cover
Contact Name
Riki Ranova
Contact Email
riki.farm@gmail.com
Phone
+6281277752221
Journal Mail Official
ejurnal.akfarib@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kesehatan No. 20 Belakang RSAM Kel, Bukit Apit Puhun, Guguk Panjang, Bukittinggi , Sumatera Barat 26114
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
ISSN : -     EISSN : 28304802     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional secara resmi yang dikelola oleh Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal review nasional, yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli dengan topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang obat tradisional, teknologi kefarmasian, pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada tema meliputi Farmakognosi, Fitokimia, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmasi Klinis dan Farmasi Komunitas.
Articles 85 Documents
Analisis Kandungan Boraks Pada Gula Merah Yang Dijual Di Pasar Simpang Baru Panam Pekanbaru Susanti, Emma; ramadhan, alfitrah; Rahmah, musyirna; octaviani, melzi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.73

Abstract

Gula merah merupakan salah satu bahan pangan yang dibuat dari olahan nira palma yaitu aren dan kelapa yang dibuat secara tradisional. Gula merah sering digunakan masyarakat indonesia sebagai bumbu masak serta pemanis makanan dan minuman karena memiliki aroma dan rasa yang khas. Pada proses pembuatan gula merah kini masih ditambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya sebagai pengawet dan pengeras. Belakangan ini marak isu mengenai penggunaan bahan tambahan kimia yang berbahaya dalam pembuatan gula merah, salah satunya adalah boraks. Boraks adalah salah satu senyawa yang dikenal masyarakat dengan asam borat yang dilarang penggunaanya sebagai bahan tambahan pangan, tetapi boraks masih ditambahkan sebagai pengawet pada gula merah yang bertujuan agar daya tahan lama dan sebagai pengeras pada gula merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan boraks pada gula merah dengan metode uji nyala api dan uji kertas tumerik (kurkumin). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian pada uji kualitatif sampel dengan metode nyala api dan kertas kurkumin menunjukan hasil tidak mengandung boraks yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna pada uji nyala api maupun uji kertas kurkumin.
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin): Mega Yulia; Safitri, Rahmi; Rahmayulis, Rahmayulis
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.74

Abstract

Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap. Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta akar atau rimpang. Minyak atsiri memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai aromaterapi. Aromaterapi dipercaya dapat memberikan efek tenang, memperbaiki suasana hati sehingga mampu meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Pada penelitian ini minyak atsiri akan dijadikan lilin aromaterapi. Minyak atsiri yang digunakan adalah minyak sereh wangi dan minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat diformulasikan menjadi lilin aromaterapi. Penelitian eksperimental ini menggunakan 5 formulasi dengan perbandingan konsentrasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam (4% : 0%), (3% : 1%), (2% : 2%), (1% : 3%), (0% : 4%) dan perbandingan paraffin padat dan asam stearat (40% : 60%). Sedian lilin yang sudah diformulasi, dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji efek terapi, uji ketahanan aroma dan uji kesukaan. Lilin aromaterapi dengan kombinasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi dengan formula terbaik yaitu formula 3 (F3).
bioteknologi Efek Terapi Kombucha Bunga Telang (Clitoria terantea) Sebagai Produk Bioteknologi Pada Konsentrasi dan Kematian Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Asap Rokok: Efek Terapi Kombucha Bunga Telang (Clitoria terantea) Sebagai Produk Bioteknologi Pada Konsentrasi dan Kematian Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Asap Rokok Rezaldi, Firman
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.77

Abstract

The cause of health problems or disorders including the lungs, heart, gastrointestinal inflammation and reproductive fertility comes from the bad habit of smoking. A decrease in spermatozoa as an indicator of fertility, both in quality and quantity, is one of the bad effects of cigarette smoke. Consuming or treating food or drinks containing antioxidants in this study has been found to be able to reduce the level of spermatozoa decline in active smokers both in quality and quantity. This study aims to determine the effect of butterfly pea flower kombucha therapy as a source of antioxidants on male mice (Mus musculus) in determining the effect of giving butterfly pea flower kombucha therapy on sperm concentration and death rate after exposure to cigarette smoke. This research has proven that telang flower kombucha given at 4 mL/100 grams BW of male mice has the potential to increase the concentration of spermatozoa and reduce the percentage of abnormal spermatozoa death in mice after being exposed to cigarette smoke for 15 minutes.
Formulasi Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Dengan Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil) Hilmarni; Mulyani, Dwi; Selfira, Dini
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.82

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan sabun padat transparan ekstrak Etanol Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dengan Minyak Kelapa Sawit (Palm oil). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit jeruk manis dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparan. Sediaan sabun padat transparan dibuat sebanyak 4 formula dengan F0 sebagai basis dan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk manis pada Fl sebanyak 1 g, FII sebanyak 2 g dan FIII sebanyak 3 g. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi fisik sediaan sabun padat transparant meliputi pengamatan uji organoleptis, uji kadar air, uji pH, uji iritasi, dan uji tinggi busa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk manis belum memenuhi persyaratan sabun padat transparant karena evaluasi uji kadar air belum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan karena melewati batas maksimum kadar air yang sesuai SNI tahun 2016. Tetapi dari evaluasi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, dan uji iritasi sudah memenuhi persyaratan.
PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS SUANGAI PUA KABUPATEN AGAM Febriyoldini, Shaula; Dhani Ilham, Muhammad; Hilmarni
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.84

Abstract

Obat seharusnya dapat disimpan ditempat yang tepat dan sesuai dengan ketetapan yang sudah diatur sehingga mutu obat terjamin dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Penyimpanan obat mencakup proses sejak penerimaan obat sampai mengirimkan obat ke unit pelayanan di Puskesmas. Penelitian ini akan menjelaskan profil penyimpanan obat yang dilakukan di Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana profil penyimpanan obat yang baik dan benar di Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam. Penelitian ini bersifat deskriptif observasi dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini adalah aspek umum dan aspek khusus, berdasarkan Petunjuk Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Profil Penyimpanan Obat di Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam, dari segi aspek umum memiliki persantase 90% sedangkan segi aspek khusus memiliki persantase 83,33%, sehingga penyimpanan obat di Puskesmas Sungai Pua termasuk ke dalam kategori sangat baik.
Formulasi Sabun Padat Susu Kambing Dengan Ekstrak Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzigium aromaticum L.) Ranova, Riki; Afriani, Deasy; Hilmarni
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.85

Abstract

Bunga cengkeh merupakan salah satu bahan alam yang digunakan sebagai antiseptik karena mengandung tanin, saponin, flavanoid, dan asam fenol. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak minyak atsiri bunga cengkeh terhadap standar kualitas sabun padat susu kambing etawa. Ekstrak minyak atsiri bunga cengkeh yang digunakan berdasarkan 3 variabel jumlah perendaman serbuk bunga cengkeh. Parameter evaluasi fisik sediaan yang diteliti adalah uji organoleptik, uji kadar air, uji pH dan uji stabilitas busa yang dilakukan selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kambing etawa dan ekstrak minyak bunga cengkeh stabil dalam pengujian organoleptik, serta memenuhi standar pH dan stabilitas busa sabun padat.
PENGARUH PERBEDAAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) rahmayulis; Mega Yulia; Riflyani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.86

Abstract

Jatropha plant is a plant that contains secondary metabolites, including steroids, phenolics, flavonoids and saponins. Jatropha plants are also known to have antioxidant activity. This study aims to determine the best drying temperature for the antioxidant activity test of jatropha leaves. The antioxidant activity test was carried out by drying test jatripha leaves using ovens with different temperatures, namely temperatures of 40oC, 50oC and 60oC wich was then tested for antioxidant activity using the DPPH method (2-2 diphenyl-picrylhydrazil) using a UV-Vis Spectrophotometer. The results of antioxidant activity testing in Jatropha were obtained, at drying temperature 40oC IC50 value of 1,868.87 ppm, temperature 50oC IC50 value of 1,116.97 ppm and temperature 60oC IC50 value of 319,90 ppm. From the results of the study, it can be concluded that drying samples using an oven at 60oC has a better IC50 value than drying at 40oC and 50oC, which is 319,90 ppm and classified as weak antioxidants.
Kajian Fortifikasi Garam Beryodium Yang Beredar Di Kabupaten Siak Riau Hayati; Savitri, Lisna
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.90

Abstract

Salah satu program nasional dalam pencegahan stunting adalah dengan melakukan fortifikasi pangan. Garam sebagai salah satu komoditi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat difortifikasi dengan zat Kalium Iodat (KIO3) yang kemudian dikenal dengan istilah Garam beryodium. Kalium Iodat sendiri merupakan zat yang sangat mudah menguap dan mudah larut dalam air. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan kualitas garam beryodium. Sesuai Standar Nasional Indonesia 01-3556:2016 garam beryodium harus memenuhi persyaratan yaitu kadar Kalium Iodat minimal 30 ppm. Kekurangan Iodium dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang manusia, kecerdasan, penyakit gondok, gangguan kehamilan dan janin. Kajian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pengawasan garam yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru (BBPOM di Pekanbaru) pada Kabupaten Siak Provinsi Riau dan memberikan rekomendasi terhadap pihak terkait untuk meningkatkan kualitas garam. Metode Kajian adalah dengan melakukan pengumpulan data hasil pengujian garam beriodium tahun 2023 dan melakukan analisa terhadap sampel yang Tidak memenuhi Syarat. Data terdiri dari 65 sampel dengan rincian 28 sampel garam kasar dan 37 sampel garam halus. Dari 65 Sampel yang diuji didapatkan 16 sampel dengan kadar KIO3 dibawah persyaratan. Rekomendasi kajian ini adalah penambahan KIO3 diatas persyaratan minimal yaitu 30 ppm, memperbaiki kualitas kemasan terutama untuk garam kasar serta peningkatan pengawasan berkala oleh pemerintah
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK FRAKSI ETIL ASETAT HERBA Gonostegia hirta TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach) Ariya, apt. Ariya Eka Kusuma, M.farm; apt. Farizal, M.Farm; surya ningsih
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.91

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Uji Aktivitas Sitotoksik Fraksi Etil Asetat Herba Gonostegia hirta Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach)” dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality (BSLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik pada herba Gonostegia hirta terhadap larva udang (Artemia salina leach). Ekstrak herba Gonostegia hirta didapatkan dari proses ekstraksi bertingkat dengan metode soklet. Penelitian ini menggunakan 4 konsentrasi dari ekstrak herba Gonostegia hirta yakni konsentrasi 10.000 ppm, 1.000 ppm, 100 ppm, dan 10 ppm. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak herba Gonostegia hirta memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50 363.07 ppm.
DETERMINATION OF ANTIOXIDANT ACTIVITY OF SALAK PONDOH (Salacca zalacca Gaertnes Voss) SKIN USING DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) METHOD AS ACTIVE INGREDIENT OF FACE MASK PRODUCT Rusdi, Moh
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 2 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i2.92

Abstract

           Based on the results of phytochemical tests, salak pondoh skin (Salacca zalacca Gaertnes Voss) contains alkaloid, flavonoid, and saponin compounds. Secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, and saponins show pharmacological effects as antioxidant compounds. Testing secondary metabolites in salak pondoh skin extract is the first step to using salak pondoh skin as an active component in face masks. This study aims to determine the antioxidant activity of salak pondoh skin extract using the DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)  method and its application as an active ingredient in face mask formulations. Antioxidant activity test of salak skin ethanol extract using DPPH method by determining IC50 value. From the test results, the IC50 antioxidant activity was 51.498 mg/L. This means that salak skin has strong antioxidant activity to capture free radicals