cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 369 Documents
Efektivitas model project based learning dengan pembelajaran outdoor dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik pada materi mitigasi bencana alam Ardianto Rose; Sumarmi Sumarmi; Andi Irwan Benardi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p717-725

Abstract

Human activity is one of the primary triggers for environmental degradation in Indonesia. The level of disaster risk in an area can be affected by environmental damage that occurs in that area. In order to minimize the occurrence of natural disasters caused by human intervention, concern for the environment needs to be increased. For this reason, it is necessary to apply environmentally sound learning models and methods, which are expected to be able to increase students' environmental care attitudes. This research was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the Project Based Learning model with outdoor learning to increase the environmental care attitude of class XI students in geography learning on disaster mitigation material. The type of approach applied in this research is quantitative, with the research method in the form of quasi-experiments. By conducting a mean compare test through an independent sample t-test in both groups, a significance value of 0.829 was obtained. A significance value that is much greater than 0.05 illustrates that the experimental learning models and methods can improve students' environmental care attitudes. Based on these findings, it can be concluded that the use of project-based learning models with outdoor learning has proven effective in increasing students' awareness of the environment, especially in material that discusses natural disaster mitigation in geography learning. Aktivitas manusia adalah salah satu pemicu utama terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Indonesia. Tingkat resiko kejadian bencana di suatu wilayah dapat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut. Demi meminimalisir terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh campur tangan manusia maka kepedulian terhadap lingkungan perlu ditingkatkan. Untuk itu diperlukan penerapan model dan metode pembelajaran berwawasan lingkungan yang diharapkan mampu meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan model Project Based Learning dengan pembelajaran outdoor dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik kelas XI pada pembelajaran geografi materi mitigasi bencana. Jenis pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode penelitian berupa eksperimen semu. Dengan melakukan uji compare mean melalui uji independent sample t-test di kedua kelompok diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,829. Nilai signifikasi yang jauh lebih besar dari 0,05 menggambarkan bahwa model dan metode pembelajaran yang dieksperimenkan dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan penggunaan model project-based learning dengan pembelajaran outdoor terbukti efektif untuk meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan khususnya pada materi yang membahas mitigasi bencana alam dalam pembelajaran geografi.
Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi di SMAN 1 Kademangan Rinanda Dwi Cahya; Yusuf Suharto; Nailul Insani
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p726-740

Abstract

This study aims to improve analytical thinking skills in geography subjects in class XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar using the Discovery Learning learning. This research is a Class Action Research. This type of research aims to overcome problems that are in the classroom that have been observed before. The students targeted by the study were in class XI IPS 2 with the number of students, namely 34 students, with the number of men 11 and women 23 students. Data collection techniques use primary data obtained from the implementation of actions. Research instruments used in the form of test questions and field records. The data analysis used is to compare the average score of students' analytical thinking skills The average result of the analytical thinking skills test score in cycle I was 64 while in cycle II it was 83 so that it increased the score by 19 with a percentage of 29.6875%. Conclusions from the results of the study reveal that the application of Discovery Learning can improve students' analytical thinking skills. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi di kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jenis penelitian ini yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang berada di dalam kelas yang sudah di observasi sebelumnya. Siswa yang menjadi sasaran penelitian berada di kelas XI IPS 2 dengan jumlah siswa yaitu 34 siswa, dengan jumlah laki-laki 11 dan perempuan 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah dengan membandingkan skor rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa. Hasil rata-rata skor tes kemampuan berpikir analitis pada siklus I adalah 64 sedangkan pada siklus II yaitu 83 sehingga mengalami peningkatan skor sebesar 19 dengan presentase 29.6875%. Kesimpulan dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa.
Model Problem Based Learning berbantuan video berita: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa SMA Fetricia Fetricia; Hadi Soekamto; Djoko Soelistijo; Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p741-752

Abstract

Critical thinking skills are important for students to solve problems in daily life. The PBL model assisted by news based on video is one of the learning models that in accordance with the demands of curriculum 2013 to improve student's critical thinking skills. This study aims to determine whether or not there is an effect of the PBL model assisted by news based on video for critical thinking skills of high school students. This research is a quasi-experiment by applying a post-test only control group design. The subjects in this study amounted to 66 peoples. Dataa analysis using independentt sample t-test with test results known to be 0.023 less than 0.05, then H0 is rejected and H1 is accepted. The results show that there is an effect of the PBL model assisted by news based on video on the critical thinking skills of high school students. Researchers also compared the average scores of critical thinking skills tests by gender. The resultss showed that the average score of female students was higher than the male students. The reason is the cognitive abilities, problem solving and motivation of female studentss are higher than male students. Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki siswa untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari. Model PBL berbantuan video berita merupakan salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh model PBL berbantuan video berita terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menerapkan post-test only control group design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 66 orang. Analisis dataa menggunakan independentt sample t-test dengan hasil pengujian diketahui 0,023 kurang dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model PBL berbantuan video berita terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Peneliti juga membandingkan nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis berdasarkan gender. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Penyebabnya yaitu kemampuan kognitif, pemecahan masalah dan motivasi siswaa perempuan lebih tinggii dibandingkan siswa laki-laki.
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa berbasis penilaian autentik Muhammad Rifai; Dwiyono Hari Utomo; I Komang Astina; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p753-759

Abstract

The use of learning models is influential on the success of student learning. Problem-Based Learning learning model can familiarize students to utilize their thinking potential in solving a problem by providing knowledge or experience information to each other. The problem-based learning model based on authentic assessment makes learning activities more meaningful and allows improving learning outcomes because student development becomes more measurable. This research is experimental research using Post-test Control Group Design. The population of this study were students of 1 Lawang Senior High School. The research sample was taken using a random sampling technique to obtain two classes as samples, namely class XI IPS 1 as the experiment and class XI IPS 2 as the control. The data collection methods used were observation, documentation, and tests. This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) learning model on student learning outcomes based on authentic assessment Based on the results of the study using the t-test, it was found that the cognitive learning outcomes of the experimental class were significantly different from the control class. The results of the psychomotor and affective domains show that there is a difference between the experimental class and the control class, where the perfect criteria in the experimental class are more than the control class. Based on the analysis of the research results, it can be concluded that the problem-based learning model based on authentic assessment positively affects student learning outcomes. Penggunaan model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning dapat membiasakan siswa untuk memanfaatkan potensi berpikirnya dalam menyelesaikan suatu masalah dengan saling memberikan informasi ilmu atau pengalaman antara satu dengan lainnya. Model pembelajaran problem-based learning berbasis penilaian autentik menjadikan kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan memungkinkan meningkatkan hasil belajar karena perkembangan siswa menjadi lebih terukur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Post-test Control Group Design. Teknik penelitian diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampel sehingga didapatkan dua kelas dengan kriteria yang sama, yaitu kelas XI IPS 5 sebagai eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi dokumentasi, dan tes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa berbasis penilaian autentik. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji t di dapati bahwa hasil belajar kognitif kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan kelas kontrol. Hasil ranah psikomotorik dan afektif menggunakan uji Man Whitney U menunjukan ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis penilaian autentik berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Proyeksi pertumbuhan penduduk dan ketahanan pangan beras di Kota Malang Tahun 2020–2045 Ahmad Wildan Hamdani; Budijanto Budijanto; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p760-772

Abstract

Food security that occurs in Malang City occurs because the population in Malang City is large with the availability of a narrow area so that problems arise in the form of increasing food needs every year and decreasing food production capabilities in the form of rice. In 2020 Malang City has a population of 843,810 people and an area of 145.3 km2 with a density level in Malang City of approximately 7,949 people/km2. The high demand for food in Malang City is not accompanied by a qualified regional production due to the conversion of land into housing. In doing this calculation using projections to determine the growth and population in the city of Malang, and to determine the need for rice using a spectrum application so that the results of the need and availability of rice in the city of Malang can be seen from year to year. The results were that Malang City experienced a large rice deficit due to the high demand of its residents, in 2020 the rice deficit reached 40,243 tons of rice and the city of Malang only produced 6,740 tons of rice for production within its territory. Therefore, Malang City needs rice support from the surrounding area which has a very large rice production, namely from the districts around Malang. Ketahanan pangan yang terjadi di Kota Malang terjadi karena penduduk di Kota Malang yang banyak dengan ketersediaan wilayah yang sempit sehingga munculnya masalah berupa kebutuhan pangan yang meningkat pada tiap tahunnya dan menurunya kemampuan pemenuhan produksi pangan berupa beras. Pada tahun 2020 Kota Malang memiliki penduduk 843.810 jiwa dan luas wilayah 145,3 km2 dengan tingkat kepadatan di Kota Malang kurang lebih mencapai 7.949 jiwa/km2. Kebutuhan pangan di Kota Malang yang tinggi ini tidak dibarengi dengan produksi wilayah yang mumpuni karena alih fungsi lahan menjadi perumahan. Dalam melakukan perhitungan ini menggunakan proyeksi untuk mengetahui pertumbuhan serta jumlah penduduk di Kota Malang, dan untuk mengetahui kebutuhan beras menggunakan aplikasi spectrum sehingga dapat dilihat hasil kebutuhan dan ketersediaan beras di Kota Malang dari tahun ke tahun. Didapatkan hasil berupa Kota Malang mengalami defisit beras yang besar karena kebutuhan yang tinggi dari penduduknya, di tahun 2020 defisit beras mencapai 40.243 ton beras dan kota Malang hanya memproduksi sebesar 6.740 ton beras saja untuk produksi dalam wilayahnya. Oleh sebab itu Kota Malang membutuhkan sokongan beras dari wilayah sekitarnya yang memiliki produksi beras yang sangat besar yakni dari kabupaten-kabupaten di sekitar Malang.
Pemetaan tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Muhammad Sauki Al Farisy; Rudi Hartono; Purwanto Purwanto; Bigharta Bekti Susetyo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p773-783

Abstract

The Wonosalam District, located in Jombang Regency, East Java Province, has a history of multiple landslides in the last 5 years. This is because the district is situated in the Mount Anjasmara Area, part of a steep mountain range, resulting in a distinct geological structure and high slope. This makes the district highly susceptible to landslides, particularly due to its location. To mitigate potential losses from disasters, a mapping of the landslide risk level has been created to proactively address the issue. The landslide risk mapping is based on a geographic information system that incorporates scoring, weighting, and overlay techniques. The scoring and weighting process is in accordance with Perka BNPB No. 2 of 2012, and has been modified to suit the local conditions on the ground. The landslide disaster risk mapping produced results indicating the risk levels in 9 villages in the Wonosalam District. Out of these, Galengdowo, Distance, and Carangwulung Villages were classified as having a medium risk level, while the remaining 6 villages (Wonomerto, Sambirejo, Wonosalam, Panglungan, Wonokerto, and Sumberjo) were considered to have a low risk level. Kecamatan Wonosalam yang terletak di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, memiliki sejarah longsor dalam 5 tahun terakhir. Hal ini karena kabupaten ini terletak di Kawasan Gunung Anjasmara yang merupakan bagian dari rangkaian pegunungan yang terjal, sehingga menghasilkan struktur geologi yang khas dan kemiringan lereng yang tinggi. Hal ini membuat kabupaten ini sangat rentan terhadap tanah longsor, terutama karena lokasinya. Untuk memitigasi potensi kerugian akibat bencana, pemetaan tingkat risiko tanah longsor telah dibuat untuk secara proaktif mengatasi masalah tersebut. Pemetaan resiko tanah longsor didasarkan pada sistem data geografis yang mencampurkan metode skoring, pembobotan, serta overlay. Proses kajian serta pembobotan cocok dengan Perka BNPB Nomor. 2 Tahun 2012, serta sudah dimodifikasi cocok dengan keadaan setempat di lapangan. Pemetaan risiko bencana tanah longsor menghasilkan tingkat risiko di 9 desa di Kecamatan Wonosalam. Dari jumlah tersebut, Desa Galengdowo, Jarak, dan Carangwulung tergolong memiliki tingkat risiko sedang, sedangkan 6 desa lainnya (Wonomerto, Sambirejo, Wonosalam, Panglungan, Wonokerto, dan Sumberjo) tergolong memiliki tingkat risiko rendah.
Pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Geografi di SMAN 2 Sumenep Alfin Dwi Cahyani; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p795-808

Abstract

A skill that is required for students to learn in the 21st century is the ability to think critically. Students must be able to think critically to solve problems in geography class, especially when dealing with social content. Students can master critical thinking with the influence of the Group Investigation learning model, because it can invite students to participate directly in the problem-solving process with investigative activities. This research was conducted to know how much influence the Group Investigation learning model had on students' critical thinking skills in geography at SMAN 2 Sumenep. The experimental research design included pre-test and post-test, and the Independent Sample T test was used to analyze the data. The subjects used were class X IPS 4 being the experimental group treated with the Group Investigation learning model and X IPS 5 being the control group treated with conventional learning. The results obtained in this study indicate that the Group Investigation model treatment has a significant effect, with a significance level of 0.000-0.05. This research can prove that geography students' critical thinking skills can be influenced by the Group Investigation learning model. Suatu keterampilan yang diharuskan dimiliki oleh siswa untuk belajar pada abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Siswa harus mampu berpikir kritis untuk memecahkan masalah di kelas geografi, terutama ketika berhadapan dengan konten sosial. Berpikir kritis siswa dapat kuasai dengan pengaruh model pembelajaran Group Investigation, karena dapat mengajak siswa untuk ikut serta secara langsung dalam proses pemecaan masalah dengan kegiatan penyelidikan. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi di SMAN 2 Sumenep. Rancangan penelitian eksperimen meliputi pre-test dan post-test, dan Independent Sample T test digunakan untuk menganalisis data. Subjek yang digunakan adalah kelas X IPS 4 menjadi kelompok eksperimen dengan perlakuan model pembelajaran Group Investigation dan X IPS 5 menjadi kelompok kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran konvensional. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan model Group Investigation berpengaruh signifikan, dengan tingkat signifikansi 0,000-0,05. Penelitian ini dapat membuktikan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa geografi dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran Group Investigation.
Evaluasi potensi mata air dalam pemenuhan kebutuhan air bersih Desa Baumata Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang Theresia Beatrix Kameo; Didik Taryana; Ike Sari Astuti
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p784-794

Abstract

The need for clean water is needed to meet daily water needssuch as drinking, cooking, bathing, washing, watering plants and others. Sources of clean water used for daily needs in general must meet quantity and quality standards. Geographical conditions, population size, and socio-economic conditions are closely related to the fulfillment of clean water needs and the quantity and quality of clean water in the region. The research location for Baumata Village is in the administrative area of the Taebanu Kupang. This study uses a survey method. In analyzing the potential of the Baumata spring using this method, it is necessary to collect quantity and quality data that aims to evaluate the potential of the spring in fulfilling the need for clean water. From the results obtained by the Baumata spring, namely the quality of the water is appropriate or according to the standard for clean water quality, based on the yield and quantity of water it can meet the needs of clean water based on a yield of 0.0434 m3/liter or equal to 156,240 liters/second. The supply of clean water needs in Baumata village based on research results is fulfilled, it can be seen in the results of Q more than equal to sigma Ka (156,240 more than equal to 117,413) this shows that the spring discharge is sufficient for the clean water needs of the daily/capita population in meeting the clean water needs of individuals in Baumata Village. Kebutuhan akan air bersih sangat di perlukan dalam memenuhi kebutuhan air harian seperti minum, masak, mandi, mencuci, menyiram tanaman maupun lainnya. Sumber air bersih yang digunakan untuk kebutuhan hidup harian secara umum harus memenuhi standar kuantitas dan kualitas. Kondisi geografi, jumlah penduduk, dan sosial ekonomi sangat erat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih, serta kuantitas dan kualitas air bersih pada wilayah tersebut. Lokasi penelitian Desa Baumata berada pada wilayah administrasi Kec. Taebanu Kap. Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survey. Dalam menganalisis potensi mata air Baumata menggunakan metode ini perlu menggumpulkan data kuantitas dan kualitas yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi mata air dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Dari hasil yang didapatkan mata air baumata yaitu kualitas air layak atau sesuai standar baku mutuh air bersih, berdasarkan hasil dan kuantitas air dapat memenuhi kebutuhan air bersih bersadarkan hasil 0,0434 m3/liter atau sama dengan 156.240 liter/detik. Suplai kebutuhan air bersih pada Desa Baumata berdasarkan hasil penelitian terpenuhi, dapat dilihat pada hasil Q lebih dari sama dengan sigma Ka (156.240 lebih dari sama dengan 117.413) hal ini menujukan bahwa debit mata air mencukupi kebutuhan air bersih penduduk harian/kapita dalam pemenuhan kebutuhan air bersih perindividu di Desa Baumata.
Pengaruh penerapan komponen membuka dan menutup pelajaran terhadap keberhasilan pembelajaran Hadi Soekamto; Selfiana Dhenti; Sintha Nuria; Sonia Nabila; Theresya Yozha Delima; Umi Fadhila Marshanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p809-816

Abstract

One of the basic teaching skills that play an important role in the continuity of the teaching and learning process is the skill of opening and closing lessons. The research aims to determine the impact of using fundamental skills to begin and end classes on student learning. Descriptive quantitative research is the type of study being conducted. Interviews and observation logs are two data collection methods. Thirty teachers from various educational institutes made up the samples that were collected. In this study, teaching experience is the independent variable (X), and the ability to start and close lessons is the dependent variable (Y). A simple linear regression test was one of the SPSS tests utilized by the researchers. The significance value (Sign.) for this study, which is greater than 0.05, is 0.577, according to the findings. This seal's foundation is the t value, which is known to be -0.564. This seal is based on the t value: since the t value is known to be -0.564 t table 2.048, it can be concluded that the teaching experience variable (X) has no effect on the opening and closing skills variable (Y). Keterampilan dasar mengajar yang berperan penting terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat bagaimana ada tidaknya pengaruh penerapan keterampilan dasar membuka dan menutup pelajaran terhadap keberhasilan belajar. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik lembar observasi dan wawancara. Sampel berupa 30 guru dengan instansi mengajar yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan variabel bebas (X) yaitu pengalaman mengajar, sementara itu untuk variabel terikat (Y) adalah keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Peneliti menggunakan berbagai uji SPSS salah satunya adalah uji regresi linear sederhana. Hasil dalam perhitungan yang dilakukan dengan diketahui nilai signifikansi (Sign.) diperoleh sebesar 0,577 yang berarti lebih besar dari 0,05. Selain itu, berdasarkan perhitungan nilai (t) diketahui bahwa nilai t hitung adalah -0,564, t tabel 2.048, dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman mengajar (X) tidak berpengaruh terhadap variabel keterampilan membuka dan menutup pelajaran (Y).
Pengembangan modul geografi berbasis pendekatan saintifik pada materi dinamika hidrosfer Muhammad Sultoni; Budijanto Budijanto; Sugeng Utaya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p817-827

Abstract

Learning in the 2013 curriculum scientific learning process through 5 activities: observing, asking, gathering information, associating, and communicating. Modules are one of the teaching materials that can help scientific learning. This study aims to develop a geography module based on a scientific approach to the hydrosphere dynamics material. The development procedure adopts the ADDIE model with five stages of analysis, design, and development, implementation, and evaluation. However, the research and development of this module has only reached the development stage due to limited time, effort and cost. The subjects of this study were experts (material, media, and language) to determine the level of module validity and prospective users (teachers and students) to determine the response to the module. Data collection using a validation questionnaire to obtain quantitative data and qualitative data. The results of the research and development of the module are very valid/feasible to use with a score from the material validator of 91.4 percent, 100 percent media, and 100 percent language. Prospective users (teachers and students) respond to the module, which shows the module "very good" with the total score obtained from the teacher is 100 percent and the student is 88.5 percent. Pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan proses pembelajaran saintifik melalui kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dapat membantu pembelajaran saintifik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan modul geografi berbasis pendekatan saintifik pada materi dinamika hidrosfer. Prosedur pengembangan mengadopsi model ADDIE dengan 5 tahapan analize, design, dan development, implementation, dan evaluation. Namun pada penelitian dan pengembangan modul ini hanya sampai pada tahap develompent dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. Subjek penelitian ini adalah ahli (materi, media, dan bahasa) untuk mengetahui tingkat validitas modul, dan calon pengguna (guru dan siswa) untuk mengetahui respon terhadap modul. Pengumpulan data menggunakan angket validasi, untuk memeroleh data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan modul sangat valid/layak digunakan dengan perolehan skor dari validator materi sebesar 91,4 persen, media 100 persen, bahasa 100 persen. Calon pengguna (guru dan siswa) memberikan respon terhadap modul yang menujukkan modul “sangat baik” dengan jumlah skor yang didapat dari guru sebesar 100 persen dan siswa sebesar 88,5 persen.