cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
eic.jsrd@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
eic.jsrd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Islamic Centre Makmur Tengah (ICM Tengah) No. B3 Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Scientech Research and Development
Published by Ikatan Dosen Menulis
ISSN : 27156974     EISSN : 27155846     DOI : https://doi.org/10.56670/jsrd.v1i1
Journal of Scientech Research and Development (JSRD) is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of social research and development. Investigated the dynamics of teaching and learning of Scientech education, scientech research, and development problems in the scientech at the primary, senior, and high education levels. Besides focusing on the development of studies on issues of basic education, JSRD covered the critical view, and a comprehensive mind in research and social education. Journal of Scientech Research and Development (JSRD) is published by Ikatan Dosen Menulis in collaboration with GoAcademica CRP. Publishing twice times a year, ie Issue 1 and Issue 2 in June and December, and already have a registration number p-ISSN: 2715-6974 and e-ISSN: 2715-5846 since 2019.
Articles 523 Documents
PENERAPAN PENERAPAN METODE GDLC (Game Development Life Cycle) DALAM MEMBANGUN APLIKASI GAME EDUKASI PENGENALAN ALAT RUMAH UNTUK ANAK USIA DINI April Zahmi; Aryadinata zaiyen, Muhammad
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.270

Abstract

Educational games are one of the effective educational media to increase children's knowledge in recognizing things around us such as household tools that will often be encountered, with the help of game applications it is hoped that they can help young children know the names of tools and their functions besides Educational games can also train children's cognitive and motor skills in learning something in a fun way to achieve the goal of creating a system methodology application that will be used, namely the Game Development Life Cycle (GDLC) approach. This method will be applied as a reference in building game applications. education according to the stages and steps in building the application to achieve a more interactive game.
STITCHING IMAGE DENGAN SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM MENGGUNAKAN PARALEL PROGRAMMING MPI (MESSAGE PASSING INTERFACE) Dian Kartika Sari
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.271

Abstract

MPI (Message-Passing Interface) merupakan protokol komunikasi untuk pemrograman paralel komputer. Fitur dari MPI adalah data yang disimpan pada setiap komputer sepenuhnya terpisah dari yang tersimpan di komputer lain. Jika satu komputer membutuhkan data dari yang lain, atau ingin mengirim data tertentu ke semua komputer lain, secara eksplisit harus library yang sesuai meminta transfer data. Pada pembahasan ini digunakan virtual mesin sebagai pengganti penggunaan komputer untuk melakukan simulasi pemrograman paralel. Virtual mesin yang digunakan adalah virtualbox dengan jaringan NAT yang telah terhubung. Pada pengujian kinerja Paralel Programming dengan MPI (Message Passing Interface) ini dilakukan proses penggabungan gambar (stitching image) dengan menggunakan ektraksi fitur dengan Scale Invariant Feature Transform. Hasil pengujian pertama menghasilkan kecepatan proses (stitching image) selama 5.79 detik dengan efisiensi 0,132 di node master, kecepatan proses 5.85 detik di node slave1 dengan efisiensi 0,087 dan kecepatan proses 5.87 detik pada node slave2 dengan efisiensi 0,065.
DETERMINATION OF SAND MINING PROSPECTIVE ZONES BASED ON SEDIMENT THICKNESS ANALYSIS USING HVSR MICROTREMOR AND GRAVITY METHODS: A CASE STUDY IN CANGKRINGAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sidik, Firdos Bahar; Ramadeo, Muhammad Gilang; Wulandari, Maria Diyah Ayu; Khumairo, Savira Zahrul; Nurkholijah, Ekasari; Pangestu, Farizki Budi; Fitrinova, ⁠Safina; Muhlisin, Haris
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.272

Abstract

Mount Merapi is the most active type A volcano, especially on the island of Java. It produces sediment products totaling 140 million m3 located at the peak of Mount Merapi, descending through the mountain slopes to rivers originating from Mount Merapi. This sediment is subsequently utilized as a sand mining area. Therefore, it is necessary to determine prospect zones for sand mining that align with environmental, economic, and mitigation aspects in the Cangkringan area, Sleman, Yogyakarta Special Region. Seventeen microtremor measurement points were used with the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method to determine sediment thickness, constituent lithology, and mining zones suitable for safety and mitigation aspects. Additionally, the gravity method was employed with 247 measurement stations obtained from GGM Plus to determine rock density and estimated thickness based on 2.5D modeling. The study resulted in the distribution of dominant soil frequencies ranging from 0.5 Hz to 7.5 Hz. High frequencies indicate old rocks, while medium frequencies suggest alluvial rocks with a thickness of ± 5 m. Low frequencies indicate alluvial rocks with a thickness exceeding ± 30 meters. Based on gravity results, the average depth is ±90-200 m with a density of 2.6 g/cm3, reflecting the depth of the bedrock in the study area, composed of andesitic volcanic rock. Soil vulnerability analysis in the study area classified into three categories, with values of 4.2-5.4 being highly vulnerable to surface deformation, values of 1.8-3.8 indicating moderate vulnerability, and values of -0.2-1.4 representing low vulnerability. Furthermore, the Peak Ground Acceleration (PGA) ranges from 500-1200 gal with intensity X. Ground Shaking Spectrum (GSS) data indicates that the study area experiences vibration phenomena with elastic soil dynamics. Therefore, the exploitation of sand resources in the Cangkringan area can be conducted in the southern region of Mount Merapi, approximately 2 km away from the mountain center. This is because the southern part of the research area has suitable mitigation measures. Moreover, based on the analysis, sediment thickness in this area ranges from ± 5-30 meters.
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR SELATAN KABUPATEN SAMPANG DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Carlos Alexandro Putra Atmaja; Hanie Teki Tjendani
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.276

Abstract

Pada proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Sampang dapat dilihat bahwa dalam pelaksanaannya ada keterlambatan proyek yang terjadi. Untuk menemukan penyebab dari keterlambatan, dapat digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Metode Fault Tree Analysis (FTA) adalah metode yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab dari suatu kegagalan yang dimulai dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (top event) kemudian merinci penyebab-penyebab suatu top event sampai pada suatu kegagalan dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah faktor yang menjadi penyebab keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dan mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh dalam menyebabkan keterlambatan tersebut. Hasil ini dapat menjadi acuan untuk proyek berikutnya agar keterlambatan proyek dapat diminimalisir. Berdasarkan diagram Fault Tree dan hasil minimal cut set, terdapat 32 basic event yang menjadi faktor penyebab keterlambatan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh diperoleh 3 ranking teratas faktor keterlambatan yang paling berpengaruh yaitu keterlambatan penyediaan alat berat dengan nilai mean sebesar 0,79, banyaknya pekerjaan tambahan dengan nilai mean sebesar 0,78, kekurangan peralatan, dan kualitas material yang buruk dengan nilai mean sebesar 0,77.
ARSITEKTUR VERNAKULAR: PENERAPAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA BANGUNAN RUMAH SINGGAH TUAN KADI DI KOTA PEKANBARU Nasril S; Elfida Agus
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.278

Abstract

Kota Pekanbaru merupakan ibu kota Provinsi Riau yang memiliki visi untuk mewujudkan identitas kota dengan lingkup budaya Melayu Riau. Upaya pelestarian budaya menjadi langkah yang ditetapkan oleh pemerintah khususnya pada sektor pariwisata. Salah satunya dengan ditetapkannya Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai situs cagar budaya yang menjadi objek destinasi wisata kebudayaan dan sejarah dengan ciri khas bangunan tradisional Melayu Riau dari segi eksterior maupun interiornya. Rumah Singgah Tuan Kadi dapat dikunjungi penduduk sekitar maupun wisatawan, kegiatan pemotretan, serta kegiatan kebudayaan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan Arsitektur Vernakular pada bangunan tradisional seperti Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai salah satu ciri khas kebudayaan Melayu Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif interpretatif dengan menganalisis data observasi dan dokumentasi pada Rumah Singgah Tuan Kadi disertai dengan wawancara dan keterkaitannya dengan landasan teori mengenai penerapan Arsitektur Vernakular pada bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan identifikasi mengenai penerapan Arsitektur Vernakular pada elemen interior yang ada pada rumah tradisional di Kota Pekanbaru. Dari hasil yang diperoleh pada Rumah Singgah Tuan Kadi dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu yang tersebar pada masa kejayaan kerajaan Siak Sri Indra Pura sebagai tempat persinggahan sultan dan diambil alih oleh Belanda sebagai kantor. Penerapan pada eksterior dan interior pada rumah tradisional dapat menjadi acuan rekomendasi dalam perancangan desain yang merefleksikan identitas budaya pada bangunan ruang publik di Kota Pekanbaru.
IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK MENGKLASIFIKASI HASIL KELULUSAN MADRASAH MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES Teguh Adrian; Nana Suarna
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.279

Abstract

Madrasah, sebagai lembaga pendidikan penting dalam mempersiapkan generasi bangsa dan agama, telah hadir di Indonesia sejak awal abad ke-20 sebelum kemerdekaan. Perkembangan pendidikan Islam semakin pesat sejak awal kemerdekaan, ditandai dengan perhatian khusus dari pemerintah. Meski mengalami peningkatan, indeks kelulusan siswa masih menjadi tantangan karena data tersebar dan memakan waktu lama dalam pengumpulannya. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode Knowledge Discovery in Database (KDD) dengan algoritma Naïve Bayes Classification untuk memprediksi tingkat kelulusan siswa madrasah. Tujuannya adalah memudahkan para guru dalam memahami hasil prediksi kelulusan siswa, memberikan peluang bagi siswa dengan nilai di bawah kriteria kelulusan, dan memberikan rekomendasi bagi madrasah untuk meningkatkan tingkat kelulusan. Hasilnya menunjukkan akurasi sebesar 88,24%, recall 92,11%, dan precision 87,50%, menandakan kinerja baik algoritma Naïve Bayes dalam memprediksi kelulusan siswa.
ARSITEKTUR VERNAKULAR: ZONASI KAWASAN CAGAR BUDAYA NASIONAL (KCBN) PEMUKIMAN ADAT NAGARI SIJUNJUNG, KAB. SIJUNJUNG SUMATERA BARAT Elfida Agus; Nasril S
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.280

Abstract

ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan perkembangan Kawasan Cagar Budaya Kampung Adat Padang Ranah dan Padang Bato Nagari Sijunjung Kabupaten Sijunjung yang merupakan kampung cagar budaya yang akan dikembangkan sebagai wisata kampong budaya. Perkampungan Adat Jorong Padang Ranah dan Tanah Bato, Nagari Sijunjung pada saat ini telah masuk daftar altenatif warisan dunia UNESCO. Sebelumnya perkampungan adat ini hanya untuk tempat mengadakan acara-acara ninik mamak cucu kemenakan. Sekarang Perkampungan Adat telah menjadi salah satu geoshet dari Geopark Ranah Silokek. Salah satu pendukung Geopark Silokek. Satuan ruang geografis Kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung merupakan representasi perkampungan masyarakat matrilineal Minangkabau dari kelarasan Koto Piliang (aristokrasi) dan Bodi Chaniago (demokrasi) yang hidup berdampingan. Dalam kawasan ini terdapat sekumpulan (77 buah) rumah tradisional Minangkabau (rumah gadang) yang merupakan simbol kaum (clan) berbasis matrilineal yang masih berfungsi (living monument) dan tertata rapi dalam satu landskap kawasan. Metode yang digunakan dalam menyusun penelitian ini menggunakan teknik pendekatan sistematis dengan membagi kegiatan dalam empat tahap seperti tahap persiapan, tahap inventaris, tahap analisis, tahap sistesis dan tahap rekomendasi zonasi. Hasil penelitian ini berupa menyusun zonasi serta membagi recana pengembangan dalam indikasi program.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 SUNGAI LIMAU Maulida, Lona; Hadeli; Zalnur, Muhammad
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.281

Abstract

Guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap pencapaian hasil belajar siswa, salah satunya berkaitan dengan upaya menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa diperlukan guru yang memiliki kompetensi yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Sungai Limau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Sungai Limau tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 442 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional stratified random sampling yang berjumlah 210 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Terdapat pengaruh kompetensi pedagogik terhadap motivasi dengan kontribusi sebesar 32%. Terdapat pengaruh kompetensi profesional terhadap motivasi dengan kontribusi sebesar 43,10%. Terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama terhadap motivasi belajar dengan kontribusi sebesar 46,40%. Jika nilai kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru meningkat, maka motivasi belajar siswa juga akan meningkat. Guru disarankan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guna meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
EDUKASI POLITIK UNTUK PEMILIH MILENIAL PADA PEMAHAMAN BAHAYA BROKER POLITIK Riyanti, Ratna; Sanusi; Siregar, Mikchael Saut
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.282

Abstract

Pemilih milenial merupakan pemilih yang besar di Indonesia. Peran mereka sangat penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih, agar terciptanya pemilu yang berkualitas. Untuk meningkatkan minat dan pemahaman mereka tentang pemilu sertabahaya dari politik uang terutama yang dilakukan oleh broker politik. Kurangnya pemahaman pemilih milenial tentang Pemilu salah satu yang membuat politik uang berkembang di negara ini. Untuk itu perlu bagi KPU sebagai penyelenggara memberikan sosialisasi berupa pendidikan politik kepada pemilih milenial.
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA MELALUI PROSES PERBERDAYAAN (STUDI KASUS DI KEL. NGAGLIK KOTA BATU) Adyla Mita Lestari; Mariana Fitria Rahmawati; Umi Afdah
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.283

Abstract

Banyak program pemberdayaan di implementasikan kepada masyarakat masih belum mampu menurunkan atau menurunkan angka kemiskinan di Indonesia secara umum. Kegagalan pemberdayaan seringkali juga diwarnai atau disebabkan oleh kapasitas aktor yang tidak memadai, termasuk dalam hal menstrukturkan participasi sebagai instrumen dan proses dalam pemberdayaan. Berangkat dari pemikiran tersebut peneliti tertarik mendalami proses implementasi yang ada di Kelurahan Ngaglik. Penelitian in dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa pemberdayaan di lingkup Kelurahan Ngaglik melibatkan aktor dalam jumlah dan kompleks. Pemerinteh sebagai organisasi birokratik kondisi yang sangat legal tidak lagi menjadi satu- satunya aktor yang dominan, tetapi sudah berbagai peran dengan institusi pemberdayaan lainnya. aktor atau Proses peralihan kekuasaan dan kewenangan ini juga menjadi bagian integral dari proses pemberdayaan it sendiri. Aktor-aktor penting lain dalam pemberdayaan adalah Kelurahan (LPMK) yang selain menjadi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Ngaglik secara keseluruhan sudah berjalan atau sudah dapat dimplementasikan dengan baik bahkan beberapa diantaranya sudah menghasilkan dampak nyata yang positif begi masyarakat, seperti misalnya, pengguliran dana untuk kegiatan ekonomi produktif. Program pemberdayaan berdasarkan inisiatif perumusan dan implementasinya dapat dibedakan atas program pemberdayaan yang terpusat (berbasis nasional) dan program pemberdayaan berbasis inisiatif lokal. Sekalipun telah mengahasilkan beberapa output dan outcomes yang positif, pelaksanaan program pemberdayaan mash memerlukan upaya-upaya pembenahan dan perbaikan. Hal ini tidak terlepas dari fakta yang menunjukkan bahwa implementasi program mash banyak yang mengalami kendala baik yang berkaitan dengan konsepsi dan perilaku kelompok sasaran (masyarakat).