cover
Contact Name
LPPM STIFAR
Contact Email
mfi_stifar@yahoo.com
Phone
+6224-6706147
Journal Mail Official
mfi_stifar@yahoo.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang Jl. Sarwo Edhi Wibowo KM 1 Plamongansari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Farmasi Indonesia
ISSN : 19788495     EISSN : 26551462     DOI : https://doi.org/10.53359/mfi.v17i1
Media Farmasi Indonesia publishes original article in the all scopes of Pharmaceutical Science such as Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Management Pharmacy, Alternative Medicines.
Articles 197 Documents
ANALISIS DAIDZEIN DAN GENISTEIN PADA KEDELAI (Glycine max L. Merril) VARIETAS ANJASMORO, ARGOMULYO DAN DENA 2 MENGGUNAKAN METODE KCKT Sulistyowati, Etty; Martono, Sudibyo; Riyanto, Sugeng; Lukitaningsih, Endang
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.583 KB)

Abstract

ABSTRAK Kedelai (Glycine max L. Merril) tidak hanya digunakan sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai pangan fungsional yang dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit degeneratif, dikarenakan kandungan isoflavon. Senyawa ini dikenal memiliki kesamaan molekul dengan estrogen. Penggunaan isoflavon sebagai alternatif hormon konvesional terapi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, karena aktivitas estrogenik dan efek samping yang rendah. Daidzein dan genistein merupakan isoflavon yang banyak terdapat dalam kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan daidzein dan genistein pada kedelai (Glycine max L. Merril) varietas Anjasmoro, Argomulyo dan Gema yang dihasilkan dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang. Penyarian senyawa aktif digunakan metanol hasil optimasi, selanjutnya dianalisis kandungan daidzein dan genistein dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sistem KCKT yang digunakan dilengkapi kolom RP-C18 Sun Fire TMC-18 (150 mm x 4,6 mm,5µm), detektor Photo Dioda Array (PDA), sistem elusi isokratik, fase gerak metanol-air yang mengandung asam asetat 0,1 % (53:47), kecepatan alir 1,0 mL/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan daidzein dan genistein pada kedelai (Glycine max L. Merril) varietas Anjasmoro, Argomulyo dan Gema diperoleh kadar daidzein dan genistein masing-masing adalah 18,69 mg/100g dan 23,67 mg/100g; 29,68 mg/100 g dan 22,15 mg/100 g; 14,15 mg/100 g dan 21,22 mg/100 g.
POTENSI BIJI MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTELMINTIK TERHADAP Ascaris suum Setya, Adhi Kumoro; Suwarmi, Sri
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.378 KB)

Abstract

Abstract Parasitic infection from Genus Ascaris (Ascaris suum and Ascaris lumbricoides) is the parasite that most frequently causes worms in humans and livestock. This infection can cause intellectual retardation, cognitive and educational deficits with impacts on the nation productivity espesialy in children. It is known that a number of harmful synthetic drugs have side effects to health. In decades, mengkudu (Morinda citrifolia) is known to be useful in pharmacology to overcome health problems. In this fruit, there are seeds that have not been widely studied despite its benefits, and oftentimes, these seeds only go as waste product. The present research is aimed to show whether mengkudu seeds are potential to be exploited as antelmintic. The antelmintic ability of mengkudu seed extract was measured using regretion-probit analysis, and its pathological effects were tested through histologic painting. This research used five variations of concentration with three replicates. The worms per treatment were 4. The analysis result showed that lethal concentration (LC50) of 7.12% and lethal time (LT50) of 174 minutes. The histology of worms’ intestines demonstrates intestinal microfili that they become dull and their neural networks become tenuous. We report that mengkudu seed extract has antelmintic potency.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI SIRSAK (Annona muricata) DAN KELOR (Moringa oleifera) PADA TIKUS DIABETES MELLITUS YANG DIINDUKSI ALOXAN Novianto, Agil; -, Hartono; Saraswati, Nugraheni Dewi; Septiana, Winda
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.05 KB)

Abstract

Abstrak Tingginya kadar glukosa pada Diabetes Mellitus memicu terjadinya stress oksidatif yang ditandai dengan ketidak seimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan. Penelitian sebelumnya ekstrak sirsak dan kelor efektif dalam bentuk tunggalnya mampu menurunkan kadar gula darah yang disertai dengan kemampuan untuk menurunkan dampak stress oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak sirsak dan kelor terhap kadar glukosa pada tikus yang diinduksi aloxan. Hewan uji sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: kelompok normal (akuades), kontrol negatif (CMC Na 0,5 %), kontrol positif (glibenclamide dosis 1,26 mg/kgBB), ekstrak sirsak 100 mg/kg BB, ekstrak kelor dosis 200 mg/kg BB dan kombinasi I (75:25), II (50:50)dan III (25:75) dalam persen. Semua Kelompok hewan uji, kecuali kelompok normal diinduksi aloksan dosis 160mg/kgBB pada hari ke-0, dilanjutkan dengan perlakuan hewan uji dari hari ke-1 sampai hari ke-14. Pada hari terakhir hewan uji dikorbankan untuk diambil organ liver dan dilakukan pengecakan kadar stress oksidatif yang meliputi lipid peroksidase dan glutathione.Penggunaan ekstrak daun kelor dan sirsak baik itu tunggal dan kombinasi mampu menurunkan stress oksidatif yang ditandai dengan turunya kadar LPO dan naiknya kadar GSH secara signifikan (p<0,05). Aktivitas optimal pada kombinasi sirsak kelor 50:50.Kombinasi ini memberikan hasil yang lebih bagus dibandingkan bentuk tunggalnya
EFEK GASTROPROTEKTOR SENYAWA ANALOG KURKUMIN TERHADAP JARINGAN LAMBUNG TIKUS YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Rinihapsari, Elisa; Widyayastani, Fransiska Ayuningtyas; Tarius, Adjeg
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.104 KB)

Abstract

Abstrak Senyawa 2,5-bis-(4-nitrobenzilidin) siklopentanon merupakan salah satu senyawa analog kurkumin yang telah berhasil disintesis dan memiliki struktur kimia yang menyerupai struktur kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gastroprotektif dari senyawa analog kurkumin tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga puluh lima ekor tikus putih galur Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu : kontrol negatif, kontrol positif, diberi senyawa kurkumin dosis 25 mg/kg BB tikus, diberi senyawa analog kurkumin dosis 12,5 mg/kg BB dan diberi senyawa analog kurkumin dosis 25 mg/kg BB tikus. Senyawa kurkumin dan analog kurkumin diberikan secara per oral selama 7 hari sebelum tikus diinduksi parasetamol dosis tinggi. Tikus yang telah diinduksi parasetamol, selanjutnya dilakukan pemeriksaan mikroskopis jaringan lambung dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin. Hasil pengamatan berupa data skoring derajat erosi lambung, selanjutnya dilakukan uji statistik dan diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok yang diberi kurkumin dengan yang diberi senyawa analog kurkumin dosis 25 mg/kgBB. Senyawa analog kurkumin dosis 25 mg/kgBB memiliki efek gastroprotektor sama kuat dengan senyawa kurkumin dosis 25 mg/kgBB terhadap jaringan lambung yang diinduksi parasetamol dosis tinggi.
GEL HAND SANITIZER OF CELERY LEAVES Apium graveolens Linn. AS ANTIBACTERIAL Kristianingsih, Ida; Nurmalia, Ulvia; Pratama, Newi Solika; Kustiani, Nofi Ria
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.871 KB)

Abstract

ABSTRACT In this research, gel hand sanitizer formulation using celery leaves of Apium graveolens Linn has been formated. This leave is reported to have antibacterial activities due to flavonoids and tannins contained. The method used physical characteristion and antibacterial inhibition test with diffusion method. It was made from three evaluation formulas with concentration of the extract 12,5, 15 dan 20% and CMC 2% respectives. The characteristic results showed that gel hand sanitizer are semi-solid, blackish brown, celery peculiar smell, pH 5.8, distribution test 2,9 cm, load 50 gram 3 cm, 100 gram 3 cm and 150 gram 3,1 cm, homogeneous and comfortable in the skin. The results showed that gel hand sanitizer formulations 1, 2 and 3 were able to provide antibacterial inhibition. Gel with 20% extract and 2% CMC Na could reduce the number of bacteria E coli and Staphylococcus aureus. It can be concluded that gel hand sanitizer using Leaf Celery Extract Apium graveolens Linn. had antibacterial activities.
Formulasi dan Uji Antiinflamasi Sediaan Hidrogel Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale) Setiawan, Iwan; Lindawati, Novena Yety; Amalia, Bevy
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.017 KB)

Abstract

ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang sudah banyak diteliti dan memiliki kemampuan antiinflamasi terutama dalam menghambat proses denaturasi protein yang terjadi pada proses inflamasi. Penelitian ini ekstrak jahe merah diaplikasikan ke dalam sediaan hidrogel dengan basis gelling agent natrium karboksimetilselulosa. Sediaan hidrogel kemudian dilakukan uji stabilitas hingga hari ke 21 dan dievaluasi terhadap daya anti inflamasi kepada hewan uji tikus jantan galur wistar. Hasil penelitian pada sediaan hidrogel ekstrak jahe merah ini menunjukkan hasil stabilitas fisik yang baik, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat yang baik dan memenuhi persyaratan sediaan gel. Hasil uji daya anti inflamasi pada hewan uji tikus jantan galur wistar pada hidrogel ekstrak jahe merah dengan basis gelling agent CMC Na memberikan perbedaan yang bermakna dengan kontrol (P< 0,05).
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KUALITAS HIDUP (UTILITY) PENGGUNAAN GABAPENTIN PADA PASIEN NYERI NEUROPATIK POST STROKE DENGAN DIABETIK NEUROPATI DI RSUD PROVINSI NTB Qiyaam, Nurul; Adikusuma, Wirawan; Andayani, Tri Murti; endarti, Dwi
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.059 KB)

Abstract

ABSTRAK Nyeri neuropatik merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan relatif lama, sehingga dapat mengganggu kualitas hidup (utility) pasien. Penggunaan gabapentin dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien nyeri neuropatik post stroke dengan diabetik neuropati masi kontoversial. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas dan kualitas hidup penggunaan gabapentin pada pasien nyeri neuropatik post stroke dan diabetik neuropati. Pengumpulan data dilakukan selama Mei –Juli 2017. Metode penelitian Quasy Eksperimental Design (two group pre-post test) kemudian dilakukan analisis efektivitas dan kualitas hidup (utility) masing-masing kelompok. Pengukuran efektifitas terapi gabapentin dilihat dari penurunan intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) yang dikombinasi dengan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan 4 minggu sesudah terapi. Pengukuran kualitas hidup pasien diukur dengan kuesioner EQ-5D-3L dan kuesioner EQ-VAS sebelum dan 4 minggu sesudah terapi. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan gabapentin dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien nyeri neuropatik post stroke dengan diabetik neuropati efektivitasnya sama ditunjukkan dengan hasil analisis statistik (P>0,05). Penggunaan gabapentin dalam meingkatkan kualitas hidup pada pasien nyeri neuropatik post stroke dengan diabetik neuropati efektivitasnya juga sama ditunjukan dengan hasil analisis statistik (P>0,05).
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL TUNGGAL DAN KOMBINASI PADA PASIEN BPJS PENDERITA DIABETES MILLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT X Yuswantina, Richa; Dyahariesti, Niken
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 1 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.323 KB)

Abstract

ABSTRAK Diabetes millitus merupakan suatu penyakit degeneratif yang banyak diderita oleh masyarakat yang mana pengobatannya memerlukan obat antidiabetes oral dalam jangka waktu yang lama baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi. Lamanya pengobatan sejalan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan, sehingga perlu pemilihan obat yang tepat efektivitas dan harganya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari obat antidiabetes oral tunggal maupun kombinasi dengan biaya yang paling efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif melalui studi retrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan dan administrasi. Sampel diambil secara non-random sampling dengan metode purposive sampling. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung biaya medik langsung dan efektivitas terapi. Efektivitas terapi diukur berdasarkan hasil kadar gula darah mencapai target selama 2 bulan. Total biaya terendah berada pada antidiabetik oral (ADO ) tunggal adalah biguanid (Rp. 509.169,87 ) sedangkan untuk efektivitas yang paling besar pada biguanid (59,26 % ). Dengan nilai ACER biguanid Rp. 8.592,13. Pada penggunaan ADO kombinasi total biaya terendah pada glimepiride + metformin sebesarRp.274.185,24 dan efektivitas terbesar pada glimepiride + metformin (100 % ) , dengan nilai ACER Rp. 2.741,85. Terapi antidiabetik oral tunggal paling efektif adalah biguanida, dan terapi antidiabetik oral kombinsi paling cost efektif adalah glimepirid dan metformin.
PENGGUNAAN GELATIN DARI KULIT KAMBING (Ovis aries L.) SEBAGAI BAHAN PENINGKATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK TABLET PARASETAMOL DENGAN METODE GRANULASI BASAH Mufrod -; Indaryati -; Siti Munisih
Media Farmasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2009): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.139 KB)

Abstract

ABSTRAK Gelatin merupakan komponen yang sangat penting dalam pembuatan tablet, terutama untuk bahan obat yang harus dibuat dengan metode granulasi basah. Gelatin sampai saat ini masih merupakan bahan import. Parasetamol dipilih sebagai model untuk mengetahui daya ikat gelatin dari kulit kambing berdasarkan sifat alir dan kompaktibilitasnya yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan gelatin dari kulit kambing sebagai bahan pengikat dan pengaruh perbedaan konsentrasinya terhadap karakteristik fisik dan disolusi tablet parasetamol secara granulasi basah. Gelatin diperoleh dengan cara basa melalui perepdaman dengan larutan Ca(OH)2 10 %. Tablet parasetamol dibuat 4 formula berdasarkan kadar gelatin sebagai bahan pengikat dengan konsentrasi masing-masing formula 5, 7,5, dan 10 % dan dengan pembanding menggunakan gelatin yang ada di pasaran 5 %. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Granul diuji karakteristiknya meliputi kandungan lembab, kadar fines, waktu alir, sudut diam, dan pengetapan. Fase eksternal (talk, magnesium stearat) dicampur homogen dengan granul kemudian dikempa dengan pencetak tablet single punch. Tablet diuji karakteristik fisiknya meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, penetapan kadar dan disolusinya. Data yang berdistribusi normal dihitung dengan uji anava 1 jalan dan uji paska anava. Sedang data yang berdistribusi tidak normal dihitung dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95 % menggunakan metode SPSS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa gelatin dari kulit kambing dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet parasetamol dan perbedaan konsentrasi berpengaruh tidak signifikan terhadap keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kerapuhan dan penetapan kadar, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kekerasan, waktu hancur dan disolusinya.
PERBEDAAN SIFAT KARAKTERISTIK FISIK GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK KUNYIT (Curcuma damestica Val.) ASAM (Tamarindus Indica L.) DENGAN BAHANPENGISI DEKSTROSA, SUKROSA, DEKSTROSA-SUKROSA (50 : 50) Siti Munisih; Hani Citra Hartati; M. Amroni
Media Farmasi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2010): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.659 KB)

Abstract

ABSTRACT Many kinds of technology have already been used to develop kunyit asam preparation, in a form of granul effervescent. The aim of this research is to know how the physical characteristic of granul effervescent from kunyit asam with different fillers such as dekstrosa, sakarose and dextrose-sakarose (50 : 50). Tests of physical characteristic of granul effervescent from kunyit asam included moisture content, flow time, angle of repose, solubility time, bulk volume, tapping and it was added by additional tests that were ALT and the sensory of flavour. Based on this research, the result of formula I had moisture content 2.84 %, flow time 8.25 seconds, angle of repose 32.61°, solubility time 1.45 minutes,bulk volume 42.165 g/100 ml, tapping 9,50%, the ALT bacteria was 1.7x101CFU/ml, chamir 3.3x101 CFU/ml and it was not too sweet, quite salty, quite acid, not bitter. Formula II had moisture content 3.54%, flow time 6.38 seconds, angle of repose 26.15°, solubility time 1.29 minutes, bulk volume 47.190 g/100 ml, tapping 6.30%, the ALT bacteria was 1.9x101 CFU/ml, kapang 3.8x101 CFU/ml and have quite sweet, quite salty, not too acid, not bitter taste. Formula III (detrosa- sakarose (50 : 50)) moisture content 3.26%, flow time 7.24 seconds, angle of repose 29.09°, solubility time 1.13 minutes, bulk volume 45.812 g/100 ml, tapping 7.80%, the ALT bacteria was 1.3x101CFU/ml, kapang 3.4x101CFU /ml and it was quite sweet, no too salty, quite acid, not bitter . The result from Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test, Anova and Pasca Anava test showed that there was no significant difference of moisture content, flow time, angle of repose and solubility time between the formulas.

Page 3 of 20 | Total Record : 197