cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Uji Karakteristik Limbah Cair Industri Batik Tulungagung: Penelitian Pendahuluan Fidiastuti, Hasminar Rachman; Lathifah, Anis Samrotul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.097 KB)

Abstract

Produksi batik di Indonesia telah tersebar di 20 provinsi di Indonesia. UNESCO bahkan mengukuhkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia. Industri batik menghasilkan karakteristik limbah yang berwarna pekat akibat tingginya konsentrasi kadar warna dari proses pencelupan warna pada pembuatan batik. Hal ini berakibat pada badan air sebagai tempat pembuangan limbah secara langsung. Komposisi zat warna yang digunakan dalam industri terdiri atas bahan kimia organikdan anorganik. Jenis zat warna yang digunakan dalam industri batik sebagai tempat pengambilan sampel adalah menggunakan naphtol dan indigosol. Limbah batik juga berpotensi mengandung senyawa logam berat yang berasal dari komposisi bahan pewarna. Semakin besar proses produksi berlangsung, maka kapasitas limbah yang dihasilkan semakin besar. Hal ini akan berdampak pada terganggunya keseimbangan pada lingkungan sekitar industri. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mengkaji karakteristik limbah cair batik di Tulungagung dengan mengukur kadar BOD, COD, DO, TSS, pH, kadar lemak, kadar zat warna dan kadar Cr6+. Pengujian kadar BOD diukur dengan menggunakan metode 5th day incubation, kadar COD diukur dengan menggunakan metode analisis Dichromate Oxidation, kadar DO diukur dengan metode analisis Dissolved Oxygen Before, kadar TSS diukur dengan metode analisis gravimetri, analisis lemak menggunakan metode Direct Acid Hydrolysis, analisis kadar warna menggunakan metode spectrofotometry dan analisis Cr6+ menggunakan metode analisisspektrofotometry. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik limbah cair pabrik batik di atas baku mutu yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51/menlh/10/1995. Kadar BOD menunjukkan 376, 633 mg/L, kadar COD sebesar 568 mg/L, kadar DO sebesar 2, 374 mg/L, kadar TSS sebesar 1180 mg/L, pH sebesar 5,8; kadar lemak sebesar 0,240%, dan kadar Cr 6+sebesar 2,361 mg/L. Pengambilan cuplikan hanya dilakukan satu kali pada tiga titik lokasi pengambilan, sehingga hasil penelitian tidak bisa mewakili kondisi musim yang berlaku. Pengambilan cuplikan dilakukan pada musim kemarau. Hasil penelitian hanya berlaku untuk waktu dan kondisi saat pengambilan cuplikan di kecamatan Kauman, Tulungagung.
Pertumbuhan Kepel (Stelechocarpus Burahol (Blume) Hook & Thomson) dari Dua Populasi di Mangunan, Bantul Fiani, Ar; Yuliah, Y
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.86 KB)

Abstract

Kepel merupakan tumbuhan yang tersebar secara alami di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kepel ditetapkan sebagai Flora Identitas Provinsi. Pohon kepel memiliki banyak manfaat. Secara tradisional, buah kepel digunakan sebagai bahan baku obat-obatan seperti penghilang bau badan, alat kontrasepsi maupun untuk mencegah radang ginjal. Selain itu, bagian kayu kepel juga dapat dapat digunakan sebagai perkakas rumah tangga. Meskipun memiliki banyak kegunaan, tanaman kepel tidak terlalu diminati masyarakat untuk di tanam sehingga populasinya saat ini cukup terbatas. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta telah melakukan upaya penyelamatan jenis ini dengan membangun Kebun Konservasi Ex-situ Kepel di Mangunan, Bantul. Pembangunan plot konservasi ex-situ kepel bertujuan untuk mencegah jenis ini dari kepunahan. Penanaman dilakukan sesuai dengan kaidah Konservasi, yaitu satu populasi dipisahkan dengan populasi lainnya untuk menjaga kemurnian masing masing populasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perrtumbuhan Kepel dari dua populasi di Mangunan, Bantul. Hasil memperlihatkan bahwa persen hidup tanaman berkisar antara 23-25 %. untuk parameter lain seperti tinggi, diameter, tinggi bebas cabang, jumlah cabang utama dan jumlah ranting cukup bervariasi. Secara umum, kepel yang berasal dari Karanganyar mempunyai pertumbuhan lebih baik daripada kepel dari Magelang, Jawa Tengah.
Pemanfaatan Tanaman Mangrove di Kawasan Pancer Pantai Cengkrong Trenggalek Jawa Timur sebagai Media Belajar Biologi Siswa SMA Hadi, Atok Masofyan; Irawati, Mimien Henie; Suhadi, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.221 KB)

Abstract

Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas di daerah pasang surut. Mangrove merupakan materi yang penting dipelajari karena merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem. Berdasarkan analisis kebutuhan mengenai materi keanekaragaman hayati khususnya ekosistem mangrove didapatkan bahwa siswa mengalami kesulitan mengenali dan mengidentifikasi tumbuhan mangrove. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tumbuhan mangrove di kawasan Pancer Pantai Cengkrong Trenggalek Jawa Timur dan digunakan sebagai media pembelajaran. Metode penelitian dengan cara jelajah atau observasi lapang secara langsung, yaitu dengan menjelajahi setiap sudut lokasi yang dapat mewakili tipe-tipe tumbuhan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kebutuhan peneliti. Hasil penelitian ditemukan 12 spesies mangrove antara lain 2 jenis dari suku Avicenniace, 1 jenis dari suku Lecythidaceae, 7 jenis dari suku Rhizoporaceae, 1 jenis dari suku Lythraceae, 1 jenis dari suku Meliaceae. Tumbuhan yang telah diidentifikasi disusun sebagai media belajar Biologi siswa SMA.
Karakteristik Tempat Perindukan Aedes sp. dan Potensi Penularan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Karangtempel Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang Widyastuti, Dyah Ayu; Rahayu, Praptining
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.413 KB)

Abstract

Masyarakat Kelurahan Karangtempel sebagian besar telah memiliki pengetahuan mengenai demam berdarah dengue (DBD) tetapi belum mengetahui tentang penyebarannya. Vektor virus dengue penyebab DBD memiliki kemampuan untuk meletakkan telur di kontainer penyimpan air di dalam maupun luar rumah untuk membuat tempat perindukan. Apabila suatu kontainer sudah berkembang sebagai tempat perindukan Aedes sp., maka harus dilakukan kontrol untuk memutus siklus hidup Aedes sp. di tempat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter tempat perindukan Aedes sp. yang paling potensial di Kelurahan Karangtempel Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang dan potensi penularan DBD di wilayah tersebut. Koleksi data dilakukan dengan pengisian kuisioner oleh 100 target penelitian yang berdomisili di Kelurahan Karangtempel untuk kemudian datanya dianalisis. Kontainer yang paling banyak digunakan sebagai tempat penampungan air dan berpotensi sebagai tempat perindukan Aedes sp. adalah bak semen yang cocok untuk meletakkan telur Aedes sp. Bak ini harus dibersihkan secara teratur, ditutup, dan ditambahkan larvasida untuk meminimalisasi penyebaran DBD di Kelurahan Karangtempel.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Perubahan Materi Genetik pada Matakuliah Genetika di Universitas Negeri Malang Ardiansyah, Reza; Aloysius, ‪Duran Corebima; Rohman, Fatchur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.31 KB)

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran yang dapat membantu kelancaran belajar mahasiswa. Matakuliah genetika merupakan matakuliah yang diajarkan di Universitas Negeri Malang pada jenjang S1 program studi Biologi maupun Pendidikan Biologi. Bahan ajar yang ada saat ini memiliki kelemahan antara lain bahasa dan konsep-konsep penting yang harus dikuasai kurang dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa, sehingga perlu adanya bahan ajar yang menyajikan konsep penting yang dapat dipelajari secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang perlu dikembangkan pada topik Perubahan Materi Genetik matakuliah Genetika di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2013 Universitas Negeri Malang. Sampel dipilih secara acak sebanyak 20 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi proses perkuliahan genetika dan angket mahasiswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa pustaka yang digunakan dalam perkuliahan Genetika selama ini masih merupakan sumber-sumber lama berbahasa asing sehingga diperlukan bahan ajar baru yang dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman konsep genetika lebih baik lagi. Hasil analisis angket kebutuhan pengembangan bahan ajar menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan bahan ajar berbahasa Indonesia yang mudah dipahami, dilengkapi dengan gambar-gambar yang menunjang materi pembelajaran, berisi tentang temuan terbaru yang berkaitan dengan materi pembelajaran, serta terdapat glosarium yang berisi istilah-istilah dalam bidang genetika. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar berupa modul. Modul dipilih karena dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar, baik dengan pendidik maupun secara mandiri. Modul merupakan bahan ajar yang dikemas secara utuh dan skematis. Studi ini juga merupakan bagian dari studi pengembangan modul sebagai bahan ajar pada topik Perubahan Materi Genetik matakuliah Genetika di Universitas Negeri Malang.
Eksplorasi dan Inventarisasi Jamur Pelapuk Kayu di Kawasan Hutan Bagian Timur Lereng Gunung Merapi Jawa Tengah Via Selo Boyolali Swasono, Muhamnad Nur; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.945 KB)

Abstract

Kawasan Hutan Gunung Merapi merupakan kawasan gunung api yang kawahnya masih aktif, terletak pada ketinggian 1700-2930 mdpl. Suhu rata-rata 27°C dan kelembaban udara rata-rata 80%, sehingga cocok untuk pertumbuhan jamur pelapuk kayu yang tumbuh di batang kayu lapuk atau di pangkal pohon yang masih hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis jamur pelapuk kayu di Hutan Gunung Merapi Via Selo Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan Cruise Methods, yaitu menjelajahi jalur pendakian dari ketinggian 1800-2100 mdpl. Pengambilan sampel dilakukan setiap kali penjumpaan dan tidak dilakukan lagi apabila menemukan jamur pelapuk kayu yang sama. Identifikasi dilakukan dengan mencatat ciri morfologi, habitus, dan substrat secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh 12 spesies jamur pelapuk kayu yang tergolong dalam 6 famili, yaitu Polyporaceae, Agaricaceae, Auriculariaceae, Stereaceae, Schizophyllaceae, Tremellaceae. Jenis jamur pelapuk kayu yang mendominasi yaitu Familia Polyporaceae (Ganoderma applanatum, Tricaptum abietinum, Trametes versicolor, Trametes gibbosa).
Eksplorasi Materi Genetik Gaharu Buaya (Gonystylus brunnescens Airy Shaw) di Kalimantan Barat Haryjanto, Liliek; Prastyono, P
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.746 KB)

Abstract

Genus Gonystylus (famili Thymelaeaceae) merupakan salah satu penghasil kayu komersial yang dikenal dengan nama perdagangan kayu ramin. Populasi jenis-jenis Gonystylus di alam semakin menurun dan terancam punah karena berbagai alasan, sehingga sejak tahun 2004 dimasukkan dalam Appendix II CITES. Gonystylus brunnescens Airy Shaw atau dikenal dengan nama lokal gaharu buaya merupakan salah satu jenis Gonystylus yang banyak dimanfaatkan kayunya untuk kerajinan karena memiliki ciri khas kayu yang berbau harum. Hingga saat ini tidak ditemukan literatur yang melaporkan keberadaan populasi G. brunescens dengan jumlah individu yang melimpah sehingga kelestarian jenis ini sangat terancam. Untuk mencegah jenis ini dari ancaman kepunahan, maka perlu dilakukan upaya konservasi ex situ. Pada tahap awal kegiatan konservasi ex situ adalah eksplorasi materi genetik di sebaran alamnya. Kegiatan ini dilakukan di wilayah kerja PT. Sari Bumi Kusuma (SBK) di Kalimantan Barat. Materi genetik diambil dari setiap individu tanaman yang ditemukan. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan informasi dan jumlah individu di habitat alaminya. Jenis materi genetik yang dikoleksi berupa cabutan anakan alam (wildling), maupun bagian vegetatif tanaman . Data sebaran, kondisi pohon maupun habitat dicatat dalam tallysheet. Hasil eksplorasi di 3 lokasi di PT. SBK adalah sebagai berikut:(1). KM 84 mendapatkan bahan vegetatif dari 17 individu, dan 5 individu anakan alam; (2) KM 50 KPPN dan PUP TPTII mendapatkan bahan vegetatif dari 10 individu; dan (3). KM 35 mendapatkan bahan vegetatif dari 8 individu, dan 3 individu anakan alam.
Analisis Kebutuhan Buku Ajar berbasis Penelitian Materi Filogenetik Molekuler untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi Universitas Jember berdasarkan Model Pengembangan Addie Nuha, Ulin; Amin, Mohamad; Lestari, Umie
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.98 KB)

Abstract

Filogenetik molekuler merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata kuliah Evolusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan buku ajar mata kuliah Evolusi materi filogenetik molekuler untuk mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jember yang selanjutnya dijadikan pijakan untuk pengembangan buku ajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tahapan analisis merujuk pada tahap Analyze dalam model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket, observasi, dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman mahasiswa tentang filogenetik molekuler masih kurang, (2) salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai teknik memperoleh data molekuler adalah dengan menyediakan buku ajar berbasis penelitian yang dilengkapi dengan informasi mengenai teknik analisis biologi molekuler, (3) dalam pengembangan buku ajar perlu ditambahkan contoh yang kontekstual berupa hasil penelitian terkini agar mahasiswa dapat mengaitkan konsep filogenetik molekuler yang dipelajari secara teoritis dan mengaitkannya dengan contoh yang kontekstual sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, (4) untuk pengembangan buku ajar sebaiknya menggunakan sumber literatur terbitan 10 tahun terakhir
Analisis Kebutuhan Buku Ajar Tabm Berbasis Penelitian untuk Mahasiswa S1 Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo Sukoco, Restu Megadiana; Amin, Mohammad; Gofur, Abdul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.31 KB)

Abstract

Matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler (TABM) merupakan salah satu matakuliah yang akan segera diterapkan untuk mahasiswa semester VI jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo. Matakuliah TABM merupakan salah satu matakuliah yang memuat konsep dan prinsip dasar teknik analisis biologi molekuler yang meliputi DNA, RNA dan protein beserta pemanfaatan software dalam analisis tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan buku ajar untuk matakuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler yang sesuai untuk mahasiswa semester VI dalam menempuh matakuliah TABM di jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penyebaran angket dan wawancara ke dosen pengampu matakuliah TABM di jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan beberapa fakta yaitu belum adanya buku ajar untuk mata kuliah TABM yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yang up to date untuk menunjang pembelajaran mahasiswa. Lebih lanjut diketahui pula bahwa kebutuhan akan buku ajar berbasis penelitian tersebut sangat penting untuk menunjang kegiatan perkuliahan mahasiswa jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo yang diketahui belum memiliki laboratorium yang memadai. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah buku ajar mata kuliah TABM berbasis penelitian yang up to date untuk mahasiswa S1 jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo.
Peran B2P2BPTH Yogyakarta dalam Pelestarian Jenis-Jenis Khas Daerah Istimewa Yogyakarta Hakim, Lukman; Yuliah, Y
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.682 KB)

Abstract

Tanaman langka dan khas suatu daerah merupakan jenis yang menggambarkan ciri khusus dari suatu daerah, berkaitan erat dengan prinsip prinsip hidup, sejarah maupun sosial budaya masyarakat. Salah satu upaya penyelamatan/konservasi meliputi kegiatan ekplorasi materi genetik baik generatif maupun vegetatif untuk diperbanyak dan selanjutnya dikembangkan di halaman kantor, sekolah, arboretum, hutan kota dan lain-lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah B2P2BPTH Yogyakarta sebagai lembaga litbang di bawah KLHK telah berperan dalam pelestarian beberapa jenis tanaman langka dan khas DIY. Penelitian ini menggunakan metode review terhadap laporan kegiatan Penyelamatan beberapa Jenis Tanaman Langka dan Khas DIY dari tahun 2008 sd 2017, pustaka dari berbagai sumber seperti buku, prosiding, Jurnal baik cetak maupun online di internet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa B2P2BPTH Yogyakarta sejak tahun 2008 sampai 2017 telah mengkoleksi 33 jenis tanaman langka dan khas DIY, memperbanyak dan menyebarluaskan kepada beberapa pihak yang perduli pada pelestarian jenis-jenis ini. Sedangkan mulai tahun 2018 dan kedepan fokus pada 2 jenis yaituMentaok (Wrightia javanica) dan Timoho (Kleinhovia hospita). Kedua jenis ini memiliki kelekatan dengan sejarah dan budaya masyarakat Yogyakarta dan diharapkan mampu melestarikan keanekaragaman hayati khas DIY untuk pemanfaatan yang lebih lanjut baik dari aspek sosial, ekonomi dan budaya masyarakat DIY.