cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 369 Documents
Pengembangan bahan ajar digital berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) pada sub materi mitigasi bencana alam di Indonesia Indana Zulfiya; Sumarmi Sumarmi; Satti Wagistina; Fatiya Rosyida
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p828-848

Abstract

Teaching materials are essential in teaching and learning activities that help students achieve learning goals. STEM-based teaching materials can support geography learning, encouraging students to solve problems actively, creatively, and innovatively because they use various scientific perspectives. The aim of this research is to produce STEM (science, technology, engineering, and mathematics)-based digital teaching material development products in the sub-material natural disaster mitigation in Indonesia. The development research model uses the ADDIE procedure and is limited to the development stage, which focuses on making product development. The quality of teaching materials is measured by the level of validity and feasibility when used in learning. Based on the results of the assessment by experts, it proves that digital teaching materials are very valid for use in learning. The feasibility test that has been carried out on geography teachers and 32 class XII students at MAN Batu City states that the development product is very feasible to use. Based on the results of this study it can be concluded that STEM-based digital teaching materials with a high level of feasibility can be used for learning Geography. Bahan ajar adalah komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Bahan ajar berbasis STEM dapat menunjang pembelajaran geografi yang mampu mendorong siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan aktif, kreatif, dan inovatif dikarenakan menggunakan berbagai sudut pandang keilmuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menghasilkan produk pengembangan bahan ajar digital berbasis STEM (science, technology, engineering, and mathematic) pada sub materi mitigasi bencana alam di Indonesia. Model penelitian pengembangan menggunakan prosedur ADDIE dan dibatasi sampai tahap development yang fokus pada pembuatan produk pengembangan. Kualitas bahan ajar diukur dari tingkat validitas dan kelayakan jika digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli membuktikan bahwa bahan ajar digital sangat valid untuk digunakan dalam pembelajaran. Uji kelayakan yang telah dilakukan pada guru geografi dan 32 siswa kelas XII di MAN Kota Batu menyatakan bahwa produk pengembangan sangat layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bahan ajar digital berbasis STEM dengan tingkat kelayakan yang tinggi dapat digunakan untuk pembelajaran Geografi.
Representasi kekerasan seksual terhadap perempuan dalam Film “2037” (studi analisis semiotika Ferdinand de Saussure) Ika Amiliya Nurhidayah; Syamsul Bakhri; M. Achwan Baharuddin
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p849-858

Abstract

One of the developments in communication technology that occurs today is the presence of various communication channels or 'media' in the process of delivering ideas, messages, or ideas. The variety of communication media has become the most effective method today in the formation of a person's point of view and behavior. In this study, researchers are interested in making one of the three types of communication media, namely audio-visual communication media in the form of films. Film is claimed to be a mass media that has a dominant influence than other media, this is due to the influence of psychology on films which is fundamental in the formation of opinions and people's psyche. Researchers are interested in examining a film entitled "2037" as a medium of representation of sexual violence against women. This study aims to identify signs or symbols that represent sexual violence against women in the 2037 film using Ferdinand de Saussure's semiotic theory as his analysis knife. The method applied in this study is qualitative with a data analysis model using semiotic analysis by Ferdinand de Saussure, which is based on signifiers and signified. The results and discussion showed that there were three types of sexual violence against women represented in the film "2037" based on markers and markers that had been found, including forced marriage, verbal abuse, and sexual harassment. Salah satu perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi saat ini adalah hadirnya alat saluran komunikasi atau 'media' yang beragam dalam proses penyampaian ide, pesan, ataupun gagasan. Beragamnya media komunikasi telah menjadi metode paling efektif saat ini dalam pembentukan sudut pandang dan perilaku seseorang. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk menjadikan salah satu dari ketiga jenis media komunikasi tersebut yaitu media komunikasi audio-visual berupa film. Film diklaim sebagai media massa yang memiliki pengaruh dominan daripada media lain, hal tersebut disebabkan karena adanya pengaruh psikologi pada film yang fundamental dalam pembentukan opini dan jiwa masyarakat. Peneliti tertarik untuk mengkaji sebuah film berjudul "2037" sebagai media representasi dari kekerasan seksual terhadap perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tanda-tanda atau simbol-simbol yang merepresentasikan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam film 2037 dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure sebagai pisau analisisnya. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model analisis data menggunakan analisa semiotika oleh Ferdinand de Saussure yang berprinsip pada penanda (signifier) dan pertanda (signified). Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya 3 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan yang direpresentasikan dalam film "2037” berdasarkan penanda dan petanda yang telah ditemukan, diantaranya adalah pemaksaan perkawinan, pelecehan verbal, dan pelecehan seksual.
Studi komparasi model guided discovery learning dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p859-870

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model in Geography subjects in high school. The ability to think analytically is essential for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest-only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously, the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning model. This was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 less than 0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem-Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1, which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While practical class 2 which received the learning treatment with the Problem-Based Learning Model, obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in practical class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Video scribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management are required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001 kurang dari 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Komparasi model guided discovery dan model guided inquiry: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Anggun Faradila Sandi; Hadi Soekamto; Syamsul Bachri; Yuswanti Ariani Wirahayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p871-879

Abstract

One of the Importance of analytical thinking skills is needed on 21st-century learning and is a higher order thinking ability required in the 20133 curriculum. So this ability is needed in geography learning to prepare students to face everyday life's challenges. Efforts to influence it can be done through guided discovery learning and guided inquiry learning. The two models require students to actively participate in learning activities in order to acquire analytical thinking skills. This research aims to compare which of the two models is superior for developing analytical thinking skills. Researchers use quasy experiments with design post-test only control group. The research subjects are 11 IPS 1 as experimental class 1 and 11 IPS 2 as experimental class 2. The research sites in SMAN 8 Malang. The students’ analytical thinking skills were measured using 11 essay questions that were valid and reliable. The data analysis using independent sample t-test. The t-test result shows significance 0,034 less than equal to 0,05 so that H0 was rejected, H1 was received. That matter concluded that there is a difference in analytical thinking skills of experimental student one and experimental student two. The result also shows the guided inquiry model is superior to the guided discovery model. The reason is that there is a syntax to formulate a hypothesis on the guided inquiry model so that affects students’ analytical thinking skills. Pentingnya kemampuan berpikir analitis salah satunya dibutuhkan pada pembelajaran abad 21 dan merupakan kemampuan tingkat tinggi yang diperlukan pada kurikulum geografi 2013. Sehingga kemampuan ini dibutuhkan dalam pembelajaran geografi untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Upaya dalam mempengaruhinya dapat dilakukan melalui model guided discovery dan model guided inquiry. Kedua model tersebut menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran guna memperoleh kemampuan berpikir analitis. Tujuan studi ini adalah mengkomparasikan kedua model tersebut mana yang lebih unggul untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Peneliti menggunakan Quasy Experiment dengan Design Posttest Only Control Group. Subjek penelitian adalah siswa kelas 11 IPS 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan 11 IPS 2 sebagai kelas eksperimen 2, adapun lokasi penelitian di SMAN 8 Malang. Kemampuan berpikir analitis siswa diukur dengan 11 soal esai yang telah valid serta reliabel. Analisis Data menggunakan uji independent sample t-test. hasil uji t-test menujukkan signifikansi 0,034 kurang dari sama dengan 0,05 sehingga H0 ditolak, H1 diterima. Hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa eksperimen 1 dan siswa Eksperimen 2. Hasil juga menjukkan model guided inquiry lebih unggul dibandingkan model guided discovery. Penyebabnya adalah terdapat sintak merumuskan hipotesis pada model guided inquiry sehingga lebih mempengaruhi kemampuan berpikir analitis siswa.
Pengembangan media pembelajaran Majalah Inspiratif Sejarah (Manis) pada materi peran Raden Tumenggung Sosrokusumo I dalam islamisasi masyarakat Kabupaten Nganjuk Tahun 1830-1832 M Didit Ditya Fritambiradi; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p880-892

Abstract

This study aims to develop learning media in the form of an inspirational historical magazine 'MANIS' on the material of the role of Raden Tumenggung Sosrokusumo I in the Islamization of the people of Nganjuk Regency in 1830-1832 M in class XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk based on the results of an analysis of the potential and problems of the research subjects. This study uses the Research and Development (R&D) method with a model developed by Sugiyono, covering potentials and problems, collecting data, product design, design validation, design revision, product trials, product revisions, usage trials, product revisions and mass production. However, this research and development only used nine of the ten steps of the procedural model. The analysis technique in this study uses qualitative analysis and quantitative descriptive. Based on the data validation results, 95 percent was obtained for material validation and 90 percent for media validation, while the small group trial obtained 74.8 percent and the large group trial obtained 85.3 percent. Based on these percentage values, it can be concluded that historical inspirational magazine learning media are valid and effective as historical learning media in class XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa majalah inspiratif sejarah ‘MANIS’ pada materi peran Raden Tumenggung Sosrokusumo I dalam islamisasi masyarakat Kabupaten Nganjuk tahun 1830-1832 M pada kelas XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk yang berdasarkan hasil analisis potensi dan masalah subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model yang dikembangkan oleh Sugiyono, meliputi potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produksi massal. Penelitian dan pengembangan ini hanya menggunakan sembilan langkah dari sepuluh langkah model prosedural tersebut. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif serta deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil validasi data mendapatkan nilai persentase 95 persen untuk validasi materi dan 90 persen untuk validasi media, sedangkan untuk uji coba kelompok kecil mendapatkan hasil 74,8 persen dan uji coba kelompok besar mendapatkan hasil 85,3 persen. Berdasarkan nilai persentase tersebut mendapatkan kesimpulan bahwa media pembelajaran majalah inspiratif sejarah valid dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran sejarah di kelas XI IPS SMA Diponegoro Nganjuk.
Hambatan serta upaya guru geografi dalam melaksanakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri Kota dan Kabupaten Pasuruan M. Syahidan Wahdin Wijaya; Fatiya Rosyida; Nailul Insani; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p893-905

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic in Indonesia has caused changes in the learning system. This creates obstacles for teachers, students, and guardians of students. The study aimed to obtain various information about barriers and the efforts made by teachers in the bold learning process (on the network) or online at SMAN Pasuruan. The method used in this research is a quantitative descriptive method. The population in the study were geography teachers at SMAN Kota and Kabupaten Pasuruan. The data collection technique used a closed questionnaire of 28 items to determine the obstacles experienced by the teacher and an open questionnaire of 28 items to determine the efforts made by the teacher. Data analysis used a descriptive percentage technique. Based on the results of research conducted, it can be seen that 70 percent of teachers are hampered. The obstacles experienced by teachers are divided into three indicators, namely: 1) learning planning, in learning planning, 26.6 percent of teachers are hampered, 2) learning implementation, in the implementation of learning, 63.3 percent are hampered teachers, 3) learning and learning evaluation in the assessment and evaluation of learning, it is known that 59.9 percent of teachers are hampered. Suggestions for further researchers to use data collection with interviews so that the results obtained are more in-depth and detailed. Kemunculan pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan perubahan sistem pembelajaran. Hal tersebut memunculkan hambatan bagi pengajar, murid, dan wali murid. Tujuan penelitian untuk mendapatkan berbagai informasi tentang hambatan serta upaya yang dilakukan pengajar dalam proses pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online di SMAN Pasuruan. Metode yang dipakai dalam penelitian berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah guru geografi SMAN Kota dan Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dan angket terbuka sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sebesar 70 persen guru yang terhambat. Hambatan yang dialami guru dibagi menjadi tiga indikator, yaitu: 1) perencanaan pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran diketahui sebesar 26,6 persen guru yang terhambat, 2) pelaksanaan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran diketahui sebesar 63,3 persen guru yang terhambat, 3) penilaian dan evaluasi pembelajaran, dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran diketahui sebesar 59,9 persen guru yang terhambat. Saran bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, supaya hasil yang diperoleh lebih mendalam dan detail.
Pengembangan media V-Poldynamics untuk pembelajaran geografi materi antroposfer Muhammad Zainul Muttaqin; Sumarmi Sumarmi; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p906-917

Abstract

Nowadays this learning is highly demanded for media literacy and utilizing technology in learning. Teachers must be able to adapt and utilize technology for an effective learning process. The development of V-Poldynamics learning media was carried out, there were deficiencies in the use of media during the direct learning process, especially material regarding population quality, human development index and demographic bonus. This research aims to produce video products and the feasibility of V-Poldynamics media in learning. The development research model uses the ADDIE method (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). This research data uses 2 data, namely qualitative and quantitative data. Qualitative data was generated from media experts and material experts. Quantitative data can be obtained from teachers and students from the distribution of criticism, suggestions and responses questionnaires. The results of the material expert validation stage which consists of 5 aspects of the assessment get an average value of 95 percent which indicates that this material is very feasible to use in making the product. The results of the media expert validation stage which consists of 6 aspects of the assessment get an average value of 96 percent which indicates that this media is very feasible to use in learning. Product trial activities were carried out in class XI IPS three MA Al-Ittihad. The results of this product trial received an average percentage value of 95 percent from the assessment of the material aspect, 96 percent of the results from the media aspect, and 89 percent came from the average assessment of teachers and students. The V-Poldynamics learning media is very feasible and can be used in the learning process. Saat ini, guru dituntut untuk memiliki kemampuan literasi media dan penggunaan teknologi pembelajaran. Guru harus mampu menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran yang efektif. Pengembangan media pembelajaran V-Poldynamics dilakukan karena kurangnya pemanfaatan media saat proses pembelajaran terutama materi kualitas penduduk, indeks pembangunan manusia dan bonus demografi. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk video dan kelayakan media V-Poldynamics dalam pembelajaran. Model penelitian pengembangan menggunakan metode ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian ini memakai 2 data yaitu data kualitatif serta kuantitatif. Data kualitatif dihasilkan dari para pakar media dan pakar materi. Data kuantitatif diperoleh dari guru dan peserta didik melalui persebaran angket kritik, saran dan tanggapan. Hasil dari tahap validasi pakar materi yang terdiri dari 5 aspek penilaian mendapat nilai rata-rata 95 persen, menunjukkan bahwa materi ini sangat layak digunakan dalam pembuatan produk tersebut. Hasil dari tahap validasi pakar media yang terdiri dari 6 aspek penilaian mendapat nilai rata-rata 96 persen, menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan uji coba produk dilakukan di kelas XI IPS tiga MA Al-Ittihad. Dari hasil uji coba tersebut, penilaian aspek materi mendapat nilai rata-rata 95 persen, 96 persen dari aspek media, dan penilaian rata-rata penilaian guru dan peserta didik sebesar 89 persen. Media pembelajaran V-Poldynamics tersebut dapat dikatakan sangat layak serta bisa dipergunakan pada proses pembelajaran.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Inaisya Putri Hartono; Yusuf Suharto; Alfi Sahrina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p918-931

Abstract

One of the essential skills in 21st-century learning is critical thinking skills. Critical thinking skills can be developed by using problem-based learning model. The low critical thinking ability of students is caused by teacher-centered learning. The problem-based learning (PBL) model is one way to enhance critical thinking skills. This research aims to investigate the effect of PBL model on the critical thinking skills of SMAN 1 Dander. Students of grades XI Sosial 1 were set as the experimental class and XI Social 2 were set as control class to perform a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group design. A total of 10 essay questions based of indicator of critical thinking skills were used as the research instrument. The results revealed that the gain score achieved by the experimental class was higher than the control class by 40.9 percent and 3.3 percent. Independent sample t-test data analysis technique was used in this research with a significance value of 0.00 less than 0.05 and the average value of experimental class was higher than the control class indicating that PBL model had an effect on students’ critical thinking skills, specifically on the topic of “Types and Natural Disaster Countermeasures”. Salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat kepada guru (teacher centered). Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Dander kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal essay dengan jumlah 10 soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, gain score kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu 40,9 persen dan 3,3 persen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah independent sample t-test dengan nilai signifikansi 0.00 kurang dari 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol sehingga dalam hal ini model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi jenis dan penanggulangan bencana alam.
Pengaruh usia dan latar belakang pendidikan guru terhadap keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran Robby Hilmi Rachmadian; Sephia Nanda Setyaningrum; Zumarotul Azifah; Suci Nurhijjah; Septian Alfa Risky Pratama; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The teacher's ability to present quality and professional learning influences the success of learning for students as a whole. The skill of carrying out variations in learning is a skill related to the ability of the teacher either intentionally or spontaneously, this is done so that it can stimulate and increase the attention of students during learning. This study uses a descriptive quantitative method, this relates to data collection in the form of numerical data supplemented with descriptive explanations. Descriptive statistics are a method of compiling and presenting data in the form of tables or graphs which then measure statistical values. The data source for this research is the results of observations of teaching and learning activities carried out by teachers using the skills of making variations. This study aims to determine the effect of the teacher's age on the use of skills in carrying out learning variations. The results of this study are t count more than t table (2.364 more than 2.028) and significance less than 0.05 (0.025 less than 0.05) then Ho is rejected. So the teacher's age and the teacher's last education influence the skills of carrying out learning variations. Basically, it can be concluded that the skills of carrying out variations in learning are influenced by many other factors, such as the skills of teachers in teaching, situations and conditions during learning, and student characteristics. Kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan profesional berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran kepada peserta didik secara keseluruhan. Keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran merupakan sebuah keterampilan yang berkaitan dengan kemampuan guru baik yang dilakukan secara sengaja maupun secara spontan, hal tersebut dilakukan agar dapat memacu serta meningkatkan perhatian peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, hal ini berkaitan dengan pengumpulan data yang berupa data numerik yang dilengkapi dengan penjelasan secara deskriptif. Statistik deskriptif merupakan metode menyusun serta menyajikan data dalam bentuk tabel atau grafik yang selanjutnya mengukur nilai-nilai statistiknya. Sumber data penelitian ini adalah hasil observasi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan keterampilan mengadakan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara usia guru terhadap penggunaan keterampilan mengadakan variasi pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah nilai t hitung lebih dari t tabel (2,364 lebih dari 2,028) dan signifikansi kurang dari 0,05 (0, 025 kurang dari 0,05) maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh usia guru dan pendidikan terakhir guru terhadap keterampilan mengadakan variasi pembelajaran. Pada dasarnya bisa diambil kesimpulan bahwa keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti keterampilan guru dalam mengajar, situasi dan kondisi saat pembelajaran, dan karakteristik siswa.
Pengembangan video podcast sebagai media pembelajaran geografi pada materi permasalahan dinamika kependudukan di SMA Negeri 1 Tempeh Farah Nurin Shabrina; Fatiya Rosyida; Ifan Deffinika; Budijanto Budijanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital learning media is an example of the integration of science and technology in learning. This research was conducted because it saw the need for learning media that was not optimal in the population dynamics problem material which contains complex population problems and requires media visualization so that students can easily understand the lesson. One of the problems of rampant population dynamics is early marriage, which is done by high school-aged adolescents so that the material for early marriage is representative with high school students. Based on the needs analysis, 97 percent of students considered that early marriage material was more optimally discussed through media in the form of videos equipped with expert speakers in their fields so that the material delivered was valid and trustworthy. This study aims to produce learning media products for population dynamics problems using Video Podcasts. The role of Podcasts in geography can be a medium to discuss trending public issues. The development model used is ADDIE. The product development generated a Video Podcast learning media product equipped by speakers from the Population and Civil Registration Service of Lumajang Regency as experts to discuss the issue of early marriage. Validation tests from both experts revealed that the product was worth testing with minor revisions. The trials were conducted on 30 class XII IPS 3 SMA Negeri 1 Tempeh students. The results of the media trial obtained a score of 77,83 percent which showed that the criteria were very effective and could be used in the geography subject. Researchers are further advised to apply Video Podcast learning media to other sub-materials, except for materials containing formulas and calculations. Media pembelajaran digital merupakan salah satu contoh integrasi IPTEK dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena melihat kebutuhan media pembelajaran yang belum optimal pada materi Permasalahan Dinamika Kependudukan yang memuat permasalahan kependudukan yang kompleks dan membutuhkan visualisasi media agar siswa mudah memahami materi. Salah satu permasalahan dinamika kependudukan yang marak terjadi adalah pernikahan dini, dimana hal ini dilakukan oleh remaja usia SMA sehingga materi pernikahan dini representatif dengan siswa SMA. Berdasarkan analisis kebutuhan, 97 persen siswa menilai bahwa materi pernikahan dini lebih optimal dibahas melalui media berupa video dilengkapi dengan narasumber ahli dalam bidangnya sehingga materi disampaikan valid dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran untuk materi Permasalahan Dinamika Kependudukan menggunakan Video Podcast. Peran Podcast dalam geografi dapat menjadi media untuk membahas permasalahan publik yang sedang tren. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Hasil pengembangan berupa produk media pembelajaran Video Podcast yang dilengkapi oleh narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang sebagai ahli untuk membahas permasalahan pernikahan dini. Uji validasi dari kedua ahli mengungkapkan bahwa produk layak untuk diujicobakan dengan revisi kecil. Uji coba dilakukan pada 30 siswa kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Tempeh. Hasil uji coba media memperoleh skor sebesar 77,83 persen yang menunjukkan kriteria sangat efektif dan dapat digunakan dalam pembelajaran geografi. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengaplikasikan media pembelajaran Video Podcast pada sub materi yang lain, kecuali materi yang mengandung rumus dan perhitungan.