cover
Contact Name
Sumantri
Contact Email
jurnalwanatani11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalwanatani11@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Perumahan Griya Lumandi
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Wanatani
ISSN : -     EISSN : 28087704     DOI : https://doi.org/9.jip/005
Core Subject : Agriculture,
Focus & Scope 1. Ilmu-ilmu pertanian 2. Ilmu dan Teknologi Tanaman 3. Pascapanen 4. Sosial ekonomi Pertanian 5. Ketatawilayahan
Articles 58 Documents
Pemanfaatan Pati Ubi Jalar Ungu sebagai Alternatif Pengental Alami Saus Tomat M. Darmawan; Megasari, Ria; A. Khairun Mutia
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai bahan pengental alami terhadap mutu saus tomat yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan berupa pambahan bubur ubi jalar ungu kukus ke dalam bubur tomat, terdiri atas tiga taraf yaitu A = 5%, B = 10% dan C = 15%. Parameter yang diamati meliputi kadar vitamin C, Kadar pH, Kekentalan (Operating Instructioo/viskometer), Total padatan terlarut, Uji organoleptic (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubur ubi jalar ungu tidak mempengaruhi kadar vitamin C tetapi sangat berpengaruh terdapat kadar pH, kadar kekentalan dan kadar total padatan terlarut yang dihasilkan. Uji organoleptik menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis berada pada kategori agak suka hingga suka dengan nilai 2,76–3,76, dan perlakuan penambahan ubi jalar ungu 15% menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pati ubi jalar ungu berpotensi digunakan sebagai alternatif pengental alami yang mampu meningkatkan mutu fisik dan penerimaan konsumen terhadap saus tomat.
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Wisata Mangrove Polongasa Kabupaten Luwu A. Muhammad Yushan Patawari; Neneng Rahayu Ningsih
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat strategi pengelolaan wisata mangrove yang dikelola oleh masyarakat bisa berkembang dari sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan November 2025 di Desa Towondu, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara dan. Observasi dilakukan untuk menganalisis kegiatan masyarakat selama adanya obyek wisata mangrove, setelah itu dilakukan wawancara kepada masyarakat untuk merumuskan strategi pengelolaan wisata yang lebih baik dari sebelumnya melalui analisis SWOT. Hasil analisis bahwa masyarakat sangat berperan pada ekowisata Mangrove Polongasa. Hasil alternatif strategi (SO) pengelola dan masyarakat senantiasa menjaga dan meningkatkan vegetasi mangrove, dan merancang dengan baik seluruh akses berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pengunjung. Selanjutnya hasil alternatif strategi (WO) pemerintah dan masyarakat bekerjasama melakukan perbaikan fasilitas yang rusak dan menambah fasilitas yang masih kurang, memberikan informasi kepada pengunjung menjaga fasilitas obyek wisata. (ST) pengelola dan masyarakat senantiasa mengingatkan kepada pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya dan memberikaan edukasi kepada pengunjung arti pentingnya menjaga ekosistem mangrove melalui tulisan tulisan atau membagikan selebaran kepada pengunjung. Hasil alternatif strategi (WT) mengoptimalkan media sosial, website yang sudah ada dan memberikan pelatihan kepada masyarakat penggunaan media informasi, website, face book, instagram sebagai sarana untuk mempromosikan obyek wisata
Monitoring Keragaman Jenis Arthropoda pada Pertanaman Padi melalui Penggunaan Alat Perangkap Light Trap Berbasis Tenaga Surya Andi Safitri Sacita; Yusri, Yusri
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.588

Abstract

Serangan hama pada pertanaman padi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penurunan produksi. Penggunaan alat perangkap light trap merupakan salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan untuk menekan serangan serta membantu dalam memonitoring jenis hama pada pertanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada bulan Agustus - September 2025. Penelitian dilakukan dengan memasang alat perangkap light trap disekitar area pertanaman padi kemudian dilakukan pengamatan jenis hama yang terjerap pada alat perangkap tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan pada alat light trap terdapat beberapa jenis hama Arthropoda yang paling banyak terperangkap diantaranya Penggerek batang padi (Schirpophaga innonata), Wereng coklat (Nilaparvata lugens), Wereng hijau (Nephotettix virescens), Hama penggulung daun (Cnaphalocrosis medinalis), Ulat grayak (Spodoptera litura), dan Lalat bibit (Hydrellia spp.). Selain hama, ditemukan pula beberapa jenis predator dan parasitoid.
Pengaruh Aplikasi Auksin sebagai Inhibitor Organogenesis Biji Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Secara In Vitro Reza Oktavriana; Ulfah Zakiyah Hamdani; I Nyoman Arnama
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Aplikasi Auksin sebagai Inhibitor Organogenesis Biji Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) secara In Vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo, Jl Lamaranginang, Kelurahan Salubulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Mei 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 15 unit percobaan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini sebagai berikut : P0 tanpa perlakuan (Kontrol), P1 (0,1 ppm NAA + 3 ppm BAP), P2 (0,2 ppm NAA + 3 ppm BAP), P3 (0,3 ppm NAA + 3 ppm BAP), P4 (0,4 ppm NAA + 3 ppm BAP). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian hormon auksin dan sitokinin tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Waktu muncul akar dan waktu muncul tunas tercepat pada perlakuan P2 (0,2 ppm NAA + 3 ppm BAP). Perlakuan terbaik ditujukan pada perlakuan P0 tanpa perlakuan (kontrol) yaitu dengan tinggi tunas rata-rata 1,27 cm.
Respons Pemberian Pupuk Gandasil D terhadap Pertumbuhan Beberapa Klon Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Muhammad Naim; Masluki, Masluki; Khoirul Hermawan
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi efektif pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02, BB 01 dan S2. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Rampoang Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Kelurahan To’ Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo, pada bulan Juni – Agustus 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis klon (K) dan faktor kedua adalah Gandasil D (G). Penelitian ini terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 36 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 2 sampel tanaman sehingga terdapat 72 sampel tanaman. Adapun percobaan yang digunakan yaitu : K1G0 = klon MCC 02 tanpa perlakuan, K1G1 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K1G2 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K1G3 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K2G0 = klon BB 01 tanpa perlakuan, K2G1 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/ 100 ml air pertanaman , K2G2 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K2G3 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K3G0 = klon S2 tanpa perlakuan, K3G1 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K3G2 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K3G3 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk Gandasil D terhadap beberapa klon bibit kakao menunjukan hasil berbeda nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan G1 (Gandasil D 0,5 g/100ml air pertanaman) merupakan konsentrasi Gandasil D yang efektif untuk pertumbuhan bibit kakao, dengan rata-rata tinggi tanaman 54 cm, diameter batang 5,8 mm, jumlah daun sempurna 9,9 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai. Perlakuan klon kakao menunjukan hasil berbeda nyata pada tinggi tanaman. Perlakuan K2 (Klon BB 01) merupakan klon kakao yang menunjukan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata tinggi tanaman 58,81 cm, diameter batang 6,1 mm, jumlah daun sempurna 10,8 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai.
Uji Aplikasi Insektisida Nabati Ekstrak Batang Brotowali Terhadap Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung (Zea mays.) Eka Sudartik; Andi Cakra Yusuf; Andi Bonewati
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.598

Abstract

Jagung merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang terus meningkat di Indonesia, namun produksinya belum mencukupi kebutuhan domestik dan mengalami fluktuasi di Sulawesi Selatan. Salah satu kendala utama dalam budidaya jagung adalah serangan hama, khususnya ulat grayak (Spodoptera litura), yang dapat menyebabkan kerusakan daun parah dan penurunan hasil. Pengendalian hama yang ramah lingkungan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik. Brotowali (Tinospora crispa) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid dan terpenoid yang berpotensi sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak batang brotowali dalam mengendalikan ulat grayak pada tanaman jagung serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Desa Mario, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada September–Oktober 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas ekstrak batang brotowali dengan konsentrasi 0 (kontrol), 15, 25, 35, 45, dan 55 ml/liter air. Parameter yang diamati meliputi mortalitas larva dan intensitas kerusakan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak batang brotowali berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas ulat grayak. Konsentrasi tertinggi (55 ml/l) menghasilkan mortalitas tertinggi sebesar 1,50%, sedangkan kontrol hanya 0,10%. Sebaliknya, intensitas kerusakan daun terendah ditemukan pada konsentrasi 55 ml/l (0,54%), sedangkan kontrol memiliki intensitas tertinggi (0,94%).
Kelayakan Kombinasi Media Limbah Jerami dan Serbuk Gergaji serta POC Kulit Pisang Kepok dalam Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Atmiral; Gita Srihidayati; Ulfah Zakiyah Hamdani
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan kombinasi media limbah Jerami dan serbuk gergaji sebagai media tanam jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dengan variasi dosis POC kulit pisang kapok sebagai salah satu sumber nutrisinya. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan I Fakultas Pertanian Kampus II Universitas Cokroaminoto Palopo, pada bulan Agustus—Oktober 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan dan setiap ulangan memiliki 2 sampel. Perlakuan yang diterapkan antara lain P0 = Kontrol (Jerami 1000 g), P1 = Serbuk gergaji 150 g + jerami 850 g + bekatul 250 g + kapur 250 g + pupuk organik cair kulit pisang kepok 100 ml/baglog, P2 = Serbuk gergaji 300 g + jerami 700 gram + bekatul 250 g + kapur 250 g + pupuk organik cair kulit pisang kepok 100 ml/baglog, P3 = Serbuk gergaji 450 g + jerami 550 g + bekatul 250 g + kapur 250 g + pupuk organik cair kulit pisang kepok100 ml/baglog, P4 = Serbuk gergaji 600 g + jerami 400 gram + bekatul 250 g + kapur 250 g + pupuk organik cair kulit pisang kepok 100 ml/baglog, P5 = Serbuk gergaji 750 g + jerami 250 g + bekatul 250 g + kapur 250 g +pupuk organik cair kulit pisang kepok 100 ml/baglog. Hasil analisis data menunjukkan pengaruh nyata terhadap berat basah, jumlah jamur, diameter tudung, dan diameter tubuh jamur.
Inovasi Pascapanen Kakao : Pemanfaatan Kulit Ari Biji Kakao Dalam Pengembangan Produk Kue Kering Thitin Binalopa; Syam, Rahman; Andi Hermina Julyaningsih
Wanatani Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Februari-Juni ( On Proses)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v6i1.608

Abstract

Kulit ari biji kakao merupakan limbah pascapanen kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, serta serat pangan yang berpotensi meningkatkan nilai gizi produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan bubuk kulit ari biji kakao sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kue kering serta pengaruhnya terhadap mutu kimia dan organoleptik produk yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa penambahan bubuk kulit ari kakao (A0), serta penambahan bubuk kulit ari kakao sebesar 5% (A1), 7,5% (A2), dan 10% (A3) dari total bahan padatan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar lemak, kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kulit ari biji kakao berpengaruh terhadap karakteristik kimia kue kering. Peningkatan konsentrasi bubuk kulit ari kakao cenderung meningkatkan kadar air dan menurunkan kadar lemak produk. Penelitian ini menunjukkan bahwa bubuk kulit ari biji kakao berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam pengembangan produk kue kering fungsional sekaligus mendukung konsep zero waste pada industri pascapanen kakao.