Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Jurnal ARIF bertujuan menyediakan ruang publikasi bagi peneliti bidang humaniora dalam konteks budaya Indonesia. Publikasi difokuskan pada kajian budaya, sastra, dan kearifan lokal yang meliputi bidang sosial, seni, bahasa, politik, ritual, tradisi lisan, mitos, dan identitas kelolakan Nusantara. Publikasi sebagai media komunikasi dan internalisasi nilai untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pemilikan bersama. Internalisasi nilai menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial
Articles
90 Documents
Narasi Menua dalam Novel Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Karya Wisnu Suryaning Adji
Irsyadi, Achmad Naufal;
Fitriyah, Nala Maziya
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menua tidak menjadi alasan seseorang harus dan perlu untuk beristirahat. Seseorang yang sedang menjalani masa tua perlu memailiki motivasi dan dorongan positif untuk memberikan dampak baik bagi kehidupannya. Namun, narasi tetap menjadi hal yang tidak bisa ditebak. Seseorang dapat memperoleh narasi yang membuatnya nyaman dan bahkan tidak nyaman. Penelitian ini mengkaji narasi menua dalam novel Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang karya Wisnu Suryaning Adji dengan menggunakan konsep teori naratif Paul Ricoeur. Penelitian ini berfokus pada prefigurasi, konfigurasi, dan refigurasi dari narasi tokoh utama. Data dalam penelitian ini berupa dialog dan narasi. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa tokoh utama mengalami kegundahan batin yang membuatnya selalu merasa ingin meluapkan kemarahannya kepada anak-anaknya atas sikap dan kebiasaan yang dia anggap "merepotkan" dirinya. Namun, meskipun ia menghadapi masalah internal, ia mendapatkan pelajaran yang cukup berharga untuk mendefinisikan "hidup" dan tujuan hidupnya—berani bangun pagi.Tidak semua orang dapat memahami nilai dan hal-hal yang tertanam dalam setiap peristiwa hidup. Penokohan tokoh utama menunjukkan bahwa sebagian besar orang setuju bahwa menua adalah batasan dan waktu di mana seseorang harus beristirahat dan menikmati perjalanan hidupnya. Masa tua adalah masa evaluasi, dan itu memberikan pengajaran yang berharga bagi mereka yang sedang menua.
Optimalisasi Industri Kreatif Berbasis Ritual pada Tradisi Lisan Carita Pantun
Firmansyah, Arif
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.01
Optimalisasi industri kreatif berbasis ritual pada carita pantun merupakan salah satu cara dalam jangka panjang dalam mengenalkan tradisi lisan. Fokus penelitian ini adalah optimalisasi industri kreatif berbasis ritual. Penelitian ini menggunakan metode etnografi serta dilengkapi dengan pendekatan antropolinguistik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara langsung dengan informannya, serta rekaman. Adapun hasil penelitiannya, 1) Inovasi pementasan pantun Sunda gaya Mang Ayi dalam acara syukuran 40 hari kelahiran bayi sebagai upaya yang dilakukan oleh Mang Ayi sebagai juru pantun dalam melakukan pementasan sebagai bentuk optimalisasi pelayanan sesuai dengan standar yang biasa diterapkan di masyarakat. 2) Inovasi pertunjukan yang dilakukan dikembangkan lebih lanjut melalui digitalisasi dan menghasilkan produk industri kreatif seperti CD, kaos, dan batik sebagai media iklan pertunjukan.
Wacana Kolonial, Pascakolonial, dan Ketionghoaan dalam Perempuan Bernama Arjuna 6 dan Boenga Roos dari Tjikembang
Russida, Corvi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.08
This research aims to reveal colonial and postcolonial discourses by comparing two novels born in different political and historial situations, namelu Boenga Roos dari Tjikembang published in 1927 and Perempuan Bernama Arjuna 6: Sundanologi dalam Fiksi which published in 2017, as well as understanding Chinese-ness of the two authors who are Chinese descent and non Chinese descent respectively. With time span of almost 100 years, there will certainly be many differences in ideas. This research focuses its analysis on the discourse of Chinese-ness as well as colonial and postcolonial discourses in the two novels. There are 1) colonial discourse in the form of mimicry concept is found in the novel Boenga Roos dari Tjikembang 2) Postcolonial discourse in the form of ambivalence is found in the novel Perempuan Bernama Arjuna 6: Sundanologi dalam Fiksi.
Perwujudan Historis sebagai Repertoire dalam Novel William Karya Risa Saraswati: Kajian Estetika Wolfgang Iser
fikroh, inaqotul
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.07
Tulisan ini menjelaskan perwujudan historis sebagai repertoire dalam novel horor yang berjudul William karya Risa Saraswati. Repertoire atau gudang pengetahuan merupakan konsep dari Wolfgang Iser dalam kajian estetika resepsi sastra. Repertoire dalam pandangan Iser mencakup norma historis, sosial dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengaplikasian melalui pengumpulan data dan analisis data. Dalam novel William perwujudan historis terdapat pada masa kolonialisme Belanda di Hindia Belanda. Repertoire dalam novel William terdapat dalam tujuan Belanda melakukan kolonialisme untuk mencapai kemakmuran (Gold), Praktek politik etis, dan masa repatriasi dalam masa kolonialisme Belanda ke Hindia Belanda.
Lamongan dalam Dinamika Kebudayaan Maritim dan Islam di Pesisir Utara Jawa
Widuatie, Ratna Endang;
Sri Ana Handayani
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.06
Lamongan merupakan salah satu kota pesisir utara Jawa yang memiliki peran penting dalam sejarah maritim Indonesia maupun sejarah kebudayaan Islam di Jawa. Sebagai salah satu pusat penyebaran Islam pada abad ke-16, Lamongan menjadi bagian penting dalam transisi kebudayaan era Hindu-Buddha ke Islam. Posisinya sebagai kota pantai juga menjadikan Lamongan sebagai salah satu persinggahan penting dalam jalur perdagangan laut Nusantara. Aspek geografis dan kultural memberikan corak yang khas terhadap Lamongan sebagai kota yang mengalami kontak budaya selama berabad-abad dan menguatkan kredensial Lamongan sebagai salah satu pusat kebudayaan maritim yang penting di Jawa Timur.
Pelestarian Kesenian Gembyung Di Desa Cisaat Subang Jawa Barat Melalui Analisis dan Dokumentasi Pola Ritmik
Saputra, Dani Nur
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.03
Gembyung merupakan salah satu kesenian tradisi di Jawa Barat yang mengandung unsur tradisi dan memiliki aspek sakral. Gembyung dimainkan menggunakan alat musik tradisi yang disebut dengan waditra. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa dan mendokumentasikan pola ritmik dalam esensi waditra pada kesenian gembyung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian mengkaji pola ritmik dalam permainan gembyung di salah satu sanggar kesenian yang ada di desa Cisaat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ritmik memainkan peran krusial dalam menciptakan identitas dan karakteristik kesenian gembyung. Adanya perubahan sosial dan budaya dapat memengaruhi eksistensi seni gembyung, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk menjaga warisan budaya ini agar tetap lestari. Notasi yang dibuat peneliti dapat digunakan untuk menjaga kelestarian musik gembyung yang merupakan salah satu musik tradisi dan warisan budaya di Indonesia
Perempuan Teroris Partisipatoris: Pertarungan Gender, Lokalitas, dan Universalitas
Rohman, Saifur
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.09
Makalah ini memaknai fungsi perempuan teroris dalam kebebasan dan domestikasi melalui perspektif partisipasi Ranciere. Hal itu berdasarkan pada enam masalah yang terdapat di dalam paper yang diterbitkan oleh Atabik berjudul "Jihad And Interpretation Of Religious Texts On Female Terrorists In Indonesia" (2023). Paper itu menjelaskan bahwa perempuan tidak memiliki peran penting dalam terorisme, sedangkan dalam makalah ini memiliki asumsi sebaliknya. Metode yang digunakan adalah analisis wacana dalam perspesktif Ranciere. Data utama diambil dalam kasus terorisme pada 2020. Data secara umum menyatakan bahwa politik terorisme mengangkat tentang hubungan antara teroris laki-laki dan perempuan serta perempuan gerakan terorisme di Indonesia. Melalui pendekatan hermeneutik yang dikembangkan Ranciere, Gidden, dan Arendt, data-data diamati dengan metode membaca dekat. Hasilnya perempuan teroris memiliki peran penting dan melepaskan stereotipe lama. Peran ini disebut dengan teroris partisipatori. Hal itu didasarkan pada semangat kebebasan dan kesetaraan gender.
Narasi Kontroversial Akun Instagram @aryawedakarna: Analisis Wacana Kritis dalam Gerakan “Sukla Satyagraha”
Mawaidi;
Pandu Hidayat
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.10
Arya Wedakarna merupakan politisi yang cukup terkenal sekaligus kontroversial di Bali. Ia menggagas dan mengampanyekan gerakan yang diberi nama “Sukla Satyagraha”, sebuah program untuk menunjang perekonomian masyarakat Hindu di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar narasi kontroversial yang berhubungan dengan “Sukla”. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough untuk melihat praktik sosial yang sedang berlangsung melalui dimensi teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Data penelitian ini berupa teks; kata, frasa, kalimat yang bersumber dari akun instagram @aryawedakarna. Hasil analisis menunjukkan bahwa program Sukla yang digagas oleh Arya Wedakarna menghasilkan beberapa narasi perpecahan antaretnis-antaragama dan menghasilkan bagaimana wacana disebarkan dan dikonsumsi sehingga wacana tersebut terbentuk sebagai ideologi masyarakat, khususnya Bali.
Mitos dan Keindahan Alam sebagai Wahana Kesadaran Ekologis dalam Karya Ahmad Tohari
Khasanah, Venus
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.04
Penelitian ini mengkaji peran mitos dan deskripsi alam dalam novel-novel Ahmad Tohari sebagai wahana kesadaran ekologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dengan pendekatan ekologi sastra, berfokus pada bagaimana narasi, karakter, dan latar yang terkait dengan alam dan mitos dalam karya-karya Tohari dapat meningkatkan kesadaran ekologis pembaca. Temuan utama menunjukkan bahwa mitos tentang fenomena alam, keberagaman nonhayati, dan keberagaman hayati (flora dan fauna) dalam novel-novel Tohari memainkan peran penting dalam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Melalui mitos-mitos ini, Tohari menggambarkan hubungan mendalam antara manusia dan alam, mengajak pembaca untuk lebih menghormati dan menjaga lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi media efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis dan mempromosikan etika ekologi di tengah tantangan lingkungan global saat ini.
Sastra Fantasi Populer: Konsep Pedagogis dan Dampak Sosiokultural
Febriani Sya, Mega;
Novi Anoegrajekti;
Ratna Dewanti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2024): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/Arif.041.05
Konstruksi makna pada karya sastra populer, Harry Potter mengandalkan seleksi kalimat, perbendaharaan kata, gramatika atau kombinasi kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah konstruksi makna yang muncul pada kalimat dan wacana novel Harry Potter yang berkaitan dengan konsep pendidikan praktik sosiokultural. Metode penelitian ini adalah analisis wacana. Unit analisis pada penelitian ini adalah korpus-korpus berbentuk wacana yang berhubungan dengan pesan-pesan dalam suatu media dalam hal ini novel Harry Potter seri pertama dan kedua yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dilakukan identifikasi terhadap pesan dan media yang mengantarkan pesan itu. Analisis wacana didahului dengan melakukan koding retorika dan kalimat yang muncul dalam komunikasi. Wawasan Pedagogis dalam Sastra Fantasi, Wawasan Pedagogis dalam Sastra Fantasi, Integritas Simbol Kekuatan Analogi Konflik Kebangsaan, Komersialisasi Produk Budaya, Glokalisasi Produk Budaya Melalui Penerjemahan, Fiksi Penggemar (Fanfiction). Konstruksi kreatif pada wacana dan dampak yang muncul dapat mewakili tentang fenomena sosial yang kerap timbul di masyarakat.