cover
Contact Name
Irzum Farihah
Contact Email
fikrah@stainkudus.ac.id
Phone
+6282331050629
Journal Mail Official
fikrah@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51 Phone: +6282331050629
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan
ISSN : 23546174     EISSN : 24769649     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/fikrah
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Aqidah: including religion thought, religion sectarian, Theology. Religious study: including inter-religion study, Islamic Islamic philosophy: Islamic philosopher thought, Islamic philosophy development. Religious sociology: including religion in civilization, religion and modernity/globalization, religion and media. Religious Anthropology: including culture and religion on civilization.
Articles 244 Documents
PARADIGMA ISLAM KRITIS (Studi Pemikiran Teologi Pembebasan Ali Asghar dan Kiri Islam Hasan Hanafi) Mustaqim, Muhammad
FIKRAH Vol 3, No 2 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.177 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v3i2.1799

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran islam kritis yang direpresentasikan oleh dua tokoh Islam, Ali Ashghar Engineer dan Hasan Hanafi. Studi difokuskan pada dua karya tokoh tersebut, yakni buku Islam Teologi Pembebasan dan Kiri Islam. Analisis menggunakan pendekatan analisis isi, dimana konsep yang terdapat pada teks kemudian dikaji dan disimpulkan. Hasilnya, Islam sama-sama menjadi spirit, teologi, etika, dan paradigm kritis dalam memandang realitas. Paradigma kritis melihat realitas sebagai sebuah sistem yang terbangun. Perubahan social diperlukan dalam rangka membangun relasi social yang adil.
Sakralitas Waruga: Situs Suci dan Identitas Kultural Masyarakat Minahasa Sopacoly, Mick Mordekhai; Lattu, Izak Y. M.; Timo, Ebenhaizer I. Nuban
FIKRAH Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6736.369 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v7i2.5055

Abstract

This article aims to explore Waruga cultural site focusing on rituals and sacredness performed by indigenous community in Minahasa. The data was obtained through interview, observation, documentary and literature studies in a qualitative manner. The community made totems as a sacred, symbols of identity and a social cohesion. This attitude was obvious when the Minahasa indigenous community held a ritual to respect their ancestors (dotu) as well as to relate to the Most High (Opo Empung). Through the rituals, the community had ties with one another and confirmed the identity of Tou Minahasa. The Waruga had a significant influence on the Minahasa indigenous community because it had noble values. Everything related to the Waruga, both ancestral spirits, burial grounds and heirloom lands were considered sacred. Therefore, the Waruga was not only an ordinary site, but also a sacred site. This study concludes that the Waruga was a totem and unifying symbol of Minahasa maintaining social solidarity.
KRITIK WACANA PLURALISME AGAMA Hartoyo, Andi
FIKRAH Vol 1, No 1 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i1.304

Abstract

Kehidupan adalah sebuah proses dialog terus-menerus dan di dalam dialog tersebut seseorang akan memberi dan menerima. Dialog akan terwujud hanya ketika seseorang bisa duduk sejajar dalam dataran kediriannya. Dunia ini milik bersama, hidup ini dijalani bersama dan semua persoalan manusia adalah juga persoalan semua orang, termasuk persoalan keber-Tuhan-an dan masalah agama serta keberagamaan adalah juga persoalan sebagai sesama manusia. Kedirian akan lestari serta akan menimbulkan rasa damai serta kreatif kalau tali pengikatnya adalah ikatan cinta, simpati dan didasari rasa saling menghormati, saling mempercayai serta masing-masing bisa dipercaya. Spiritualitas akan membuat seseorang semakin lembut, semakin peduli terhadap lingkungan dan sesama makhluk hidup. Apabila seseorang menjadi semakin egois, semakin mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok berarti seseorang itu belum spiritual (belum beragama), walaupun seseorang itu mengenakan jubah seorang pendeta atau pastor atau ulama, maka orang itu belum memahami esensi agama. dan jika seseorang sudah memahami esensi agama maka, seseorang itu tidak akan terjebak dengan Fanatisisme, Kelompokisme, Eklusivisme dan Isme-isme yang lain. Kata Kunci: Pluralisme, Menghormati, Peraturan-peraturan, Simpati
Dialog Agama, Adat, dan Kebangsaan dalam Labuhan Sesaji Pantai Serang Blitar Maknun, Moch. Lukluil; Nur Awalin, Fatkur Rohman; Rahmah, Yulinar Aini
FIKRAH Vol 10, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.084 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v10i1.13546

Abstract

This study of the Labuhan offerings tradition at Serang Beach, Blitar is focused on revealing the harmonization meaning of Javanese culture, religion, and national values in the Labuhan text. Revealing the potential for harmonization of Javanese culture, religion and national values in the Labuhan text is important as a big capital in realizing a moderate nation. By utilizing the methodological principles of oral tradition, and text hermeneutics, this study seeks to reveal the meaning of the harmony of the three elements. The results of the study show that the Labuhan Sesaji tradition can strengthen the identity of citizens as Javanese with culture, knowing their origins, and how to respond to foreign cultures in order to create a harmonious life. Religious nuances can also be seen from the texts of prayers and intentions that are read in the harbor procession.
Teologi Pancasila: Teologi Kerukunan Umat Beragama Mukhlis, Febri Hijroh
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.481 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1885

Abstract

Aksi bela Islam yang belum lama terjadi (4/11) di Jakarta berbuntut panjang. Sebenarnya aksi yang dikatakan bela al-Qur’an ini adalah buntut dari dugaan penistaan agama oleh salah satu calon gubernur DKI Jakarta.  Kepolisian telah menetapkan terduga saat ini sebagai tersangka. Dengan pelbagai tekanan yang ada kepolisian telah bertindak sesuai hukum dan bersikap professional.  Buktinya gelar perkara kasus ini dilakukan secara terbuka terbatas, ini merupakan gelar perkara pertama yang dilakukan secara terbuka dengan melibatkan langsung semua yang terlibat termasuk saksi ahli.
Model Pluralisme Agama Berbasis Kearifan Lokal “Desa Pancasila” di Lamongan Azizah, Imroatul; Kholis, Nur; Huda, Nurul
FIKRAH Vol 8, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.572 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v8i2.7881

Abstract

This article aims to reveal the role of local wisdom in realizing religious tolerance in Balun, Lamongan. Interviews were conducted with village leaders, leaders and youths of three religions and community representatives, totaling 10 informants selected purposively. All interviews were recorded and then transcripts of the interview results were afforded. Data analysis employed four stages: transcription, inventory, classification, and description. This study found that the Balun community succeeded in maintaining and strengthening religious tolerance. This strength is based on several local wisdoms, for example nyadran and prayer to the deceased, which are carried out together regardless of people religious background. This inclusive activity strengthens a sense of solidarity, cohesiveness and tolerance at Balun. Local wisdom in Balun is portrayed as an interfaith meeting, conflict resolution, and fostering communal solidarity. This research contributes to the scarcity of studies that reveal the role of local wisdom in society. Similar research worth doing in order to unravel other forms of local wisdom.
PARTISIPASI KOMUNITAS SAMIN DALAM “GUYUB RUKUN” MERAJUT HARMONI KELOMPOK AGAMA YANG BERBEDA DI DESA KARANGROWO UNDAAN KUDUS Fitriyah, Anis
FIKRAH Vol 4, No 1 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.755 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v4i1.1680

Abstract

Komunitas Samin di Desa Karangrowo Undaan Kudus merupakan manifestasi dari komunitas Samin yang terdapat di  Desa Ploso Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Jawa Tengah, mereka adalah penganut agama “Adam” yang diajarkan oleh Ki Samin Surosentiko pada tahun 1890. Di Desa Karangrowo komunitas ini hidup di wilayah paling timur – selatan desa tepatnya di Dukuh Kaliyoso, komunitas Samin yang mendiami wilayah ini berjumlah 56 KK, dalam kesehariannya mereka terlihat melaksanakan ritus-ritus agama secara berbeda dengan agama Islam maupun Kristen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, ini dimaksudkan untuk meneliti peristiwa sesuai kondisi real di lapangan dengan analisis data yang bersifat induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi gabungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Samin di Desa Karangrowo dalam relasinya dengan masyarakat terlihat memegang teguh nilai-nilai paseduluran yang khas, baik di antara komunitasnya sendiri maupun di luar komunitasnya, perwujudannya mereka selalu “guyub rukun” dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dan saling merajut harmoni meski dengan penganut agama yang berbeda (Kristen dan Islam).
Pola Keberislaman Generasi Milenial Manado di era Post-Truth Rusdiyanto, Rusdiyanto; Gonibala, Rukmina
FIKRAH Vol 7, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4970.815 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v7i1.4814

Abstract

This paper describes the Islamic practice of Indonesian Muslim student in the digital age. The object of study is Muslim students from three different campuses in Manado. Observations and interviews were conducted to obtain data. There are two important points as a result. First, the trend of the millennial generation in learning and gaining an understanding of Islam is more widely pursued independently through access to information technology. Secondly, the expression of the millennial generation's Islamicism which gained religious understanding with the instant process through the internet made this generation prone to ignore the objective, scientific, and argumentative facts in expressing understanding of Islam, so that their understanding and expression tended to be particular. The presence, convenience, and advancement of information technology have an effect on forming the patterns and religious expressions of the millennial generation.
TELAH PEMIKIRAN AL-GHAZALI TENTANG FILSAFAT Atabik, Ahmad
FIKRAH Vol 2, No 1 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.369 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v2i1.551

Abstract

Kekhilafahan Islam, Globalisasi dan Gerilya Maya: Studi Kasus Hizbut Tahrir Indonesia Setia, Paelani; Rahman, M. Taufiq
FIKRAH Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.995 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v9i2.11603

Abstract

This paper aims to explain the role of radical Islamic organizations in the era of globalization. The case study taken in this research is Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). As a transnational organization, Hizb ut-Tahrir grew and crossed national boundaries, including arriving in Indonesia and playing an essential role in shaping public opinion in Indonesia. This study uses qualitative research methods to collect data through online observation, which is described by content analysis. The findings of this study are Hizb ut-Tahrir Indonesia is part of the players of globalization. This is evidenced by the organization's involvement in 50 countries and five continents globally supported by their global media. In Indonesia, although the Government disbanded it in 2017, Hizb ut-Tahrir's activities are still strengthened and maintained through globalization instruments such as the internet. HTI then carried out virtual guerrilla activities to keep the idea of a caliphate grounded.