Global Journal Basic Education
Global Journal Basic Education with e ISSN 2828-6383 is a scientific journal that aims to communicate research results of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of basic education covering the fields of basic teaching in elementary, Applied science and analytical-critical studies in the field of basic education. We publish original research papers, review articles and case studies every month February, May, August, and November. Target readers of the journal are professors, students, teachers and practitioners of basic science education. Author has to make sure that the manuscript has been prepared with Global Journal Basic Education following author guidelines. The journal does not accept single author. The manuscript which does not meet the author guidelines, template, or focus and scope will be immediately rejected. The only manuscript which meets the journal requirement will be processed further. Registration and login are required to submit items online and to check the status of current submissions.
Articles
201 Documents
HUBUNGAN KECERDASAN INTRAPERSONAL DENGAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS TINGGI UPT SDN 42 WAETUWO KECAMATAN TANETE RIATTANG TIMUR KABUPATEN BONE
Kadir Kadir;
Selviana Wulandari Yahya;
Adnan Adnan
Global Journal Basic Education Vol 1 No 4 (2022): November
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.235
Penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional simetris yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal dengan disiplin belajar siswa kelas tinggi UPT SDN 42 Waetuwo Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas tinggi UPT SDN 42 Waetuwo yang berjumlah 76 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Nonprobability yaitu total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh kecerdasan intrapersonal siswa berada pada kategori baik dengan rata-rata 19,97 dan persentase 73,97%. Disiplin belajar siswa berada pada kategori baik dengan rata-rata 19,71 dan persentase 75,80%. Kemudian berdasarkan hasil analisis statistik inferensial menunjukkan nilai thitung (1,86307) lebih besar (>) nilai ttabel (1,66571) pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal dengan disiplin belajar siswa kelas tinggi UPT SDN 42 Waetuwo Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS II UPTD SD NEGERI 89 BARRU
Asril Asril
Global Journal Basic Education Vol 1 No 2 (2022): Mei
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.995 KB)
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.242
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kelas II UPTD SD NEGERI 89 BARRU. Subjek penelitian adalah siswa kelas II UPTD SD NEGERI 89 BARRU yang berjumlah 10 orang. Metode serta pendekatan yang digunakan dalam penenelitian ini yaitu metode Tanya jawab ,demontrasi, dan penugasan sedangkan pendekatan yaitu pendekatan TPACK. Penggunaan TPACK sangat membantu pembelajaran dimana siswa lebih fokus dan mudah memahami pelajaran karna disajikan dengan tampilan yang menarik. Model pembelajaran Problem Based Learning sangat sangat cocok diterpkan pada siswa sehingga mereka termotivasi belajar karna didalam belajar mereka jarang menemui sistem pembelajaran menggunakan model problem based learning. Adapun dalam Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dari akhir siklus I dan tes akhir siklus II serta dengan menggunakan lembar observasi, kuesioner/tanggapan siswa, dan pertanyaan refleksi siswa. Hasil belajar pada siklus II terdapat 90% peserta didik mencapai nilai KKM hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning adalah model yang memfokuskan siswa dalam menemukan masalah pada kehidupan sehari-hari dan membantu siswa untuk dapat berfikir kritis dalam memecahkan masalah serta menemukan ide – ide kreatif yang menjadi solusi pada setiap masalah, baik penemuan jawaban secara individu maupun dalam bentuk diskusi kelompok. Berdasarkan dari beberapa data diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa pada Kelas II UPTD SD Negeri 89 Barru. Keyword :Hasil Belajar, Model pembelajaran Problem Based Learning
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS IV UPT SPF SD INPRES LAYANG BERTINGKAT KOTA MAKASSAR
Nasaruddin Nasaruddin;
Nurhaedah Nurhaedah;
Ahmad Zaki Al Islam
Global Journal Basic Education Vol 1 No 4 (2022): November
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.260
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran numbered heads together terhadap hasil belajar tematik siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat Kota Makassar. Desain penelitian iniyang digunakan adalah Quasi Experimental Design. Variable bebas penelitian ini adalah model pembelajaran Numbered Hedas Together. Variable terikat hasil belajar. Populasi penelitian 36 siswa yang terdiri dari dua kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang peneliti gunakan berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Teknik pengumpulan data yaitu tes, observasii dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial seperti uji normalitas, uji homogenitas,independent sample T-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan thitung (2,443)> t tabel (2,024) yang berarti penggunaan model pembelajaran numbered heads together memiliki efek pada hasil belajar. Nilai Sig. (2-Tailed)< 0,05 yaitu 0,019. Penggunaan model pembelajaran numbered heads together pada kelas IV berada pada kategori sangat baik. Hasil belajar tematik siswa pada kelas kontrol dan eksperimen berada pada kategori baik. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran numbered heads together berpengaruh terhadap hasil belajar tematik siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat Kota Makassar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS VII.2 SMPN 2 PEKANBARU TAHUN PELAJARAN 2021/2022
UTARI, SRI
Global Journal Basic Education Vol 2 No 4 (2023): November
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.973 KB)
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i2.343
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA khususnya materi energi dalam system kehidupan dengan menggunakan model Problem Based Learning. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.2 SMP Negeri 2 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2021/2022. Rata-rata hasil belajar peserta didik hanya mendapat 54,5 dan ketuntasan belajar peserta didik hanya mencapai 30%. Berangkat dari permasalahan tersebut maka harus diadakan tindakan perbaikan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian terhadap 20 orang peserta didik kelas VII.2 di SMP Negeri 2 Pekanbaru menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan tersebut dapat terlihat pada masing-masing aspek yang diukur dalam penelitian ini dari siklus 1 ke siklus III. Aspek pengetahuan pada siklus 1 mencapai 60% ketuntasan, siklus 2 mencapai 80% ketuntasan dan siklus 3 yang mencapai 95% ketuntasan serta keterampilan yang mengalami perkembangan yang signifikan dengan bertambah nya peserta didik yang tuntas mulai dari siklus I ke siklus III. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII.2 SMP Negeri 2 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2021/2022 materi energi dalam system kehidupan.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN DARING KELAS VI SDN CANGKORAH
Deisy Suryani Thias
Global Journal Basic Education Vol 1 No 2 (2022): Mei
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.249 KB)
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.502
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran dengan media pembelajaran video pada Tema 1 Subtema 1 TumbuhanSahabatku dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam di kelas VI SDN Cangkorah. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan pelaksanaan tindakan. Pengumpulam data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan siswa untuk mengetahuai keaktifan siswa dalam pembelajaran Tema 1 Sub Tema 1 Tumbuhan Sahabatku. Analisis data deskriptif kualitatif dengan mereduksi data, mendeskripsikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa setelah diterapkan metode pembelajaran dengan media pembelajaran video, keaktifan siswa dalam pembelajaran Tema 1 Sub Tema 1 Tumbuhan Sahabatku mengalami peningkatan. Keaktifan siswa dari kondisi awal dengan keaktifan siswa pada siklus I mengalami peningkatan, dari rata-rata keaktifan siswa pada kondisi awal 56% menjadi 69%. Sedangkan pada pertemuan 2 di Siklus II meningkat menjadi 75% dengan kategori siswa aktif dalam pembelajaran.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Kelas III Tentang Bangun Datar Melalui Penggunaan Media Audio Visual di SDN 1 Cikareo Tahun Pelajaran 2019/ 2020
Dudi Supriadi
Global Journal Basic Education Vol 1 No 2 (2022): Mei
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.878 KB)
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.503
Penelitian ini didasari oleh kesulitan peserta didik kelas III SDN 1 Cikareo dalam pembelajaran matematika pada materi bangun datar. Guru hanya menjelaskan materi pembelajaran dengan cara klasikal, sehingga peserta didik menjadi tidak aktif dan kreatif selama proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada masih rendahnya prestasi belajar peserta didik dalam memahami materi tersebut. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian tindakan ini adalah bagaimana rencana, pelaksanaan, dan peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media audio visual. Penggunan media audio visual ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan mengimplementasikan penggunaan media audio visual pada materi bangun datar dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dari hasil analisis didapatkan bahwa dengan penggunaan media audio visual pelaksanaan pembelajaran Matematika berjalan maksimal dan peserta didik semakin aktif. Persentase ketuntasan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (62, 5 %), siklus II (83,3%) dengan respon peserta didik sangat senang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media audio visual berdampak positif terhadap keaktifan peserta didik sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dalam pelajaran Matematika, sehingga media audio visual ini bisa digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 159 INPRES TEKOLABBUKA KABUPATEN MAROS
Nur Aliah Agus;
Hikmawati Usman;
Latri Aras;
Rahmawati Patta
Global Journal Basic Education Vol 1 No 4 (2022): November
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.507
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SDN 159 Inpres Tekolabbua Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, tes,dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif.Berdasarkan hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I dikategorikan cukup dan pada siklus II dikategorikan baik.Hasil penelitian observasi siswa pada siklus I dikategorikan cukup dan meningkat pada hasil penilaian observasi siklus II menjadi kategori baik .Berdasarkan hal tersebut,nilai tes dari siklus I berada dalam kategori cukup dan pada siklus II meningkat menjadi kategori baik. Kesimpulan hasil penelitian dan pembahasan ini bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SDN 159 Inpres Tekolabbua Kabupaten Maros.
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI SISWA KELAS V SD NEGERI 157 PASARAYA KECAMATAN BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA
Rahmawati Patta;
Abdul Rahman;
Atria Salsabila Nur
Global Journal Basic Education Vol 1 No 4 (2022): November
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.508
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan RME untuk meningkatkan literasi numerasi siswa kelas V SD Negeri 157 Pasaraya Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 35 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 27 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas belajar siswa dan hasil tes literasi numerasi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori cukup karena masih kurang dalam memahami masalah kontekstual dan menjelaskan masalah kontekstual. Kemudian dilakukan perbaikan proses pada pelaksanaan siklus II yaitu pada langkah memahami masalah kontekstual, guru memberikan petunjuk atau arahan kepada siswa untuk memahami masalah yang kurang dipahami dan pada langkah menyelesaikan masalah kontekstual, guru meminta siswa terlebih dahulu untuk mengidentifikasi masalah yang diberikan sebelum mengerjakannya. Sehingga aktivitas belajar siswa pada siklus II meningkat menjadi kategori baik. Hasil tes literasi numerasi siswa mengalami peningkatan dari kategori belum tuntas menjadi kategori tuntas pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan penerapan pendekatan RME dapat meningkatkan literasi numerasi siswa kelas V SD Negeri 157 Pasaraya Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI PEMBERIAN SOAL HOTSSISWA KELAS IX SMK TECHNO TERAPAN MAKASSAR
fatimah s Sirate;
Mulyati Mulyati
Global Journal Basic Education Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.379 KB)
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i1.594
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa kelas IX SMK TECHNO TERAPAN MAKASSAR setelah diberi soal HOTS (High Order Thinking Skill). Adapun jenis dan subjek penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, sedangkan subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMK TECHNO TERAPAN MAKASSAR sebanyak 16 siswa. Pada siklus I skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang dilihat dari hasil belajarnya yaitu 67,63 dengan standar deviasi 10,67, skor tertinggi 87 dan skor terendah 51 dari skor ideal 100. Jumlah siswa yang tuntas adalah 6 orang (37,5%) dari 16 siswa, Selanjutnya pada siklus II rata- rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dilihat dari hasil belajarnya yaitu 75,75, dengan standar deviasi 8,941, skor tertinggi 92 dan skor terendah 62 dari skor ideal 100. Jumlah siswa yang tuntas adalah 14 orang (87,5%) dari 16 siswa. Dengan demikian setelah diberi soal HOTS dengan penerapan pendekatan saintifik dapat Meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar dalam kelas tidak hanya berpusat pada guru tetapi juga berpusat pada siswa.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 WATAMPONE
Andi Tenriawaru
Global Journal Basic Education Vol 1 No 1 (2022): Februari
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.689 KB)
|
DOI: 10.35458/gjp.v1i2.595
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, wawancara dan angket. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Siswa dengan kemampuan tinggi masih kesulitan dalam menentukan jawaban akhir dan kesulitan dalam menyelesaikan soal sesuai dengan prosedur sehingga siswa kesulitan dalam konsep dan algoritma. 2) Siswa dengan kemampuan sedang masih kesulitan dalam menjelaskan rumus, menentukan jawaban akhir, kesulitan dalam menyelesaikan rumus pada jawaban, tidak mampu dalam menentukan titik sudut sehingga siswa masih kesulitan konsep, prinsip dan algoritma. 3) Siswa dengan kemampuan rendah kesulitan dalam menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan, tidak mampu dalam menentukan rumus, menentukan jawaban akhir, tidak dapat memahami suatu hubungan antara dua atau lebih objek matematika, tidak mampu dalam menentukan titik sudut dan tidak mampu menyelesaikan rumus sesuai dengan prosedur sehingga siswa kesulitan konsep, prinsip dan algoritma.