cover
Contact Name
LPPM STIFAR
Contact Email
mfi_stifar@yahoo.com
Phone
+6224-6706147
Journal Mail Official
mfi_stifar@yahoo.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang Jl. Sarwo Edhi Wibowo KM 1 Plamongansari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Farmasi Indonesia
ISSN : 19788495     EISSN : 26551462     DOI : https://doi.org/10.53359/mfi.v17i1
Media Farmasi Indonesia publishes original article in the all scopes of Pharmaceutical Science such as Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Management Pharmacy, Alternative Medicines.
Articles 197 Documents
EFEK ANALGETIK TEPUNG UMBI BIDARA UPAS (Merremia mammosa (Lour) Hall. F.) PADA MENCIT JANTAN Puspitaningrum, Ika; Kusmita, Lia
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.745 KB)

Abstract

Abstract Analgesic is a compound that can reduce or eliminate pain without losing consciousness. Bidara upas (Merremia mammosa (Lour) Hall. F.) is one of the flora that part edible tubers and useful for the treatment of, among others, anti-inflammatory and analgesic. The content of flavonoids and alkaloids in the tubers bidara upas could be expected to have an effect as an analgesic. This study aims to determine the analgesic effect bidara upas tuber starch (BUTS) and starch tubers effective dose bidara upas as an analgesic. This study was an experimental study with random sampling technique (random sampling). Testing of analgesic effect (BUTS) using 25 male mice Swiss strain which is divided into 5 groups. Group I, II, and III as a dose of 1, 2 and 3 are a group (BUTS) giving a dose of 1,5; 3; and 6 g/kgBB, IV as a negative control group is a group of distilled water provision, as well as the positive control group V is a group of administration of paracetamol dose 91 mg/kgBB. All treatments are given orally. 5-minute intervals after treatment, all mice were given painful stimuli in the form of a sterile solution of glacial acetic acid 1% v / v with a dose of 300 mg/kgBB and observed stretching that arise every interval of 5 minutes for 60 minutes. Total cumulative stretching all treatment groups were analyzed statistically with SPSS 16 with a 95% confidence level. It also calculated percent analgesic power all treatment groups. The results obtained are significant differences between the groups with a negative control group tuber flour upas bidara three doses. This proves tuber flour bidara upas have analgesic effect. In addition, the results obtained are significant differences between the positive control group by group tuber flour upas bidara three doses. Tuber bidara upas starch total cumulative dose has smaller stretching and % power analgesic greater than the paracetamol group. Based on these results, the effective dose tuber flour bidara upas as analgesic of 1,5 g/kgBB of mice.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA KIMIA EKSTRAK ETANOL HERBA ALFALFA (Medicago sativa, L) Sri Susilowati; Maulita Cut Nuria; Agnes Budiarti
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.119 KB)

Abstract

ABSTRAK Alfalfa merupakan tumbuhan yang berasal dari Iran (Medicago sativa, L), namun dapat tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Herba alfalfa secara umum dimanfaatkan sebagai pakan ternak, karena kandungan gizinya yang tinggi antara lain : protein, lemak dan serat kasar. Selain itu, alfalfa juga berfungsi sebagai tanaman berkhasiat obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tempat tumbuh dapat mempengaruhi kandungan senyawa kimia aktif dari suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi secara kualitatif dan kuantitatif dari kandungan senyawa kimia herba alfalfa dalam bentuk sediaan ekstrak etanol. Sediaan ekstrak dibuat dengan metode perkolasi dengan pelarut etanol 96%. Identifikasi secara kualitatif dilakukan dengan pereaksi kimia yang dilanjutkan dengan Kromatografi Lapis Tipis terhadap senyawa yang diduga ada di dalam ekstrak yaitu flavonoid dan alkaloid serta kumarin. Identifikasi kuantitatif untuk senyawa flavonoid dilakukan secara spektrofotometri dengan panjang gelombang 505 nm, sedangkan alkaloid dilakukan dengan TLC densitometry dengan panjang gelombang 309 nm, dan kumarin secara TLC densitometry dengan panjang gelombang 304 nm. Hasil penelitian diperoleh ekstrak etanol herba alfalfa dengan rendemen sebesar 13,04%, dan memiliki kandungan flavonoid dengan kadar total 8,13%, alkaloid dengan kadar 48,86 ppm dan kumarin dengan kadar 229,83 ppm.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK TERHADAP DERAJAT PARASITEMIA PLASMODIUM BERGHEI Hardimarta, Fransisca P.
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.347 KB)

Abstract

ABSTRAK Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium. P.falciparum merupakan salah satu jenis dari Plasmodium yang dapat menyebabkan komplikasi malaria berat seperti malaria serebral yang dapat berakhir dengan koma dan kematian. Mengontrol parasitemia dengan menurunkan derajat parasitemia pada tahap awal infeksi merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya komplikasi malaria berat. Ekstrak daun sirsak mengandung acetoginin yang memiliki efek sebagai antiplasmodium secara in vitro dan flavonoid yang memiliki efek imunomodulator. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan sampel 24 ekor mencit betina strain Swiss yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu mencit sehat, diinokulasi P. berghei ANKA, P1 dan P2 diberi ekstrak daun sirsak dosis 100 dan 200 mg/kgBB/hari selama 14 hari dan hari ke 7 diinokulasi P. berghei ANKA. Darah diambil dari ekor mencit pada hari ke 3 , 5 dan 7 setelah inokulasi P. berghei ANKA untuk menghitung indeks parasitemia. Rerata derajat parasitemia hari ke 3 lebih rendah secara bermakna pada kelompok P1, pada hari ke 7 rerata indeks parasitemia kelompok P2 lebih rendah secara bermakna dibanding p1. Secara bermakna, pemberian ekstrak daun sirsak secara bermakna dapat menurunkan derajat parasitemia.
Peranan Gracilaria verrucosa dalam Menurunkan Nitrogen (N) dan Mangan (Mn) Melalui Sistem Polikultur dan Monokultur Ahmad Fuad Masduqi; Munifatul Izzati
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.891 KB)

Abstract

ABSTRACT Gracilaria verrucosa is one type of seaweed that has the potential to be exploited and developed mainly used in ponds. The aims of this research is to study the role of Gracilaria verrucosa in reducing the content of Nitrogen (N) and Mangan (Mn) in the sediment on the pond. This research is conducted in the village pond Mororejo, Kendal and in the Biology laboratory, department of Biology faculty of Sains and Mathematics Diponegoro University. This research was designed by random complete design. The research was the methods of shrimp monoculture, monoculture Gracilaria verrucosa and polyculture containing shrimp, milkfish and Gracilaria verrucosa. The resulted data was analized by Analysis of Variance (ANOVA) continued by real difference test Duncan Multiple Range Test (DMRT) in 95% significance level. The parameters in this research were N and Mn content in the sediment. The results showed that the content of N and Mn in sediments more on shrimp monoculture farming systems than in monoculture Gracilaria verrucosa and polyculture of Gracilaria verrucosa.
PENGARUH BASIS SALEP TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) Wijayanti, Rina; Syarifah, Muslihatus; Goenarwo, Edijanti
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.861 KB)

Abstract

ABSTRACT Roselle calyx contains active compounds such flavonoids, tannins, and saponin which can inhibit the growth of S. Aureus bacteria which cause skin infections. Semi-solid preparations suitable for the treatment of skin infections are ointments. The purpose of this study to determine the physical properties of an ointment base ointment preparations Roselle calyx extract (Hibiscus sabdariffa). Experimental research use the ointment samples with 4 kinds of bases (hydrocarbons, absorption, water washed, and dissolved water), with effective substance Roselle calyx extract 1%. Ointment that is produced by physically tested covers : organoleptis, homogeneity, adhesive power, dispersive power, and pH at day 1, 7, 14, 21, and 28. The results showed that in the organoleptic evaluation, and homogeneity, there are no changes in the results during conservation. Ointment base affect adhesion Roselle calyx extract on day 1, 7, 14, and 28; the dispersive power at day 1, 7, 14, 28, but not on day 2; the pH at day 1, 7, and 14, but not on day 21, and 28. The conclusion showed ointment base effect on the physical properties of extract ointment preparations Roselle calyx : adhesion, dispersive power, and pH. But it does not affect the organoleptic and homogeneity. Effective ointment base hydrocarbon base and absorption.
PENGARUH PEMBERIAN DEKAMETHASONE TOPIKAL TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER Pritasari, A. M. Sita; Sarosa, Hadi; Apriani, Erina Widya
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.205 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyebab utama (50%) kebutaan di Indonesia adalah katarak. Katarak merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada usia lanjut. Satu-satunya cara untuk mengatasi kebutaan akibat katarak adalah melakukan bedah katarak. Salah satu obat yang diberikan pasca bedah katarak adalah anti inflamasi yaitu dexamethasone topikal untuk mengobati peradangannya. Namun, pemakaian steroid topikal lebih dari 2 minggu dapat mengakibatkan peningkatan tekanan intraokuler (TIO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dexamethasone topikal terhadap tekanan intraokuler pada pasien pasca bedah katarak. Penelitian observasional analitik dengan rancangan riset cohort study ini menggunakan sampel 21 mata pasien pasca bedah katarak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang periode 1 Februari – 2 Maret 2013 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan TIO dengan tonometer non kontak dilakukan pada sebelum operasi, minggu I, dan minggu III pasca operasi dengan melihat rekam medis pasien. Data penelitian dianalisis dengan uji Friedman. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata TIO sebelum operasi 12,48±2,94 mmHg, minggu I 11,02±2,45 mmHg, dan minggu III 13,04±4,62 mmHg. Minggu III setelah pemberian dexamethasone, terdapat 4 mata (19%) mengalami peningkatan selisih tekanan intraokuler >3 mmHg. Hasil uji Friedman menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian dexamethasone topikal terhadap tekanan intraokuler pada pasien pasca bedah katarak, nilai p = 0,067. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian dexamethasone topikal terhadap tekanan intraokuler pada pasien pasca bedah katarak.
Pengaruh Konsentrasi HPMC sebagai Gelling Agent terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) -, Sugiyono; Zein, Halimatus Sa' diyyah; Murrukmihadi, Mimiek
Media Farmasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2014): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.742 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi gel ekstrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi HPMC sebagai gelling agent terhadap sifat fisik dan stabilitas gel ekstrak etanol daun ubi jalar. Gel yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, dan daya sebar, sedangkan stabilitas sifat fisiknya diuji setiap minggu. Data hasil evaluasi organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskripstif, sedangkan viskositas, pH, daya lekat, dan daya sebar dianalisis secara statistik korelasi regresi linier. Uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan Tuckey untuk mengetahui stabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi HPMC sebagai gelling agent tidak berpengaruh terhadap bau, warna, tekstur, dan pH gel, tetapi berpengaruh terhadap homogenitas, viskositas, daya lekat, dan daya sebar gel. Sediaan gel ekstrak etanol daun ubi jalar tidak stabil selama 28 hari penyimpanan.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans UNTUK MENJAMIN MUTU PENGGUNAAN SEBAGAI OBAT HERBAL ANTIKEPUTIHAN Suharsanti, Ririn; Wibowo, F.X. Sulistyanto
Media Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 2 (2016): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.239 KB)

Abstract

ABSTRACT Empirically, leaves and roots of som Java (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) has been used as a whiteness medicinal drug efficacious. This study aims to better ensure the quality of ethanolic leaf extract som Java as whiteness herbal medicine based test antifungal activity against Candida albicans growth. The method used was agar diffusion method with PDA (Potatoes Dextrose Agar) were inoculated Candida albicans, then filled with test compounds antimicrobials that are reconstituted with the solvent DMSO extract concentration, incubated for 3x24 hours at a temperature of 25°C, observations were made by measuring the inhibition zone around sinks. Antifungal activity test showed inhibition zone began to extract the solvent DMSO concentration of 40% amounting to 1.380 ± 0.028, increasing the concentration of the inhibitory zones is increasing as well. This is due to the increasing concentration, it also increase the active substance content which are within the extract that can serve as an antifungal
EKSTRAKSI BERBANTU ULTRASONIK DAN PENETAPAN KADAR GLUKOMANAN DALAM UMBI PORANG (Amorphophallus oncophyllus Prain ex Hook.f.) Fatmawati, Sofia; Nugraheni, Bekti; Setyani, Dewi Kurnianingtyas
Media Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 2 (2016): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.433 KB)

Abstract

ABSTRAK Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain ex Hook.f.) merupakan tanaman lokal Indonesia yang termasuk jenis tanaman iles-iles dan dilaporkan mengandung glukomanan cukup tinggi. Glukomanan adalah polisakarida dalam famili mannan dan merupakan polimer dari D-mannosa dan D-glukosa. Ekstraksi glukomanan berbantu gelombang ultrasonik mempunyai keuntungan utama yaitu efisiensi lebih besar dan waktu operasinya lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar glukomanan melalui proses pemurnian glukomanan berbantu ultrasonic menggunakan pelarut isopropanol. Ekstraksi glukomanan berbantu ultrasonik dengan pelarut isopropanol diharapkan dapat menjadi metode pilihan untuk mendapatkan kadar glukomanan yang lebih tinggi dan menjadi metode yang lebih efisien. Studi ini meliputi pembuatan serbuk umbi porang, ekstraksi glukomanan berbantu ultrasonik menggunakan pelarut isopropanol kadar 50% dan 60%, analisis kadar glukomanan dengan metode 3,5-Dinitrosalicylic acid (DNS) dan penentuan gugus fungsional spesifik menggunakan spektrofotometri inframerah (FTIR). Kadar air dalam glukomanan yang diperoleh menggunakan isopropanol 50% dan 60% sebesar 10,58% dan 10,07%. Kadar glukomanan yang didapatkan untuk isopropanol 50% dan 60% adalah 53,17% dan 59,36%. Hasil penentuan gugus fungsional spesifik menggunakan spektrofotometer FTIR menunjukkan puncak-puncak spesifik untuk glukomanan yang dibandingkan dengan referensi.
FORMULASI SALEP EKSTRAK AIR TOKEK (Gekko gecko L.) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA -, Sugiyono; Hernani, Yulis; -, Mufrod
Media Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 2 (2016): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.416 KB)

Abstract

ABSTRAK Luka topikal merupakan cedera fisik yang mengakibatkan kerusakan jaringan kulit. Proses penyembuhan yang cepat tanpa bekas luka sangat diharapkan. Ekstrak air tokek (Gekko gecko L.) dengan kandungan asam amino berkhasiat sebagai penyembuh luka, supaya praktis dan efektif maka diformulasikan dalam bentuk sediaan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan tipe basis dan kadar ekstrak pada karakteristik fisik sediaan salep dan proses penyembuhan luka. Salep ekstrak air tokek dibuat dalam enam formula berdasarkan perbedaan tipe basis dan konsentrasi kadar ekstrak (FI= basis hidrokarbon, FII= basis serap, dengan konsentrasi ekstrak A=12,5%, B=25% dan C= 50%). Sediaan salep yang diperoleh dilakukan uji organoleptik (tekstur, warna dan bau), uji homogenitas, uji sifat fisik (daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH) dan uji aktivitas penyembuhan luka pada tikus putih jantan dengan metode Morton. Data uji sifat fisik dianalisis dengan uji two-way anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi basis dan konsentrasi ekstrak berpengaruh pada warna dan tekstur serta sifat fisik sediaan salep (P < 0,05). Hasil uji aktivitas penyembuhan luka menunjukkan bahwa sediaan salep basis serap kadar ekstrak sampai dengan 25% memberikan kecepatan penyembuhan yang efektif.

Page 5 of 20 | Total Record : 197