cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 275 Documents
Pembelajaran Nahwu Sharaf Metode Amtsilati Di Asrama Yayasan Doktor Fauzan Tengguli Bangsri Jepara Ahmad Hanafi, Fitrotul Ulya; Maziyah, Laily
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1093-1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian pembelajar­an nahwu sharaf dengan metode Amtsilati di Asrama Yayasan Doktor Fauzan Tengguli Bangsri Jepara (AYDFTBJ). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawan­cara, observasi, serta dokumentasi. Subjek penelitiannya ialah Guru dan Santri Amtsilati. Teknik analisa datanya dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian, serta pengambilan kesimpulan. Bahan ajar pembelajaran dengan buku Amtsilati jilid 1-5, metode pembelajaran dengan ceramah, serta media pembelajaran dengan papan tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan, guru hanya menentukan pembagian kelas dan pengajar serta tidak membuat RPP secara tertulis dan terperinci sebab tujuan, metode, bahan ajar, dan penilaian telah ditentukan oleh Amsilati. Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat beberapa aktifitas yakni: (1) pembukaan sesuai petunjuk Amtsilati, (2) penyampaian materi Jilid 1 hingga jilid 5 yang berfokus pada penguatan contoh dan praktik, (3) penugasan untuk praktek memberi harakat dan makna pada kalimat bahasa Arab, dan (4) penutup dengan bacaan do’a dan hamdalah serta mengakhiri dengan salam. Selanjunya, penilaian dilaksanakan melalui dua cara yakni tes secara tulis dan lisan. Tes tulis seperti menger­jakan soal-soal esai seputar materi buku Amtsilati, memberi harakat dan makna kalimat bahasa Arab. Sedangkan tes lisan berupa setoran hafalan rangkuman Alfiyah Ibnu Malik (khulasah) dan rumus-rumus qa’idati. Kata kunci: metode Amtsilati; perencanaan; pelaksanaan; penilaian Learning Nahwu Sharaf with Amtsilati Method at Doktor Fauzan Foundation Dormitory Tengguli Bangsri Jepara This study aims to explain the planning, implementation, and assessment of nahwu sharaf learning with the Amtsilati method at the Yayasan Doktor Fauzan Tengguli Bangsri Jepara  Dormitory (AYDFTBJ). This research uses a qualitative descriptive method. Data were obtained through interviews, observation, and documentation. The research subjects were Amtsilati teachers and students. The data analysis technique is by collecting data, reducing data, presenting, and drawing conclusions. Learning teaching materials with Amtsilati volume 1-5 books, learning methods with lectures, and learning media with blackboards. The results showed that in planning, teachers only determine the division of classes and teachers and do not make written and detailed lesson plans because the objectives, methods, teaching materials, and assessments have been determined by Amsilati. In learning activities, there are several activities, namely: (1) opening according to Amsilati instructions, (2) delivery of material volume 1 to volume 5 which focuses on strengthening examples and practice, (3) assignments to practice giving harakat and meaning to Arabic sentences, and (4) closing with reading prayers and hamdalah and ending with greetings. Furthermore, assessment is carried out in two ways, namely written and oral tests. Written tests such as working on essay questions about Amtsilati book material, giving harakat and meaning to Arabic sentences. While the oral test is in the form of a deposit of memorising the summary of Alfiyah Ibn Malik (khulasah) and qa'idati formulas. Keywords: Amtsilati method; planning; implementation; evaluation
Media Kartu Berbasis Quick Response Code (QR Code) untuk Pengenalan Bunyi Dasar Huruf Hijaiyah Rosidah, Sari Ailla; Nasih, Ahmad Munjin
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1217-1229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk media kartu berbasis Quick Response Code (QR Code) sebagai pengenalan bunyi dasar huruf hijaiyah untuk siswa pemula di TPQ Al-Ishlah dan menjelaskan kelayakan produk hasil pengembangan. Penelitian ini menggunakan jenis model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk yang dikembangkan divali­dasi oleh ahli media, ahli materi, guru TPQ Al-Ishlah dan sebagian siswa TPQ Al-Ishlah. Jenis data penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian angket dan wawancara. Hasil pengembangan ini berupa 30 kartu huruf hijaiyah berharakat dan tidak berharakat yang dilengkapi dengan QR Code yang terhubung dengan video bunyi dasar huruf hijaiyah. Hasil validasi media mendapatan hasil 70,67 persen (valid) dan validasi materi sebesar 100 persen (sangat valid). Tingkat kelayakan media oleh guru TPQ Al-Ishlah dan mendapatkan hasil 95 persen (sangat layak) sehingga media kartu berbasis QR Code yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan. Kata kunci: Hijaiyah; kartu; media pembelajaran; QR Code; TPQ Quick Response Code (QR Code)-based Card Media for Basic Recognition of Hijaiyah Letter Sounds This research aims to create a media card-based by using quick response code (QR Code) as the introduction of the hijaiyah root sound for new students on TPQ Al- Ishlah and to explain the producability of development. This study used an ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The products developed were tested by the media experts, materials experts, TPQ Al-Ishlah teachers, and some students of TPQ Al-Ishlah. This type of research data is quantitative and qualitative. The data collection technique was done by distributing questionnaires and conducting several interviews. As the result, this result produced a total of 30 off-count hijaiyah alphabets with QR Code that have been linked to the hijaiyah base sound video. Media validation resulted 70.67 percent which categorized as valid and 100 percent which categorized as highly valid. The level of appropriateness of this media by TPQ Al-Ishlah teachers resulting 95 percent (very appropriate). THis implied that this QR Code card-based media is valid and usable. Keywords: Hijaiyah; cards; learning media; QR Code; TPQ
Rebranding CV Creative Steel sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness Yuwono, Prasetya Eko; Irawanto, Rudi; Firmansyah, Novian Wahyu
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1230-1251

Abstract

Berdiri tahun 1991, Creative Steel memulai usaha menjadi supplier di salah satu instansi, dan berkembang hingga sekarang menjadi perusahaan yang bergerak dibidang layanan jasa meliputi general constructor, fabrication, and supplier. Pada tahun 2008, perusahaan ini terdaftar secara legal dengan nama CV Sinar Mandiri. Seiring berjalannya waktu, karena nama Sinar Mandiri bersifat terlalu general dan kurang sesuai dengan bidang industrinya, maka pada tahun 2021 perusahaan memutuskan mengubah namanya menjadi Creative Steel, perubahan nama tersebut disertai dengan perancangan identitas visual dan media promosi. Namun, karena media promosi tidak dikelola secara konsisten, membuat branding yang telah dilakukan menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, perusahaan mengambil langkah rebranding dan merumuskan strategi baru berupa ekspansi pangsa pasar dan diversifikasi program layanan dengan tujuan meningkatkan brand awareness serta meningkatkan pendapatan perusahaan. Rebranding menggunakan metode Wheeler yang memiliki lima tahap perancangan meliputi conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints, and managing asset. Pembaruan identitas visual menghasilkan logo sebagai media utama, dan media pendukung berupa GSM, media administratif, media marketing, dan merchandise. Kata kunci: rebranding; CV Creative Steel; brand awareness Rebranding of CV Creative Steel as an Effort to Improve Brand Awareness Established in 1991, Creative Steel start its business as a supplier in an agency and grows until now becomes a service company including general constructor, fabrication, and supplier. In 2008, this company was legally registered by the name of CV Sinar Mandiri. As time goes by, the name of Sinar Mandiri is too general and not really suitable for the industry. Therefore, in 2021 the company decided to change its name to Creative Steel. The name changing is followed with visual identity and promotion media designing. However, since the promotion media is not managed consistently, it makes the branding less optimal. Therefore, the company takes the rebranding steps and formulate a new strategy in the form of market share expansion and service program diversification. Its aim is to increase brand awareness and company’s earning. Wheeler method is used in the rebranding. It has five stages of planning including conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints, and managing asset. Visual identity update produces a logo as a main media and GSM, administrative media, marketing media, and merchandise as a supporting media. Keywords: rebranding; CV Creative Steel; brand awareness
E-Book Batik untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Berwirausaha Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik Qomariyah, Nanda Laily; Iriaji, Iriaji; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1107-1124

Abstract

Motif batik Lumajang memiliki kekhasan yang terlihat pada beberapa motif secara karakteristik memiliki identitas Lumajang yang tidak sama dengan motif batif di wilayah lainnya. Beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik yang tersebar di hampir seluruh wilayah, seperti Tempeh, Pasirian, Kunir, Yosowilangun, dan wilayah lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk e-book dengan judul Belajar Batik Lumajang untuk memudahkan masyarakat dalam mempelajari khususnya batik Lumajang dan mengembangkan keterampilan berwirausaha UMKM batik. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, validasi ahli, revisi validasi ahli, uji coba lapangan, revisi uji coba lapangan, dan penyempurnaan produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book batik ini dianggap layak berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media, kelompok kecil, kelompok besar dengan presentase penilaian secara berturut-turut sebesar 98, 92, 94, dan 93,6 persen. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan e-book batik Lumajang memiliki kriteria sangat layak. Sedangkan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan keterampilan berwirausaha batik menggunakan analisis N-gain yang menghasilkan rerata skor N-gain sebesar 0,4406 dan 0,35 jika dikategorikan kriteria termasuk golongan sedang dan efektif diimplementasikan. Kata kunci: pengembangan, e-book¸ batik, UMKM Batik E-Book to Improve Understanding and Entrepreneurship Skills for the Batik Micro-, Small and Medium-sized Enterprises (MSMEs) Some Batik Lumajang’s are scattered in almost all regions, such as Tempeh, Pasirian, Kunir, Yosowilangun, and other areas. The purpose of this research is to develop an e-book product with the title Belajar Batik Lumajang to make it easier for the public to learn, especially Lumajang batik and develop entrepreneurship skills for batik Micro-, Small and Medium-sized Enterprises (MSMEs). The research and development method such as: research and data collection, planning, initial product development, expert validation, expert validation revision, field trials, field trial revisions, and final product refinement. The results showed that this batik e-book was considered feasible based on the assessments of material experts, media experts, small groups, large groups with the percentages of assessments being 98, 92, 94, and 93.6 percent, respectively. Based on the results of research and development of the Lumajang batik e-book, the criteria are very feasible. Meanwhile, to determine the level of understanding and skills of batik entrepreneurship using N-gain analysis which produces an average N-gain score of 0.4406 and 0.35 if the criteria are categorized as moderate and effectively implemented. Keywords: development, e-book, batik, MSMEs
Desain Kerajinan Dida Mebel Kabupaten Blitar Putu Buwono, Okvito Eka; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1163-1183

Abstract

Blitar memiliki beberapa potensi industri yang menunjang perekonomian masyarakat salah satunya adalah industri mebel kayu yang bernama Dida Mebel. Industri mebel kayu ini terletak di Kabupaten Blitar. Beberapa aspek yang dapat dipelajari dari industri tersebut yaitu teknik pembuatan dan visual desain produknya. Aspek-aspek tersebut menjadikan objek ini menjadi menarik untuk diteliti. Pene­litian ini bertujuan untuk menganalisis hasil produk kerajinan Dida Mebel dan visual ornamen kera­jinan Dida Mebel. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Observasi, wa­wan­cara, dan dokumentasi dilakukan di awal penelitian untuk mengumpulkan data. Data yang telah ter­kumpul akan direduksi dan dianalisis, kemudian disajikan dan ditarik kesimpulan. Pada tahap akhir dilakukan triangulasi data untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian me­nunjukkan bahwa produk kerajinan Dida Mebel sangat beragam, seperti pintu gebyok, kursi lincak, dan meja segi enam. Selain itu, diketahui juga bahwa gaya dan visual ornamen yang ada di Dida Mebel berakulturasi dan menghasilkan visual dan teknik ukir yang berbeda-beda. Kata kunci: kerajinan, Dida Mebel, desain The Dida Mebel Craft Design Blitar Regency Blitar has several industrial potentials that support the economy of the surrounding community, one of wich is a wood furniture industry called Dida Mebel. This wood furniture industry is located in Blitar Regency. From this industry, there are several aspects including manufacturing techniques, and the aesthetic aspect of the product design. Therefore, it is very interesting to research. This study aims to analyze: (1) Dida Mebel craft product (2) visual ornaments of Dida Mebel. The research was conducted with a qualitative descriptive approach. This research begins with observation, interview, and documentation with the aim of collecting data and analysis carried out with the stages of data collection with the aim of collecting data and analysis carried out with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. By means of triangulation of sources and method and by connecting data observation with a theoretical basis to check validity of the data. The validiti of the data is done by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions. From the result of the study, it was found that the styles and visual ornaments in Dida Mebel were acculturated and different visual and carving techniques. Keywords: craft, Dida’s Furniture, design
Legenda Desa Jatikerto sebagai Inspirasi Kreasi Penciptaan Motif Batik Tulis untuk Busana Wanita Novira Wahyu Ningtyas; Lisa Sidyawati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1061-1080

Abstract

Desa Jatikerto awalnya diberi nama Bedali. Akan tetapi, karena banyaknya penduduk baru yang berdatangan, maka diadakan musyawarah kembali dengan warga setempat yang menghasilkan keputusan mengganti nama Bedali menjadi Jatikerto. Pada masa sekarang masih banyak generasi muda belum mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya desanya sendiri. Melihat kondisi tersebut, menjadi landasan penciptaan karya batik tulis ini untuk mengenalkan kepada masyarakat khususnya generasi muda Desa Jatikerto untuk terus menjaga dan mengingat sejarah. Tujuan penciptaan ini mendeskripsikan ide konsep dari legenda Desa Jatikerto, proses berkarya, dan hasil serta penyajian karya. Penciptaan ini menggunakan metode S.P Gustami dengan melalui tiga tahap yakni eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Karya yang diciptakan berupa enam karya batik tulis yaitu: Jatisakur, Jatisawan, Jatisandung, Jatisala, Jatisaban, Jatisaladan yang disajikan dalam bentuk busana wanita. Karena busana merupakan bahan yang tidak terlepas dari kebutuhan manusia khususnya wanita. Kata kunci: legenda; Desa Jatikerto; batik tulis; busana; wanita Jarikerto Village Legend as Creation Inspiration Written Batik Motif for Women’s Clothes Jatikerto village was originally named Bedali. However, due to the large number of new residents arriving, another consultation was held with the local residents which resulted in the decision to change the name Bedali to Jatikerto. At this time there are still many young people who do not know the history of the formation of their own village. Seeing these conditions, it became the basis for the creation of this written batik work to introduce to the community, especially the younger generation of Jatikerto Village to continue to maintain and remember the history of the village. This creation describes the concept ideas from the legend of Jatikerto Village, the process of creating, and the results and presentation of the work. This creation uses the S.P Gustami method using three stages, namely exploration, design, and embodiment. The works created are in the form of six written batik works, namely: Jatisakur, Jatisawan, Jatisandung, Jatisala, Jatisaban, Jatisala and presented in the form of women's clothing. Because clothing is a material that cannot be separated from human needs, especially women. Keywords: legend; Jatikerto Village, batik tulis; clothing, women
Pengembangan Media 中印节日 [zhōng yìn jiérì] Berbasis Powtoon untuk Mata Kuliah Pemahaman Lintas Budaya Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UM Faradilla Rizky Dwiyanti; Rosyidah Rosyidah; Amira Eza Febrian Putri
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i92023p1281-1294

Abstract

Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa media pembel­ajaran中印节日 [zhōng yìn jiérì] berbasis PowToon. Media pembelajaran中印节日 [zhōng yìn jiérì] merupakan media pembelajaran untuk mempelajari hari raya di Tiongkok dan Indonesia melalui bantuan audio visual. Pada penelitian dan pengembangan ini, diterapkan model ADDIE sebagai pro­sedur penelitian. Penelitian ini menggunakan lembar angket sebagai instrumen untuk mengumpul­kan data kualitatif dari ahli materi, ahli media, dan subjek penelitian. Sebelum diimplementasikan, media pembelajaran中印节日 [zhōng yìn jiérì] sebagai produk pengembangan divalidasi terlebih dahulu oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk pengembangan ini sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran selanjutnya, media 中印节日 [zhōng yìn jiérì] diujicobakan kepada 56 mahasiswa yang memprogram Mata Kuliah Pemahaman Lintas Budaya. Ber­dasarkan hasil uji coba, media pembelajaran 中印节日 [zhōng yìn jiérì] menarik, dapat membantu maha­siswa dalam mempelajari materi, dan dapat digunakan sebagai sarana belajar mandiri. Kata kunci: pengembangan; media中印节日 [zhōng yìn jiérì] berbasis PowToon; mata kuliah pemahaman lintas budaya The Development of PowToon-Based Media 中印节日 [zhōng yìn jiérì] for Cross Cultural Understanding Course Chinese Language Teaching UM This development aimed to produce a development product in the form of中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media based on PowToon. 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media is a learning media for learning feast day in China and Indonesia through audio visual assistance. In this research and development, ADDIE model was applied as the research procedure. This research employed questionnaire sheet as the research instrument for collecting the qualitative data from material expert, media expert, and research subject. Before being implemented, 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media as the development product was validated first by material expert and media expert. The validation result showed that this development product was feasible to be used as a learning media, then, 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media was tested on 56 students. Based on the test results, 中印节日 [zhōng yìn jiérì] learning media was attractive and could help students learn the material, and could be used as the facility of independent learning. Keywords: developing; PowToon-Based Media 中印节日 [zhōng yìn jiérì]; cross cultural understanding course
Citra Perempuan dalam Kumpulan Cerkak Kembang Pasren Karya Impian Nopitasari sebagai Nilai Pendidikan Gender Sholikhah, Himmatus; Santoso, Anang
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i82023p1125-1137

Abstract

Citra perempuan yang terdapat dalam karya sastra merupakan gambaran, ataupun kesan mental dan visual terhadap tokoh perempuan yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, maupun kalimat sebagai unsur dasar yang khas dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan citra tokoh perempuan Jawa dan nilai-nilai pendidikan gender yang ada dalam kumpulan cerkak Kembang Pasren karya Impian Nopitasari dari segi realitas sosial masyarakat. Pentingnya kajian tentang citra perempuan dalam kumpulan cerkak adalah untuk menunjukkan perkembangan gambaran karakter perempuan pada cerkak sebagai karya sastra yang menyoroti gambaran perempuan Jawa era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan orientasi teori sosiologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam citra pe­rempuan, meliputi citra fisik, psikis, dan citra sosial. Dari keberagaman citra tersebut, ada citra tokoh yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan standar masyarakat Jawa. Nilai-nilai pendidikan gen­der yang tertuang dalam kumpulan cerkak Kembang Pasren diwujudkan dalam keberagaman citra fisik perempuan yang menunjukkan identitasnya dengan bebas. Selain itu, penulis menyampai­kan pesan kesetaraan gender dari perwujudan sikap saling mendukung antara tokoh perempuan dan tokoh laki-laki serta kebebasan perempuan untuk menjalankan perannya di ranah domestik dan ranah publik. Kata kunci: citra; Kembang Pasren; gender The Image of Women in the Short Story Collection of Kembang Pasren by Impian Nopitasari as the Value of Gender Education The image of women contained in literary works is a description, or mental and visual impression of female characters that came out from a word, phrase, or sentence as a  basic element in literature. This study aims to describe the image of Javanese female figures and the values of gender education in the Kembang Pasren, an anthology of short stories by Impian Nopitasari. The importance of the study about the woman’s image is to show the character development of the female character in the short story as a literary work that highlights the image of modern Javanese women. This study uses a qualitative approach with descriptive research type and uses sociology of literature as the theory orientation. The results show that there are various images of women, including physical, psychologi­cal, and social images. From the diversity of images, there are figures that are appropriate and some are not in accordance with the standards of Javanese society.The values of gender education in Kem­bang Pasren are manifested the diversity of women's physical images that show their identity freely. In addition, the author conveys the message of gender equality from the embodiment of mutual support between female and male figures and the woman’s freedom to do their roles in the domestic and public environtments. Keywords: image; Kembang Pasren; gender
Rebranding Visual Identity Manuva sebagai Upaya Pengenalan Brand Manufaktur Mirda Alfian Dwi Cahyono; Moch. Abdul Rohman; Dhara Alim Cendikia
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i92023p1295-1320

Abstract

Bermula dari penelitian pemilik usaha mengenai titik sakit para produsen industri manufaktur dalam proses produksi, hasil penelitian ini menyajikan banyak permasalahan, menjadikan semua keresahan ini menjadi peluang untuk menjawab semua permasalahan yang dimiliki para produsen. Pemilik usaha berusaha membantu para produsen ini dengan menciptakan sebuah platform digital untuk menjawab segala permasalahan yang dialami oleh produsen. Platform ini akan menjembatani antara para produsen dengan konsumen akhir dengan nama Tjetak.com. Dengan latar belakang perusahaan yang kuat, Tjetak.com telah berhasil melalui perjalanannya selama empat tahun terakhir dan telah membantu banyak produsen dan juga konsumen akhir terkait kebutuhan mereka. Kini saatnya Tjetak.com mengembangkan lini bisnisnya dan melebarkan sayap perusahaan. Perluasan pangsa pasar dari ruang lingkup industri percetakan menjadi industri manufaktur, menjadi alasan Tjetak.com melakukan rebranding menjadi Manuva. Upaya rebranding dari Tjetak.com ke Manuva ini memerlukan adanya proses perancangan, salah satunya adalah perancangan identitas visual. Dalam prosesnya, perancangan identitas visual Manuva ini mengacu pada metode perancangan dari Alina Wheeler, yang berdasarkan tahapan perencanaannya diawali dengan melakukan penelitian, penjelasan strategi, perancang identitas, penciptaan titik kontak dan pengelolaan aset. Hasil akhir dari proses perancangan ini adalah berupa konsep kreatif, aset visual, warna identitas, typeface identitas, arahan visual, template media sosial, brand collaterals, brand merchandises, dan buku pedoman graphic standard manual (gsm). Kata kunci: identitas visual; rebranding; manufaktur Rebranding Manuva's Visual Identity as an Effort to Recognize Manufacturing Brands Starting from the research of business owners regarding the pain points of manufacturers in the manufacturing industry in the production process, the results of this study present many problems, making all these concerns an opportunity to answer all the problems that producers have. Business owners attempt to assist these producers by developing a digital platform that addresses all of their issues. Tjetak.com will be the name of this platform that will connect producers and end users. Tjetak.com has made its way through the past four years with a strong corporate background, assisting many manufacturers as well as end consumers with their needs. Now is the time for Tjetak.com to expand its business line and expand the company's wings. Tjetak.com rebranded to Manuva due to an increase in market share from the printing industry to the manufacturing industry. The effort required to rebrand from Tjetak.com to Manuva necessitates a design process, one of which is visual identity design. In the process, the design of Manuva's visual identity refers to Alina Wheeler's design method, which begins with conducting research, explaining strategies, designing identity, creating contact points, and managing assets. The final result of this design process is in the form of creative concepts, visual assets, identity colors, identity typefaces, visual directions, social media templates, brand collaterals, brand merchandises, and the guide book of graphic standard manual (gsm). Keywords: visual identity; rebranding; manufacture
Pengelolaan Pembelajaran Tari pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi Yan Tina Tiar; E. W. Suprihatin Dyah Pratamawati; Ika Widyawati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p931-946

Abstract

Sanggar tari merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang memiliki fungsi dalam membentuk kepribadian peserta didik. Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, kecamatan Tegaldlimo, kabupaten Banyuwangi, merupakan salah satu sanggar tari yang dipilih oleh peneliti karena Padepokan Seni Alang Alang Kumitir telah meraih berbagai prestasi di bidang seni. Penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran tari pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, kecamatan Tegaldlimo, kabupaten Banyuwangi. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keab­sahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga aspek dalam pengelolaan pembelajaran, yaitu (1) perencanaan pembelajaran pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir tersusun secara matang dan tertulis meliputi tujuan, materi, metode, serta media pembelajaran; (2) Pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat oleh pemilik sanggar tari; (3) Penilaian pembelajaran diadakan setelah semua materi diajarkan dan dilaksanakan setiap tahun. Terdapat kelemahan dalam kegiatan pelaksanaan, yaitu penerapan metode drill yang membuat cantrik menjadi tertekan dan bosan. Saran untuk peneliti di masa depan adalah memiliki pandangan ilmiah dalam mengkaji pengelolaan pembelajaran tari di sanggar, serta melakukan penelitian baru yang menghasilkan produk video tari dan buku tari guna mendukung kebutuhan proses pembelajaran di sanggar. Kata kunci: pengelolaan; pembelajaran; tari; padepokan seni alang alang kumitir Management of Dance Learning at the Alang Alang Kumitir Art Center, Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency Dance studios are part of non-formal education that plays a role in shaping students' personalities. The Alang Alang Kumitir Art Center, located in Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency, is one of the dance studios selected by the researchers due to its numerous accomplishments in the arts. This study aims to describe the management of dance learning at the Alang Alang Kumitir Art Center in Tegaldlimo District, Banyuwangi Regency. The research methodology employed in this study is a descriptive qualitative method. The data collection techniques used include interviews, observation, and documentation. To ensure data validity, source triangulation and technique triangulation were employed. The study's findings reveal three aspects of learning management: (1) learning planning at the Alang Alang Kumitir Art Center is thoroughly prepared and documented, including objectives, materials, methods, and learning tools; (2) The implementation of learning follows the established plan set by the dance studio owner; (3) Learning assessment takes place after all materials have been taught and is conducted on an annual basis. However, there are weaknesses in the implementation activities, particularly in the application of the drill method, which may lead to the students feeling unmotivated and bored. Suggestions for future researchers include adopting a scientific perspective in studying the management of dance learning in dance studios and conducting further research to produce dance video products and dance books that support the learning needs of the dance studio. Keywords: management; learning, dance; alang alang kumitir art center