cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 11 (2023)" : 10 Documents clear
Pemetaan distribusi Total Suspended Solid (TSS) di Waduk Gondang Lamongan menggunakan citra landsat multi temporal Na’imah, Nurotun; Taryana, Didik; Purwanto, Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1207-1228

Abstract

Total Suspended Solid (TSS) is defined as a collection of suspended matter and particles in water with a size of less than 2 microns. High concentrations of TSS are dangerous because they interfere with light penetration into the water. This disrupts the photosynthesis process and causes reduced oxygen levels in the waters. Conventional TSS monitoring in laboratory tests is considered less efficient regarding time, effort and cost. Therefore, remote sensing technology is a more efficient alternative solution for TSS monitoring in reservoirs. One type of imagery that can be used to monitor TSS in reservoirs is Landsat 8 satellite imagery. This article aims to determine the appropriate empirical algorithm in estimating TSS concentrations in the Gondang Lamongan Reservoir, to examine the spatial distribution of TSS in the Gondang Reservoir with a 3-year time span, namely 2016, 2019, and 2022, and to analyze changes in reservoir TSS conditions in recent years. research year. The method used in this research is descriptive quantitative with the application of the Syarif, Parwati and Guzman & Santaella algorithms. The results showed that the condition of TSS from year to year continued to increase. The concentration of TSS is getting worse, which is indicated by an increase in the amount of TSS at the edge of the reservoir, especially at inlet area. The results of the accuracy test show a coefficient of determination of 0.71 for the syarif algorithm which indicates that the syarif algorithm method is quite accurate in estimating the TSS in the Gondang reservoir. Total Suspended Solid (TSS) didefinisikan sebagai kumpulan dari materi dan partikel yang tersuspense di dalam air dengan ukuran mencapai kurang dari 2 mikrometer. Konsentrasi TSS yang tinggi bersifat membahayakan karena mengganggu panetrasi cahaya yang masuk ke dalam air. Hal ini berakibat pada terganggunya proses fotosintesis dan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen di perairan. Pemantauan TSS secara konvensional melalui uji laboratorium secara masif dinilai kurang efisien baik dari segi waktu, tenaga dan biaya. Oleh karena itu, teknologi penginderaan jauh menjadi solusi alternatif yang lebih efisien untuk melakukan pemantauan TSS di waduk. Salah satu jenis citra yang dapat digunakan untuk memantau TSS di waduk adalah citra satelit Landsat 8. Artikel ini bertujuan untuk menentukan algoritma empiris yang sesuai dalam mengestimasi konsentrasi TSS di Waduk Gondang Lamongan, mengkaji distribusi spasial TSS di Waduk Gondang dengan rentang waktu 3 tahunan, yakni di tahun 2016, 2019, dan 2022, serta menganalisis perubahan kondisi TSS waduk di tahun-tahun penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan penerapan algoritma Syarif, Parwati dan Guzman & Santaella. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi TSS dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Konsentrasi TSS semakin memburuk yang ditandai dengan peningkatan jumlah TSS di bagian tepi waduk yang merupakan area inlet. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,71 untuk algoritma syarif dimana hal tersebut menandakan bahwa metode algoritma syarif cukup akurat dalam mengestimasi TSS di Waduk Gondang.
Studi “Melek Pancasila” berbasis toleransi tri kerukunan umat beragama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Hanafi, Hanafi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1229-1236

Abstract

This research-based study aims to analyze how the values of Pancasila are implemented, especially the portrait of the value of unity and integrity which is manifested in the "tri harmony" of religious communities that has existed for a long time in Turi village. As we know, Turi Village, Balun District, Lamongan Regency is a model village which has the title "Pancasila Village". It is hoped that this research will have benefits, especially inspiration for the Indonesian people to emulate the importance of inter-religious harmony in social relations. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The selection of informants was carried out using purposive sampling technique. Data collection was carried out using interview, observation and documentation techniques. Data analysis techniques using Miles and Huberman's interactive model include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the enthusiastic attitude of tolerance of the three religious communities in Turi village has shown that the concept of tri-religious harmony has truly become a real entity there. This of course cannot be separated from the support of all elements of village society and especially the village government, community leaders and the role of youth. The implementation of Pancasila values, especially the third principle, is very strong so that Turi village has the title of being one of the Pancasila villages in East Java. Studi berbasis penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya potret tentang nilai persatuan dan kesatuan yang terwujud dalam “tri kerukunan” umat beragama yang telah terjalin lama di desa Turi. Sebagaimana yang kita kenal bahwa Desa Turi Kecamatan Balun Kabupaten Lamongan merupakan desa percontohan yang memiliki sebutan “Desa Pancasila”. Penelitian ini diharapkan memiliki daya manfaat khususnya inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk meneladani akan pentingnya kerukunan antar beragama dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap antusias dalam bertoleransi dari tiga umat beragama yang berada di desa Turi telah menunjukkan bahwa konsep tri kerukunan antar umat beragama benar-benar menjadi entitas yang nyata di sana. Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan segenap elemen masyarakat desa dan terutama pemerintah desa, tokoh masyarakat serta peran pemuda. Implementasi nilai-Nilai Pancasila khususnya sila ketiga sangat terlihat kuat sehingga desa Turi memiliki predikat sebagai salah satu Desa Pancasila di Jawa Timur.
Pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir spasial peserta didik XII MAN 1 Trenggalek Zakiy, Wildan Wilujeng; Handoyo, Budi; Hartono, Rudi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1237-1245

Abstract

Discovery Learning is a learning model that intend training spatial of thinking skills because in the learning process each student are given the opportunity to independent active role such as problem identification, data collecting, data processing, looking for proof, until conclude the acquisition data that makes them have ability to solve problems in learning material. The study aims to determine the effect of the Discovery Learning model on students spatial thinking skills. This research is a quasi-experimental study with two classes there are the experimental class and the control class which were determined by random sampling. The subjects in this study were students of class XII IPS 1 and XII IPS 2. The data collection technique used (posttest), the data was obtained by analyzed of the independent sample t-test. The effect of learning was tested with the Levene test. The analysis made final result that shows the Discovery Learning Model has an effect on the spatial abilities of students, and the experimental class is better than the control class.The results can be proven from the hypothesis test to obtain a significance of 0.00, which means smaller than 0.05, then H0 is rejected, meaning H1 is accepted. The results of these findings prove that the experimental class experienced a greater increase. Discovery Learning merujuk pada model pembelajaran yang bertujuan melatih peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir secara spasial karena dalam prosesnya setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk aktif dan mandiri dalam melakukan kegiatan interaktif seperti mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data yang diperoleh, mencari pembuktian, hingga menyimpulkan data-data perolehannya yang mana akan membuat mereka memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam materi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan memahami pengaruh yang ditimbulkan model Discovery Learning pada kemampuan peserta didik untuk berpikir spasial. Penelitian menerapkan penelitian kuasi eksperimen terdiri dari dua kelas yakni, kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dilakukan berdasarkan random sampling. Peserta didik kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2 adalah subjek penelitian yang peneliti gunakan. Proses pengumpulan data dengan teknik (postest) dimana data dihasilkan dari hasil analisis uji independent sample t-test. Kemudian pengaruh pembelajaran menggunakan uji Levene test. Hasil dari analisis menunjukan Model Discovery Learning terdapat pengaruh pada kapabilitas spasial di kalangan peserta didik.serta kelas eksperimen berbanding baik daripada kelas kontrol. Pembuktian hasil menggunakan uji hipotesis didapati nilai signifikansi 0,00 berarti lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak artinya H1 diterima. Hasil dari temuan tersebut membuktikan kelas eksperimen meningkat lebih besar.
Pengaruh pengalaman mengajar guru SMP terhadap keterampilan bertanya tingkat dasar dan lanjut Asyarifah, Runing Fikriyah; Mardiani, Sella; Anggraini, Shinta Dea; Gafia, Syamsudin; Faillah, Udi; Puteri, Yuditha Oktaviane; Soekamto, Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1246-1255

Abstract

One of the basic teaching skills that is important for a teacher to have is the skill of asking questions. Questioning skills are one of the basic teaching skills that are very important in the process of implementing learning. Questioning skills are divided into two, namely basic level questioning skills and advanced questioning skills. The skill of asking questions has several purposes, including generating motivation, arousing interest and curiosity, focusing attention, training and improving questioning skills, diagnosing the level of learning difficulties, measuring the level of student understanding, and developing how students learn actively and productively. This study aimed to determine the effect of junior high school teachers' teaching experience on basic and advanced questioning skills. This research uses the type of ex post facto research. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Source of data used in the form of primary and secondary data. The data analysis technique is descriptive statistical analysis in the form of normality tests and regression tests. The results of this study are that the variable does not significantly affect the questioning skills variable. Salah satu keterampilan dasar mengajar yang penting dimiliki oleh seorang guru adalah keterampilan bertanya. Keterampilan bertanya merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang sangat penting dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Keterampilan bertanya dibagi menjadi dua yaitu keterampilan bertanya tingkat dasar dan keterampilan bertanya tingkat lanjut. Keterampilan bertanya memiliki beberapa tujuan antara lain yaitu menimbulkan motivasi, membangkitkan minat dan rasa ingin tahu, memusatkan perhatian, melatih dan meningkatkan keterampilan bertanya, mendiagnosis tingkat kesulitan belajar, mengukur tingkat pemahaman siswa, dan mengembangkan cara siswa belajar aktif dan produktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengalaman mengajar guru SMP terhadap keterampilan bertanya tingkat dasar dan lanjut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Teknik analisis data yaitu analisis statistic deskriptif berupa uji normalitas dan uji regresi. Hasil penelitian ini yaitu variabel tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel keterampilan bertanya.
Pengaruh pengalaman mengajar terhadap keterampilan guru SMA dalam mengelola kelas Khairunisa, Tasya; Cahyono, Triya Bagus; Wulandhari, Wenni; Safitri, Yunita Eka; Nahr, Zur’ata Asykurian; Soekamto, Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1256-1262

Abstract

Educators are education personnel who are qualified as teachers, lecturers, counsellors, learning assistants, widyaswara, tutors, instructors, facilitators, and other designations by their specialities and participate in the implementation of education. Teachers' teaching experience as educators is essential in determining success in education. The length of service as a teacher will provide different experiences between one teacher and another. Classroom management is one of the tasks of educators who are never left behind. This study aimed to determine whether teacher teaching experience affects the skills of high school teachers in Malang Raya in managing the classroom. The method used in this research is ex post facto, using a quantitative descriptive approach, and no treatment is given to the sample. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengalaman mengajar guru sebagai pendidik merupakan suatu hal yang penting dalam menentukan keberhasilan dalam pendidikan. Lamanya masa kerja sebagai seorang guru akan memberikan pengalaman yang berbeda antara guru yang satu dan yang lain. Pengelolaan kelas adalah salah satu tugas pendidik yang tidak pernah ditinggalkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengalaman mengajar guru berpengaruh terhadap keterampilan guru SMA di Malang Raya dalam mengelola kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex post facto dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan tidak ada perlakuan yang diberikan kepada sampel penelitian.
Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan metode kontrasepsi non jangka panjang pasangan usia subur Kelurahan Gadingrejo Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan Aziizah, Rizka Nuur; Budijanto, Budijanto; Deffinika, Ifan
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1263-1278

Abstract

The use of contraception is a method used in family planning programs to prevent and limit fertility, or delay pregnancy, so as to suppress the rate of population growth. The high rate of attainment of non-MJKP KB acceptors is because these contraceptives tend to be cheaper than the costs required for MKJP contraception, so it is not surprising that the Indonesian population, especially women of childbearing age, choose to use the Non MKJP method. The purpose of this study was to determine the factors that cause couples of childbearing age (PUS) in Gadingrejo Village, Gadingrejo District, Pasuruan to make a decision to choose a non-long-term contraceptive method (Non MKJP). This research is a quantitative descriptive study with a cross section model. The population of the study was 1143 people with sampling using simple random sampling found 92 samples of respondents. The variables studied were social, economic, and demographic factors. Data analysis with logistic regression technique with significant value (Sig less than 0.05). The results of the regression test obtained three significant factors, namely education (Sig 0.008), occupation (Sig 0.005) and duration of contraceptive use (Sig 0.001). Factors of education, occupation, and duration of contraceptive use affect respondents in choosing non-MKJP contraceptives. Penggunaan kontrasepsi adalah cara yang dilakukan dalam program KB untuk mencegah dan membatasi fertilitas, ataupun menunda kehamilan, sehingga dapat menekan laju pertumbuhan penduduk. Tingginya angka pencapaian akseptor KB Non MJKP sebab alat kontrasepsi ini cenderung lebih murah dibandingkan dengan biaya yang diperlukan untuk kontrasepsi MKJP, maka tidak heran penduduk Indonesia khususnya perempuan usia subur menentukan memakai metode Non MKJP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab pasangan usia subur (PUS) di Kelurahan Gadingrejo Kecamatan Gadingrejo Pasuruan mengambil keputusan memilih metode kontrasepsi non jangka panjang (Non MKJP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan model Cross Section. Populasi penelitian berjumlah 1143 jiwa dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling ditemukan 92 sampel responden. Variabel yang diteliti yaitu faktor sosial, ekonomi, dan demografi. Data analisis dengan teknik regresi logistik dengan nilai signifikan (Sig kurang dari 0.05). Hasil uji regresi didapatkan tiga faktor signifikan yakni pendidikan (Sig 0.008), pekerjaan (Sig 0.005) dan lama pemakaian kontrasepsi (Sig 0.001). Faktor pendidikan, pekerjaan, dan lama pemakaian kontrasepsi mempengaruhi responden dalam pemilihan alat kontrasepsi Non MKJP.
Pengaruh geographical inquiry terhadap kemampuan berpikir analitis siswa dalam mata pelajaran geografi kelas XI di MA AL UMM Rimayanti, Ika Nova; Rosyida, Fatiya; Wagistina, Satti; Handoyo, Budi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1279-1287

Abstract

Geographical Inquiry is a mindset with which students can identify geographical phenomena through learning models to train students to think analytically. This research was conducted to know the effect of the geographical research learning model on analytical patterns. The research conducted is included in pseudo-experimental research with two classes, namely the experimental class and the control class, which is in accordance with the results of the UTS scores in the even semester. The subjects in this study were students of grade 11 Social Studies Department 1 as the control class and 11 Social Studies Department 2 as the experimental class at MA AL UMM. Data collection used by researchers is pre-test and post-test testing techniques. The resulting data can be analysed using an independent sample t-test. The results of the analysis obtained from the t-test show that the sig value (2-tailed) of the average Gain Score in the experimental class is 12 while in the control class it is 4.5 The difference in the average Gain Score between the experimental and control groups is 7.5 which means that everyone increase in variable X (geographical inquiry model), the value of variable Y (learning outcomes) will increase. So, the experimental class has a more excellent average than the control class, so Ho is rejected. It can be concluded that learning geographical inquiry has an effect on the geographical analytical thinking of Grade 11 social studies students at MA AL UMM. Geographical Inquiry merupakan pola pikir yang dengannya siswa dapat mengidentifikasi fenomena geografis melalui model pembelajaran sehingga dapat melatih siswa untuk berpikir analitis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar tahu akan pengaruh model pembelajaran penelitian geografi pada pola analitis. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian eksperimen semu dengan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang sesuai dengan hasil nilai UTS pada semester genap. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 11 Jurusan IPS 1 sebagai kelas kontrol dan 11 Jurusan IPS 2 sebagai kelas eksperimen di MA AL UMM. Pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik pre-test dan post-test testing. Data yang dihasilkan dapat dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis yang didapatkan dari uji-t menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) hasil rata-rata Gain Score pada kelas eksperimen adalah 12 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 4,5 Selisih rata-rata Gain Score antara kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 7,5 yang artinya setiap kenaikan satu variabel X (model geographical inquiry) maka nilai variabel Y (hasil belajar) akan naik. Sehingga kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih besar dari kelas kontrol, sehingga Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran penelitian geografi berpengaruh terhadap pemikiran analitik geografis siswa Kelas 11 Jurusan IPS di MA AL UMM.
Pengaruh model guided discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada submateri analisis dampak lingkungan dalam proses pembangunan A’yun, Syafuroh Qurroti; Utomo, Dwiyono Hari; Soekamto, Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1288-1295

Abstract

The guided discovery learning model fosters high curiosity so that students play an active role in learning. This study aims to determine whether the guided discovery learning model affects students' critical thinking skills in analyzing environmental impacts in the development process. This type of research is a quasi-experiment using a pre-posttest control group design. The research subjects were social studies students of class XI SMAN 1 Dampit totaling 56 (27 experimental and 29 control class students). The instrument was an essay test question. Data analysis used the Mann-Whitney test from the resulting N-Gain value. Data analysis showed that the Sig value (2-sided) was 0.000 less than 0.05. The guided discovery learning model significantly affected students' critical thinking skills on the sub-material of environmental impact analysis in the development process. Model pembelajaran guided discovery learning menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran guided discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada submateri analisis dampak lingkungan dalam proses pembangunan. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment menggunakan pre-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa IPS kelas XI SMAN 1 Dampit yang berjumlah 56 siswa (27 siswa kelas eksperimen dan 29 siswa kelas kontrol). Instrumen berupa soal tes esai. Analisis data menggunakan uji mann whitney dari nilai N-Gain yang dihasilkan. Analisis data menunjukkan bahwa nilai Sig (2-sided) adalah 0,000 kurang dari 0,05 sehingga model guided discovery learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. pada submateri analisis dampak lingkungan dalam proses pembangunan.
Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap pemahaman siswa pada mata pelajaran geografi Marshanda, Umi Fadhila; Sumarmi, Sumarmi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1296-1302

Abstract

One of the issues in teaching is the lack of student understanding. This investigation seeks to ascertain whether the Discovery Learning approach to learning has an effect on the comprehension of social studies students in class XI at SMAN 9 Malang City. Using a posttest-only group design, a quasi-experimental approach was used in this investigation. The experimental class was chosen, and the control class was chosen using a purposive sampling technique. In this study, various methods of data analysis were employed, including reliability tests, normality tests, validity tests, and non- parametric tests. The treatment given to the Discovery Learning learning model appears to have an impact on students' comprehension of the environmental impact analysis content, according to research findings. Drawing conclusions from the research results based on descriptive analysis calculations where the average control class is 70.14 while the experimental class has an average of 79.75. In addition, the results of the non-parametric test are also the reason for making a decision which Asymp. Sig value. (2-tailed) is 0.000 less than 0.05, it can be concluded that the research hypothesis is accepted. Salah satu masalah dalam pengajaran adalah kurangnya pemahaman siswa. Penelitian ini berusaha untuk memastikan apakah pendekatan pembelajaran Discovery Learning berpengaruh untuk membantu pemahaman siswa kelas XI IPS SMAN 9 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa posttest-only group design dengan metode quasi experiment. Kelas eksperimen dipilih, dan kelas kontrol dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini digunakan berbagai metode analisis data, antara lain uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji nonparametric. Hasil dari pengolahan data, mengatakan bahwa pemahaman siswa terhadap materi analisis mengenai dampak lingkungan dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran Discovery Learning di kelas eksperimen. Pengambilan kesimpulan dari hasil penelitian berdasarkan perhitungan analisis deskriptif dimana rata-rata kelas kontrol 70,14 serta kelas eksperimen memiliki rata-rata 79,75. Selain itu hasil dari uji non-parametrik juga menjadi alasan dari pengambilan keputusan yang mana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan hipotesis penelitian diterima.
Pembelajaran digital geografi melalui articulate storyline pada materi mitigasi bencana longsor Safitri, Wilis Sukma; Soekamto, Hadi; Irawan, Listyo Yudha; Sumarmi, Sumarmi; Pertiwi, Ella
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i11p1303-1315

Abstract

This development research aims to produce a digital learning media product based on an articulate storyline of landslide disaster mitigation material. Development is carried out using the ADDIE model, which focuses on the ADD (Analysis, Design, and Development) stage. The results of the learning media validation obtained a feasibility value of 87 percent in terms of material, 93 percent in terms of learning media, and 75 percent in terms of language. Overall the average value obtained is 85 percent which is included in the very decent classification. In addition, the results of learning media trials conducted on students in terms of appearance, material, and language showed an average value of 97 percent which was classified as very feasible. Not only that, the superior components of learning media in the form of student activities in the form of independent exploration and earth studios, pop-up menus, and a combination of video and audio also get very decent ratings. This makes articulate storyline-based digital learning media suitable for use and implementation in learning activities. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk media pembelajaran digital berbasis articulate storyline pada materi mitigasi bencana longsor. Pengembangan yang dilakukan menggunakan model ADDIE yang difokuskan pada tahap ADD (Analysis, Design, and Development). Hasil validasi media pembelajaran mendapatkan nilai kelayakan sebesar 87 persen dari segi materi, 93 persen dari segi media pembelajaran dan 75 persen dari segi bahasa. Secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 85 persen yang masuk pada klasifikasi sangat layak. Selain itu, hasil uji coba media pembelajaran yang dilakukan kepada siswa dari segi tampilan, materi dan bahasa menunjukkan diperoleh nilai rata-rata sebesar 97 persen yang masuk klasifikasi sangat layak. Tidak hanya itu, komponen unggulan pada media pembelajaran berupa kegiatan siswa berupa eksplorasi mandiri dan earth studio, pop-up menu serta kombinasi video dan audio juga mendapatkan penilaian sangat layak. Hal tersebut menjadikan media pembelajaran digital berbasis articulate storyline telah layak digunakan dan diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 10