cover
Contact Name
Sulung rahmawan wira ghani
Contact Email
invantri.unhasy@gmail.com
Phone
+628563087058
Journal Mail Official
invantri.unhasy@gmail.com
Editorial Address
Jalan Irian Jaya No. 55, Tebuireng, Cukir, Kecamatan Diwek, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur, 61471
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Bidang Inovasi & Pengelolaan Industri (Invantri)
ISSN : -     EISSN : 28086740     DOI : https://doi.org/10.33752/invantri
INVANTRI adalah Jurnal Ilmiah Teknik Industri Unhasy Tebuireng Jombang. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan menjadi wadah sekaligus media publikasi artikel berbasis riset penelitian dan pengabdian bagi para mahasiswa, akademisi dan praktisi di bidang Teknik Industri. Secara khusus INVANTRI menerima artikel ilmiah Bahasa Indonesia & Bahasa inggris terkait perkembangan pemanfaatan teknologi di segala bidang fungsional industri. Jurnal ini terbit 1 tahun 2 kali. Jurnal INVANTRI menerima karya asli yang belum pernah dipublikasikan pada jurnal lain. Yang terdiri dari: Green Industry and Eco Industrial Park, Green & Lean Manufacturing, Logistic dan Supply Chain, Innovation Product Design & Eco Product, Optimation process, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Ergonomics, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Safety Engineering, Industrial Operational Research, Industrial Halal Product, dan Marketing strategy
Articles 91 Documents
PENGURANGAN BIAYA OVERSTOCK PADA BAHAN BAKU PACKAGING PRODUK SOSIS BAKAR DENGAN PENDEKATAN METODE EOQ DAN MIN-MAX Sari, Vivin Indah; Andhika Mayasari
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 1 (2025): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i1.9787

Abstract

Perusahaan di bidang olahan makanan beku menghadapi permasalahan overstock bahan baku packaging seperti Vacuum pack mini yang menyebabkan pemborosan biaya penyimpanan dan penurunan efisiensi gudang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan prioritas serta menentukan metode pengendalian persediaan yang paling efisien. Metode yang digunakan meliputi analisis ABC, peramalan dengan metode Decomposition, serta perbandingan antara metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Min-Max. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ lebih efisien dengan total biaya persediaan sebesar Rp 245 miliar per tahun, jauh lebih rendah dibanding metode Min-Max sebesar Rp 442 miliar dan aktual perusahaan yang mencapai Rp 516 miliar. Oleh karena itu, metode EOQ direkomendasikan dalam pengendalian bahan baku packaging di perusahaan ini.
Pendekatan Lean Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Produk (Studi Kasus Pt.Karya Jati Global) Najma Tsaqif Al Fasya; Nur Muflihah
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 1 (2025): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i1.10425

Abstract

Tingkat kecacatan produk yang tinggi pada proses produksi springbed di PT Karya Jati Global menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas serta efisiensi operasional. Selama periode Januari hingga Desember 2024, tercatat 101 unit produk cacat total 5.548 unit, dengan jenis cacat dominan seperti spondbond sobek dan kayu patah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama cacat produk dan memberikan solusi perbaikan melalui pendekatan Lean Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metodologi yang digunakan mengikuti tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan data historis produksi. Pada tahap Measure, diperoleh nilai DPMO sebesar 8804 dan level sigma sebesar 3,9 memperlihatkan proses belum sepenuhnya berada dalam batas kendali. diagram fishbone membuktikan faktor manusia dan material penyebab utama dari kecacatan. Analisis FMEA menerangkan Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 240. hasil tersebut, usulan perbaikan difokuskan pada pelatihan operator, perbaikan prosedur kerja, dan pengendalian kualitas material input. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan tingkat cacat setelah implementasi solusi. Dengan demikian, integrasi Lean Six Sigma dan FMEA terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi di industri manufaktur furnitur.
Analisis Beban Kerja dan Penentuan Tenaga Kerja Menggunakan Cardiovascular Load (CVL) di Pabrik Tahu Sumedang ABC Marpaung, Tina; Denny Walady Utama; Riana Puspita
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5261

Abstract

Pabrik Tahu Sumedang ABC adalah suatu industri yang bergerak dalam bidang pembuatan tahu dan tempe. Pabrik ini berlokasi di  Kota Binjai, Sumatera Utara. Jumlah tenaga kerja untuk pembuatan  tahu tungku 2 sebanyak 6 orang dan pembuatan tempe sebanyak 3 orang. Pada tahun 2022 terdapat permintaan tahu dan tempe yang tidak dapat dipenuhi oleh pabrik. Salah satu faktor penyebabnya adalah tingginya tingkat beban kerja yang dialami oleh operator. Terdapat stasiun kerja Pabrik Tahu Sumedang ABC yang mengalami ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah pekerja yang ada sehingga menimbulkan kelelahan dan denyut nadi yang tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan Cardiovascular Load (%CVL) terdapat pekerja yang memiliki nilai %CVL >30% yaitu operator 1,2, dan 3 sebesar 37,6%, 32,7%, dan 34% untuk pabrik tahu tungku 2 dan pekerja 1 sebesar 34,5% untuk pabrik tempe. Kemudian dilakukan perhitungan jumlah tenaga kerja berdasarkan beban kerja menggunakan Workload Analysis (WLA). Pada perhitungan kebutuhan pekerja menggunakan workload analysis terdapat pekerja yang memiliki nilai beban kerja yang berlebih yaitu pekerja 1,2, 3 untuk pabrik tahu tungku 2 dan pekerja 1 untuk pabrik tempe sehingga diperlukan adanya perbaikan. Rekomendasi penambahan tenaga kerja tahu tungku 2 sebanyak 2 orang sehingga total tenaga kerja tahu tungku 2 menjadi 8 orang dan penambahan tenaga kerja pabrik tempe sebanyak 1 orang sehingga total tenaga kerja menjadi 4 orang.
ANALISA NILAI DAN MITIGASI RISIKO WELD DEFECT MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA Musafa'ah, khusniah rohmah nur; Nur Muflihah; Andhika Mayasari; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5598

Abstract

Welding atau pengelasan adalah salah satu kegiatan utama di perusahaan galangan kapal. Perusahaan menetapkan standar zero defect pada produk pengeasannya, tetapi di lapangan masih terjadi defect. Mitigasi risiko penting dilakukan untuk mereduksi risiko yang harus dihadapi, hal tersebut sebagai dasar penulis melakukan penelitian untuk memberikan usulan tindakan korektif sebagai mitigasi risiko. Penelitian ini menggunakan metode six sigma yang di integrasikan dengan metode FMEA pada tahap improve. Pemilihan metode ini bertujuan untuk mengetahui performa pengelasan berdasar nilai DPMO dan level sigma, selanjutnya dilakukan pengidentifikasian faktor defect, pengintegrasian FMEA pada Six sigma dapat meningkatkan reliabilitas dan akurasi dalam penentuan prioritas perbaikan. Berdasar pada pengolahan data, porosity merupakan CTQ yang memiliki persentase terbesar yaitu 46% dan nilai DPMO sebesar 35714,28 serta level sigma sebesar 3,3. Pada perangkingan RPN pada FMEA diketahui environment memiliki nilai tertinggi sebesar 54,756 sehingga diprioritaskan untuk mitigasinya dengan usulan tindakan penggunaan penghalang angin, mengatur sirkulasi untuk mengurangi kelembaban, meng - oven elektroda sebelum digunakan, mengatur area kerja sesuai postur.
Pengaruh Harga, Desain, Dan Kualitas Kepada Kepuasan Pelanggan Dalam Membeli Jersey Olahraga Lukman, Lukman Hakim; Andhika Mayasari; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5602

Abstract

Toko Alat Olah Raga mengalami penurunan penjualan jersey olahraga antara bulan November 2022 hingga Januari 2023. Untuk mengetahui akar permasalahannya, dilakukan penelitian dengan menggunakan metode SEM PLS, yaitu teknik analisis multivariat yang menggunakan model persamaan struktural. Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penjualan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas, harga, dan desain mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas memiliki nilai koefisien sebesar -0,154 dan T-statistik sebesar 1,726, harga memiliki nilai koefisien sebesar 0,871 dan T-statistik sebesar 21,308, serta desain memiliki nilai koefisien sebesar 0,173 dan T-statistik sebesar 1,674. Oleh karena itu, penting bagi toko untuk fokus pada faktor-faktor ini untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan penjualan
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Metode Full costing Dan Menentukan Harga Jual Metode Cost Plus Pricing Pada Tahu JB fikri alfisina; Andhika Mayasari; Sulung Rahmawan Wira Ghani; Minto
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5605

Abstract

Home industry tahu JB menjadi salah satu usaha mikro kecil menengah yang memperoduksi makanan pokok sehari-hari. Home industri Tahu JB adalah salah satu usaha yang juga memerlukan perhitungan harga pokok untuk menentukan harga jual tahu. Untuk saat ini  Home industry tahu JB masih meggunakan cara perhitungan yang sederhana atau manual, hanya menghitung  pengeluaran bahan baku, ongkos tenaga kerja, dan sebagian pengeluaran overhead variabel. Untuk  perhitungan yang dipakai pada penelitian ini menggunakan metode full costing dan cost plus pricing. dimana pada metode Full costing ini menjumlahkan keseluruhan pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam proses produksi, sedangkan untuk metode cost plus pricing yaitu perhitungan untuk menentukan harga penjualan dengan mengharapkan keuntungan yang wajar. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa untuk perhitungan biaya utama dalam proses produksi yang digunakan oleh rumah produksi tahu JB sebesar Rp 33.830, sementara itu perhitungan memakai  rumus  full costing sebesar Rp 34.230. Untuk perhitungan penentuan harga jual yang ditetapkan oleh home industri tahu JB sebesar 39.000, sedangkan perhitungan penentuan harga jual memakai rumus cost plus pricing sebesar 41.560.
ANALISIS PERFORMANSI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT MENGGUNAKAN METODE SCOR DAN AHP DALAM PENINGKATAN KINERJA DI ALETA LEATHER Agustina, Dwi; Suseno
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5632

Abstract

This study aims to determine the final value of the results of Aleta Leather's supply chain management performance measurement. The data was then analyzed using SCOR and AHP methods. The results showed that the final value of Aleta Leather's supply chain management performance measurement results was 90.11 which was included in the excellent category. This result is obtained from the multiplication of the score value and the weight of selected performance indicators from 16 existing performance indicators. From the results of the analysis, two performance indicators were found that had values below the target, namely planning cycle time and material efficiency (yield). The conclusion of this study is that SCOR and AHP methods can be used to measure the performance of Aleta Leather's supply chain management well. Suggestions for performance improvement are training and development of natural resources, making agreements with suppliers and improving data analysis. Keywords: SCOR, AHP, Performance, Suply chain, Score
Inovasi Produk Mesin Tepat Guna Dengan Pendekatan Fishbone Dan AHP (Analytic Hierarchy Process) Pada UMKM Komoditas Herbal Kabupaten Jombang Sulung Rahmawan Wira Ghani; Mahrus Ali; Elly Rustanti
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.6060

Abstract

Hilirisasi produk hasil penelitian untuk kepentingan peningkatan perekonomian di suatu daerah adalah mutlak di lakukan, tak terkecuali kabupaten jombang, jawa timur. Dalam perkembanganya kabupaten jombang telah banyak memiliki produk-produk UMKM yang sedang bertumbuh secara perekonomian,  diantaranya umkm yang menyediakan produk – produk bumbu makanan dan bahan herbal yang berbahan asli komoditas kabupaten Jombang (local pride product). Dengan menggunakan pendekatan Fishbone diagram dan AHP, inovasi produk mesin ini di bangun dalam skala laboratorium sebagai dasar kajian penelitian dan pengembangan produk industri daerah. Dalam penjelasanya metode fishbone diagram di gunakan untuk melakukan pertimbangan kriteria yang akan di usung. Sedangkan integrasi dengan metode AHP digunakan untuk memutuskan prototype mesin tepat guna dengan kriteria yang sangat di butuhkan oleh pelaku usaha komoditas herbal kabupaten Jombang, hasil yang di dapatkan terciptalah mesin yang sesuai kebutuhan UMKM komoditas herbal.
Penerapan Metode PDCA dan 5 Why Analysis pada WTP Section di PT Kebun Tebu Mas Wirawan, Endik; Minto
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 1 No 01 (2021): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v1i01.1825

Abstract

Sugar is one of the basic needs of the Indonesian people. For the sake of the running of national sugar, the sugar industry competition will also be tighter. Therefore it is important for sugar industry players to always maintain and improve quality as well as PT Kebun Tebu Mas. One of the efforts to maintain quality is by making continuous improvements. The WTP division in the Boiler division at PT Kebun Tebu Mas often experiences several problems including Replace the Cartridge Filter (28%), Mossy Filter Cleaning Cartridge (69%) and several other problems. By applying the PDCA Method and 5 Why Analysis, the results obtained are that the two main problems decreased to 16% and 14%. This means that quality has no impact on the value of quality.
ANALISA KESEIMBANGAN LINTASAN PERBANDINGAN METODE RPW DENGAN REGION APPROACH DALAM PEMBUATAN BATIK PRINTING DI “SEKAR JATI STAR” Sobir Farid, Muhammad; Rahmawan Wira Ghani, Sulung
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 1 No 01 (2021): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v1i01.1827

Abstract

This Sekar Jati Star Written Batik is a type of company that is still an SME or Home Industry with a wholesale production type or every time you receive orders, and the Sekar Jati Star Batik UKM is a company that adheres to a job shop because of the variety of products or different motives with different flow patterns. different too, so this industry practice research carries the topic of line balancing using the RPW method and the Region Approach, namely to find out that the production line balance problem occurs most in the assembly process compared to the manufacturing process. Continuous movement is most likely achieved by manual assembly operations when several operations can be divided by a short duration in the batik printing process so that the distribution of tasks can be evenly distributed so that jams can be avoided. After calculating the RPW method, the results of the number of stations in the initial condition are 5 and the RPW method 5, the balance delay in the initial conditions is 39.2% with the RPW method to 18.0%, the efficiency of the initial condition system is 60.8% with the RPW method 82%, Output Production Initial conditions 16 meters / day with the RPW method 31 meters / day. Then the calculation of the Region Approach method results in the number of work stations 5, Balance Delay 96%, and for work efficiency 0.0376 or 4%.

Page 6 of 10 | Total Record : 91