cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 111 Documents
Implementasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Berbasis Pertumbuhan Iman dan Kecakapan Hidup Anak Usia 4-6 Tahun di Oasis Malang Kurniajaya, Fransiska; Hamzah, Amir
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i2.218

Abstract

This study focuses on the implementation of the results of the development of the Independent Curriculum based on the growth of faith and life skills of children aged 4 to 6 years in Oasis Malang. The Independent Curriculum is a learning approach that provides freedom and independence for students in exploring their potential and their environment. The Independent Curriculum in this study is implemented by paying attention to aspects of faith growth and development of life skills in early childhood (PAUD). The purpose of this study is to explain the implementation process of the development of the Merdeka Curriculum, analyze the impact or consequences on the growth of faith and life skills of students, and identify supporting and inhibiting factors in the implementation of this curriculum. The research approach method used is PAR ( Participatory Action Research), with data collection through interviews, observations and participation.The results of this study indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum in Oasis Malang has gone well, with a focus on instilling values of faith, character building and developing life skills. The visible impacts or benefits are improvements in aspects of child development, such as independence, creativity, adaptability, and responsibility. The main supporting factors are commitment, school readiness, and parental involvement.The findings in this study can be input for early childhood education institutions (PAUD) in developing a curriculum that is appropriate to the needs and potential of students, while still paying attention to aspects of faith growth and development of life skills.
Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Daring Bagi Anak Usia Dini Di KB-TK Charis Malang yolanda, Yolanda
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i2.220

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen berbasis daring bagi anak usia dini di KB-TK Charis Malang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di temukan bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen berbasis daring bagi anak usia dini di KB-TK Charis Malang selama pembelajaran daring hanya dilakukan satu kali dalam seminggu karena terbatasnya waktu dengan menggunakan zoom, google class room, dan pemberian tugas melalui drive thru. Namun dalam pelaksanaannya KB-TK Charis  tetap mengintegrasikan PAK ke setiap subject lainnya.  Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ada tantangan yang dihadapi seperti kendala pada jaringan internet, guru tidak bisa melihat perkembangan sosial anak, tidak bisa melihat perkembangan karakter anak secara langsung dan orang tua harus membagi waktu dalam mendampingi anak belajar.
Digital Platform Monetization in the Perspective of Christian Education: Integrating Work Values with Technology Zalukhu, Amirrudin
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i2.222

Abstract

The rapid growth of digital platform monetization has reshaped the global economy, providing individuals with new avenues for income generation and creative expression. However, these opportunities come with ethical dilemmas, such as content commodification, exploitation, and the erosion of personal authenticity. This study investigates digital monetization from the perspective of Christian education, emphasizing the integration of work values rooted in biblical principles, including diligence, integrity, stewardship, and service. Using a qualitative approach based on a comprehensive literature review, the research explores theological concepts of work, the role of Christian education, and case studies from monetized platforms such as TikTok and YouTube.The findings demonstrate that digital monetization can foster economic empowerment and innovation, but only when approached ethically. Christian education offers a robust framework for addressing these challenges by promoting moral discernment, digital literacy, and value-driven creativity. Through this lens, monetization can evolve into a means of service, community building, and stewardship, aligning with Christian principles.The study concludes with recommendations for educators, content creators, and policymakers to prioritize ethical standards and Christian work values in the digital economy. It suggests that future research focus on practical applications of these principles to ensure that technological advancements are leveraged responsibly in diverse sociocultural contexts.
Implementasi Model Shared Christian Praxis Dalam Kelompok Sel Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Iman Mahasiswa TransformNation Malang Zebua, Eniwati; Usmany, Janneman
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i1.225

Abstract

The Shared Christian Praxis model is one of the approaches to religious education that combines theological reflection with life experiences, enabling students to be actively involved in faith growth through five main steps: 1) Sharing life experiences based on themes, 2) Analyzing and reflecting on life experiences theologically, 3) Discussing the Word of God, 4) Planning the implementation to be carried out, and 5) Concluding the discussion to act. This study aims to evaluate the implementation of the Shared Christian Praxis model developed by Thomas Groome in cell groups (KOMSEL) to improve the faith growth of TransformNation students in Malang. The method used by the researcher is qualitative with a phenomenological approach, using triangulation data collection techniques: semi-structured interviews, observation, and documentation. The objects of the study were participants in the TransformNation Malang student cell groups. The results of the study indicate that the application of the Shared Christian Praxis model in komsel is one way that can significantly increase students’ faith growth. The results of interviews and observations showed an increase in theological understanding and positive changes in student behavior and spirituality. This model is effective as a method of teaching theology with thorough preparation, and flexibility in discussion topics, and helps create a supportive and inclusive community, where each member feels accepted and encouraged to share and learn together. Based on the results of the research that have been presented, the recearcher provides several suggestions, namely: 1) Cell group leaders need to receive intensive and ongoing training, 2) Effective strategis to increase student participation need to be implemented, 3) Periodc evaluation and feedback from students need to be carried out to Shared Christian Praxis model.
Peran Organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang Dalam Memotivasi Mahasiswa Papua Pegunungan Guna Penyelesaikan Pendidikan Tinggi di Malang listio, Siani; Kogoya, Sedia
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v7i2.227

Abstract

Pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu negara. Berdasarkan data yang dirilis Worldtop20.org, peringkat pendidikan Indonesia pada urutan ke 67 dari 203 negara di dunia. Kondisi geografis dan demografis Indonesia menyebabkan ketidakseimbangan dalam pemerataan pendidikan.Provinsi Papua Pegunungan  merupakan salah satu hasil pemekaran Provinsi Papua  yang belum memuaskan dalam hal pendidikan. Beberapa faktor yang menyebabkan antara lain : 1)beberapa daerah terpencil di Papua  masih sangat sulit mengakses fasilitas pendidikan seperti sekolah, guru dan sarana pendidikan . 2) kurangnya  guru dan tenaga pendidik berkualitas . 3) kurangnya sumber belajar, seperti buku teks, materi pembelajaran, dan teknologi pendidikan.  Berbagai usaha  dilakukan  pemerintah daerah, khususnya pembangunan infrastruktur, pemerataan akses pendidikan, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan ,tetapi belum semua persoalan dalam diselesaikan. Pemerintah daerah mengambil inisiatif dengan melakukan program beasiswa kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di luar Papua, khususnya di Pulau Jawa. Salah satu tujuan pendidikan adalah  Malang,  Jawa Timur. Pelajar dan mahasiswa yang mengikuti pendidikan di kota Malang tergabung dalam organisasi  Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang. Permasalahannya banyak mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Malang tidak dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu. IPMAPA yang diharapkan dapat menjadi orang tua asuh  yang dapat memotivasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, ternyata tidak berfungsi dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  permasalahan mahasiswa Papua Pegunungan sehingga tidak mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan bagaimana peran IPMAPA dalam memotivasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan  tepat waktu.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mengamati langsung subjek yang akan diteliti dan berinteraksi, berusaha memahami mereka Peneliti menggunakan pendekatan studi kasus agar memperoleh pengertian yang mendalam mengenai objek yang akan diteliti.Hasil temuan di lapangan antara lain:1)Mahasiswa Papua terbawa budaya daerah asal, suka berkumpul dengan teman sedaerah tanpa tujuan yang jelas.2)Kesenjangan kurikulum daerah asal dan Jawa sehingga mereka sulit menyesuaikan diri.3) Kurang  mampu mengelola keuangan maupun waktu.4)Tidak berfungsinya IPMAPAKata kunci : Peran IPMAPA, mahasiswa Papua, motivasi
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Psikomotorik Mahasiswa dI STIPAK Malang Padmasari, Vita; Ikawati, Susane
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i1.231

Abstract

Abstrak: Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kreativitas, inisiatif, kemandirian, dan kerjasama mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dikarenan pendidikan di Indonesia semakin dipengaruhi oleh integrasi teknologi yang berkembang seiring dengan waktu. Media pembelajaran dipersiapkan bagi generasi pendidik dan pelajar masa kini untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Generasi masa kini harus hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Teknologi pembelajaran adalah upaya sistematis untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran berdasarkan kajian proses pembelajaran dan komunikasi menggunakan sumber daya manusia secara bersama-sama agar pembelajaran dapat terjadi secara efektif. Model pembelajaran ini menekankan pada hasil akhir berupa produk yang disusun secara sistematis oleh mahasiswa untuk membangun sebuah perencanaan perangkat atau proyek. Proyek yang dikerjakan oleh mahasiswa dilakukan secara kolaboratif, inovatif, dan berfokus pada pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Perkembangan teknologi dan media pembelajaran memainkan peran penting dalam membangkitkan daya kreativitas dan inovasi peserta didik serta pendidik dalam era kemajuan teknologi saat ini.Melalui metode penelitian kuantitatif dengan jenis metode quasi eksperimen bertujuan mendeskripsikan pemahaman PjBL, keberhasilan dalam pembelajaran PjBL, dan kendala proses pembelajaran model PjBL. Data dikumpulkan menggunakan instrumen angket (kuesioner) dengan skala likert. Analisis data dilakukan dengan uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif antara penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dan kemampuan psikomotorik mahasiswa. Pembelajaran berbasis proyek dan teknologi membantu mahasiswa membangun pengetahuan akan spiritualitas dan menciptakan proyek yang berhubungan erat dengan teknologi. Mahasiswa menunjukkan jiwa kreativitas yang tinggi dan kemampuan untuk menciptakan suasana baru yang memperkaya pengalaman spiritualitas dan karakter mereka. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan kemampuan psikomotorik mahasiswa dalam mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di STIPAK Malang.  
Transformasi Ekopedagogi Kristen melalui Ekoteologi dalam Kurikulum untuk Kesadaran dan Mitigasi Pemanasan Global Zalukhu, Amirrudin
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i1.233

Abstract

Global warming is a serious challenge that demands collective awareness and action, including in the field of education. Christian ecopedagogy, which integrates theological values with environmental concern, plays a crucial role in fostering ecological awareness and promoting global warming mitigation. Transforming ecopedagogy through ecotheology in the Christian education curriculum can strengthen students' understanding of their spiritual responsibility toward nature as part of their faith. By implementing a holistic approach that encompasses theological studies, environmental ethics, and sustainable practices, Christian schools can become agents of change in shaping a generation that is more environmentally conscious. This ecotheology-based learning model can be realized through curriculum integration, real-world action projects, and the active involvement of communities and churches in environmental education. Thus, Christian education not only focuses on academic excellence but also on shaping ecological character rooted in faith-based values to address global environmental challenges.
Peran Strategi Pembelajaran Kontekstual Dalam Meningkatkan Minat Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas V di SDK Tongkat Harun Tesabela Listio, Siani; Doy, Wihelmina
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i1.235

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk membentuk generasi muda yang memiliki sikap, perilaku, dan kualitas hidup yang lebih baik. Pada penelitian ini, peneliti mengamati peran guru dalam meningkatkan minat belajar anak pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas V SDK Tongkat Harun Tesabela dimana  guru Pendidikan Agama Kristen kurang menerapkan strategi pembelajaran di kelas dan guru lebih aktif di kelas tanpa melibatkan siswa. Guru sudah mengetahui strategi pembelajaran yang tepat namun hanya dalam pembelajaran kebanyakan menggunakan metode ceramah saja sehingga membuat siswa menjadi bosan, malas belajar dan tidak tertarik belajar karena tidak memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya. Berdasarkan penelitian ini, peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut. Bagaimana peran strategi pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas V SDK Tongkat Harun Tesabela? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah triangulasi, yakni: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu menggunakan data yang ada dan triangulasi untuk menguji kebenaran sebuah penelitian. Adapun objek penelitiannya adalah peserta didik kelas V SDK Tongkat Harun Tesabela. Melalui hasil penelitian, strategi pembelajaran kontekstual sangat membantu merangsang minat belajar siswa, karena pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa belajar lebih aktif  dan antusias, serta materi yang disampaikan guru  mudah dipahami siswamelalui penerapan strategi pembelajaran kontekstual. Peneliti menyimpulkan bahwa peran strategi pembelajaran kontekstual sangat penting untuk meningkatkan minat belajar peserta didik karena guru lebih kreatif mengajar dan pembelajaran lebih menyenangkan sehingga hal ini dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. 
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Meningkatkan Spiritualitas Terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik. Viyanti, Ilhani Ratna
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i1.242

Abstract

Peran guru pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan spiritual terhadap kesehatan mental peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Rangkah Kidul Sidoarjo, menunjukkan bahwa guru PAK sangat berpengaruh dalam meningkatkan spiritualitas dan mental peserta didik. Di mana menanamkan nilai-nilai agama kepada siswa lewat proses pembelajaran, yang memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari bahkan menunjukkan bawa dirinya sebagai pemimpin yang penuh hikmat. Guru sebagai pembimbing spiritualitas berperan penting dalam membimbing dan menanamkan nilai kristiani berdasarkan kebenaran Alkitab, sehinga membantu peserta didik dalam memberi dukungan dan mendorong kemajuan dari segi psikologis. Peserta didik mengalami kemajuan pada semua aspek baik secara fisik, intelektual, dan emosional sehingga mampu menunjukkan interaksi dengan sesama teman, mengatasi masalah seperti stress, mood yang kurang baik, kelelahan, kecemasan, depresi, kehilangan arti hidup dengan menanamkan nilai-nilai Kristiani dan pentingnya hubungan dengan Tuhan. Tidak hanya membangun nilai intlektual tetapi peningkatan spiritualitas terhadap kesehatan mental peserta didik yang semakin berkembang dalam proses belajar, sehingga mengatasi gangguan pikiran, perasaaan, mood yang kurang baik karena kesehatan mental sehingga adanya kemampuan untuk berinteraksi. Mental yang baik dapat merasakan kondisi tentang, aman, tentram karena penyesuaian diri terhadap orang lain dan berharap kepada Tuhan sehingga spiritual meningkat dengan baik. Mental peserta didik akan semakin sehat karena terhindari dari gejala-gejala buruk dan dapat mengatasi masalah mulai dari stress, mood yang kurang baik, emosi yang tidak stabil, sehingga kesehatan mental yang kuat dapat menghadapi rintangan dan masalah sehingga mendorong iman percaya pada Tuhan. 
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Bhakti Insani Kota Bogor Hitus, Yosina; Nakmofa, Sutidjo Justus Jerzak
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i1.243

Abstract

Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki tanggung jawab dalam mencerdaskan dan membangkitkan capaian belajar peserta didik menjadi lebih baik. Menurunnya prestasi belajar siswa disebabkan karena siswa kurang mengerti penjelasan guru, pendekatan dalam belajar yang monoton dan kurang kreatif, motivasi belajar yang rendah, lebih menghabiskan waktu bermain game, dan minimnya perhatian orang tua atau keluarga. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui peran guru khususnya guru Pendidikan Agama Kristen, dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMK Bhakti Insani Kota Bogor. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Untuk mendapatkan prestasi belajar, siswa perlu mendapatkan arahan, bimbingan, motivasi, metode pembelajaran yang kreatif, dan perhatian dari guru Pendidikan Agama Kristen. Oleh karenaya, kerjasama antara guru, sekolah, dan orang tua menjadi faktor penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.  

Page 11 of 12 | Total Record : 111