cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 527 Documents
THE DEVELOPMENT OF ASSISTED WORKSHEETS DIFFERENTIATION LEARNING BASED ON LEARNING STYLE: HOW GREAT IT CAN HELP STUDENTS’ MATHEMATICAL UNDERSTANDING ABILITY? Cucun Sutinah; Muhammad Ghiyats Ristiana
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4541

Abstract

The purpose of this study is to develop mathematics differentiation learning worksheets based on learning style and to know the impact for mathematics understanding ability in 4th grade. The method we used was R&D including 10 steps. The instruments were a validation test, questionnaire for teachers and students, and an understanding concept test. Validation and questionnaire data analyzed by descriptive quantitative. Although, mathematics understanding ability data analyzed by difference test and N-Gain test. The results of this study show that the differentiation learning worksheets fit with the criteria. Eligibility validation from experts gets an average of 91%. Practically based on teachers and students’ responses get an average 86%. It means that the learning materials are very valid. The learning materials in experiment class can increase the understanding concept with N-Gain 0,74. We can conclude that with mathematics differentiation learning worksheets can increase mathematics understanding ability. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Matematika Berdiferensiasi Gaya Belajar dan mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa di kelas IV SD. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RnD) yang terdiri atas 10 langkah. Instrumen pengumpul data meliputi lembar validasi, angket respon guru dan siswa, dan tes pemahaman konsep. Data validasi dan kepraktisan dianalisis secara kuantitatif deskriptif, sedangkan data kemampuan pemahaman matematis dianalisis dengan uji beda dan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berdiferensiasi yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan. Validasi kelayakan oleh ahli memperoleh rata-rata skor 91% (sangat layak). Kepraktisan mengacu pada respon guru dan siswa memperoleh rata-rata skor 86% (sangat baik). LKPD berdiferensiasi di kelas eksperimen mampu meningkatkan kemampuan pemahaman matematis secara efektif dibanding kelas kontrol dengan n-gain 0,74. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa sesuai gaya belajarnya dapat dipengaruhi oleh LKPD berdiferensiasi.
EDUCATING CHILDREN WITH HEART AND SELF-QUALITY: IMPLICATIONS OF KI HADJAR DEWANTARA'S THINKING ON PRIMARY SCHOOL CHARACTER EDUCATION Yusuf Siswantara; Ace Suryadi; Mupid Hidayat; Ganjar Muhammad Ganeswara; Asnita Sirait
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4566

Abstract

The problem of bad behavior of the younger generation in the form of juvenile delinquency is a major concern in character education in elementary schools. Using qualitative methods, this study aims to raise character education in the educational paradigm of Ki Hadjar Dewantara as a fundamental solution to the problem of juvenile delinquency. The results showed that both the inner interiority in Neng, Ning, Nung, and Nang, the person (will and heart) who is "antêp, mantêp, têtêp," the child's attitude that is "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (attitude area), and the educational method "Among" with spirit: "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani" can be an effective choice in developing character education. The recommendation for future research is to evaluate the effectiveness of the "Among, Momong, Ngemong" method by focusing on the factors of influence of family environment, peers, and school culture. The concrete solution for primary school education is the preparation of a curriculum that is more focused on building student character by incorporating eastern values and moral education as well as training and developing teacher competencies in carrying out character education in the daily learning process. Masalah perilaku buruk generasi muda dalam bentuk kenakalan remaja menjadi perhatian utama dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengangkat pendidikan karakter dalam paradigma pendidikan Ki Hadjar Dewantara sebagai solusi mendasar atas masalah kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter baik dalam interioritas batin dalam Neng, Ning, Nung, dan Nang, pribadi (kehendak dan hati) yang "antêp, mantêp, têtêp," sikap anak yang "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (area sikap), dan metode pendidikan “Among” dengan semangat: “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani” dapat menjadi pilihan efektif dalam mengembangkan pendidikan karakter. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengevaluasi efektivitas metode "Among, Momong, Ngemong" dengan memfokuskan pada faktor-faktor pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, dan budaya sekolah. Solusi konkret untuk pendidikan sekolah dasar adalah penyusunan kurikulum yang lebih terfokus pada pembentukan karakter siswa dengan memasukkan nilai-nilai ketimuran dan pendidikan moral serta pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dalam melaksanakan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran sehari-hari.
IMPROVING NUMERACY LITERACY SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS THROUGH THE KAMPUS MENGAJAR (KAMPUS MENGAJAR) PROGRAM POLICY Nurul Fatonah; Johar Permana; Ernawulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4597

Abstract

Literacy and numeracy abilities are determining factors for individual success in learning. Currently, literacy and numeracy skills are the main subjects in the independent curriculum. As one of the programs of the independent curriculum in tertiary institutions, the kampus mengajar is intended to serve the purpose of increasing students' literacy and numeracy skills. This study aims to describe the results of research on improving literacy and numeracy skills in elementary schools. This research uses a qualitative approach. Data was collected through interviews and questionnaires. The object of this research is schools that run kampus mengajar programs in Garut Regency. The data were then analyzed using qualitative methods. The results of this study indicate that the kampus mengajar program has contribution in increasing students' literacy and numeracy in elementary schools, especially 3T schools. The kampus mengajar program contributes a lot to activities both in learning and activities outside the classroom. This is very possible for students to have good literacy skills. This is due to the existence of learning innovations offered by students in the target schools. Kemampuan literasi dan numerasi menjadi faktor penentu keberhasilan individu dalam belajar. Saat ini kemampuan literasi dan numerasi menjadi pembelajaran pokok di kurikulum merdeka. Sebagai salah satu program dari kurikulum merdeka di perguruan tinggi, kampus mengajar dimaksudkan untuk melakukan pengabdian pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Data diambil melalui wawancara dan angket. Objek penelitian ini yaitu sekolah-sekolah yang menjalankan program kampus mengajar di Kabupaten Garut. Data kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program kampus mengajar memiliki kontribusi dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di sekolah dasar terutama sekolah 3T. Program kampus mengajar memberikan banyak kontribusi kegiatan baik dalam pembelajaran ataupun kegiatan di luar kelas. Hal ini sangat memungkin siswa memiliki kemampuan literasi yang baik. Ini dikarenakan adanya inovasi pembelajaran yang ditawarkan oleh mahasiswa di sekolah sasaran.
OPTIMIZING MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING SKILLS AMONG STUDENT THROUGH METACOGNITIVE-BASED TEACHING MATERIALS DEVELOPMENT Liyana Sunanto; Mahpudin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4621

Abstract

This research was conducted to obtain lecture tools (syllabus, SAP, textbooks and worksheets) that use metacognitive strategies, and see the effectiveness of lecture tools in shaping students' abilities to solve mathematical problems. The research design used is ADDIE development research. This research will be conducted on third semester students of the PGSD study program, Faculty of Education and Humanities, Pelita Bangsa University, TA 2022/2023 in the Elementary Mathematics Learning course. This teaching material is declared valid based on the validation results of experts, practitioners and media experts which are marked by the acquisition of a hih score so that it is suitable for use. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan perangkat perkuliahan (silabus, SAP, buku ajar dan LKS) yang menggunakan strategi metakognitif, serta melihat keefektifan perangkat perkuliahan dalam membentuk kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan ADDIE. Penelitian ini akan dilakukan pada mahasiswa semester tiga program studi PGSD Fakultas Pendidikan dan Ilmu Budaya Universitas Pelita Bangsa TA 2022/2023 pada mata kuliah Pembelajaran Matematika SD. Bahan ajar ini dinyatakan valid berdasarkan hasil validasi ahli, praktisi dan ahli media yang ditandai dengan perolehan skor hih sehingga layak digunakan.
THE EFFECT OF GENDER ON ELEMENTARY STUDENTS' MATHEMATICAL COMMUNICATION ABILITY Sri Winggowati; Wahyudin; Tatang Herman
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4626

Abstract

Women are often considered more talkative than men. But is it true that women have better communication skills than men? This study aims to analyze and obtain an overview of students' mathematical communication skills or called Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) in Bahasa Indonesia based on gender differences in comparative material. The method in this research is ex-post facto. The subjects in this study were 6th grade students at an elementary school in the city of Bandung with a total of 27 boys and 35 girls. The research instrument used was a test of mathematical communication skills (KKM), which measures the ability to solve word problems on comparative material. Data analysis in this study to see the mean difference test between the scores of mathematical communication skills (KKM) based on gender. The results of this study concluded that there was no difference in the effect of gender (male and female) on mathematical communication skills (KKM). Women and men have the same potential to have mathematical communication skills while practicing and learning. The results of this study can be used as a basis for educators to train mathematical communication skills to students in elementary schools fairly. Perempuan kerap kali dianggap lebih cerewet dibanding laki-laki. Tapi benarkah bahwa perempuan memiliki kemampuan komunikasi matematis yangg lebih baik dibanding laki-laki? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh gambaran tentang kemampuan komunikasi matematis(KKM) siswa berdasarkan perbedaan jenis kelamin pada materi perbandingan. Metode dalam penelitian ini adalah ex-post facto.Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 6 di sebuah sekolah dasar di Kota Bandung dengan jumlah, 27 orang laki-laki dan 35 orang perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes kemampuan kemampuan komunikasi matematis (KKM), yang mengukur kemampuan menyelesaikan soal cerita pada materi perbandingan.Analisis data pada penelitian ini untuk melihat uji perbedaan rerata antara skor kemampuan komunikasi matematis (KKM) berdasarkan jenis kelamin.Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) terhadap kemampuan komunikasi matematis (KKM). Perempuan maupun laki-laki berpotensi yang sama besar memiliki kemampuan komunikasi matematis selama berlatih dan berusaha. Hasil penelitian ini dapat dijadiakan landasan bagi para pendidikan untuk melatihkan kemampuan komunikasi matematis secara adil kepada siswa di sekolah dasar.
THE PRACTICALITY OF INTERACTIVE MULTIMEDIA SOFTWARE LECTORA INSPIRE TOWARDS LEARNING THEME 3 OF GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Mike Oktavia; Yanti Fitria
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4664

Abstract

The use of technology in the classroom today is still uneven because of teachers who prefer to use traditional media, such as the images found in student textbooks, rather than technology-assisted media. This leads to students becoming bored with their lessons, which results in less effective learning. In grade IV of an elementary school. The ADDIE methodology was applied in this research to generate interactive multimedia.Using the following methods: analysis, planning, development, application, and assessment. Response questionnaires, specifically those from students and teachers, are used to collect data. this study seeks to ascertain the usefulness of interactive multimedia development assisted by Lectora Inspire software. The research of the grade IV teachers at SDN 11 Tanjung Barulak's practicality test results showed that 91.66% of them met the requirements for being "extremely practical," and the examination of the student replies to the questionnaire showed that 89.94% of them did as well.As for the practicality of the class IV teacher response at SDN 02 Tanjung Barulak, 87.50% was included in the "very practical" criteria, and as for the practicality of the class IV student response at SDN 14 Tanjung Barulak, 96.38% was included in the "very practical" criteria, and as for the practicality of the class IV teacher response at SDN 02 Tanjung Barulak, 87.50% was included in the "very practical" criteria.and while the questionnaire for the practicality of student responses was 90.55% of the "very practical" criteria. By describing the effectiveness of interactive multimedia helped by lectora inspire software, a descriptive data analysis technique was utilized to analyze the data. The achieved practicality value reveals itself in extremely practical criteria, indicating that the interactive multimedia can be useful and make learning more convenient. Pada zaman sekarang ini dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran masih belum merata yang disebabkan oleh guru yang cenderung menggunakan media konvensional berupa media gambar yang terdapat dalam buku paket siswa dan masih kurang menggunakan media berbantuan teknologi dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa merasa bosan dalam kegiatan proses belajar sehingga pembelajaran menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kepraktisan dari pengembangan multimedia interaktif berbantuan software lectora inspire yang diimplementasikan di kelas IV SD. Dalam penelitian ini model yang digunakan adalah model ADDIE. Dengan langkah yaitu, analisis, perencanaan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan angket respon yaitu respon siswa dan guru. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik analisis data deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan kepraktisan multimedia interaktif  berbantuan software lectora inspire. Hasil analisis yang mendapatkan hasil uji kepraktisan guru Kelas IV SDN 11 Tanjung Barulak yang menunjukkan 91,66% dengan kriteria “sangat praktis”, dan angket kepraktisan respon dari siswa menunjukkan 89,94% dimana termasuk dengan kriteria “sangat praktis”. Sedangkan untuk respon guru Kelas IV SDN 14 Tanjung Barulak menunjukkan 93,66% dengan kategori “sangat praktis”, dan untuk angket kepraktisan siswa menunjukkann 96,38% yang termasuk kedalam kriteria “sangat praktis”, dan untuk kepraktisan dari respon guru Kelas IV SDN 02 Tanjung Barulak yaitu 87,50% termasuk ke dalam kriteria “sangat praktis”, dan sedangkan angket kepraktisan respon siswa yaitu 90,55%  kriteria “sangat praktis”. Nilai kepraktisan yang diperoleh menunjukkan dalam kriteria sangat praktis yang diartikan bahwa  multimedia interaktif  yang dikembangkan dapat memberikan kemudahan dan membantu dalam penggunaanya dalam proses pembelajaran.
THE INFLUENCE OF ROLE PARENTS IN HABITUATION GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IMPLEMENT CLEAN AND HEALTHY BEHAVIOR Isna Nurazmi; Diki Rukmana
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4675

Abstract

The fact that the educational role of parents is lacking in forming clean and healthy living habits is the background of this research. As subjects of formal education for students, parents must be able to develop practices that prioritize cleanliness and health. During the Covid-19 pandemic, instilling clean and healthy living habits became very important for students in the world of education. The study was conducted by involving fourth-grade elementary school students as participants to determine how effective parents' role was in influencing the development of clean and healthy living habits by using a quantitative cross-sectional design approach based on survey analysis. The research findings show that simple linear regression analysis shows a parental influence coefficient of 1.106 which gives a positive value. The t-test also showed that the parental role variable had a higher t count, namely 17.581, than t table 1.993, along with a Pearson value of 0.902 and a significance value of 0.000, less than 0.05. From the R2 test, parental influence gives a value of 0.813 or 81.3%, and other variables provide a value of 0.187 or 18.7%. Therefore, the conclusion is that the role of parents is very influential and has a strong relationship in forming clean and healthy living habits for fourth-grade elementary school students. Fakta bahwa peran edukatif orang tua yang kurang dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi latar belakang penelitian ini. Orang tua, sebagai subjek pendidikan formal bagi siswa, harus mampu membentuk kebiasaan yang memprioritaskan kebersihan dan kesehatan. Selama pandemi Covid-19, menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi sangat penting bagi siswa dalam dunia pendidikan. Penelitian dilakukan dengan melibatkan siswa kelas IV sekolah dasar sebagai partisipan untuk mengetahui seberapa efektif peran orang tua dalam mempengaruhi perkembangan kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional berbasis analisis survei. Temuan penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien pengaruh orang tua sebesar 1,106 yang memberikan nilai positif. Pada uji t juga dihasilkan bahwa variabel peran orang tua memiliki t hitung lebih besar yaitu 17,581 dari t tabel 1,993 beserta nilai pearson sebesar 0,902 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dari uji R2 bahwa pengaruh orang tua memberikan nilai sebesar 0,813 atau 81,3%, dan variabel lain memberikan nilai sebesar 0,187 atau 18,7%. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah bahwa peran orang tua sangat berpengaruh dan memiliki hubungan yang kuat dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi siswa kelas IV sekolah dasar.
IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN INTEGRATED THEMATIC LEARNING THEME 6 USING DISCOVERY LEARNING MODEL IN CLASS V ELEMENTARY SCHOOL Indra Indra; Mai Sri Lena
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4689

Abstract

This research is motivated by the facts in the field that show the low learning results of students in integrated thematic learning due to teachers who have not been seen developing learning models and students' understanding of the learning material provided, resulting in students participating less in participating in learning. The purpose of this research is to describe the use of the Discovery Learning Model can improve student learning outcomes in integrated thematic learning theme 6 grade V elementary school. This study is a Classr Action Research that uses qualitative and quantitative methods. It is done in two cycles, cycle I (two sessions), cycle II (one session), and it is done in four stages: planning, doing the work, watching, and thinking about it. This study's participants were 21 fifth-grade students and teachers from SDN 24 Limo Koto, Sijunjung Regency. Cycle I's lesson plan research obtain results with an score of 83%, and cycle II saw an increase, with an score of 91.6%. In cycle II, the assessment of teacher activities increased with an score of 90%. In cycle I, the score was 71.5%. The average score for assessment of learner activities in cycle I was 69.8%, and it increased in cycle II to 86.6%. In this study, integrated thematic learning outcomes had an score of 67 percentage for cycle I and an score of 81.4% for cycle II. Integrated thematic learning in class V SDN 24 Limo Koto Sijunjung Regency using the Discovery Learning Model can improve student learning outcomes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan yang memperlihatkan rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu dikarenakan guru yang belum terlihat mengembangkan model pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diberikan, mengakibatkan peserta didik kurang berpartisipasi dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitiąn ini adalah untuk mendeskripsikąn penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu tema 6 kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, siklus I(Dua Pertemuan), siklus II(Satu Pertemuan) dan dilakukan dalam empat tahapan; perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Partisipan penelitian ini adalah 21 siswa dan guru kelas V dari SDN 24 Limo Koto, Kabupaten Sijunjung. Penelitian RPP siklus I memperoleh hasil dengan nilai 83%, dan siklus II mengalami peningkatan dengan nilai 91,6%. Pada siklus II, penilaian aktivitas guru mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 90%. Pada siklus I, nilai rata-rata sebesar 71,5%. Nilai rata-rata untuk penilaian aktivitas peserta didik pada siklus I adalah 69,8%, dan meningkat pada siklus II menjadi 86,6%. Pada penelitian ini, hasil belajar tematik terpadu siswa memiliki nilai 67 untuk siklus I dan nilai 81,4% untuk siklus II. Pembelajaran tematik terpadu di kelas V SDN 24 Limo Koto Kabupaten Sijunjung menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
ANALYSIS OF TEACHING STRATEGIES OF SEKOLAH MURID MERDEKA (SMM) TEACHERS IN INCREASING THE EFFECTIVENESS OF TECHNOLOGY-BASED BLENDED LEARNING Resya Sanita Wirakusumah; I Isrok'atun; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4715

Abstract

In 2021 the Ministry of Education and Culture said that 60% of teachers still have limited mastery of ICT. As teachers who are constantly improving their teaching skills, developing their potential to realize the quality of learning by relying on technology is one way to increase competence in the application of ICT in the education sector. This research aims to describe the preparation of teaching strategies for teachers from schools that have implemented technology-based blended learning methods since 2019. This type of research is descriptive qualitative research using the case study method. Data collection methods used are interviews, observation, documentation, and questionnaires to support research. Interviews were conducted with the Head of the Elementary School Program, 2 offline teachers, 3 learning designers, and 1 online teacher, along with 17 teachers who filled out the questionnaire. From the results of research with questionnaires from 17 teachers, 82.6% strongly agreed and 17.6% agreed on the statement that the preparation of a teaching strategy consisting of a teaching-learning component in it is something that can increase the effectiveness of applied technology-based blended learning. Based on the results obtained, the teaching strategies that were developed before carrying out teaching and learning activities and in the process were considered to improve the quality and effectiveness of technology-based blended learning methods. Pada tahun 2021 Kementrian Pendidikan dan Budaya menyebutkan masih ada 60% guru yang penguasaan TIK-nya masih terbatas. Sebagaimana guru yang senantiasa meningkatkan kemampuan dalam mengajar, maka mengembangkan potensi diri demi mewujudkan kualitas suatu pembelajaran dengan mengandalkan teknologi salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi dalam penerapan TIK dalam bidang pendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penyusunan strategi mengajar guru dari sekolah yang menerapkan metode blended learning berbasis teknologi sejak tahun 2019. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan angket untuk menunjang penelitian. Wawancara dilakukan bersama Kepala Program Sekolah Dasar, 2 orang guru luring, 3 orang learning designers, dan 1 orang guru daring, beserta 17 guru yang mengisi angket. Dari hasil penelitian dengan angket dari 17 guru, 82,6% sangat setuju dan 17,6% setuju atas pernyataan bahwa penyusunan strategi mengajar yang terdiri atas komponen belajar-mengajar didalamnya merupakan hal yang dapat meningkatkan efektivitas blended learning berbasis teknologi yang diterapkan. Bedasarkan hasil yang diperoleh bahwa strategi mengajar yang disusun sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar serta dalam prosesnya dinilai meningkatkan kualitas serta efektivitas dari metode blended learning berbasis teknologi.
ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHER STRATEGIES IN INTERNALIZING CHARACTER VALUES IN MADRASAH IBTIDAIYAH STUDENTS Karwadi; Deni indrawan
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4731

Abstract

The background of the research problem is that there are still students who still do not have characters such as courtesy to teachers. The purpose of this study is to analyze the PAI teacher's strategy in the process of internalizing character values to students.  The type of research used is qualitative with a descriptive approach. Research data were collected through interviews and observation techniques. Interviews were conducted with the head of madrasah, deputy head of curriculum, teachers, and students. Meanwhile, observations were made of student activities with teachers, both in class and outside the classroom.  Data validity was tested using source and method triangulation. Data analysis techniques were carried out with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that PAI teachers applied strategies of student self-empowerment (self-efficacy), habituation (conditioning), and the realization of a caring environment (caring community). While the key to success lies in self-exemplary, personal commitment of teachers, and full service. The results of this study provide benefits for the world of education regarding how strategies in shaping children's character. Latar belakang masalah penelitian ialah masih terdapat siswa yang masih tidak mempunyai karakter seperti sopan santun pada guru. Tujuan  penelitian ini adalah menganalisis strategi guru PAI dalam proses internalisasi nilai karakter kepada siswa.  Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulan melalui teknik wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada kepala madrasah, wakil kepala bidang kurilulum, guru, dan siswa. Sementara itu, observasi dilakukan terhadap kegiatan siswa bersama guru, baik di kelas maupun di luar kelas.  Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru PAI menerapkan strategi pemberdayaan diri siswa (self-efficacy), pembiasaan (conditioning), dan perwujudanlingkungan yang peduli (caring community). Sedangkan kunci keberhasilannya terletak pada keteladanan diri, komitmen pribadi guru, dan layana penuh. Hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi dunia pendidikan mengenai bagaimana strategi dalam membentuk karakter anak.