cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 527 Documents
DEVELOPMENT OF WEBSITE-BASED LEARNING MEDIA ON THE PRACTICE OF PANCASILA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION Diana Puspita Dewi; Ani Nur Aeni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4735

Abstract

The ethical awareness had been fading in the Pancasila culture, make some consecuencses that growing negative influence on the younger generation to come. Moreover, the existence of moral degradation and the influence of the so call the era of disruption has  potential to acquire ideology’s that  contrary to Pancasila. However, the interest of fourth-grade students in learning civics education is still lacking. The results of the initial survey stated that students felt sleepy when learning civics education, in area of the learning media has lacked innovation, namely only using thematic books, tended to be teacher-centered, and students lacked active participation. So that this study developed a website-based media on the practice of Pancasila for motivation to learn Civics Education. This study will use the Research and Development method with the ADDIE model. Data processing in this research is descriptive quantitative. The results obtained from this study were that media and material feasibility tests obtained an average of 94% and 87.4% with very feasible criteria. Product use tests were carried out by small groups and large groups with the results of the respondents indicating a positive attitude towards the media. Then, the motivation to learn civics education obtains an average of 84% and is classified as a very good criteria. So it can be concluded that the development of website-based media can have an influence on interest in learning civics education. With the motivation towards Civics education, students can apply the values ​​contained therein well in the future. Kesadaran etika yang telah memudar terhadap budaya pancasila, menimbulkan beberapa konsekuensi yaitu tumbuhnya pengaruh negatif terhadap generasi muda yang akan datang. Apalagi adanya degradasi moral dan pengaruh era disrupsi berpotensi memperoleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Namun, minat peserta didik kelas IV dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang. Hasil survey awal menyatakan bahwa peserta didik merasa ngantuk ketika belajar Pendidikan Kewarganegaraan, media pembelajaran kurang inovasi yaitu hanya menggunakan buku tematik, cenderung pembelajaran berpusat pada guru, dan partisipasi aktif peserta didik kurang. Sehingga dalam penelitian ini mengembangkan media berbasis website materi pengamalan Pancasila untuk motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model ADDIE. Pengolahan data dalam penelitian ini secara kuantitatif deskripstif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa uji kelayakan media dan materi memperoleh rata-rata 94% dan 87,4% dengan kriteria sangat layak. Uji penggunaan produk dilakukan oleh kelompok kecil dan kelompok besar dengan hasil responden diindikasikan positif terhadap media. Kemudian, motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan setelah menggunakan media memperoleh rata-rata sebesar 84% dan tergolong kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media berbasis website dapat memberikan pengaruh terhadap minat belajar pendidikan kewarganegaraan dan berharap dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik untuk kedepannya. Dengan adanya motivasi terhadap pendidikan kewarganegaraan, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan baik di masa depan.
EFFECTIVENESS OF GUTTER FUND-BASED BOS FUNDS UTILIZATION AT PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL 2 BUDIASIH Eneng Eva Sundari; Risbon Sianturi; Sophia Choirotul Husniyyah; Dian Sudiana; Nisa Ul
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4764

Abstract

Finances in an educational unit must be properly managed. It is important to participate in contributing to school funds so that the funds received function effectively and efficiently. The use of BOS or funds needs to be based on agreements and conclusions with the managers of these BOS funds, teachers and school institutions. Based on the results of the agreement, it is submitted in the form of written minutes of the meeting and signed by all meeting participants. In fact there were several obstacles that occurred including the ineffectiveness of school financial management, no staff who were proficient in managing school finances, delays in the disbursement of BOS funds. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the use of BOS funds at SDN 2 Budiasih. The method used in this research is qualitative, with a field case study research design with descriptive-analytic characteristics. In collecting data using techniques for collecting this data will use, by way of interviews, documentation and observation. The results obtained from this study are that there is often a delay in the allocation of funds at SD Negeri 2 Budiasih which has an impact on learning activities at the school. If there is a delay in the distribution of school operational funds, the school's needs will become more difficult. Evaluation must be carried out so that school operational assistance funds are distributed on time with the right calculation in achieving all school activities and needs so that school operational activities run well and do not interfere with the school program that has been planned. Finansial di salah satu satuan pendidikan harus ditata dengan baik. Penting untuk ikut serta memberikan kontribusi dana sekolah agar dana yang diterima berfungsi selaku efektif dan efisien. Penggunaan BOS atau dana perlu berlandaskan persetujuan serta kesimpulan bersama pengelola dalam dana BOS ini, pihak guru serta lembaga sekolah. Berdasarkan hasil persetujuan disampaikan pada bentuk risalah rapat tertulis serta di tanda tangani seluruh peserta rapat. Penelitian ini merupakan jenis metode kualitatif akan memerlukan desain terhadap penelitian studi kasus lapangan dengan berkarakter deskriptif-analitik. Pada pengambilan data mengunakan teknik terhadap pengumpulan data ini akan mengunakan, dengan cara wawancara, dokumentasi serta observasi. Inilah dapat ditunjukkan oleh hasil pada penelitian ini dengan menunjukkan bahwa seringnya terjadi keterlambatan alokasi dana di SD Negeri 2 Budiasih berdampak pada kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut. Jika terjadi keterlambatan penyaluran dana operasional sekolah, kebutuhan sekolah menjadi lebih sulit. Evaluasi harus dilakukan agar dana bantuan operasional sekolah tersalurkan tepat waktu dengan perhitungan yang tepat dalam mencapai semua kegiatan dan kebutuhan sekolah.
DEVELOPMENT OF IPAS TEACHING MATERIALS IN THE INDEPENDENT CURRICULUM FOR GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL BASED ON METACOGNITIVE STRATEGIES Jumanto Jumanto; Mukhlis Mustofa
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4790

Abstract

Metacognition is one-factor influencing students' processes and learning achievement. Many studies have shown that metacognition helps individuals become more effective learners, enabling them to regulate and improve their thinking and learning methods more effectively. This study aims to produce metacognitive-based teaching materials for the subject of Science in Grade IV Elementary School with the Merdeka Curriculum and to test its validity. This research is a Research and Development (R & D) using the Borg and Gall development model, which is simplified into seven stages: a preliminary study, research planning, design development, limited trial, revision of limited trial, large-scale trial, and revision of large-scale trial. The samples were selected using a purposive sampling technique, with 10 students in the limited trial and 26 in the large-scale trial. The validity of the teaching materials was evaluated by subject matter experts, metacognitive experts, and educational media experts, as well as response questionnaires from teachers and students. The data analysis technique used is descriptive, which presents the product development results. The results of the study show that the development of metacognitive-based teaching materials for the subject of Science in Grade IV Elementary School with the Merdeka Curriculum is valid and feasible to use, based on the validation results from subject matter experts, metacognitive experts, and educational media experts, as well as student assessment questionnaires with average criteria of excellent. The results of the large-scale trial show an increase in student learning motivation, from 45% of students with high self-directed learning motivation to 70% of 26 students. Metakognisi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan prestasi belajar siswa. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa metakognisi membantu seseorang menjadi pembelajar yang lebih efektif, karena metakognisi menjadikan seseorang mampu mengatur dan memperbaiki cara berpikir dan belajarnya secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang berbasis metakognitif pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD dengan Kurikulum Merdeka serta menguji kevalidannya. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap yaitu, studi pendahuluan, perencanaan penelitian, pengembangan desain, uji coba terbatas, revisi uji coba terbatas, uji coba skala luas, revisi hasil uji coba secara luas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu 10 pesera didik pada uji coba skala terbatas dan 26 siswa pada uji coba skala luas. Validitas bahan ajar diupayakan melalui validasi ahli materi, ahli metakognitif, dan ahli media pendidikan, serta angket respon dari pendidik dan siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif yang memaparkan hasil pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis metakognitif pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD dengan Kurikulum Merdeka valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli metakognisi dan ahli media serta berdasarkan angket penilaian siswa dengan rata-rata kriteria sangat baik. Hasil ujicoba skala luas menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa yaitu dari 45% siswa yang mempunyai motivasi belajar mandiri tinggi meningkat menjadi 70% dari 26 siswa.
THE EFFECTIVENESS OF DISCOVERY LEARNING MODEL TO INCREAS STUDENTS' MATHEMATICAL UNDERSTANDING ABILITY Sartono; Zainuddin Zainuddin; Sahrun Nisa; Serly Safitri
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5338

Abstract

Mathematics is one of the mandatory subjects that every student needs to understand. In mathematics, fractions are one of the materials that students consider difficult. Several studies have found that students cannot understand the concept of fractions well. Students' ability to understand mathematics is called mathematical comprehension ability. This ability is a basic ability in mastering mathematics. One model that is considered capable of improving students' mathematical abilities is the discovery learning model. This research aims to reveal the effectiveness of the discovery learning model in improving coastal students' mathematical understanding. This research is quantitative research using a pre-experiment design which was carried out at SDN 111 Buton in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Based on the results of data processing and analysis, researchers found that the discovery learning model can improve coastal students' mathematical understanding abilities. These findings are evidence that this learning model can be used to improve coastal students' mathematical understanding abilities. Therefore, this model can be an alternative in improving students' mathematical abilities. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran wajib yang perlu dipahami oleh setiap siswa. Dalam matematika, pecahan merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa. Beberapa penelitian menemukan bahwa siswa tidak dapat memahami konsep pecahan dengan baik. Kemampuan siswa dalam memahami matematika disebut dengan kemampuan pemahaman matematika. Kemampuan ini merupakan kemampuan dasar dalam menguasai matematika. Salah satu model yang dianggap mampu meningkatkan kemampuan matematika siswa adalah model discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keefektifan model discovery learning dalam meningkatkan coastal students' mathematical understanding. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain pre-experiment yang dilaksanakan di SDN 111 Buton pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, peneliti menemukan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa pesisir. Temuan tersebut menjadi bukti bahwa model pembelajaran ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa pesisir. Oleh karena itu, model ini dapat menjadi salah satu alternatif di dalam meningkatkan kemampuan matematis peserta didik.
THE INFLUENCE OF THE INQUIRY LEARNING MODEL ON THE LEARNING OUTCOMES OF NATURAL SCIENCES CLASS FOUR ELEMENTARY SCHOOL Rizky Ajeng Ayuningtias; Diki Rukmana
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5381

Abstract

The learning process can influence a student’s success in achieving educational goals. However, the lack of innovation in elementary school natural science learning models makes it difficult for students to assimilate the presented material. This research aims to determine the influence of the guided inquiry learning model on the learning outcome of Natural Sciences. Research methods use quantitative research methods, quasi-models experiment with a pretest-posttes-only control design pattern, and the type of instrument use using a double choice test using 2 class samples on the experimental class using. The inquiry model is guided, and the control class uses the conventional learning outcomes of students in the fourth grade of the Master of Science. This is a supported by a cognitive hypothesis test with the results of N_sig < N_table with a score of 0.015 < 0.05. test affective hypothesis test with the results of N_sig < N_table with a score of 0.000 < 0.05, and psychomotor hypothesis test, whit the results of N_sig < N_table, with score of 0.000 < 0.005. based on the research, It can be concluded that the guided inquiry learning model influence the results of natural science learning in the fourth grade of elementary. Proses pembelajaran dapat mempengaruhi keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Namun kurangnya inovasi model pembelajaran pada pelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar membuat siswa mengalami kesulitan untuk memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan alam kelas IV SD, metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest-only control desain. Sempel yang dipakai adalah sebanyak 2 kelas dipilih secara random sampling, kelas eksperiment sebanyak 30 siswa dan kontrol sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran yang dipandu oleh survei mempengaruhi hasil belajar ilmu alam pengetahuan alam kelas IV di sekolah dasar. Hasil ini didukung oleh tes hipotesis dengan hasil hipotesis kognitif N_sig < N_table dengan nilai 0.015 < 0.05., hipotesis afektif dengan nilai 0.000 < 0.05 dan hipotesis psikomotor dengan nilai 0.000 < 0.05. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh yang dipandu pada hasil belajar ilmu pengetahuan alam kelas IV di sekolah dasar.
ANALYSIS OF KURIKULUM MERDEKA IN SEKOLAH PENGGERAK Ali Muckromin; Anam Sutopo; Yulia Maftuhah Hidayati; Choiriyah Widyasari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5445

Abstract

Education cannot be limited by space and time as Ki Hajar Dewantara said: "anyone can become a teacher and anywhere can be a class". Education will continue to experience development along with the changes or progress of the times. Since the beginning of independence until now, the curriculum in Indonesia has undergone 12 changes, the first Curriculum 1947; the second Curriculum 1952; the third Curriculum 1964; the fourth Curriculum 1968; the the fifth Curriculum 1975; the sixth curriculum CBSA 1984; the seventh Curriculum 1994; the eighth Curriculum 1999; the ninth Curriculum 2004 (CBSA); the tenth Curriculum 2006 (KTSP); the eleventh Curriculum 2013; And the twelfth “Kurikulum Merdeka” (2022). None other than the occurrence of various kinds of changes that are for the sake of realizing the goals of national education. The curriculum is also a very important organ in the body of education and has a very important role in determining the progress of education in Indonesia. This study aims to analyze the strengths and weaknesses of the “Kurikulum Merdeka” in primary drive schools, Wonosamodro District, Boyolali Regency. The method in this research is qualitative through a case study approach. The research shows the following results: there are several advantages of the “Kurikulum Merdeka” in “Sekolah Penggerak”, including: (1) Improving the quality of learning outcomes within 3 years; (2) Improving the ability and qualifications of school principals and educators; (3) Acceleration of school digitization (received 16 chromebooks); (4) Ability to act as a catalyst for change in other educational units; (5) Accelerating the achievement of Pancasila student profiles; (6) receive intensive assistance; (7) Obtaining additional budget in the form of BOS Performance for 3 years with a nominal value of Rp80,000,000,-/year. The weaknesses are (1) in terms of implementing the curriculum it cannot be fully implemented; (2) lack of human resources and an unstructured system (shortage of PAI & PJOK teachers); (3) The facilities and infrastructures that are less adequate. Pendidikan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara: “Siapapun bisa menjadi guru dan dimanapun bisa menjadi kelas”. Pendidikan akan terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan atau kemajuan zaman. Sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, kurikulum di Indonesia telah mengalami 12 kali perubahan, yang pertama Kurikulum 1947; Kurikulum kedua tahun 1952; Kurikulum ketiga tahun 1964; Kurikulum keempat tahun 1968; Kurikulum Kelima 1975; kurikulum keenam CBSA 1984; Kurikulum ketujuh tahun 1994; Kurikulum kedelapan tahun 1999; Kurikulum Kesembilan 2004 (CBSA); Kesepuluh Kurikulum 2006 (KTSP); Kurikulum Kesebelas 2013; Dan yang kedua belas “Kurikulum Merdeka” (2022). Tidak lain adalah terjadinya berbagai macam perubahan demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Kurikulum juga merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh pendidikan dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kemajuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan “Kurikulum Merdeka” di sekolah dasar berkendara Kecamatan Wonosamodro Kabupaten Boyolali. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: terdapat beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka dalam “Sekolah Penggerak”, antara lain: (1) Meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dalam waktu 3 tahun; (2) Peningkatan kemampuan dan kualifikasi kepala sekolah dan pendidik; (3) Percepatan digitalisasi sekolah (menerima 16 chromebook); (4) Kemampuan menjadi katalisator perubahan pada satuan pendidikan lainnya; (5) Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila; (6) mendapat pendampingan intensif; (7) Memperoleh tambahan anggaran berupa BOS Kinerja selama 3 tahun dengan nilai nominal Rp80.000.000,-/tahun. Kelemahannya adalah (1) dari segi implementasi kurikulum belum dapat dilaksanakan secara maksimal; (2) kurangnya sumber daya manusia dan sistem yang tidak terstruktur (kekurangan guru PAI & PJOK); (3) Sarana dan prasarana yang kurang memadai.
INTERNALIZATION OF ISLAMIC RELIGIOUS CHARACTER VALUES IN MADRASAH IBTIDAIYAH Amin Ary; Maragustam Siregar; Mufrod Teguh Mulyo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5569

Abstract

The internalization of Islamic religious character refers to the process by which individuals deeply and sincerely adopt the core principles, values, and moral guidelines of Islam into their personal beliefs, attitudes, and behaviors. This study aims to describe the internalization of Islamic religious Character values in Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda, Gondang, Sragen. This madrasah uses the concept of Aswaja An-Nahdliyah in academic and non-academic activities. This concept is interesting to be described in more depth. This type of research is using qualitative and described analysis using phenomenological and naturalistic approaches. Data collection techniques are interview and observation. The data analysis method used is qualitatively descriptive. The results of this study show that the internalization of a character building in the institution can be divided into two important subjects. Firstly, direct internalization through Aswaja course. Secondly indirect internalization, namely by internalizing aswaja values with the principles of tawasut or moderate, tasamuh or tolerance, tawazun or balanced, i'tidal or impartial and amar ma'ruf nahi munkar. In addition, the madrasah is categorized as having understood the philosophical meaning, moral message, good advice contained in the character values of Aswaja An-Nahdliyah; having reconstructed the internalization of aswaja an-Nahdliyah character values  in a way; introducing, familiarizing, instilling, the importance of aswaja An-Nahdliyah character values, and becoming an option  in the development of noble character in line with the values of Islamic teachings to welcome a strong millennial generation in accordance with the expectations of Islamic religion and Indonesian country. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai karakter agama Islami di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda, Gondang, Sragen. Madrasah ini menggunakan konsep Aswaja An-Nahdliyah dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Konsep ini menarik untuk dipaparkan lebih dalam. Jenis penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan deskriptif dengan pendekatan fenomenologis dan naturalistik. Teknik pengumpulan data adalah wawancara and observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi pembentukan karakter di lembaga dapat dibagi menjadi dua mata pelajaran penting. Pertama, internalisasi langsung melalui kursus Aswaja. Baik internalisasi tidak langsung yaitu dengan menginternalisasi nilai-nilai aswaja dengan prinsip tawasut atau moderat, tasamuh atau toleransi, tawazun atau seimbang, i'tidal atau tidak memihak dan amar ma'ruf nahi munkar. Selain itu, madrasah dikategorikan telah memahami makna filosofis, pesan moral, nasehat baik yang terkandung dalam nilai-nilai karakter Aswaja An-Nahdliyah; telah merekonstruksi internalisasi nilai-nilai karakter aswaja an-Nahdliyah dengan cara; mengenalkan, membiasakan, menanamkan, pentingnya nilai-nilai karakter aswaja An-Nahdliyah, dan menjadi pilihan dalam pengembangan akhlak mulia yang sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam untuk menyongsong generasi milenial yang tangguh sesuai dengan harapan agama Islam dan negara Indonesia.
THE ROLE OF TEACHERS IN FACING ACADEMIC PROCRASTINATION AS AN EFFORT TO DISCIPLINE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' LEARNING Amalia Farizkya Ananda; Ratnasari Diah Utami
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5609

Abstract

Assignments are one of the strategies that teachers employ to teach students how to become disciplined and responsible individuals. However, many students procrastinate in their studies, which prevents them from developing independent, disciplined, and responsible traits, as outlined in the Pancasila Student Profile. The research objectives encompass the following: first, identifying the causes of academic procrastination among students. Second describing the attitudes of teachers towards addressing academic procrastination. Third, examining the efforts made by teachers in fostering discipline in student learning. The research methodology employed is qualitative research, utilizing interviews, observations, and documentation as the primary methods for data collection. The research subjects consisted of students in grades IV and V who exhibited procrastination tendencies, as well as teachers in the same grade levels. The data analysis process involved three steps: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal the following: There are two types of factors, internal and external, that contribute to student procrastination. Teachers adopt various approaches to address academic procrastination, such as approaching students, providing motivation or guidance, implementing punishment or rewards, and diversifying teaching methods. Teachers take specific steps to foster discipline in learning, such as establishing class agreements, organizing positive activities, and implementing punishment or rewards. Hence, teachers play a crucial role in implementing strategies aimed at reducing procrastination and cultivating a disciplined, independent, and responsible attitude among students. Tugas adalah salah satu strategi yang guru gunakan untuk mengajarkan siswa menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Akan tetapi banyak siswa yang melakukan prokrastinasi didalam pembelajaran sehingga, tidak menanamkan karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan penelitian meliputi pertama, mengidentifikasi penyebab prokrastinasi akademik pada siswa. Kedua, mendeskripsikan sikap guru dalam menghadapi prokrastinasi akademik. Ketiga, upaya guru dalam pendisiplinan belajar siswa. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk pengumpulan data. Subjek penelitian siswa kelas IV dan V yang melakukan prokrastinasi serta guru kelas IV dan V. Tiga langkah uji analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyebab siswa melakukan prokrastinasi ada dua jenis faktor internal dan eksternal; sikap guru dalam menghadapi prokrastinasi akademik yaitu dengan melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan motivasi atau nasihat, memberikan punishment atau reward, dan memvariasi cara mengajar; langkah yang dilakukan guru dalam pendisiplinan belajar yaitu membuat kesepakatan tiap kelas, melakukan kegiatan posistif, adanya punishment atau reward. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam penerapan langkah-langkah agar prokrastinasi mampu berkurang dan siswa memiliki sikap disiplin, mandiri, dan tanggungjawab.
DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL MEDIA DIORAMA OF WATER CYCLE IN SCIENCE SUBJECT IN ELEMENTARY SCHOOL Tasya Humaira; Mimin Ninawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5653

Abstract

This research is motivated by the fact that there are still many students who do not understand the water cycle material in science lessons because teachers do not use learning media in the learning process, this causes a lack of student understanding of the water cycle material in science lessons. The purpose of this study is to develop water cycle diorama media so that it meets the eligibility criteria to be implemented in science lesson content. This research uses the Research and Development (R&D) method or commonly referred to as development, with a 4D model. In the 4D model, there are several stages such as, define, design, develop, and disseminate. The data collection process uses descriptive data results through questionnaires. The descriptive data was obtained from responses and suggestions by experts and respondents of grade V students. The subject of this study was grade V students of SDN Ciracas 11 Pagi. The study was conducted in small groups and large groups. A small group consists of 5 students of Class V, while for large group consists of 32 students of Class V. Based on the results of validation by media experts and material experts, it shows that water cycle diorama media is very suitable to be used as a learning medium on water cycle material and the results of research to small groups with 5 students and large groups with 32 students,   It was concluded that this water cycle diorama media is also very suitable to be used as a learning medium for water cycle material in science lesson content in grade V elementary school. The results of validation by media experts got a very valid category, for the results of validation by material experts got a very valid category, and the responses obtained by 5 students in this study got a very decent category, and responses to 32 students got a very decent category. Based on the results of the acquisition, it was concluded that the water cycle diorama media in the content of science lessons for grade V elementary school was said to be very feasible to use. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak siswa yang belum memahami materi siklus air pada pelajaran IPA, dikarenakan guru tidak menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi siklus air muatan pelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media diorama siklus air sehingga memenuhi kriteria kelayakan untuk dapat diimplementasikan pada muatan pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) atau biasa disebut dengan pengembangan, dengan model 4D. Pada model 4D terdapat beberapa tahapan seperti, define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebarluasan). Proses pengumpulan data menggunakan hasil data deskriptif melalui angket. Data deskriptif tersebut didapatkan dari tanggapan dan saran oleh para ahli dan responden siswa kelas V. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Ciracas 11 Pagi. Penelitian ini dilakukan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. kelompok kecil terdiri dari 5 siswa Kelas V, sedangkan untuk kelompok besar terdiri dari 32 siswa kelas V. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa media diorama siklus air sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi siklus air pada muatan pelajaran IPA di kelas V SD. Hasil validasi oleh ahli media mendapat kategori sangat valid, untuk hasil validasi oleh ahli materi mendapat kategori sangat valid, dan respon yang didapatkan pada 5 siswa dalam penelitian ini mendapat kategori sangat layak, serta  respon kepada 32 siswa memperoleh kategori sangat layak. Berdasarkan hasil perolehan disimpulkan bahwa media diorama siklus air pada muatan pelajaran IPA untuk kelas V SD dikatakan sangat layak digunakan.
THE EFFECTIVENESS OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL IN SCIENCE LEARNING ON CRITICAL THINKING SKILLS OF FIFTH GRADE STUDENTS Diah Anjani Putri; Zulfadewina
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5927

Abstract

The development of the times requires students to master 4 skills, one of the skills that must be mastered is Critical Thinking. The reality that occurs at SDN Dukuh 01 is that the critical thinking skills of grade V students are low. This research is to determine the effectiveness of Problem-Based Learning model in Science Learning on Critical Thinking Skills of 5th Grade Students at SDN Dukuh 01 in the even semester of the 2022/2023 school year. The research method used is quantitative with a research design of Non-equivalent Control Group Design. The total population in this study was 130 students, with a total sample of 52 students. The data collection technique in this study was to use a test instrument with 10 essay questions. Data analysis techniques using the normality test, homogeneity test, and t test. The Validity testing used the Pearson Colleration formula with eight valid and two invalid questions. The calculation of critical thinking skills data according to the indicators obtained the following average results: the experimental class of 83.25 and the control class of 64.74. It can be seen that the percentage results in the experimental class are higher than in the control class. Testing the analysis requirements, namely the normality and homogeneity tests using the SPSS 22.0 program obtained a value (sig.) > 0.05, which means that the data is normally distributed and homogeneous. The hypothesis testing used the independent sample t-test on SPSS 22.0, obtaining a value (sig.) 0.000; thus, Ha is accepted, and H0 is not accepted. It can be concluded that the use of the Problem-Based Learning model in science learning is effective on the critical thinking skills of five grader students at SDN Dukuh 01. Perkembangan zaman menuntut siswa untuk menguasai 4 keterampilan, salah satu keterampilan yang harus dikuasai adalah Berpikir Kritis. Realita yang terjadi di SDN Dukuh 01 keterampilan berpikir kritis siswa kelas V rendah. Studi ini bermaksud guna mengetahui efektivitas model problem based learning pada pembelajaran IPA akan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN Dukuh 01 pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Sistem penelitian yang dipergunakan ialah sistem kuantitatif menggunakan desain penelitian dan berbentuk nonequivalent control group design. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 130 peserta didik, dengan jumlah sampel sebanyak 52 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan instrument tes dengan 10 butir soal essay. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Pengujian validitas mempergunakan rumus Korelasi pearson sebanyak sepuluh butir soal esai dengan delapan soal valid dan dua soal tidak valid. Perhitungan data keterampilan berpikir kritis sesuai indikator diperoleh rerata hasil kelas eksperimen sejumlah 83,25 dan kelas kontrol berjumlah 64,74, maka tampak bila persentase kelas eksperimen di atas kelas kontrol.  Pengujian persyaratan analisis, yaitu uji normalitas dan homogenitas mempergunakan program SPSS 22.0 didapat nilai (sig.) > 0,05 yang berarti data berdistibusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis mempergunakan uji independent sample t-test pada SPSS 22.0 memperoleh nilai (sig.) 0,000, maka Ha diterima dan H0 tidak diterima. Hasil itu memberi simpulan bila pemakaian model problem based learning efektif terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA siswa kelas V SDNegeri Dukuh 01.