cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 165 Documents
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Bayung Gede: Langkah Proaktif Deteksi Dini Stunting dengan Pemahaman Milestone Perkembangan Bayi Erly Sintya Dewi; Sri Ratna Dewi; A.A.G. Budhitresna
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.61-66

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak di masyarakat, terutama dalam mencegah stunting. Salah satu aspek penting yang menjadi fokus adalah pemahaman tentang milestone perkembangan bayi, yang berfungsi sebagai alat deteksi dini risiko stunting. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader Posyandu di Desa Bayung Gede melalui pelatihan intensif, penggunaan aplikasi "Tentang Anak," serta pemberian paket gizi untuk anak stunting. Langkah pertama adalah memberikan pelatihan yang berfokus pada pengenalan milestone perkembangan bayi dan praktik pengolahan MPASI berbasis bahan lokal. Langkah selanjutnya adalah distribusi susu tinggi protein kepada anak-anak stunting, yang bertujuan memperbaiki status gizi mereka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader, dari rata-rata 55% pada pre-test menjadi 94,5% pada post-test. Selain itu, intervensi gizi memberikan dampak positif terhadap kesehatan anak. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kader Posyandu tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui integrasi pengetahuan lokal.
PKM pada Kelompok Remaja di SMPN 2 Payangan Marta Setiabudy; Ni Wayan Sri Ekayanti; Cokorda Krisna Yudha
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.32-38

Abstract

Siswa sekolah, sebagai bagian dari generasi muda yang rentan terhadap paparan informasi medis yang salah, mitos, atau tidak lengkap, sering kali kurang memahami bagaimana antibiotik bekerja, kapan seharusnya digunakan, dan risiko yang dapat timbul akibat penggunaannya yang tidak tepat. Melihat fakta tersebut, dalam rangka memperingati pekan peduli antimikroba 2024 (antibiotic awareness week) yang setiap tahun ditetapkan pada tanggal 18-24 November, maka kegiatan pemberian edukasi ini dilakukan. Kami secara aktif mengajak 43 siswa untuk mendengarkan dan berbagi pendapat mengenai tata cara penggunaan antimikroba dengan benar serta mengkampanyekan bahaya yang terjadi akibat tidak tepatnya penggunaan antimikroba di masyarakat yakni munculnya resistansi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR). Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai bisnis digital. Para siswa yang adalah generasi yang paham teknologi tentunya tidak asing dengan sosial media dan berbagai platform lain yang penting untuk menunjang karir dan pekerjaan mereka ke depannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan para siswa mengenai antibiotik dan pemanfaatan sosiel media secara positif untuk bisnis digital. Metode yang digunakan adalah pembagian materi dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pemahaman para siswa mengenai kedua topik yang dibahas. Selain itu, opara siswa menjadi antusias untuk membagiakan pembelajaran mereka untuk keluarga dan teman-teman. Di kemudian hari kegiatan serupa diharapkan dapat kembali dilakukan.
Pencegahan Infeksi Dengue melalui Edukasi Kader Posyandu dan Pemanfaatan Tanaman Pengusir Nyamuk Widhidewi Ni Wayan; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Anak Agung Gede Indraningrat; Marta Setiabudy; I Gusti Ngurah Arjana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.39-43

Abstract

Kabupaten Gianyar sebagai salah satu destinasi wisata di Bali telah dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, seperti daerah tropis lainnya, Gianyar menghadapi tantangan kesehatan yang serius, salah satunya adalah infeksi dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengue menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, pendarahan, hingga kematian. Penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga memberikan beban ekonomi akibat biaya perawatan medis dan hilangnya produktivitas kerja. Menurut data Dinas Kesehatan Gianyar, insiden dengue di wilayah ini masih cukup tinggi. Salah satu faktor utama penyebaran dengue adalah lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Upaya pencegahan yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama kader posyandu, yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk, yang terbukti efektif dalam mengurangi populasi nyamuk seperti serai wangi, lavender dan marigold. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian dengue di Kabupaten Gianyar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 7 orang kader posyandu dari Banjar Menak, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan infeksi dengue berbasis lingkungan. Solusi permasalahan ini adalah mengadakan penyuluhan terkait 3M plus dan pelatihan tentang pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk untuk memberantas vektor infeksi dengue. Dilakukan pula pemberian bantuan berupa tanaman pengusir nyamuk serta alat perangkap nyamuk kepada mitra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 32,9%.
Penyuluhan mengenai Penyakit Hipertensi dan Pelatihan Pembuatan Loloh Kunyit pada Kelompok Lansia Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Anak Agung Made Semariyani; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.55-60

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gianyar, Bali, yang memiliki prevalensi hipertensi sebesar 12.22% pada usia > 18 tahun, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan lansia. Desa Blahbatuh, khususnya Banjar Tengah, tercatat memiliki prevalensi hipertensi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Blahbatuh dan data dari Puskesmas Blahbatuh, kebutuhan akan penyuluhan kesehatan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat sangat mendesak. Selain masalah kesehatan, aspek ekonomi masyarakat juga memerlukan perhatian, terutama untuk mendukung kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit sebagai produk herbal lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi dan pelatihan praktis dalam pembuatan serta pengemasan loloh kunyit, yang dilakukan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi setiap bulan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pretes 68 yang meningkat menjadi 85 pada postes, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan cara pengolahan loloh kunyit sebagai produk ekonomi yang bermanfaat. Program penyuluhan hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesehatan dan potensi ekonomi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pembuatan produk herbal, yang dapat mendukung kesejahteraan lansia secara holistik.
Penguatan Kapasitas Keluarga Balita Stunting di Posyandu Cempaka 4, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Gde Candra Yogiswara; Putu Ayunda Trisnia; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.75-81

Abstract

Perkembangan balita sangat penting untuk diperhatikan. Kesalahan dalam pola makan dan pengasuhan dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang pada anak usia balita, yaitu sejak lahir hingga lima tahun. Risiko stunting sangat tinggi pada kelompok tertentu, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan informasi, pendidikan rendah, dan masalah ekonomi sosial. Dalam program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, mitra utama adalah keluarga dengan anak balita yang mengalami atau berisiko stunting di Banjar Tanjung, Desa Selulung, yang terdiri dari lima keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi adalah: 1) asupan gizi balita stunting yang sangat rendah, khususnya protein, dan 2) kurangnya pengetahuan serta keterampilan tentang makanan sehat untuk balita. Solusi yang diusulkan meliputi: 1) pemberian paket gizi tinggi protein, dan 2) penyuluhan serta pelatihan tentang cara membuat makanan sehat berbahan lokal sesuai dengan pedoman Isi Piringku. Program PKM ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan sosialisasi kepada semua pihak terkait, diikuti dengan penyuluhan dan pelatihan, pemberian paket gizi, serta evaluasi. Pada awal program, sosialisasi akan dilakukan untuk menjelaskan tujuan, sasaran, metode, dan peran masing-masing pihak yang terlibat. Setelah itu, ibu balita akan diberikan penyuluhan tentang pola makan sehat, pengasuhan, dan cara membuat MPT (Makanan Pendamping ASI) sehat untuk balita. Selanjutnya, akan diberikan paket gizi berupa susu tinggi protein. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada beberapa balita yang dibina, serta peningkatan pengetahuan orang tua dibandingkan dengan kondisi awal sebelum kegiatan dimulai. Evaluasi dilakukan dengan mengukur berat badan dan mendata perubahan pola asuh orang tua setelah program selesai dilaksanakan.
PKM Pencegahan Penyebaran Covid-19 melalui Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer kepada Kelompok Pedagang di Daerah Wisata Tirta Gangga Karangasem - Bali Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Putu Nita Cahyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.82-85

Abstract

Selama pandemi COVID-19, menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah penularan virus. Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain adalah dengan mencuci tangan secara rutin, menutup mulut saat batuk menggunakan siku atau tisu, serta menjaga jarak minimal satu meter dari orang yang batuk atau bersin. Pasar menjadi salah satu lokasi yang rentan terhadap penyebaran COVID-19, terutama di kawasan wisata seperti Tirta Gangga. Keramaian dan aktivitas transaksi yang intens di pasar meningkatkan risiko paparan virus.Sebagai langkah pencegahan, program yang dilaksanakan di kawasan wisata Tirta Gangga meliputi pelatihan pembuatan dan distribusi hand sanitizer kepada pedagang pasar yang kerap berinteraksi dengan pelanggan. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di masyarakat Tirta Gangga, mengingat dampak pandemi yang signifikan terhadap sektor ekonomi setempat. Kegiatan ini berhasil melibatkan 100% kelompok mitra, yang menunjukkan peningkatan pemahaman mereka tentang COVID-19 dan langkah-langkah pencegahannya. Selain itu, para mitra menjadi terampil dalam membuat hand sanitizer secara mandiri, yang sangat berguna untuk mencegah penyebaran virus. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mitra terhadap pentingnya protokol kesehatan, meskipun pandemi telah mereda. Dengan keterampilan memproduksi hand sanitizer di rumah, mitra dapat mengambil langkah mandiri untuk mencegah berbagai penyakit di masa mendatang.
Skrining Sarkopenia dan Gangguan Metabolik: Investasi Kesehatan Lansia Denpasar I Putu Arya Giri Prebawa; Ketut Wahyudiana Sudana; Ni Made Puspa Dewi Astawa
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.164-170

Abstract

The elderly population in Indonesia continues to increase significantly every year. Common health problems experienced by the elderly are decreased motor function, known as sarcopenia, and metabolic disorders. Sesetan Village in Denpasar is one of the areas with the highest elderly population. This high number of elderly poses special challenges in the areas of health and environment. As a solution, counseling and screening of metabolic disorders and sarcopenia were conducted for posyandu cadres and the elderly, along with socialization of household waste sorting. The targets of this activity were posyandu cadres and the elderly in the Banjar Dinas Taman Sari neighborhood. This activity includes coordination with the head of the neighborhood and coordinator of posyandu cadres, counseling, health screening, and socialization of household waste sorting. Partners in this program are posyandu cadres and the elderly in the Banjar Dinas Taman Sari Environment, Sesetan Village, South Denpasar District. The priority problems addressed were metabolic disorders and sarcopenia. The methods used include counseling, discussion, screening, and training. The program implementation began with a pretest to measure initial understanding, followed by counseling, training, discussion, and ended with a posttest. Health screening was carried out using blood sugar, cholesterol, and uric acid testing tools. The results of the activity showed an increase in knowledge of the elderly and family members about metabolic disorders and sarcopenia, obtained data related to the risk of metabolic disorders and sarcopenia in the elderly, and increased understanding and awareness of the importance of sorting household waste before disposal to landfills. Evaluation was carried out by asking posttest questions after the program implementation. This activity succeeded in motivating partners to take prevention and understand the importance of health in overcoming metabolic problems and sarcopenia in the elderly.
Membangun Kesadaran Kesehatan Anak: Program Pelatihan Komprehensif Tentang Kejang Demam Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.119-126

Abstract

Kejang demam adalah kondisi umum yang terjadi pada bayi dan anak-anak akibat lonjakan suhu tubuh hingga lebih dari 38°C, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan neurologis dan kognitif. Edukasi dan penanganan yang baik terhadap kejang demam sangat penting untuk mencegah komplikasi. Berdasarkan wawancara bersama kader Posyandu didapatkan bahwa informasi mengenai kejang demam masih terbatas. Penggunaan metode non-farmakologis yang dapat digunakan sebagai tindakan pencehan juga masih terbatas. Selain itu, keterampilan mitra mengenai penggunaan kompres water tepid songe dan penanganan awal kejang msih kurang. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blahbatuh untuk memberikan edukasi mengenai penanganan pertama kejang demam dan pelatihan penggunaan kompres water tepid sponge. Metode yang digunakan meliputi pretest, pemberian materi edukasi, diskusi, pelatihan, dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan mitra. Pelaksanaan program diikuti oleh 15 peserta, yang terdiri dari kader Posyandu dan ibu balita, dengan kehadiran peserta mencapai lebih dari 90%. Hasil analisis pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 84,9%. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta tentang pencegahan dan penanganan kejang demam, tetapi juga mengedukasi mereka mengenai langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat. Dari hasil observasi, juga didapatkan peningkatan mitra dalam menggunakan kompres serta melakukan penanganan awal kejang. Kesimpulan dari program ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan anak di masyarakat, serta mempersiapkan orang tua dan pengasuh untuk menangani situasi darurat dengan tenang dan efektif. Melalui kolaborasi antara berbagai pihak di komunitas, diharapkan bahwa program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesehatan anak di Desa Blahbatuh.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Kelompok Palang Merah Remaja di SMAN 1 Kuta Utara Putu Nita Cahyawati; Asri Lestarini; Gde Candra Yogiswara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.105-110

Abstract

Palang Merah Remaja merupakan wadah pembinaan generasi muda yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia. Di tingkat Sekolah Menengah Atas, kegiatan Palang Merah Remaja dituangkan dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler yang bertujuan untuk membekali remaja tentang keterampilan dasar dalam penanggulangan bencana dan pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdarutatan. Bantuan Hidup Dasar merupakan salah satu keterampilan esensial yang perlu dikuasai setiap orang termasuk oleh anggota PMR. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada siswa Palang Merah Remaja. Metode yang diterapkan terdiri dari: edukasi, pelatihan, dan praktek langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mitra sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu sebanyak 5 orang (100%). Kesimpulan yang didapat yaitu kegiatan edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian dinilai berjalan dengan “Baik” karena seluruh indikator yang ditetapkan telah terlaksana.
Penyuluhan Kesehatan Pentingnya Kelembaban Kulit Terhadap Akne Vulgaris pada Siswa SMKN 1 Kintamani I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan; Adi Pratama Putra P.; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.86-91

Abstract

Akne vulgaris atau AV merupakan penyakit peradangan pada kelenjar sebasea yang terutama diderita oleh usia remaja dan dewasa muda. Kelembaban atau hidrasi kulit, khususnya pada wajah adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mekanisme utama dari terjadinya akne vulgaris. Usia remaja adalah usia yang sangat rentan terhadap terjadinya AV. Cuaca panas di Bali, khususnya di daerah Kintamani juga tentunya dapat mempengaruhi kelembaban kulit para remaja. Para remaja perlu mengetahui lebih banyak tentang AV dan juga gangguan kelembaban kulit yang dapat mempengaruhi pendidikan dan juga kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian dengan menargetkan remaja mengenai AV dan kelembaban kulit belum banyak dilakukan di Bali. SMKN 1 Kintamani merupakan sekolah kejuruan yang berfokus pada agribisnis, yang pada tahun ajaran 2022-2023 memiliki total 174 siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 18 Januari 2024 di SMKN 1 Kintamani. Para peserta penyuluhan dikumpulkan pada ruangan yang telah ditentukan dan diberikan leaflet mengenai kesehatan kulit serta snack. Penyuluhhan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kelembaban kulit dan jerawat. Pemberian materi diselingi dengan tanya jawab dan untuk peserta yang bertanya akan diberikan bingkisan berupa buku tulis. Kuisioner diberikan setelah selesai kegiatan. Dari hasil pembagian kuisioner didapatkan dari 131 siswa dari total 150 siswa, menyatakan kegiatan dilaksanakan dengan sangat baik, 19 siswa menyatakan kegiatan sudah baik. Peserta penyuluhan, yaitu siswa-siswi SMKN 1 Kintamani telah berperan aktif dalam kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan berpartisipasi aktif pada saat tanya jawab. Sebagian besar peserta merasa kegiatan ini berlangsung sangat baik berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada akhir sesi.

Page 11 of 17 | Total Record : 165