cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy " : 15 Documents clear
Pengaruh Pelatihan Gerakan Sholat Terhadap Fleksibilitas Wanita Pra-lansia Arif Fadli
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.31596

Abstract

Wanita pra-lansia dengan menopause akan mengalami psikologi fisiologis akibat pengaruh hormonal dengan gejala kilnis nyeri otot dan sendi. Kemunduran fisiologis dengan nyeri otot dan sendi pada wanita akan menyebabkan gangguan aktivitas keseharian termasuk aktivitas ibadah. Gerakan sholat yang benar akan memberikan manfaat perbaikan tubuh. Wanita dengan menopause akan mengalami hambatan gerakan pada aktivitas gerakan sholat yang baik (tumanina). Penelitian ini menggunakan desain studi pra-eksperimental dengan perlakuan 2 kali pelatihan gerakan sholat dalam 1 minggu waktu observasi pada 30 wanita kategori menopause anggota kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Dukuh Tegalpare, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Klaten. Uji statistik berpasangan sampel t-test digunakan untuk mengetahui signifikansi hasil pengukuran fleksibiltas hamstring dan lumbal dengan instrumen sit andreach test . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan gerakan sholat adalah signifikan dengan P = 0.00 (P < 0,05) dan mean of Difference (MD) = 0.5700 inchi. Pelatihan gerakan sholat memberikan pengaruh yang signifikan pada kedinginan wanita pra-lansia. Efikasi peserta pelatihan pada penerapan gerakan sholat yang baik memberikan manfaat pada peningkatan kebugaran otot hamstring dan lumbal dengan manfaat langsung pada perbaikan gerakan sholat.
Pengaruh Penerapan Ultrasound dan Passive Streaching Terhadap Penurunan Nyeri Penderita Tennis Elbow Tipe II Rizal, Fahmi
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.33757

Abstract

Pendahuluan : Tennis Elbow merupakan rasa nyeri pada lengan bawah yang menjalar ke area dorsum tangan karena peradangan atau degenerasi non spesifik pada otot ekstensor carpi radialis brevis (ECRB) di epicondilus lateral humerus. Hal ini didiagnosis secara klinis oleh sensasi rasa sakit dan nyeri tekan pada epikondilus lateral humerus yang memperparah selama dorsi fleksi pada wrist yang dibatasi. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu Mahasiswa akhir dengan Tennis Elbow, diperoleh sampel sebanyak 10 responden menggunakan Purposive sampling dan sampel telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil : nilai rerata tennis elbow pada penerapan ultrasound dan passive Streaching yaitu nilai P=0,012 <0.05 dimana pretest sebesar 7,230±1,048 dan posttest sebesar 5,150±0,580 dengan rerata selisih sebesar 4,35±1,049 yang berarti terjadi peningkatan rata-rata Tennis Elbow sebesar 4,35 setelah intervensi. Hasil uji mann-withney test yaitu nilai p <0,05 yang berarti bahwa ada perbedaan rerata yang signifikan terhadap penerapan ultrasound dan passive Streaching, sehingga disimpulkan bahwa efektif secara signifikan terhadap penurunan VAS pada penderita Tennis Elbow Tipe II. Kesimpulan : Intervensi ultrasound dan passive Streaching. berpengaruh secara signifikan terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Tennis Elbow tipe II
PERBEDAAN CERVICAL STABILIZATION DAN THORACIC SPINE EXTENSION EXERCISE TERHADAP CRANIOVERTEBRAL ANGLE PADA FORWARD HEAD POSTURE Salsabila, Dina Nania Salsabila
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.33779

Abstract

Latar Belakang: Ketika teknologi informasi seperti smartphone berkembang dan membuat semua hal menjadi lebih mudah, hal itu dapat menyebabkan kecanduan. Saat menggunakan smartphone, siswa seringkali tidak menyadari posisi yang tidak ergonomis. Hal ini menyebabkan tekanan pada tulang lehernya yang memperburuk postur leher atau disebut forward head posture(FHP). Metode: Design penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan berjenis two grup pre and post test design. Sampel mahasiswa fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta terdiri 23 sampel dengan dilakukan pengukuran derajat craniovertebral angle  <53˚ menggunakan protractor. Sampel akan diberikan intervensi dengan dibagi kelompok Cervical Stabilization Exercise(CSE) dan kelompok Thoracic Spine Extension Exercise(TSEE) yang dilakukan selama empat minggu dengan tiga kali pertemuan seminggu. Analisis statistik menggunakan Uji paired sample T-test, uji independent sample T-test. Hasil menunjukkan intervensi CSE dan TSEE terdapat pengaruh terhadap perubahan craniovertebral angle dengan nilai (p=0,001), tidak terdapat perbedaan pengaruh pada kedua intervensi terhadap perubahan craniovertebral angle dengan nilai pre-test (p=0,587) dan post-test (p=0,793). Kesimpulan: Intervensi CSE dan TSEE dapat menjadi pilihan program untuk diberikan kepada pasien dengan gangguang Forward Head Posture.
Adaptasi Sistem Kardiovaskuler dan Pulmonal terhadap Latihan Aerobik Trisnowiyanto, Bambang; Isna Andriani
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.34665

Abstract

Latihan fisik akan menimbulkan respon perubahan secara fisiologis tubuh manusia, termasuk pada sistem kardiovaskuler dan pulmonal. Indikator kinerja sistem kardiovaskuler dan pulmonal dapat digambarkan melalui denyut nadi, tekanan darah, dan frekuensi pernapasan. Adaptasi terhadap latihan akan terjadi baik sesaat pasca latihan jangka pendek, maupun jangka panjang. Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan adaptasi latihan pada sistem kardiovaskuler dan pulmonal berdasarkan jenis kelamin yang digambarkan melalui indikator denyut nadi dan frekuensi pernapasan yang terjadi sesaat setelah latihan aerobik. Metode penelitian, yaitu quasi experimental dengan two group pre and post-test design. Sampel penelitian adalah remaja akhir dengan usia 17-25 tahun yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil pengukuran pada kelompok perempuan didapatkan selisish mean HR pre-test dengan post-test sebesar -35,867 (thitung = -13,519; p-value= 0,000) dan selisih mean RR pre-test dengan post-test sebesar -18,844 (thitung = -18,982; p-value= 0,000). Hasil pengukuran pada kelompok laki-laki didapatkan selisish mean HR pre-test dengan post-test sebesar -41,9 (thitung = -10,589; p-value= 0,000) dan selisih mean RR pre-test dengan post-test sebesar -14,667 (thitung = -12,582; p-value= 0,000). Simpulan dari penelitian ini, yaitu adaptasi latihan aerobik terhadap sistem kardiovaskuler pada laki-laki dinyatakan memiliki kenaikan HR yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Sedangkan, adaptasi latihan aerobik terhadap sistem pulmonal pada perempuan dinyatakan memiliki kenaikan RR yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Hubungan Keyakinan Diri dengan Kualitas Hidup pada Pasien Pasca Stroke Permadi, Jepri
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35182

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan kelainan neurologis yang kemampuan mengganggu kemampuan motorik secara tiba-tiba akibat terganggunya sebagian atau seluruh fungsi otak. Pasien stroke mengalami gangguan fungsional seperti masalah motorik dan kognitif. Gangguan motorik dan kognitif membatasi atau menghilangkan kemandirian dan mobilitas pasien stroke, sehingga menurunkan kualitas hidup mereka. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara kepercayaan diri pasien pasca stroke dengan kualitas hidup merupakan tujuan studi ini. Metode: Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di Klinik Akupunktur Dr. Lenny Tandya Kota Malang. Penelitian ini melibatkan 36 pasien stroke yaitu 26 pria dan 10 wanita. Terlihat penggunaan observasional analitik dari metode penelitian ini dengan desain studi cross-sectional. Dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur berupa  Stroke Self-Efficacy Questionnaire (SSEQ) dan Stroke Spesific Quality of Life (SS-QOL). Hasil: Penelitian menemukan adanya korelasi yang signifikan (p-value <0,05) antara kepercayaan diri dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke, dengan kekuatan korelasi sebesar 0,776. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan rasa percaya diri dapat meningkatkan kualitas hidup pasien stroke secara signifikan. Penelitian ini penting sebagai sumber daya bagi fisioterapis, pasien, dan keluarga mereka yang berupaya meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. 
Pengaruh Inspiratory Muscle Training Terhadap Peningkatan Kapasitas Aerobik Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Literature Review Prasana, I Gede Eka Juli
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35522

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu penyumbatan menetap pada saluran respirasi yang diakibatkan oleh emfisema serta bronkitis kronis. Penelitian berdasarkan survei mengenai dampak PPOK di kawasan Asia Pasifik menampilkan bahwa ditaksir dari total prevalensi PPOK pada tahun 2012 yakni 6,2% dan untuk Indonesia sebesar 4,5%. Penderita PPOK mengeluhkan terbatasnya aktivitas. Aktivitas tersebut berpengaruh pada penurunan kualitas hidup dan diikuti pula penurunan fungsi paru yang disebabkan kelemahan otot. Kelemahan otot menyebabkan kelelahan otot, kelelahan otot ini termasuk faktor yang mempengaruhi kapasitas aerobik penderita PPOK yang mengakibatkan berkurangnya toleransi latihan. Penderita dengan PPOK mengalami penurunan kapasitas aerobik terlepas dari klasifikasi GOLD mereka. Prevalensi gangguan fungsional adalah 23-33%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi paru seperti Inspiratory Muscle Training dapat meningkatkan kapasitas aerobik pada penderita PPOK. Pada penelitian ini dilakukan pencarian literatur dengan kata kunci Inspiratory Muscle Training, Aerobic Capacity, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Inspiratory Muscle Training Terhadap Peningkatan Kapasitas Aerobik Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literature review, pencarian literature dilakukan pada database google schoolar. Dari tujuh artikel dapat diketahui bahwa pemberian inspiratory muscle training mampu meningkatkan kapasitas aerobik pada pasien dengan PPOK. Namun, hanya tiga jurnal yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dan klinis antar kelompok. Sehingga belum dapat disimpulkan karena adanya penelitian yang menyatakan hasil kontradiktif, oleh karena itu perlu dilakukan studi lebih lanjut guna menelaah dan memperbarui informasi.
PENGARUH PENGGUNAAN KINESIOTAPING TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB BIDAN EVI MULYOREJO MALANG Putri, Wiecha Fitthasari; Astuti, Hutari Puji; Renny, Yunia
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35704

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis normal yang menyebabkan perubahan emosional, hormonal, dan fisik. Pada trimester III gangguan ketidaknyamanan yang sering muncul adalah nyeri punggung bawah. Gangguan ini bisa menyebabkan gangguan tidur dan aktivitas sehari-hari. Kinesiotaping merupakan pita elastis yang dipercaya dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kinesiotaping dalam menurunkan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di PBM Bidan Evi Malang. 30 ibu hamil trimester III berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kinesiotaping secara signifikan menurunkan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III (p<0.001). Penurunan nyeri berasal dari mekanisme kinesiotaping menstimulasi mekanoreseptor pada kulit sehingga menghambat impuls nyeri dihantarkan ke otak. Kinesiotaping juga menstimulasi otot-otot punggung dan memberikan support di bagian perut sehingga otot dapat bekerja lebih optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kinesiotaping berpengaruh dalam menurunkan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat dijadikan alternatif dalam penanganan nyeri pinggang bawah pada ibu hamil.
The Comparison of Biomechanic Alteration on Cervical Angle During Walking with And Without Smartphone Dual-Task Texting Among Smartphone Users Susilo, Taufik Eko; Hasbi Al Farizy, Muhammad; Wijianto; Tri Sudaryanto, Wahyu; Wahyuni; Fitriyah, Qonitah Faizatul; Fatmarizka, Tiara
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35859

Abstract

Background: The prevalence of smartphone usage continues to rise, becoming deeply embedded in daily routines across all age groups. Young adults are particularly significant users, often engaging in dual-tasking, such as texting while walking. This behavior may lead to biomechanical alterations, particularly in cervical posture, which could have long-term musculoskeletal implications. Objective: This study investigates the biomechanical alterations in cervical angle during walking with and without dual-task texting among smartphone users, specifically focusing on young adults. Method: A quantitative observational study was conducted using a single group repeated measurement design. Thirty male participants, aged 21.07 ± 1.05 years, were involved. Cervical angle degrees were measured using video analysis, with data processed through the Kinovea application to extract kinematic coordinates. Results: The One Way Repeated ANOVA Test revealed a significant increase (p<0.01) in cervical angle degree during texting while walking, indicating that dual-tasking notably affects cervical posture. Conclusion: The findings highlight that dual-task texting induces significant biomechanical changes in cervical posture.
Kekuatan Otot Dalam Pembebanan Punggung pada Anak Usia 10-12 Tahun di SD Negeri 1 Belantih, Bangli ketut jayami sarassanthi; Wahyu Sari, Reni
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35896

Abstract

Latar Belakang: Kekuatan otot akan meningkat jika diberikan suatu pembebanan yang ringan maupun yang berat. Pembebanan punggung yang dipakai berbentuk ransel yang menjadi salah satu alat bantu yang disukai para anak didik sebagai penunjang kegiatan anak didik berpergian ke sekolah. Siswa membawa beban tas dari rumah hingga ke sekolah berjalan kaki dengan waktu 30 menit hingga 45 menit dengan jarak tempuh 1 km hingga 1,7 km. Pembebanan tas yang dibawa pada anak tidak bisa lebih dari 5-10% dari berat tubuhnya. Membawa beban yang berat di punggung bisa menimbulkan perubahan postur tubuh. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kekuatan otot dalam pembebanan punggung pada anak usia 10-12 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional, jumlah sampel pada Penelitian ini berjumlah 50 sampel. Pembebanan punggung didapatkan hasil dari pengukuran timbang duduk jarum, serta kekuatan otot punggung didapatkan hasil dari pengukuran Back dynamometer. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment, didapatkan nilai koefisien korelasi 0,582 yang menyatakan korelasi sedang ke arah positif dan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan bahwa adanya signifikan antara kekuatan otot dalam pembebanan punggung pada anak usia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Belantih. Dapat disimpulkan bahwa semakin berat pembebanan punggung maka terdapat kekuatan otot pada anak usia 10-12 tahun. Kesimpulan: terdapat hubungan antara pembebanan punggung yang berat dengan kekuatan otot punggung
Perbedaan Pengaruh Dual-Task Training dengan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Keseimbangan Dinamis Anak Flat Foot Usia Sekolah di SDN Jatimekar II Hairan Nisa; Nasirudin, Yusuf
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.37719

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah ditandai dengan gerak dan aktivitas motorik yang lincah sehingga dibutuhkan keterampilan motorik. Salah satu aspek keterampilan motorik adalah keseimbangan dinamis. Dampak flat foot pada anak yaitu anak dapat memiliki keseimbangan yang buruk, anak lebih cenderung mudah terjatuh saat berjalan maupun berlari. Hambatan berjalan pada anak di masa pertumbuhan dan perkembangan akan berdampak pada penurunan produktivitas anak. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh dual-task training dan permainan tradisional engklek terhadap keseimbangan dinamis pada anak flat foot. Metode: penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan two group pre-posttest design. Total 30 orang sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, 15 orang pada kelompok I intervensi dual-task training dan 15 orang orang pada kelompok II intervensi permainan tradisional engklek. Alat ukur yang digunakan Pediatric Balance Scale untuk mengukur keseimbangan dinamis pada anak. Intervensi dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: analisis paired sample t-test sebelum dan sesudah pada kelompok dual-task training dan kelompok permainan tradisional engklek didapatkan nilai p adalah 0,001 (p<0,05). Hasil independent sample t-test rerata sebelum dan sesudah pada kelompok didapatkan p value 0,029 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan dual-task training dan latihan permainan tradisional engklek terhadap keseimbangan dinamis. Terdapat perbedaan pengaruh antara latihan dual-task training dan latihan permainan tradisional engklek dalam meningkatkan keseimbangan dinamis.

Page 1 of 2 | Total Record : 15