cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 348 Documents
Penggunaan Media Roda Baca Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SDI Pangkabinanga Kecematan  Pallangga Kabupaten Gowa Tangahu, Wahyu Ayuningsi Tangahu; Hamsiah, Andi Hamsiah; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media roda baca dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SD Inpres Pangkabinanga, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I yang berjumlah 62 orang, dengan pembagian 30 siswa sebagai kelas kontrol dan 32 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan membaca permulaan, lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media roda baca dan yang tidak menggunakannya, dengan nilai signifikansi 0,016 < 0,05. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (79,53) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (72). Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penghambat dalam penggunaan media, antara lain keterbatasan jumlah media, manajemen waktu, dan keterbatasan pendampingan guru secara individual. Dengan demikian, media roda baca terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran membaca permulaan yang interaktif dan menyenangkan, namun implementasinya memerlukan dukungan sarana yang memadai dan strategi pengelolaan kelas yang optimal. This study aims to analyze the effectiveness of the use of the reading wheel media in improving the beginning reading skills of Grade I students at SD Inpres Pangkabinanga, Gowa Regency. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design using the Nonequivalent Control Group Design model. The population comprised all first-grade students totaling 62, with 30 students as the control group and 32 as the experimental group. Research instruments included beginning reading ability tests, observation sheets, questionnaires, and documentation. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests with the aid of SPSS version 30. The results showed a significant difference between the class using the reading wheel media and the class that did not, with a significance value of 0.016 < 0.05. The posttest mean score of the experimental class (79.53) was higher than that of the control class (72). The study also identified inhibiting factors in the media’s use, including limited media availability, time management issues, and the teacher’s limited capacity to provide individual guidance. Therefore, the reading wheel media is proven to be an effective and engaging alternative for beginning reading instruction, though its implementation requires sufficient resources and optimal classroom management strategies.
Efektivitas Media Pembelajaran Digital Canva Terhadap Keterampilan Literasi Menulis Karangan Deskripsi Siswa Sd Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Safitri, Suci Safitri; Muhammadiah, Mas'ud; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran digital Canva terhadap keterampilan literasi menulis karangan deskripsi siswa sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Permasalahan rendahnya kemampuan menulis deskripsi di kalangan siswa sekolah dasar menuntut adanya inovasi media yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment), melibatkan dua sekolah dasar sebagai subjek penelitian, yaitu UPT SPF SD Inpres BTN Pemda dan UPT SPF SD Negeri Gunung Sari II. Data diperoleh melalui tes menulis karangan deskripsi yang dilaksanakan sebelum dan sesudah perlakuan, lalu dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen, yang menunjukkan peningkatan kemampuan menulis setelah menggunakan media Canva. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media Canva dapat menjadi alternatif pembelajaran efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa, terutama dalam menyusun karangan deskriptif. Media ini membantu siswa dalam mengorganisasi ide, memvisualisasikan gagasan, serta meningkatkan motivasi belajar. Oleh karena itu, penerapan media digital seperti Canva sangat relevan dalam upaya memperkuat literasi di jenjang pendidikan dasar. This study aims to analyze the effectiveness of Canva digital learning media on descriptive writing literacy skills among elementary school students in Rappocini District, Makassar City. The issue of low descriptive writing ability among elementary students necessitates innovative and interactive media that align with 21st-century learners' characteristics. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving two elementary schools as research subjects: UPT SPF SD Inpres BTN Pemda and UPT SPF SD Negeri Gunung Sari II. Data were collected through descriptive writing tests conducted before and after the treatment, and then analyzed using t-tests. The results showed a significant difference between pretest and posttest scores in the experimental group, indicating an improvement in writing skills following the use of Canva. These findings confirm that Canva serves as an effective alternative medium for enhancing students' writing abilities, particularly in descriptive compositions. The media facilitates idea organization, visual representation of thoughts, and increases student learning motivation. Therefore, the integration of digital media like Canva is highly relevant in efforts to strengthen literacy at the elementary education level.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Dan Profesional Terhadap Kinerja Guru Tersertifikasi Di Gugus V Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Basri, Zainuddin; Yunus, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru tersertifikasi di Gugus V Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Kompetensi pedagogik mencerminkan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, sedangkan kompetensi profesional mencerminkan penguasaan materi dan kemampuan mengembangkan profesi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah 35 guru tersertifikasi di lima sekolah dasar negeri. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah divalidasi melalui uji ahli dan diuji reliabilitasnya menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, sedangkan kompetensi profesional juga berpengaruh namun dalam tingkat kontribusi yang lebih rendah. Secara simultan, kedua kompetensi tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi guru secara menyeluruh, baik dari sisi pedagogik maupun profesional, menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi melalui pelatihan yang terintegrasi dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan sangat direkomendasikan sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas guru tersertifikasi di lingkungan sekolah dasar. This study aims to analyze the influence of pedagogical competence and professional competence on the performance of certified teachers in Cluster V of Tamalanrea District, Makassar City. Pedagogical competence reflects the teacher's ability to design, implement, and evaluate learning processes that align with students’ characteristics, while professional competence refers to the mastery of subject matter and the ability to develop the teaching profession continuously. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The study population consisted of 35 certified teachers from five public elementary schools. Data were collected through a validated Likert-scale questionnaire, with instrument reliability tested using SPSS version 27. Regression analysis revealed that pedagogical competence had a significant influence on teacher performance, while professional competence also had a positive effect but to a lesser extent. Simultaneously, both competencies significantly affected overall teacher performance. These findings highlight that the comprehensive improvement of teacher competence, both pedagogical and professional, is crucial in enhancing educational quality. Therefore, strengthening competencies through integrated training programs and continuous institutional support is strongly recommended as a strategic effort to improve the quality of certified teachers in primary education settings.
Analisis Pelaksanaan Observasi Kelas Berbasis Platform Merdeka Mengajar Pada Guru UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar Sudirman, Sudirman M; Bakri, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan observasi kelas berbasis Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada guru UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar serta mengidentifikasi dampaknya terhadap profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya transformasi supervisi akademik dari pola konvensional menuju pendekatan digital yang lebih reflektif dan kolaboratif. Observasi kelas merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran, sementara PMM hadir sebagai inovasi teknologi yang memfasilitasi proses observasi secara terstruktur, efisien, dan terdokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta pengawas. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan observasi berbasis PMM mampu meningkatkan kesadaran reflektif guru, memperkuat kolaborasi antara guru dan kepala sekolah, serta menciptakan budaya supervisi yang transparan dan profesional. Penggunaan platform digital ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran karena guru dapat menyesuaikan metode mengajar berdasarkan hasil observasi dan umpan balik. Penelitian ini menegaskan pentingnya digitalisasi supervisi akademik sebagai sarana pembinaan berkelanjutan yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan penguatan profesionalisme guru di era pendidikan modern. This study aims to analyze the implementation of classroom observation through the Merdeka Mengajar Platform (PMM) among teachers at UPT SPF SD Negeri Bontojai, Makassar City, and to identify its impact on teacher professionalism and learning quality. The study was motivated by the growing need to transform academic supervision from conventional practices toward a more digital, reflective, and collaborative model. Classroom observation serves as a crucial instrument for improving teaching quality, while PMM represents a technological innovation that enables the observation process to be conducted in a structured, efficient, and well-documented manner. This research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and documentation involving principals, teachers, and school supervisors. The data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and inductive conclusion drawing. The findings reveal that implementing PMM-based observation enhances teachers’ reflective awareness, strengthens collaboration between teachers and principals, and promotes a more transparent and professional supervision culture. The digital platform also contributes to improved learning quality, as teachers can adapt instructional methods based on observation results and feedback. The study emphasizes the importance of digitalizing academic supervision as a sustainable professional development tool that aligns with the principles of the Merdeka Curriculum and supports the enhancement of teacher professionalism in the modern education era.
Keterampilan Coaching Kepala Sekolah Dalam Supervisi Akademik Untuk Peningkatan Kinerja Guru Di Sekolah Penggerak SD Kota Makassar Amban, Titi Harti; Yunus, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan coaching kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik serta implikasinya terhadap peningkatan kinerja guru di Sekolah Penggerak SD Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya transformasi supervisi akademik dari pendekatan konvensional yang bersifat evaluatif menuju pendekatan pembinaan reflektif yang menekankan kolaborasi dan pemberdayaan guru. Keterampilan coaching menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan supervisi akademik karena kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam membantu guru mengidentifikasi potensi, merumuskan solusi pembelajaran, serta mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan pengawas. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin validitas hasil penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang memiliki keterampilan coaching yang baik mampu melaksanakan supervisi akademik secara efektif dan reflektif. Pendekatan coaching menciptakan hubungan profesional yang dilandasi kepercayaan, komunikasi empatik, dan kolaborasi antara kepala sekolah dan guru. Guru yang mengikuti proses coaching menunjukkan peningkatan kinerja dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Selain itu, coaching juga meningkatkan motivasi dan kesadaran reflektif guru dalam memperbaiki praktik mengajar. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan coaching kepala sekolah berperan strategis dalam menciptakan budaya supervisi akademik yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan Sekolah Penggerak This study aims to analyze the coaching skills of school principals in the implementation of academic supervision and their implications for improving teacher performance in the Sekolah Penggerak (Driving School) program at elementary schools in Makassar City. The study is grounded in the importance of transforming academic supervision from a conventional evaluative model into a reflective and collaborative approach that empowers teachers as professional learners. Coaching skills play a pivotal role in determining the success of supervision since principals act as facilitators who assist teachers in identifying their strengths, formulating instructional solutions, and developing professional competencies continuously. This research employed a qualitative descriptive method with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving principals, teachers, and supervisors. The data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing, supported by source and methodological triangulation to ensure data validity. The findings reveal that principals who possess effective coaching skills can conduct academic supervision in a reflective, empowering, and collaborative manner. The coaching approach fosters professional relationships grounded in trust, empathy, and open communication. Teachers who engage in the coaching process demonstrate improvements in planning, implementing, and evaluating student-centered instruction. Moreover, coaching enhances teachers’ motivation, reflective awareness, and willingness to innovate in their teaching practices. This study concludes that the coaching competence of school principals plays a strategic role in establishing a humanistic and sustainable academic supervision culture, thereby contributing to the overall improvement of teacher performance and the success of the Sekolah Penggerak initiative.
Optimalisasi Peran Guru Penggerak Sebagai Fasilitator Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Taraf Pendidikan Sekolah Dasar Linawati, Linawati; Yunus, Muhammad; Agusniati, Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6186

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan transformatif dalam sistem pendidikan Indonesia yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, diferensiasi, serta penguatan karakter dan kompetensi. Dalam kerangka tersebut, guru penggerak diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memfasilitasi transformasi pembelajaran di satuan pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru penggerak sebagai fasilitator dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian mencakup tiga sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memainkan peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Mereka juga memfasilitasi inovasi pembelajaran dan mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sekolah. Namun, tantangan seperti keterbatasan sarana, resistensi dari rekan sejawat, serta beban administratif yang tinggi masih menjadi kendala utama. Meskipun demikian, dampak positif terlihat dalam peningkatan kualitas interaksi pembelajaran, kompetensi pedagogik guru, dan budaya belajar yang adaptif. Oleh karena itu, dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan pemerataan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan peran strategis guru penggerak dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. The Merdeka Curriculum is a transformative policy within the Indonesian education system, emphasizing student-centered learning, differentiation, and the development of character and competencies. Within this framework, guru penggerak (teacher leaders) are expected to serve as change agents who facilitate the implementation of innovative and meaningful learning processes, particularly at the elementary school level. This study aims to analyze the role of guru penggerak as learning facilitators in the implementation of the Merdeka Curriculum, with particular focus on the challenges faced and its impact on learning quality. The research used a qualitative approach with a case study design, involving three elementary schools in the Rappocini District, Makassar City. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed thematically. The findings indicate that guru penggerak play a crucial role in promoting independent and collaborative learning, as well as encouraging stakeholder engagement. They also facilitate pedagogical innovation and contribute to a student-focused learning environment. However, key challenges include limited resources, internal resistance from peers, and high administrative workloads. Despite these obstacles, the impact on student engagement, teacher pedagogical competence, and adaptive learning culture is evidently positive. The study concludes that policy support, ongoing professional development, and equitable infrastructure are essential to optimize the strategic role of guru penggerak in implementing the Merdeka Curriculum effectively.
Pengaruh Kecerdasan Majemuk Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ips Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Di Kecamatan Lau Kabupaten Maros Muhklis, Muhklis; Bakri, Muhammad; Agusniati, Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6187

Abstract

Prestasi belajar IPS peserta didik sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek kognitif dan afektif. Salah satu pendekatan untuk memahami keberagaman potensi peserta didik adalah melalui teori kecerdasan majemuk yang dikombinasikan dengan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS siswa kelas V di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan ex post facto. Sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi angket kecerdasan majemuk, angket motivasi belajar, dan dokumentasi nilai prestasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan mencakup statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kecerdasan majemuk siswa berada dalam kategori sedang dengan rata-rata 80,12%; (2) motivasi belajar siswa juga berada pada kategori sedang dengan rata-rata 71,72%; (3) prestasi belajar IPS siswa sebagian besar berada pada kategori sangat baik sebesar 46%. Analisis inferensial menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara kecerdasan majemuk dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS (koefisien korelasi antara 0,800–1,000), dengan kontribusi sebesar 78,5% terhadap variasi prestasi belajar. Hasil ini mengindikasikan bahwa kecerdasan majemuk dan motivasi belajar secara signifikan memengaruhi prestasi belajar IPS pada siswa kelas V di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Academic achievement in social studies (IPS) among elementary school students is influenced by both cognitive and affective factors. One theoretical lens that highlights individual differences in student potential is multiple intelligences, particularly when paired with learning motivation. This study aims to examine the relationship between multiple intelligences and learning motivation with social studies achievement among fifth-grade students in Lau Subdistrict, Maros Regency. This research employed a quantitative descriptive design with an ex post facto approach. The sample was selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through multiple intelligences and motivation questionnaires, as well as documentation of academic achievement. Data analysis included descriptive statistics and inferential statistics to assess the relationships among variables. The findings reveal that: (1) students’ multiple intelligences fall within the moderate category, with an average score of 80.12%; (2) learning motivation is also in the moderate category, averaging 71.72%; and (3) 46% of students demonstrated very good achievement in social studies. Inferential analysis indicates a strong relationship between multiple intelligences and learning motivation with academic achievement, with a correlation coefficient ranging from 0.800 to 1.000. The coefficient of determination (r² = 0.785) suggests that 78.5% of the variation in social studies achievement can be explained by the two predictor variables. These findings confirm a significant influence of multiple intelligences and learning motivation on students’ academic performance in social studies.
Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Sekolah Terhadap Keterampilan Menulis Narasi Murid Kelas V SDIT Ash-Shaff Kabupaten Takalar Musfirah, Musfirah; Madjid, Syahriah; Rampeng, Rampeng
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6189

Abstract

Keterampilan menulis narasi merupakan salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar yang perlu dikembangkan melalui lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V SDIT Ash-shaff Kabupaten Takalar. Secara spesifik, tujuan penelitian ini meliputi: (1) menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi murid, (2) menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid, dan (3) menganalisis pengaruh gabungan lingkungan keluarga dan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh murid kelas V SDIT Ash-shaff Kabupaten Takalar dan sampel sebanyak 21 orang. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi siswa. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan keterampilan menulis narasi. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga dan sekolah menjadi faktor penting dalam mengembangkan kompetensi menulis siswa secara optimal di tingkat sekolah dasar. Narrative writing is a fundamental skill in elementary-level Indonesian language education that requires support from conducive environments. This study aims to examine the influence of family and school environments on the narrative writing skills of fifth-grade students at SDIT Ash-shaff, Takalar Regency. Specifically, the objectives of this research are: (1) to analyze the influence of the family environment on students' narrative writing skills, (2) to analyze the influence of the school environment on students' narrative writing skills, and (3) to determine the combined influence of family and school environments on students' narrative writing skills. The study employs a quantitative approach, with the population comprising all fifth-grade students of SDIT Ash-shaff, and a sample of 21 students selected for analysis. Data analysis techniques include validity testing, reliability testing, multiple linear regression, t-test, F-test, and classical assumption tests. The results indicate that both family and school environments have a significant influence on students' narrative writing skills. Simultaneously, these two variables contribute positively to improving narrative writing competence. Therefore, support from both the family and the school is essential to optimizing students’ writing skills at the elementary school level.
Penerapan Metode 3-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa UPT SPF SDN Negeri Garuda Chaeruny, Rachmi; Muhammadiah, Mas’ud; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6192

Abstract

Pembelajaran menulis puisi pada sekolah dasar seringkali menghadapi tantangan dalam mengembangkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap unsur-unsur puisi (diksi, rima, pengimajian, dll). Pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang mengintegrasikan kearifan lokal masih menjadi kendala dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi secara efektif. Metode 3-N (Niteni, Nirokke, Nambahi), yang berakar pada falsafah pendidikan Ki Hadjar Dewantara, menawarkan pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal melalui observasi, imitasi, dan pengembangan ide kreatif. Namun, penerapan metode ini dalam konteks pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran 3-N terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Garuda. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan model One-Group Pretest-Posttest Design, di mana pengukuran keterampilan dilakukan sebelum dan setelah penerapan metode 3-N. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik, jenis Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji signifikansi perbedaan skor pretest dan posttest tanpa mempertimbangkan hasil pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis puisi siswa setelah penerapan metode 3-N (p<0.01). Semua siswa menunjukkan peningkatan skor yang menandakan efektivitas metode ini dalam membantu siswa memahami struktur puisi, diksi, rima, dan pengimajian. Dengan demikian, metode 3-N dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi khususnya di sekolah dasar. Teaching poetry writing in elementary schools often faces challenges in fostering students’ creativity and understanding of poetic elements (diction, rhyme, imagery, etc). Conventional teaching methods that lack integration of local wisdom hinder the effective enhancement of poetry writing skills. The 3-N method (Niteni, Nirokke, Nambahi), rooted in Ki Hadjar Dewantara’s educational philosophy, offers a culturally based learning approach through observation, imitation, and creative idea development. However, the application of this method in elementary poetry writing instruction remains limited. This study aims to analyze the effect of the 3-N learning method on improving poetry writing skills among fourth-grade students at UPT SPF SD Negeri Garuda. The research employed a One-Group Pretest-Posttest experimental design, measuring students’ skills before and after implementing the 3-N method. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess the significance of differences between pretest and posttest scores without considering the results of classical assumption testing. Results indicate a significant improvement in students’ poetry writing skills following the application of the 3-N method (p<0.01). All students showed increased scores, demonstrating the method’s effectiveness in helping students understand poem structure, diction, rhyme, and imagery. Therefore, the 3-N method can be considered an innovative alternative to enhance poetry writing skills in elementary education.
Implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Literasi Dan Numerasi Di UPT SPF SDN Garuda Qasim, Rahmawati; Asdar, Asdar; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6193

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Namun, capaian kedua kemampuan tersebut di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan hasil asesmen internasional. Dalam konteks ini, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) hadir sebagai instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang berperan untuk mengukur sekaligus meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji implementasi AKM dan faktor-faktor yang memengaruhi hasilnya di tingkat sekolah dasar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kedua kemampuan tersebut di UPT SPF SDN Garuda Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Data dianalisis melalui statistik deskriptif untuk mengkategorikan tingkat kemampuan literasi dan numerasi berdasarkan skor AKM. Selanjutnya, analisis faktor dan Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk mereduksi data dan menentukan variabel utama yang berkontribusi terhadap kemampuan siswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi pada kategori sedang (49,12%), dengan 29,82% berada pada kategori rendah dan 21,05% pada kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan numerasi mayoritas siswa juga berada pada kategori sedang sebesar 59,65%, diikuti oleh kategori rendah 24,56% dan tinggi 15,79%. Temuan ini menegaskan bahwa AKM berperan penting dalam memperkuat konsep dasar, meningkatkan motivasi belajar, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dapat menunjang peningkatan literasi dan numerasi siswa. Literacy and numeracy skills are fundamental competencies essential for students’ academic success in elementary schools. However, Indonesia’s performance in these competencies remains relatively low according to international assessments. In this context, the Minimum Competency Assessment (Asesmen Kompetensi Minimum - AKM) serves as a competency-based evaluation tool designed to measure and improve students’ literacy and numeracy abilities. Despite its importance, research on AKM implementation and the factors influencing its outcomes at the elementary school level remains limited. This study aims to analyze the literacy and numeracy skills of fifth-grade students and identify key factors affecting these abilities at UPT SPF SDN Garuda, Makassar. A quantitative approach with a descriptive associative method was employed. Data were analyzed using descriptive statistics to categorize literacy and numeracy levels based on AKM scores. Factor analysis and Principal Component Analysis (PCA) were then conducted to reduce data dimensions and identify the main variables influencing student performance. The results indicate that most students’ literacy skills fall into the moderate category (49.12%), with 29.82% classified as low and 21.05% as high. Similarly, numeracy skills were predominantly moderate at 59.65%, with 24.56% low and 15.79% high. These findings highlight the significant role of AKM in reinforcing basic concepts, enhancing learning motivation, and developing critical thinking skills, all of which contribute to improved literacy and numeracy achievement.