamil Padang.