cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 109 Documents
Aerobic Exercise Kombinasi Resisted Exercise Terhadap GDS Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kota Pekalongan agung
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.34491

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes di dunia memerlukan perhatian khusus dari kesehatan. Intervensi yang saat ini diberikan kepada penderita diabetes adalah medikamentosa, akan tetapi masih banyak intervensi lainnya sepert aktivitas maupun latihan fisik. Fisioterapi merupakan salah satu tenaga kesehatan  yang mempunyai peran penting dalam peningatan kualitas hidup pada penderita diabetes militus(DM) tipe II. Tujuan penelitian ini membantu mengontrol, menurunkan gula darah sewatu (GDS) pada penderita DM tipe II dan mencegah komplikasi dengan intervensi aerobic exercise kombinasi resisted exercise. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimental dengan pusposive sampling dengan total sampel 24 orang. Uji beda dengan non parametric yaitu Wilcoxon sign rank test, untuk menentukan sebelum dan sesudah intervensi dalam penurunan GDS pada penderita DM tipe II. Hasil menunjukan bahwa intervensi aerobic exercise kombinasi resisted exercise adanya perbedaan dengan nilai p<0,05 (p=0,004). Penurunan GDS diakibatkan adanya perubahan metabolisme dan penggunaan glokosa dalam tubuh melalui glikolisis serta glikogen untuk memecah gula dalam tubuh. Simpulan penelitian kombinasi exercise aerobik dan resited dapat menurunkan GDS pada penderita DM tipe II
Hubungan Stabilitas Ankle dan Keseimbangan Dinamis Terhadap Kelincahan Pada Pemain Sepak Bola Amarseto, Binuko
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.34608

Abstract

Stabilitas ankle akan mempengaruhi performa atlet dalam berolahraga, hasil pencapaiannya semakin menurun yang berarti masa depan atlet sumakin surut. Karenanya perlu bagi atlet untuk mengembalikan stabilitas ankel yang sudah instabil. Menjaga stabilitas ankle yang masih atau sudah stabil. Meningkatkan stabilitas ankle untuk mendongkrak performa dalam berolahraga dan meningkatkan hasil pencapaiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hubungan stabilitas ankle dan keseimbangan dinamis terhadap kelincahan pada pemain sepakbola, kemudian dari hasil penelitian ini, tentunya akan lebih mempermudah dalam melihat faktor-faktor penyusun kondisi fisik yang lebih dominan antara satu dengan yang lainnya dalam suatu cabang olahraga, sehingga kedepannya akan membantu dalam menyusun bentuk program latihan yang sesuai dengan kondisi atlet. Penelitian ini memiliki rancangan penelitian korelasional dimana penelitian ini akan menguji beberapa variabel independent terhadap variabel dependent yaitu stabilitas ankle, keseimbangan dinamis terhadap variabel dependent yaitu kelincahan dimana data variabel bebas dan terikat dikumpulkan dalam satu waktu, sampel penelitian ini adalah atlet sepakbola Wonogiri, hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara stabilitas ankle terhadap kelincahan dengan nilai signifikansi p = 0,000 sehingga berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubugan antara stabilitas ankle terhadap kelincahan. Sedangkan pada hasil uji hubungan antara keseimbanagn terhadap kelincahan mendapatkan nilai signifikansi p = 0,001 dimana nilai tersebut kurang dari 0,05, sehingga berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubugan antara keseimbangan terhadap kelincahan.
Pengaruh Exercise terhadap Ketebalan Lemak pada Komunitas dengan Aktivitas Fisik Rendah Irawan, Dimas Sondang; Rahim, Anita Faradila
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.34650

Abstract

Kebiasaan aktivitas fisik yang rendah atau disebut juga sedentary life style semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi yang mempermudah aktivitas manusia. Sedentary lifestyle beresiko untuk meningkatkan tebal lemak yang juga memiliki resiko Kesehatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh exercise terhadap tebal lemak pada komunitas denga aktivitas fisik rendah. Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan one group pre and post-test design. Subjek penelitian adalah 22 mahasiswi yang memiliki IMT ≥23 kg/m2 dan score Tegner scale ≤ 2. Pengukuran tebal lemak menggunakan skinfold caliper untuk extrimitas atas dan bawah. Intervensi yang diberikan adalah: (1) overhead tricep extension dengan beban 5kg dilakukan sebanyak 10 repetisi, 3 set. (2) Push up sebanyak 8 repetisi, 3 set. (3) Squad dilakukan 12 repetisi, 3 set. (4) Lunges dilakukan 12 repetisi, 3 set. Seluruh Latihan diberikan dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Analisa data yang digunakan yaitu uji normalitas menggunakan shapiro wilk dan uji hipotesa menggunakan uji paired t-test dengan nilai signifikansi p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tebal lemak yang signifikan. Anggota gerak atas lebih banyak mengalami penurunan dibandingkan dengan anggota gerak bawah.
Perbandingan Pengaruh Aerobic Exercise Only dengan Combined Aerobic Exercise Terhadap Penurunan Berat Badan pada Perempuan Overweight Rahim, Anita Faradilla; Prastowo, Bayu; Azzahroh, Novita Lorenza
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi makanan cepat saji rentan mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia yang mengalami kelebihan berat badan mayoritas adalah perempuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah dengan melakukan latihan aerobik dan ketahanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan berat badan dan resistensi dapat mengoptimalkan penurunan berat badan. Namun, belum banyak penelitian yang menggabungkan dan membandingkan latihan tersebut. Tujuan: Untuk membandingkan pengaruh latihan aerobik saja dengan latihan aerobik gabungan terhadap penurunan berat badan pada wanita kelebihan berat badan. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain two group pretest dan posttest untuk mengetahui perbandingan kedua intervensi. 10 mahasiswa FIKES UMM yang memenuhi kriteria inklusi peneliti. Responden diberikan intervensi masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu, latihan aerobik durasi 30 menit dan latihan ketahanan sebanyak 8 repetisi sebanyak 3 set. Hasil: Hasil uji Paired t-test intervensi latihan aerobik memperoleh hasil 0,012<0,05 dan kombinasi memperoleh hasil 0,002<0,05. Hasil uji T-Independen mempunyai hasil yaitu 0,036 < 0,05. Kesimpulan: Pengaruh latihan aerobik hanya dengan kombinasi latihan aerobik terhadap penurunan berat badan pada wanita overweight
Pengaruh Pelatihan Gerakan Sholat Terhadap Fleksibilitas Wanita Pra-lansia Arif Fadli
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.31596

Abstract

Wanita pra-lansia dengan menopause akan mengalami psikologi fisiologis akibat pengaruh hormonal dengan gejala kilnis nyeri otot dan sendi. Kemunduran fisiologis dengan nyeri otot dan sendi pada wanita akan menyebabkan gangguan aktivitas keseharian termasuk aktivitas ibadah. Gerakan sholat yang benar akan memberikan manfaat perbaikan tubuh. Wanita dengan menopause akan mengalami hambatan gerakan pada aktivitas gerakan sholat yang baik (tumanina). Penelitian ini menggunakan desain studi pra-eksperimental dengan perlakuan 2 kali pelatihan gerakan sholat dalam 1 minggu waktu observasi pada 30 wanita kategori menopause anggota kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Dukuh Tegalpare, Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Klaten. Uji statistik berpasangan sampel t-test digunakan untuk mengetahui signifikansi hasil pengukuran fleksibiltas hamstring dan lumbal dengan instrumen sit andreach test . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan gerakan sholat adalah signifikan dengan P = 0.00 (P < 0,05) dan mean of Difference (MD) = 0.5700 inchi. Pelatihan gerakan sholat memberikan pengaruh yang signifikan pada kedinginan wanita pra-lansia. Efikasi peserta pelatihan pada penerapan gerakan sholat yang baik memberikan manfaat pada peningkatan kebugaran otot hamstring dan lumbal dengan manfaat langsung pada perbaikan gerakan sholat.
Pengaruh Penerapan Ultrasound dan Passive Streaching Terhadap Penurunan Nyeri Penderita Tennis Elbow Tipe II Rizal, Fahmi
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.33757

Abstract

Pendahuluan : Tennis Elbow merupakan rasa nyeri pada lengan bawah yang menjalar ke area dorsum tangan karena peradangan atau degenerasi non spesifik pada otot ekstensor carpi radialis brevis (ECRB) di epicondilus lateral humerus. Hal ini didiagnosis secara klinis oleh sensasi rasa sakit dan nyeri tekan pada epikondilus lateral humerus yang memperparah selama dorsi fleksi pada wrist yang dibatasi. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu Mahasiswa akhir dengan Tennis Elbow, diperoleh sampel sebanyak 10 responden menggunakan Purposive sampling dan sampel telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil : nilai rerata tennis elbow pada penerapan ultrasound dan passive Streaching yaitu nilai P=0,012 <0.05 dimana pretest sebesar 7,230±1,048 dan posttest sebesar 5,150±0,580 dengan rerata selisih sebesar 4,35±1,049 yang berarti terjadi peningkatan rata-rata Tennis Elbow sebesar 4,35 setelah intervensi. Hasil uji mann-withney test yaitu nilai p <0,05 yang berarti bahwa ada perbedaan rerata yang signifikan terhadap penerapan ultrasound dan passive Streaching, sehingga disimpulkan bahwa efektif secara signifikan terhadap penurunan VAS pada penderita Tennis Elbow Tipe II. Kesimpulan : Intervensi ultrasound dan passive Streaching. berpengaruh secara signifikan terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Tennis Elbow tipe II
PERBEDAAN CERVICAL STABILIZATION DAN THORACIC SPINE EXTENSION EXERCISE TERHADAP CRANIOVERTEBRAL ANGLE PADA FORWARD HEAD POSTURE Salsabila, Dina Nania Salsabila
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.33779

Abstract

Latar Belakang: Ketika teknologi informasi seperti smartphone berkembang dan membuat semua hal menjadi lebih mudah, hal itu dapat menyebabkan kecanduan. Saat menggunakan smartphone, siswa seringkali tidak menyadari posisi yang tidak ergonomis. Hal ini menyebabkan tekanan pada tulang lehernya yang memperburuk postur leher atau disebut forward head posture(FHP). Metode: Design penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan berjenis two grup pre and post test design. Sampel mahasiswa fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta terdiri 23 sampel dengan dilakukan pengukuran derajat craniovertebral angle  <53˚ menggunakan protractor. Sampel akan diberikan intervensi dengan dibagi kelompok Cervical Stabilization Exercise(CSE) dan kelompok Thoracic Spine Extension Exercise(TSEE) yang dilakukan selama empat minggu dengan tiga kali pertemuan seminggu. Analisis statistik menggunakan Uji paired sample T-test, uji independent sample T-test. Hasil menunjukkan intervensi CSE dan TSEE terdapat pengaruh terhadap perubahan craniovertebral angle dengan nilai (p=0,001), tidak terdapat perbedaan pengaruh pada kedua intervensi terhadap perubahan craniovertebral angle dengan nilai pre-test (p=0,587) dan post-test (p=0,793). Kesimpulan: Intervensi CSE dan TSEE dapat menjadi pilihan program untuk diberikan kepada pasien dengan gangguang Forward Head Posture.
Adaptasi Sistem Kardiovaskuler dan Pulmonal terhadap Latihan Aerobik Trisnowiyanto, Bambang; Isna Andriani
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.34665

Abstract

Latihan fisik akan menimbulkan respon perubahan secara fisiologis tubuh manusia, termasuk pada sistem kardiovaskuler dan pulmonal. Indikator kinerja sistem kardiovaskuler dan pulmonal dapat digambarkan melalui denyut nadi, tekanan darah, dan frekuensi pernapasan. Adaptasi terhadap latihan akan terjadi baik sesaat pasca latihan jangka pendek, maupun jangka panjang. Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan adaptasi latihan pada sistem kardiovaskuler dan pulmonal berdasarkan jenis kelamin yang digambarkan melalui indikator denyut nadi dan frekuensi pernapasan yang terjadi sesaat setelah latihan aerobik. Metode penelitian, yaitu quasi experimental dengan two group pre and post-test design. Sampel penelitian adalah remaja akhir dengan usia 17-25 tahun yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil pengukuran pada kelompok perempuan didapatkan selisish mean HR pre-test dengan post-test sebesar -35,867 (thitung = -13,519; p-value= 0,000) dan selisih mean RR pre-test dengan post-test sebesar -18,844 (thitung = -18,982; p-value= 0,000). Hasil pengukuran pada kelompok laki-laki didapatkan selisish mean HR pre-test dengan post-test sebesar -41,9 (thitung = -10,589; p-value= 0,000) dan selisih mean RR pre-test dengan post-test sebesar -14,667 (thitung = -12,582; p-value= 0,000). Simpulan dari penelitian ini, yaitu adaptasi latihan aerobik terhadap sistem kardiovaskuler pada laki-laki dinyatakan memiliki kenaikan HR yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Sedangkan, adaptasi latihan aerobik terhadap sistem pulmonal pada perempuan dinyatakan memiliki kenaikan RR yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Hubungan Keyakinan Diri dengan Kualitas Hidup pada Pasien Pasca Stroke Permadi, Jepri
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35182

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan kelainan neurologis yang kemampuan mengganggu kemampuan motorik secara tiba-tiba akibat terganggunya sebagian atau seluruh fungsi otak. Pasien stroke mengalami gangguan fungsional seperti masalah motorik dan kognitif. Gangguan motorik dan kognitif membatasi atau menghilangkan kemandirian dan mobilitas pasien stroke, sehingga menurunkan kualitas hidup mereka. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara kepercayaan diri pasien pasca stroke dengan kualitas hidup merupakan tujuan studi ini. Metode: Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di Klinik Akupunktur Dr. Lenny Tandya Kota Malang. Penelitian ini melibatkan 36 pasien stroke yaitu 26 pria dan 10 wanita. Terlihat penggunaan observasional analitik dari metode penelitian ini dengan desain studi cross-sectional. Dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur berupa  Stroke Self-Efficacy Questionnaire (SSEQ) dan Stroke Spesific Quality of Life (SS-QOL). Hasil: Penelitian menemukan adanya korelasi yang signifikan (p-value <0,05) antara kepercayaan diri dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke, dengan kekuatan korelasi sebesar 0,776. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan rasa percaya diri dapat meningkatkan kualitas hidup pasien stroke secara signifikan. Penelitian ini penting sebagai sumber daya bagi fisioterapis, pasien, dan keluarga mereka yang berupaya meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. 
Pengaruh Inspiratory Muscle Training Terhadap Peningkatan Kapasitas Aerobik Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Literature Review Prasana, I Gede Eka Juli
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 2 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - December 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i2.35522

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu penyumbatan menetap pada saluran respirasi yang diakibatkan oleh emfisema serta bronkitis kronis. Penelitian berdasarkan survei mengenai dampak PPOK di kawasan Asia Pasifik menampilkan bahwa ditaksir dari total prevalensi PPOK pada tahun 2012 yakni 6,2% dan untuk Indonesia sebesar 4,5%. Penderita PPOK mengeluhkan terbatasnya aktivitas. Aktivitas tersebut berpengaruh pada penurunan kualitas hidup dan diikuti pula penurunan fungsi paru yang disebabkan kelemahan otot. Kelemahan otot menyebabkan kelelahan otot, kelelahan otot ini termasuk faktor yang mempengaruhi kapasitas aerobik penderita PPOK yang mengakibatkan berkurangnya toleransi latihan. Penderita dengan PPOK mengalami penurunan kapasitas aerobik terlepas dari klasifikasi GOLD mereka. Prevalensi gangguan fungsional adalah 23-33%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi paru seperti Inspiratory Muscle Training dapat meningkatkan kapasitas aerobik pada penderita PPOK. Pada penelitian ini dilakukan pencarian literatur dengan kata kunci Inspiratory Muscle Training, Aerobic Capacity, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Inspiratory Muscle Training Terhadap Peningkatan Kapasitas Aerobik Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literature review, pencarian literature dilakukan pada database google schoolar. Dari tujuh artikel dapat diketahui bahwa pemberian inspiratory muscle training mampu meningkatkan kapasitas aerobik pada pasien dengan PPOK. Namun, hanya tiga jurnal yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dan klinis antar kelompok. Sehingga belum dapat disimpulkan karena adanya penelitian yang menyatakan hasil kontradiktif, oleh karena itu perlu dilakukan studi lebih lanjut guna menelaah dan memperbarui informasi.

Page 10 of 11 | Total Record : 109