cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENGGUNAAN CANVA SEBAGAI INFOGRAFIS BAGI GURU-GURU DI SMK YAPINUH WILAYAH DESA PANTAI SEDERHANA KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI Vina Oktaviani; Rafiuddin Syam; Achmad Idris As-salam; Alyaa Fauziah; Davin Fauzan Ibnu Alaudin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Learning by using media images can attract students and increase students' understanding in learning. One of the image media that can be used as a learning medium is an innovative infographic-based learning media. This community service activity aims to provide training in increasing the knowledge and skills of teachers in making infographic-based learning media. Through this training, teachers are given infographic theoretical and practical material that can be used as learning media. The training participants were 31 teachers at the Yapinuh Vocational School in the Simple Beach Village, Muara Gembong, Bekasi Regency. Through the results of initial observations, it was found that only <10% of teachers knew about infographic-based learning media. The training was carried out in 3 stages, namely: socialization of activities and introduction of material, practice of making products and final evaluation. Based on the training provided, it can be concluded that there was an increase in the participants' ability to understand infographics as learning media by >80%. While the ability to manufacture products has increased by> 80%. Therefore, this training had an impact in increasing the knowledge and ability of teachers to create infographic-based learning media. Abstrak Pembelajaran dengan menggunakan media gambar dapat menarik minta perserta didik dan meningkatkan pemahaman peserta didik dalam belajar. Salah satu media gambar yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah inovasi media pembelajaran berbasis infografis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam membuat media pembelajaran berbasis infografis. Melalui pelatihan ini, guru-guru diberikan materi teori dan praktik infografis yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Peserta pelatihan merupakan 31 orang guru-guru SMK Yapinuh yang ada di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Melalui hasil observasi awal didapatkan data bahwa hanya <10% guru- guru yang mengetahui tentang media pembelajaran berbasis infografis. Pelatihan dilakukan dalam 3 tahap yaitu: sosialisai kegiatan dan pengenalan materi, praktik pembuatan produk dan evaluasi akhir. Berdasarkan pelatihan yang diberikan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan peserta dalam memahami infografis sebagai media pembelajaran sebesar >80%. Sedangkan kemampuan dalam pembuatan produk mengalami peningkatan sebesar >80%. Oleh karena itu, pelatihan ini memberikan dampak dalam menambah pengetahuan dan kemampuan guru-guru untuk membuat media pembelajaran berbasis infografis.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIVITAS FISIK UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KEPADA GURU PENDIDIKAN JASMANI DI WILAYAH JAKARTA TIMUR Wahyuningtyas Puspitorini; James Tangkudung
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service is an attempt to see students' abilities in determining progress and as a basis for making an assessment guideline. There are three assessment variables in the physical education program according to the current curriculum, namely: 1) knowledge, 2) skills, and 3) attitudes. To measure the three learning components, an assessment instrument is needed. The instrument was developed based on the results of theoretical analysis and the PJOK curriculum. The results of analysis of Core Competency (IC) and Basic Competency in KD 4.5 practice exercises to increase the degree of physical fitness related to health (endurance, strength, body composition, and flexibility) and measurement of the results. From this analysis this service aims to create a physical training model for physical education teachers in East Jakarta for physical fitness for elementary school students. The method used in this service is seminars and workshops for training physical education teachers which are carried out for three days. Researchers developed guidelines for learning physical activity which included 1) endurance and 2) strength. Participants who attended the workshop amounted to 25 teachers. After participating in this workshop, the teacher must report assignments by making plans for a physical activity learning program which will be implemented for 3 meetings with elementary school students. The results of these workshops and seminars are proven to be able to increase teacher understanding in planning physical activity learning programs for elementary school students. So that with this program the curriculum can be implemented properly in physical education programs. It is hoped that the physical activity model presented at the workshop will prove valid and can be practiced by teachers so that it can be used nationally. The impact is that teachers will have learning guidelines that are complete, appropriate and easily accessible. Abstrak Pengabdian masyarakat ini upaya untuk melihat kemampuan siswa dalam menentukan kemajuan dan sebagai dasar untuk membuat sutau pedoman penilaian. Ada tiga variabel penilaian pada program pendidikan jasmani sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu: 1) pengetahuan, 2) keterampilan, dan 3) sikap. Untuk mengukur tiga komponen pembelajaran tersebut diperlukan instrumen penilaian. Instrumen dikembangkan berdasarkan hasil analisis teoritis dan kurikulum PJOK. Hasil analisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar pada KD 4.5 mempraktikkan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (daya tahan, kekuatan, komposisi tubuh, dan kelenturan) dan pengukuran hasilnya. Dari analisis tersebut pengabdian ini bertujuan untuk membuat model latihan fisik kepada guru pendidikan jasmani di Jakarta Timur untuk kebugaran jasmani bagi siswa SD. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah seminar dan workshop untuk pelatihan kepada guru pendidikan jasmani yang dilakukan selama tiga hari. Peneliti mengembangkan pedoman pembelajaran aktivitas fisik yang meliputi 1) daya tahan dan 2) kekuatan. Peserta yang hadir dalam workshop tersebut berjumlah 25 orang guru. Setelah mengikuti kegiatan workshop ini guru harus melaporkan tugas dengan membuat rencana program pembelajaran aktivitas fisik yang akan diimplementasikan selama 3 kali pertemuan kepada siswa sekolah dasar. Hasil dari workshop dan seminar tersebut terbukti dapat meningkatkan pemahaman guru dalam membuat rencana program pembelajaran aktivitas fisik kepada siswa sekolah dasar. Sehingga dengan program tersebut kurikulum dapat diimplementasikan secara baik pada program pendidikan jasmani. Harapannya model aktivitas fisik yang dipresentasikan pada workshop tersebut terbukti valid dan dapat dipraktekkan oleh Guru sehingga dapat digunakan secara nasional. Dampaknya guru akan memiliki pedoman pembelajaran yang yang lengkap, sesuai dan mudah diakses.
PELATIHAN MIKROTIK BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SMKS RIYADLUL QURAN NGAJUM KABUPATEN MALANG Khoirudin Asfani; Hakkun Elmunsyah; Hary Suswanto; Wahyu Nur Hidayat; Febrianto Alqodri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Computer and Network Engineering is one of the Vocational High School expertise programs engaged in the field of Information and Technology. The facilities needed to support learning activities for Computer and Network Engineering are also relatively cheaper among other informatics majors, so that Computer and Network Engineering expertise programs are very favorite and are widely opened in Vocational High School that have ICT fields, especially in the Malang area. However, the problems currently being faced are competition for jobs in the Network Engineer field and the incompatibility of graduate competencies with the type of work obtained. Riyadlul Quran Vocational School, Ngajum, Malang, is one of the B-accredited Islamic boarding Vocational Schools that has educational potential and graduates in the field of Computer and Network Engineering. Based on the results of interviews and observations with teachers at schools, around 10% of graduates work in their respective fields, 20% continue their studies at the higher education level, and the rest work outside their fields of expertise. The decline in the quality of student learning outcomes at the Riyadlul Quran Vocational High School is suspected to be the result of the ongoing Covid 19 pandemic and the lack of learning innovations carried out by teachers. This service activity targets the realization of a better quality of learning through learning methods that can be done both online and offline. Improving the quality of learning is carried out through training for teachers of Riyadlul Quran Vocational High School. Through these training activities, it is hoped that it can provide new ideas in teaching (pedagogy) and increase ability/competence (professional) in the field of Mikrotik-based computer networks for Computer and Network Engineering teachers at Riyadlul Quran Vocational School. Service activities are carried out and begin with 1) initial observations, 2) problem formulation based on the results of initial observations, 3) needs analysis, 4) development and 5) testing, 6) training activities and 7) evaluation, and 8) reporting and 9) finalization of Community Service outputs. The training approach method used is guided training and mentoring, both offline and scheduled online. It is hoped that through this service activity, teachers are able to implement computer network practice learning methods using Mikrotik which can be done online or offline, as well as provide an overview in carrying out future learning innovations independently. In addition, this activity can also be a reference for other vocational schools that have similar problems. Abstrak Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) merupakan salah satu program keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bergerak di bidang Informasi dan Teknologi. Fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran bagi TKJ juga tergolong lebih murah diantara jurusan informatik lainnya, sehingga program keahlian TKJ menjadi sangat favorit dan banyak dibuka di SMK yang memiliki bidang TIK, khususnya di daerah Malang Raya. Namun, permasalahan yang saat ini dihadapi adalah persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di bidang Network Engineer dan tidak sesuainya kompetensi lulusan dengan jenis pekerjaan yang didapatkan. SMK Riyadlul Quran, Ngajum, Kabupaten Malang, merupakan salah satu SMK Swasta berbasis pesantren terakreditasi B yang memiliki potensi pendidikan dan lulusannya di bidang TKJ. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bersama guru di sekolah, sekitar 10% lulusan bekerja sesuai dengan bidangnya, 20% melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, dan sisanya bekerja di luar bidang keahlian. Penurunan kualitas hasil belajar siswa di SMK Riyadlul Quran ditengarai akibat dari pandemi Covid 19 yang tidak kunjung selesai dan inovasi pembelajaran yang dilakukan guru juga tergolong kurang. Kegiatan pengabdian ini menargetkan terwujudnya kualitas pembelajaran yang lebih baik melalui metode pembelajaran yang dapat dilakukan baik secara daring maupun luring. Peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui pelatihan kepada guru SMK Riyadlul Quran. Melalui kegiatan pelatihan tersebut, diharapkan dapat memberikan ide baru dalam mengajar (pedagogi) dan peningkatan kemampuan/kompetensi (profesional) di bidang jaringan komputer berbasis mikrotik bagi guru TKJ di SMK Riyadlul Quran. Kegiatan pengabdian dilakukan dan diawali dengan 1) observasi awal bersama mitra, 2) perumusan masalah berdasarkan hasil observasi awal, 3) analisis kebutuhan, 4) pengembangan modul dan 5) uji coba, 6) kegiatan pelatihan dan 7) evaluasi, serta 8) pelaporan dan 9) finalisasi luaran PKM. Metode pendekatan pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan terbimbing dan pendampingan, baik secara luring maupun secara daring terjadwal. Diharapkan, melalui kegiatan pengabdian ini guru mampu mengimplementasikan metode pembelajaran praktik jaringan komputer menggunakan Mikrotik yang dapat dilakukan secara daring maupun luring, serta memberikan gambaran dalam melakukan inovasi pembelajaran kedepannya secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi referensi pada SMK-SMK lainnya yang mengalami permasalahan serupa.
PENERAPAN TEKNOLOGI PANEL SURYA SEBAGAI PENERANGAN LAMPU JALAN DI DESA BINAAN UM DESA WISATA PURWOREJO KECAMATAN NGANTANG Muhammad Habibi; Azizatus Zahro; Andika Putra; Aria Kusumawardana; Achmad Fakhri; Arie Muazib; Eka Mistakim; Muhammad Andriansyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Purworejo Village, Ngantang District, Malang Regency is located in a hilly area and part of the area is forest. Based on the results of a survey conducted by the Malang State University service team, there are several problems related to Purworejo village. Some of these problems are the lack of street lighting in access between hamlets, the lack of application of lighting technology, the potential for accidents and crimes to occur on access roads without lighting. To solve the problems that exist in Purworejo Village, the Malang State University (UM) service team with an engineering background will apply solar panel technology as the basis for solving problems. For this reason, the Malang State University (UM) service team will implement a solar-powered Public Street Lighting lamp (PJU) as a source of street lighting for access between hamlets in Purworejo Village. There are two units of Solar Powered PJUs made. Each PJU unit has a 100 WP solar panel specification, 50 Ah battery and 50 watt lamp. These two solar-powered PJU units are located on the connecting road between Banjarejo Hamlet and Jeruk Hamlet. This point was chosen through the recommendations of residents and village officials. The application of solar-powered PJU technology is expected to solve the problem of street lighting on road access between hamlets so as to reduce the rate of accidents and crime. Abstrak Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang terletak pada daerah perbukitan dan sebagian daerahnya berupa hutan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim pengabdian Universitas Negeri Malang, terdapat beberapa permasalahan terkait dengan desa Purworejo. Beberapa permasalahan tersebut yaitu kurangnya penerangan jalan pada akses antar dusun, kurangnya penerapan teknologi penerangan, potensi terjadi kecelakaan dan tindak kejahatan pada akses jalan tanpa penerangan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Desa Purworejo, tim pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) yang berlatar belakang keteknikan akan menerapkan teknologi panel surya sebagai dasar penyelesaian masalah. Untuk itu tim pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) akan mengimplementasikan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) bertenaga surya sebagai sumber penerangan jalan pada akses antar dusun di Desa Purworejo. PJU Bertenaga Surya yang dibuat berjumlah dua unit. Setiap unit PJU memiliki spesifikasi panel surya 100 WP, baterai 50 Ah dan lampu 50 watt. Kedua unit PJU Bertenaga surya ini diletakkan pada jalan penghubung antara Dusun Banjarejo dan Dusun Jeruk. Titik ini dipilih melalui rekomendasi warga dan perangkat desa. Penerapan teknologi PJU bertenaga surya diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan penerangan jalan pada akses jalan antar dusun sehingga mengurangi tingkat kecelakaan dan tindak kejahatan.
OTOMATISASI MESIN PENGGORENGAN KRUPUK PASIR BEDA RASA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN EFFISIENSI BAHAN BAKAR PADA UMKM KRUPUK PASIR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Ponidi; Tining Haryanti; Betty Ariani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract One of the obstacles in the production of crackers is related to the manual cracker frying machine using firewood as the heat source for the cracker fryer, there is no temperature regulation so that it often overheats and reduces the quality of the fried crackers. The very high room temperature and the smoke from the wood-fired stove meant that not many workers survived. Seeing the existing phenomena and based on observations, it is felt that efforts are needed to improve the operational system and the performance of the sand cracker production unit. The use of human power to rotate the furnace will be replaced by an automatic control system using electrical energy via an electromotor. In addition, the replacement of wood fuel with gas fuel is carried out so that it is cleaner, equipped with controlled temperatures. The cracker frying chamber can have a relatively lower temperature and is free of smoke or soot from firewood. The temperature of the drum of the cracker sand fryer is installed with a sensor as a means of controlling the size of the temperature using an electronic control unit (ECU), thereby obtaining a truly ideal temperature for frying. By automating the frying machine there is an increase in the average frying time and quality. an average of 31.19% and an increase in production capacity of 36.67%. Meanwhile, fuel consumption has an efficiency of 28%. Abstrak Salah satu yang menjadi kendala dalam proses produksi krupuk pasir adalah terkait mesin penggoreng krupuk pasir masih manual dengan menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas mesin penggoreng krupuk, tidak adanya pengaturan suhu sehingga kerapkali overheat dan menurunkan mutu kerupuk yang digoreng. Suhu ruang yang sangat tinggi dengan asap pembakaran dari tungku dengan bahan bakar kayu menjadikan tidak banyak tenaga kerja yang bertahan. Melihat fenomena yang ada dan berdasarkan observasi maka dirasakan perlu upaya perbaikan dalam sistem operasional dan kinerja unit produksi krupuk pasir. Pemakaian tenaga manusia untuk memutar tungku akan digantikan dengan sistem control otomatis menggunakan energi listrik melalui electromotor. Selain itu dilakukan penggantian bahan bakar kayu menjadi bahan bakar gas sehingga lebih bersih dilengkapi dengan temperatur terkontrol. Ruang penggoreng krupuk bisa relatif lebih rendah temperaturnya serta bebas dari asap maupun jelaga kayu bakar. Temperatur drum ruang penggoreng krupuk pasir dipasang sensor sebagai sarana pengontrol besar kecilnya temperature dengan menggunakan elektronik control unit (ECU), dengan demikian akan diperoleh besaran temperatur yang benar-benar ideal dalam pengorengan.Dengan melakukan otomatisasi mesin penggorengan terdapat peningkatan waktu dan kualitas penggorengan rata-rata sebesar 31,19 % dan peningktan kapasitas produksi sebesar 36,67%.Sedangkan pemakaian bahan bakar ada effisiensi sebesar 28 %.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BINAAN MUARA GEMBONG MELALUI DIVERSIFIKASI BAHAN PANGAN LOKAL SEBAGAI USAHA (PASTRY KROKET SINGKONG DAN PANADA IKAN) Mahdiyah; Mutiara Dahlia; Fildzah Putri; Yuni Muliyana; Muhammad Agung Aprialdi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of community service activity (PKM) is to develop the welfare sector in the productivity of the food business through the use of local products of cassava and fish which are mostly produced in Muara Gembong Village. The expected target of this activity is a program that creates a better condition in a certain time (sustainable). The hope is to realize potential areas through optimizing local fish and cassava food ingredients that have functional value. This activity was carried out through training on making delicious cassava croquettes and panadas with spicy fish filling, nutritious and interesting. The purpose of this community program is to help improve the family's economy. The resulting product will have a higher selling value, so that if it is carried out continuously, an independent, creative, intelligent and prosperous community economy will be realized. The knowledge and skills conveyed support the community to be able to diversify other products from the utilization of regional potential, as well as increase skills and creativity in product innovation through the application of science and technology in the community. The training process that has been carried out shows that the program material and skills are conveyed to the community. This assessment can be seen from a good acceptance score including community satisfaction with a percentage of 80% for program implementation, training methods, 75% for training materials, 70% for increasing motivation in entrepreneurship, 60% for training quality and also skills improvement. Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan mengembangkan bidang kesejahteraan yakni produktivitas usaha makanan melalui pemanfaatan produk lokal singkong dan ikan yang banyak dihasilkan di desa binaan Muara Gembong. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebuah program untuk menciptakan suatu kondisi yang lebih baik dalam satu waktu tertentu (sustainable). Harapan mewujudkan wilayah potensial melalui pengoptimalan bahan pangan lokal ikan dan singkong yang memiliki nilai fungsional, dilakukan melalui pelatihan pembuatan Pastry Kroket Singkong dan Panada dengan isian rica-rica ikan yang enak, bergizi dan menarik. Kegiatan pelatihan PkM produksi dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Produk yang dihasilkan akan memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga jika dilakukan secara berkesinambungan, akan terwujud perekonomian masyarakat yang mandiri, kreatif, cerdas, dan sejahtera. Pengetahuan dan keterampilan yang disampaikan, mendukung masyarakat untuk dapat melaksanakan diversifikasi produk lain dari pemanfaatan potensi wilayah, juga peningkatan keterampilan dan kreatifitas dalam berinovasi pada produk melalui penerapan IPTEK di masyarakat. Proses pelatihan yang dilaksanakan menggambarkan tersampaikannya kepada masyarakat materi dan keterampilan yang diprogramkan. Penilaian ini terlihat dari skor penerimaan yang baik meliputi kepuasan masyarakat dengan persentase 80% untuk pelaksanaan program, metode pelatihan, 75% untuk materi pelatihan, 70% untuk meningkatkan motivasi dalam berwirausaha, 60% untuk kualitas pelatihan dan juga peningkatan keterampilan.
RENEWABLE ENERGY SEBAGAI SOLUSI PENUNJANG ENERGI LISTRIK DI KAWASAN KAMPUNG TEMATIK LINGKUNGAN RT 09 RW 06 KELURAHAN PENANGGUNGAN KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG Langlang Gumilar; Wahyu Nur Hidayat; Quota Alief Sias; Khoirudin Asfani; Arie Muazib; Achmad Syahrudin Fakhri; Eka Mistakim; Muhammad Rizal Andriansyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The neighborhood of RT 09 RW 06 Penanggungan Village, Klojen Subdistrict, Malang City is close to the Malang State University campus. This environment is one of the thematic villages in the city of Malang because it carries the superior concept of urban farming (hydroponics) and smart villages based on IoT integrated security using CCTV cameras. The operation of facilities and infrastructure in thematic villages cannot be separated from the use or utilization of electrical energy. So far, the use of electrical energy still relies on residents. This means that the electricity costs are borne by the residents themselves. State University of Malang as one of the universities presents a solution to overcome the problems that exist in partners. The solution offered is the application of a Solar Power Generation System (PLTS) to meet the electricity needs of several facilities and infrastructure in the thematic village of RT 09 RW 06. The application of this system was chosen because it is safe, environmentally friendly, and helps the economy. This service program is expected to increase public knowledge about the use and application of PV mini-grid. Increase public knowledge about the installation, operation, and maintenance of PV minigrid. Making the Environment RT 09 RW 06 an independent village of electrical energy that is environmentally friendly with renewable energy and can be a model village for outsiders. Abstrak Lingkungan RT 09 RW 06 Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen Kota Malang berada dekat dengan kampus Universitas Negeri Malang. Lingkungan ini merupakan salah satu kampung tematik yang ada di kota Malang karena mengusung konsep unggulan urban farming (hidroponik) dan smart kampung berbasis IoT terintegrasi keamanan menggunakan kamera CCTV. Dalam pengoperasian sarana dan prasarana di kampung tematik tidak terlepas oleh penggunaan atau pemanfaatan energi listrik. Selama ini penggunaan energi listrik masih mengandalkan dari warga. Sehingga hal ini membuat biaya listrik ditanggung oleh warga sendiri. Universitas Negeri Malang sebagai salah satu perguruan tinggi menghadirkan sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada pada mitra. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan listrik pada beberapa sarana dan prasarana di kampung tematik Lingkungan RT 09 RW 06. Penerapan sistem ini dipilih karena aman, ramah lingkungan, dan membantu perekonomian. Program pengabdian ini diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan dan penerapan PLTS. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai instalasi, pengoperasian, dan pemeliharaan PLTS. Menjadikan Lingkungan RT 09 RW 06 sebagai kampung mandiri energi listrik yang ramah lingkungan dengan energi terbaukan dan dapat menjadi kampung percontohan bagi masyarakat luar.
PEMANFAATAN KEDELAI LOKAL UNGGUL IRADIASI GAMASUGEN MENJADI SOYGHURT ANEKA RASA UNTUK MATERI PENGAYAAN WIRAUSAHA SISWA SMP DI KABUPATEN BEKASI Elsa Lisanti; M. Isnin Noer; Rizhal Hendi Ristanto; Ratna Dewi Wulaningsih; Arwin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The learning process in schools is the best public policy tool as an effort to increase students' knowledge and skills. This Community Service (PkM) aims to improve the soft-skill abilities of junior high school students in Bekasi Regency, West Java, so that students recognize entrepreneurship as early as possible and can also increase student interest in entrepreneurship, improve skills and entrepreneurial spirit and integrate entrepreneurship education into learning materials, so that entrepreneurship education is maximally integrated and has an effective influence on students. This activity was carried out at the Ulil Albab Integrated Islamic School Foundation. This activity is carried out in the form of training and introduction to entrepreneurship (entrepreneurs), then followed by training on making various flavors of soyghurt for students. The PkM method is carried out through lectures, discussions, questions and answers and direct practice on the material provided. This activity begins with the implementation of a pretest and at the end of the training a posttest is carried out as an indicator of the success of the activity. Furthermore, given exposure to entrepreneurship material, biotechnology and superior local soybeans irradiated by Gamasugen as well as counseling on the manufacture of various flavors of soyghurt with simple techniques. Based on the results of the pretest and posttest, there was an increase in students' understanding and knowledge, the average value of the pretest was 47.03 to 80.71 at the posttest. The results of this test showed an increase of 71.60%. Based on the results of this program, it shows that there is an increase in students' entrepreneurial knowledge and skills in making various flavored soyghurts from Gamasugen's local soybeans. Abstrak Proses pembelajaran di sekolah merupakan alat kebijakan publik terbaik sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan skill siswa. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan soft-skill siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, sehingga siswa mengenal kewirausahaan (entrepreneur) sedini mungkin dan juga dapat meningkatkan minat siswa terhadap kewirausahaan, meningkatkan keterampilan dan jiwa wirausaha serta mengintegrasikan pendidikan entrepreneur ke dalam materi-materi pembelajaran, agar pendidikan entrepreneur terintegrasi dengan maksimal dan mempunyai pengaruh efektif terhadap siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ulil Albab. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pengenalan tentang kewirausahaan (entrepreneur), kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan soyghurt aneka rasa bagi siswa-siswi. Metode pada PkM ini dilaksanakan melalui paparan materi (ceramah), diskusi, tanya jawab dan praktek langsung terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan pretest dan pada akhir pelatihan dilaksanakan posttest sebagai indikator keberhasilan kegiatan. Selanjutnya diberikan paparan materi kewirausahaan, bioteknologi dan kedelai lokal unggul iradiasi Gamasugen serta penyuluhan tentang pembuatan soyghurt (susu kedelai fermentasi) aneka rasa dengan teknik yang sederhana. Berdasarkan hasil pretest dan postest tampak terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa, nilai rata-rata pretest 47,03 menjadi 80,71 pada saat postest. Hasil test ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 71,60%. Berdasarkan hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kewirausahaan siswa dan keterampilan membuat soyghurt aneka rasa dari kedelai lokal Gamasugen.
INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK KELOMPOK PETERNAK MUDA DESA UNGGUL FARM, DESA PANDAK KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO Khoirudin Asfani; Quota Alief Sias; Wahyu Nur Hidayat; Langlang Gumilar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The sector in Indonesia is currently being optimized as a source of income and welfare for local communities. The government targets, at least there is an increase in the quality of the poultry farming business in order to achieve the welfare of the local community and open up business opportunities for the surrounding population. To achieve this, one way that needs to be done is an assessment of the pillars of the livestock business (farm business sustainability). One of the local community-based livestock business groups that is developing and has the potential to develop potential in the field of entrepreneurship and employment is the Kelompok Peternak Muda Desa Unggul Farm in Ponorogo. In order to realize a livestock business with community and local community empowerment programs, field observations were carried out as a form of fulfilling preliminary studies in carrying out Community Service activities. In its development, several shortcomings are currently being experienced, namely: 1) there is no solar power plant for the lighting needs of poultry farms and 2) there is no adequate human resources to utilize and maintain the electric power generation system. The proposed activity plan consists of several stages. These stages are passed sequentially and in parallel consisting of: 1) the stage of literature study; 2) stages of data collection; 3) the planning stages of the PV mini-grid system; 4) the installation and trial stages of the PV mini-grid system; and 5) PV mini-grid system maintenance training. Through Community Service, this activity seeks to provide a product in the form of a Solar Power Plant system that can be useful for the Kelompok Peternak Muda Desa Unggul Farm in Ponorogo as an alternative energy source and provide additional insight regarding the use of renewable energy. Abstrak Sektor peternakan di Indonesia saat ini sedang dioptimalkan sebagai sumber pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat lokal. Pemerintah menargetkan, setidaknya ada peningkatan kualitas usaha bidang peternakan unggas guna mencapai kesejahteraan masyarakat lokal dan membuka peluang usaha bagi penduduk sekitar. Untuk mencapainya, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah peningkatan penilaian untuk pilar keberlanjutan usaha ternak (farm business sustainability). Salah satu kelompok usaha ternak berbasis masyarakat lokal yang sedang berkembang dan memiliki potensi untuk dikembangkan potensi lokal bidang kewirausahaan dan lapangan kerja adalah Kelompok Peternak Muda Desa Unggul Farm di Kabupaten Ponorogo. Guna mewujudkan pengembangan usaha ternak dengan program pemberdayaan masyarakat dan komunitas lokal, maka dilakukan observasi lapangan sebagai bentuk pemenuhan studi pendahuluan dalam melaksanakan kegiatan PKM. Dalam pengembangannya, beberapa kekurangan saat ini tengah dialami, yaitu: 1) belum adanya pembangkit listrik tenaga listrik (PLTS) untuk kebutuhan tenaga penereangan ternak unggas dan 2) belum adanya SDM yang memadai untuk memanfaatkan dan memelihara system pembangkit listrik tenaga listruk. Rencana kegiatan yang diusulkan terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut dilalui secara sekuensial dan paralel yang terdiri dari: 1) tahapan studi literatur; 2) tahapan pengumpulan data; 3) tahapan perencanaan sistem PLTS; 4) tahapan pemasangan dan uji coba sistem PLTS; dan 5) tahapan pelatihan pemeliharaan system PLTS. Melalui PKM, kegiatan ini berupaya untuk memberikan produk berupa sistem PLTS yang dapat bermanfaat bagi Kelompok Peternak Muda Desa Unggul Farm di Kabupaten Ponorogo sebagai sumber energi alternatif dan memberikan wawasan tambahan terkait pemanfaatan energi terbarukan.
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA TERHADAP RISIKO BENCANA DI DESA WISATA CISAAT, KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBANG Sony Nugratama Hijrawadi; Asma Irma Setinaningsih; Ilham B. Mataburu; Fauzi Ramadhoan A’Rachman; Rachel Natasya; Dian Fitriani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Cisaat Village is one of the villages located in Ciater District, Subang Regency. Located at an altitude of 0-1,500 meters above sea level northeast of Mount Tangkuban Parahu with an area of 2,051.76 km2. Cisaat Village has a lot of natural beauty that has the potential to be used as a tourism object. Not only suitable for the development of natural tourism, the location of Cisaat Village is also suitable to be used as a place for artificial tourism development and also cultural tourism based on local wisdom as one of the livelihoods of the population which of course this not only benefits the population but is also very interesting to invite tourists to visit the region as one of the references to the area rich in tourism objects. However, with a location located in the highlands, of course, Cisaat Village has a potential disaster that must be considered and anticipated by both locals and tourists who want to visit Cisaat Village. The problems obtained based on the results of interviews with the Tourism Awareness Group and Cisaat Village government officials, they do not yet have an understanding of the potential disasters contained in Cisaat Village. In addition, they also do not have a coordination flow in the form of a Disaster Risk Reduction Forum formed by the Village government. Therefore, this activity is carried out to increase the capacity of the Tourism Awareness Group to disaster risks in Cisaat Village , which is expected as a partner to increase the capacity of Cisaat Village Residents and Cisaat Village Tourists to disaster risks in the region as a whole. The increase in the capacity of tourism awareness groups to disaster risks is shown by increasing their knowledge in understanding the potential disasters contained in Cisaat Village. Abstrak Desa Cisaat merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Terletak di ketinggian 0-1.500 mdpl di sebelah timur laut Gunung Tangkuban Parahu dengan luas sebesar 2.051,76 km2. Desa Cisaat menyimpan banyak sekali keindahan alam yang potensial untuk dijadikan objek pariwisata. Tidak hanya sesuai untuk pengembangan wisata alam, lokasi Desa Cisaat juga sesuai untuk dijadikan tempat pengembangan wisata buatan dan juga wisata budaya berbasis kearifan lokal sebagai salah satu mata pencaharian penduduk yang tentunya hal ini tidak hanya menguntungkan penduduk namun juga sangat menarik untuk mengundang wisatawan berkunjung ke wilayah tersebut sebagai salah satu referensi wilayah yang kaya akan objek pariwisata. Namun dengan lokasi yang terletak di dataran tinggi, tentunya Desa Cisaat menyimpan potensi bencana yang harus diperhatikan dan diantisipasi baik oleh penduduk setempat maupun wisatawan yang hendak berkunjung ke Desa Cisaat. Permasalahan yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara kepada Kelompok Sadar Wisata dan aparat pemerintah Desa Cisaat, mereka belum memiliki pemahaman terhadap potensi bencana yang terdapat di Desa Cisaat. Selain itu, mereka juga belum memiliki alur koordinasi berupa Forum Pengurangan Resiko Bencana yang dibentuk oleh pemerintah Desa. Oleh sebab itu dilaksanakanlah kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata terhadap resiko bencana di Desa Cisaat yang diharapkan sebagai kelompok ini dapat menjadi mitra untuk meningkatkan kapasitas Penduduk Desa Cisaat dan Wisatawan Desa Cisaat terhadap resiko bencana di wilayah tersebut secara keseluruhan. Peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata terhadap resiko bencana ditunjukkan dengan bertambahnya pengetahuan mereka dalam memahami potensi bencana yang terdapat di Desa Cisaat.