cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 1 (2024)" : 9 Documents clear
Teks Suci dan Kenabian: Telaah Pemikiran William A. Graham dan Earle H. Waugh Tentang Oral-aural Suaidi, Suaidi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp69-88

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi gagasan William A. Graham dan Earle H. Waugh dalam menganalisis teks suci al-Qur'an dan kenabian. William A. Graham menekankan peran al-Qur'an sebagai teks keagamaan yang otoritatif, terutama yang disampaikan secara lisan, dan pengaruhnya terhadap sastra dan percakapan sehari-hari. Di sisi lain, Waugh berfokus pada Nabi Muhammad sebagai figur paradigmatik dan pembawa wahyu. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang menggabungkan penelitian dari buku, jurnal, dan referensi digital lainnya. Temuan dari penelitian ini mengungkapkanbahwa al-Qur'an dan kenabian adalah dua konsep yang saling bergantung, dengan signifikansi al-Qur'an yang berasal dari transmisi lisan dan sifatnya yang otoritatif dan Nabi Muhammad dipandang sebagai sosok yang membawa al-Qur'an. Wawasan ini memiliki implikasi praktis untuk memahami al-Qur'an dan kenabian dalam studi agama, dengan menyoroti nilai mempertimbangkan teks dan asal-usul kenabian. William dan Earle menggunakan pendekatan historis sebagai alat analisis untuk menyelesaikan konflik dan menghindari masalah politik dan agama yang kompleks. William dan Earle juga menganggap bahwa Muhammad adalah sosok paradigmatik dan pembawa wahyu yang ekspresif secara teologis.
[RETRACTED] Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Mutaqin, Enjen Zaenal; Hayati, Fitroh; Aulia, Elsa Sivia Nur
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp17-33

Abstract

This article is retracted because it has been published in another publication (Proceedings of the 3rd Asian Education Symposium (AES 2018)) in English version with the title "Character Education Model Based on Local Wisdom (An ethnographic study in Kampung Dukuh, Ciroyom, Garut Regency, West Java)" with DOI 10.2991/aes-18.2019.99
Makna Jihad Dalam Pandangan Organisasi Keagamaan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Ramadhani, Rindi; Effendi , Azri; Citra, Yulia; Fadila, Citra; Sukri, Mhd Alfahjri
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp1-15

Abstract

Aksi-aksi teror yang mengatasnamakan jihad membuat arti jihad menjadi buruk. Makna ini oleh pelaku teror dicoba untuk disusupkan ke dalam kampus-kampus di Indonesia, terutama kepada mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan yang tinggi. Berangkat dari sana, penelitian ini menganalisis bagaimana makna jihad dalam pandangan organisasi keagamaan dalam kampus dengan melakukan penelitian pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tilawah dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar Ruhul Jadid UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan data didapatkan melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menujukkan, UKM Tilawah dan LDK Ar Ruhul Jadid menolak jihad yang hanya diartikan sebagai berperang. Menurut kedua organisasi ini jihad memiliki artian yang luas, salah satunya adalah jihadun nafs (jihad melawan hawa nafsu). Kedua organisasi juga menolak tindakan-tindakan kekerasan maupun teror yang mengatasnamakan jihad, karena bagi kedua organisasi itu, Islam merupakan agama yang damai dengan rambu-rambu yang sudah jelas. Pandangan kedua organiasi ini sama dengan pandangan ulama Ibnu Qayyim, Hamka dan Quraish Shibab yang tidak hanya memasukkan arti jihad dalam artian peperangan, tetapi juga memiliki pengertian lain, salah satunya adalah jihad melawan hawa nafsu.
Cap Go Meh dan Strategi Kebudayaan: Akulturasi Budaya Minang, Tionghoa dan Islam di Kota Padang Susilawati, Susilawati; Folandra, Danil; Aqil, Muhammad; Lestari, Julita; Latifa, Yossi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp53-68

Abstract

Penggunaan budaya lain menjadi konsekuensi logis dari perjumpaan dua budaya yang berbeda terutama berada dalam posisi minoritas. Oleh sebab itu tulisan ini bertujuan untuk melihat bentuk penggunaan/apropriasi budaya dominan serta menganalisis bagaimana mereka memaknai penggunaan budaya luar dalam konteks kebudayaannya. Penelitian ini dalam bentuk kualitatif yang datanya diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan etnografi yang diusung oleh James P. Spradley. Temuan studi ini memperlihatkan bentuk apropriasi budaya yang dilakukan oleh etnis Tionghoa kota Padang dalam perayaan Cap Go Meh. Apropriasi budaya ini tergambar dalam bentuk simbol budaya, kesenian seperti tari hingga makanan. Apropriasi yang dilakukan terbentuk secara alamiah, sebab adanya konstruksi identitas menjadi bagian diri dari budaya dominan (Minang) sekaligus memberi corak baru terhadap kebudayaan suatu kelompok yang dianggap kaku dan ekslusif menjadi fleksibel dan adaptif.
Urgensi Mencapai Insan Kamil di Zaman Modern : (Studi Pemikiran Ibnu Arabi) Wiwaha, Kurnia Sari
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp35-52

Abstract

Ibnu ‘Arabi adalah salah salah satu tokoh sufi terkenal yang banyak mendapat pengaruh dari filsafat paripatetik. Hal ini yang menjadi kelebihan dari Ibnu ‘Arabi yaitu dapat menjelaskan pengalaman mistiknya secara rasional filosofis. Salah satu ajaran yang paling terkenal adalah Insan Kamil. Insan Kamil perwujudan manusia sempurna dari segi jasmani dan rohani baik dari segi perwujudannya maupun pengetahuannya. Kesempurnaan ini merupakan manifestasi sempurna dari segala sifat dan nama Tuhan. Ketercapaian Insan Kamil pada tiap individu manusia sebagai makhluk yang berlogika adalah sebuah kebutuhan sebab manusia adalah figur sentral dalam dunia pengetahuan. Dari latar belakang tersebut, penulis ingin meneliti konsep Insan Kamil yang dikemukakan oleh Ibnu ‘Arabi ini yang kemudian akan dihubungkan dengan karakter wajib yang perlu dimiliki oleh manusia kontemporer. Untuk mencapai hal tersebut, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penulis akan meneliti literatur-literatur yang berhubungan dengan pemikiran Ibnu’Arabi ini dan kompetensi seorang akademisi. Dari hasil analisisnya penulis mendapatkan bahwasanya Insan Kamil yang merupakan perwujudan sempurna dari citra Tuhan memiliki pengaruh pada watak, kepribadian dan karakter yang menuju pada perwujudan yang baik. Kepribadian dan karakter yang baik ini tentu sangat berpengaruh pada produksi ilmu pengetahuan yang mengarah bukan hanya pada kepentingan pribadi tetapi kebermanfaatan secara universal.
Islamic Local Culture Commodification in Disruption Era Tourism Industrial Azizah, Intan Nur
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp139-160

Abstract

This study aims to find out how to synergize the demands of globalization - especially the commodification of the tourism industry's culture - with the development of the distinctiveness of the kejawen group as part of a tourist attraction? What strategy needs to be developed so that the kejawen group as a cultural identity or local wisdom subject of its supporting community is still protected, but it is also hoped that it can accommodate the demands of economic globalization which has commodified culture? The subject in this study was the Aboge Islamic group in Purbalingga and Banyumas Regencies. This study uses ethnographic methods. Ethnographic research methods are used to find theories based on the field data obtained. The era of the global economy demands that all elements of culture can be made into commodities, eventually, the term cultural commodification was born. In other words, the commodification of culture is the process of producing cultural objects as commodities that are traded through the cultural industry by following market rules. The results of this study indicate that the Islamic Aboge group in Purbalingga and Banyumas areas has carried out cultural commodification as a strategy to maintain its existence in society. Several traditions that developed later result in new traditions to maintain the existence of the Aboge group as a cultural identity. Cultural commodification is also able to accommodate the demands of economic globalization as an entertainment art in the form of tourist attractions.
Pesantren Sebagai Media Moderasi Beragama di Indonesia Sutrisnawati, Mandaini Sufita; Pangestuti, Retno
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp89-103

Abstract

Pesantren merupakan salah satu lembaga penyebaran agama Islam terbesar dan tertua di Indonesia. Berdasarkan keberadaan dan eksistensinya, pesantren dianggap memiliki peran penting sebagai wadah penyebaran moderasi beragama di Indonesia. Di era modern ini, banyak isu-isu radikalisme yang menggunakan nama agama sebagai dalih, yang pada akhirnya memicu perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat. Pesantren, sebagai lembaga pembentukan karakter dengan nilai-nilai luhur, diharapkan mampu menangani tantangan zaman ini. Moderasi beragama menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai, serta toleran, yang pada gilirannya akan mempercepat kemajuan Indonesia menjadi negara yang diberkahi (baldatun tayyibatun wrabbun ghofurun). Salah satu peran penting pesantren dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia adalah dengan mengamalkan sikap tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), dan tatharruf (universalisme). Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis isi, dimulai dari pencarian informasi, pembuatan deskripsi, pengumpulan data secara sistematis, hingga penjelasan secara deskriptif. Sumber referensi yang digunakan meliputi jurnal, majalah, dokumen, serta situs berita online yang membahas tentang pesantren dan moderasi beragama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pesantren selain sebagai media dakwah agama islam juga berpera pada perindustrian dan karya sehingga menjadikan seorang santri tidak hanya sholeh secara akhirat namun juga sholeh secara dunia dan mushlih atau bermanfaat untuk sesama umat dan akhirnya mampu berperan sebagai pemersatu umat dan menjalankan moderasi beragama yang maslahat di Indonesia.
Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Pada Masa Pandemi Covid-19 Edi Sumarwan; Tina Kartika; Iin Avitasari
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp125-137

Abstract

Inovasi komunikasi dalam konseling keagamaan pada masa pandemi Covid-19 sangat diperlukan untuk mendukung tercapainya tujuan konseling keagamaan. Berbagai macam strategi komunikasi dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Pada masa pandemi virus corona, penerapannya sangat terbatas karena terhambat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penelitian ini mimilih menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Data yang diperoleh dari hasil dokumentasi dan kajian artikel terkait Komunikasi Penyuluh Keagamaan Kementerian Agama pada Masa Pandemi Covid-19 periode 2021-2022. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 9 artikel berdasarkan database Google Scholar yang disaring menggunakan aplikasi Publish or Perish. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa komunikasi penyuluh Agama pada masa pandemi Covid-19 memanfaatkan media baru sebagai perantara untuk menyampaikan pembinaan kepada masyarakat. Media baru yang digunakan antara lain Whatsapp, Whatsapp Group, Facebook, Instagram, media podcast dan live streaming, Youtube, dan juga. Selain itu, beberapa penyuluh juga mengadakan rapat terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Variasi Lokal Pelaksanaan Rukyatul Hilal dalam Penentuan Awal Bulan Hijriyah (Tinjauan Parameter Meteorologi) Hasan, Abdulloh; Paninggit, Ilham
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp105-124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala pelaksanaan rukyatul hilal melalui parameter Meteorologi yang dilakukan di Menara Pengamatan Teratai Purwokerto. Parameter meteorologi mengacu pada kondisi suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara, awan, dan curah hujan. Parameter yang disampaikan oleh Sultan, Klastner, dan Mikhael menyebutkan hubungan visibilitas hilal dengan parameter Meteorologi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penggalian data dilakukan dengan cara observasi di lapangan untuk memastikan hambatan rukyatul hilal dalam parameter Meteorologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi parameter Meteorologi secara langsung maupun tidak langsung dapat menghambat pelaksanaan rukyatul hilal dengan tolok ukur visibilitas (jarak pandang). Parameter yang berkontribusi langsung adalah awan dan curah hujan. Selain kondisi awan di horizon pengamat, jenis awan turunan berupa kabut turut berkontribusi mengurangi jarak pandang. Parameter tidak langsungnya adalah suhu udara, tekanan udara, dan kelembaban udara. Hal ini mengkonfirmasi parameter Sultan dalam hal: (1) hamburan cahaya di atmosfer; (2) kecerahan latar langit senja; (3) kondisi atmosfer; dan (4) pengaruh aerosol. Yang dimaksud dengan kondisi atmosfer adalah terjadinya berbagai fenomena meteorologi seperti suhu, tekanan udara, kelembaban udara, perubahan awan, curah hujan, dan partikel aerosol. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk lebih memperhatikan faktor Meteorologi dalam perencanaan pelaksanaan rukyatul hilal pada masa yang akan datang. Dengan demikian, diharapkan pelaksanaan rukyatul hilal dapat terlaksana dengan lebih efektif dan akurat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9