cover
Contact Name
Rahmiyati
Contact Email
hutantropisunlam@gmail.com
Phone
+6281348623216
Journal Mail Official
hutantropisunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL HUTAN TROPIS
ISSN : 23377771     EISSN : 23377992     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2
Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah hutan, agroforestri, perhutanan sosial, kebijakan kehutanan, perencanaan hutan, penyuluhan kehutanan, teknologi hasil hutan, konservasi sumberdaya hutan, dan perlindungan hutan.
Articles 604 Documents
PREDIKSI EROSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE REVISED UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (RUSLE) DAN PENGIDERAAN JAUH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LAWO Apriani, Nurul; Rusadi, Nusrah; Sari, Puspa; Pertiwi, Hutami Indah; Sopaheluwakan, William Rio Imanuel; Warsito, Ari Putra
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis erosi tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawo dengan menerapkan model Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) yang diintegrasikan dengan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Strategi pemodelan yang digunakan mencakup pendekatan spasial melalui survei lapangan serta simulasi hidrologi menggunakan perangkat lunak ArcSWAT. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju kehilangan tanah tahunan di DAS Lawo adalah sebesar 13,02 ton/ha/tahun, yang diklasifikasikan dalam kategori ringan. Variasi nilai erosi ditemukan pada berbagai tutupan lahan, dengan angka terendah pada hutan sekunder (0,13 ton/ha/tahun) dan nilai tertinggi pada area pertanian lahan kering bercampur semak (4,45 ton/ha/tahun). Tingginya laju erosi pada area tertentu sangat berkorelasi dengan kondisi topografi lereng yang terjal serta manajemen lahan yang belum optimal. Meskipun distribusi Tingkat Bahaya Erosi (TBE) secara keseluruhan didominasi oleh kategori sangat ringan (33,43%), terdapat sekitar 25,88% wilayah DAS yang telah masuk dalam kategori berat hingga sangat berat. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan lahan dan faktor topografi memegang peranan vital dalam dinamika erosi, sehingga diperlukan strategi konservasi tanah dan air yang terpadu untuk memitigasi degradasi lahan di wilayah tersebut
KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK PEMUDA TERHADAP INDUSTRI KELAPA SAWIT DI KALIMANTAN TIMUR: SUATU KAJIAN PUSTAKA KRITIS Juniar, Reza Mahendra; Hariana, Mulia
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25474

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi dan kehutanan Indonesia, namun ekspansinya juga memunculkan berbagai persoalan ekologis dan sosial, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini berkontribusi terhadap munculnya krisis kepercayaan publik, terutama di kalangan pemuda yang hidup dan berinteraksi langsung dengan dampak perubahan lanskap hutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual faktor faktor pembentuk krisis kepercayaan publik pemuda terhadap industri kelapa sawit di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kritis dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran dan sintesis artikel jurnal, laporan lembaga, serta dokumen kebijakan yang relevan dan terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis konseptual untuk mengidentifikasi pola wacana, kontradiksi, dan celah dalam literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan pemuda berakar pada ketidaksesuaian antara narasi pembangunan dan keberlanjutan industri kelapa sawit dengan pengalaman ekologis yang mereka alami, seperti degradasi hutan dan menurunnya kualitas lingkungan. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan hutan dan perkebunan yang lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan ekologis guna memperkuat legitimasi sosial dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Kalimantan Timur.
NILAI EKOLOGI VEGETASI POHON PADA SUKSESI SEKUNDER LIMA TAHUN PASCA PENEBANGAN LIAR DI BLOK JATI LODADI, RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Ramadhana, Rizka Fajriyah; Sulistiyowati, Hari; Danurwenda, Herdian Rama; Ginting, Suryani; Ningtias, Fatmawati; Rahardjo, Fendy
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25180

Abstract

Resort Bandealit di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jawa Timur merupakan kawasan konservasi yang mengalami tekanan antropogenik tinggi, terutama penebangan liar, yang berdampak pada perubahan struktur vegetasi dan fungsi ekosistem. Meskipun suksesi sekunder berlangsung, tingkat pemulihan struktural dan fungsional vegetasi pohon lima tahun pasca gangguan belum sepenuhnya diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekologi vegetasi pohon berdasarkan struktur vegetasi tegakan dan cadangan karbon, serta menganalisis hubungannya dengan faktor abiotik di Blok Jati Lodadi. Data vegetasi pohon dikumpulkan dari 15 plot berukuran 20x20 m. Cadangan karbon diestimasi menggunakan metode semi-destruktif, sedangkan hubungan dengan faktor abiotik dianalisis menggunakan Principal component analysis (PCA). Tercatat 24 famili, 37 genus, dan 42 spesies dengan kepadatan 2377 individu/ha, dengan luas basal area 22,22 m2/ha, dan volume tegakan 94,467 m3/ha. Cadangan karbon mencapai 16,356 ton C/ha (59,98 ton CO2/ha). Kelembaban tanah berkorelasi positif dengan volume tegakan, sedangkan pH tanah dan intensitas cahaya berkorelasi positif dengan cadangan karbon. Suhu udara berkorelasi negatif dengan keduanya. Hasil ini menunjukkan tahap pemulihan menengah dan menegaskan pentingnya strategi pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan spesifik lokasi.
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN UPAYA PERBAIKAN TANAMAN REKLAMASI PT HAMPARAN MULYA KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Sulaxono, Reznandi Wiharto Fitrian; Nugroho, Yusanto; Suyanto, Suyanto
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25976

Abstract

Program wajib reklamasi lahan bekas tambang harus dilaksanakan oleh seluruh perusahaan, baik swasta maupun non-swasta. Pengetahuan dasar mengenai kondisi lingkungan sebelum dan sesudah penambangan serta proses suksesi sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilani reklamasi. Upaya untuki mengetahuii keberhasilani tersebuti perlu dilakukan evaluasi terhadap tanaman yang telah di tanam. Evaluasi tanaman dapat dilakukan dengan perbandingan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan tanaman reklamasi, mengalisis karakteristik lahan dan upaya perbaikan tanaman reklamasi yang dilakukan oleh PT. Hamparan Mulya. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan ukuran plot 20x20 m. Indikator pertumbuhannya yaitu, tutupan lahan baik, sedang dan tidak baik. Penentuan indikator ini didasarkan pada hasil citra drone. Data diolah dengani Rancangani Acaki Kelompoki (RAK),i 3i perlakuan, 10 tanaman dan 3 pengulangan sehingga, diperoleh 90 tanaman. Pertumbuhan tanaman sengon laut di area reklamasi PT. Hamparan Mulya untuk tinggi tanaman dan diameternya secara signifikan berbeda pada tiap indicator yaitu pertumbuhan tutupan lahan baik, sedang dan tidak baik. Pertumbuhan sengon laut di area reklamasi PT. Hamparan Mulya tidak optimal karena kondisi tanah yang kurang sesuai baik sifat fisik dan sifat kimianya.
POTENSI BIOREGULATOR POHON HUTAN PANTAI DALAM MITIGASI ABRASI PESISIR: STUDI KASUS DI WILAYAH SERAM BAGIAN BARAT KHUSUSNYA DI KECAMATAN KAIRATU Komul, Yulianus Dominggus; Sahupala, Andjela; Siahaya, Troice Elsye
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.24369

Abstract

Kecamatan Kairatu, salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Seram Bagian Barat, memiliki karakteristik geografis yang beragam. Aktivitas manusia dan dampak perubahan iklim global menimbulkan ancaman serius berupa abrasi pantai akibat gelombang pasang, angin, dan kenaikan muka air laut. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi bioregulator pada vegetasi hutan pantai, khususnya tingkat pertumbuhan pohon, dalam mengatur dan memitigasi proses biologis di wilayah pesisir Kecamatan Kairatu. Lokasi penelitian seluas 19,8 ha terbagi atas tiga jalur pengamatan dengan 495 plot, mencatat 106 jenis pohon dengan total 1.467 individu. Vegetasi hutan pantai menunjukkan variasi dominasi: Desa Kairatu didominasi Casuarina equisetifolia (370 individu), Desa Waipirit didominasi Alstonia scholaris (73 individu), dan Desa Hatusua didominasi Intsia bijuga (1.024 individu). Struktur vegetasi tersusun atas lima strata (A–E), dengan strata A hanya ditempati oleh jenis Kayu Besi (Intsia bijuga), Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata), dan Lenggua (Pterocarpus indicus), khususnya pada hutan pantai Desa Hatusua. Faktor-faktor yang memengaruhi peran bioregulator pohon sebagai mitigasi abrasi meliputi kondisi lingkungan, gangguan alam, posisi geografis, aktivitas manusia, dan interaksi antarspesies. Hasil penelitian menegaskan pentingnya vegetasi hutan pantai, terutama pohon, dalam menjaga stabilitas ekosistem pesisir serta potensinya sebagai strategi alami mitigasi abrasi.
MUTU PRODUK KAYU LAPIS SEBAGAI INDIKATOR EFISIENSI PEMANFAATAN KAYU HUTAN ALAM Rosandy, Adika Archie; Mondina, Resta Rene
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25393

Abstract

Efisiensi pemanfaatan kayu hutan alam menjadi isu penting dalam industri kayu lapis, di mana mutu produk mencerminkan keberhasilan konversi kayu menjadi produk bernilai tambah dalam konteks pengelolaan hutan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kriteria cacat dominan pada berbagai produk kayu lapis, menganalisis tingkat serta tren cacat berdasarkan volume kayu, dan menilai efisiensi pemanfaatan kayu yang berasal dari hutan alam sebagai bagian dari evaluasi pemanfaatan sumber daya hutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada industri kayu lapis dengan objek lima jenis produk, yaitu plywood 3 ply ukuran 4 ft × 8 ft, 3 ply jumbo, floor base, marine plywood, dan thick panel. Data penelitian berupa hasil kegiatan Quality Control (QC) selama periode empat bulan, meliputi jenis cacat, jumlah produk, dan volume cacat kayu (m³), yang dianalisis secara deskriptif untuk menyajikan baseline mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delaminasi merupakan cacat dominan pada seluruh jenis produk, mengindikasikan bahwa kualitas ikatan antar lapisan veneer menjadi faktor kunci yang memengaruhi mutu produk dan efisiensi pemanfaatan kayu. Produk berdimensi besar dan panel tebal cenderung memiliki tingkat cacat lebih tinggi yang berdampak pada meningkatnya kehilangan material kayu. Evaluasi mutu berbasis volume kayu memberikan gambaran yang lebih representatif terhadap besarnya kayu yang tidak termanfaatkan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian mutu produk kayu lapis berperan strategis dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu hasil hutan serta mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
ANALISIS BIAYA PENGANGKUTAN KAYU JARAK PENDEK MENGGUNAKAN SEPEDA MOTOR DI HUTAN RAKYAT Budiaman, Ahmad; Hardjanto, Hardjanto; Limbong, Zest Lively
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.24929

Abstract

Pengeluaran kayu menggunakan sepeda motor merupakan teknik pengangkutan kayu jarak pendek yang sedang berkembang dan banyak digunakan di kegiatan pemanenan hutan rakyat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengangkutan kayu jarak pendek menggunakan sepeda motor di hutan rakyat. Penelitian ini dilakukan di salah satu hutan rakyat yang ditanam dengan pola monokultur di Probolinggo, Jawa Timur. Data yang dikumpulkan meliputi waktu kerja, produktivitas dan biaya pengangkutan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pengangkutan kayu menggunakan sepeda motor di hutan rakyat sebesar Rp. 65.085/m3 untuk jarak sarad 300 m. Biaya variabel pengangkutan kayu menggunakan sepeda motor di hutan rakyat mencapai 94,6%, sedangkan sisanya (5,4%) merupakan biaya tetap. Komponen biaya tetap terbesar adalah depresiasi, sedangkan untuk biaya variabel adalah biaya tenaga kerja. Porsi biaya tenaga kerja pada pengangkutan kayu menggunakan sepeda motor adalah sebesar 58,77%, biaya bahan bakar dan pelumas 30,78% dan biaya alat sebesar 10,45%. Pengangkutan kayu menggunakan sepeda motor di hutan rakyat dapat menjadi lapangan kerja potensial bagi masyarakat di sekitar hutan rakyat.
MODEL ALLOMETRIK BIOMASSA POHON SHOREA LAEVIS (BANGKIRAI) UNTUK MENDUKUNG INVENTARISASI KARBON HUTAN BERKELANJUTAN Utami, Widia Sri; Fauzan, Muhammad Rafii Nur; Sepsamli, Letus; Saud, Oshlifin Rucmana
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25288

Abstract

Estimasi cadangan karbon yang akurat sangat penting untuk perencanaan hutan berkelanjutan dalam hal mitigasi perubahan iklim global di Kalimantan Timur. Salah satu laboratorium alam yang memiliki lokasi strategis dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yaitu KWA Bukit Bangkirai. Lokasi ini memiliki potensi jenis pohon Shorea laevis (Bangkirai) yang memiliki serapan karbon yang tinggi karena memiliki pertumbuhan pohon mencapai diameter dan ketinggian yang besar. Model allometrik biasanya digunakan yaitu bersifat umum dan menyertakan berat jenis pohon sehingga tidak dapat menggambarkan kondisi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pertumbuhannya. Berat jenis pohon biasanya mengharuskan menebang pohon untuk mendapatkan nilainya. Disisi lain dapat menyebabkan serapan karbon menurun. Salah satu teknik untuk estimasi karbon melalui inventarisasi karbon berkelanjutan diperlukan teknik tanpa menebang pohon yaitu menggunakan model allometrik yang sesuai dengan kondisi pertumbuhannya dan meminimalkan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membuat model allometrik pohon Shorea laevis untuk inventarisasi karbon yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunaakan data primer yang dihasilkan dari inventarisasi dengan mengukur diameter (DBH) (cm) dan tinggi pohon total (m). Inventarisasi dilakukan secara sensus pada PUP I dan PUP II yang memiliki luas sebesar 1 hektar. Perhitungan biomassa dan karbon mengacu pada SNI 7724 Tahun 2019. Model allometrik yaitu dengan analisis statistik deskriptif, uji pencilan, analisis regresi linier dan non linier, uji kecocokan model, serta uji validasi model. Model allometrik terbaik untuk inventarisasi karbon berkelanjutan yaitu model Power Y=0,001 D2,476 memiliki R2-Adj (0,986), standard error estimated (0,144), NRMSE (4,413), dan MAPE (1,751) artinya model dapat mengestimasi dalam kategori sangat baik.
POLA PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA NGABLAK DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI Gare, Kletus Florianus Sera; Rusadi, Nusrah; Dako, Fransiskus Xaverius; Selanno, Frenly Marvi; Lamanda, Sukriati Andesti; Faida, Lies Rahayu Wijayanti; Hermawan, Much. Taufik Tri
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat Desa Ngablak di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada aspek kebijakan, kelembagaan, dan ekologi, sementara kajian mengenai pola pemanfaatan sumber daya hutan pada tingkat lokal di kawasan konservasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut melalui analisis empiris interaksi masyarakat dengan sumber daya hutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Desa Ngablak, Jawa Tengah. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur terhadap 64 petani, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya hutan meliputi tiga aktivitas utama, yaitu penggarapan lahan, pengambilan kayu bakar, dan pemanfaatan hijauan pakan ternak. Penggarapan lahan dilakukan melalui sistem agroforestri sederhana yang mengombinasikan tanaman tahunan dan semusim. Kayu bakar dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga, sedangkan vegetasi bawah dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penelitian ini menunjukkan adanya struktur pemanfaatan yang bersifat hierarkis, di mana kawasan hutan berfungsi sebagai basis produksi ekonomi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa TNGM tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga mendukung sistem penghidupan masyarakat secara adaptif.
Strategi Pengembangan Ekowisata Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Pombo Pattipawaej, Meity; Lelloltery, Henderina; Putuhena, Jusmy D
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.25675

Abstract

This research was conducted at the Pombo Island Nature Tourism Park in Central Maluku Regency. The method used to determine the ecotourism development strategy is SWOT analysis. The Pombo Island Nature Tourism Park (TWA) area serves a dual function for environmental conservation as well as education, research, and sustainable tourism activities. Strategies that can be developed as alternatives for ecotourism development in the Pombo Island Nature Tourism Park include: setting affordable ticket prices as a primary attraction for online promotion; developing conservation-based tour packages; optimizing the potential of natural beauty through digital promotion; and strengthening digital branding through collaborations with transportation operators to improve tourist accessibility.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026 Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025 Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023 Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022 Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021 Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020 Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020 Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019 Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019 Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018 Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018 Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017 Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 1 Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015 Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015 Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014 Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014 Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 2 Edisi Juli 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013 Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012 Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012 Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011 Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011 More Issue