cover
Contact Name
Novi Anoegrajekti
Contact Email
arif.jurnal@unj.ac.id
Phone
+6281584654042
Journal Mail Official
arif.jurnal@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Barat No.11, RT.9/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
ISSN : 28303296     EISSN : 28078608     DOI : https://doi.org/10.21009/Arif.031
Jurnal ARIF bertujuan menyediakan ruang publikasi bagi peneliti bidang humaniora dalam konteks budaya Indonesia. Publikasi difokuskan pada kajian budaya, sastra, dan kearifan lokal yang meliputi bidang sosial, seni, bahasa, politik, ritual, tradisi lisan, mitos, dan identitas kelolakan Nusantara. Publikasi sebagai media komunikasi dan internalisasi nilai untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pemilikan bersama. Internalisasi nilai menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial
Articles 90 Documents
Ketidaksadaran Kolektif: Arketipe The Caregiver dalam Naskah Drama Mata Air Mata Karya Lab Teater Ciputat Pusposari, Wulan
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.10

Abstract

Isu problematika kerusakan alam menjadi topik yang tidak pernah kadaluwarsa. Karya sastra sebagai media untuk menyebarluaskan nilai-nilai dan moral baik dalam kehidupan. Salah satunya naskah drama Mata Air Mata (MAM) karya Lab Teater Ciputat yang mengangkat isu lingkungan. Diseminasi pesan baik ini dapat dilakukan karena naskah MAM merupakan kumpulan ketidaksadaran kolektif yang perlu ditelusuri penanda dan petanda dari tokoh-tokoh yang dihadirkannya. Penelitian ini akan membahas ketidaksadaran kolektif berupa arketipe, semiotik arketipe, dan ideologi tokoh dalam perspektif ekokritik, dalam naskah drama MAM. Pembatasan masalah berfokus pada arketipe dominan tokoh di dalam naskah drama MAM yaitu tokoh Kabut Malam dan Kabut Pagi. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pembahasan menggunakan teori ketidaksadaran kolektif Carl Gustav Jung dan semiotik Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan arketipe dominan dari tokoh Kabut Malam dan Kabut Pagi yaitu the cargiver menunjukkan ideologi antroposentrisme.Kata kunci: Ketidaksadaran Kolektif; Naskah Drama; Lab Teater Cputat
Relasi Kuasa dalam Konten Kuliner Sensual di TikTok: Perspektif Foucault Pangestu, Almyra Diah; Rahmat, Aceng
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.05

Abstract

Penelitian ini menganalisis relasi kuasa dalam konten kuliner sensual di TikTok dengan pendekatan Michel Foucault. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis bagaimana algoritma, kreator, dan audiens berkontribusi dalam produksi dan distribusi konten bernuansa sensual. Dalam ekonomi perhatian, konten semacam ini digunakan untuk meningkatkan interaksi, yang kemudian diperkuat oleh algoritma media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma TikTok berperan dalam menormalisasi konten sensual dengan memberi eksposur lebih luas pada konten yang mendapat keterlibatan tinggi. Kuasa tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif, mengarahkan preferensi pengguna tanpa mereka sadari. Kritik terhadap konten sensual justru meningkatkan engagement dan memperkuat tren tersebut.
Moralitas Anak Raja dari Istri Selir dalam Novel Kèʹ Lèsap Perspektif Filsafat Moral Magnis Suseno Abd Munib; Hakim, Luqman
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.07

Abstract

Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai moral dalam novel Kèʹ Lèsap karya Herry Santoso. Nilai moral dalam karya sastra sering tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari pembaca. Keterbatasan pembaca dalam menangkap nilai moral ini dipengaruhi oleh ketidaktuntasan dalam membaca karya sastra, terjebaknya pembaca dalam alur cerita yang emosional, serta kecenderungan ketergesaan dalam menyimpulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analitif. Guna menunjukkan kedalaman analisis, peneliti mengkombinasikan filsafat moral Magnis Suseno dan sosiologi sastra Wellek Warren. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama (Kèʹ Lèsap) selaku anak raja dari istri selir tergambar sebagai pribadi yang taat pada norma sosial, menyesuaikan diri dengan kondisi, dan mempertimbangkan akibat dari tindakannya. Selain itu, tokoh utama digambarkan sebagai tokoh mengedepankan pentingnya kesadaran moral dalam kehidupan masyarakat baik secara pribadi maupun dalam konteks sosial dan budaya.
Resistensi Perempuan Sunda dalam Novel Putri Subanglarang Karya Yoseph Iskandar: Kajian Sastra Feminis Rukmanah, Hani Siti; Koswara, Dedi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.06

Abstract

Penelitian ini mendalami representasi gender dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar, fokus utamanya adalah ketidakadilan yang dialami tokoh perempuan serta strategi resistensi yang mereka terapkan. Sastra Sunda belum sepenuhnya mengungkap secara mendalam bagaimana gender direpresentasikan dalam karya ini, khususnya dalam konteks ketidakadilan dan upaya perlawanan perempuan. Tujuan penelitian adalah mengungkap bagaimana konstruksi gender dan dominasi patriarki mempengaruhi kehidupan perempuan di masyarakat Sunda, sebagaimana dikemukakan Maggie Humm (1990) bahwa patriarki lebih menindas perempuan. Metode kualitatif dengan analisis isi digunakan untuk menganalisis teks novel PSL, menyoroti ketidakadilan dalam pernikahan, reproduksi, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, tokoh perempuan dalam novel ini juga menunjukkan resistensi yang beragam, baik secara terbuka maupun terselubung. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa PSL mencerminkan kompleksitas kehidupan perempuan dalam masyarakat patriarki Sunda serta perjuangan mereka untuk mencapai keadilan. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi pentingnya studi gender dalam memahami dinamika sosial dan budaya di masyarakat Sunda serta kontribusinya terhadap teori sastra feminis.
Analisis Ekokritik Terhadap Cerpen Kompas Tahun 2023: Realitas Krisis Ekologi Arisandi, Isep Bayu; Marup, Muhamad
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.03

Abstract

Tulisan ini menyajikan kajian ekokritik terhadap lima cerpen yang terbit di Kompas tahun 2023, yaitu berjudul “Pohon-pohon Jalan Protokol” karya Kiki Sulistyo; “Bukit yang Tidak Selesai Dibangun” karya Adam Gottar Parra; “Pohon Larangan di Bengayoan” karya Nafi’ah Al-Ma’rab; “Apakah Langit Akan Biru Hari Ini?” karya Rizqi Turama; dan “Dilalap dalam Lelap” karya Miranda Seftiana. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk mendeskripsikan hubungan antara struktur cerita dengan unsur-unsur ekologi: polusi, tempat tinggal, hutan, bencana, binatang, dan bumi. Struktur cerita dalam lima cerpen menjadi penting menampilkan keterhubungan antara sastra dengan ekologi. Masalah kerusakan lingkungan dalam cerpen berdampak tidak sebatas aspek fisik, tetapi meliputi ekonomi, sosial, dan budaya. Maka, terdapat narasi yang kompleks dalam lima cerpen dengan menampilkan wacana ekosfer sebagai dampak masalah ekologi. Tiga cerpen menempatkan masalah lingkungan sebagai dampak dari pembukaan lahan sawit sehingga mengorbankan ekosistem hutan dan berdampak terhadap kesehatan. Secara tegas, lima cerpen menyorot masalah ketidakseimbangan ekosistem sebagai dampak dari kerusakan lingkungan yang berpijak pada kondisi faktual. Maka, lima cerpen yang terbit di Kompas tahun 2023 merefleksikan hubungan ekologi dengan sastra secara global.
Ambivalensi Sikap Mandiri pada Tokoh Perempuan dalam Novel Warisan karya Kembang Manggis Ravinza, Karissa; Djumala, Ratna
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.04

Abstract

Dalam budaya patriarki, kaum perempuan memiliki posisi yang rendah dibandingkan kaum laki-laki karena dianggap sebagai kaum yang lemah. Namun, ada kaum perempuan yang berusaha keluar dari posisi tersebut dengan menunjukkan sisi kemandirian mereka. Novel Warisan karya Kembang Manggis menunjukkan perjuangan tokoh-tokoh perempuan tersebut. Dalam melakukan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori dan konsep yang digunakan adalah teori feminisme eksistensialis dan konsep budaya patriarki. Data yang digunakan adalah novel Warisan karya Kembang Manggis dengan berfokus pada unsur intrinsik berupa tokoh dan penokohan, alur, dan latar, serta buku-buku dan artikel-artikel yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Indi, Wawa, dan Maya memiliki sikap mandiri berupa kebebasan bekerja di ruang publik, kemampuan untuk membela diri, dan keberanian dalam menghadapi tantangan sosial. Namun, mereka memiliki ambivalensi terhadap sikap mandiri tersebut, seperti kebutuhan untuk dilindungi, kekhawatiran terhadap tuntutan pernikahan, dan ketergantungan terhadap status ekonomi laki-laki.
Kakawin Sena: Representasi Citra Hantu dan Transformasinya pada Komik Petruk Karya Tatang S. Isnaini, Heri
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.08

Abstract

Citra hantu yang digambarkan dalam komik Petruk karya Tatang S. merupakan representasi citra hantu yang sudah dikenali masyarakat luas. Citra ini terwujud dari konsep pemahaman yang dipercaya dan diyakini keberadaannya oleh masyarakat sejak lama. Kakawin Sena merupakan naskah kuno yang di dalamnya menggambarkan wujud-wujud hantu yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Penggambaran tersebut termanifestasi pada kepercayaan masyarakat atas keberadaan makhuk yang tidak terlihat tetapi diyakini keberadaannya. Transformasi citra hantu dalam Kakawin Sena dapat diwujudkan menjadi gambar pada media komik karya Tatang S. Kedua teks tersebut secara tidak langsung berkelindan sehingga ada kemungkinan naskah Kakawin Sena memengaruhi cara penggambaran hantu pada komik karya Tatang S. Artikel ini menggambarkan wujud representasi tersebut dalam sekaitannya dengan wujud transformasi citra hantu pada teks Kakawin Sena dengan gambar hantu pada komik. Dengan demikian, konsep relasi antara kedua teks ini akan mengejawantah pola-pola budaya yang ditransformasi dan dipercaya atas kedua teks dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dalam ranah sastra bandingan. Kedua teks disandingkan sehingga terlihat keterkaitan dan keterlibatan antarkeduanya. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, citra hantu dalam Kakawin Sena diwujudkan dalam gambar pada komik. Kedua, terdapat relasi budaya dan agama/kepercayaan pada penggambaran sosok hantu dalam komik tersebut.
Reclaiming Betawi Identity: A Critical Discourse Analysis of Si Doel Anak Sekolahan Original Soundtrack Pratiwi, Cysakaren Diva; Riyanto, Edi Dwi; Meyrasyawati, Dewi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.09

Abstract

This article analyzes the cultural significance of the theme song of Si Doel Anak Sekolahan using an ethnomusicological approach, specifically focusing on the representation of Betawi society. The main problem addressed is how the song's lyrics reflect the identity, values, and social changes of the Betawi people within an urban context. Additionally, this study explores how music functions as a form of cultural storytelling, representing the daily experiences and social dynamics of the Betawi community. This research aims to understand the role of music as a medium of cultural expression that mirrors social realities while preserving cultural identity in the face of modernization. The method used is a qualitative lyrical text analysis to identify prominent cultural themes. The findings reveal that the lyrics are not merely entertainment but also a means to reinforce community identity and reflect complex social dynamics.
Suara Alam dari Timur: Kearifan Ekologis Tiga Prosa Rakyat Papua dalam Bingkai Ekokritik Glotfelty Andriani, Yeni
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kearifan ekologis dalam tiga cerita prosa rakyat Papua dengan pendekatan ekokritik sastra Glotfelty untuk mengungkap hubungan manusia dengan alam serta faktor yang mempengaruhinya. Sumber data penelitian ini adalah tiga cerita prosa rakyat Papua, yaitu Asal Mula Pohon Kelapa, Asal-usul Tujuh Pulau, dan Asal-usul Tanjung Simora. Selain itu, penjelasan dalam penelitian ini diperkaya dengan informasi yang diperoleh langsung dari informan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosa rakyat Papua mengandung kearifan ekologis yang merepresentasikan peran alam atau latar tempat terhadap kehidupan manusia serta perlakuan manusia terhadap alam.
Industri Kreatif Berbasis Tradisi Lisan dan Manuskrip: Tantangan dan Peluang para Pegiat Seni di Kalimantan Tengah Yoesoef, M; Novi Anoegrajekti; Venus Khasanah; Sudartomo Macaryus; Alifiah Nurachmana; Misrita; Yuliati Eka Asi; Imam Qalyubi; Siminto
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.01

Abstract

Artikel ini membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi para pegiat seni dan akademisi yang senantiasa tumbuh-kembang dan menghidupi tradisi lisan dalam berkebudayaan. Di samping tradisi lisan, keberadaan manuskrip tidak kalah penting peranannya sebagai wahana penyimpanan narasi dan pengetahuan lokal dari masa lalu yang tertulis menjadi ekspresi kebudayaan. Pembahasan terhadap kekayaan tradisi lisan dan manuskrip yang ada di lingkungan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah sebagai warisan budaya tak benda ini difokuskan pada aspek tantangan dan peluang yang ada di tengah perubahan masyarakat yang terus menerus. Metode dekriptif-kualitatif dijadikan pijakan untuk mengidentifikasi dan memahami fenomena lapangan terkait dengan eksistensi tradisi lisan dan manusikrip di wilayah budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Hasil yang diperoleh melalui pembahasan dengan pendekatan budaya adalah sebagai berikut. Pertama, modal budaya tradisi yang dimiliki masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Tengah memiliki potensi untuk dikembangkan selaras dengan perubahan dan pertumbuhan budaya baru. Kedua, pengelolaan tradisi lisan dan manuskrip yang berbasis pada budaya masa lalu dapat dihadirkan secara kreatif untuk diapresiasi dan dimanfaatan semaksimal mungkin oleh masyarakat melalui industri kreatif. Ketiga, regulasi pemerintah seperti UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan lahirnya upaya-upaya konkret oleh pemangku kepentingan melalui program pelindungan,pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Keempat, program itu memerlukan sumber daya manusia kebudayaan yang bergiat, bekerja, dan berkarya melalui berbagai objek pemajuan kebudayaan, khususnya tradisi lisan dan manuskrip. Dari hal-hal itu memunculkan tantangan dan peluang para pemangku kepentingan untuk membangun idustri kreatif berbasis tradisi lisan dan manuskrip yang ada di Kalimantan Tengah.