cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 79 Documents
PENGARUH FREQUENSI SUARA AL QURAN TERHADAP PERTUMBUHA TANAMAN KELOR ( Moringa Oleifera L) Andriani, Reni; Trihaditia, Riza; Imansyah, Angga Adriana
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4172

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera L) merupakan  tanaman tropis  yang artinya  dapat tumbuh pada berbagai  jenis  tanah dan tidak  membutuhkan perawatan khusus.  Pertumbuh tanaman kelor dipengaruhi  oleh beberapa faktor salah satunya adalah gelombang suara. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  pengaruh perbedaan frekuensi  surah Al-Qur’an terhadap pertumbuhan  tanaman kelor dan untuk mengetahui  pengaruh frekuensi  terbaik terhadap pertumbuhan tanaman kelor. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang hanya memiliki 1  faktor dan terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan A (tanaman kontrol), perlakuan B (frekuensi 2000 Hz), perlakuan C (Frekuensi 3500-5000 Hz) dan perlakuan D (Frekuensi 1000 Hz). Masing-masing perlakuan tersebut terdiri dari 7 ulangan sehingga terdapat 28 unit percobaan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kp. Mandalawinaya RT/RW 003/001, Desa Mandalawangi, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur dengan ketinggian kurang lebih 7-600 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2023. Penelitian ini dimulai dari stek batang tanaman kelor yang berdiameter 10 mm, pemberian gelombang suara dengan surah Al-Qur’an memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan  tinggi tunas, diameter batang, jumlah daun dan bobot basah tanaman kelor. Pemberian gelombang suara perlakuan C (Fekuensi 3500–5000 Hz) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tinggi tunas dan diameter batang tunas tanaman kelor. Sedangkan pada jumlah daun pemberian frequinsi tidak  berbeda nyata antar perlakuan.  Perlakuan C (Frekuensi 3500-5000 Hz) juga memberikan pengaruh terbaik terhadap bobot tunas yaitu14  gram.  Sedangkan perlakuan  B (Frekuensi  2000 Hz) memberikan pengaruh kedua terbaik setelah perlakuan C (Frekuensi 3500-5000 Hz) dengan bobot 2 gram dan perlakuan D (Frekuensi 1000 Hz) memiliki bobot tunas 1 gram serta tanaman kontrol memiliki bobot basah tunas 1 gram.
PENGARUH PRNAMBAHAN BAHAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN PROKSIMAT KUE MOCHI Malisa, Malisa; Syamsiah, Melissa; Ramli, Ramli
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3746

Abstract

Kue mochi merupakan makanan yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang tanah dan gula aren, serta memiliki tekstur kenyal dan lembut. Pada zaman modern, mochi dapat dikreasikan dengan bahan tambahan untuk adonan kulit ataupun isian mochi sehingga nilai gizi yang terkandung pada mochi lebih meningkat. Salah satunya dengan penambahan bahan subtitusi tepung daun kelor yang akan meningkatkan karakteristik organoleptik dan kandungan proksimatnya. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung daun kelor terhadap mutu organoleptik kue mochi kelor dan mengetahui respon optimum uji organoleptik mochi kelor sebagai produk diversifikasi pangan serta mengetahui kandungan proksimat kue mochi kelor. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan 28 panelis biasa dan 2 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yakni meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Masing-masing panelis diberikan 4 sampel berbeda yaitu F1 (Substitusi tepung daun kelor 1%), F2 (Substitusi tepung daun kelor 2 %), F3 (Substitusi tepung daun kelor 3%) dan F4 (Substitusi tepung daun kelor 4%) pada setiap formulasinya. Karakteristik untuk warna dan aroma yang diminati oleh panelis yaitu sampel F3 (Tepung Ketan 97% + Tepung Daun Kelor 3%) dengan nilai optimasi warna, rasa , aroma dan tekstur berada pada wilayah optimasi 2. Serta hasil uji proksimat diketahui bahwa kandungan proksimat kue mochi F3 dengan hasil kadar air (33,2%), kadar abu (0,63%), protein (8,15%), lemak (11,6%), karbohidrat (46,4%).
PENGARUH KONSENTRASI BUBUK AGAR-AGAR DAN LAMA PEREBUSAN TERHADAP MUTU FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK LUO HAN GUO (Siratia grosvenorii) Budiyanto, Njoo Christopher; Hartati, Fadjar Kurnia; Yuniarti, Yuyun
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4039

Abstract

Luo Han Guo adalah tumbuhan merambat yang berasal dari daratan Cina. Tanaman ini memiliki nama latin Siraitia grosvenorii atau sebelumnya bernama Latin Momordicae grosvenorii swingle. Luo Han Guo dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati panas dalam, sariawan, sakit tenggorokan, batuk, diabetes, dan kegemukan. Pembuatan jelly drink sendiri biasanya identik berasal dari buah-buahan dengan salah satu bahan dasar hidrokoloidnya yaitu bubuk agar-agar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan berapa konsentrasi bubuk agar agar dan lama perebusan yang tepat agar diperoleh mutu fisikokimia dan organoleptik jelly drink Luo Han Guo yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode analisis eksperimental laboratoris. Design penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri empat formulasi jelly drink Luo Han Guo dengan perlakuan penambahan konsentrasi bubuk agar agar 0,5% (b/v) dan 0,7% (b/v), dan lama perebusan 5 menit dan 10 menit. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan statistic parametric dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANSIRA) dengan statistic product and service solution (SPSS) dengan versi 25 dan penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan uji efektivitas. Lama perebusan dan konsentrasi bubuk agar agar Luo Han Guo yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap daya hisap dan berpengaruh nyata pada kadar gula reduksi. Perlakuan (L1A2) menjadi perlakukan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 0,731 dengan kriteria parameter adalah daya hisap 21,3 mL/3detik, kadar gula reduksi 1,052%, mouthfeel 4,6  (Sangat Suka), dan rasa 1,7  (Netral).
PENGARUH PROPORSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DAN GULA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN KOMBUCHA Siregar, Rena Nirmala; Handarini, Kejora; Sucahyo, Bambang Sigit; Hariyani, Nunuk
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3738

Abstract

Minuman kombucha merupakan salah satu jenis minuman fermentasi populer dikalangan masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai teh kombu karena terbuat dari bahan baku teh dan gula. Minuman kombucha memiliki banyak khasiat dan rasa yang khas, hal ini menyebabkan meningkatnya peminat minuman kombucha ditiap tahun, dikarenakan jumlah peminat minuman kombucha yang terus meningkat diperlukan upaya inovasi produksi. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan jenis bunga yang berpotensi sebagai bahan diversifikasi pada minuman kombucha dikarenakan memiliki kandungan fenol yang tinggi serta memiliki manfaat sebagai antioksidan yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi terbaik antara bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gula sehingga dihasilkan minuman kombucha dengan sifat kimia dan organoleptik yang optimal. Metode yang digunakan dalam penenelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Fakor pertama yang digunakan adalah konsentrasi  bunga telang (BT1=10g, BT2=15g, BT3=20g) dan faktor kedua konsentrasi gula (G1=100g, G2=200g). Parameter uji yang dilakukan meliputi uji kimia dan organoleptik. Parameter uji kimia meliputi analisis pH, total asam, gula reduksi, total padatan terlarut, dan total fenol. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BT3G2 yang meiliki konsentrasi bunga telang 20 g dan gula 200 g merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 0,69 dengan kriteria parameter adalah nilai pH 4,54, total asam 3,56%, kadar gula reduksi 1,11%, total padatan 5,6 mg/L, total fenol  27,76 µg/mL, warna 5,06, aroma 5,3 dan rasa 5,22.
POTENSI PEMBERIAN AGENS HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEJADIAN PENYAKIT MOLER TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)VARIETAS TRISULA Sari, Widya; Syamsiah, Melissa; Wahyudin, Dedi
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4135

Abstract

Bakteri Paenibacillus polymyxa merupakan agens hayati yang dapat bertahan, berasosiasi, dan terus berkembang pada perakaran tanaman. Jamur Trichoderma sp. merupakan agens hayati yang telah terbukti efektif untuk mengendalikan jamur dan bakteri perusak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian agen hayati terhadap pertumbuhan dan kejadian penyakit moler tanaman bawang merah varietas Trisula. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Senen RT/RW.02/02, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, bulan Maret – Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 4 kali.Taraf perlakuannya yaitu A= Kontrol (Tanpa Perlakuan), B= Trichoderma sp dengan jumlah 50 gram/Polybag, C= Paenibacillus polymyxa dengan konsentrasi larutan 10 ml/l air, dan D= Trichoderma sp 50 gram/polybag + Paenibacillus polymyxa 10 ml/l air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per plot, berat basah umbi per plot, dan kejadian penyakit Moler. Hasil penelitian perlakuan terbaik adalah pemberian konsentrasi agen hayati Paenibacillus polymyxa 10 ml/l (C)  memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per plot, berat basah umbi per plot, dan kejadian penyakit Moler.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KADAR POLIFENOL, TANIN, AIR DAN ORGANOLEPTIK TEH DAUN KAYU JAWA (Lannea coromandelica) Yuliani, Novia Dwi; Djauhari, Arlin Besari; Hariyani, Nunuk; Handarini, Kejora
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3620

Abstract

Masyarakat Indonesia sangat menyukai teh, pada era yang semakin berkembang ini terdapat berbagai olahan teh herbal. Beragam tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan teh, salah satunya yaitu daun kayu jawa. Ekstrak daun kayu jawa telah dilakukan uji toksisitas dengan nilai LD50 lebih besar dari 5.000 mg/kg BB, sehingga dikategorikan sebagai ekstrak praktis tidak beracun. Toksisitas ekstrak daun kayu jawa menunjukkan bahwa daun kayu jawa aman untuk dikonsumsi, tetapi harus diperhatikan jumlahnya. Teh daun kayu jawa dibuat melalui proses sortasi, pencucian, penirisan, pelayuan, fermentasi, pengeringan, penghalusan, pengayakan dan pengemasan. Pengeringan dalam pembuatan teh daun kayu jawa dilakukan menggunakan food dehydrator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu, lama dan interaksi antara kedeua faktor tersebut yang tepat guna memberikan kadar polifenol, tanin, air dan nilai organoleptik teh daun kayu jawa yang baik. Selain itu juga untuk mengetahui perlakuan terbaik terkait suhu dan lama pengeringan dalam proses pembuatan teh daun kayu jawa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratoris. Variabel penelitian meliputi suhu pengeringan 40°C, 50°C dan 60°C dan lama pengeringan 4 jam dan 6 jam. Data yang diperoleh dianalisa berdasarkan statistik parametrik dan non parametrik menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA) dengan SPSS 22. Analisa kimia yang diuji adalah kadar polifenol, tanin dan air. Uji organoleptik dilakukan dengan uji kesukaan/hedonik yang meliputi warna, rasa dan aroma. Perlakuan S2L1 yaitu suhu pengeringan 50°C : lama pengeringan 4 jam merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) 0,55 dengan parameter kadar polifenol 12,08mg GAE/g, kadar tanin 0,12%, kadar air 6,70% warna 5,16 (suka), rasa 4,37 (suka), aroma 4,99 (suka).Kata kunci: Teh daun kayu jawa; pengeringan; suhu; lama 
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MURBEI (Morus alba L.) TERHADAP ZPT ALAMI EKSTRAK TAUGE DAN EKSTRAK BAWANG MERAH Syamsiah, Melissa; Marlina, Selly; ,, Yuliani
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4276

Abstract

Tanaman murbei merupakan suatu tanaman yang berasal dari alam yang tumbuh secara liar. Tanaman ini biasanya dimanfaatkan sebagai obat-obatan serta makanan dan minuman yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian ZPT alami ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L), mengetahui respon pemberian ZPT alami ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L), dan mengetahui interaksi kombinasi perlakuan pemberian ZPT alami ekstrak tauge dan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L).  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan yang berlokasi di Kp. Beber, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43283. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah Ekstrak tauge (A), A1 = 0 g/L, A2 = 100 g/L, A3 = 150 g/L, dan A4 = 200 g/L. Faktor kedua yaitu Ekstrak bawang merah (B), B1 = 0 g/L, B2 = 100 g/L, B3 = 150 g/L, dan B4 = 200 g/L.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan A3B3 (Ekstrak tauge 150 g/L dan Ekstrak bawang merah 150 g/L) merupakan hasil yang memberikan pengaruh paling baik terhadap jumlah daun (6 helai), tinggi tanaman (16,10 cm), dan jumlah buah (1,67).
SUBSTITUSI TEPUNG GEMBILI (Dioscerea esculenta L.) DAN JENIS MINYAK NABATI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK ROTI TAWAR Adiansah, Amanda Aprilia; Handarini, Kejora; Rahmiati, Retnani; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3619

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu pangan olahan dari terigu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu umbi lokal adalah gembili (Dioscerea esculenta L.). Proses pembuatan roti tawar membutuhkan lemak, salah satunya yaitu margarin atau mentega, sedangkan margarin atau mentega mempunyai kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga tidak baik untuk kesehatan, oleh sebab itu penggunaan mentega atau margarin digantikan dengan lemak lainnya, seperti minyak sawit, minyak jagung, dan minyak zaitun. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yang masing-masing faktor terdiri atas tiga level. Faktor pertama yaitu proporsi tepung gembili : tepung gandum (A) yang terdiri dari 50% : 50%, 40% : 60%, 30% : 70% dengan faktor kedua yaitu jenis minyak (B) yang terdiri dari minyak sawit, minyak jagung, dan minyak zaitun. Adapun parameter uji yang dilakukan adallah uji fisik, kimia, dan organoleptik. Perlakuan A3B3 yaitu substitusi tepung gembili 30% dengan minyak zaitun merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 1 dengan kriteria parameter adalah tekstur = 6,5%, kadar protein = 5,04%, kadar lemak = 2,53%, kadar karbohidrat = 50,20%, kadar air = 26,84% aroma = 6,32 (suka), rasa = 6,32 (suka), dan aroma = 6,64 (suka).
CHEMICAL AND ORGANOLEPTIC QUALITY CHARACTERISTIC OF SNACK BARS WITH THE ADDITION CONCENTRATION OF SOYBEAN PULP (Glycine max L.) AND MARGARINE Yudo, Wandoko Sungkowo; Kurnia Hartati, Fadjar; Handarini, Kejora
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4244

Abstract

Snack bar is a ready-to-eat product in the form of  bar that contains good nutrients for the body which if viewed functionally can be used as emergency food consumption. Soybean pulp (Glycine max L.) contains high nutrients that are 28.36% protein, 7.6% crude fiber, and 5.52% fat. Margarine can be used to make processed products tender. The purpose of this study was to determine the effect and what is the concentration of the addition soybean pulp flour and margarine that produces the best chemical and organoleptic quality of snack bars. This research method uses laboratory experimental methods and Complete Randomized Design (RAL) research design with the addition of soybean pulp concentration (20%, 30%, 40%, 50%) and margarine (40%, 30%, 20%, 10%). Based on the results of fingerprint analysis (ANSIRA) using statistical product and service solution (SPSS), the addition of different concentrations of soybean pulp flour and margarine has a significant effect on the water content and protein content of snack bars, has a very real effect on fat content, fiber content, taste, color, and tenderness of snack bars, and there is no real effect on the aroma of snack bars. The determination the best results using the effectiveness test showed that snack bar treatment (T2M2) was the best treatment with  yield value (NH) of 0.61% with parameter criteria were protein content of 17.43%, crude fiber content of 4.37%, fat content of 30.83%, crude fiber content of 4.37%, taste 4.1 (like), tenderness 4 (like), color 4 (like), and smell 4 (like).
PENGUJIAN AGENS HAYATI DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Sari, Widya; Mutawaqil, Muhammad Arsyil; Imansyah, Angga Adriana
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4793

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan tanaman populer yang berada di Indonesia karena banyaknya yang mengkonsumsi dan dapat digunakan sebagai bahan baku industri. Budidaya tanaman jagung masih banyak menggunakan pupuk anorganik yang dikhawatirkan dapat menimbulkan efek negatif pada tanah dan lingkungan. Penggunaan agens hayati dan pupuk organik diharapkan dapat mengatasi efek negatif tersebut dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Agens hayati Paenibacillus polymyxa, POC Eceng gondok, POC kipahit serta campuran POC Kipahit dan eceng gondok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor Perlakuan yaitu Faktor pertama: Agens hayati Paenibacillus polymyxa dengan 3 taraf perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (P. polymyxa 10 ml/L), P2 (P. polimyxa 20 ml/L), sedangkan faktor ke dua yaitu perlakuan POC dengan 4 taraf yaitu: T0 (Kontrol), T1 (POC Eceng Gondok 300 ml/L), T2 (POC Kipahit 80 ml/L), T3 (POC Eceng Gondok 300 ml/L + Kipahit 80 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan Pemberian agens hayati P. polymyxa berpengaruh nyata pada tinggi awal pertumbuhan tanaman jagung dan jumlah daun dengan dosis terbaik yaitu P2 (P. polymyxa 20 ml/L), sedangkan POC berpengaruh pada tinggi, jumlah daun, hari muncul bunga dan bobot basah dengan jenis POC yang terbaik yaitu T2 (POC Kipahit 80 ml/L) dan T3 (POC Kipahit 80 ml/L + eceng gondok 300 ml/L).