Jurnal Citizenship Virtues
Jurnal Citizenship Virtues is a multi-disciplinary national academic publication with internet access followed by peers qualified to disseminate state-of-the-art knowledge in education, teaching development, instructional projects and inventions, learning methodologies, and new technologies in the field of education. Index Copernicus, Google Scholar and Moraref are currently indexing this journal. Jurnal Citizenship Virtues is a scientific journal containing and disseminating research findings, in-depth study, and innovative ideas in the field of education. Teacher and lecturer innovation in educational sector development can make a positive contribution to schools and educational institutions. Jurnal Citizenship Virtues is organized periodically (twice a year in March and September) by Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan. The scope of this journal is: 1) The Five Principles; 2) Citizenship; and 3) Humanities.
Articles
121 Documents
Urgensi Pendidikan Pancasila Sejak Dini Bagi Generasi Z
Sutisna, Mohamad;
Sucherman, Us Us;
Suandi, Dedi;
Sukatmi, Sukatmi;
Kumalasari, Siti
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.096 KB)
|
DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1518
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis tentang bagaimana Urgensi Pendidikan Pancasila Sejak Dini Bagi Generasi Z?. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dimana sumber data diperoleh dari berbagai buku-buku, jurnal dan internet, serta sumber lainnya yang relevan. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Urgensi Pendidikan Pancasila Sejak Dini Bagi Generasi Z sangat penting dilakukan, hal ini dikarenakan dengan adanya pendidikan pancasila diharapkan agar generasi muda tidak tercabut dari akar budayanya sendiri dan agar mereka memiliki pedoman atau kaidah penuntun dalam berpikir serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan makna serta nilai-nilai Pancasila. Selain itu Penerapan Pendidikan Pancasila Melalui Media Sosial Bagi Generasi Z sangat efektif dan efisien, hal ini dikarenakan adanya kedekatan Generasi Z (Pemuda Indonesia) dengan Media Sosial yang kini sedang trend.
Sikap Politik Dan Hukum Internasional Indonesia Terkait Penyerangan Rusia Ke Ukraina
Saryono, Saryono;
Fajarianti, Aulia;
Kurniawati, Lia Dahlia;
Akbariah, Ainun Alfasari;
Jabar, Ibnu Abdul;
Yulyanti, Fitri
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.697 KB)
|
DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1529
Abstrak—Berdasarkan permasalahan dalam penelitian ini, tujuan umum dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh data empiris mengenai variabel yang berhubungan dengan sikap politik dan hukum internasional baik secara global maupun Indonesia serta langkah yang seharusnya diambil Indonesia sebagai negara dengan penganut prinsip politik bebas aktif atau non blok. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pandangan politik dan hukum internasional baik secara global maupun Indonesia dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina. (2) Untuk mengetahui serta menganalisis sikap politik danhukum internasional baik secara global maupun Indonesia dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina. Invasi militer Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 telah menimbulkan dampak yang sangat besar seperti menelan banyak korban jiwa, kerusakan sejumlah fasilitas umum dan pertahanan militer, melemahkan perekonomian negara yang terlibat, serta mengancam kedaulatan negara lainnya yang ikut bersuara dan memberikan bantuan kekuatan militer kepada Ukraina. Penyerangan Rusia kepada Ukraina ini dilandasi dengan ketersinggungan Rusia atas keinginan Ukraina untuk segera bergabung kedalam NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang merupakan aliansi militer blok barat sejak perang dunia II. Kini, NATO tidak lagi beranggotakan negara blok barat melainkan seluruh negara di benua Eropa termasuk beberapa negara di Eropa Tengah dan Timur. Indonesia sebagai sahabat dari kedua negara tersebut dengan prinsip politik bebas aktifnya bertindak sebagai mediator untuk meredam dan mengembalikan kedamaian keduanya. Implikasi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka Indoensia sudah seharusnya tidak membiarkan negara lain mendikte keputusan dan langkah politik bebas aktif serta memperkuat pertahanan dan persatuan nasional.
Isu Presiden 3 Periode Dalam Kajian Konstitusi
Hardiyanto, Lutfi;
Fahira Lestari, Ayu;
Rizqi Fadilah, Dina;
Wulandari, Eka;
Haryanto, Iyan;
Ridho Akbar, Radhitio
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.866 KB)
|
DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1532
Abstrak—Berdasarkan permasalahan dalam penelitian ini, tujuan umum dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh data empiris mengenai variabel yang berhubungan dengan isu wacana Presiden 3 periode berdasarkan dalam kajian konstitusi. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan mengenai konstitusi ketatanegaraan Indonesia dan mempelajari syarat amandemen. (2) Mengetahui adanya kemungkinan perubahan UUD 1945 menyesuaikan dengan situasi politik hukum Indonesia saat ini. Belum lama ini ramai diperbincangkan isu wacana Presiden Indonesia menjabat selama 3 periode. Isu ini bergerak dengan cepat diberbagai kalangan, sehingga wacana tersebut diperdebatkan dan menuaikan pro kontra dari berbagai pihak. Bukankah sudah jelas bahwa sekitar 10 hingga 11 tahun lalu MPR telah membatasi kekuasaan presiden hanya 2 periode, dengan masa 5 tahun untuk 1 periode? Apakah hal tersebut bisa dilanggar? Dimana jika melanggar pembatasan tersebut maka pemerintah sama saja melangggar Undang-Undang Dasar 1945 NKRI. Sudah jelas bukan pembatasan tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. Jika wacana tersebut benar-benar terjadi maka pemerintah harus bersiap-siap karena penulis sangat yakin bahwa rakyat Indonesia tidak akan diam (People will not abide by government that are clearly in violation of the constitution). Sehingga dalam penelitian ini tim penulis akan berusaha membahas secara mendalam melalui konstitusi besarnya peluang terealisasikannya Presiden Tiga Periode.
Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Sembilan Bahan Pokok (Sembako) Di Kecamatan Tambun Selatan Dalam Masa Pandemi
Dewi, Yuliani;
S, Saryono;
Dini , Apriani;
M, Maghfiroh;
Mauli, Ro
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.659 KB)
|
DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1533
Abstrak— Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komoditas yang memegang peranan vital dalam semua aktivitas ekonomi. Dampak langsung perubahan harga minyak ini adalah perubahanperubahan biaya operasional yang mengakibatkan tingkat keuntungan kegiatan investasi langsung terkoreksi. Secara sederhana tujuan investasi adalah untuk maksimisasi kemakmuran melalui maksimisasi keuntungan, dan investor selalu berusaha mananamkan dana pada investasi yang efisien dan aman. Kenaikan harga BBM bukan saja memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pada pos-pos biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi. Multiple efek dari kenaikan BBM ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya biaya bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Gejolak harga minyak dunia mulai terlihat sejak tahun 2021. Ada sejumlah faktor penyebab terjadinya gejolak ini, salah satunya adalah persepsi terhadap rendahnya kapasitas cadangan harga minyak yang ada saat ini, yang kedua adalah naiknya permintaan (demand) dan di sisi lain terdapat kekhawatiran atas ketidak mampuan negara-negara produsen untuk meningkatkan produksi. Sebetulnya kenaikan harga BBM bukanlah hal baru yang terjadi di negeri ini. Gejolak harga minyak dunia diketahui terjadi pada 1998. Kala itu, Indonesia mulai memasuki era Reformasi, sekaligus mengalami krisis moneter. Sejak masa pemerintahan Soeharto hingga Joko Widodo sekarang ini, harga BBM terus merangkak naik. Hanya Presiden B.J Habibie yang tidak menaikkan harga BBM. Ia justru menurunkan harga BBM sebesar Rp200, dari semula Rp1.200 per liter menjadi Rp1.000 per liter.
Toleransi Dalam Kehidupan Masyarakat Kupang
Imayah, Farikatul;
Batjo, Ahlulfatrah Abdurrahman;
Irawan, Anang Dony;
Yustitianingtyas, Levina
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1693
Kota Kupang masuk dalam salah satu daftar Kota yang penuh toleransi, itu dapat dilihat dari pembangunan enam rumah ibadah secara berdampingan yakni untuk agama khatolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu, Budha, beserta Konghucu. Pembangaunan enam rumah ibadah tersebut merupakan perekat untuk menjalin keharmonisan serta toleransi antar umat beragama. Daerah tersebut kemudian diberi nama kampung toleransi, bertujuan untuk mempererat nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama karena mereka beraktivitas dan beribadah dalam kompleks yang sama. Kampung toleransi juga menjadi benteng pertahanan iman dari pengaruh-pengaruh ideologi tertentu yang akan memecah belah persatuan antar umat. Kampung toleransi juga merupakan suatu simbol ataupun bukti nyata bahwa Kupang merupakan Kota yang memiliki jiwa bertoleransi yang sangat tinggi, juga kita bisa melihat di beberapa daerah yang memeliki bangunan gereja dan masjid yang berdampingan namun tetap hidup rukun, aman dan harmonis. Sikap toleransi merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kupang. Metodologi penelitian yang kita gunakan adalah metode studi kepustakaan dengan teknik pembacaan dan pencatatan. Penelitian kepustakaan merupakan studi yang digunakan dalam pengumpulan data dan informasi dengan bantuan berbagai macam bahan yang ada di perpustakaan seperti; dokumen, jurnal, buku, artikel, kisah-kisah sejarah, dan sebagainya.
Media Pembelajaran Video Animasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Sila Ketiga Dan Kesadaran Hidup Rukun
ningsih, mustika;
Pudjiastuti, Sri Rahayu;
Mukaddamah, Ivon
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1712
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas media animasi berbasis video animasi. Metode penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan atau research and development, dimana metode ini bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian ini dilakukan di SD Paragan 1 Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil 2021/2022, dan yang menjadi subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: Cara pembuatan media pembelajaran video animasi dengan materi sila ketiga melalui tahapan – tahapan pembuatan media pembelajaran yang disederhanakan, dimulai dari tahap (1)pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan , dan (4) validasi serta uji coba. Validasi kualitas dan kelayakan media animasi berbasis video animasi dilaksanakan oleh ahli materi, media, dan bahasa yang kompeten disetiap bidangnya. Nilai kualitas materi dari ahli materi mendapat persentase 91.25% dengan kategori baik, nilai kualitas media dari ahli media mendapat persentasi 94% dengan kategori sangat baik. Nilai kualitas bahasa medapat persentasi 90% dengan kategori sangat baik. Hal diatas menandakan bahwa media pembelajaran yang dibuat dapat menarik perhatian serta media pembelajaran video animasi yang dibuat dapat meningkatkan kemampuan siswa serta dapat memudahkan dalam memahami materi pelajaran yang diberikan. Nilai rata – rata pada pretest menunjukkan rata – rata 59, 21,. Sedangkan rata – rata pada post test menunjukan rata – rata 86,32. Berdasarkan hasil perhitungan analisis indeks gain menunjukkan nilai 0,66 dengan kategori sedang. Demikian pula kesadaran hidup rukun terjadi peningkatan pada penelitian ini, semula menunjukkan angka sebesar 75 meningkat 80 pada pertemuan selanjutnya. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi efektif digunakan.
Tradisi Seserahan Dalam Pelestarian Budaya Dan Kearifan Lokal Menurut Pandangan Islam
riftiansyah, rizki;
Abduh, Mohamad;
Rifai, Moh;
Saepudin, M Asep;
Martiah, Martiyah
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1720
Di desa Sumbersari Pebayuran Bekasi memiliki tradisi yang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka dari dulu hingga sekarang. Tentunya sangat menarik ketika sebuah adat tidak tertera dalam sumber pokok hukum Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadisth. Di desa Sumbersari terdapat tradisi pemberian barang maupun harta dari pihak laki-laki terhadap pihak perempuan dengan tujuan membantu melancarkan tahapan-tahapan sebelum akad dan resepsi pernikahan dilasanakan, yang disebut dengan seserahan. Seserahan adalah penyerahan calon pengantin laki-laki ke pihak mempelai perempuan untuk dinikahkan pada sore hari sehari sebelum akad nikah dilakukan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research ) karena untuk memahami tradisi seserahan dalam pelestarian budaya dan kearifan local yang digunakan masyarakat desa Sumbersari Pebayuran Bekasi, menuntut peneliti untuk terjun langsung dalam kegiatan masyarakat yang ada di desa Sumbersari tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pandangan Islam terhadap seserahan adat Sunda yang dilakukan oleh masyarakat desa Sumbersari dengan menyertakan sesaji dalam proses seserahan yang di persembahkan kepada arwah nenek moyang yang dipercaya dapat melancarkan acara merupakan urf yang fasid, karena sesaji dilarang dalam ajaran Islam dan mengandung unsur syirik. Sehingga seserahan di desa Sumbersari tidak sesuai dengan ajaran Islam, dan masyarakat harus meninggalkan kebiasaan menyertakan sesaji dalam seserahan.
Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Program Indonesia Pintar Dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa
Kelmaskouw, Andjela Lenora;
Suidat, Suidat;
Khakim, Nor
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1731
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang Program Indonesia Pintar (PIP) dan kedisiplinan siswa terhadap hasil belajar pada materi nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan di kelas X SMK Di wilayah Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional (Correlational Studies), dengan responden siswa SMK Kelas X di wilayah Kota Depok. Instrumen penelitian untuk variabel persepsi siswa tentang program Indonesia Pintar diukur menggunakan angket skala sikap, untuk variabel disiplin belajar diukur menggunakan angket skala perilaku dan untuk variabel hasil belajar diukur menggunakan tes pilihan ganda. Penelitian ini menyimpulkan; (1) Diketahui nilai sig. untuk pengaruh persepsi siswa tentang program Indonesia pintar terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh persepsi siswa terhadap hasil belajar. (2) Diketahui nilai sig. untuk pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar adalah sebesar 0,00 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar. (3) Diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan (bersama-sama) terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh persepsi siswa tentang Program Indonesia Pintar dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa.
Penguatan Lembaga Perlindungan Ham Untuk Menciptakan Keadilan Dan Pembangunan Masyarakat Papua
Hardiyanto, Lutfi;
Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1732
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih dalam mengenai isu-isu atau permasalahan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dan peranan lembaga-lembaga terkait dalam mengatasi permasalahan pelanggaran HAM di Papua. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan beberapa poin-poin solusi yang dapat membantu mengatasi pelanggaran HAM yang ada di Papua, seperti rencana pembangunan papua berkelanjutan, perlindungan hukum bagi aktivis HAM Papua, membentuk tim pengawas HAM secara khusus, menggalakkan isu-isu pelanggaran HAM Papua melalui pers mahasiswa, mengadakan kampanye sosial dan solusi lainnya. Penulis juga memberikan data-data realistis dari beberapa sumber yang terpercaya sebagai studi pustaka yang dapat mendukung argumentasi dan pelaksanaan solusi-solusi yang penulis berikan. Isu Papua Merdeka muncul dikarenakan beberapa faktor, yaitu adanya diskriminasi terhadap orang Papua, pembangunan Papua yang kurang mendapat perhatian, kurangnya kebijakan serta peranan lembaga HAM yang dapat melindungi, sikap diskriminatif masyarakat luar terhadap orang Papua, dan lain sebagainya. Pembangunan di Papua pun masih bilang tertinggal dibandingkan dengan provinsi lainnya yang menyebabkan kualitas hidup masih terbilang jauh dari kata baik. Ditambah lagi dengan sikap masyarakat yang masih kurang peduli dengan apa yang terjadi di Papua. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia kita harus meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Hal ini demi terwujudnya keadilan dengan menegakan hukum sesuai dengan filosofis yang terdapat dalam filsafat hukum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut juga dapat dilakukan dengan peningkatan lembaga HAM, kebijakan mengenai HAM dan pembangunan berkelanjutan di Papua, serta baik masyarakat maupun pemerintah lebih peduli lagi dengan isu-isu mengenai diskriminasi dan pelanggaran HAM.
Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Materi Integrasi Nasional Melalui Metode Mind Mapping
Mamul, Veronika;
Masrum, Masrum;
Brahma, Ismail Akbar
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1733
Penelitian ini mencakup 3 siklus dimana masing-masing siklus mencakup 4 tahap yaitu planning (perencanaan), acting (pelaksanaan), observing (observasi), dan reflection (refleksi). Waktu penelitian adalah 4 bulan yaitu dari bulan Maret 2022 sampai Mei 2022 dengan subyek penelitian sebanyak 28 peserta didik, Sedangkan data yang dikumpulkan melelui observasi, wawancara, dan catatan lapangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya peningkatan motivasi belajar PPKn yang disignifikan pada peserta didik kelas X dengan hasil pengamatan pada setiap siklus meningkat yaitu pada siklus 1 = 5,4 siklus II =7,4 dan siklus III = 9,0 dan hasil wawancara dilakukan menyimpulkan bahwa belajar PPKn melalui metode Mind Mapping adalah menyimpulkan bahwa belajar PPKn dengan menggunakan metode Mind Mapping bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik.