cover
Contact Name
Fauzan Zikri
Contact Email
fauzanzikri@unsur.ac.id
Phone
+6285693183381
Journal Mail Official
jurnal.agrita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 91 Documents
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BELIMBING DI DEPOK DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Warip Warip; Agus Sulaksono
JURNAL AGRITA Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal agroindustri olahan belimbing di Kota Depok, sehingga diperoleh alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan agroindustri belimbing di Depok. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara, kuesioer dan studi kepustakaan dari berbagai sumber, termasuk pemilik usaha olahan belimbing, petani belimbing, dinas pemerintah terkait serta akademisi. Metode yang digunakan adalah analisis matriks SWOT serta prioritas alternatif strategi dipilih dengan QSPM. Hasil analisis lingkungan internal dan eksternal menunjukkan posisi agroindustri olahan belimbing di Depok berada pada sel V dengan nilai skor matriks IFE sebesar 2,69 dan EFE sebesar 2,51. Penelitian ini menghasilkan 8 alternatif strategi hasil dari matriks SWOT. Berdasarkan hasil pengolahan matriks QSPM, prioritas strategi pengembangan potensi agroindustri olahan belimbing di Depok ditunjukkan oleh nilai Total Attractive Score (TAS) yang paling besar yaitu memperluas pemasaran dengan cara melakukan konsinyasi dengan beberapa pihak usaha dengan nilai 6,33.
PEMETAAN POSISI KEUNGGULAN ATRIBUT BENIH SEMANGKA HIBRIDA VARIETAS KOMANG 56 DI WILAYAH PEMASARAN PANTAI SELATAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dahlawi Muda Siregar; Ananti Yekti; Agus Wartapa
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan sentra budidaya semangka produktif di ekosistem lahan marginal berpasir. Tingginya jumlah varietas benih yang tersebar menuntut perusahaan penyedia sarana pertanian untuk merancang strategi pemosisian daya saing yang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisi bersaing benih semangka hibrida Komang 56 terhadap kompetitor utama (Varietas Pembanding X, Y, dan Z) berdasarkan persepsi petani atas 14 atribut kinerja produk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 100 responden petani pesisir utama. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara komprehensif menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) untuk membentuk peta persepsi spasial berdasarkan jarak Euclidean. Hasil analisis menunjukkan bahwa model peta spasial yang terbentuk memiliki tingkat presisi yang sangat sempurna (Normalized Raw Stress = 0,000; Dispersion Accounted For = 0,999). Peta persepsi mengindikasikan adanya polarisasi pasar yang sangat jelas. Varietas Komang 56 menempati Kuadran II dan bersaing langsung dengan Varietas Pembanding Z. Kedua varietas ini secara agregat dipersepsikan memiliki asosiasi yang sangat kuat dengan atribut ketahanan agronomi, di antaranya Toleransi OPT, Ketahanan Cuaca Ekstrem, dan Karakteristik Bentuk Buah. Sementara itu, Varietas Pembanding X mendominasi Kuadran I yang terasosiasi kuat dengan aspek ketersediaan pasar hilir (distribusi logistik). Implikasi manajerial dari penelitian ini menyarankan agar manajemen fokus pada penciptaan diferensiator mikro guna mengungguli Varietas Pembanding Z di lapangan, sambil melakukan intervensi masif untuk memperkuat penetrasi rantai pasok lokal demi merebut dominasi pasar dari Varietas Pembanding X.
ANALISIS RANTAI PASOK BIJI KEMIRI DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Muhammad Yusuf; Dudi Septiadi
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis jaringan rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Penelitian ini dilakukan di empat desa di Kecamatan Kayangan, KLU yaitu Desa Salut, Desa Selengen, Desa Mumbul Sari dan Desa Akar-Akar secara purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data dianalisis secar adeskriptif dengan menggunakan analisis kerangka Food Supply Chain Network (FSCN) dan Supply Chain Operating Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jaringan rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayaangan Kabupaten Lombok Utara, yaitu: a). Sasaran pasar rantai pasok biji kemiri kupasan yang adalah di dalam maupun luar pulau Lombok (Bali dan Jawa), sedangkan pengembangannya adalah: memperhatikan kadar air, memangkas salah satu pelaku rantai pasok, dan menyeragamkan harga; b). Manajemen rantai pasok terdiri atas pemilihan mitra yang ditentukan berdasarkan faktor kedekatan lokasi, besar kecilnya skala pembelian dan kemudahan memasarkan biji kemiri. Kesepakatan yang terjadi antar mata rantai dilakukan secara non formal (lisan) dengan transaksi secara tunai. Belum adanya bantuan dari pemerintah pada pelaku rantai pasok biji kemiri; c). Struktur rantai pasok meliputi 2 saluran yaitu saluran I (petani – PP dusun – PP desa – pengupas – pedagang besar – pengecer) dan saluran II (petani - PP desa - pengupas - pedagang besar – pengecer) yang masing – masing mata rantai pasok memiliki peran yang berbeda. Pasokan biji kemiri gelondongan Lombok belum mampu memenuhi permintaan industri pengolah; d) Sumberdaya rantai pasokterdiri atas sumberdaya fisik berbeda – beda tiap anggota rantai sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan sumberdaya teknologi masih menggunakan peralatan sederhana, sumberdaya manusia menggunakan tenaga kerja dalam keluarga dan luar keluarga serta sumberdaya modal yang masih terbatas; e) Proses bisnis rantai pasok terdiri atas 3 (tiga) aliran yaitu aliran produk, aliran dana dan aliran informasi yang terditribusi secara merata dan lancar. Risiko yang dihadapi oleh setiap mata rantai adalah terkait harga fluktuatif, kerusakan hasil produksi dan kemacetan pasar serta cara untuk membangun kepercayaan (trust building) adalah dengan lancar berkomunikasi dan dijual pada pelaku yang sama.
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI CABAI KERITING DAN TOMAT SAYUR DI KELOMPOK TANI GEDE HARAPAN DESA GEKBRONG KECAMATAN GEKBRONG KABUPATEN CIANJUR Tiara Maulani Pratiwi; Rosda Malia; Raden Ruli Basuni; Zuber
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor hortikultura di Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kondisi geografis, iklim tropis, permintaan pasar yang tinggi, serta kemajuan teknologi pertanian menjadi faktor pendorong utama pengembangan komoditas hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan usahatani cabai keriting dan tomat sayur serta menganalisis efisiensi ekonomi masing-masing komoditas. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, pada Kelompok Tani Gede Harapan selama empat bulan (November 2024–Maret 2025) dengan metode deskriptif kuantitatif dan teknik sampling jenuh. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih usahatani cabai keriting sebesar Rp407.501.291/ha/tahun dengan dua musim tanam, sedangkan tomat sayur sebesar Rp773.983.438/ha/tahun dengan tiga musim tanam. Nilai R/C Ratio cabai keriting sebesar 2,36 dan tomat sayur sebesar 3,01, menunjukkan bahwa usahatani tomat sayur lebih efisien secara ekonomi karena memberikan pengembalian yang lebih tinggi terhadap biaya yang dikeluarkan.
PENGARUH BRAND AWARENESS DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI KOPI GOOD DAY SACHET DI KECAMATAN CIANJUR Endah Lisarini; Asep Saepul Alam; Vanessa Kurnia Suhartandi
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan komoditas pertanian dengan nilai ekonomis yang tinggi karena diminati banyak masyarakat. Peluang usaha yang tinggi menyebabkan industri kopi mengembangkan beragam produk olahan, salah satunya kopi siap minum. Salah satu merek kopi yang telah berhasil mempertahankan posisinya di pasar adalah Kopi Good Day. Merek ini tidak hanya dikenal karena kualitas produknya, tetapi juga karena upaya pemasaran yang efektif, yang menciptakan kesadaran merek (brand awareness) yang tinggi di kalangan konsumen. Di sisi lain, brand image, yaitu persepsi konsumen terhadap merek, memainkan peran penting dalam membentuk keputusan pembelian. Brand image yang positif dapat memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk yang dipilih adalah berkualitas dan memenuhi harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand awareness dan brand image terhadap keputusan membeli kopi Good Day sachet di Kecamatan Cianjur. Dihimpun data dari 100 responden dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif dengan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh secara simultan dan parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran yang memadukan peningkatan kesadaran merek dengan penguatan citra merek akan lebih efektif dalam mendorong keputusan pembelian konsumen. Implikasinya, perusahaan perlu mempertahankan dan meningkatkan brand awareness melalui promosi yang konsisten, serta membangun brand image positif melalui kualitas produk, inovasi, dan komunikasi pemasaran yang tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L) (STUDI KASUS KELOMPOK TANI TARUNA JAYA GIRI MAJU DESA SINDANGLAYA KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR) Hanisa Sismaya Lestari; Annisa Miranti; Asep Saepul Alam
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian menjadi tulang punggung negara dalam menyediakan pangan dan bahan baku industri. Komoditi yang cukup tinggi di pasaran yang utama adalah komoditi sayuran. Salah satu komoditi sayur yang sering dicari oleh mayoritas masyarakat Indonesia diberbagai lapisan adalah cabai merah. Peningkatan hasil pertanian akan berdampak pada petani. Cabai memiliki nilai ekonomi yang signifikan dalam sektor pertanian dan perdagangan di Indonesia, yang tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data terbaru pada tahun 2023, permintaan cabai di pasar domestik meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total konsumsi dalam negeri sebanyak 2 juta ton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi, pendapatan kotor dan pendapatan bersih dan tingkat kelayakan pendapatan usahatani cabai merah (Capsicum annuum L) di Kelompok Tani Taruna Jaya Giri Maju, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Analisis yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan data primer dan sekunder. Untuk mencari pendapatan kotor, bersih dan biaya produksi menggunakan rumus perhitungan. Sementara, untuk kelayakan menggunakan R/C ratio, untuk mencari efisiensi didapat dari presentase dari faktor-faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan usahatani cabai merah di Kelompok tani Taruna Jaya Giri Maju didapatkan hasil bahwa biaya produksi sejumlah Rp. 11.244.719,54,-, dengan total pendapatan kotor (penerimaan) sebesar Rp. 63.333.333,33,- sehingga didapatkan pendapatan bersih cabai merah sebesar Rp. 59.088.613,80,- dan diperoleh efisiensi atau kelayakan usahatani (R/C) sebesar 5,6, sehingga dikatakan layak untuk diusahakan dan efisiensi faktor produksi ada pada faktor biaya tenaga kerja sebesar 2%.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PERUBAHAN DIGITAL PADA ORGANISASI PROGRAM STUDI BIDANG PERTANIAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Melissa Syamsiah; Purwanto
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut perubahan pada proses akademik,administrasi, dan tata kelola. Walaupun teknologi digital membuka peluang peningkatanmutu layanan dan pengambilan keputusan berbasis data, keberhasilan transformasi seringberbeda antar institusi karena variasi kemampuan mengelola perubahan, kesiapan sumberdaya manusia, dan dukungan tata kelola. Tinjauan literatur sistematis ini menyintesis buktimengenai faktor penentu, mekanisme penjelas, dan kondisi batas yang memengaruhiefektivitas manajemen perubahan digital pada unit akademik, dengan penekanan padarelevansi bagi organisasi program studi bidang pertanian. Seleksi studi mengikuti alurPRISMA dan menghasilkan 34 studi yang diinklusi dalam sintesis. Hasil sintesismenegaskan dominasi tema kerangka manajemen perubahan, dukungan kepemimpinandan komunikasi, penguatan kompetensi dan budaya digital, serta kesiapan perubahanorganisasi, khususnya pada implementasi Learning Management System dan inisiatifberbasis data. Namun, kajian yang secara eksplisit memusat pada program studi pertaniansebagai unit analisis masih terbatas. Agenda riset yang disarankan adalah pengujian modelmekanistik pada level program studi, misalnya hubungan kepemimpinan dan komunikasiperubahan dengan pembelajaran organisasi, pengelolaan pengetahuan, kesiapanperubahan, dan keberhasilan implementasi digital.
STRATEGI PENGEMBANGAN STANDAR MUTU PASCAPANEN SAYURAN ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PEMASARAN RITEL MODERN Princilia Ramadhani Setya Nirwana; Wahyu Santoso; Fatchur Rozci
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran organik merupakan produk hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu setelah panen, sehingga diperlukan strategi pengembangan standar mutu pascapanen untuk menjaga kualitas produk dan memenuhi kebutuhan ritel modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan standar mutu pascapanen sayuran organik pada Twelve’s Organic menggunakan metode SOAR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quota sampling terhadap 21 responden yang terdiri atas pihak internal Twelve’s Organic dan pihak eksternal dari ritel modern. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan unsur Strengths, Opportunities, Aspirations, dan Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur SOAR memperoleh skor tinggi, yaitu Strengths sebesar 4,53, Opportunities sebesar 4,78, Aspirations sebesar 4,77, dan Results sebesar 4,82. Kombinasi strategi tertinggi adalah Opportunities–Results dengan nilai 9,60. Strategi ini menekankan pemanfaatan peluang melalui penguatan logo organik, nomor izin edar, asal produk, pencatatan produksi, pelabelan, dokumentasi, kontrol mutu, dan kemasan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategi bagi Twelve’s Organic dalam meningkatkan pengelolaan mutu pascapanen, memperjelas informasi produk, memperbaiki pencatatan produksi, serta memperkuat kepercayaan ritel modern terhadap produk sayuran organik.
Pengaruh Luas Lahan, Serangan OPT, dan Akses Kelembagaan Terhadap Produksi Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Muhammad Iqbal Fadilah; Amalia Nur Milla
JURNAL AGRITA Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan akses kelembagaan terhadap produksi hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Desa Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 34 petani hanjeli. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi hanjeli dan mampu menjelaskan 81% variasi produksi (R² = 0.810). Secara parsial, luas lahan (?=0.090) dan akses kelembagaan (?=28.871) berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, serangan OPT (?=-19.584) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi. Akses kelembagaan merupakan faktor pendorong dengan pengaruh positif paling kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan dukungan institusional, seperti penyuluhan dan akses modal, menjadi strategi krusial untuk meningkatkan produksi hanjeli secara berkelanjutan di tengah tantangan biofisik seperti serangan OPT.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH (STUDI KASUS DI SATUAN PELAYANAN UPTD BBH CIMANGKOK) Asep Fikri Cahaya S; Ashrul Tsani
JURNAL AGRITA Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5641

Abstract

Usahatani cabai merah di Indonesia memegang peranan penting dalam sektor pertanian, namun dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga, perubahan iklim, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani cabai merah di Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Hortikultura (BBH) Cimangkok. Studi deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode purposive sampling untuk penarikan sampel, dengan data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis mencakup struktur biaya produksi (tetap dan variabel), parameter hasil produksi (kuantitas, harga jual, dan pendapatan), posisi titik impas (BEP), dan rasio biaya-pendapatan (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp 2.117.000, dengan biaya tetap Rp 300.000 (penyusutan bambu) dan biaya variabel Rp 1.817.000. Pendapatan potensial mencapai Rp 10.000.000 dari hasil panen 1.000 kg cabai merah yang dipanen dalam keadaan hijau dengan harga jual Rp 10.000/kg. Indikator kelayakan finansial sangat positif: R/C Rasio 4.72, BEP Unit 37 kg (dengan surplus produksi 963 kg dari impas), dan BEP Harga Rp 2.117/kg (jauh di bawah harga jual aktual Rp 10.000/kg). Keseluruhan analisis menunjukkan usahatani cabai merah di lokasi penelitian sangat layak secara finansial.

Page 9 of 10 | Total Record : 91