cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 236 Documents
Konsep Pendidikan Pembebasan dalam Perspektif Islam (Menurut Paulo Freire) Ulfatun Nafisah; Nurfuadi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v22i2.2021.pp199-212

Abstract

Pendidikan adalah salah satu usaha untuk mencerdaskan bangsa, sedangkan konsep yang dilakukan oleh Paulo Friere dalam pendidikan lebih menekankan tentang pendidikan pembebasan. Pendidikan Pembebasan Paulo Frier yaitumembebaskan artinya tidak ada belenggu sebagai penghalang ruang gerak manusia. Menjadikan manusia yang seutuhnya. Tidak malah menjadikannya “dehumanisasi” siswa hanya menjadi objek dan guru menjadi subjek. Dalam konsep pendidikan pembebasan ini Paulo Frier menawarkan tiga tiga metode:Metode Hadap Masalah, Metode Humanisasi, Metode konsientisasi. MetodeHadap Masalah yaitu model pendidikan yang memberikan kebebasan penuh bagi peserta didik dalam minat dan bakatnya. Pesertadidik tidak hanya mendapatkan teori semata dari pendidik namun langsung mempraktikannya.
Tradisi Puasa Senin Kamis di Masjid Perak Prenggan, Kotagede (Studi Living Hadis) Irfan Fauzi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v22i2.2021.pp225-238

Abstract

Abstract Monday and Thursday fasting is the ritual worship encouraged by the Prophet Muhammad Saw. because this fasting is sunnah. So anyone who does it can get the spiritual reward. Something unique has been found in a region, to be exact around the Perak Mosque in the village of Prenggan, Kotagede. Generally, this sunah fasting was done individually as a personal charity, but the society of Prenggan do it together. Finally to deepen society’s understanding about it, the writer researches further with the approach of phenomenon and the case study that become the analysis knife to help understand the social symptoms, the cause, and the purpose of Monday and Thursday fasting culture is still preserved until now. Using descriptive-qualitative methods in living hadith study frames, this research shows that these phenomenons appear from prior experiences that see from the past to be connected through interaction among the community. Then the phenomenon evolved and sustained as an comprehension of society’s intersubjectivity that are connected to each other. Keyword: Monday and Thursday Fasting, Social Phenomenon, Living Hadith. Abstrak Puasa senin kamis merupakan ritual ibadah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. karena puasa ini bersifat sunnah. Maka bagi siapapun yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala. Hal yang unik ditemukan di suatu daerah, tepatnya sekitar Masjid Perak di dusun Prenggan, Kotagede. Lazimnya puasa sunah ini dilakukan secara individual sebagai amal pribadi, tetapi masyarakat Prenggan melakukan puasa tersebut secara kolektif (bersama-sama). Akhirnya demi mendalami pemahaman masyarakat, penulis meneliti lebih lanjut dengan pendekatan fenomenologi dan studi kasus yang menjadi pisau analisis untuk membantu memahami gejala sosial, sebab, dan tujuan tradisi puasa senin kamis masih dilestarikan hingga saat ini. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dalam bingkai studi living hadis, penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena ini muncul dengan didasari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang melihat dari masa lalu dengan dihubungkan melalui proses interaksi sesama masyarakat. Kemudian fenomena tersebut berkembang dan hidup lestari sebagai pemahaman intersubjektivitas masyarakat yang saling terhubung satu sama lain. Kata Kunci: Puasa Senin Kamis, Fenomena Sosial, Living Hadis.
Telaah Sunnah dan Hadis Perspektif Fazlurrahman Tirta Tirta Rhamadanty; Ahmad Fauzi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp137-152

Abstract

Untuk menghadirkan gagasan-gagasan baru di bidang sunnah dan hadits serta mengikuti perkembangan zaman, para intelektual di bidang metodologi kajian Al-Qur'an dan hadits harus terusmengembangkan metodologinya. Fazlur Rahman adalah salah satu filosof dan cendekiawan muslimyang meneliti bagaimana Alquran dimaknai. Sunnah dan hadis Nabi SAW yang dimaknai oleh mayoritas umat Islam sebagai ilustrasi ucapan, perbuatan, dan persetujuannya terhadap perilaku (taqrir) orang lain, harus senantiasa dipahami secara dinamis dan bersemangat. Ketika sunnah Nabi SAW dipandang sebagai ijtihad beliau dalam memahami dan mengamalkan wahyu dan ajaran Allah SWT dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, menjadi kekuatan yang ampuh dalam mendorong terbentuknya dinamika kemajuan, inspirasi, dan inovasi. Sunnah Nabi, sebaliknya, akan dibatasi dalam literatur kuno yang akan menghambat perkembangan pola pikir umat Islam jika diterima dan diterjemahkan secara akurat. Kebangkitan pemikir Muslim liberal modern seperti Fazlur Rahman dari Pakistan telah menimbulkan perdebatan tersendiri di antara mereka yang mengikuti studi Islam. Salah satu intelektual yang terkait dengan neo-modernisme adalah Fazlur Rahman. Dia memiliki kaitan batin yang kuat ketika dia sampai pada masalah agama. Dia mengadopsi pendekatan yang berbeda ketika dia mengungkapkan dan mengembangkan gagasan sunnah dan hadits, yang merupakan jawaban dan semacam kritik terhadap keyakinan Muslim sebelumnya.
Peran Yayasan Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Cilacap Dewi Ariyani; Diana Noviyanti
Jurnal Penelitian Agama Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v22i2.2021.pp239-259

Abstract

MI Ya BAKII 1 Kesugihan adalah alasan awal dibentuknya Ya BAKII. Madrasah ini merupakan MI pertama di bawah naungan Ya BAKII yang telah mendapatkan akreditasi A. Peran yayasan dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Ya BAKII 1 Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dokumentasi, dan observasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ya BAKII berperan dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan, dan yayasan telah aktif berkontribusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di MI Ya BAKII 1 Kesugihan. Adapun rincian peran Ya BAKII dalam penyelenggaraan pendidikan adalah: 1) Memberikan kepercayaan dalam pengelolaan pendidikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan terbaik. 2) Terlibat dalam merumuskan upaya pengembangan dan menentukan arah pengembangan sekolah. 3) Memberikan beasiswa kepada peserta didik. 4) Memberikan dukungan dalam pemenuhan sarana dan prasarana. 5) Meningkatkan sumber daya manusia di sekolah. 6) Melaksanakan pengendalian dalam pengelolaan sekolah.
Diskursus Gerakan ‘Jemaat Ahmadiyah’ di Indonesia Ghina Fauziyyah
Jurnal Penelitian Agama Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v22i2.2021.pp279-296

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang arah konflik gerakan Ahmadiyah dan upaya penyelesaian konflik gerakan tersebut yang pada umumnya terjadi di Indonesia. Dengan pendekatan kasus dan konseptual, penelitian ini secara kualitatif mengarah kepada muatan pengamatan dan pemahaman terhadap gerakan ‘Jemaat Ahamadiyah’ di Indonesia dalam konteks diskursus. Artikel ini menggunakan studi pustaka sebagai metode pengumpulan bahan referensi dalam menilai fakta-fakta yang menjadi isu untuk dipecahkan dan dicarikan solusinya. Penyelesaian dari konflik yang timbul dari gerakan Ahmadiyah dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah, yang melihat konflik dari berbagai aspeknya, termasuk latar belakangnya, issue sentralnya, dan sebagainya, juga menggunakan pendekatan multikultural serta mengembangkan dialog antar dan intra-agama untuk meminimalisasi dan mengeliminasi konflik sosial keagamaan dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia. Kendati gerakan JAI membawa implikasi diskursus tersendiri, namun JAI seharusnya memperhatikan nilai-nilai ortodoksi iman dari ajaran Islam itu sendiri. Dalam hal ini, kebijakan atas JAI secara formal telah tepat sasaran, namun secara substansial perlu mengadopsi ‘jargon Islam yang rahmatan lil alamin, Islam agama ramah bukan marah' sehingga kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan kajian mendalam dan membuka ruang dialogis tanpa menghilangkan hak warga negara dan mengabaikan nilai ajaran Islam itu sendiri.
Islam Lokal, Diskriminasi dan Representasinya dalam Dunia Digital Ahmad Muttaqin
Jurnal Penelitian Agama Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v22i2.2021.pp261-278

Abstract

Common discrimination is done by the majority Group against minorities. The majority group with the number and composition of more members feels the authority in a certain field so that they claim to do an action directed to the minority. The authority is constructed with a predominantly-minority dichotomistic mechanism aimed at maintaining power through the practice of domination. Minority groups will be difficult out of the practice of domination because of the available space in a dichotomist mechanism only exchanges positions. For minority groups, the exchange of positions is impossible because it uses quantity logic where the opportunity has been closed with a series of liberalization and bad stereotypes for example with distorted, perverted, and nyeleneh terminology. Local Islam has a relatively similar position to other minority groups. He was subjected to discrimination from the dominant group commonly portrayed by the mainstream community and religious institutions that identified as the majority. The social space that may be enabled to publish institutions and activities is limited so the information available is inadequate. The continuing implications are misunderstandings or even justifications that encourage collective discrimination. This situation became difficult for local Islamist groups who eventually chose to be passive, stagnant, and without a vast activity. The presence of the digital world changes the configuration of relations between local Islamist groups and external parties as well as shifting the base of authority to the base of discriminatory actions. This article will answer 2 (two) main questions of the first local Islamic response as a minority group against the proliferation of digital media that offers a new world that is more open and egalitarian. The social connection in this new world is formed not by an authority that is based on a majority-minority but technically-technologically dichotomistic mechanism. Second, the Solutive Digital world bid for local Islamist groups to parse the issue of sub domination. Social existence as an anti-thesis discrimination treatment is built with the basic principles of fast-paced, economical, and accessible digital media which it can only be met with productivity generating information up to date. Keywords: majority, minority, discrimination, local Islam, digital world.
Kebijakan Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma Terhadap Masyarakat Miskin Perspektif Keadilan Bermartabat dan Maqashid Al-Syari’ah Pujangga Candrawijayaning Fajri
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp173-189

Abstract

Masyarakat miskin yang terhimpit ekonomi dan buta akan hukum tentu cenderung sulit ketika berhadapan dengan hukum. Padahal untuk menyelesaikan masalah tersebut negara telah mengoptimalkan jaminan atas keadilan bagi masyarakat miskin berupa pemberian bantuan hukumsecara cuma-cuma melalui instrumen UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Atas dasarpertimbangan instrumen UU yang ada belum meberikan tindakan efektif kemudian negara mengeluarkan aturan lain seperti Perda guna memastikan masyarakat miskin dapat mengakses keadilan. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, yang mana studi pustaka digunakandalam pengumpulan data. Analisis bahan hukum yang digunakan adalah deskripitif-kualitatif. Hasilpenelitian ini menunjukan bahwa kebijakan mengenai pemberian bantuan hukum secara cuma-cumaterhadap masyarakat miskin melalui UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, ProgramKemenkumham, dan Peraturan Daerah sejalan dengan semangat yang termuat dalam teori keadilanbermartabat; nge wong ke wong. Teori keadilan bermartabat merupakan refleksi atas penggalian nilaikeadilan yang termuat pada Pancasila; equality before the law. Kebijakan tersebut juga sejalan denganteori maqashid al-shari’ah yang menghendaki dalam setiap produk kebijakan harus memuat anasirkemaslahatan sebagai upaya untuk menjaga fitrah manusia; harkat dan martabat.
Strategi Pengembangan Karakter Mandiri Santri Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Batanghari, Lampung Timur Bima Fandi Asy'arie; Mahbub Humaidi Aziz; Agung Kurniawan
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp153-172

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui strategi dalam pengembangan karakter mandiri santri. (2) Menganalisis problematika yang menghambat strategi pengembangan karakter di pondok pesantren. Tempat penelitian yang dilakukan di pondok pesantren Hidayatul Qur’an Batanghari, Lampung Timur. Penelitia n yang dilakuka n ole h Peneliti termasu k jenis penelitia n kualitatif atau di sebut dengan lapanga n (field research) dengan deskriptif yang berusaha untu k menggambarka n secara jelas denga n apa adanya. Teknik pengumpul data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Model analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam strategi yang telah diterapkan diantaranya (1) Pengolaan waktu dengan baik, (2) Perencaan kurikulum, (3) Membangun jiwa kewirausahaan, (4) Pengabdian (latihan praktik mengajar). Kemudian problematika internal yang ditemukan adanya kesenjangan dalam praktik keilmuan, penyesuaian dengan lingkungan, tantangan dalam interaksi sosial manajemen dan tata kelola. Sedangkan, problematika ekternal yang kerap terjadi seperti Pengaruh Budaya Lingkungan Sekitar, Tekanan Sekulerisasi, Kurangnya Dukungan Keluarga dan kemajuan teknologi.
Teks Suci dan Kenabian: Telaah Pemikiran William A. Graham dan Earle H. Waugh Tentang Oral-aural Suaidi, Suaidi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp69-88

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi gagasan William A. Graham dan Earle H. Waugh dalam menganalisis teks suci al-Qur'an dan kenabian. William A. Graham menekankan peran al-Qur'an sebagai teks keagamaan yang otoritatif, terutama yang disampaikan secara lisan, dan pengaruhnya terhadap sastra dan percakapan sehari-hari. Di sisi lain, Waugh berfokus pada Nabi Muhammad sebagai figur paradigmatik dan pembawa wahyu. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang menggabungkan penelitian dari buku, jurnal, dan referensi digital lainnya. Temuan dari penelitian ini mengungkapkanbahwa al-Qur'an dan kenabian adalah dua konsep yang saling bergantung, dengan signifikansi al-Qur'an yang berasal dari transmisi lisan dan sifatnya yang otoritatif dan Nabi Muhammad dipandang sebagai sosok yang membawa al-Qur'an. Wawasan ini memiliki implikasi praktis untuk memahami al-Qur'an dan kenabian dalam studi agama, dengan menyoroti nilai mempertimbangkan teks dan asal-usul kenabian. William dan Earle menggunakan pendekatan historis sebagai alat analisis untuk menyelesaikan konflik dan menghindari masalah politik dan agama yang kompleks. William dan Earle juga menganggap bahwa Muhammad adalah sosok paradigmatik dan pembawa wahyu yang ekspresif secara teologis.
Urgensi Islamisasi Pengetahuan Dalam Era Modernisasi Andirasdini, Inayah Fadiyah; Delfiza, Milanda Viona; Reski, Sri Hidayatul; Ardi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp255-264

Abstract

 Pengetahuan menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan manusia dan masyarakat. Dalam konteks islamisasi pengetahuan muncul sebagai sebuah konsep yang mengusulkan pengintegrasian nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam dalam pengembangan dan pemahaman pengetahuan. Dalam era globalisasi dan modernisasi yang cepat, masyarakat sering terpapar oleh berbagai ideologi dan pandangan dunia yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi islamisasi pengetahuan dalam era modernisasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature review yaitu dengan mengumpulkan artikel nasional yang relevan. Teknik analisiis data dilakukan secara deskriptif yaitu menganalisis sumber yang digunakan, sehingga diperoleh sejumlah informasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Islamisasi pengetahuan bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang dihasilkan dan dipahami oleh masyarakatmencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Urgensi islamisasi pengetahuan juga terkait dengan kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan modern dan ajaran agama. islamisasi pengetahuan juga memiliki potensi untuk memberikan solusi atas masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh umat Muslim dan masyarakat umum