cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pertumbuhan Miselium Bibit F0 Jamur Merang (Volvareavolvaceae) pada Media Beras Merah (Oryzanivara) dengan Sumber Karbohidrat yang Berbeda Zahara, Akhadani Afta; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.017 KB)

Abstract

Budidaya jamur merang merupakan komoditi holtikultura yang memiliki prospek yang sangat potensional untuk dikembangkan. Biji-bijian serelia seperti sorgum, juwawut, padi dan gandum dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat media bibit jamur. Dibandingkan umbi-umbian, nilai energi pada beras lebih besar. Beras merah memiliki kandungan karbohidrat dan energi yang tinggi. Pada 100g beras merah terdapat 7,5 g protein, 77,6 g karbohidrat, 16 g kalsium, 163 g fosfor, dan 0,21 g vitamin B. Karbohidrat yang terkandung pada ekstrak beras merah sebesar 3,79 %, Bubur Beras Merah 19,38% dan pada Tepung Beras Merah 51,46%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pertumbuhan Miselium Bibit F0 Jamur Merang pada media alternatif Ekstrak, tepung dan Bubur beras merah. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola factor tunggal yakni perlakuan variasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada pengamatan hari ke-7, diameter miselium terbesar yakni 9 cm pada perlakuan jamur merang media tepung beras merah (J2M3) dengan warna putih kompak dengan kerapatan yang baik.Sedangkan diameter miselium terkecil yakni 3,8 cm pada perlakuan jamur merang media bubur beras merah (J2M2) dengan warna putih kompak dan kerapatan miselium yang kurang. Maka, beras merah dapat digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan bibit F0 jamur tiram dan merang dan pertumbuhan miselium paling baik yakni pada media tepung beras merah.
Hand Sanitizer dalam Bentuk Gel dari Daun Salam dengan Penambahan Alkohol dan Triklosan Farahim, Anyes Nur; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.497 KB)

Abstract

Tanaman salam (Syzygium polyanthum Wight) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas antibakteri. Kandungan utama yang berkhasiat sebagai antibakteri adalah flavonoid, tannin, minyak atsiri, steroid. Daun salam dapat dimanfaatkan sebagai hand sanitizer untuk mengurangi penggunaan alcohol dan triklosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat bakteri yang paling efektif serta untuk mengetahui uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, pH daun salam sebagai bahan pembuatan hand sanitizer dalam bentuk gel dengan penambahan alkohol dan triklosan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan analisis data deskriptif kualitatif. Faktor 1 yaitu konsentrasi ekstrak daun salam (S), S1= 5ml, S2= 5,5ml, S3= 6ml dan faktor dua yaitu perbandingan alkohol dan triklosan (A), A1= 3ml:2gr, A2= 2ml: 1,75gr, A3= 1ml: 1,5gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptik dengan parameter pH pada semua perlakuan bernilai 3 (bersifat asam). Hasil uji organoleptik warna Ochre yellow dan aroma berbau khas daun salam yang paling pekat terdapat pada perlakuan S3A3.
Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Penambangan Batubara di Formasi Tanjung, Cekungan Barito, Kalimantan Selatan Pakpahan, Herman Santoso; Hendrajaya, Lilik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.082 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penting penghasil batubara di dunia dengan potensi cadangan terbesar. Salah satu daerah penghasil batubara yang cukup besar di Indonesia adalah Formasi Tanjung, Cekungan Barito, Kalimantan Selatan. Kegiatan penambangan pun tidak lepas dari pengaruh kejadian fisika dari alam yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, sehingga dapat dilakukan penelitian tentang proses fisika dari proses penambangan batubara. Secara mekanika batuan, analisis mekanika batuan pada lapisan batubara dapat dilakukan pada bidang dan ruang. Mekanika batuan ini banyak menggunakan teori elastisitas, plastisitas dan sistem struktur fisika batuan secara eksperimen. Proses fisika pada pengeboran batubara berasal dari hukum Pascal dan suseptibilitas suatu magnet batuannya berpengaruh juga terhadap besarnya intensitas magnetik batuan tersebut. Semakin kecil atau lambat kecepatan gelombang P maka modulus elastisitasnya semakin kecil, batuan yang mempunyai kecepatan gelombang P dan elastisitas paling besar merupakan jenis batuan yang memiliki tingkat kekerasan tinggi dan tidak mudah pecah. Pada proses penggalian dan pengangkutan batubara dianalisis secara fisika dengan menggunakan hubungan gaya (F), massa batuan (m) dan percepatan pengangkutan (a). Proses pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para siswa atau mahasiswa tentang pentingnya belajar dan memahami fisika menuju pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam daerah.
Studi Keragaman Populasi Ikan Tawes (Puntius javanicus) di Sungai Bengawan Solo, Sungai Dengkeng dan Sungai Opak berdasarkan Morfometri Ayyubi, Hasan; Budiharjo, Agung; Sugiyarto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.612 KB)

Abstract

Ikan tawes (Puntius javanicus) merupakan salah satu kekayaan alam perairan Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim yang dikelilingi perairan berikut sungai-sungai yang ada di dalamnya. Sungai Bengawan Solo, Sungai Dengkeng dan Sungai Opak merupakan sungai lokal yang mempunyai karakter dengan aliran Sungai Bengawan Solo bertemu dengan aliran Sungai Dengkeng sedangkan aliran Sungai Opak terpisah dari keduanya menjadikan sebuah fenomena keterpisahan populasi menjadi dua atau lebih yang menarik untuk diteliti keragaman dan hubungan kekerabatan antar populasi melalui penanda morfologi morfometrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman ikan tawes pada Sungai Bengawan Solo, Sungai Dengkeng dan Sungai Opak berdasarkan morfometri, penelitian dilakukan pada bulan Februari - Maret 2018 dengan metode purposive sampling pada masing-masing stasiun dari Sungai Bengawan Solo (7°45'6.37" LS dan 110°54'0.26" BT), Sungai Dengkeng (7°45'23.14" LS dan 110°41'32.24" BT ) dan Sungai Opak (7°46'39.53" LS dan 110°28'19.19" BT). Pengukuran faktor fisika kimia air meliputi suhu, kuat arus, kedalaman, pH, DO, BOD, kekeruhan dan tekstur sedimen. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan indeks morfometri antar populasi ikan tawes terdapat 4 dari 14 karakter beda nyata dengan taraf signifikansi < 0,05 yakni SL ( standart length/ panjang standar), CPD (caudal pundacle depth/ tinggi batang ekor), PFL ( pectoral fin length/ panjang sirip dada), BD ( body depth/tinggi badan), analisis cluster ikan tawes Sungai Bengawan Solo mempunyai kekarabatan lebih dekat dengan Sungai Dengkeng, sedangkan ikan tawes Sungai Opak lebih jauh dari kedua sungai tersebut. Hal ini menunjukan jarak jauh dekat antar populasi berbanding lurus dengan keragamanya.
Pengembangan Modul Evolusi Primata Berbasis Hasil Penelitian Makkadafi, Suparno Putera; Aloysius, Duran Corebima; Rochman, Fatcur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.378 KB)

Abstract

Matakuliah evolusi merupakan salah satu matakuliah yang diajarkan pada program studi Pendidikan Biologi Universitas Mulawarman dimana tujuan dari matakuliah ini adalah untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa mengenai konsep dan mekanisme evolusi. Terdapat beberapa materi materi yang harus dikuasai di dalamnya salah satunya adalah evolusi primata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebutuhan akan bahan ajar baru yang akan diberikan kepada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey menggunakan angket analisis kebutuhan, wawancara, dan analisis dokumen dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh mahasiswa yang matakuliah evolusi di PendidikanBiologi Universitas Mulawarman. Sampel yang diambil adalah 10 orang mahasiswa yang telah mengikuti matakuliah ini. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa 100% sumber balajar yang digunakan merupakan sumber belajar lama dan 50% diantaranya menggunakan buku dibawah tahun 90an. Sebanyak 90% mahasiswa belum mengetahui apa itu evolusi dikaji dari pendekatan molekuler dan 100% mahasiswa memerlukan sumber belajar baru berkaitan dengan evolusi guna memberikan tambahan informasi karena semua diantara mahasiswa yang mengikuti survey yang dilakukan belum mengetahui seluk beluk evolusi dikaji dari pendekatan molekuler berdasarkan hasil penelitian. Hal ini sejalan dengan penjelasan dosen yang juga menginginkan adaya sumber belajar terbaru melengkapi sumber belajar yang ada. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan peneliti maupun dosen dalam mengembangkan modul evolusi guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa sebelum terjun ke lapangan menjadi guru.
Kecukupan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Nusarini, Dewi; Astirin, Okid Parama; Budiastuti, Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.625 KB)

Abstract

Alih fungsi lahan dari kawasan bervegatasi menjadi kawasan terbangun mengganggu keseimbangan ekologi kota, misalnya terhadap kebutuhan oksigen dan kondisi iklim kota. Ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyedia oksigen dan penyerap emisi untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau publik sebesar 20% sesuai amanat undang-undang belum terpenuhi, sampai saat ini persentase penyediaan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya baru sebesar 1,37%, sehingga membutuhkan penambahan luas ruang terbuka hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas ruang terbuka hijau publik berdasarkan kebutuhan oksigen di Kecamatan Cihideung. Perhitungan kebutuhan luas ruang terbuka hijau publik dalam penelitian ini menggunakan metode Gerakis. Oksigen yang dibutuhkan oleh penduduk dan kendaraan bermotor di Kecamatan Cihideung adalah 186.674,26 Kg/hari sehingga diperlukan ruang terbuka hijau publik seluas 368,74 Ha. Penambahan luasan ruang terbuka hijau dapat dilakukan dengan meningatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha, serta melakukan optimalisasi ruang terbuka hijau di kawasan jalur hijau, median jalan dan sempadan sungai atau penambahan kerapatan pohon dan stratifikasi tanaman.
Survei Keong Air Tawar dalam Rangka Identifikasi Potensi Keong Perantara Schistosomiasis di Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan Nurwidayati, Anis; Widjaja, Junus; Maksud, Malonda; Nelfita, N; Syahnuddin, Muchlis
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.411 KB)

Abstract

Schistosomiasis merupakan penyakit parasit paling mematikan kedua setelah malaria. Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda Schistosoma japonicum. Cacing ini membutuhkan keong perantara untuk melangsungkan siklus hidupnya, yaitu Oncomelania hupensis lindoensis. Wilayah endemis schistosomiasis selama ini dikeahui hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Tengah, akan tetapi perlu dilakukan survei keong perantara schistosomiasis di daerah lain yang berbatasan langsung dengan daerah endemis schistosomiasis. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan survei keong air tawar dalam rangka identifikasi keong perantara schistosomiasis di wilayah Kecamatan Rampi Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Survei keong dilakukan pada Bulan November 2017. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil survei keong air tawar yang dilakukan di wilayah yang berbatasan dengan daerah endemis schistosomiasis. Hasil survei ditemukan empat jenis keong, yaitu Sulawesidrobia bonnei, Sulawesidrobia sp., Melanoides sp., dan Helicorbis sp. berdasarkan hasil survei dpaat disimpulkan bahwa tidak ditemukan keong perantara schistosomiasis, O.hupensis lindoensis di wilayah Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
Penerapan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Pengaruhnya terhadap Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan Masyarakat di Kelurahan Bareng Kota Malang Ferdiana, F; Irawati, Mimien Henie; Suhadi, S; Susilowati, S; Budianingsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.141 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap rumah tangga yang terlihat dari ketersediaan pangan yang cukup baik, serta jumlah maupun mutunya aman, merata dan terjangkau. Tetapi dari tahun ketahun masyarakat perkotaan semakin meningkat, oleh sebab itu kebutuhan pangan semakin meningkat pula, akibat permasalahn tersebut, beberapa daerah sudah melakukan pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit dengan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang merupakan kawasan setingkat desa/kelurahan/RW/RT yang dibangun berkelompok dari beberapa rumah-rumah pangan lestari yang menerapkan prinsip-prinsip pemanfaatan pekarangan dan sumberdaya ruang dengan baik, berbasis sumberdaya lokal dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta meningkatkan pendapatan keluarga. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan lingkungan dan sikap peduli lingkungan dengan program kawasan rumah pangan lestari untuk masyarakat di kelurahan Bareng Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Hasil penelitian yang dihasilkan yaitu adanya pengaruh pengetahuan lingkungan dengan hasil gain score sebesar 0.40 dalam kategori sedang dan sikap peduli lingkungan dengan hasil gain score sebesar 0.30 dalam kategori sedang setelah penerapan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dengan cara pemberian penyuluhan dan penerapan secara langsung terhadap masyarakat kelurahan bareng kota Malang. Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program kawasan rumah pangan lestari dapat meningkatkan pengetahuan lingkungan dan sikap peduli lingkungan untuk masyarakat kelurahan bareng di Kota Malang.
Studi Fenologi dan Intensitas Pembungaan Cendana (Santalum albun Linn.) di Kabupaten Timor Tengah Selatan – Nusa Tenggara Timur Sumardi, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.891 KB)

Abstract

Cendana (Santalum album Linn.) merupakan salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat digemari oleh masyarakat di seluruh dunia karena aroma minyak yang khas pada kayu terasnya. Jenis ini telah diklasifikasikan sebagai jenis vulnarable. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah populasinya adalah dengan mempelajari pembungaan dan intensitas berbunganya. Informasi itu penting untuk memilih strategi terbaik untuk menghasilkan benih berkualitas tinggi. Studi fenologi dan intensitas pembungaan cendana dilakukan pada areal produksi benih cendana di Oelbubuk, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengamatan dilakukan pada musim berbunga tahun 2010 dan 2011 untuk mendapatkan informasi tentang pembungaan, proses menjadi buah dan pola berbunga. Pada populasi ini cendana membutuhkan waktu selama 111 hari dalam satu periode berbunga hingga menjadi buah masak. Jenis ini di lokasi penelitian memiliki musim berbunga sebanyak dua kali dalam setahun. Musim berbunga mencapai puncaknya pada bulan Juni dan Desember dengan pohon berbunga masing-masing sebanyak 38,75% dan 23,18% pohon.
Pengembangan Modul sebagai Solusi Mengoptimalkan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari, Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan, dan Keterampilan Memecahkan Masalah Siswa Mahfudhillah, Hamim Thohari; Irawati , Mimien Henie; Sueb, S; Susilowati, S; Budiasih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.624 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki hasil pertanian yang melimpah. Pada tahun 2014 produksi gabah kering di Indonesia sebanyak 70,83 juta ton, jagung 19,03 juta ton, kedelai 953,96 ribu ton, cabai 1,03 juta ton dan masih banyak hasil pertanian yang lainnya. Namun, hasil pertanian tersebut tidak seimbang dengan kebutuhan pangan akibat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga kelaparan serta kurang gizi akibat kurang mengonsumsi sayur dan buah terjadi hampir di semua kabupaten di Indonesia. Masyarakat yang kurang mengonsumsi sayur dan buah dapat menjadi masyarakat yang memiliki tingkat kesehatan yang rendah dan memiliki gizi buruk. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kurangnya gizi akibat rendahnya pemenuhan konsumsi sayur dan buah yaitu dengan membentuk program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pelaksanaan program tersebut di berbagai wilayah banyak mengalami kendala sehingga tidak berjalan optimal dan bahkan terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab tidak berjalannya program KRPL dan mengembangkan modul KRPL sebagai bahan ajar agar program KRPL dapat berjalan optimal dan dapat digunakan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan serta keterampilan memecahkan masalah siswa. Penelitian ini dilakukan dengan mengadaptasi model penelitian pengembangan ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa salah satu penyebab tidak berjalannya program KRPL yaitu kurangnya kader lingkungan yang berperan sebagai promotor program KRPL. Penelitian ini juga telah menghasilkan prototipe modul Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk siswa. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan pengujian modul baik melalui penelitian tindakan kelas (PTK) maupun penelitian eksperimen semu untuk mengetahui efektivitas modul yang telah dikembangkan dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan dan keterampilan memecahkan masalah siswa.