cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2024): Juli" : 7 Documents clear
Peningkatan Pengetahuan Bahaya Hipertensi Dengan Edukasi Pada Ibu Pra Lansia di Dusun Bangunsari Nugroho, Aditya Rahardian; Rahma, Kholisa; Aviqo, Ayyik Ayyida Nur; Pradana, Mohammad Rafi Putra; Desinata, Agil Fitri; Kusumawati, Dina Agustina; Nafisah, Safira Alifia; Cahyaningtyas, Annisa; Salsabila, Varissa; Agustina, Dwi; Aprilia, Cindy
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.339

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular  yang menjadi penyebab utama kematian yang mengancam seluruh dunia, karena itu penyakit hipertensi masih menjadi prioritas dunia di dalam dunia Kesehatan. Pralansia sering mengalami hipertensi, dan tekanan sistoliknya biasanya meningkat. Batasan hipertensi menunjukkan bahwa 23% wanita pralansia dan 14% pria berusia lebih dari 65 tahun mengalami hipertensi. Hipertensi meningkatkan risiko berbagai komplikasi pada pralansia. Wanita pralansia yang menderita hipertensi memiliki risiko stroke yang paling tinggi.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan pola hidup berbasis sehat warga Dusun Bangunsari, Desa Badran,Kecamatan Kranggan,Kabupaten Temanggung agar dapat mencegah penyakit hipertensi. Metode: : Penelitian ini dilakukan secara observasional  dengan pendekatan cross sectional dengan tujuan mengetahui status kesehatan pada warga dusun bangunsari. Sampel penelitian ini adalah bagian dari populasi yang ditentukan dengan teknik proporsional random sampling dan mendapatkan hasil sebanyak 112 sampel.  Variabel yang diteliti terdiri dari variabel terikat yaitu kejadian hipertensi dan variabel bebas yaitu aktivitas fisik. Hasil: Hasil dari intervensi program senam bersama dan pengecekan tekanan darah  yang bertujuan untuk mengurangi faktor risiko hipertensi, hasil penyuluhan yang kami dapat adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit hipertensi. menunjukkan bahwa p-value untuk skor pre-test 0,002 dan p-value skor post-test 0,000 dan menunjukkan p-value 0,003 yang mempunyai makna terdapat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah adanya penyuluhan. Kesimpulan: Hasil intervensi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok, pentingnya pemeriksaan tekanan darah, manfaat aktivitas fisik, dan pola makan sehat  pada warga Dusun Bangunsari. Kata kunci: hipertensi, penyuluhan, sistolik __________________________________________________________________________ Abstract Backgorund: Hypertension is one of the non-communicable diseases that is the main cause of death threatening the whole world, therefore hypertension is still a world priority in the world of health. Pralansia often has hypertension, and their systolic pressure is usually elevated. The limitations of hypertension show that 23% of pralansia women and 14% of men aged over 65 years have hypertension. Hypertension increases the risk of various complications in the elderly. Elderly women who suffer from hypertension have the highest risk of stroke. Objective: To increase the knowledge of healthy lifestyle of Bangunsari Hamlet residents, Badran Village, Kranggan District, Temanggung Regency in order to prevent hypertension. Method: This study was conducted observational with a cross-sectional approach with the aim of knowing the health status of residents of Bangunsari hamlet. The sample of this study was part of the population determined by proportional random sampling technique and obtained results as many as 112 samples.  The variables studied consisted of the dependent variable, namely the incidence of hypertension and the independent variable, namely physical activity. Result: The results of the joint gymnastics program intervention and blood pressure checking which aims to reduce the risk factors for hypertension, the results of the counseling that we get are increasing community knowledge of hypertension. shows that the p-value for the pre-test score is 0.002 and the p-value for the post-test score is 0.000 and shows a p-value of 0.003 which means that there is a difference in knowledge scores before and after counseling. Conclusion: The results of the intervention showed that there was an increase in knowledge and public awareness about the dangers of smoking, the importance of blood pressure checks, the benefits of physical activity, and a healthy diet in Bangunsari Hamlet residents. Keywords: hypertension, counseling, systolic
Upaya Pencegahan Hipertensi di Dusun Surodadi, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung Nugroho, Fadhila Rahman; Wulandari, Sri; Enjela, Ririn; Putra, W. Muhammad Surya; Tuzzaroh, Delasta Putri Ika; Putri, Tamara Kusuma; Zulfiana, Anggitia Rahma; Andika, Rama; Nadzira, Kaila Afif; Amalia, Navisyah Dwi; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.346

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan di dunia yang juga disebut sebagai the silent killer yaitu penyakit mematikan tanpa adanya tanda dan gejala yang spesifik. Faktor penyebab penyakit tidak menular hipertensi disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan (konsumsi garam berlebihan), kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok yang menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dengan harapan dapat mencegah peningkatan kasus hipertensi di Dusun Surodadi, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Metode: Deskriptif observasi yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi yang terdapat di Dusun Surodadi sebanyak 318 Kartu Keluarga dengan perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dihasilkan sebesar 180 Kartu Keluarga. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode penyuluhan mengenai hipetensi menggunakan ceramah dan media leaflet. Hasil: Berdasarkan data primer yang ditemukan terdapat 5 masalah kesehatan meliputi Hipertensi (12,8%), Diabetes Mellitus (6,7%), Kanker (2,2%), serta Stroke dan Jantung (1,7%). Hasil pre-test pengetahuan peserta mengenai hipertensi yang termasuk kategori kurang sebesar 56,9%, pengetahuan cukup dan baik sebesar 25%. Setelah diberikan penyuluhan hipertensi terdapat post-test dengan hasil seluruh peserta memiliki pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan, medical check-up, senam, serta poster dan leaflet berhasil meningkatkan pengetahuan dan kepedulian Masyarakat mengenai hipertensi. Kata kunci: hipertensi, penyuluhan, tekanan darah _________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is one of the health problems in the world that is also referred to as the silent killer, which is a deadly disease without specific signs and symptoms. Factors causing non-communicable diseases of hypertension are caused by unhealthy lifestyles, such as diet (excessive salt consumption), lack of physical activity, and smoking habits that lead to the occurrence of hypertension. Objective: To increase community knowledge related to hypertension in the hope of preventing an increase in hypertension cases in Surodadi Hamlet, Bengkal Village, Kranggan District, Temanggung Regency. Method: Descriptive observation conducted in January-February 2024. The population in Surodadi Hamlet was 318 family cards with a sample calculation using the Slovin formula resulting in 180 family cards. The sampling method used purposive sampling. The method of counseling about hypetension uses lectures and leaflet media. Result: Based on primary data found there are 5 health problems including Hypertension (12.8%), Diabetes Mellitus (6.7%), Cancer (2.2%), and Stroke and Heart (1.7%). The pre-test results of the participants' knowledge about hypertension which was categorized as lacking amounted to 56.9%, sufficient and good knowledge amounted to 25%. After being given hypertension counseling, there was a post-test with the results of all participants having good knowledge. Conclusion: Counseling activities, medical check-ups, gymnastics, as well as posters and leaflets succeeded in increasing the knowledge and awareness of the community regarding hypertension. Keywords: hypertension, counseling, blood pressure
Pemberian Edukasi Kesehatan Mengenai Obesitas pada Keluarga di Kelurahan Sendangmulyo Semarang Arimbi; Arti, Dwi Windu Kinanti; Kuniati, Retno; Failasufa, Hayyu; Harniati, Etny Dyah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.356

Abstract

Latar belakang: Obesitas terjadi akibat dari penimbunan lemak berlebihan dan sekarang telah mejadi masalah global yang berdampak pada dua miliar penduduk dunia. Obesitas sebagian besar dapat dicegah, memahami faktor penentu dan faktor risiko obesitas. Tujuan: Untuk menigkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan faktor risiko dan sosial determinan obesitas. Metode: Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu memberikan intervensi, melakukan evaluasi terhadap hasil intervensi dan melakukan umpan balik, serat yang terakhir pembuatan laporan. Hasil: Dari hasil pemeriksaan fisik menunjukan bahwa 6 orang mengalami obesitas., selain itu ada peningkatan pengetahuan setelah intervensi berupa edukasi obesitas. Rata-rata peningkatan pengetahuan sebanyak 28,9 setelah diberikan edukasi. Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan mengenai obesitas meningkat setelah mendapatkan edukasi. Kata kunci: edukasi, pengetahuan, obesitas _____________________________________________________________________ Abstract Background: Obesity occurs as a result of excessive fat accumulation and has now become a global problem that affects two billion of the world's population. Obesity is largely preventable, understanding the determinants and risk factors for obesity. Objective: To increase public knowledge regarding prevention of risk factors and social determinants of obesity. Method: Activities are carried out in three stages, namely providing intervention, evaluating the results of the intervention and providing feedback, and finally making a report. Result: The results of the physical examination showed that 6 people were obese. Apart from that, there was an increase in knowledge after intervention in the form of obesity education. The average increase in knowledge was 28.9 after being given education. Conclusion: Health knowledge about obesity increases after receiving education.  Keywords: education, knowledge, obesity
Taman Baca Masyarakat Sebagai Pusat Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Cipadang, Lebak-Banten Lestari, Anggriyani Tri; Hajidah, Imamah Hastiati; Indra, Aldi Alpian; Yusuf, Muhammad Sulaiman; Perdana, Purnama Rika
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.595

Abstract

Latar belakang: Salah satu program kerja unggulan dalam kegiatan KKN Desa Cipadang dalam bidang pendidikan yaitu membangun Taman Baca Masyarakat. Program Taman Baca Masyarakat ini selain merupakan upaya mendukung gerakan literasi nasional, juga dilatarbelakangi oleh keterbatasan sarana dan prasarana literasi dan belum tersedianya taman baca bagi anak-anak Desa Cipadang dan juga kurangnya motivasi pendidikan dan rendahnya minat belajar serta minimnya akses bacaan bagi anak-anak terutama masyarakat desa Cipadang. Tujuan: Membentuk Taman Bacaan Masyarakat sebagai upaya meningkatkan minat literasi. Metode: Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). PAR adalah metode pengabdian berbasis riset yang dilaksanakan oleh komunitas pada lingkungan masyarakat sebagai partisipan yang aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian. PAR memiliki tiga komponen, yang terdiri dari: metodologi riset, aksi, dan partisipasi, yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: pemetaan dan identifikasi masalah, focus group discussion, persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Hasil: Program kegiatan melalui Taman Baca Masyarakat ini memberikan kebermanfaatan yang sangat positif bagi masyarakat Desa Cipadang pada umumnya dan anak-anak desa cipadang pada khususnya. Beberapa kegiatan dalam pengembangan literasi yang telah dilakukan dalam program pengabdian masyarakat Desa Cipadang di Taman Baca Masyarakat ini yaitu: 1) Pendirian dan peresmian Taman Baca Masyarakat Desa Cipadang, 2) Peningkatan Akses dan Minat Baca 3) Pemberdayaan Ketrampilan Taman Baca Masyarakat (TBM) 4) Keterlibatan Komunitas Taman Baca Masyarakat (TBM) 5) Rekomendasi Keberlanjutan Taman Baca. Kesimpulan: Pelaksanaan program Taman Bacaan dapat meningkatkan minat literasi bagi masyarakat Desa Cipadang. Kata kunci: literasi, taman baca masyarakat, PAR ______________________________________________________________ Abstract Background: One of the leading work programs in the Cipadang Village Community Service Program in the field of education is building a Community Reading Park. This Community Reading Park program, in addition to being an effort to support the national literacy movement, is also motivated by the limited literacy facilities and infrastructure and the unavailability of a reading park for children in Cipadang Village and also the lack of educational motivation and low interest in learning and minimal access to reading for children, especially the people of Cipadang Village. Objective: To establish a Community Reading Park as an effort to increase literacy interest. Method: The implementation of this community service program uses the Participatory Action Research (PAR) method. PAR is a research-based service method carried out by the community in the community environment as participants who are actively involved in service activities. PAR has three components, consisting of: research methodology, action, and participation, which consist of several stages, namely: mapping and identifying problems, focus group discussions, preparation, socialization, implementation, monitoring, and evaluation. Result: The activity program through this Community Reading Park provides very positive benefits for the people of Cipadang Village in general and the children of Cipadang Village in particular. Several activities in literacy development that have been carried out in the community service program of Cipadang Village in the Community Reading Park are: 1) Establishment and inauguration of the Cipadang Village Community Reading Park, 2) Increasing Access and Interest in Reading 3) Empowerment of Community Reading Park (TBM) Skills 4) Community Involvement of the Community Reading Park (TBM) 5) Recommendations for the Sustainability of the Reading Park. Conclusion: The implementation of the Reading Park program can increase literacy interest for the people of Cipadang Village. Keywords: literacy, community reading park, PAR
Skrining Hipertensi pada Lansia: Deteksi Dini untuk Peningkatan Kualitas Hidup Febriyanti, Lisa Amelia; Malikurrizki, Bagas; Avishena, Hima; Ika Tuzzaroh, Delasta Putri; Setyaningrum, Febriana Bella; Sartika, Lintang Dwi; Rayhan, Muhammad Naufal; Korniawati, Linda; Farahdiba, Almira; Fauzi, Ridwan Al; Lumayung, Yodya; Pramudita, Monika Candra; Puspita, Amanda Citra Dewi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.696

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Skrining hipertensi pada lansia merupakan langkah penting dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas dan manfaat skrining hipertensi rutin pada lansia. Metode: Skrining hipertensi dilakukan dengan mengukur tekanan darah yang melibatkan 151 lansia berusia 60 tahun ke atas. Selanjutnya diberikan edukasi tentang penyakit hipertensi dan cara pencegahannya. Hasil: sebagian besar masyarakat desa grogolan menderita hipertensi sebanyak 94 orang (62,3%) sedangkan yang tidak menderita hipertensi sebanyak 57 (37,7%). Skrining ini juga meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya pengendalian tekanan darah.. Kesimpulan: skrining hipertensi rutin efektif dalam deteksi dini dan edukasi lansia, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup lansia. Kata kunci: skrining hipertensi, lansia, posyandu _____________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a global health problem whose prevalence increases with age. Hypertension screening in the elderly is an important step in the early detection and prevention of complications. Objective: To determine the effectiveness and benefits of routine hypertension screening in the elderly. Method: Hypertension screening measured blood pressure in 151 elderly individuals aged 60 years and over. Furthermore, education was provided about hypertension and how to prevent it. Result: most of the people of Grogolan village suffered from hypertension, as many as 94 people (62.3%), while those who did not suffer from hypertension were 57 (37.7%). This screening also increased the awareness of the elderly about the importance of controlling blood pressure. Conclusion: Routine hypertension screening is effective in early detection and education of the elderly, thus improving the quality of life of the elderly. Keywords: hypertension screening, elderly, integrated health post
Student-Care Permitha: Layanan Bantuan Kesehatan Mental Untuk Mahasiswa Asing di Thailand Chakim, Irfanul; Pumpaibool, Tepanata
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.701

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa Indonesia dan internasional di Thailand mengalami tantangan kesehatan mental yang signifikan. Survei menunjukkan lebih dari 40% mengalami depresi dan kecemasan, serta lebih dari separuh memiliki kualitas hidup yang rendah. Tujuan: Program ini bertujuan menyediakan layanan edukasi dan pemantauan kesehatan mental yang mudah diakses dan berkelanjutan bagi mahasiswa Indonesia di Thailand. Metode: Kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan PERMITHA, meliputi edukasi daring, penyuluhan kesehatan mental, asesmen mandiri berbasis WHO, dan layanan konsultasi WhatsApp. Website pemantauan kesehatan mental juga dikembangkan, dengan mitra sebagai admin dan tim pengabdian sebagai super admin. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pemantauan asesmen mandiri. Hasil: Program disambut positif oleh PERMITHA dan direncanakan menjadi program tahunan. Sebanyak 40,83% responden mengalami depresi, 44,19% mengalami kecemasan, dan 74,16% memiliki kualitas hidup psikologis yang buruk. Website mendukung pemantauan berkelanjutan oleh mitra. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan dukungan kesehatan mental. Direkomendasikan untuk memperluas layanan konsultasi dan kampanye edukasi secara digital guna menjangkau lebih banyak mahasiswa di Thailand. Kata kunci: kesehatan mental, mahasiswa indonesia, kualitas hidup, pengabdian masyarakat, permitha ________________________________________________________________________ Abstract Background: Indonesian and international students in Thailand face significant mental health challenges. Survey data revealed that over 40% experienced depression and anxiety, and more than half reported poor quality of life. Objective: This program aimed to provide accessible and sustainable mental health education and monitoring services for Indonesian students in Thailand. Method: In collaboration with PERMITHA, the program included online mental health education sessions, WHO-based self-assessments, and a WhatsApp-based counseling service. A mental health monitoring website was also developed, where partners serve as admins and the community service team as super admin. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, and regular monitoring of self-assessment results. Result: The program was well received by PERMITHA and is planned to become an annual initiative. Survey findings showed that 40.83% of respondents experienced depression, 44.19% reported anxiety, and 74.16% had poor psychological quality of life. The website enables continuous mental health monitoring by the partner organization. Conclusion: This program effectively raised awareness and support for student mental health. It is recommended to expand the consultation service and develop digital campaigns to reach a broader audience of students in Thailand. Keywords: mental health, indonesian students, quality of life, community service, permitha
Evaluasi Pasca Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Pada Tenaga Kesehatan Tingkat Pertama di Jawa Tengah Sayono; Rusmitasari, Heni; Suyoto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i3.702

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan komponen penting dalam pencegahan stunting dan peningkatan status gizi balita. Pelatihan PMBA bagi kader dan ibu balita telah dilaksanakan sebelumnya, namun diperlukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelatihan tersebut terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil evaluasi pasca pelatihan PMBA dan mendorong tindak lanjut peningkatan kapasitas kader serta ibu balita dalam praktik PMBA. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui telaah data hasil evaluasi pasca pelatihan PMBA yang melibatkan kader dan ibu balita di wilayah binaan. Analisis data mencakup perbandingan nilai pre dan post test pengetahuan, sikap, dan praktik peserta pelatihan, serta penyusunan laporan hasil evaluasi sebagai dasar advokasi kegiatan lanjutan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada seluruh aspek: pengetahuan (67,2 menjadi 84,5), sikap (70,4 menjadi 86,3), dan praktik (60,3 menjadi 74,2). Data ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan PMBA. Kesimpulan: Evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan PMBA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta. Kegiatan pengabdian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan lanjutan serta pendampingan rutin guna memperkuat penerapan PMBA di masyarakat. Kata kunci: evaluasi pelatihan, makan bayi dan anak, kader posyandu, praktik gizi balita _______________________________________________________________________ Abstract Background: Infant and Young Child Feeding (IYCF) is a critical component in preventing stunting and improving the nutritional status of children under five. IYCF training for community health volunteers and mothers of toddlers has been conducted previously, but an evaluation is needed to determine the effectiveness of the training in changing participants’ knowledge, attitudes, and practices. Objective: This community service activity aims to disseminate the results of the post-training evaluation of IYCF and to encourage follow-up efforts to strengthen the capacity of health volunteers and mothers in practicing appropriate IYCF. Method: This activity was conducted through a review of post-training evaluation data involving health volunteers and mothers in a designated area. Data analysis included comparisons of pre- and post-test scores for participants’ knowledge, attitudes, and practices, followed by compiling an evaluation report to serve as a basis for advocacy and follow-up programs. Result: The evaluation showed an increase in the average scores across all aspects: knowledge (from 67.2 to 84.5), attitude (from 70.4 to 86.3), and practice (from 60.3 to 74.2). These findings indicate a positive impact of the training on the capacity of health volunteers and mothers in implementing IYCF. Conclusion: The evaluation indicates that IYCF training was effective in improving participants’ knowledge, attitudes, and practices. This community service activity recommends further training and regular mentoring to strengthen the implementation of IYCF at the community level. Keywords: training evaluation, infant and young child feeding, community health volunteers, child nutrition practices

Page 1 of 1 | Total Record : 7