cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 527 Documents
IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN INTEGRATED THEMATIC LEARNING THEME 6 USING DISCOVERY LEARNING MODEL IN CLASS V ELEMENTARY SCHOOL Indra Indra; Mai Sri Lena
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4689

Abstract

This research is motivated by the facts in the field that show the low learning results of students in integrated thematic learning due to teachers who have not been seen developing learning models and students' understanding of the learning material provided, resulting in students participating less in participating in learning. The purpose of this research is to describe the use of the Discovery Learning Model can improve student learning outcomes in integrated thematic learning theme 6 grade V elementary school. This study is a Classr Action Research that uses qualitative and quantitative methods. It is done in two cycles, cycle I (two sessions), cycle II (one session), and it is done in four stages: planning, doing the work, watching, and thinking about it. This study's participants were 21 fifth-grade students and teachers from SDN 24 Limo Koto, Sijunjung Regency. Cycle I's lesson plan research obtain results with an score of 83%, and cycle II saw an increase, with an score of 91.6%. In cycle II, the assessment of teacher activities increased with an score of 90%. In cycle I, the score was 71.5%. The average score for assessment of learner activities in cycle I was 69.8%, and it increased in cycle II to 86.6%. In this study, integrated thematic learning outcomes had an score of 67 percentage for cycle I and an score of 81.4% for cycle II. Integrated thematic learning in class V SDN 24 Limo Koto Sijunjung Regency using the Discovery Learning Model can improve student learning outcomes. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan yang memperlihatkan rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu dikarenakan guru yang belum terlihat mengembangkan model pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diberikan, mengakibatkan peserta didik kurang berpartisipasi dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitiąn ini adalah untuk mendeskripsikąn penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu tema 6 kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, siklus I(Dua Pertemuan), siklus II(Satu Pertemuan) dan dilakukan dalam empat tahapan; perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Partisipan penelitian ini adalah 21 siswa dan guru kelas V dari SDN 24 Limo Koto, Kabupaten Sijunjung. Penelitian RPP siklus I memperoleh hasil dengan nilai 83%, dan siklus II mengalami peningkatan dengan nilai 91,6%. Pada siklus II, penilaian aktivitas guru mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 90%. Pada siklus I, nilai rata-rata sebesar 71,5%. Nilai rata-rata untuk penilaian aktivitas peserta didik pada siklus I adalah 69,8%, dan meningkat pada siklus II menjadi 86,6%. Pada penelitian ini, hasil belajar tematik terpadu siswa memiliki nilai 67 untuk siklus I dan nilai 81,4% untuk siklus II. Pembelajaran tematik terpadu di kelas V SDN 24 Limo Koto Kabupaten Sijunjung menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
ANALYSIS OF TEACHING STRATEGIES OF SEKOLAH MURID MERDEKA (SMM) TEACHERS IN INCREASING THE EFFECTIVENESS OF TECHNOLOGY-BASED BLENDED LEARNING Resya Sanita Wirakusumah; I Isrok'atun; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4715

Abstract

In 2021 the Ministry of Education and Culture said that 60% of teachers still have limited mastery of ICT. As teachers who are constantly improving their teaching skills, developing their potential to realize the quality of learning by relying on technology is one way to increase competence in the application of ICT in the education sector. This research aims to describe the preparation of teaching strategies for teachers from schools that have implemented technology-based blended learning methods since 2019. This type of research is descriptive qualitative research using the case study method. Data collection methods used are interviews, observation, documentation, and questionnaires to support research. Interviews were conducted with the Head of the Elementary School Program, 2 offline teachers, 3 learning designers, and 1 online teacher, along with 17 teachers who filled out the questionnaire. From the results of research with questionnaires from 17 teachers, 82.6% strongly agreed and 17.6% agreed on the statement that the preparation of a teaching strategy consisting of a teaching-learning component in it is something that can increase the effectiveness of applied technology-based blended learning. Based on the results obtained, the teaching strategies that were developed before carrying out teaching and learning activities and in the process were considered to improve the quality and effectiveness of technology-based blended learning methods. Pada tahun 2021 Kementrian Pendidikan dan Budaya menyebutkan masih ada 60% guru yang penguasaan TIK-nya masih terbatas. Sebagaimana guru yang senantiasa meningkatkan kemampuan dalam mengajar, maka mengembangkan potensi diri demi mewujudkan kualitas suatu pembelajaran dengan mengandalkan teknologi salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi dalam penerapan TIK dalam bidang pendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penyusunan strategi mengajar guru dari sekolah yang menerapkan metode blended learning berbasis teknologi sejak tahun 2019. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan angket untuk menunjang penelitian. Wawancara dilakukan bersama Kepala Program Sekolah Dasar, 2 orang guru luring, 3 orang learning designers, dan 1 orang guru daring, beserta 17 guru yang mengisi angket. Dari hasil penelitian dengan angket dari 17 guru, 82,6% sangat setuju dan 17,6% setuju atas pernyataan bahwa penyusunan strategi mengajar yang terdiri atas komponen belajar-mengajar didalamnya merupakan hal yang dapat meningkatkan efektivitas blended learning berbasis teknologi yang diterapkan. Bedasarkan hasil yang diperoleh bahwa strategi mengajar yang disusun sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar serta dalam prosesnya dinilai meningkatkan kualitas serta efektivitas dari metode blended learning berbasis teknologi.
ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHER STRATEGIES IN INTERNALIZING CHARACTER VALUES IN MADRASAH IBTIDAIYAH STUDENTS Karwadi; Deni indrawan
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4731

Abstract

The background of the research problem is that there are still students who still do not have characters such as courtesy to teachers. The purpose of this study is to analyze the PAI teacher's strategy in the process of internalizing character values to students.  The type of research used is qualitative with a descriptive approach. Research data were collected through interviews and observation techniques. Interviews were conducted with the head of madrasah, deputy head of curriculum, teachers, and students. Meanwhile, observations were made of student activities with teachers, both in class and outside the classroom.  Data validity was tested using source and method triangulation. Data analysis techniques were carried out with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that PAI teachers applied strategies of student self-empowerment (self-efficacy), habituation (conditioning), and the realization of a caring environment (caring community). While the key to success lies in self-exemplary, personal commitment of teachers, and full service. The results of this study provide benefits for the world of education regarding how strategies in shaping children's character. Latar belakang masalah penelitian ialah masih terdapat siswa yang masih tidak mempunyai karakter seperti sopan santun pada guru. Tujuan  penelitian ini adalah menganalisis strategi guru PAI dalam proses internalisasi nilai karakter kepada siswa.  Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulan melalui teknik wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada kepala madrasah, wakil kepala bidang kurilulum, guru, dan siswa. Sementara itu, observasi dilakukan terhadap kegiatan siswa bersama guru, baik di kelas maupun di luar kelas.  Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru PAI menerapkan strategi pemberdayaan diri siswa (self-efficacy), pembiasaan (conditioning), dan perwujudanlingkungan yang peduli (caring community). Sedangkan kunci keberhasilannya terletak pada keteladanan diri, komitmen pribadi guru, dan layana penuh. Hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi dunia pendidikan mengenai bagaimana strategi dalam membentuk karakter anak.
DEVELOPMENT OF WEBSITE-BASED LEARNING MEDIA ON THE PRACTICE OF PANCASILA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION Diana Puspita Dewi; Ani Nur Aeni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4735

Abstract

The ethical awareness had been fading in the Pancasila culture, make some consecuencses that growing negative influence on the younger generation to come. Moreover, the existence of moral degradation and the influence of the so call the era of disruption has  potential to acquire ideology’s that  contrary to Pancasila. However, the interest of fourth-grade students in learning civics education is still lacking. The results of the initial survey stated that students felt sleepy when learning civics education, in area of the learning media has lacked innovation, namely only using thematic books, tended to be teacher-centered, and students lacked active participation. So that this study developed a website-based media on the practice of Pancasila for motivation to learn Civics Education. This study will use the Research and Development method with the ADDIE model. Data processing in this research is descriptive quantitative. The results obtained from this study were that media and material feasibility tests obtained an average of 94% and 87.4% with very feasible criteria. Product use tests were carried out by small groups and large groups with the results of the respondents indicating a positive attitude towards the media. Then, the motivation to learn civics education obtains an average of 84% and is classified as a very good criteria. So it can be concluded that the development of website-based media can have an influence on interest in learning civics education. With the motivation towards Civics education, students can apply the values ​​contained therein well in the future. Kesadaran etika yang telah memudar terhadap budaya pancasila, menimbulkan beberapa konsekuensi yaitu tumbuhnya pengaruh negatif terhadap generasi muda yang akan datang. Apalagi adanya degradasi moral dan pengaruh era disrupsi berpotensi memperoleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Namun, minat peserta didik kelas IV dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang. Hasil survey awal menyatakan bahwa peserta didik merasa ngantuk ketika belajar Pendidikan Kewarganegaraan, media pembelajaran kurang inovasi yaitu hanya menggunakan buku tematik, cenderung pembelajaran berpusat pada guru, dan partisipasi aktif peserta didik kurang. Sehingga dalam penelitian ini mengembangkan media berbasis website materi pengamalan Pancasila untuk motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model ADDIE. Pengolahan data dalam penelitian ini secara kuantitatif deskripstif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa uji kelayakan media dan materi memperoleh rata-rata 94% dan 87,4% dengan kriteria sangat layak. Uji penggunaan produk dilakukan oleh kelompok kecil dan kelompok besar dengan hasil responden diindikasikan positif terhadap media. Kemudian, motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan setelah menggunakan media memperoleh rata-rata sebesar 84% dan tergolong kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media berbasis website dapat memberikan pengaruh terhadap minat belajar pendidikan kewarganegaraan dan berharap dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik untuk kedepannya. Dengan adanya motivasi terhadap pendidikan kewarganegaraan, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan baik di masa depan.
EFFECTIVENESS OF GUTTER FUND-BASED BOS FUNDS UTILIZATION AT PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL 2 BUDIASIH Eneng Eva Sundari; Risbon Sianturi; Sophia Choirotul Husniyyah; Dian Sudiana; Nisa Ul
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4764

Abstract

Finances in an educational unit must be properly managed. It is important to participate in contributing to school funds so that the funds received function effectively and efficiently. The use of BOS or funds needs to be based on agreements and conclusions with the managers of these BOS funds, teachers and school institutions. Based on the results of the agreement, it is submitted in the form of written minutes of the meeting and signed by all meeting participants. In fact there were several obstacles that occurred including the ineffectiveness of school financial management, no staff who were proficient in managing school finances, delays in the disbursement of BOS funds. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the use of BOS funds at SDN 2 Budiasih. The method used in this research is qualitative, with a field case study research design with descriptive-analytic characteristics. In collecting data using techniques for collecting this data will use, by way of interviews, documentation and observation. The results obtained from this study are that there is often a delay in the allocation of funds at SD Negeri 2 Budiasih which has an impact on learning activities at the school. If there is a delay in the distribution of school operational funds, the school's needs will become more difficult. Evaluation must be carried out so that school operational assistance funds are distributed on time with the right calculation in achieving all school activities and needs so that school operational activities run well and do not interfere with the school program that has been planned. Finansial di salah satu satuan pendidikan harus ditata dengan baik. Penting untuk ikut serta memberikan kontribusi dana sekolah agar dana yang diterima berfungsi selaku efektif dan efisien. Penggunaan BOS atau dana perlu berlandaskan persetujuan serta kesimpulan bersama pengelola dalam dana BOS ini, pihak guru serta lembaga sekolah. Berdasarkan hasil persetujuan disampaikan pada bentuk risalah rapat tertulis serta di tanda tangani seluruh peserta rapat. Penelitian ini merupakan jenis metode kualitatif akan memerlukan desain terhadap penelitian studi kasus lapangan dengan berkarakter deskriptif-analitik. Pada pengambilan data mengunakan teknik terhadap pengumpulan data ini akan mengunakan, dengan cara wawancara, dokumentasi serta observasi. Inilah dapat ditunjukkan oleh hasil pada penelitian ini dengan menunjukkan bahwa seringnya terjadi keterlambatan alokasi dana di SD Negeri 2 Budiasih berdampak pada kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut. Jika terjadi keterlambatan penyaluran dana operasional sekolah, kebutuhan sekolah menjadi lebih sulit. Evaluasi harus dilakukan agar dana bantuan operasional sekolah tersalurkan tepat waktu dengan perhitungan yang tepat dalam mencapai semua kegiatan dan kebutuhan sekolah.
DEVELOPMENT OF IPAS TEACHING MATERIALS IN THE INDEPENDENT CURRICULUM FOR GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL BASED ON METACOGNITIVE STRATEGIES Jumanto Jumanto; Mukhlis Mustofa
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4790

Abstract

Metacognition is one-factor influencing students' processes and learning achievement. Many studies have shown that metacognition helps individuals become more effective learners, enabling them to regulate and improve their thinking and learning methods more effectively. This study aims to produce metacognitive-based teaching materials for the subject of Science in Grade IV Elementary School with the Merdeka Curriculum and to test its validity. This research is a Research and Development (R & D) using the Borg and Gall development model, which is simplified into seven stages: a preliminary study, research planning, design development, limited trial, revision of limited trial, large-scale trial, and revision of large-scale trial. The samples were selected using a purposive sampling technique, with 10 students in the limited trial and 26 in the large-scale trial. The validity of the teaching materials was evaluated by subject matter experts, metacognitive experts, and educational media experts, as well as response questionnaires from teachers and students. The data analysis technique used is descriptive, which presents the product development results. The results of the study show that the development of metacognitive-based teaching materials for the subject of Science in Grade IV Elementary School with the Merdeka Curriculum is valid and feasible to use, based on the validation results from subject matter experts, metacognitive experts, and educational media experts, as well as student assessment questionnaires with average criteria of excellent. The results of the large-scale trial show an increase in student learning motivation, from 45% of students with high self-directed learning motivation to 70% of 26 students. Metakognisi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan prestasi belajar siswa. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa metakognisi membantu seseorang menjadi pembelajar yang lebih efektif, karena metakognisi menjadikan seseorang mampu mengatur dan memperbaiki cara berpikir dan belajarnya secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang berbasis metakognitif pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD dengan Kurikulum Merdeka serta menguji kevalidannya. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap yaitu, studi pendahuluan, perencanaan penelitian, pengembangan desain, uji coba terbatas, revisi uji coba terbatas, uji coba skala luas, revisi hasil uji coba secara luas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu 10 pesera didik pada uji coba skala terbatas dan 26 siswa pada uji coba skala luas. Validitas bahan ajar diupayakan melalui validasi ahli materi, ahli metakognitif, dan ahli media pendidikan, serta angket respon dari pendidik dan siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif yang memaparkan hasil pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis metakognitif pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD dengan Kurikulum Merdeka valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli metakognisi dan ahli media serta berdasarkan angket penilaian siswa dengan rata-rata kriteria sangat baik. Hasil ujicoba skala luas menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa yaitu dari 45% siswa yang mempunyai motivasi belajar mandiri tinggi meningkat menjadi 70% dari 26 siswa.
IMPLEMENTING ABACUS MEDIA TO ENHANCE MATHEMATICS SKILLS AND INTEREST IN FIRST GRADE ELEMENTARY STUDENTS Samsul Pahmi; Neng Juwita Albela; Najmah Hisan Kamila; Nadiya Hamidah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.4847

Abstract

In an effort to improve students' learning outcomes and enhance the quality of the learning process, it is expected that teachers use enjoyable teaching methods that can increase students' interest in learning. Abacus has been extensively studied as a learning tool for mathematics, but previous researchers have paid insufficient attention to the aspect of differences in basic mathematical abilities and their impact on students' learning outcomes. Therefore, this research is focused on implementing the abacus as a media to improve the interest and mathematical abilities of first-grade elementary school students, particularly in addition and subtraction operations. Data collection was conducted through pre-tests and post-tests, with a sample of 26 students selected based on the diversity of mathematical abilities and gender. Mann-Whitney test was used for data analysis due to the small sample size and the non-normality assumption of the data. The findings indicate that the abacus learning media can significantly improve students' arithmetic abilities, especially for students with low basic arithmetic skills, while high-ability students do not show a significant impact. Furthermore, learning activities using the abacus as a media can also enhance students' independence and interest in learning mathematics, particularly in arithmetic operations. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran, diharapkan guru menggunakan metode pengajaran yang menyenangkan serta dapat meningkatkan minat belajar siswa. Sempoa telah banyak diteliti sebagai alat pembelajaran untuk matematika, namun peneliti terdahulu masih kurang memberikan perhatian pada aspek perbedaan tingkat kemampuan matematika dasar dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengimplementasikan media sempoa terhadap peningkatan minat dan kemampuan matematika siswa sekolah dasar tingkat pertama, khususnya pada operasi penjumlahan dan pengurangan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre test dan post test, dengan sampel sebanyak 26 siswa yang dipilih berdasarkan keragaman kemampuan matematika dan jenis kelamin. Uji Mann Whitney digunakan untuk analisis data karena ampel termasuk sampel kecil serta tidak memenuhi uji prasyarat normalitas data. Hasil temuan menunjukkan bahwa media pembelajaran sempoa dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa secara signifikan, terutama bagi siswa dengan kemampuan berhitung dasar rendah, sedangkan siswa berkemampuan tinggi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media sempoa juga dapat meningkatkan kemandirian dan minat siswa dalam belajar matematika khususnya pada operasi hitung.
IMPROVING NARRATIVE TEXT WRITING SKILLS USING PROJECT-BASED LEARNING TECHNIQUES IN ELEMENTARY SCHOOL Markus Harefa; Nidya Chandra Muji Utami; Fahrurrozi
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.4919

Abstract

Writing narrative text is one of the important aspects of language education that involves students' ability to organize their ideas into a coherent and meaningful narrative. However, many students face difficulties in writing narrative texts due to lack of practical experience and lack of imaginative stimulation. In this regard, the Project Based Learning (PjBL) technique has proven to be an effective teaching approach in developing students' writing skills and imaginative abilities. PjBL engages students in real projects or tasks that require problem solving, research and collaboration. In the context of writing narrative texts, PjBL allows students to develop their writing skills through projects that encourage imagination, creativity, and collaboration. This study aims to see how the Project Based Learning (PjBL) technique can improve narrative text writing skills while developing imaginative ideas and self-confidence of fifth-grade students of SDN Semplak 2 Bogor. This study used classroom action research with 2 cycles following the Kemmis and Taggart model. Each cycle includes 4 stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study involved 17 fifth-grade students. Data were obtained using tests and words. The findings of this study indicate that the Project Based Learning (PjBL) technique can help improve narrative text writing skills. The results showed an increase in Project Based Learning (PjBL) writing skills in fifth-grade students. Menulis teks naratif adalah salah satu aspek penting dalam pendidikan bahasa yang melibatkan kemampuan siswa untuk mengorganisir ide-ide mereka menjadi sebuah narasi yang koheren dan bermakna. Namun, banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menulis teks naratif karena kurangnya pengalaman praktis dan kurangnya rangsangan imajinatif. Dalam hal ini, teknik Project Based Learning (PjBL) telah terbukti menjadi pendekatan pengajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan menulis dan kemampuan imajinatif siswa. PjBL melibatkan siswa dalam proyek atau tugas nyata yang membutuhkan pemecahan masalah, penelitian, dan kolaborasi. Dalam konteks menulis teks naratif, PjBL memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis mereka melalui proyek yang mendorong imajinasi, kreativitas, dan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana teknik Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis teks naratif sekaligus mengembangkan ide imajinatif dan kepercayaan diri siswa kelas V SDN Semplak 2 Bogor. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang mengikuti model Kemmis dan Taggart. Setiap siklus meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini melibatkan 17 siswa kelas V. Data diperoleh dengan menggunakan tes dan kata-kata. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik Project Based Learning (PjBL) dapat membantu meningkatkan keterampilan menulis teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks naratif melalui Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas V SD.
IMPLEMENTATION OF THE RADEC LEARNING MODEL TO IMPROVE HIGH LEVEL THINKING SKILLS IN IPAS COURSES Indani Damayanti; Muhammad Iqbal Al Ghozali; Islahuddin Islahuddin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.4967

Abstract

This research is motivated by the need for a learning model that is able to facilitate students in developing higher-order thinking skills. So the purpose of this study was to describe the RADEC learning model as an alternative learning model that is considered to be able to improve the development of higher order thinking skills of elementary school students in science subjects. This research method used the Single Subject Research method involving 4 fifth grade elementary school students as research subjects. One solution to help develop higher-order thinking skills in this study is to use the RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain and Create) learning model. This is evidenced by the very low proportion of overlap in the subject, which is 0% which indicates that the RADEC learning model has a positive effect on students' higher order thinking skills. This increase is assisted by learning syntax which can develop higher order thinking skills. Conclusion So this research is a RADEC learning model capable of helping to improve students' higher order thinking skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran RADEC sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dinilai dapat meningkatkan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research yang melibatkan 4 siswa kelas V SD sebagai subjek penelitian. Salah satu solusi untuk membantu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain and Create). Hal ini dibuktikan dengan proporsi overlap pada subjek yang sangat rendah, yaitu 0% yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran RADEC berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Peningkatan ini dibantu oleh sintaks pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran RADEC mampu membantu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
DEVELOPMENT OF DIGITAL LITERACY GAME MEDIA FOR GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Ana Khalimatul Muna; Murbangun Nuswowati; Deby Luriawati Naryatmojo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i3.5023

Abstract

Low interest in reading affects the quality of education so that tools in the form of learning media are needed to increase students' reading interest which is relatively low due to the impact of the rise of online entertainment and games. The purpose of this research is to develop digital game media in increasing the reading interest of grade 4 elementary school students. From these problems, researchers developed a digital literacy game media in the form of developing a word guessing game application equipped with energy-saving themed reading materials to increase students' reading interest. The development of this game media not only focuses on students' reading interests but also insight into energy-saving knowledge around. This research uses the type of Research and Development (R&D) research according to Borg and Gall. Data analysis techniques carried out include preliminary studies, product development, validity tests and conclusions. From the results of the material expert validity test, it showed a score of 88% in the very high category and the validation results by media experts obtained a score of 85.6% in the very high category. So that the results show that digital literacy game media is qualified and suitable for use. Rendahnya minat baca mempengaruhi mutu pendidikan sehingga diperlukan alat bantu berupa media pembelajaran untuk meningkatkan minat baca siswa yang tergolong rendah akibat dampak dari maraknya jenis hiburan dan game online. Tujuan dilakukan penelitian ini yakni untuk mengembangkan media permainan digital dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 4 Sekolah dasar. Dari permasalahan tersebut peneliti mengembangkan sebuah media permainan literasi digital berupa pengembangan aplikasi permainan tebak kata yang dilengkapi bahan bacaan bertema hemat energi untuk meningkatkan minat baca siswa. Pengembangan media permainan ini bukan hanya fokus pada minat baca siswa tetapi juga wawasan terhadap pengetahuan hemat energi disekitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi studi pendahuluan, pengembangan produk, uji validitas dan penarikan kesimpulan. Dari hasil uji validitas ahli materi menunjukan skor 88% dalam kategori sangat tinggi dan hasil validasi oleh ahli media diperoleh skor 85,6% dalam kategori sangat tinggi. Sehingga dari hasil tersebut menunjukan bahwa media permainan literasi digital memenuhi syarat dan layak untuk digunakan.