cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 348 Documents
Penerapan Program Cinlokki Terhadap Kemampuan Literasi Siswa Di SDN Bontociniayo Kabupaten Gowa Nurniati, Nurniati; Muhammadiah, Mas’ud; Fansury, A. Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6195

Abstract

Program Cinlokki merupakan inovasi dalam pendidikan lingkungan yang bertujuan meningkatkan literasi lingkungan siswa melalui kegiatan pengumpulan sampah dan diskusi mengenai dampaknya. Meskipun berbagai pendekatan pendidikan lingkungan telah diterapkan di tingkat sekolah dasar, evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas pendekatan lokal berbasis pengalaman seperti program Cinlokki masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program Cinlokki terhadap kemampuan literasi lingkungan siswa di SDN Bontociniayo, Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan desain eksperimen Pre-Experimental dengan model One-Group Pretest-Posttest Design, dimana pretest dilaksanakan sebelum perlakuan dan posttest sesudah perlakuan untuk mengetahui efektivitas program. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji signifikansi perbedaan skor pretest dan posttest. Uji ini dipilih karena sesuai untuk menganalisis data berpasangan yang tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Melalui prosedur ini, peneliti membandingkan skor pretest dan posttest dari responden yang sama untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik setelah setelah pemberian perlakuan berupa program Cinlokki. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi lingkungan siswa setelah penerapan program Cinlokki (p<0.01). Seluruh siswa mengalami kenaikan skor, yang mengindikasikan efektivitas program dalam membantu pemahaman konsep ekologi, pengembangan keterampilan kognitif, serta pembentukan sikap dan perilaku peduli lingkungan. Dengan demikian, program Cinlokki dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan literasi lingkungan pada siswa sekolah dasar. The Cinlokki program is an innovation in environmental education aimed at enhancing students’ environmental literacy through activities of collecting waste and discussing its impacts. Although various environmental education approaches have been implemented in elementary schools, quantitative evaluations of experiential, locally based approaches like the Cinlokki program remain limited. This study aims to analyze the effect of the Cinlokki program on the environmental literacy skills of students at SDN Bontociniayo, Gowa Regency. This research employs a Pre-Experimental design with a One-Group Pretest-Posttest model, where a pretest was conducted before the intervention and a posttest afterward to assess the program’s effectiveness. Data were analyzed using the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test to determine the significance of differences between pretest and posttest scores. This test was chosen because it is suitable for analyzing paired data that do not meet the assumption of normal distribution. Through this procedure, researchers compare pretest and posttest scores from the same respondents to determine whether there is a statistically significant difference after the Cinlokki program treatment. The results indicate a significant improvement in students’ environmental literacy following the implementation of the Cinlokki program (p<0.01). All students showed increased scores, suggesting the program’s effectiveness in enhancing understanding of ecological concepts, developing cognitive skills, and fostering environmentally responsible attitudes and behaviors. Therefore, the Cinlokki program can be considered an innovative alternative for learning to improve environmental literacy among elementary school students.
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menyimak Cerita Rakyat Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Lae – Lae I Kota Makassar Ratnawati, Ratnawati; Asdar, Asdar; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6198

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar berbahasa yang penting untuk dikembangkan sejak dini, termasuk melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan konteks peserta didik. Salah satu media yang potensial digunakan adalah media audiovisual yang mampu merangsang perhatian dan keterlibatan siswa secara visual dan auditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Studi ini juga mengeksplorasi efektivitas penggunaan media audiovisual dalam konteks sekolah dasar perkotaan di Indonesia, yang masih relatif kurang mendapatkan perhatian dalam kajian empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes esai sebanyak lima butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 62 dan rata-rata skor posttest sebesar 78. Berdasarkan analisis statistik menggunakan regresi linier, diperoleh nilai thitung sebesar 54,668 pada taraf signifikansi a = 0,001 dengan derajat kebebasan (dk) = 38. Nilai tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media audiovisual berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif dan kontekstual di tingkat sekolah dasar. Listening is a fundamental language skill that should be developed from an early age, especially through the use of relevant and engaging learning media. Audiovisual media is considered one of the effective tools to stimulate students’ attention and involvement through both visual and auditory channels. This study aims to examine the effect of audiovisual media on the listening skills of fifth-grade students in understanding folktales at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1, Makassar City. The study also explores the effectiveness of audiovisual media in urban elementary school contexts in Indonesia, where empirical studies are still relatively limited. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data were collected through observation, documentation, and essay-based tests consisting of five items. The data were analyzed using a one-sample t-test. The results showed that the average pretest score was 62, while the average posttest score increased to 78. Based on linear regression analysis, the t-value was found to be 54.668 at a significance level of a = 0.001 with 38 degrees of freedom. This result indicates that the t-value exceeds the table, leading to the rejection of the null hypothesis and acceptance of the alternative hypothesis. In conclusion, audiovisual media has a significant and positive effect on improving students’ listening skills in comprehending folktales. This research contributes to the implementation of innovative and contextual language learning practices at the elementary school level.
Implementasi Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Profesional Guru SMPN Di Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Markus Palungan; Mas’ud Muhammadiah; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6200

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Konteks geografis yang terpencil sering kali menimbulkan tantangan tersendiri dalam implementasi manajemen sekolah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMP Negeri Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Fokus penelitian diarahkan pada konteks daerah yang relatif belum banyak dijangkau dalam kajian manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, yang memungkinkan peneliti mengungkap makna pengalaman para informan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dilakukan di dua sekolah, yaitu UPTD SMPN 1 Tobadak dan UPTD SMPN 3 Tobadak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan manajemen kepemimpinan secara fungsional dan adaptif. Gaya kepemimpinan yang diterapkan bersifat demokratis, yang tercermin dalam komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan hubungan yang harmonis dengan para guru. Kepala sekolah menjalankan perannya secara menyeluruh sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan hambatan seperti keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana yang belum optimal, serta beban administratif yang cukup tinggi. Hambatan tersebut berdampak pada keterbatasan dalam pemberian umpan balik dan pelaksanaan program pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Principal leadership is a strategic factor in improving the quality of learning and teacher professionalism, especially in areas with limited access to education. Remote geographic contexts often pose challenges in implementing effective school management. This study aims to describe the implementation of principal leadership management in improving teacher professional competence at SMP Negeri Tobadak District, Central Mamuju Regency. The focus of the study was directed at the context of a region that has not been widely covered in educational management studies. This study used a qualitative approach with a phenomenological design, which allowed researchers to reveal the meaning of the informants' experiences in depth. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, conducted in two schools, namely UPTD SMPN 1 Tobadak and UPTD SMPN 3 Tobadak. The results of the study indicate that the principal has implemented leadership management functionally and adaptively. The leadership style applied is democratic, which is reflected in open, collaborative communication and harmonious relationships with teachers. The principal carries out his role comprehensively as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, and motivator. However, in practice, there are still obstacles such as budget limitations, suboptimal facilities and infrastructure, and quite high administrative burdens. These obstacles have an impact on limitations in providing feedback and implementing ongoing teacher professional development programs.
Kemampuan Berpikir Kritis Dan Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Inpres Cambaya Melalui Model Discovery Learning Desiyanti, Nureka; Hamsiah, Andi Hamsiah; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Discovery Learning terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik sekolah dasar. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa yang terlihat dari kurangnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta dominasi metode ceramah yang digunakan oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney melalui bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 17,81% dan motivasi belajar sebesar 32,78% pada kelas eksperimen. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara kedua variabel tersebut secara simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning efektif diterapkan secara terpisah untuk masing-masing aspek, namun perlu pendekatan tambahan untuk mengintegrasikan keduanya. Hasil ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan model pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. This study aims to examine the effectiveness of the Discovery Learning model in improving critical thinking skills and learning motivation among elementary school students. The primary issue addressed is the low level of students’ critical thinking and learning motivation, indicated by minimal active participation in the learning process and the predominant use of lecture-based teaching methods. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two classes, namely an experimental class and a control class. The research instruments included a critical thinking test and a learning motivation questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests with the help of SPSS version 26. The findings reveal that the implementation of the Discovery Learning model significantly improved critical thinking by 17.81% and learning motivation by 32.78% in the experimental class. However, no significant interaction was found between the two variables simultaneously. These findings suggest that while the Discovery Learning model is effective when applied separately to each domain, additional approaches are required to integrate both aspects. The results contribute substantially to the development of contextual and 21st-century skill-oriented learning models in primary education.
Pengaruh Pendidikan Karakter Mulia Dan Tanggung Jawab Terhadap Sikap Belajar Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Inpres Maccini Kota Makassar Ahmad S, M.; Madjid, Syahriah; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan karakter mulia dan tanggung jawab terhadap sikap belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengukur hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pendidikan karakter mulia tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap belajar siswa. Sebaliknya, karakter tanggung jawab menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif terhadap sikap belajar. Secara simultan, hanya karakter tanggung jawab yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan sikap belajar yang aktif dan positif. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan karakter yang kontekstual dan relevan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan nilai-nilai yang memiliki keterkaitan langsung terhadap perilaku belajar siswa. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan program pendidikan karakter yang fokus pada nilai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk siswa yang mandiri serta beretika. This study aims to analyze the influence of noble character education and responsibility on the learning attitudes of elementary school students. A quantitative approach with a correlational design was employed to measure the relationships among the research variables. The subjects of the study were fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Maccini, Makassar. Data were collected using a closed-ended questionnaire based on a Likert scale, which had been tested for validity and reliability. The data analysis revealed that noble character education did not significantly influence students’ learning attitudes. In contrast, responsibility character showed a significant and positive relationship with learning attitudes. Simultaneously, only the responsibility character contributed substantially to the formation of active and positive learning behaviors. These findings underscore the importance of contextual and developmentally appropriate approaches in character education. The implications suggest that character education should not be generalized but rather tailored to values that directly affect students' learning behaviors. Hence, there is a need to reinforce character education programs that emphasize responsibility to enhance the quality of learning and foster independent, ethical learners.
Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Baso, Muniro Baso; Muhammadiah, Mas'ud; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan Kurikulum Merdeka dengan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, melalui pendekatan diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi teknologi. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan dalam pemahaman teks, keterlibatan membaca, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi tubuh, intelegensi, motivasi, minat, dan kematangan siswa. Di sisi lain, faktor eksternal seperti dukungan keluarga, metode pengajaran guru, serta ketersediaan fasilitas belajar turut menjadi penentu keberhasilan. Kendala-kendala dalam implementasi meliputi minimnya pelatihan guru, kurangnya sumber bacaan, serta keterbatasan akses teknologi. Temuan ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran literasi yang kontekstual dan transformatif di tingkat pendidikan dasar. This study aims to analyze the correlation between the implementation of the Merdeka Curriculum and elementary school students’ reading comprehension skills in Rappocini District, Makassar City. The Merdeka Curriculum is designed to provide learning flexibility that aligns with students’ characteristics and needs, utilizing differentiated instruction, project-based learning, and technology integration. A qualitative descriptive approach was employed in this research, using observation and interviews with teachers and students from several elementary schools. The findings reveal that students engaged in the Merdeka Curriculum demonstrate improved text comprehension, reading engagement, and critical as well as analytical thinking skills. Moreover, the study identifies that successful curriculum implementation is significantly influenced by internal factors such as physical condition, intelligence, motivation, interest, and emotional maturity. In addition, external factors including family support, teaching methods, and access to learning facilities also determine the effectiveness of literacy development. Key challenges in implementation include limited teacher training, lack of reading resources, and restricted access to technology. These findings suggest the need for collaboration among teachers, schools, families, and policymakers to support an inclusive and sustainable literacy ecosystem. This study contributes to the development of contextual and transformative literacy learning strategies at the elementary education level.
Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Membentuk Karakter Melalui Gaya Hidup Berkelanjutan Cerdik Mengolah Sampah Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Barru Rahmaniah, Rahmaniah; Muhammadiah, Mas'ud; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Cerdik Mengolah Sampah terhadap pembentukan karakter siswa sekolah dasar di Kabupaten Barru. P5 dipandang sebagai strategi implementatif Kurikulum Merdeka yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui kegiatan berbasis proyek kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain eksperimen semu dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa kelas IV UPTD SD Negeri 13 Barru yang mengikuti kegiatan proyek selama lima pertemuan. Data kuantitatif diperoleh melalui pretest dan posttest dengan menggunakan angket karakter dan lembar observasi, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh dimensi karakter pelajar Pancasila, meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis. Kegiatan proyek tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga menumbuhkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Faktor pendukung keberhasilan meliputi dukungan guru, partisipasi orang tua, serta keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan proyek. Penelitian ini menegaskan bahwa P5 bertema Cerdik Mengolah Sampah mampu menjadi media efektif dalam pendidikan karakter berbasis lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan. This study aims to analyze the impact of implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) with the theme Smart Waste Management on the character development of elementary school students in Barru Regency. P5 is positioned as a strategic component of the Merdeka Curriculum, emphasizing a balance between knowledge, attitudes, and skills through contextual project-based learning. This research employed a mixed methods approach, combining a quasi-experimental design and a case study to obtain comprehensive results. The participants consisted of fourth-grade students at UPTD SD Negeri 13 Barru who participated in the project over five sessions. Quantitative data were collected through pretest and posttest using character questionnaires and observation sheets, while qualitative data were gathered through interviews, classroom observations, and documentation. The findings revealed a significant improvement across all character dimensions of the Pancasila student profile, including faith and devotion to God Almighty, cooperation, independence, creativity, and critical reasoning. The project activities not only enhanced students’ environmental awareness but also fostered responsibility, collaboration, and social empathy. Supporting factors included teacher guidance, parental involvement, and students’ active participation throughout the project. The study concludes that the P5 project themed Smart Waste Management serves as an effective medium for environmental-based character education that aligns with the principles of sustainability and the national vision of character-based learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) IPAS Siswa SD Negeri 84 Kendari Rahmawati, Rahmawati; Yunus, Muhammad Yunus; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media pembelajaran audio visual terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS akibat pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada guru dan kurang memfasilitasi keterlibatan aktif siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design, yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran VCT berbantuan media audio visual, sedangkan kelompok kontrol diajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V SD Negeri 84 Kendari dengan jumlah 56 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penggunaan model VCT memungkinkan siswa untuk mengklarifikasi nilai, menumbuhkan pemahaman konseptual, serta meningkatkan motivasi belajar melalui pembelajaran bermakna. Sementara itu, media audio visual berperan penting dalam menghadirkan pengalaman konkret dan memperkuat pemahaman konsep ilmiah yang diajarkan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model VCT berbantuan media audio visual merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS sekaligus mengembangkan nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar. This study aims to analyze the effect of implementing the Value Clarification Technique (VCT) learning model assisted by audio-visual learning media on the learning outcomes of elementary school students in Natural and Social Sciences (IPAS). The background of this research lies in the low learning achievement in IPAS, which is mainly caused by conventional teacher-centered learning that does not fully engage students in active participation. The study employed a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design consisting of an experimental group and a control group. The experimental group received instruction through the VCT model assisted by audio-visual media, while the control group was taught using conventional teaching methods. The participants were fifth-grade students of SD Negeri 84 Kendari, totaling 56 students selected through a purposive sampling technique. Research instruments included learning outcome tests and student activity observation sheets. The analysis revealed a significant improvement in the experimental group’s learning outcomes compared to the control group. The use of the VCT model enabled students to clarify values, strengthen conceptual understanding, and enhance learning motivation through meaningful experiences. Meanwhile, the integration of audio-visual media provided concrete representations of abstract concepts, making the learning process more engaging and effective. These findings indicate that applying the VCT model supported by audio-visual media is an effective approach to improving IPAS learning outcomes while simultaneously fostering moral and character development among elementary school students.
Analisis Peran Guru Dalam Pembelajaran Kelas Rendah Di Sekolah Dasar Negeri 32 Lagaligo Kota Palopo Marlina, Santy Marlina; Hamid, Sundari; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan metode pembelajaran serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peran guru dalam menerapkan strategi dan metode pembelajaran di kelas rendah SD Negeri 32 Lagaligo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian adalah guru fan siswa kelas I, II, dan III. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dari hasil wawancara mendalam, observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan metode pembelajaran di kelas rendah SD Negeri 32 Lagaligo melibatkan pendekatan yang menyenangkan, aktif, dan kolaboratif dengan penggunaan teknologi, di mana di kelas I berfokus pada pengembangan sosial-emosional siswa, di kelas II pada aplikasi materi dalam kehidupan sehari-hari, dan di kelas III mengombinasikan ceramah dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi, tes formatif, refleksi, dan penilaian partisipatif untuk memastikan efektivitas pembelajaran. Faktor penghambat yang dihadapi guru dalam menerapkan strategi dan metode pembelajaran di kelas rendah meliputi kesulitan menjaga fokus siswa, perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar, serta pengelolaan waktu dan partisipasi siswa yang setara. Faktor yang mendukung mencakup kesediaan siswa, dukungan orang tua, alat bantu pembelajaran yang menarik, kerja sama antar rekan sejawat, serta dukungan kepala sekolah dan penggunaan teknologi. This study aims to describe the teaching strategies and methods and identify the factors that support and hinder the teacher's role in implementing teaching strategies and methods in the lower grades at SD Negeri 32 Lagaligo. This research uses a qualitative research method with a case study design. The research informants are teachers and students from grades I, II, and III. The data in this study are qualitative data obtained from in-depth interviews and participant observations. The results show that the teaching strategies and methods in the lower grades at SD Negeri 32 Lagaligo involve enjoyable, active, and collaborative approaches with the use of technology. In grade I, the focus is on the social-emotional development of students; in grade II, on applying the material in everyday life; and in grade III, combining lectures and group discussions. Evaluation is carried out continuously through observation, formative tests, reflection, and participatory assessment to ensure the effectiveness of learning. The challenges faced by teachers in applying teaching strategies and methods in the lower grades include difficulties in maintaining student focus, differences in students' abilities and learning speeds, and managing time and equal participation in group discussions. Supporting factors include students' willingness to learn, parental support, engaging learning aids, cooperation among colleagues, as well as support from the principal and the use of technology.
Pengaruh Media Game Edukasi Wordwall Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas 4 Di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar Fatimah, Sitti Fatimah; Madjid, Syahriah; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media game edukasi Wordwall terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan belum memanfaatkan teknologi interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design), melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang belajar menggunakan media Wordwall dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 52 siswa kelas IV di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan membaca pemahaman yang mencakup aspek pemahaman literal, reorganisasi, inferensial, dan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana siswa yang belajar dengan media Wordwall memperoleh hasil lebih tinggi. Media Wordwall membantu siswa memahami isi bacaan melalui kegiatan bermain interaktif, umpan balik langsung, serta visualisasi teks yang menarik. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan Wordwall juga menumbuhkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa media game edukasi Wordwall dapat menjadi solusi efektif dan inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman sekaligus memperkuat literasi digital di sekolah dasar. This study aims to analyze the effect of using the educational game media Wordwall on elementary school students’ reading comprehension skills. The research was motivated by the low level of students’ ability to understand written texts, which is largely due to the use of conventional teaching methods that are less engaging and have not yet integrated interactive technology. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving two groups: an experimental group taught using the Wordwall media and a control group taught through conventional methods. The participants consisted of 52 fourth-grade students from UPT SPF SD Inpres Maccini, Makassar, selected through purposive sampling. The research instruments included a reading comprehension test covering literal, reorganization, inferential, and evaluative aspects. The findings revealed a significant difference between the experimental and control groups, with students in the experimental group achieving higher reading comprehension scores. The Wordwall media facilitated students’ understanding of the text through interactive game activities, immediate feedback, and visually engaging presentations. Beyond improving academic achievement, the use of Wordwall also enhanced students’ learning motivation and active participation during the lesson. These results indicate that the Wordwall educational game is an effective and innovative tool for improving reading comprehension skills and simultaneously strengthening digital literacy among elementary school students.