cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 527 Documents
THE EFFECT OF THE INDONESIAN REALIST MATHEMATICS EDUCATION APPROACH ON LEARNING OUTCOMES OF DATA PRESENTATION IN GRADE V ELEMENTARY SCHOOL Hadif Alfiansyah; Yarisda Ningsih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3859

Abstract

This research aims to see how huge the influence of the Pendidikan Matematika Realisitk Indonesia (PMRI) approach is on learning outcomes by students in class V Cluster I, Koto Baru District. The method used in the research was a quasi-experimental design in the form of a nonequivalent control group design. The research population was all class V Cluster I students Koto Baru District. Sampling was carried out by purposive sampling, so class V A was obtained as the class for experimental and class V B as the class for control. Based on the research results, by testing the hypothesis using the t-test at the 0,05 level of significance, it was found that tcount = 5,202 and ttable = 2.014, which means H1 is accepted because tcount > ttable. So we concluded that there is a significant effect of using the indonesian realist mathematics education approach on outcomes of learning by students in data presentation in class V Cluster I Koto Baru District. Rendahnya kemampun peserta didik dalam pemahaman konsep matematika hingga menyebabkan rendahnya hasil belajar. Berdasarkan kajian literatur, pendekatan pembelajaran seperti PMRI memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat dipakai dalam melakukan pengatasan akan permasalahan tersebut. Hal ini menyebabkan peneliti melaksanakan penelitian yang memiliki tujuan untuk melihat efek pendekatan berjenis Pendidikan Matematika Realisitk Indonesia (PMRI) akan hasil belajar dari peserta didik dalam materi penyajian data di kelas V Gugus I Kecamatan Koto Baru. Metode yang dipakai pada penelitian ini yakni quasi eksperimental design melalui bentuk nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini yakni semua peserta didik dari kelas V Gugus I Kecamatan Koto Baru. Proses untuk mengambil sampel dilaksanakan melalui teknik purposive sampling. Sehingga diraih hasil dimana kelas V A menjadi kelas untuk eksperimen dan kelas V B menjadi kelas untuk kontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan melalui proses uji hipotesis untuk taraf signifikan 0,05 diperoleh thitung = 5,202 sedangkan ttabel adalah 2,014 yang berarti H1 diterima, karena thitung > ttabel, jadi bisa diambil kesimpulan dimana terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model belajar Pendidikan Matematika Realisitk Indonesia (PMRI) akan hasil belajar dari peserta didik pada proses belajar tematik terpadu untuk kelas V Gugus I Kecamatan Koto Baru.
PROBLEM-BASED LEARNING-BASED CIVICS E-MODULE DEVELOPMENT TO INCREASE UNDERSTANDING OF PANCASILA VALUES MATERIALS GRADE V Endang Suhartami; Ani Nur Aeni; Dety Amelia Karlina
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3867

Abstract

The lack of development of teaching materials in learning activities impacts student understanding because students cannot fully explore their knowledge. As a result, students feel bored because there are no other teaching materials that can be a source of student learning at school where the teacher cannot provide the teaching materials needed by students, so these conditions become a factor in conducting this research. This study uses the Research and Development methodology with the ADDIE product development model, which consists of five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection methods include observation, interviews, and questionnaires. The data analysis method used in this research is descriptive qualitative and quantitative analysis. This study aimed to determine the feasibility of problem-based PPKn E-Module development on understanding Pancasila values and the effectiveness of problem-based PPKn E-Module implementation in increasing student understanding. Based on research conducted by researchers on the development of E-Modules, the results show that E-Modules are suitable for use in learning with a feasibility level obtained from media experts of 95%, material experts of 92.5%, individual student trials of 89.1%, small group trials of 83%, and field trials of 86.5%. Data analysis from the students' pre-test and post-test showed a difference in average results between the pre-test of 71.61% and the post-test of 83.39, so it can be said that problem-based learning-based PPKn E-Module is effectively used in learning. Minimnya pengembangan bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran memberikan dampak terhadap tingkat pemahaman siswa karena siswa tidak bisa menggali pengetahuannya dengan maksimal. Akibatnya siswa merasa bosan karena tidak adanya bahan ajar lain yang dapat menjadi sumber belajar siswa di sekolah yang mana guru tidak mampu menyediakan bahan ajar yang diperlukan siswa sehingga kondisi tersebut menjadi faktor dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development dengan model pengembangan produk ADDIE, yang terdiri dari lima fase: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan pengembangan E-Modul PPKn berbasis problem based learning pada pemahaman nilai-nilai Pancasila dan untuk mengetahui efektivitas penerapan E-Modul PPKn berbasis problem based learning terhadap peningkatan pemahaman siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti tentang pengembangan E-Modul, diperoleh hasil bahwa E-Modul layak digunakan dalam pembelajaran dengan tingkat kelayakan yang didapat dari ahli media sebesar 95%, ahli materi sebesar 92,5%, uji coba siswa perseorangan sebesar 89,1%, uji coba kelompok kecil sebesar 83%, dan uji lapangan sebesar 86,5%. Analisis data dari hasil pre-test dan post-test siswa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil rata-rata antara pre-test sebesar 71,61% dan post-test sebesar 83,39%, sehingga dapat dikatakan bahwa E-Modul PPKn berbasis problem based learning efektif digunakan dalam pembelajaran.
UTILIZATION OF LOCAL WISDOM UMMA KALADA IN ELEMENTARY SCHOOL IPS MATERIALS TO IMPROVE STUDENTS SOCIAL SKILLS Heronimus Delu Pingge; Nana Supriatna; Sapriya; Abdul Azis Wahab
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3870

Abstract

Student interaction in learning activities shows a lack of cooperation, mutual taunting between students, not listening during group work, and not standing in line to collect assignments. This situation shows the low social competence of the students. The local wisdom of  umma kalada among the Loura aborigines contains the value of social skills as a guide to help students who still have low social skills. The research aimed to improve the social skills of Class IVa SDK Bali Loura students by implementing the local wisdom of  umma kalada. Qualitative research with class action research methods is used as the research design. Action research was carried out according to the spiral model of Kemmis and Taggart in three cycles, with the cycle phases consisting of planning, implementation of the action, observation and reflection. Data collection techniques through observation, learning outcomes tests and interviews. The data is analyzed to obtain individual and classic completeness scores. Results showed that social skills increased from Cycles I to III in terms of knowledge, attitudes and skills, and psychomorphically. It was concluded that the students' social skills were improved through the application of  umma kalada's local wisdom. Interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan kurangnya kerja sama, saling mengejek antar siswa, tidak saling mendengarkan saat kerja kelompok dan tidak mengantri saat mengumpulkan tugas. Situasi tersebut menunjukkan rendahnya keterampilan sosial siswa. Kearifan lokal  umma kalada pada masyarakat adat Loura mengandung nilai keterampilan sosial sebagai pedoman dalam membantu siswa yang masih rendah keterampilan sosial. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas IVa SDK Bali Loura dengan mengimplementasikan kearifan lokal  umma kalada. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan kelas. Penelitian tindakan dilakukan menggunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart sebanyak tiga siklus, dengan tahapan siklus berpua perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, Tes hasil belajar dan wawancara. Data dianalis untuk mendapatkan nilai ketuntasan individual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial baik dari aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan atau spikomorik dari siklus I hingga III. Dengan demikian disimpulkan adanya peningkatan keterampilan sosial siswa dengan munggunakan kearifan lokal  umma kalada.
DEVELOPMENT OF A COLLABORATIVE-BASED INTERACTIVE STORYTELLING MODEL ON SKILLS SPEAKING OF GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Istikhoroh Nurzaman; Dwi Alia; Pidi Mohammad Setiadi; Liz Erlyna; Iis Haerunisa
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3876

Abstract

The Android-based Interactive Storytelling Model Research is the initial research that has been conducted, and it concluded that the model used can stimulate students' speaking skills. However, besides that, this research shows that there are deficiencies, namely the limitations of teachers and students in operating Android. Complementing the lack of research that has been done, this research was carried out, which aims to develop a Collaborative-based Interactive Storytelling Model. This study aims to develop a learning model that can stimulate students' speaking skills with the help of presenting practitioners. This research was carried out by going through the stages of the EDR development research procedure proposed by McKenny & Reeves. The research stages that have been carried out are 1) the analysis and exploration stage, 2) the design and construction stage, and 3) the evaluation and reflection stage. The data were obtained from interviews, literature studies, and field trials tested on fourth-grade students at SDN 3 Karangsambung. The final result of this research is to produce a storytelling guidebook product based collaboratively with the image castle community and have gone through the trial phase twice. Based on the expert assessment results and the trials that have been carried out, this interactive storytelling model is declared feasible for use in learning. Penelitian Model Interactive Storytelling berbasis Android merupakan penelitian awal yang telah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan bahwa model yang digunakan dapat menstimulus keterampilan berbicara siswa. Namun di samping itu, penelitian tersebut menunjukan adanya kekurangan yaitu keterbatasan guru dan siswa dalam mengoperasikan android. Untuk melengkapi kekurangan penelitian yang telah dilakukan, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan mengembangkan Model Interactive Storytelling berbasis Kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran yang mampu memberikan stimulasi keterampilan berbicara siswa dengan bantuan menghadirkan praktisi. Penelitian ini dilaksanakan dengan melalui tahapan prosedur penelitian pengembangan EDR yang dikemukakan oleh McKenny & Reeves. Adapun tahapan penelitian yang telah dilaksanakan, yaitu: 1) Tahap analisis dan eksplorasi, 2) Tahap desain dan kontruksi, dan 3) Tahap evaluasi dan refleksi. Data diperoleh dari hasil wawancara, studi literatur, dan uji coba dilapangan yang diujikan pada siswa kelas IV di SDN 3 Karangsambung. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan produk buku panduan bercerita berbasis kolaboratif bersama Komunitas Kastel Imaji dan telah melalui tahap uji coba sebanyak dua kali. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan hasil uji coba yang telah dilaksanakan, model Interactive Storytelling ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
THE INFLUENCE OF LEARNING MOTIVATION AND LEARNING CONCENTRATION ON UNDERSTANDING OF MATHEMATICS CONCEPTS Yayan; Tarpan Suparman; Sri Wulan Anggraeni; Tika Nurjanah; Mahpudin; Ujiati Cahyaningsih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.4142

Abstract

The background of this research is the common understanding of mathematical concepts caused by several factors, including online learning, less optimal learning, students finding mathematics challenging to understand, lack of student motivation in learning, and low levels of student learning concentration. This study aims to determine the effect of learning motivation and concentration on understanding mathematical concepts. The method used is a survey with multiple correlation techniques. The sample was taken by random sampling technique, which consisted of 84 students of class V elementary schools in the Tanjungpura-Tanjungmekar Karawang cluster. The instruments used were questionnaires to measure learning motivation and concentration and tests to gauge understanding of mathematical concepts. Data analysis used multiple linear regression statistics with the help of the SPSS 25 application. The results showed (1) there was an effect of learning motivation and study concentration simultaneously (simultaneously) on understanding mathematical concepts 114,921, (2) there was an effect of learning motivation on understanding concepts of mathematics of 0.786, (3) there is an effect of learning concentration on understanding mathematical concepts of 0.784. This can be interpreted that the higher the learning motivation and concentration of learning, the better the understanding of mathematical concepts; conversely, the lower the learning motivation and concentration, the less good the understanding of mathematical concepts is. In conclusion, students who have good learning motivation and concentration are expected to be able to provide examples to other students in the learning process, which can improve their understanding of mathematical concepts. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika yang disebabkan beberapa faktor di antaranya pembelajaran secara daring, pembelajaran kurang maksimal, siswa menganggap matematika sulit untuk dipahami, kurangnya motivasi siswa dalam belajar serta tingkat konsentrasi belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan konsentrasi belajar terhadap pemahaman konsep matematika. Metode yang menggunakan yaitu survei dengan teknik korelasi berganda. Sampel diambil dengan teknik random sampling, yaitu berjumlah 84 orang siswa kelas V sekolah dasar se-gugus Tanjungpura-Tanjungmekar Karawang. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner untuk mengukur motivasi belajar dan konsentrasi belajar dan tes untuk mengukur pemahaman konsep matematika. Analisis data menggunakan statistik regresi linier berganda dengan berbantuan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh motivasi belajar dan konsentrasi belajar secara bersama-sama (simultan) terhadap pemahaman konsep matematika sebesar 114,921, (2) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap pemahaman konsep matematika sebesar 0,786, (3) terdapat pengaruh konsentrasi belajar terhadap pemahaman konsep matematika sebesar 0,784. Hal ini dapat diartikan semakin tinggi motivasi belajar dan konsentrasi belajar maka semakin baik pula pemahaman konsep matematika, sebaliknya motivasi belajar dan konsentrasi belajar rendah maka semakin kurang baik pula pemahaman konsep matematika. Kesimpulan, siswa memiliki motivasi belajar dan konsentrasi belajar yang baik diharapkan dapat memberikan contoh kepada siswa yang lainnya dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika.
IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' ENVIRONMENTAL CARE SKILLS IN UTILIZING PLASTIC BOTTLES AS SOCIAL SCIENCE LEARNING MEDIA Faridilah Fahmi Nurfurqon; Jajang Bayu Kelana; Deri Fadly Pratama
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3909

Abstract

Garbage is a social problem that until now has become a problem that is difficult to overcome. The problem of waste is very disturbing human activities everyday. Garbage can cause the environment to become dirty, damage the beauty of the surrounding environment, cause bad odors, and become a source of various diseases that can interfere with public health. Therefore, awareness of the environment needs to be cultivated as early as possible, including at the elementary school level. This study aims to improve students' environmental care skills in terms of utilizing plastic bottle waste as social studies learning media in elementary schools. Environmental care skills are part of the character that needs to be developed because love for the environment is a manifestation of love for the motherland, and shows pride as a dignified Indonesian society. This study uses a quasi-experimental method. The population of this study were 5th grade students with a sample of 70 students consisting of 35 control class students and 35 experimental class students. The instruments used are test questions and observation guidelines. The data were processed and analyzed using the SPSS 22 application. The results showed that the comparison between the control class and the experimental class obtained that the average N-Gain value for the experimental class was greater than that of the control class. Thus, the application of learning by utilizing plastic bottles as a learning medium in social studies learning in elementary schools can improve environmental care skills. Sampah merupakan permasalahan sosial yang hingga saat ini menjadi persoalan yang sulit diatasi. Permasalahan sampah sangat mengganggu aktifitas manusia sehari-hari. Sampah dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor, merusak keindahan lingkungan sekitar, menimbulkan bau tidak sedap, hingga menjadi sumber dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Oleh karena itu  kesadaran akan lingkungan perlu di pupuk sedini mungkin tidak terkecuali di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan keterampilan peduli lingkungan siswa dalam hal memanfaatkan sampah botol plastik sebagai media pembelajaran IPS di sekolah dasar. Keterampilan peduli lingkungan merupakan bagian dari karakter yang perlu dikembangkan karena kecintaan terhadap lingkungan merupakan perwujudan cinta tanah air, dan menunjukkan kebanggan sebagai masyarakat Indonesia yang bermartabat. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 5 dengan sempel sebanyak 70 siswa yang terdiri dari 35 siswa kelas kontrol dan 35 siswa kelas ekperimen. Adapun instrument yang digunakan adalah soal tes dan pedoman observasi. Data diolah dan dianalisis menggunakan bantuan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan antara kelas kontrol dan kelas ekperimen diperoleh nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan botol plastik sebagai media pembelajaran pada pembelajaran IPS di sekolah dasar dapat meningkatkan keterampilan peduli lingkungan.
SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION, INTELLECTUAL, AND MULTILITERACY MODELS TO INCREASE STUDENTS' INTEREST IN LEARNING Perawati Bte Abustang; Zuleha; Edwita; Gusti Yarmi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3811

Abstract

The idea that technology can dramatically change our lives has become a public discourse both within and outside academia. Claims that technology can effect change faster than anything else in human history often convey a sense of urgency that urges us to keep up and inspire fear that parts of our society are being left behind. The cartoon humorously depicts the gap between young people who grew up with technology and older generations who seem mysterious or threatening. Technological change has created a utopian vision of a brave new world, promoting greater equality and active participation. Underlying all these conceptions of modern life is the idea that technological progress creates social changes that require new methods and practices. This study aims to generate interest in learning the social studies model used by Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual (SAVI), and Multiliteracy students in SD Negeri 74 Bonti-Bonti students, Maros Regency. The type of research used is action research in the classroom. The subjects in this study were all 4th-grade students who took place at SD Negeri 74 Bonti-Bonti, totaling 25 students consisting of 14 boys and 11 girls. Data collection techniques using observation, questionnaires, and documentation. The research instruments used are observation, questionnaires, and documentation. The results of the study in cycle I showed that students' interest in learning increased with an average score of 63-81 with a percentage of 43% in the interest category. In cycle II, the average interest in learning was 82-100, with a percentage of 60% being very interested. It can be concluded that using the SAVI and Multiliteration models can increase the learning interest of SD Negeri 74 Bonti-Bonti Students, Maros Regency. Gagasan bahwa teknologi dapat mengubah hidup kita secara dramatis telah menjadi wacana publik baik di dalam maupun di luar akademisi. Klaim bahwa teknologi dapat mempengaruhi perubahan lebih cepat daripada apa pun dalam sejarah manusia sering menyampaikan rasa urgensi yang mendesak kita untuk mengikuti dan menimbulkan ketakutan bahwa sebagian masyarakat kita tertinggal. Kartun itu dengan lucu menggambarkan kesenjangan antara anak muda yang tumbuh dengan teknologi dan generasi tua yang tampak misterius atau mengancam. Perubahan teknologi telah membuka visi utopis tentang dunia baru yang berani, mempromosikan kesetaraan yang lebih besar dan partisipasi aktif. Mendasari semua konsepsi kehidupan modern ini adalah gagasan bahwa kemajuan teknologi menciptakan perubahan sosial yang membutuhkan metode dan praktik baru. Penelitian ini bertujuan untuk membangkitkan minat belajar IPS model yang digunakan siswa Somatic, Audiotory, Visualization, Intellectual (SAVI) dan Multiliterasi pada Siswa SD Negeri 74 Bonti-Bonti Kabupaten Maros. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian tindakan di dalam kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 yang bertempat di SD Negeri 74 Bonti-Bonti yang berjumlah 25 Orang siswa yang terdiri dari laki-laki 14 orang dan perempuan 11 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I terdapat minat belajar siswa meningkat dengan nilai rata-rata berada pada 63-81 dengan persentase 43% kategori berminat. Pada siklus II, minat belajar rata-rata berada pada 82-100 dengan persentase 60% kategori sangat berminat. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model SAVI dan Multilterasi dapat meningkatkan minat belajar Siswa SD Negeri 74 Bonti-Bonti Kabupaten Maros.
THE PHILOSOPHICAL BASIS OF GREBEG PANCASILA IN THEMATIC LEARNING OF ELEMENTARY STUDENTS Septinaningrum
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.3889

Abstract

Grebeg Pancasila is a local culture of Blitar, East Jawa, which is rich in symbols and meanings. However, the study of the meaning of Grebeg Pancasila is not understood in depth and is only limited in knowing, not yet reaching the feeling and acting stage. This study aims to analyze 1) the essence of Grebeg Pancasila; 2) The form of Grebeg Pancasila; 3) Stages of Grebeg Pancasila; 4) the meaning of thematic learning; and 5) learning implementation in Elementary Schools. Descriptive research using qualitative approach was used to conduct this study. Some participants such as the head of education and culture office, society, and elementary teachers and students were involved in this study. Several open questions were listed to interview the participants. Meanwhile, field notes were written when observing the Grebeg Pancasila rites and thematic learning activities in elementary schools. The data got from the interview and observation was analyzed qualitatively by using thematic analysis.. The results of the study show that Grebeg Pancasila is a tradition of people in Blitar Town, East Jawa which is intended to commemorate the birthday of Pancasila as the noble cultural value in Indonesian nation. In Grebeg Pancasila, there are several series of activities which include the Bedhol Pusaka Nagari, Malam Tirakatan, Cultural Ceremonies, and Kirab Gunungan Lima, and ended by Kenduri Pancasila. The series of activities and values contained in Grebeg Pancasila can be used as a basis for developing a value learning model, especially in the context of thematic learning at the elementary school level. Grebeg Pancasila merupakan salah satu budaya lokal Blitar Jawa Timur yang kaya simbol dan makna. Akan tetapi, kajian mengenai makna setiap ritus Grebeg Pancasila kurang dipahami secara mendalam dan hanya sebatas knowing belum sampai pada tahap feeling dan acting. Studi ini bertujuan menganalisis tentang (1) Hakikat ritus Grebeg Pancasila; (2) Bentuk ritus Grebeg Pancasila; (3) Tahapan ritus Grebeg Pancasila; (4) makna pembelajaran tematik; serta (5) Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk melakukan studi ini. Beberapa partisipan seperti: Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya, masyarakat, dan guru dan siswa SD dilibatkan dalam studi ini. Beberapa pertanyaan terbuka didaftar untuk melakukan wawancara dengan partisipan. Sementara itu, beberapa catatan lapangan dibuat ketika melakukan observasi terhadap ritus Grebeg Pancasila dan aktivitas pembelajaran tematik di SD Kota Blitar. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif dengan tematik analisis. . Hasil penelitian menunjukan bahwa Gerebeg Pancasila merupakan tradisi masyarakat Blitar Jawa Timur yang ditujukan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Pada kegiatan Grebeg Pancasila terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang meliputi bedhol pusaka nagari, malam tirakatan, upacara budaya, kirab gunungan lima, dan diakhiri dengan kenduri pancasila. Rangkaian kegiatan dan nilai yang terdapat pada ritus Grebeg Pancasila dapat dijadikan landasan pengembangan model pembelajaran nilai, terutama dalam konteks pembelajaran tematik di jenjang sekolah dasar.
DEVELOPMENT OF FBPSS TEACHING MATERIALS AS SEXUAL VIOLENCE EDUCATIONAL MEDIA FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Laily Saharani; R Rusnilawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4420

Abstract

Sexual violence against children is one of the cases that continues every year. This is because public awareness of the importance of education on sexual violence against childrennis still very weak. Not only that, the policies made by the government are still not strong enough to provide a deterrent effect on the perpetrators of crimes. The settlement in this case is very necessary because sexual violence will have an extraordinary impact on victims of violence including depression and death. This study aims to figure out the effectiveness of Personal Safety Skill-based Flipbook media on knowledge and ways to protect themselves from sexual violence in grade 5 students at SDN Tunggulsari II. This study had subjects in the form of 5th grade students at SDN Tunggulsari II which included 10 female students and 8 male students. The type of research method used is Research and Development (R&D) research and development with the ADDIE development model. With this research it is intended that students have knowledge and attitudes about how to protect themselves from sexual violence. so that the number of sexual violence against children does not increase. This is evidenced by the results of the study, namely 57.1 with a percentage of 29% before getting education and an average score of 84.8 with a percentage of 71% after getting Flipbook media education. Kekerasan seksual yang terjadi pada anak merupakan salah satu kasus yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya edukasi kekerasan seksual terhadap anak masih sangat lemah. Tidak hanya itu saja kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah masih belum cukup kuat untuk memberikan efek jera pada pelaku tindak kejahatan. Penyelesaian dalam kasus ini sangat diperlukan karena kekerasan seksual akan menimbulkan dampak yang luar biasa pada korban kekerasan diantaranya depresi hingga kematian. Oleh karena itu edukasi kepada anak melalui bahan ajar Flipbook berbasis Personal Safety Skill sangat diperlukan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui keefektifan media Flipbook berbasis Personal Safety Skill terhadap pengetahuan dan cara melindungi diri dari kekerasan seksual siswa kelas 5 SDN Tunggulsari II. Penelitian ini mempunyai subyek berupa murid kelas 5 SDN Tunggulsari II yang meliputi 10 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Dengan adanya penelitian ini bertujuan agar siswa memiliki pengetahuan dan sikap tentang bagaimana cara untuk melindungi diri dari kekerasan seksual. sehingga angka kekerasan seksual pada anak tidak mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu 57,1 dengan presentase 29% sebelum mendapatkan edukasi dan rata-rata skor 84,8 dengan presentase 71% setelah mendapatkan edukasi media Flipbook.
DEVELOPMENT OF DOMINO CARD MEDIA IN SCIENCE LEARNING IN GRADE VI ELEMENTARY SCHOOL Imam Khairurrijal; Bambang Hermansah; Puji Ayurachmawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4523

Abstract

This research is based on gathering information in the field that educators in learning have not presented many game activities. This study aims to produce domino card media in science learning in class VI SD with a valid, practical, and potential effect. This type of research is development research using the Borg & Gall model including 8 stages of research and information gathering, planning, initial product development, preliminary trials, revision of preliminary trial results, limited trials, extensive trials, final product revisions. This research was conducted in class VI of SD Negeri 235 Palembang. The results showed that the domino card media was in the "very valid" category, namely 86.6% of the average results of the validators. The practicality tested on a limited basis is categorized as "very practical" which is 98%. The potential effect obtained from the distribution of student learning outcomes tests in the trial is broadly categorized as "very potential effect" which is 90.6%. Based on the results obtained, the domino card media is very feasible and can provide variations in presenting game activities, especially in learning science about the solar system. Dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Guna menfasilitasi peserta didik pada kegiatan pembelajaran lebih antusias dan berkesan dengan bermain namun belum sering dihadirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media kartu domino pada pembelajaran IPA dikelas VI sekolah dasar dengan yang valid, praktis, dan efek potensial. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg & Gall dari 10 langkah hanya 8 tahap yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba pendahuluan, 5) revisi hasil uji coba pendahuluan, 6) uji coba secara terbatas, 7) uji coba secara luas, 8) revisi produk final. Penelitian ini dilaksanakan  di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 235 Palembang dengan hasil penelitian menunjukkan media kartu dalam kategori “sangat valid” yaitu 86,6%  dari hasil rata-rata para validator. Kepraktisan yang diuji coba dengan delapan peserta didik dengan nilai 95%. dan tanggapan pendidik dengan nilai 98% dalam kategori “sangat praktis”. Efek potensial yang didapat dari penyebaran tes hasil belajar peserta didik pada uji coba di kelas VI A dikategorikan “sangat efek potensial” yaitu 90,6% . Berdasarkan hasil yang diperoleh media kartu domino sangat layak dan dapat memberikan variasi dalam menghadirkan kegiatan permainan khususnya pada pembelajaran IPA materi tata surya.