cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 236 Documents
Pernikahan Beda Agama Dalam Pandangan Agama Buddha Pratiwi, Virna Dita; Sineru, Wistina; Edi Sumarwan
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp191-204

Abstract

The purpose of this study is to describe interfaith marriage in the view of Buddhism using the literature study method. With the results of the study, namely in the view of Buddhism, the importance of similar beliefs (samma saddha) and religious values is considered a strong foundation for harmony in marriage. But if this cannot be done, then there are no sanctions for Buddhists who carry out these interfaith marriages. Because this is not something that is justified or blamed. In this case, Human Rights Law No. 39 of 1999 which extends to the applicable laws and regulations, namely the Indonesian Marriage Law, Law No. 1 of 1974 and according to the 1st KHI statement of 1974, CLD-KHI states that it does not prohibit interfaith marriages and guarantees freedom and protects the rights everyone to marry and have a family. For this reason, in interfaith marriages, mutual respect, communication of a deep understanding of each other's religious beliefs and practices. This can help in building a strong foundation for cooperation, balance and respect in the marriage relationship.
Aborsi Dalam Perspektif Buddhisme Sari, Dwi Ratna; Renaldi, Dicky; Beri; Sutawan, Komang
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp243-254

Abstract

Dalam agama Buddha aborsi dapat dikatakan sebagai bentuk usaha atau tindakan yang mencoba untuk mengakhiri atau membunuh kehidupan dari calon bayi (janin). Dalam hal ini seseorang yang telah memiliki niat buruk dan bahkan melakukan tindakan kekerasan dengan menyakiti, menyiksa serta membunuh maka seseorang tersebut dapat dikatakan telah melakukan pelanggaran sila. Dalam ajaran agama Buddha menyatakan bahwa tindakan pembunuhan merupakan salah satu tindakan yang tidak terpuji. Dalam penelitian ini kami menggunakan metode studi literatur (literature review). Dalam pengumpulan data ini peneliti mengumpulkan data penelitian, kemudian menganalisis, dan menelusuri sumber dari artikel, buku, jurnal dan penelitian sebelumnya dengan literatur umum maupun sutta-sutta terkait dengan materi mengenai aborsi ataupun pembubuhan dalam agama Buddha. Dalam Ajaran Sang Buddha dikenal adanya lima latihan kemoralan. Adapun lima latihan kemoralan tersebut lebih dikenal dengan istilah Pancasila Buddhis seperti yang diterangkan dalam Anguttara Nikaya III, 203 yang berisikan tekad untuk melatih diri dalam menghindari tindakan pembunuhan, pencurian, asusila, berbohong dan mabuk-mabukan (AN.III.203). Dalam ajaran agama Buddha, setiap tindakan yang dilakukan akan menghasilkan akibat yang sesuai dengan tindakan yang dilakukannya tersebut, yaitu berkaitan dengan teori karma. Oleh karena itu, mengakhiri kehidupan makhluk lain, termasuk bayi dalam kandungan, akan membawa akibat buruk bagi pelakunya. Dalam ajaran agama Buddha, terdapat lima latihan kemoralan, di mana salah satunya adalah menghindari tindakan pembunuhan
Analisis Konsep Waris Bilateral Hazairin Terhadap Putusan Gugat Waris Tahun 2021 di Pengadilan Agama Purwokerto Arini Rufaida
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp265-288

Abstract

Sistem hukum waris Islam yang selam ini dirumuskan oleh jumhur Ulama dalam fikih mawaris lebihbercorak patrilineal. Sistem ini menentukan ahli warisnya dengan mengedepankan garis keturunan laki-laki. Sebagian besar Muslim yakin bahwa dalam hukum kewarisan Islam patrilineal mengandung nilai kemaslahatan dalam segala hal. Adanya perbedaan bagian ahli waris laki-laki atau perempuan, secara lahiriah bukan ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi kadar waris dalam nas al-Qur’an 2:1 antara laki-laki dan perempuan mengandung banyak hikmah Illahiyah yang tidak bisa dijangkau dengan menyatakan bahwa perbedaan kadar ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Keyakinan akan corak waris patrilineal dalam hukum Islam ini terkadang berbeda dalam pelaksanaan pembagian harta waris dalam masyarakat umum, khususya masyarakat wilayah Purwokerto. Masyarakat banyak membagi harta peninggalan berdasarkan sistem bilateral atau parental (kekeluargaan), sama halnya dengan apa yang diyakini Hazairin dalam teori warisnya. Dalam penelitian ini perlu dilihat apakah hakim Pengadilan Agama Purwokerto juga menerapkan pembagian waris dengan konsep bilateral Hazairin atau tidak. Sehingga penelitian ini mengambil pendekatan lapangan dengan metode purposive sampling, hanya kasus yang ada sepanjang tahun 2021 yaitu sebanyak 5 kasus yang akan dijadikan sampling. Sehingga, bahan penelitian primer adalah putusan hakim sepanjang tahun 2021 dalam masalah gugat waris. Adapun bahan penelitian sekunder adalah wawancara terhadap Hakim yang terkait dengan kasus ini. Dari lima kasus waris yang terjadi di Pengadilan Agama Purwokerto sepanjang tahun 2021, mayoritas Penggugat dan tergugat pada akhirnya kembali pada sistem pembagian waris bilateral yang cocok dengan konsep Hazairin yang mengedepankan pada aspek musyawarah kekeluargaan, walaupun pada awalnya para Penggugat dan Tergugat harus mengajukan gugatan, mengikuti proses mediasi dan sidang yang berujung pada perdamaiaan kedua belah pihak. Konsep waris bilateral Hazairin bertujuan menjaga hubungan persaudaraan dan untuk menghindari saling terjadinya permusuhan antar keluarga.
Bagaimana Siti Hawa Tercipta: Perspektif Tafsir Al-Qur’an Arifin, Muh Luqman
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp225-241

Abstract

Penciptaan asal Siti Hawa menjadi topik hangat yang dikaji oleh para ilmuan secara teologis ataupun ilmiah. Imam Fahruddin Ar-Razi dan Zaghlul Al-Najjar dengan karya dalam tafsir masing-masing ikut menjelaskan topik ini. Tujuan penelitian ini adalah menemukan persamaan dan perbedaan pendekatan yang digunakan dua tokoh tersebut. Jenis penilitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskripstif. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang diambil dari buku, “Mafatihul Ghaib” dan “Tafsir Ayat Kauniyah fil Qur’anil Karim.” Hasil penelitian menunjukkan persamaan pendekatan yang digunakan adalah sama-sama menggunakan pendekatan dalil naqli yang berupa teks Al-Qur’an dan hadits, serta pendapat ulama. Adapun perbedaan, pertama, Fakhruddin menggunakan pendekatan linguistik dan rasional, sedangkan Zaghlul tidak menggunakan dua pendekatan tersebut. Kedua, Fakhruddin tidak menggunakan pendekatan saintifik, sedangkan Zaghlul menggunakan pendekatan saintifik.
Semangat Perdamaian Perspektif Agama Islam, Buddha, dan Konghucu Haiva Satriana Zahrah S
Jurnal Penelitian Agama Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v24i2.2023.pp205-223

Abstract

Tulisan ini menjelaskan pandangan tiga agama besar di Indoensia yaitu Islam, Buddha dan Konghucu dalam memaknai perdamian dengan landasan kitab suci agama-agama tersebut. Pemahaman tentang perdamaian menjadi akar pembangunan masyarakat sosial agar nyaman dan tentram. Dengan merujuk pada kitab suci sebagai sumber ajaran yang mengandung nilai-nilai agung di dalamnya sehingga dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari pemeluknya. Maka dari itu tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan orientasi agama sebagai landasan perdamian dengan merujuk pada kitab suci agama Islam, Buddha dan Konghucu. Penelitian merupakan studi komparatif berupa studi kepustakaan (library research) dengan jenis kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran agama sebagai sistem pembentuk pola-pola ideal yang menjadi asas dan pedoman manusia, sangat menentukan bagaimana cara pemeluknya dalam menjalankan kehidupan. Untuk melihat pola ideal tersebut dapat merujuk pada kitab suci agama-agama, dengan adanya konsep rahmah bagi agama Islam, metta bagi agama Buddha dan jien bagi agama Konghucu berserta etika bersosial yang baik bagi tiap-tiap pemeluk agama.
[RETRACTED] Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Mutaqin, Enjen Zaenal; Hayati, Fitroh; Aulia, Elsa Sivia Nur
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp17-33

Abstract

This article is retracted because it has been published in another publication (Proceedings of the 3rd Asian Education Symposium (AES 2018)) in English version with the title "Character Education Model Based on Local Wisdom (An ethnographic study in Kampung Dukuh, Ciroyom, Garut Regency, West Java)" with DOI 10.2991/aes-18.2019.99
Makna Jihad Dalam Pandangan Organisasi Keagamaan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Ramadhani, Rindi; Effendi , Azri; Citra, Yulia; Fadila, Citra; Sukri, Mhd Alfahjri
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp1-15

Abstract

Aksi-aksi teror yang mengatasnamakan jihad membuat arti jihad menjadi buruk. Makna ini oleh pelaku teror dicoba untuk disusupkan ke dalam kampus-kampus di Indonesia, terutama kepada mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan yang tinggi. Berangkat dari sana, penelitian ini menganalisis bagaimana makna jihad dalam pandangan organisasi keagamaan dalam kampus dengan melakukan penelitian pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tilawah dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar Ruhul Jadid UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan data didapatkan melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menujukkan, UKM Tilawah dan LDK Ar Ruhul Jadid menolak jihad yang hanya diartikan sebagai berperang. Menurut kedua organisasi ini jihad memiliki artian yang luas, salah satunya adalah jihadun nafs (jihad melawan hawa nafsu). Kedua organisasi juga menolak tindakan-tindakan kekerasan maupun teror yang mengatasnamakan jihad, karena bagi kedua organisasi itu, Islam merupakan agama yang damai dengan rambu-rambu yang sudah jelas. Pandangan kedua organiasi ini sama dengan pandangan ulama Ibnu Qayyim, Hamka dan Quraish Shibab yang tidak hanya memasukkan arti jihad dalam artian peperangan, tetapi juga memiliki pengertian lain, salah satunya adalah jihad melawan hawa nafsu.
Cap Go Meh dan Strategi Kebudayaan: Akulturasi Budaya Minang, Tionghoa dan Islam di Kota Padang Susilawati, Susilawati; Folandra, Danil; Aqil, Muhammad; Lestari, Julita; Latifa, Yossi
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp53-68

Abstract

Penggunaan budaya lain menjadi konsekuensi logis dari perjumpaan dua budaya yang berbeda terutama berada dalam posisi minoritas. Oleh sebab itu tulisan ini bertujuan untuk melihat bentuk penggunaan/apropriasi budaya dominan serta menganalisis bagaimana mereka memaknai penggunaan budaya luar dalam konteks kebudayaannya. Penelitian ini dalam bentuk kualitatif yang datanya diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan etnografi yang diusung oleh James P. Spradley. Temuan studi ini memperlihatkan bentuk apropriasi budaya yang dilakukan oleh etnis Tionghoa kota Padang dalam perayaan Cap Go Meh. Apropriasi budaya ini tergambar dalam bentuk simbol budaya, kesenian seperti tari hingga makanan. Apropriasi yang dilakukan terbentuk secara alamiah, sebab adanya konstruksi identitas menjadi bagian diri dari budaya dominan (Minang) sekaligus memberi corak baru terhadap kebudayaan suatu kelompok yang dianggap kaku dan ekslusif menjadi fleksibel dan adaptif.
Urgensi Mencapai Insan Kamil di Zaman Modern : (Studi Pemikiran Ibnu Arabi) Wiwaha, Kurnia Sari
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp35-52

Abstract

Ibnu ‘Arabi adalah salah salah satu tokoh sufi terkenal yang banyak mendapat pengaruh dari filsafat paripatetik. Hal ini yang menjadi kelebihan dari Ibnu ‘Arabi yaitu dapat menjelaskan pengalaman mistiknya secara rasional filosofis. Salah satu ajaran yang paling terkenal adalah Insan Kamil. Insan Kamil perwujudan manusia sempurna dari segi jasmani dan rohani baik dari segi perwujudannya maupun pengetahuannya. Kesempurnaan ini merupakan manifestasi sempurna dari segala sifat dan nama Tuhan. Ketercapaian Insan Kamil pada tiap individu manusia sebagai makhluk yang berlogika adalah sebuah kebutuhan sebab manusia adalah figur sentral dalam dunia pengetahuan. Dari latar belakang tersebut, penulis ingin meneliti konsep Insan Kamil yang dikemukakan oleh Ibnu ‘Arabi ini yang kemudian akan dihubungkan dengan karakter wajib yang perlu dimiliki oleh manusia kontemporer. Untuk mencapai hal tersebut, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penulis akan meneliti literatur-literatur yang berhubungan dengan pemikiran Ibnu’Arabi ini dan kompetensi seorang akademisi. Dari hasil analisisnya penulis mendapatkan bahwasanya Insan Kamil yang merupakan perwujudan sempurna dari citra Tuhan memiliki pengaruh pada watak, kepribadian dan karakter yang menuju pada perwujudan yang baik. Kepribadian dan karakter yang baik ini tentu sangat berpengaruh pada produksi ilmu pengetahuan yang mengarah bukan hanya pada kepentingan pribadi tetapi kebermanfaatan secara universal.
Islamic Local Culture Commodification in Disruption Era Tourism Industrial Azizah, Intan Nur
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp139-160

Abstract

This study aims to find out how to synergize the demands of globalization - especially the commodification of the tourism industry's culture - with the development of the distinctiveness of the kejawen group as part of a tourist attraction? What strategy needs to be developed so that the kejawen group as a cultural identity or local wisdom subject of its supporting community is still protected, but it is also hoped that it can accommodate the demands of economic globalization which has commodified culture? The subject in this study was the Aboge Islamic group in Purbalingga and Banyumas Regencies. This study uses ethnographic methods. Ethnographic research methods are used to find theories based on the field data obtained. The era of the global economy demands that all elements of culture can be made into commodities, eventually, the term cultural commodification was born. In other words, the commodification of culture is the process of producing cultural objects as commodities that are traded through the cultural industry by following market rules. The results of this study indicate that the Islamic Aboge group in Purbalingga and Banyumas areas has carried out cultural commodification as a strategy to maintain its existence in society. Several traditions that developed later result in new traditions to maintain the existence of the Aboge group as a cultural identity. Cultural commodification is also able to accommodate the demands of economic globalization as an entertainment art in the form of tourist attractions.