cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pemanfaatan Lahan Sekolah sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup Haqiqi, Nur Azizah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.632 KB)

Abstract

Pemanfaatan lahan sekolah sebagai sumber belajar merupakan salah satu strategi dalam menyampaikan materi kepada siswa dimana tujuannya agar siswa termotivasi dalam belajar dan tujuan akhir yaitu meningkatkan hasil belajar siswa, selain itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan keingintahuan, terlibat dalam proses analisis dan eksplorasi yang kreatif mencari jawaban, serta terlibat dalam proses pengambilan kesimpulan yang sehat. Penelitian dilakukan pada dua kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen), kelas VII SMP Ar-rahman Kota Bekasi. Teknik pengambilan sample menggunakan random sampling, materi pembelajaran klasifikasi makhluk hidup terfokus pada kingdom Plantae, dalam penelitian ini hasil belajar siswa yang diteliti yaitu ranah afektif dan ranah kognitif, dimana ranah afektif data yang didapat dari sikap siswa selama proses pembelajaran, sedangkan ranah kognitif diperoleh dengan menggunakan instrument soal kognitif Taksonomi Bloom Revisi (C1-C5), soal diberikan kepada siswa sebelum pembelajaran (pre-test) dan sesudah pembelajaran (post-test). Pada siswa kelas eksperimen, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan koognitifnya beralih ke fase transisi, bahkan ada beberapa siswa memasuki fase formal, sedangkan untuk kelas kontrol kemampuan kognitifnya signifikan. Untuk kemampuan afektif ranah sikap siswa selama proses pembelaran terlihat sangat jelas kelas eksperimen lebih tinggi nilai rata-rata sikapnya dibandingkan kelas kontrol. Dari hasil penelitian terlihat sangat jelas bahwa sumber belajar yang tepat untuk menyampaikan materi tertentu akan meningkatkan hasil belajar siswa.
Potensi Adsorben Komposit Tanah Andisol-Karbon Aktif untuk Menurunkan Kadar Logam Besi (Fe) pada Air Sumur di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul Rohman, Muhammad Nur; Sunarto, S; Pranoto, P
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.793 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang pesat di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta berbanding lurus dengan kebutuhan terhadap sumber daya alam. Salah satu sumber daya alam yang dimanfaatkan adalah sumber daya air tanah. Peningkatan jumlah penduduk memberikan tekanan yang besar terhadap ketersediaan sumber daya air tanah. Sumber daya air tanah yang umum dimanfaatkan oleh penduduk adalah air sumur. Permasalahan lingkungan yang terjadi adalahpenurunan kualitas air sumur, terutama dampak pencemaran logam besi (Fe). Upaya untuk menurunkan kadar logam besi (Fe) air sumur, salah satunya dengan aplikasi adsorben komposit tanahandisol-karbonaktif. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui dan menganalisis potensi adsorben komposi tanahandisol-karbon aktif dalam menurunkan kadar logam besi (Fe) pada air sumur di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif, data kualitas air diambil secara purposive sampling, analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi media sebesar 50 % tanah Andisol dengan 50 % karbon aktif (1:1) memperoleh penurunan kadar logam besi (Fe) dari 1,61 mg/L menjadi 0,21 mg/L. Sedangkan, kemampuan adsorbsi medianya sebesar 0.0028 mg/g logam besi (Fe). Kesimpulanpenelitian ini adalah adsorben komposit tanah andisol:karbonaktif (1:1) mampu menurunkan kadar logam besi (Fe) denganpersentase penurunan mencapai 86,95 %, sehingga sesuai dengan baku mutu lingkungan.
Efektivitas Adsorben Alofan-Kelor dalam Pengurangan Bakteri Coliform dan Escherichia Coli Limbah Cair Domestik Rois, Ibnu; Pranoto, P
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.257 KB)

Abstract

Limbah cair domestik dari instalasi pengolahan air limbah tidak dilakukan desinfeksi. Limbah cair ini mengandung ekskreta, sehingga terdapat bakteri Coliform dan Escherichia Coli yang dapat mencemari lingkungan dan sumber air bersih yang digunakan masyarakat. Teknologi sederhana untuk mengurangi pencemaran bakteri Coliform dan E. Coli dilakukan dengan adsorben Alofan dan biji kelor. Alofan merupakan bagian dari mineral amorf Andisols yang dapat mengalami peningkatan pH setelah bereaksi (menyerap) asam humat maupun asam silikat. Biji kelor memiliki senyawa 4-(α-L-Rhamnosyloxy) benzyl isothiocyanate dan 4-(4’-O-acetyl-α-L-rhamnosyloxy)-benzyl isothiocyanate. Selain itu biji kelor juga mengandung fenol, hidrokuinin, flavonoid steroid, triterpenoid, tanin alkaloid dan saponin yang merupakan bahan aktif anti bakteri. Karakteristik alofan dilakukan dengan metode analisis NaF, FT-IR, XRD dan SAA. Hasil kolaborasi adsorben alofan-kelor (perbandingan alofan 25% dengan kelor 75%) dapat menurunkan bakteri Coliform sebanyak 70,11% dan E. Coli sebanyak 67,64%. Sedangkan adsorben alofan dapat menurunkan bakteri Coliform sebanyak 60,93% dan E. Coli sebanyak 44,11%, serta biji kelor dapat menurunkan bakteri Coliform sebanyak 77,29% dan E. Coli sebanyak 70,58%. Berdasarkan hasil ini maka untuk menurunkan bakteri Coliform dan E. Coli pada limbah cair domestik dapat menggunakan adsorben biji kelor.
Inventarisasi Jenis Tumbuhan Asing Berpotensi Invasif di Taman Nasional Meru Betiri Susilo, Adi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.997 KB)

Abstract

Di Indonesia terdapat lebih dari 900 jenis tumbuhan asing yang dimasa depan berpotensi menjadi invasif. Keberadaan tumbuhan asing invasif berdampak sangat buruk pada komunitas flora dan fauna setempat. Berbagai taman nasional di Indonesia telah terinvasi oleh tumbuhan asing invasif yang pengendaliannya memakan biaya sangat besar. Untuk melestarikan keragaman hayati baik pada tingkat ekosistem, jenis maupun genetik perlu dilakukan perlindungan terhadap serangan tumbuhan asing invasif. Mengingat pentingnya peran taman nasional dan besarnya dampak tumbuhan asing invasif pada ekositem lokal maka dilakukan penelitian inventarisasi jenis-jenis tumbuhan asing yang berpotesi invasif di Taman Nasional Meru Betiri. Inventarisasi tumbuhan asing telah dilakukan di resort Bandealit Taman Nasional Meru Betiri dengan metoda sabuk transek (belt transect). Empat transek sabuk selebar 1 m dengan total panjang 7,5 km dibuat untuk inventarisasi tumbuhan asing. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa terdapat 58 jenis tumbuhan asing dari 25 famili. Famili yang paling umum adalah Asteraceae, Cyperaceae dan Poacea. Dari 58 jenis yang ditemukan enam diantaranya termasuk dalam 100 jenis tumbuhan invasif terganas di dunia dan 20 jenis tumbuhan asing penting Indonesia yaitu Chromolaena odora, Lantana camara, Mikania micranta, Imperata cylindrica, Sida rhombifolia dan Stachtarpheta jamaicensis.Jenis tumbuhan asing yang telah invasif dan menimbulkan masalah di resort Bandealit adalah adalah Chromolaena odorata dan Lantana camara.
Pemanfaatan Tumbuhan Suku Poaeceae di Taman Hutan Raya R Soerjo sebagai Media Penunjang Identifikasi Wulandari, Desy Yanuarita; Saptasari, Murni; Mahanal, Susriyati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.321 KB)

Abstract

Perubahan tuntutan kurikulum membuat bahan kajian yang ada perlu dilengkapi dan diperbarui sehingga capaian pembelajaran yang telah dirancang dapat tercapai maksimal. Matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan memiliki capaian pembelajaran yaitu mahasiswa dapat menguasai prinsip taksonomi, tata nama, klasifikasi tumbuhan berdasarkan ciri-cirinya serta menyusun sistem identifikasi tumbuhan berdasarkan penelitian di lapangan. Analisis kebutuhan yang dengan penyebaran angket kepada 53 mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang yang telah menempuh matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan ditemukan kesulitan belajar yang mereka alami yaitu sulit mencari referensi atau bahan dalam melakukan identifikasi tumbuhan, gambar yang terdapat dihandout kurang jelas, dan kesulitan dalam melakukan identifikasi. Solusi untuk mengatasi kesulitan belajar yang mereka alami yaitu memberikan media lain seperti buku ataupun bacaan tambahan yang dapat menuntun mahasiswa dalam proses identifikasi. Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi tumbuhan suku Poaceae yang ada di Taman Hutan Raya R. Soerjo dan mengembangkan media belajar berupa foto sebagai sarana dalam proses identifikasi tumbuhan suku Poaceae. Metode penelitian adalah metode deskriptif yakni menjelaskan bagian dari tumbuhan suku Poaceae.Pengambilan sampel dilakukan di Taman Hutan Raya R. Soerjo.Hasil penelitian berupa foto morfologi dari akar, batang, daun, dan juga bunga dari tumbuhan suku Poaceae. Bagian terpenting dari tumbuhan suku Poaceae yang berperan dalam proses identifikasi adalah struktur bunga tersusun sebagai bunga majemuk dengan satuan bunga berupa floret, floret tersusun dalam spikelet. Terdapat 12 spesies tumbuhan suku Poaceae yang telah teridentifikasi yaitu Paspalum conjugatum P.J. Bergius, Eleusin indica (L).Gaertn, Oplismenus compositus (L). P. Beauv, Sporobolus indicus (L). R.Br, Saccharum spontaneum L, Pennisetum purpureum Schumach, Imperata cylindrica (L).Raeusch, Paspalum dilatatum Poir, Eragrostis amabilis (L).Wight & Arn, Panicum sp, Eragrostis sp (1), Eragrostis sp (2).Identifikasi yang dilakukan tetap menggunakan buku acuan namun disertai dengan foto sebagai media penunjang tambahan dalam identifikasi tumbuhan suku Poaceae.
Struktur Komunitas Flora Mangrove di Pancer Cengkrong Kabupaten Trenggalek Sawitri, Niken; Sunarto, S; Wiryanto, W
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.394 KB)

Abstract

Mangrove merupakan hutan yang habitatnya di daerah perairan, ekosistem pantai, dan merupakan sumber daya alam yang sangat potensial. Keanekaragaman mangrove bukan hanya kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingukungan, tetapi tidak terlepas dari campur tangan manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas flora di kawasan Pancer Cengkrong, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2017 dengan metode plot/transek pada 3 stasiun pengamatan. Setiap stasiun di buat sebanyak 10 petak (plot), setiap plot dibuat sub petakberukuran 10 x 10 m, untuk mengetahui kondisi mangrove maka dilakukan perhitungan kerapatan, luas penutup, frekuensi, indeks dominansi, dan indeks nilai penting. Pengukuran faktor lingkungan meiputi salinitas, suhu, pH, DO, dan tekstur tanah. Hasil penelitian, diketahui bahwa jenis mangrove yang memiliki kerapatan tertinggi yaitu Rhizophora apiculata42,72, dan untuk nilai luas penutup tertinggi yaitu Sonneratia alba sebesar 839,47 m2 untuk nilai frekuensi tertinggi jugaSonneratia alba 32,55%.Sedangkan nilai dominansi tertinggi dimiliki oleh jenis Avicennia lunata 58,53%. Kisaran suhu di Pancer Cengkrong yaitu 27-310C, sama halnya dengan kisaran salinitas yaitu 26,1 ppt. Simpulan dari penelitian ini adalah Rhizophora apiculata yang mendominansi di tempat penelitian, dan memiliki sifat tanah lumpur berpasir, ini yang menyebabkan jenis Rhizophora apiculata banyak ditemukan dibandingkan dengan jenis lainnya.
Eksplorasi Kemampuan Awal Literasi Biologi Siswa Kelas X SMAN 7 Malang Mahardika, Eka Arum Sasi; Suwono, Hadi; Indriwati, Sri Endah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.312 KB)

Abstract

Pada abad 21, sains mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari tidak lepas dari sains, sehingga penting sekali untuk melatih kemampuan literasi sains pada siswa. Berdasarkan studi PISA tahun 2012 dapat diketahui bahwa literasi sains Indonesia tergolong rendah, yaitu berada pada peringkat 64 dari 65 negara. Biologi merupakan salah satu salah satu cabang ilmu dari sains. Biologi berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti makanan, kesehatan, lingkungan, interaksi makhluk hidup, dan lain sebagainya. Penting sekali untuk memiliki kemampuan literasi biologi untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan hal ini, telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan awal literasi biologi siswa. Literasi biologi dapat diukur melalui tes. Tes tersebut berupa essay yang dijawab oleh siswa. Jawaban dinilai berdasarkan skala literasi biologi yaitu terdiri dari illiteracy, nominal, functional, conceptual, dan multidimensional. Studi ini merupakan bagian dari studi eksperimen untuk meningkatkan kemampuan literasi biologi siswa SMA. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 7 Malang. Kemampuan awal literasi biologi yang dianalisis merupakan kemampuan literasi biologi siswa sebelum diterapkan suatu strategi pembelajaran yang diduga dapat berpengaruh terhadap kemampuan literasi biologi siswa. Terdapat 7 soal yang diberikan kepada siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa jawaban siswa paling banyak terdapat pada skala functional dengan persentase sebesar 68,78%.
Analisis Kualitas Sungai Gadjahwong Menggunakan Metode Biotilik Purwanto, Pratama Bimo; Zaman, Mokhammad Nur; Syafi'ih, Imam; Hidayat, Mochamad Romli; Adi, Arfiansyah; Hardhaka, Tri; Yusuf, Muhammad; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Rifai, Ahmad Saikhu; Rouf, M. Solakhudin Ar; Laily, Zainul; Ikram, Andryan Muhammad
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.094 KB)

Abstract

Sungai Gadjahwong merupakan salah satu sungai yang mengalir membelah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai Gadjahwong menjadi salah satu aset penting di Daerah Istimewa Yogyakarta terutama bagi masyarakat di sekitaran bantaran sungai. Seiring berjalan waktu Sungai Gadjahwong mulai tercemar, hal ini diakibatkan oleh meningkatnya beberapa aktivitas warga di sepanjang daerah aliran sungai tersebut. Pencemaran pada lingkungan sungai memberi dampak yang tidak baik bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, terlebih jika masyarakat menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam mengedukasi warga untuk mengelola sungai dengan baik agar bebas dari pencemaran maka di perlukan model penelitian tentang pemantauan kualitas air sungai yang mudah diterapkan ke masyarakat sekitar. Sehingga dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Sungai Gadjahwong dengan metode BIOTILIK untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat sekitar sungai untuk menjaganya. Penelitian ini akan menganalisis kualitas sungai dengan metode BIOTILIK, metode tersebut merupakan pemantauan lingkungan menggunakan indikator makroinvertebrata (biota air yang tidak bertulang belakang), seperti serangga air, kepiting, udang, siput, dan cacing. Metode pengambilan sample menggunakan teknik “Kicking”, penelitian dilakukan di Sungai Gadjahwong dengan 10 titik pantau. Data dari penelitian ini didapatkan 7 titik “tercemar ringan” dengan skor biotilik 2,75 hingga 3,25. Tiga titik yang “tidak tercemar” dengan skor 3,5 pada ke-3 titik tersebut. Data tersebut telah mengambarkan masih banyak titik-titik di Sungai Gadjahwong yang masih tercemar.
Inventarisasi Tumbuhan Paku Kelas Filicinae di Kawasan Watu Ondo sebagai Media Belajar Mahasiswa Pranita, Herdina Sukma; Mahanal, Susriyati; Sari, Murni Sapta
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.522 KB)

Abstract

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Tumbuhan paku di Indonesia memiliki keragaman jenis dan memiliki manfaat dalam memelihara ekosistem hutan, tanaman hias, sayuran, dan bahan obat-obatan.Keragaman tumbuhan paku digolongkan menjadi 4 kelas, salah satunya kelas Filicinae.Kelas Filicinae merupakan tumbuhan paku yang memiliki anggota spesies terbanyak.Keragaman jenis tumbuhan paku dapat diketahui melalui pendekatan taksonomi yang membutuhkan beberapa langkah kerja, salah satunya mengenai identifikasi tumbuhan.Berdasarkan analisis kebutuhan mengenai matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan yang diberikan pada Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang angkatan 2013 pada materi tumbuhan paku, didapatkan mahasiswa mengalami kesulitan mengidentifikasi tumbuhan paku. Dalam proses pembelajaran biologi mahasiswa dituntut menggunakan pendekatan kontekstual yaitu dengan memanfaatkan alam sekitar. Kesulitan identifikasi tumbuhan paku disebabkan oleh referensi berupa narasi dan gambar belum menunjukkan spesifikasi jenis tumbuhan paku yang jelas.Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tumbuhan paku di kawasan Watu Ondo dan menghasilkan produk bahan ajar berupa atlas. Metode penelitian dengan cara jelajah atau observasi lapang secara langsung, yaitu dengan menjelajahi setiap sudut lokasi yang dapat mewakili tipe-tipe tumbuhan. Metode ini jelajah dipilih karena metode sesuai dengan kondisi lapang yang sebenarnya.Hasil penelitian ditemukan 13 spesies tumbuhan paku melalui identifikasi susunan letak spora.Tumbuhan paku yang telah diidentifikasi disusun sebagai media belajar mahasiswa berupa koleksi foto.Foto koleksi tumbuhan paku digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam mengidentifkasi tumbuhan paku.
Status Kesehatan Tegakan Konservasi Ex Situ Cendana (Santalum album Linn.) Umur 11 Tahun di KHDTK Watusipat, Gunung Kidul Yuliah, Y; Fiani, Ari; Haryjanto, Liliek
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.671 KB)

Abstract

Cendana merupakan salah satu jenis asli Indonesia yang termasuk dalam kategori rentan (vulnerable). Upaya konservasi cendana selama ini masih menemui kendala rendahnya tingkat keberhasilan hidup, salah satunya karena faktor hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring kesehatan tegakan secara periodik untuk membantu menekan resiko kerusakan melalui pengambilan kebijakan dan penerapan tindakan silvikultur yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan tanaman cendana umur 11 tahun di KHDTK Watusipat, Gunung kidul yang meliputi persentase hidup, jenis serangan hama penyakit, dan Nilai Indek Kesehatan tegakan. Evaluasi pada 4 provenan dilakukan dengan intensitas sampling 100% menggunakan panduan Forest Health Monitoring (FHM). Hasil pengamatan menunjukkan, presentase keberhasilan tumbuh tanaman cendana cukup tinggi (78,33%), dengan Nilai Indek Kerusakan (NIK) sebesar 3,33 (kategori sehat). Kondisi kerusakan yang terjadi berupa kekeringan pada tajuk (94,68%), embun jelaga (81,38%), liana (32,45%), bekicot (13,83), rayap (13,30%), ulat (5,32%) dan badan buah jamur (0,53%). Peringkat provenan berdasarkan NIK terendah adalah Sumba, Belu, Rote dan Timor Tengah Utara. Beberapa tindakan mekanis dana sanitasi lingkungan yang disarankan yaitu: pembersihan semak sepanjang jalur tanam serta memotong dan membakar bagian cabang yang terdapat badan jamur. Pengendalian hama dan penyakit secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan pestisida.