cover
Contact Name
Novi Anoegrajekti
Contact Email
arif.jurnal@unj.ac.id
Phone
+6281584654042
Journal Mail Official
arif.jurnal@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Barat No.11, RT.9/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
ISSN : 28303296     EISSN : 28078608     DOI : https://doi.org/10.21009/Arif.031
Jurnal ARIF bertujuan menyediakan ruang publikasi bagi peneliti bidang humaniora dalam konteks budaya Indonesia. Publikasi difokuskan pada kajian budaya, sastra, dan kearifan lokal yang meliputi bidang sosial, seni, bahasa, politik, ritual, tradisi lisan, mitos, dan identitas kelolakan Nusantara. Publikasi sebagai media komunikasi dan internalisasi nilai untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pemilikan bersama. Internalisasi nilai menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial
Articles 90 Documents
Travelogue Siedjah Antar Benua Dan Berakhir Di Hindia Dalam Novel Siedjah Karya Vink : Travel Writing Etsha Ari Kusuma Dianti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.02

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan elemen-elemen dari penjelajahan tokoh Siedjah yang melakukan pengembaraan dari Benua Eropa dan berakhir di Hindia yang kini disebut Indonesia menggunakan teori catatan perjalanan Carl Thompson. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deksriptif kualitatif dengan mengolaborasikan teoru Carl Thompson tentang travel writing sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siedjah mengalami prinsip-prinsip perjalanan yang diungkapkan oleh Thompson seperti representing the world, revealing-self dan representing other. Ketiganya menghiasi perjalanan Siedjah dari Benua Eropa menuju Benua Asia. Keterlibatan Siedjah dalam perjalanan tersebut mengantarkannya pada penceritaan estetika lanskap Hindia serta beberapa negara yang disinggahi. Siedjah menggambarkan Hindia tanpa campur tangan kekejaman Belanda yang telah membelenggu kaum bumiputera dalam lintasan historis yang panjang. Namun, keputusannya tersebut merupakan bagian dari subjektivitasnya sebagai penulis dalam membiaskan beberapa kejadian untuk kepentingan tertentu mengingat sastra perjalanan adalah sastra yang memiliki genre campuran antara fiksi dan non-fiksi.
Perbandingan Fakta Cerita dalam Naskah Hikayat Nabi Isa dan Film Jesus (1979) Saefullah, Muhammad Iqbal; Bani Sudardi; Asep Yudha Wirajaya
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.03

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan perbandingan fakta cerita pada Hikayat Nabi Isa (HNI) dan film Jesus. Sumber data yang digunakan adalah naskah HNI dengan kode Malayo-Polynésien 68 yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Prancis. Film Jesus diadaptasi dari Injil Lukas. Metode penyuntingan yang digunakan adalah landasan (legger). Inventarisasi data menggunakan teknik kepustakaan dan capturing scene. Teknik pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu deskripsi, analisis, dan evaluasi. Artikel ini menghasilkan tiga uraian. Pertama, alur dalam HNI dan film Jesus menggunakan alur maju. Kedua, karakter sentral dalam HNI adalah Nabi Isa sedangkan karakter sentral dalam film Jesus adalah Yesus. Dalam HNI terdapat 21 karakter bawahan sedangkan film Jesus memiliki 17 karakter bawahan. Ketiga, latar tempat, waktu, dan sosial dalam HNI maupun film Jesus menarasikan peristiwa-peristiwa selama perjalanan dakwah Nabi Isa dan pelayanan Yesus Kristus.
Konflik Kelas Sosial dalam Dua Novel Al-Masih Karya Tasaro GK Sari, Muzia Devia; Larasati, Maria Marietta Bali
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.07

Abstract

Kedua novel Al-Masih karya Tasaro GK menggambarkan perbedaan kelas sosial yang menimbulkan konflik dari aspek ekonomi, politik, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan konflik kelas sosial dalam dua novel Al-Masih karya Tasaro GK dari ketiga aspek tersebut. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif dan analisis hermenutika. Adapun teori yang digunakan adalah teori konflik menurut Karl Marx dan Marxis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Aspek ekonomi dan konflik tergambar antara pemilik tanah dengan penyewa tanah, kompeni dengan pedagang, dan pedagang budak dengan budak. (2) Aspek politik, konflik terjadi antara Herodes dengan rakyat, Romawi dengan orang Yahudi, dan kompeni dengan rakyat. (3) Aspek sosial, konflik ditunjukkan antara majikan dengan budak, priayi dengan bukan priayi, Nyonya Belwitha dengan mediker, para Imam dengan Nabi Zakaria, kelompok Bhairawa dengan warga Batavia, dan Saathi dengan Cornelia.
Penyamaran, Kekuasaan, dan Konstruksi Gender: Analisis Tokoh dalam Naskah Syair Sultan Syarif Zahrani, Raditha Maryam; Buduroh, Mamlahatun
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.06

Abstract

Syair Sultan Syarif adalah naskah Melayu klasik yang menceritakan penyamaran Siti Zuhrah menjadi laki-laki hingga memiliki kekuasaan sebagai raja. Penelitian bertujuan mengungkap perubahan identitas dan peran gender dalam penyamaran Siti Zuhrah dan kaitannya dengan konstruksi gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tekstologi dan feminisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruksi gender yang terdapat dalam cerita berpengaruh terhadap perubahan identitas dan peran gender Siti Zuhrah. Konstruksi gender dalam cerita ini didominasi oleh ideologi patriarki. Akan tetapi, penyamaran Siti Zuhrah sebagai Sultan Syarif Istur berhasil menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin yang ideal, meningkatkan ekonomi negara, dan menjaga hubungan sosial. Hal itu menunjukkan bahwa perempuan berpotensi sebagai pemimpin. Kemampuan memimpin tersebut terhalang akibat konstruksi gender mengenai peran raja.
Degradasi Gender dalam Sastra Lisan Lagu Ceritana Jandae Na Ladores: Kajian Pascakolonial Ramadhani, Andi Reski
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.09

Abstract

Degradasi gender terepresentasi dalam lagu “Ceritana Jandae na Ladores” yang tampak pada tiga gejala. (1) Objektifikasi tubuh perempuan dan pelecehan simbolik. (2) Kekerasan verbal terhadap perempuan Janda. (3) Penguatan stereotip gender dan pembatasan peran domestik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sastra lisan lagu “Ceritana Jandae na Ladores” karya Kelompok Kecapi Empat Sekawan memperkuat konotasi negatif terhadap eksistensi perempuan. Penelitian lapangan ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan teori pascakolonial untuk menyoroti realitas sosial kemasyarakatan. Perempuan yang bertindak menyimpang dari norma cenderung diposisikan dan diperlakukan secara kurang layak. Teori pascakolonial mempertegas bahwa realitas yang terjadi hingga hari ini menyimpan dampak jangka panjang dari kolonialisme. Kelompok Kecapi Empat Sekawan cenderung mengurangi dimensi kesakralan kecapi tradisional dan membentuk hegemoni baru dengan menciptakan moralitas alternatif yang dinormalisasi.
Tradisi Pengobatan Fide’ pada Komunitas Madura di Kampung parit Waklijah Kalimantan Barat: Kajian Living Qur’an Perspektif Teori Etnografi dan Simbolik Farida Afifah; Kairun Niam
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.05

Abstract

Tradisi pengobatan Fide’ pada komunitas Madura di kampung Parit Waklijah Kalimantan Barat berbeda dengan Fide’ di Jawa, mulai dari bacaan hingga syaratnya. Prosesi tradisi ini bersinggungan dengan ayat-ayat Alqurandalam menebus berbagai penyakit fisik, nonfisik, dan berbagai permasalahan lainnya dengan pengantara ayam dan kambing. Penelitian ini bertujuan menggali nilai kearifan lokal, simbol, serta perbedaan antara Fide’ Kalimantan Barat dengan  Jawa. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Penyediaan data melalui wawancara dengan informan kunci. Data dideskripsi dan dianalisis dengan teori etnografi dan simbol untuk menggali budaya dan tradisi pengobatan fide’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat nilai budaya dalam tradisi fide’, yaitu religi, psikologi dan kesehatan, sosial dan gotong royong, serta magis. Secara simbolik ditemukan empat aspek simbolik, yaitu agama, lokalitas, budaya, dan mistis. Tradisi Fide’ bermula sebagai dzikir tebusan untuk orang yang sudah meninggal, menjadi pengobatan penyakit. Fide’ di Jawa dan di Kalimantan merepresentasikan latar sejarah, akulturasi, dan transformasi dan bermakna sama yaitu penebusan yang berimplikasi pada keharmonisan, tanggung jawab, dan kelestarian tradisi.
Analisis Wacana Cerpen “Pada Suatu Hari, Ombak, Dan Camar” Karya Ramayda Akmal Dan “PSBB” Karya Kedung Darma Romansa Muna Alfadlilah
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.10

Abstract

Dewasa ini, masyarakat sering  mengikuti beragam informasi dan perkembangan pengetahuan dalam kehidupan sosial. Salah satunya adalah situasi keadaan dan pengetahuan yang dapat dilihat langsung oleh pelaku masyarakat. Perkembangan tersebut tidak lepas dari wacana-wacana yang berkontribusi terhadap kehidupan sosial. Penelitian ini membongkar wacana yang direpresentasikan oleh pengarang dalam cerpen “Pada Suatu Hari, Ombak, dan Camar” karya Ramayda Akmal dan “PSBB” karya Kedung Darma Romansha. Wacana tersebut merupakan pesan atau makna yang muncul. Penelitian ini menerapkan analisis deskriptif kualitatif dengan menyimak dan mencatat penggunaan bahasa dalam dua cerpen tersebut berupa penggalan kalimat dan dialog. Selanjutnya, data dianalisis dengan analisis wacana kritis dan pendekatan sosiologi sastra dengan berfokus pada aspek sosial. Berdasarkan hasil analisis wacana kritis, cerpen ini menyuarakan apa yang terjadi dalam masyarakat saat pandemi COVID-19 merebak ke belahan dunia. Kritik tersebut berupaya untuk menyadarkan elit politik dan pemerintahan suatu negara dalam menanggulangi bencana pandemi COVID-19. Temuan ini juga membuktikan bahwa cerpen menjadi modal utama untuk menyampaikan pendapat sesuai dengan konteks peristiwa yang terjadi pada masa produksi cerpen.
Konstruksi Makna Budaya Ngopi Kopag (Kopi Pagi) Masyarakat Kota Malang Faizin, Ahmad; Khusyairi, Johny Alfian; Afdholy, Nadya
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.01

Abstract

Budaya ngopi di Kota Malang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal didorong dengan banyaknya coffee shop berdiri di penjuru kota. KOPAG merupakan salah satu kegiatan ngopi yang bertransformasi menjadi budaya ngopi baru. KOPAG terbentuk menjadi sebuah istilah tersendiri yang diucapkan, digunakan, dan disebarluaskan oleh Masyarakat di Malang semenjak tahun 2023, terutama pemuda-pemudi Malang. Penelitian ini bertujuan menelaah makna budaya ngopi KOPAG di Malang. Penelitian menggunakan teori representasi yang termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Koleksi data melalui wawancara terhadap pelaku budaya dari pihak konsumen dan produsen. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa istilah KOPAG telah diserap oleh masyarakat dan membentuk makna tersendiri dan merepresentasikan “tombol” untuk mengawali hari bagi para pelaku budaya. KOPAG memberikan alternatif budaya ngopi menyesuaikan kehidupan para pelaku budaya. Di sisi lain, budaya KOPAG juga merepresentasikan media pemasaran yang inovatif bagi pelaku usaha coffee shop.
Ujaran Kebencian dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur Yusri Yusuf, Indah Handayani; Indah Handayani; Yusri Yusuf
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk ujaran kebencian dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Tanah Surga Merah cetakan kedua (2019). Data penelitian adalah satuan lingual yang mengandung ujaran kebencian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik hermeneutik, untuk mengaji, memahami, dan menghayati ujaran kebencian dalam novel dan mendeskripsikannya secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam bentuk ujaran kebencian, yakni penghinaan, pencemaran nama baik,  penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi atau menghasut, dan penyebaran berita bohong. Ujaran kebencian yang paling dominan muncul adalah penghinaan.
Kekerasan sebagai Mitos: Kajian Strukturalisme Levi-Strauss terhadap Kumpulan Cerpen Sawerigading Datang dari Laut Anto, Anto; Tsalaisye Nur Fajjriyah
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.042.08

Abstract

Kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil menjadi pembahasan dalam cepen yang terhimpun dalam Sawerigading Datang dari Laut karya Faisal Oddang. Dalam buku tersebut masyarakat sipil ditempatkan sebagai korban. Motif tersebut muncul dalam beberapa cepen. Kajian ini bertujuan membandingkan kesamaan motif dan tujuan cerpen. Kajian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan strukturlaisme Levi-Straus. Melalui kajian ini dapat diketahui bahwa cerita-cerita bermotif kekerasan konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil memiliki pola naratif yang sama, yaitu konflik, penundukan, kekerasan, dan dampak. Kesamaan tersebut menunjukkan bahwa cerpen dibangun dari gagasan yang sama bahwa konflik bersenjata yang cenderung menyasar masyarakat sipil. Gagasan tersebut menjadi narasi utama untuk mengartikulasikan masyarakat sipil yang menjadi korban kekerasan dalam konflik bersenjata. Hal itu dikarenakan masyarakat sipil sebagai inferior, terjebak dalam situasi konflik bersenjata dan tidak dapat mengartikulasikan kepentingannya secara langsung.