cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2024): Januari" : 14 Documents clear
Kesehatan Mulut pada Ibu Hamil Dengan Anemia Harniati, Etny Dyah; Turdinawati , Yanuarita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.169

Abstract

Latar Belakang: Anemia ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Anemia dapat menjadi penyebab periodontitis destruktif, selama kehamilan hormon ibu hamil akan menjadi tidak stabil dan mungkin menunjukkan manifestasi di rongga mulut, sehingga selain kondisi anemia, kesehatan mulut pada ibu hamil juga penting untuk diperhatikan. Tujuan: melakukan pemeriksaan kesehatan mulut ibu hamil dan intervensinya. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara observasi dengan memeriksa ibu hamil untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan, baik kesehatan umum maupun kesehatan gigi dan mulut dari ibu hamil tersebut. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Pada akhir kegiatan juga dilakukan evaluasi dengan cara memberikan post- test untuk menguji pemahaman terhadap edukasi yang telah disampaikan. Hasil: Pemeriksaan pada subyek menunjukkan adanya kondisi gingivitis ringan yang terjadi pada ketiga subyek. Kondisi ini terjadi dikarenakan beberapa subyek mengalami kondisi mual dan muntah pada kehamilannya dan kontrol plak yang terkadang tidak dilakukan dengan baik. Evaluasi terhadap intervensi yang dilakukan melalui penilaian pretest dan posttest menunjukkan edukasi yang dilakukan dapat diterima dengan baik oleh subyek, terlihat pada nilai posttest yang semakin meningkat. Kesimpulan: Penyakit gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis dan berhubungan dengan kondisi anemia. Ibu hamil yang memiliki anemia dan gingivitis memiliki dampak terhadap perkembangan janin hingga resiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Kata kunci: anemia, hamil, kesehatan mulut _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is characterized by decreased levels of hemoglobin in carrying oxygen throughout the body's tissues. Anemia can be a cause of destructive periodontitis, during pregnancy, pregnant women's hormones will become unstable and may show manifestations in the oral cavity, so apart from anemia, oral health in pregnant women is also important to pay attention to.  Objective: To carry out oral health examinations of pregnant women and interventions. Method: This community service activity is carried out on an observational basis by examining pregnant women to get an overview of their health conditions, both general health and dental and oral health of these pregnant women. The activity was carried out in Sendangmulyo Village, Tembalang District, Semarang City. At the end of the activity, an evaluation was also carried out by giving a post-test to test understanding of the education that had been delivered. Results: Examination of the subjects showed mild gingivitis in all three subjects. This condition occurs because some subjects experienced nausea and vomiting during their pregnancy and plaque control was sometimes not carried out properly. Evaluation of interventions carried out through pretest and post-test assessments showed that the education carried out was well received by the subjects, as seen in the increasing post-test scores. Conclusion: Gingivitis can develop into periodontitis and is associated with anemia. Pregnant women who have anemia and gingivitis have an impact on fetal development so that a risk of babies being born with low weight. Keywords: anemia, pregnancy, oral health
Pemanfaatan Hasil Samping Udang Menjadi Penyedap Rasa Alami Bagi Masyarakat Kelurahan Tambakrejo Nurhidajah; Yonata, Diode; Santoso, Wahyu Imam; Yuniarti, Nikmah; Puspitasari, Estiana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.204

Abstract

Latar belakang: Udang merupakan salah satu produk unggulan dan tercatat sebagai komoditas terbesar kedua penyumbang nilai ekspor perikanan Jawa Tengah. Dengan tingginya produksi olahan udang menghasilkan hasil samping yang berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi agar dapat mengatasi permasalahan tersebut serta mingkatkan pendapatan masyarakat khususnya warga Kelurahan Tambakrejo. Tujuan: untuk meningkatkan nilai tambah hasil samping udang yang diolah menjadi penyedap rasa alami sebagai produk inovatif warga di Kelurahan Tambakrejo. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya yaitu: pemantauan awal dan sosialisasi kegiatan; pembuatan penyedap rasaa; pelaksanaan program; pembuatan laporan dan luaran kegiatan. Hasil: Hasil yang dicapai dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah produk penyedap rasa alami berbahan dasar hasil samping olahan udang. Kesimpulan: masyarakat di Kelurahan Tambakrejo memiliki alternatif pengolahan hasil samping udang guna meningkatkan ekonomi mereka. _________________________________________________________________________________ Abstract Background: Shrimp is one of the superior products and is listed as the second largest commodity contributing to the value of Central Java's fishery exports. The high production of processed shrimp produces by-products that have the potential to pollute the environment. Therefore, innovation is needed to overcome these problems and increase people's income, especially residents of Tambakrejo Village. Objective: to increase the added value of shrimp by-products which are processed into natural flavorings as innovative products for residents in Tambakrejo Village. Method: Implementation of community service activities consists of several stages, including initial monitoring and socialization of activities; making flavorings; program implementation; preparation of reports and output of activities. Result: The results achieved from this community service program are natural flavoring products made from processed shrimp by-products. Conclusion: people in Tambakrejo Village have alternative processing of shrimp by-products to improve their income.
Program Preventif dan Kuratif untuk Menurunkan Risiko Jatuh Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan Wibowo, Hardianto; Prastowo, Bayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.205

Abstract

Latar belakang: Lanjut usia merupakan fase terakhir pada siklus kehidupan manusia yang dimulai pada rentang usia 60 tahun. Fase tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi keseimbangan secara progresif. Tujuan: Melakukan edukasi terkait risiko jatuh akibat penurunan fungsi keseimbangan dan memberikan program latihan untuk meminimalisir penurunan fungsi tersebut secara progresif. Metode: Metodologi pengabdian ini mengadopsi pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mengentaskan problematika kesehatan melalui pemahaman berbasis keilmuan fisioterapi. Metode PAR secara aktif melibatkan atau membangkitkan kesadaran kritis melalui pemetaan, trust building, aksi dan refleksi dan evaluasi. Hasil: Hasil pemeriksaan keseimbangan menunjukkan bahwa lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan memiliki potensi jatuh sebesar 33.3%. Kesimpulan: Edukasi tentang risiko jatuh menunjukkan adanya perubahan pengetahuan secara signifikan. Kata kunci: interleukin-6, keseimbangan, lansia, otago exercise program, risiko jatuh ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Elderly is the last phase of the human life cycle that begins at the age of 60 years. This phase results in a progressive decline in balance function. Objective: To educate the elderly regarding the risk of falls due to decreased balance function and provide an exercise program to minimize the progressive decline in function. Method: This service methodology adopts a Participatory Action Research (PAR) approach to alleviate health problems through a scientific-based understanding of physiotherapy. The PAR method actively involves or raises critical awareness through mapping, trust-building, action-reflection, and evaluation. Result: The results of the balance check showed that the elderly of Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan had a potential fall of 33.3%. Conclusion: Education about the risk of falling shows a significant change in knowledge. Keywords: interleukin-6, balance, elderly, otago exercise program, fall risk
Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Gagasan Kewirausahaan di SMK Muhammadiyah Minggir Sultan, Siti Fatimah; Hartanti, Meity; Utami, Dwi; Efendi, Herman; Askal, Syahril; Ikhsan, M. Rafi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.215

Abstract

Latar belakang: Program pemberdayaan umat (Prodamat) di SMK Muhammadiyah Mlati merupakan tujuan yang dilakukan untuk mengembangkan siswa yang kreatif, inovatif, dan terampil melalui pengalaman praktis dan penerapan teori. Namun, program ini tidak memiliki fondasi yang kuat dalam pengajaran dan pembelajaran. Tujuan: Pada kegiatan pengabdian ini akan membahas salah satu peluang usaha yang bisa dilakukan secara skala rumahan dengan peluang yang cukup menjanjikan saat ini, yakni pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Metode: Program yang dilaksanakan oleh Universitas Ahmad Dahlan berfokus pada pengembangan lilin aromaterapi dari bahan baku dengan menggunakan metode praktikum, yang bertujuan untuk menciptakan kreativitas mahasiswa sebagai ide ekonomi. Hasil: Program ini mengeksplorasi aspek sosiologis dan budaya dari aromaterapi dengan menggunakan produk alami, dengan fokus pada kreativitas dan inovasi. Kegiatan ini melibatkan 21 siswa dari kelas XII SMK Muhammadiyah Minggir. Lilin aromaterapi dibuat dari bahan alami dengan cara melarutkan alat dan bahan, menyiapkan parafin dan bahan anti panik, mengangin-anginkan, menyiapkan bahan anti panik, menyiapkan pewangi, melarutkan lilin, menyiapkan bahan, menyiapkan aromaterapi, dan mengaplikasikan. Penelitian ini mengeksplorasi produk aromaterapi untuk produksi lilin aromaterapi untuk pasar lokal, meningkatkan kualitas, keamanan, dan dampak lingkungan, sekaligus menggali potensi sumber daya ekonomi. Kesimpulan: Program ini dapat mengembangkan aromaterapi dari minyak jelantah yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Minggir kelas XII. Ide kreatif ini dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi limbah minyak jelantah. Kata kunci: minyak jelantah, lilin aromaterapi, prodamat ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: The people empowerment program (Prodamat) at SMK Muhammadiyah Mlati is a goal undertaken to develop creative, innovative, and skilled students through practical experience and application of theory. However, the program lacks a strong foundation in teaching and learning. Objective: In this service activity, we will discuss one of the business opportunities that can be done on a home scale with promising opportunities today, namely the utilization of used cooking oil as raw material for aromatherapy candles. Method: The program implemented by Ahmad Dahlan University focuses on developing aromatherapy candles from raw materials using a practicum method, which aims to create student creativity as an economic idea. Result: The program explored the sociological and cultural aspects of aromatherapy using natural products, with a focus on creativity and innovation. This activity involved 21 students from class XII of SMK Muhammadiyah Minggir. Aromatherapy candles were made from natural materials by dissolving tools and materials, preparing paraffin and anti-panic materials, aerating, preparing anti-panic materials, preparing fragrances, dissolving candles, preparing materials, preparing aromatherapy, and applying. This research explores aromatherapy products for the production of aromatherapy candles for the local market, improving quality, safety, and environmental impact while exploring potential economic resources. Conclusion: This program can develop aromatherapy from used cooking oil implemented at SMK Muhammadiyah Minggir class XII. This creative idea can improve the economy and reduce used cooking oil waste. Keywords: used cooking oil, aromatherapy candle, prodamat
Deteksi Dini Sebagai Upaya Preventif Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus Melalui Program Pojok Sate Gurah Muzaenah, Tina; Riyaningrum, Wahyu; Yulistiani, Mustiah; Sulaeman, A
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.226

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisme, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Diabetes melitus juga menjadi masalah kesehatan di dunia karena penyakit ini merupakan salah satu dari keempat PTM di dunia. Penyakit hipertensi dan diabetes melitus juga masih menjadi priotitas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. Upaya preventif PTM hendaknya dilakukan secara efektif serta efisien sehingga dapat meningkat derajat kesehatan masyarakat. Tujuan: untuk melakukan deteksi dini dan upaya preventif penyakit hipertensi dan diabetes melitus melalui program pojok sadar tensi dan gula darah (pojok sate gurah). Metode: Pada kegiatan ini, tim membuka pojok sate gurah untuk memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah pada ibu-ibu anggota PRA Kebanggan sebagai upaya deteksi dini dan preventif terhadap penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan edukasi tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi dan diabetes melitus yang diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Hasil: Mayoritas ibu-ibu anggota PRA Kebanggan berusia 46-55 tahun dan 56-65 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah dasar. Mayoritas tekanan darah ibu-ibu anggota PRA Kebanggan termasuk dalam kategori normal dan pre hipertensi sedangkan kadar gula darah sewaktunya mayoritas termasuk dalam kategori belum pasti DM dan rata-rata nilai pengetahuannya sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengalami peningkatan dari 48,39 menjadi 63,55. Kesimpulan: Pojok Sate Gurah dapat dijadikan sebagai salah satu tempat untuk melakukan deteksi dini dan pemantauan tekanan darah dan gula darah sebagai upaya preventif penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kata kunci: diabetes mellitus, hipertensi, penyakit tidak menular, pojok sate gurah ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (NCD) that can increase the risk of stroke, aneurysm, heart attack, and kidney damage. Diabetes mellitus is also a health problem in the world because this disease is one of the four NCDs in the world. Hypertension and diabetes mellitus are also still a top priority for controlling NCD in Central Java. Preventive efforts for NCD should be carried out effectively and efficiently so that the degree of public health can be increased. Objective: to carry out early detection and preventive efforts for hypertension and diabetes mellitus through a blood pressure and blood sugar awareness corner program (pojok sate gurah). Method: In this activity, the team opened the ‘pojok sate gurah’ to provide services for checking blood pressure and blood sugar levels for women who are members of PRA Pride as an effort to detect early and prevent hypertension and diabetes mellitus. By providing education about efforts to prevent hypertension and diabetes mellitus beginning with the pretest and ending with the posttest. Result: The majority of female members of PRA Kebanggan are aged 46-55 years and 56-65 years with an elementary school education level. The majority of the blood pressure of the women who were members of the PRA Kebanggan were included in the normal and pre-hypertensive categories, while the majority of intermittent blood sugar levels were included in the uncertain category of DM and the average value of knowledge before and after being given education increased from 48.39 to 63.55. Conclusion: Pojok Sate Gurah can be used as a place for early detection and monitoring of blood pressure and blood sugar as a preventive measure for hypertension and diabetes mellitus. Keywords: diabetes mellitus, hypertension, non-communicable diseases, pojok sate gurah
Sosialisasi dan Edukasi Anemia pada Kelompok Wanita Desa Cikidang, Cilongok, Banyumas Saputri, Amanda Eka; Riani, Ni’matussifa Eva; Natasha, Lia Nurul; Novita, Dea; Wati, Nurul Rokhmah; Khaq, Muhammad Najib Humamul; Pangestu, Gayuh Lintang; Utomo, Yoga Prasetyo; Rahmawati, Ririn Dwi; Herlanggie, Shevia Nur’aini; Suparti, Sri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.230

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan penyakit  multifaktorial. Penyebab anemia bisa disebabkan oleh faktor  gizi (zat besi, asam folat dan vitamin B12) dan faktor non  gizi seperti genetik (anemia sel sabit dan talasemia), autoimun (anemia hemolitik) malabsorpsi (akloridria), penyakit kronis seperti (kanker), infeksi (malaria) dan faktor sosio-demografis. Di antara banyak penyebab yang berbeda, kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia paling sering, terutama pada wanita usia subur seperti remaja dan ibu hamil. Anemia pada wanita usia subur (WUS) bukan suatu problem yang langka di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Wanita yang masih mengalami menstruasi, hamil, dan melahirkan secara alami sepanjang hidupnya, sehingga berisiko tinggi mengalami anemia. Pada penelusuran pertama diperoleh data 2 kematian wanita usia subur pada bulan April 2023 yang disebabkan oleh riwayat anemia yang tidak diketahui sebelumnya, hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan tentang anemia di Desa Cikidang. Tujuan: Kegiatan pendidikan kesehatan tentang anemia bertujuan untuk membantu masyarakat untuk tentang anemia. Metode: Edukasi digunakan sebagai metode kegiatan pengabdian ini. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiaatan Edukasi. Hasil: Hasil pengabdian kegiatan menunjukkan rerata skor pre-test sebesar 56% dan post-test sebesar 83% . Dari hasil tersebut terdapat peningkatan rata-rata skor sebesar 27% tingkat pengetahuan tentang anemia pada kelompok wanita di desa Cikidang. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang anemia setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemberian edukasi tentang anemia serta olahan makanan bergizi berbahan baku bayam merah dalam pencegahan anemia pada kelompok wanita desa Cikidang. Kata kunci: anemia, cikidang, pengetahuan, wanita _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is a multifactorial disease, the causes of anemia can be caused by nutritional factors (iron, folic acid, and vitamin B12) and non-nutritional factors such as genetics (sickle cell anemia and thalassemia), autoimmune (hemolytic anemia), malabsorption (achlorhydria), chronic diseases such as (cancer), infections (malaria) and socio-demographic factors. Among the many different causes, iron deficiency causes anemia most often, especially in women of childbearing age such as teenagers and pregnant women. Anemia in women of childbearing age is not a rare problem throughout the world, both in developed and developing countries. Women who still menstruate, get pregnant and give birth naturally throughout their lives are at high risk of experiencing anemia. In the first search, data was obtained on 2 deaths of women of childbearing age in April 2023 which turned out to be caused by a previously unknown history of anemia. This shows the low level of knowledge about anemia in Cikidang Village. Objective: Health education activities about anemia aim to help people understand what anemia. Method: Education is used as a method for this service activity. Evaluation of activities using a questionnaire given before and after educational activities. Result: The results of the activity showed that there was an average pre-test score of 56% and a post-test of 83%. From these results, there was an increase in the average score of 27% in the level of knowledge about anemia in the group of women in Cikidang village. Conclusion: There was an increase in participants' knowledge about anemia after health education and providing education about anemia as well as nutritious food preparations made from red spinach in preventing anemia in the women's group in Cikidang village. Keywords: poster anemia, cikidang, knowledge, women
Pengelolaan Potensi Desa Wisata: Integrasi Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap Masyarakat Indrokilo Desa Lerep Hidayah, Fitria Fatichatul; Yuliyanto, Eko; Nurdiana, Lizza; Salmah, Salmah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.231

Abstract

Latar belakang: Desa Lerep sudah dimanfaatkan sebagai tempat pariwitasata, salah satu potensi desa lerep lainnya yaitu Curug Indrokilo yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan masih memerlukan perbaikan dan pengelolaan untuk dijadikan sebagai tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Menurut Perangkat desa Lerep bahwa Pandemi Covid 19 selama 3 tahun membuat pengelolaan wisata terhenti. Tidak terawatnya Curug Indrakilo (jalan rusak, sampah menggunung), rendahnya pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata menjadikan wisata tersebut mati suri.  Sarana dan prasarana yang belum memadai. Sarana prasarana yang dibutuhkan seperti batas pengaman, tempat beristirahat dan juga warung untuk sekedar minum atau makan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi integrasi pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk meningkatkan kualitas desa wisata lerep di Dusun Indrokilo. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya potensi intergrasi yang dapat dibangun yaitu kearifan lokal yang ada di Indrokilo Desa Lerep mampu dikembangkan menjadi desa wisata dengan memanfaatkan potensi yang ada desa berupa potensi alam dan potensi budaya. Kesimpulan: Integrasi pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat Indrokilo Desa Lerep menjadi pendukung utama suksesnya pembangunan pariwisata. Kata kunci: desa wisata, integrasi, kearifan lokal, pengelolaan ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Lerep Village has been used as a tourist place, one of the other potential Lerep villages is Curug Indrokilo which has not been utilized optimally and still needs improvement and management to be used as an attractive tourist place to visit. According to the Lerep village apparatus, the Covid-19 pandemic for 3 years has brought tourism management to a halt. The unmaintained Curug Indrakilo (damaged roads, mountain garbage), and low knowledge, attitudes, and skills of the community in tourism management make the tourism suspended animation. Inadequate facilities and infrastructure. Infrastructure facilities are needed such as safety limits, resting places, and also stalls to just drink or eat. Objective: This study aims to determine the potential integration of knowledge, skills, and attitudes to improve the quality of the Lerep tourism village in Indrokilo hamlet. Method: The method used in this study is qualitative descriptive with data collection techniques in the form of observation, documentation, and interviews. Result: The results obtained from this study are the potential for integration that can be built, namely local wisdom in Indrokilo Lerep Village can be developed into a tourist village by utilizing the existing potential of the village in the form of natural potential and cultural potential. Conclusion: The integration of knowledge, skills, and attitudes of the Indrokilo community of Lerep Village is the main support for the success of tourism development. Keywords: tourism village, integration, local wisdom, management
Peningkatan Kondisi Fisik Atlet Bola Basket PPLOP Jawa Tengah: Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.274

Abstract

Latar belakang: salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi adalah kondisi fisik, terutama daya tahan. Kondisi fisik daya tahan atlet bola basket PPLOP Jawa Tengah, 10 atlet masuk dalam kategori rata rata dan 2 atlet masuk dalam kategori diatas rata rata. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya tahan sehingga atlet tidak mudah mengalami kelelahan, mampu menampilkan penampilan terbaik, mampu menggunakan seluruh teknik yang dimiliki dan mampu menjalankan strategi yang diberikan dengan baik. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan daya tahan menggunakan metode continuous training. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat rata rata peningkatan VO2Max sebesar 4,0%. Peningkatan terendah sebesar 0,6% dan peningkatan tertinggi sebesar 6,8%. Kesimpulan: latihan continous training terbukti mampu meningkatkan daya tahan atlet PPLOP Jawa Tengah, latihan continuous training dapat dijadikan referensi latihan untuk peningkatan daya tahan. Kata kunci: bola basket, continuous training, daya tahan, VO2 max _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: one of the factors that influences achievement is physical condition, especially endurance. The physical condition of endurance of PPLOP Central Java basketball athletes, 10 athletes are in the average category and 2 athletes are in the above average category. Objective: This community service program aims to increase endurance so that athletes do not experience fatigue easily, can display their best performance, can use all the techniques they have, and can carry out the strategies given well. Method: The method of community service is to provide training to increase endurance using the continuous training method. Result: The results of this community service showed an average increase in VO2 max of 4.0%. The lowest increase was 0.6% and the highest increase was 6.8%. Conclusion: continuous training has been proven to be able to increase the endurance of Central Java PPLOP athletes, continuous training can be used as a reference for training to increase endurance. Keywords: basketball, continuous training, endurance, VO2 max
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Pelatihan Kader Jumantik dan Kegiatan Bersih Desa di Dusun Tambakrejo Salim, Baatsani Febrianti; Yudha, Devara Satria Kartika; Musdalifah, Fatma Auliya; Irmawati, Isti; Rifqoh, Lana Isbatur; Putrisari, Maya Fifit; Nurafifah, Preedes Dwiani; Agustiani, Rina; Putra, Rizal Dona Pradana; Nurjanah, Salisah; Lestari, Tika; Istiqomah, Willa Avdinta; Wirdati, Ismi Elya
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.278

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus dengue yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Demam berdarah dengue menjadi masalah yang erat kaitannya dengan masalah perilaku. Tingkat pengetahuan dan sikap perilaku masyarakat memegang peranan penting dalam pencegahan dan penurunan kasus DBD. Tujuan: Menurunkan angka kesakitan DBD melalui upaya pelatihan kader jumantik dan kegiatan bersih desa. Metode: Deskriptif observational yang dilakukan pada Januari-Februari  tahun 2023. Populasi yaitu seluruh warga yang ada di Dusun Tambakrejo yaitu sebanyak 288 warga. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil sebesar 220 warga Dusun Tambakrejo. Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Hasil: Berdasarkan data yang ditemukan dilapangan terdapat 5 masalah kesehatan yang sering terjadi meliputi hipertensi (15,5 %), DBD (4,5%), stroke (3,2%), ISPA (2,3%), dan gastritis (1,4%). Kegiatan pembentukan kader dihasilkan 11 kader yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT. Kegiatan yang kedua yaitu kegiatan bersih desa yang diikuti oleh seluruh warga. Kesimpulan: Sebelum dan sesudah diberikan pelatihan penyampaian materi kepada  kader jumantik diketahui bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan sebesar (81.8%). Kata kunci: demam berdarah dengue, kader jumantik, pelatihan ___________________________________________________________________________________ Abstract Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus infection which is still a public health problem in Indonesia. Dengue hemorrhagic fever is a problem that is closely related to behavioral problems. The level of knowledge and behavioral attitudes of the community play an important role in preventing and reducing dengue cases. Objective: Reducing DHF morbidity rates through Health Volunteer training and village clean-up activities. Method: Descriptive observational conducted in January-February 2023. The population is all residents in Tambakrejo Village, namely 288 residents. Sample calculations used the Slovin formula with results of 220 residents of Tambakrejo Village. The sampling method uses random sampling. Result: Based on data found in the field, 5 health problems often occur, including hypertension (15.5%), dengue fever (4.5%), stroke (3.2%), ISPA (2.3%), and gastritis (1, 4%). The activity to form health volunteers produced 11 volunteers who were representatives from each residence. The second activity is a village cleanup activity which is participated in by all residents.. Conclusion: Before and after being given training in delivering material to Jumantik health volunteers, it was found that there was an increase in the level of knowledge by (81.8%). Keywords: dengue hemorrhagic fever, jumantik volunteer, training
Peningkatan Ketrampilan dalam Pembuatan Eco-print Bagi Ibu-Ibu Anggota Gapoktan Mekar Makmur dan PIKK Maratushsholihah Kelurahan Krapyak Semarang Maharani, Endang Tri Wahyuni; Adhimah, Dewi Rokhmatul; Febriansyah, Moch. Rizky; Triyono, Triyono; Sazuana, Yumi; Sari, Sintia; Hikmah, Annisa Nurul; Pramesti, Novia Eka; Mukaromah, Ana Hidayati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.286

Abstract

Latar Belakang: Pembuatan kain batik eco-print menggunakan pewarna dan motifnya berasal dari berbagai bentuk daun, batang, dan akar dari tanaman alami. Motif batik dengan berbagai warna menarik dan terkesan berbeda karena polanya yang unik dan nilai jualnya yang tinggi. Sebagai mitra adalah Gapoktan Mekar Makmur di kelurahan Krapyak Semarang. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui cara managemen usaha, mengetahui cara pemasaran hasil produksi serta dapat meningkatkan pendapatan. Metode: Desain pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah tentang tahapan dalam pembuatan batik eco-print, managemen usaha dan praktek pembuatan batik eco-print. Tes dilakukan sebelum dan setelah kegiatan, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini mendukung tujuan indikator kinerja utama yaitu dosen untuk mengajar di luar kampus dan menerapkan temuan penelitiannya di masyarakat. Mahasiwa mendapatkan pengalaman belajar di masyarakat dan dapat menerapkan pengetahuan mereka dari kampus ke masyarakat. Hasil: Kegiatan pembuatan eco-print pada tanggal 1 Oktober 2023 di Balai RW6 dengan jumlah peserta 19 orang, meliputi anggota Gapoktan dan PIKK Maratushsholihah. Nilai rata-rata responden sebelum pelatihan adalah 63,16 dan setelah pelatihan 94,21. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat tentang eco-print dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta dapat meningkatkan pendapatan anggota Gapoktan dan PIKK Maratushsholihah. Kegiatan ini direkomendasikan dilanjutkan untuk keberlangsungan program PKM. Kata kunci: gapoktan, pelatihan eco-print, PIKK Maratushsholihah _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Making eco-print batik cloth uses dyes and motifs derived from various forms of leaves, stems, and roots from natural plants. Batik motifs with various colors are attractive and seem different because of their unique patterns and high selling value. As a partner is Gapoktan Mekar Makmur in the Krapyak sub-district, Semarang. Objective:  To increase knowledge and know how to manage a business, know how to market production, and increase income. Method: The community service design uses a lecture method about the stages of making eco-print batik, business management, and the practice of making eco-print batik. Tests are carried out before and after the activity so that increased knowledge is obtained. This community service supports the goal of the main performance indicator, namely lecturers to teach outside campus and apply their research findings in the community. Students gain learning experience in the community and can apply their knowledge from campus to the community. Result: Eco-print-making activity on October 1 2023 at Balai RW6 with 19 participants including members of Gapoktan and PIKK Maratushsholihah. The average score of respondents before the training was 63.16 and after the training 94.21. Conclusion: Community service activities regarding eco-print can increase knowledge and skills and can increase income. It is recommended that this activity be continued for the sustainability of the PKM program. Keywords: gapoktan, eco-print training, PIKK Maratushsholihah

Page 1 of 2 | Total Record : 14