cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 275 Documents
Penerapan Metode Kreatif Vocalizing untuk Meningkatkan Keterampilan Bernyanyi pada Ekstrakurikuler Paduan Suara Sekolah Menengah Pertama Karina Pebriani Putri; Hartono Hartono; Yurina Gusanti
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p790-803

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi pada anggota ekstra-kurikuler paduan suara SMP Negeri 2 Wagir, Kabupaten Malang. Penerapan metode kreatif vocalizing dilakukan demi meningkatkan keterampilan bernyanyi terutama dalam menyanyikan lagu-lagu ceremonial. Metode kreatif vocalizing merupakan kegiatan olah vokal yang lebih menyenangkan dan bervariasi. Olah vocal atau yang biasa dikenal dengan vocalizing merupakan kegiatan pemanasan yang dilakukan sebelum bernyanyi agar penyanyi lebih nyaman ketika bernyanyi, mengurangi resiko cedera pita suara, dan dapat memperluas jangkauan range vokal. Peningkatan keterampilan ber-nyanyi dapat dilihat dari penguasaan ketepatan nada, ketepatan partitur, choral sound dan impresi. Jenis Penelitian yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas yang diharapkan dapat meningkat-kan kualitas pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif untuk memaparkan data melalui kalimat dan kuantitatif untuk memaparkan data angka capaian keteram-pilan bernyanyi siswa. Subjek penelitian merupakan peserta ekstrakurikuler paduan suara SMP Negeri 2 Wagir sejumlah 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kreatif vocalizing efektif diterapkan. Tingkat ketuntasan siswa pada tahap Pra-siklus yakni 56 persen, kemudian me-ningkat menjadi 69 persen pada siklus I. Selanjutnya, pada tahap Siklus II ketuntasan siswa terus meningkat mencapai 81 persen. Kata kunci: paduan suara, metode kreatif, ekstrakurikuler The Implementation of Creative Vocal Warm Up to Enhance Singing Skills in Choir Extracurricular in Junior High School This study aims to improve the singing skills of members of the choir extracurricular at SMP Negeri 2 Wagir, Malang Regency. The application of the creative vocal warm up method is carried out to improve singing skills, especially in singing ceremonial songs. Creative vocal warm up method is a more fun and varied vocal activity. Vocal warm up or commonly known as vocalizing is a warm-up activity carried out before singing so that singers are more comfortable when singing, reduce the risk of vocal cord injuries, and can expand the range of the vocal range. The improvement in singing skills can be seen from the mastery of techniques including interpretation, intonation, fidelity to score and impression. Classroom Action Research is the type of research used, which is expected to improve the quality of learning. Research approach used is descriptive qualitative to describe the data through sentences and quantitative to describe the data on the number of students' singing skills achieve-ment. The research subjects were 35 students in the choir extracurricular at SMP Negeri 2 Wagir. The results of the research show that vocalizing creative methods are effectively applied. The level of completeness of students in the Pre-cycle was 56 percent, which then increased to 69 percent in Cycle I. Furthermore, in the final test of Cycle II, student completeness continued to increase, reaching 81 percent. Keywords: choral, creative method, extracurricular
Pergeseran Fungsi Penyajian Tari Terbang Bandung di Sanggar Dharma Budaya Kota Pasuruan Mutiara Ramadhani Putri Supriadi; Robby Hidajat
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p804-813

Abstract

Tari Terbang Bandung mengalami pergeseran bentuk dan fungsi mulai dari awal terbentuknya sampai sekarang. Dulu, kesenian ini dilakukan untuk mendukung perjuangan rakyat. Sedangkan di zaman setelah kemerdekaan, kesenian ini berunsur islami yang digunakan sebagai penguat hubung­an sosial antarmasyarakat muslim. Berdasarkan fakta tersebut, tidak menutup kemungkinan di masa kini Tari Terbang Bandung terus mengalami pergeseran fungsi. Penelitian ini mendeskrip­sikan bentuk pergeseran fungsi Tari Terbang Bandung yang dapat dilihat di Sanggar Dharma Budaya Kota Pasuruan Jawa Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa hasil wawancara dan hasil observasi pementasan yang diselenggarakan oleh Sanggar Dharma Budaya. Untuk memperkuat temuan, dilakukan analisis dokumen berupa video YouTube. Data-data yang telah terkumpulkan dilakukan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian disajikan ke dalam tiga topik: sejarah Tari Terbang Bandung, bentuk penyajian Tari Terbang Ban­dung, dan per­geseran fungsi Tari Terbang Bandung. Terkait dengan pergeseran fungsi, kesim­pulan menun­jukkan bahwa fungsi Tari Terbang Bandung di Kota Pasuruan mengalami pergeseran dari hiburan dan dakwah menjadi hiburan dan pendidikan. Kata kunci: Tari Terbang Bandung; pergeseran fungsi; Pasuruan The Shifting of Function in Terbang Bandung Dance's Performance at the Dharma Budaya Studio, Pasuruan City Terbang Bandung dance has experienced a shift in form and function from its inception until now. In the past, this art was done to support the struggle of the people. Whereas in the post-independence era, this art had Islamic elements which were used to strengthen social relations between Muslim communities. Based on these facts, it is possible that at present the Terbang Bandung dance continues to experience a shift in function. This study describes the form of the shift in function of the Terbang Bandung dance which can be seen at the Dharma Budaya Studio, Pasuruan City, East Java. This re­search method uses a qualitative descriptive approach with data in the form of interview results and results of observations of performances held by the Dharma Budaya Studio. To strengthen the find­ings, an analysis of documents in the form of YouTube videos was carried out. The data that has been collected is triangulated with sources and methods. The results of the research are presented in three topics: the history of the Terbang Bandung dance, the form of presentation of the Terbang Bandung dance, and the shift in the function of the Terbang Bandung dance. Regarding the shift in function, the conclusion shows that the function of the Terbang Bandung dance in Pasuruan City has shifted from entertainment and preaching to entertainment and education. Keywords: Terbang Bandung dance; function shift; Pasuruan
Penggunaan Kamus Hanping Lite untuk Melatih Kemampuan Membaca Bahasa Mandarin Siswa Kelas X SMK Nursyahar Jihan Tuanany; Lilis Afifah; Karina Fefi Laksana Sakti
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p814-826

Abstract

Media pembelajaran yang terbaru, menarik, dan mudah digunakan penting untuk pembelajaran ba-hasa yang efektif di dalam kelas. Sayangnya, pembelajaran bahasa Mandarin di SMK Tumapel Malang masih minim dalam penerapan media pembelajaran dalam kriteria tersebut. Padahal ada aplikasi yang memenuhi kriteria yang mudah diperoleh oleh siswa dan guru bernama Hanping Lite. Aplikasi ini adalah kamus digital bahasa Mandarin yang banyak digunakan karena bisa dioperasikan luring dan memiliki fitur-fitur pendukung yang variatif. Aplikasi ini dapat membantu meningkatkan ke-mampuan membaca bahasa Mandarin siswa. Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan kamus Hanping Lite dalam melatih kemampuan membaca bahasa Mandarin siswa kelas X SMK Tumapel Malang serta respons siswa terhadap penggunaan aplikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa deskripsi proses pembelajaran yang dikumpul-kan secara langsung dari observer melalui lembar observasi dan reaksi siswa yang didapatkan melalui lembar angket dalam bentuk Google Form. Teknik deskriptif kualitatif dipilih oleh peneliti untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil observasi memperlihatkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Hanping Lite untuk latihan kemampuan membaca bahasa Mandarin siswa kelas X SMK Tumapel Malang berjalan dengan lancar dan baik. Berdasarkan hasil angket, siswa menjadi lebih tertarik, bersemangat, dan sangat terbantu saat belajar bahasa Mandarin mengguna-kan aplikasi Hanping Lite. Kata kunci: bahasa Mandarin; kemampuan membaca; Hanping Lite; SMK Tumapel Malang The Use of Hanping Lite Dictionary to Practice Mandarin Reading Skills of Tenth-Grade Vocational High School Students Up-to-date, engaging, and easy-to-use learning media are essential for effective language learning in the classroom. Unfortunately, learning Mandarin at SMK Tumapel Malang is still lacking in the appli-cation of learning media according to these criteria. Even though there is an application that meets the criteria that is easily obtained by students and teachers called Hanping Lite. This application is a digital Chinese dictionary which is widely used because it can be operated offline and has a variety of supporting features. This application can help improve students' reading skills in Mandarin. This study describes the use of the Hanping Lite dictionary in training Chinese reading skills of class X students of SMK Tumapel Malang and the students' responses to using the application. This study uses a qualitative descriptive research method. The data is in the form of a description of the learning process which is collected directly from the observer through observation sheets and student reactions obtained through questionnaires in the form of a Google form. The qualitative descriptive technique was chosen by the researcher to analyze the research data. The observation results show that the learning process using the Hanping Lite application to practice Chinese reading skills for class X students of Tumapel Malang Vocational High School runs smoothly and well. Based on the results of the questionnaire, students became more interested, excited, and greatly helped when learning Mandarin using the Hanping Lite application. Keywords: Mandarin language; reading ability; Hanping Lite; SMK Tumapel Malang
Tradisi Petik Laut sebagai Sumber Ide Pembuatan Motif Batik Tulis Khas Kabupaten Situbondo Nita Dian Faradila; Ponimin Ponimin; Denik Ristya Rini
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p827-845

Abstract

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur, yang memiliki pusat pemerin­tahan di Kecamatan Situbondo. Secara geografis, wilayah ini yang terletak di pesisir utara pulau Jawa. Dari hasil laut yang melimpah di Kabupaten Situbondo itu memiliki tradisi “Petik Laut”. Petik laut merupakan upacara yang dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang. Upacara tersebut bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur nelayan atau masyarakat pesisir pantai atas hasil laut yang melimpah. Pencipta mengambil budaya tersebut untuk dijadikan sebagai motif batik khas dari Kabupaten Situbondo, karena pencipta ingin mengeksplor kebudayaan tersebut dan menambah motif batik Kabupaten Situbondo agar lebih berfariatif. Proses penciptaan ini menggunakan metode kreatif, diawali dengan tahap eksplorasi dengan melakukan wawancara dan observasi, merancang karya, eksplorasi teknik, perwujudan karya dan diakhiri dengan proses analisis karya. Dari konsep tersebut, pencipta memvisualisasikan kepada 6 karya batik tulis yang berukuran 115 × 200cm. Karya batik tulis ini memiliki konsep “Ka’atora saghârâ” diambil dari Bahasa madura yang memiliki arti ‘untuk laut’, enam karya batik tulis bertema tradisi petik laut ini memiliki judul Parao Lajhâr, Sè Utama, Tèra’na Malèm, Dèri Tana, Bighi Kaodi’en, Karapo Macan. Kata kunci: batik tulis; Petik Laut; Situbondo; metode kreatif Tradition of Petik Laut as A Source of Manufacture Ideas Situbondo Regency Special Written Batik Motif Situbondo Regency is one of the areas located in East Java, which has a government center in Situbondo District. Geographically, this area is located on the north coast of the island of Java. From the abundant marine products in Situbondo Regency, it has a tradition of "Petik Laut". Petik laut is a ceremony that has been passed down from generation to generation. The ceremony aims to express the gratitude of fishermen or coastal communities for the abundant marine products. The creators took this culture to be used as a typical batik motif from Situbondo Regency, because the creators wanted to explore this culture and add Situbondo Regency batik motifs to make it more varied. The creation process uses the creativ method starting with the exploration stage by conducting interviews and observations, designing the work, exploring techniques, embodiment of the work and ending with the process of analyzing the work. From this concept, the creator visualizes 6 sized batik creations 115 × 200cm. This written batik work has the concept of "Ka'atora saghârâ" taken from Madura language which means "For the Sea", six written batik works with the theme of the petik laut tradition have the title Parao Lajhâr, Sè Utama, Tèra’na Malèm, Dèri Tana, Bighi Kaodi’en, Karapo Macan. Keyword: batik tulis; Petik Laut; Situbondo; creative method
Pengaruh Penggunaan Media Maze terhadap Kerja Sama Tim dan Kemampuan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Afifah Mutiara Tasya; Muhammad Alfan
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p846-857

Abstract

Faktor yang melatarbelakangi penelitian ini adalah siswa kelas V di MIN 2 Kota Pasuruan memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar, keterbatasan pengetahuan mereka tentang kata-kata bahasa Arab, dan kurangnya kemampuan kerja sama tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi siswa kelas V MIN 2 di Kota Pasuruan dengan media Maze dan kosakata bahasa Arab mereka. Sebanyak 29 siswa kelas V dari MIN 2 Kota Pasuruan dijadikan sebagai partisipan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian praeksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Observasi, wawancara, tes, dan kuesioner adalah beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan. Alat penelitian meliputi angket, tes tertulis, aturan observasi, dan prosedur wawancara. Kuesioner dengan indikator tanggung jawab, kontribusi, dan instruksi digunakan untuk mengeva­luasi kerja sama tim. Sementara itu, pretest dan posttest digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Arab siswa. Setelah perlakuan, temuan penelitian menunjukkan T1 sebesar 58 persen dan T2 sebesar 69 persen. Sebaliknya, kerja sama tim, seperti yang diungkapkan oleh jawaban kuesioner, mendapat skor 91 persen dalam kategori baik menurut tanggapan survei. Hasilnya, dapat disimpul­kan bahwa penggunaan media Maze pada siswa kelas V MIN 2 Kota Pasuruan terhadap kerja sama tim dan kemampuan kosakata bahasa Arab terbukti berpengaruh positif. Kata kunci: media Maze, kerja sama tim, kosakata bahasa Arab The Influence of Using Maze Media on Teamwork and Arabic Vocabulary Ability of Class V Student’s State Islamic Elementary School Background factors for this study are the class V pupils in MIN (State Islamic Elementary School) 2 Pasuruan City's limited access to learning resources, their limited knowledge of Arabic words, and their lack of teamwork abilities. This study aims to determine labyrinth media affects group work and Arabic language skills in Class V MIN 2 Pasuruan City. The study involved 29 students in class V. A one-group pretest-posttest experimental pre-experimental research design was used in this investigation. Tests, interviews, and observation are the methods used to acquire data. The research tools included questionnaires, written tests, observation rules, and interview procedures. In the meantime, the pretest and posttest were used to gauge students' Arabic language abilities. Question­naires with indicators of responsibility, contribution, and instructions were used to evaluate teamwork. After therapy, the study's findings showed a T1 of 58 percent and a T2 of 69 percent. However, 91 percent of respondents rated teamwork as excellent in the questionnaire results, which are known. Thus, it can be said that the employment of labyrinth media to instruct students in Pasuruan City's class V MIN 2 was successful about collaboration and Arabic vocabulary skills has had a favorable impact. Keywords: Maze media, teamwork, arabic vocabulary
Ketergantungan Masyarakat Urban terhadap Dunia Virtual sebagai Ide Penciptaan Seni Digital Berbasis Augmented Reality Zahra izakiyah Rosada; Hariyanto Hariyanto
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p858-873

Abstract

Teknologi informasi saat ini mengambil peran yang penting dalam menjaga keberlangsungan ak-tivitas masyarakat. Tanpa disadari masyarakat urban mengalami ketergantungan dengan dunia virtual dikarenakan sebagian besar aktivitasnya menggunakan dunia virtual sebagai platformnya. Hal tersebut menjadi ide dalam penciptaan karya ini. Objek yang digunakan adalah masyarakat urban yang memiliki ketergantungan pada dunia virtual. Tujuan penciptaaan karya seni ini adalah mendeskripsikan dan memvisualisasikan ide ketergantungan masyarakat urban terhadap dunia virtual menggunakan teknik digital art yang berbasis Augmented Reality. Penciptaan ini mengguna-kan metode SP Gustami yang terdiri dari tiga tahap, yakni tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Proses penciptaan karya ini menggunakan dua perangkat keras, yaitu laptop dan pentablet. Pembuatan sketsa, outlining, pewarnaan, hingga finishing menggunakan software Adobe Photoshop. Sedangkan untuk pembuatan Augmented Reality menggunakan software Unity dalam penciptaam objeknya, dan software Meta Spark Studio untuk menjadikan objek sebagai Augmented Reality. Augmented Reality dapat dilihat melalui platform Instagram Story. Hasil dari penciptaan karya ini berupa enam karya digital painting berbasis Augmented Reality yang masing-masing karyanya dicetak pada media kertas dengan jenis AP 230 doff dengan ukuran 40×50cm. Augmented Reality dapat dilihat melalui sebuah software Instagram Story menggunakan kode QR yang telah disediakan. Seluruh karya dipamerkan untuk diapresiasi pada kegiatan pameran dengan bingkai minimalis. Kata kunci: masyarakat urban; dunia virtual; augmented reality Urban Community Dependence on The Virtual World as An Ideas for Augmented Reality-Based Digital Art Creation Information technology is currently playing an important role in maintaining the continuity of community activities. Unknowingly, urban people are dependent on the virtual world because most of their activities use the virtual world as their platform. This became the idea in the creation of this work. The object used is an urban community that has a dependency on the virtual world. The purpose of creating this work of art is to describe and visualize the idea of urban society's depen-dence on the virtual world using digital art techniques based on augmented reality. This creation uses the SP Gustami method which consists of three stages, including the exploration stage, the design stage, and the embodiment stage. The process of creating this work uses two hardware devices, namely a laptop and a tablet. Sketching, outlining, coloring, and finishing are done in Adobe Photoshop software. Meanwhile, for the manufacture of Augmented Reality, Unity software is used to create the object, and the Meta Spark Studio software is used to make the object an augmented reality. Augmented reality can be seen through the Instagram story platform. The result of the creation of this work is in the form of six digital paintings based on Augmented Reality, each of which is printed on paper media with the type of AP 230 doff with a size of 40×50cm. Augmented Reality can be viewed through an Instagram story software using the QR code provided. All works are exhibited to be appreciated at exhibitions with a minimalist frame. Keywords: urban communities; cyberspace; augmented reality
Analisis Iklan Animasi Khong Guan versi Seboeah Kenangan Manis pada Masa Pandemi dengan Pendekatan Semiotika Charles Sanders Peirce Rohma Ajeng Arianti; Pranti Sayekti; Dhara Alim Cendekia
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p874-898

Abstract

Iklan Khong Guan versi Seboeah Kenangan Manis merupakan iklan berbasis animasi dua dimensi dengan cara penyampaian bergaya anime. Iklan ini pertama kali ditayangkan pada saat pandemi COVID-19 di tahun 2020. Iklan ini sempat menjadi topik yang banyak dibicarakan oleh warganet Indonesia mengenai penggunaan visual bergaya anime yang menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna dari cerita dalam iklan Khong Guan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis se-miotika Charles Sanders Peirce. Hasil temuan dari penelitian ini adalah adanya pergeseran budaya silaturahmi antar masyarakat Indonesia pada saat hari raya Idulfitri di tahun 2020. Pergeseran yang dimaksud berupa perubahan metode atau cara silaturahmi menggunakan media digital. Pergeseran tersebut disebabkan oleh aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dimana peraturan ter­sebut memicu masyarakat untuk tidak melakukan kontak langsung dalam rangka mengurangi penyebaran penyakit akibat pandemi COVID-19. Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya ko­munikasi tanpa harus melakukan kontak atau bertemu langsung. Selain itu, untuk mendukung suasana hari raya Idulfitri biskuit kaleng merah Khong Guan ditemukan juga mempunyai peran se-bagai solusi kesedihan, saksi momen berharga, dan sebagai penghubung antar keluarga. Keywords: iklan animasi; Khong Guan; semiotika Charles Sanders Peirce Analysis of Khong Guan's Animated Advertisement of Seboeah Kenangan Manis During Pandemic Period with Charles Sanders Peirce's Semiotic Approach Khong Guan advertisement version of Seboeah Kenangan Manis is an advertisement based on two-dimensional animation with an anime-style presentation. This advertisement was first aired during the COVID-19 pandemic in 2020. This advertisement had become a topic that was widely discussed by Indonesian netizens regarding the use of anime-style visuals that depicted the condition of Indonesian society. The purpose of this study is to reveal the meaning of the story in this Khong Guan advertisement. This study uses a descriptive qualitative method with Charles Sanders Peirce's semiotic analysis approach. According to the conclusions of this study, there was a shift in the culture of silaturahmi among Indonesian people during the Eid al-Fitr celebration in 2020. The shift in question is in the form of a change in the method or method of silaturahmi using digital media. The Large-Scale Social Restrictions rules were responsible for this transformation. Where these restric-tions require people to avoid direct touch in order to reduce the spread of disease due to the COVID-19 Pandemic. Advances in technology enable communication without the need for physical touch or meeting in person. In addition, to promote the Eid Al-Fitr atmosphere, Khong Guan red canned biscuits were discovered to play a function as a solution to sadness, witnessing priceless moments, and as a liaison between families. Kata kunci: animation advertisement; Khong Guan; Charles Sanders Peirce’s Semiotic
Pendekatan Scientific Learning pada Materi Teknik Bernyanyi Lagu Daerah Buen pada Siswa Kelas VIII di Penajam Paser Utara Anisa Millenia Fadhila; Wida Rahayuningtyas; Tutut Pristiati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p899=911

Abstract

Ketika COVID-19 melanda, pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan baik oleh guru maupun siswa. Dampaknya, proses pelaksanaan pembelajaran menjadi kurang maksimal sehingga berpengaruh pada hasil pembelajaran siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penilaian serta kendala guru dalam pembelajaran teknik bernyanyi lagu daerah Buen menggunakan pendekatan saintifik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuali-tatif berbentuk deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek di dalam penelitian ini adalah guru seni budaya kelas VIII-1 dan peserta didik kelas VIII-1 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Validasi keabsahan hasil penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, (1) tahap perencanaan, lima kegiatan pokok scientific learning dilakukan berdasarkan langkah-langkah sintaks Problem Based Learning; (2) tahap pelaksanaan, lima kegiatan pokok scientific learning terlihat dalam kegiatan pembelajaran dan dilak-sanakan sebanyak tiga kali pertemuan; (3) pada tahap penilaian atau evaluasi pembelajaran, ter-dapat penilaian dari segi pengetahuan, keterampilan juga sikap; dan (4) kendalanya yaitu kurang-nya waktu pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap lagu daerah Buen. Kata Kunci: pendekatan saintifik; lagu daerah; pembelajaran teknik bernyanyi A Scientific Learning Approach to the Singing Material of Buen Regional Song for Grade VIII Students' at Penajam Paser Utara When COVID-19 hit, learning could not be done properly by teachers and students. As a result, the learning implementation process becomes less than optimal, affecting student learning outcomes. This study aims to analyze the planning, implementation, assessment, and teacher constraints in learning Buen regional song singing techniques using a scientific approach. The research method used is a qualitative method in descriptive form. Data collection through interviews, observation, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation and conclusions. The subjects in this study were cultural arts teachers of grade VIII-1 and students of grade VIII-1 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Validate the validity of this study’s results using source and method triangulation. The results of this study show that (1) planning stage, five main activities of scientific learning are carried out based on the syntax steps of Problem-Based Learning; (2) implementation stage, five main activities of scientific learning are seen in learning activities and carried out as many as three meetings; (3) at the stage of assessment or evaluation of learning, there is an assessment in terms of knowledge, skills as well as attitudes; and (4) the obstacle is the lack of learning time and students' understanding of Buen folk songs. Keyword: scientific approach; folk songs; learning singing techniques
Kaligrafi Arab Selawat Asy-Syifa sebagai Objek Penciptaan Karya Seni Lukis Dekoratif Hasbi Rahman; Triyono Widodo; Swastika Dhesti Anggraini
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p912-930

Abstract

Seni Kaligrafi Arab merupakan sebuah media ekspresi sekaligus menjadi syiar kesenian Islam. Unsur yang membagun dalam seni kaligrafi yaitu bentuknya yang baik dan indah juga mengandung sebuah ungkapan pengalaman artistik dari seniman. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya seni ini adalah teori Alma Hawkins yang dimulai dengan tahap eksplorasi, yakni penggalian informasi terhadap fenomena pada lingkungan kelurahan gading kasri, kecamatan Klojen, kota Malang tentang sikap warga terhadap pandemi COVID-19. Dari hasil informasi, ditetapkan sebuah ide gagasan untuk diekspresikan ke dalam karya seni kaligrafi. Hasil proses kreatif tersebut berupa enam karya lukis kaligrafi gaya dekoratif dan stilasi objek jenis khat tsuluts, riq’ah dan kufi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penciptaan karya lukis kaligrafi yang terinspirasi dari lafaz selawat Asy-Syifa sebagai objek karya lukis bergaya dekoratif, proses produksi karya lukis kaligrafi dekoratif yang terinspirasi dari lafaz selawat Asy-Syifa, serta hasil karya berupa lafaz selawat Asy-Syifa dalam bentuk lukisan kaligrafi dekoratif dalam bentuk penyajian beserta analisisnya. Kata kunci: seni, kaligrafi, lukis dekoratif Asy-Syifa Arabic Calligraphy as An Object of The Creation of Decorative Painting Works Arabic calligraphy art is a medium of expression as well as a symbol of Islamic art. The elements that build in the art of calligraphy, namely its good and beautiful shape, also contain an expression of the artist's artistic experience. The method used in Creation uses Alma Hawkins' theory which begins with the Exploration Stage, namely gathering information on phenomena in the Gading Kasri sub-district environment, Klojen sub-district, Malang city regarding residents' attitudes towards the COVID-19 pandemic. From the results of the information, an idea is determined to be expressed in the work. The results of the creative process are six works of calligraphy painting in decorative styles and stylized objects of the type tsuluts, riq'ah and kufi. This study aims to determine the concept of creating a calligraphic painting inspired by the Asy-Syifa selawat recitation as an object of a decorative style painting, the production process of a decorative calligraphic painting inspired by the Asy-Syifa selawat chant, as well as the result of the work in the form of the Asy-Syifa selawat chant in form of decorative calligraphic painting in the form of presentation and analysis. Keywords: art, calligraphy, decorative painting
Perancangan Ulang Kemasan Keripik Cita Mandiri untuk Meningkatkan Daya Tarik Konsumen dan Daya Saing Produk Arifin, Aditya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i52023p647-666

Abstract

Banyaknya produk sejenis yang dihasilkan oleh UKM (Usaha Kecil Menengah) dari masa pandemi memicu perlombaan untuk meningkatkan daya saing produk agar setara dengan produk pabrikan yang telah lebih dulu ada dipasar. Usaha lebih dari UKM untuk mendapat pasar secara offline maupun online sangat diperlukan sehingga faktor pendukung untuk meningkatkan daya saing produk juga diperlukan. Kemasan merupakan salah satu faktor pembeda yang dapat meningkatkan daya saing produk hingga dapat meningkatkan daya tarik konsumen secara visual. Fungsi kemasan tidak hanya sebagai pelindung produk, namun dapat merupakan ciri pembeda dan cerminan kualitas dari sebuah produk. Kurang menariknya kemasan Keripik Cita Mandiri dinilai kurang menarik minat konsumn dari segi visual maka diperlukan perancangan ulang pada kemasan produk Keripik Cita Mandiri menjadi lebih menarik. Hasil Akhir dalam perancangan kemasan tersebut adalah kemasan primer, sekunder, dan tersier dari beberapa produk Keripik Cita Mandiri yang terdiri dari berbagai rasa dan bahan dasar. Luaran dari perancangan ulang sehingga dapat digunakan sebagai bahan promosi pada media sosial secara online maupun offline untuk meningkatkan ketertarikan konsumen. Kata kunci: perancangan ulang; kemasan; Keripik Cita Mandiri; daya saing produk Redesign of Cita Mandiri Chips Packaging to Increase Consumer Appeal and Product Competitiveness The increasing number of similar products produced by Small and Medium Enterprises (SMEs) during the pandemic has triggered a competition to improve product competitiveness to be on par with factory-made products that have been in the market for a long time. SMEs need to make extra efforts to reach customers both offline and online, so supporting factors to increase product competitiveness are also needed. Packaging is one of the distinguishing factors that can increase product competitiveness and consumer appeal. Packaging not only protects the product but also reflects the quality of the product. The unattractive packaging of Cita Mandiri Chips is considered to be less appealing to consumers visually, so a redesign of the packaging is needed to make it more attractive. The final result of the redesign is the primary, secondary, and tertiary packaging of several Cita Mandiri Chips products consisting of various flavors and ingredients. The redesign can be used as promotional material on social media both online and offline to increase consumer interest. Keywords: redesign; packaging; chips; Cita Mandiri; competitiveness

Page 11 of 28 | Total Record : 275