cover
Contact Name
Honorata Ratnawati Dwi Putranti
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6281326102238
Journal Mail Official
honorata-ratnawati@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50233
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik)
ISSN : 29637384     EISSN : 29637376     DOI : https://doi.org/10.56444/soshumdik.v1i2
Core Subject : Social,
SOSHUMDIK: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, jurnal ini diterbitkan 4 kali setahun: March, June, September and December.
Articles 216 Documents
DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Djuwartini; Prihatin Tiyanto; Sri Suyati
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.113

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang penurunan kualitas laporan keuangan yang diterbitkan oleh lembaga sektor publik. Fakultas Kedokteran sebagai salah satu institusi sektor publik yang menghasilkan tenaga kesehatan perlu memiliki laporan keuangan yang berkualitas agar operasional institusi dapat terlaksana dengan baik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai staf fakultas kedokteran Universitas Diponegoro. Variabel yang diteliti adalah komitmen kepemimpinan, kompetensi SDM dan sistem informasi sebagai variabel independen, kemudian kualitas laporan keuangan sebagai variabel dependen dan manajemen aset sebagai variabel mediasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa kepemimpinan, kompetensi SDM, dan sistem informasi berpengaruh signifikan terhadap manajemen aset. Selain itu, kepemimpinan, kompetensi SDM, sistem informasi, dan manajemen aset terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Uji mediasi telah membuktikan bahwa manajemen aset dapat menjadi mediator pengaruh kepemimpinan, kompetensi SDM dan sistem informasi terhadap kualitas laporan keuangan.
Penerapan Model Pembelajaran VAK untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Suhu dan Kalor di SDN Ketangi Ria Safitri; Nur Ngazizah
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi suhu dan kalor kelas V SD Negeri Ketangi melalui model pembelajaran VAK. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa, hasil tes siswa untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah IPA siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran VAK dari siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 42% dengan persentase 35% yang berada pada kategori (sangat kurang), kemudian meningkat pada siklus II sebesar 85% dengan persentase 85% yang berada pada kategori (sangat baik). Demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran VAK pada siklus II telah berhasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA siswa melalui keberhasilan telah mencapai angka diatas 68%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa menggunakan model pembelajaran VAK dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA siswa kelas V SD Negeri Ketangi.
Analisis Kemampuan Problem Solving Peserta Didik Melalui Penilaian IPA di SD Gugus Nyi Ageng Serang Ulfaturrokhmah; Nur Ngazizah; Arum Ratnaningsih
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.122

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V di SD Gugus Nyi Ageng Serang dan hasil perolehan PISA pada tahun 2019 menunjukkan bahwa kemampuan problem solving peserta didik masih rendah. Oleh sebab itu, perlu dibuatnya soal untuk menganalisis kemampuan problem solving peserta didik melalui penilaian IPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan problem solving peserta didik di SD gugus Nyi Ageng Serang baik itu perempuan maupun laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil analisis kemampuan problem solving peserta didik melalui penilaian IPA materi suhu dan kalor kelas V SD Gugus Nyi Ageng Serang memperoleh nilai rerata yaitu 81,89% dengan kategori tinggi. Hasil analisis perbedaan kemampuan problem solving peserta didik laki-laki dan perempuan di SDN Jatimalang dan SDN Maduretno yaitu terdapat perbedaan nyata antara peserta didik laki-laki dan perempuan karena nilai signifikan <5%. Sedangkan di SDN Jatinegoro, SDN Geparang, SDN Nampurejo tidak terdapat perbedaan nyata antara peserta didik laki-laki dengan perempuan karena nilai signifikan >5%.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI POINT OF SALE (POS) MOKA DENGAN METODE PIECES (STUDI KASUS KAFE JANJI JIWA 995 COMAL) Nurchayati Nurchayati; Sadam Husaini
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntasi aplikasi moka dengan metode pieces pada Kafe Janji Jiwa 995 Comal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan 8 narasumber dari karyawan kafe janji jiwa 995 Comal. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagan proses bisnis Kafe janji jiwa 995 Comal yang digambarkan menggunakan Diagam arus data yang terdiri dari: Proses transaksi penjualan, Laporan penjualan perhari, Setor pendapatan harian ke rekening owner. Hasil analisis dengan menggunakan enam komponen kerangka kerja pieces (performance, information, economy, control, effeciency, service) dapat dikatakan aplikasi moka tidak sesuai dengan enam kerangka kerja metode pieces dikarenakan terdapat tiga komponen pieces yang tidak sesuai dalam mendukung sistem informasi akuntansi pada kafe janji jiwa 995 Comal yaitu pada indikator performance, indikator control, dan indikator service. Indikator performance terjadi jeda selama 90 detik dikarenakan terdapat orderan masuk dari aplikasi gobiz, grab merchant, jiwa+ sehingga membuat kinerja tablet menjadi berat dan mengakibatkan terhambatnya proses penginputan transaksi penjualan. Indikator control tidak ada keamanan saat mengakses aplikasi moka dikarenakan pemilik usaha tidak mewajibkan setiap karyawan memiliki id atau akun untuk mengakses aplikasi moka sehingga apabila ada pihak yang tidak bertanggung jawab maka mudah untuk mengakses aplikasi moka karena tidak ada keamanan untuk mengakses aplikasi moka. Indikator service terdapat kesalahan yang disebabkan oleh human error seperti karyawan salah menginput produk yang dipesan sehingga pelanggan mengajukan refund pembelian pada saat transaksi penjualan maka output yang dihasilkan oleh aplikasi moka tidak akurat karena jumlah uang yang didapat tidak sesuai dengan jumlah nominal pada aplikasi moka.
Hakekat Pendidikan Pancasila Bagi Generasi Milenial Fransisca Jallie Pattiruhu
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.127

Abstract

In the era of technological and information development that is all sophisticated and modern, let's call it the era of industry 4.0 which is currently taking place and will also lead to the era of society 5.0, of course, making the use of the internet and technology a primary need. It cannot be denied that there are positive and negative impacts from the use of the internet and technology, moving from the negative impact that has started to make people behave individually. Lack of care and intolerance among others, the main purpose of this paper is to analyse the concept of Pancasila education as a national character education in the midst of the current era. The research in this paper uses qualitative research methods, with descriptive analytical research type, with data collection techniques using literature review. The results of this study indicate that Pancasila education as a national character education is certainly a character formation starting from the practice of Pancasila values ​​for the millennial generation in all aspects of social, national and state life. This can certainly be done well if the strengthening of the cultivation of Pancasila values ​​is carried out both in the family environment and in the world of education or even introductory socializations that can be carried out so that the millennial generation does not lose direction, it can actually better understand the values ​​of Pancasila itself.
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM FORMULASI KEBIJAKAN POGRAM SEKARDADU (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai di Banyuwangi) Dian Roshanti; Roudlotun Nurul Laili; Badrul Munif; Biji Bintang Habibitasari
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.129

Abstract

Abstrak. Perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS, menjadi masalah yang mengakibatkan tergannggunya kualitas air di Daerah Aliran Sungai. Masih adanya lahan pertanian yang mengakibatkan limbah pestisida pada aliran sungai, pemukiman penduduk yang kian padat, limbah industri disekitar aliran sungai juga turut menyumbang pencemaran aliran sungai di Kabupaten Banyuwangi. Dalam jangka pendek kerusakan DAS dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor atau kekeringan, sedangkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan konflik sosial akibat masalah ketersediaan sumberdaya air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran aktor dalam formulasi kebijakan program SEKARDADU (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai di Banyuwangi). Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah adanya aktor yang terlibat dalam proses formulasi kebijakan tersebut dibagi menjadi 2 unsur yaitu Inside Goverment terdiri dari 10 instansi pemerintahan dengan peran untuk berkoordinasi dan 12 instansi pemerintahan sebagai pelaksana. Sedangkan Outside Goverment terdiri dari 9 pihak Perguruan Tinggi yang membantu dalam kegiatan formulasi kebijakan. Pembuatan kebijakan telah memberikan kesan bahwa peran elit lebih dominan sehingga partisipasi swasta dan ellite kurang terlihat.
Benefits of Using GIS-based Analysis on Site Selection and Location Decision for Student's Final Project, Study Case: Solar Energy Farm in Java, Indonesia Muhammad Fahd Diyar Husni; Pramesti Putri Nugrahani
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i3.153

Abstract

The use of GIS applications by architecture students is unusual, even though GIS has many tools to assist students’ projects, in this case, selecting and determining project site location plans for their final project. This study used the GIS application to determine the right location for a solar power plant project or a solar energy farm on Java Island, Indonesia. By determining what the suitable criteria for this project location are, there are 1). Ground Elevation, 2). The Sun Direction, 3). Ground Slope, and 4). Maximum Radiation. Those multiple criteria are used as determining factors with the Weight Overlay function in the GIS application. Overlaying all data and criteria maps will produce a final map that can be used as a reference for final decision-making. We can make our own rules to determine which places are the most appropriate by adjusting the weighting value per criteria. By using the GIS application and adjusting it to the regulatory conditions of the student’s project, it is clear that this application will significantly assist students in selecting and determining project locations in their Final Project.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bentuk Aljabar Novita Chintia Moningka; Santje M. Salajang; Murni Sulistyaningsih
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi Bentuk Aljabar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tondano tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A dan siswa kelas VII B. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament pada materi Bentuk Aljabar. Direkomendasikan bagi calon peneliti selanjutnya untuk meneliti kembali kelayakan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament pada materi Bentuk Aljabar.
PERFORMANCE MODELING OF UNSIGNALED INTERSECTIONS USING THE VISSIM SOFTWARE Sarwanta, Sarwanta; Hamdani Abdulgani
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.186

Abstract

A level road intersection is a meeting place for vehicle flows from various directions both towards the intersection and leaving the intersection, so that at the intersection there is the potential for vehicle conflicts to occur which are at the same time at the same point. This causes the vehicle to reduce speed. Reducing vehicle speed at intersections results in the potential for queues and delays. Evaluation of the performance of the intersection needs to be done to find out the current performance of the intersection, so that anticipatory steps can be taken so that the performance of the intersection can be maintained and maintained in good condition. In this study, an analysis of intersection performance will be carried out using the Vissim software. In this study, an assessment of the unsignalized intersection of Pasar Butun, Balikpapan City was carried out. The data needed for input into the model include traffic flow data at rush hour or peak density hours, intersection geometry data. The output or results generated by the model are intersection performance information in the form of queue length and delay time parameters  Degree of Saturation (DS) for the existing condition is 1.70 and for the next 5 years it is 2.20. Parameters of queue length and time delay in existing conditions are 33.0 m and 3.65 sec/pcu and for the next 5 years projection are 87 m and delay time is 187.s/pcu
POLA KOMUNIKASI “HAMUR INSPIRING” (KOMUNITAS BROKEN HOME INDONESIA) Rahula Hananuraga
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i4.187

Abstract

Pendahuluan: Fenomena broken home meningkat setiap tahunnya di Indonesia dan menyebabkan kesempatan bagi anak-anak korban broken home untuk melakukan kesalahan dalam hidupnya. Maka dari itu, komunitas Hamur Inspiring muncul selaku wadah untuk korban yang menghadapi keadaan broken home.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi “Hamur Inspiring”. Metode: Riset ini adalah riset kualitatif deskriptif dengan memakai metode studi kepustakaan. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian yang didukung dengan berbagai sumber pustaka menunjukkan keadaan awal korban broken home yaitu malu berjumpa dengan orang lain, menutup diri, dan enggan berkomunikasi dengan siapapun. Kajian Pola komunikasi di dalam komunitas Hamur Inspiring adalah pola komunikasi bintang dan roda. Akibat yang ditimbulkan dari pola komunikasi yang dilakukan adalah dampak kognitif dan afektif, sehingga komunitas Hamur dapat dikatakan sebagai komunitas dengan tipe kelompok growth group. Adapun keadaan akhir korban menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kesimpulan: Pola komunikasi oleh Hamur Inspiring (Komunitas Broken Home Indonesia) adalah pola komunikasi bintang dan roda yang menjadikan remaja broken home lebih baik dari sebelumnya.