cover
Contact Name
Flesia Welly Ferianti
Contact Email
flesiawellyferianti@gmail.com
Phone
+6282251430097
Journal Mail Official
jurnalalkhawarizmi2@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi JL. RSUD KM4 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 27762270     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 128 Documents
Analisis Butir Soal Sumatif Akhir Semester (SAS) Mata Pelajaran Matematika MTs Maftahul Ulum Karangsono Risa Erviana; Anisa'ul Fadilla; Sutopo Sutopo; Musrikah Musrikah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.3529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis soal sumatif akhir semester siswa kelas VII MTs Maftahul Ulum Karangsono terkait uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan pemberian sumatif akhir semester kepada sampel. Soal yang diberikan terdiri atas 20 butir soal pilihan ganda, 15 butir soal pilihan ganda kompleks, dan 5 butir soal benar-salah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sejumlah 15 butir soal (37,5%) kategori valid. Adapun instrumen butir SAS jenis pilihan ganda merupakan data reliabel. Dari analisis tingkat kesukaran diperoleh 17 butir soal bernilai sukar, 22 butir soal bernilai sedang, dan 1 soal bernilai mudah. Analisis daya pembeda SAS diperoleh 3soal memiliki daya beda sangat baik, 12 soal baik, 16 soal cukup, 7 soal  rendah, dan 2 soal memiliki daya pembeda negatif / tertolak. Sedangkan efektivitas pengecoh butir soal pilihan ganda memiliki 10 butir soal pengecoh sangat baik, 4 butir soal pengecoh baik, 2 butir soal pengecoh cukup, 1 butir soal pengecoh buruk, dan 3 butir soal pengecoh sangat buruk.
PENGARUH PERMAINAN KELERENG TERHADAP MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Mirnawati; Linda Dwi Saputri; Novika Lestari
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.4636

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kelereng terhadap minat belajar matematika siswa. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan sampel penelitian adalah siswa kelas VIII B berjumlah 27 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen (pre-eksperimental) dengan desain penelitian one grup pretest-posttest design. Instrumen penelitian ini menggunakan angket (kuesioner) dan tes dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan soal tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan method of successive interval (MSI), uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh permainan kelereng terhadap minat belajar matematika siswa. Pengaruh dapat dilihat dari hasil uji Paired Sample t-Test pada data angket yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,007 (< 0,05), dengan rata-rata selisih skor pretest dan posttest sebesar -3,815. Hasil uji Paired Sample t-Test pada data soal hasil belajar menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, dengan rata-rata selisih sebesar -49,74074, yang berarti terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada skor setelah perlakuan. Hasil uji Paired Sample t-Test signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,007 dan 0,000 (< 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan kelereng terhadap minat belajar dan hasil belajar matematika siswa.   Kata Kunci: Permainan kelereng, minat belajar matematika siswa.    Abstract : The purpose of this study was to determine the effect of marbles games on students' interest in learning mathematics. This research method is a quantitative research method, with a sample of 27 students of class VIII B. This type of research uses experimental research (pre-experimental) with a one group pretest-posttest design research design. This research instrument uses a questionnaire and a test with data collection techniques using a questionnaire and test questions on students' interest in learning mathematics. The data analysis technique uses the method of successive interval (MSI), prerequisite tests and hypothesis tests. The results of the study show that there is an effect of marbles games on students' interest in learning mathematics. The effect can be seen from the results of the Paired Sample t-Test on the questionnaire data which shows a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.007 (<0.05), with an average difference in pretest and posttest scores of -3.815. The results of the Paired Sample t-Test on the learning interest data showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000, with an average difference of -49.74074, which means there was a very significant increase in the score after treatment. The results of the Paired Sample t-Test significance (Sig. 2-tailed) of 0.007 and 0.000 (<0.05) indicate that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, so it can be concluded that there is an influence of marble games on students' interest in learning mathematics.   Keywords: Marble games, students' interest in learning mathematics.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA DALAM AKTIVITAS BERLADANG PADA BUDAYA DAYAK KENINJAL DI DESA NANGA KOMPI KECAMATAN SAYAN Seselia Monika; Flesia Welly Ferianti; Aprima Tirsa
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.4735

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika yang terdapat dalam adat ngunduh menantu suku Dayak Keninjal di Desa Tumbak Raya, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif dan metode etnografi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu tokoh adat dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan prosesi adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam adat ngunduh menantu terdapat berbagai konsep matematika, seperti bilangan dan operasi hitung, pengukuran, perbandingan dan proporsi, pola dan keteraturan, geometri, simetri, pembagian, serta penalaran logis. Konsep tersebut terlihat pada unsur adat seperti kain tungkau noik, ompung (banjang), tenda atau pentas, serta seserahan adat. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna. Kata kunci: etnomatematika, adat ngunduh menantu, Dayak Keninjal, budaya lokal. Abstract: This study aims to explore ethnomathematical concepts found in the traditional ngunduh menantu ceremony of the Dayak Keninjal tribe in Tumbak Raya Village, Sayan District, Melawi Regency, West Kalimantan. This research used a qualitative approach with an exploratory design and ethnographic method. The research subjects were selected purposively, including customary leaders and community members involved in the traditional ceremony. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldaña model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the ngunduh menantu tradition contains various mathematical concepts, including numbers and arithmetic operations, measurement, comparison and proportion, patterns and regularity, geometry, symmetry, division, and logical reasoning. These concepts are reflected in traditional elements such as the tungkau noik cloth, ompung (banjang), ceremonial tents or stages, and traditional offerings. The findings indicate that local culture has strong potential as a contextual and meaningful source for mathematics learning. Keywords: ethnomathematics, ngunduh menantu tradition, Dayak Keninjal, local culture.
THE EFFECTIVENESS OF MULTIPLICATION BOARD MEDIA ON THE ARITHMETIC ABILITY OF FOURTH GRADE STUDENTS Verminus
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.4975

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini menguji efektivitas media papan perkalian dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas IV SD. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design dengan 74 siswa dari SD Gembala Baik II, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (IVA) dan kelas kontrol (IVD). Kelas eksperimen menggunakan media papan perkalian, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Skor N-Gain dihitung dan dianalisis menggunakan uji t Independen, dilanjutkan dengan ANCOVA sebagai analisis konfirmatori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain yang lebih tinggi (0,52, kategori sedang) dibandingkan kelas kontrol (0,23, kategori rendah), dengan t (72) = 9,84, p < 0,001, dan ukuran efek yang sangat besar (Cohen's d = 2,29). ANCOVA mengkonfirmasi adanya efek independen yang besar dari media setelah mengontrol skor pretest (F (1,71) = 42,56, p < 0,001, partial η² = 0,38). Penelitian ini menyimpulkan bahwa media papan perkalian terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa.   Kata Kunci: Keterampilan Berhitung, Pembelajaran Interaktif, Papan Perkalian. Abstract : This study examines the effectiveness of multiplication board media in improving fourth-grade students' arithmetic skills. A pretest-posttest control group design was employed with 74 students from Gembala Baik II Elementary School, divided into experimental (IVA) and control (IVD) classes. The experimental class used multiplication board media, while the control class received conventional instruction. N-Gain scores were calculated and analyzed using an Independent Samples t-Test, followed by ANCOVA as a confirmatory analysis. The results showed that the experimental class achieved a significantly higher mean N-Gain (0.52, medium category) compared to the control class (0.23, low category), with t(72) = 9.84, p < 0.001, and a very large effect size (Cohen's d = 2.29). ANCOVA confirmed a large independent effect of the media after controlling for pretest scores (F(1,71) = 42.56, p < 0.001, partial η² = 0.38). The study concludes that multiplication board media is significantly more effective than conventional methods in improving arithmetic skills and should be integrated into elementary mathematics instruction. Keywords: Counting Skills, Interactive Learning, Multiplication Board.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ADAT NGUNDUH MENANTU SUKU DAYAK KENINJAL DI DESA TUMBAK RAYA Beni Saputra Anggau; Linda Dwi Saputri
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5021

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika yang terdapat dalam adat ngunduh menantu suku Dayak Keninjal di Desa Tumbak Raya, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif dan metode etnografi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu tokoh adat dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan prosesi adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam adat ngunduh menantu terdapat berbagai konsep matematika, seperti bilangan dan operasi hitung, pengukuran, perbandingan dan proporsi, pola dan keteraturan, geometri, simetri, pembagian, serta penalaran logis. Konsep tersebut terlihat pada unsur adat seperti kain tungkau noik, ompung (banjang), tenda atau pentas, serta seserahan adat. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna. Kata kunci: etnomatematika, adat ngunduh menantu, Dayak Keninjal, budaya lokal. Abstract: This study aims to explore ethnomathematical concepts found in the traditional ngunduh menantu ceremony of the Dayak Keninjal tribe in Tumbak Raya Village, Sayan District, Melawi Regency, West Kalimantan. This research used a qualitative approach with an exploratory design and ethnographic method. The research subjects were selected purposively, including customary leaders and community members involved in the traditional ceremony. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldaña model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the ngunduh menantu tradition contains various mathematical concepts, including numbers and arithmetic operations, measurement, comparison and proportion, patterns and regularity, geometry, symmetry, division, and logical reasoning. These concepts are reflected in traditional elements such as the tungkau noik cloth, ompung (banjang), ceremonial tents or stages, and traditional offerings. The findings indicate that local culture has strong potential as a contextual and meaningful source for mathematics learning.  Keywords: ethnomathematics, ngunduh menantu tradition, Dayak Keninjal, local culture.
IMPLEMENATASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Djuliardini Kama; Linda Dwi Saputri
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5036

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dan mengkaji pengaruhnya terhadap pemahaman konsep matematika siswa di SMP Negeri 2 Nanga Pinoh. Pendekatan  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data di kumpulkan melalui wawancara, observasi, dan tes pemahaman konsep. Instrumen tes terdiri dari lima soal uraian yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik, sementara validitas instrumen diuji pada kelas VIII G sebelum digunakan pada kelas VIII E. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Kurikulum merdeka di kelas VIII E berjalan efektif dan mampu meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Nilai rata-rata tes sebesar 90,85% berada pada kategori sangat baik, dengan capaian tinggi pada indikator pemahaman konsep dasar dan aplikasi dalam konteks kehidupan nyata. Observasi dan wawancara memperlihatkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, kontekstual, serta berpusat pada siswa, sehingga membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka terbukti mendukung peningkatan pemahaman konsep matematika melalui pembelajaran yang fleksibel dan bermakna.   Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Pemahaman Konsep; Matematika;    Abstract :  This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum and its influence on students’ conceptual understanding of mathematics at SMP Negeri 2 Nanga Pinoh. The research employed a descriptive qualitative approach, using interviews, classroom observations, and a conceptual understanding test as data collection techniques. The test instrument consisted of five open-ended questions developed based on established indicators of conceptual understanding. Data credibility was ensured through technique triangulation, while instrument validity was examined in class VIII G prior to its use in class VIII E.The findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum in class VIII E was effective and contributed positively to students’ mathematical conceptual understanding. The average test score reached 90.85%, categorized as very good, with particularly strong performance on basic concept comprehension and real-life application indicators. Observations and interviews revealed that the teacher applied differentiated, contextual, and student- centered learning strategies, which made the learning process more engaging and accessible for students. Overall, the Merdeka Curriculum was proven to enhance students’ conceptual understanding of mathematics through flexible and meaningful learning experiences. Keywords: merdeka curriculum, conceptual understanding, mathematics
KONTRIBUSI EFIKASI DIRI DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN TERHADAP CAPAIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Vania Rahmawati Dewi; Shafara Nasywa Akbar; Aprillian Joanita Rachman; Lintang Junia Pratiwi; Bill Chairy Rizki Bustaren
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5138

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari permasalahan capaian matematika siswa yang masih rendah, yang diduga berkaitan dengan lemahnya keyakinan terhadap kemampuan diri serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi besarnya kontribusi efikasi diri dan penggunaan teknologi pembelajaran terhadap hasil belajar matematika, baik secara individual maupun ketika dianalisis secara simultan. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional diterapkan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian berjumlah 26 siswa kelas VI dari sebuah sekolah dasar di Kota Bogor yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data efikasi diri dan pemanfaatan teknologi diperoleh melalui angket berskala Likert, sedangkan nilai matematika siswa dikumpulkan melalui dokumentasi hasil belajar. Data diolah dengan bantuan SPSS melalui pengujian normalitas, korelasi sederhana, dan regresi linear berganda. Efikasi diri ditemukan berkorelasi positif dan signifikan dengan hasil belajar matematika pada tingkat hubungan sedang serta memberikan kontribusi sebesar 17,64%. Sementara itu, korelasi antara pemanfaatan teknologi pembelajaran dan hasil belajar matematika tergolong sangat lemah serta tidak signifikan, dengan kontribusi hanya 0,64%. Ketika dianalisis secara bersama-sama, kedua variabel menunjukkan hubungan pada kategori sedang, tetapi belum mencapai signifikansi statistik, dengan proporsi kontribusi sebesar 17,72%. Temuan tersebut mengindikasikan adanya faktor lain di luar model penelitian yang memiliki peran lebih besar dalam menjelaskan variasi hasil belajar matematika. Kata Kunci: efikasi diri; teknologi pembelajaran; hasil belajar; sekolah dasar Abstract : This study was conducted in response to students’ relatively low achievement in mathematics, which may be associated with limited self-efficacy and the insufficient integration of technology into learning activities. It investigated the extent to which self-efficacy and technology-assisted learning contributed to mathematics achievement, both separately and simultaneously. A quantitative correlational design was adopted. The participants were 26 sixth-grade students from an elementary school in Bogor City, recruited through purposive sampling. Self-efficacy and technology use were measured using Likert-type questionnaires, while mathematics achievement data were obtained from school records. The data were processed in SPSS using normality testing, bivariate correlation, and multiple linear regression. The findings revealed a positive, moderate, and statistically significant association between self-efficacy and mathematics achievement, accounting for 17.64% of the variance. In contrast, technology use demonstrated only a very weak and nonsignificant relationship with mathematics achievement and explained 0.64% of the variance. When examined jointly, self-efficacy and technology use produced a moderate but statistically nonsignificant relationship and accounted for 17.72% of the variation in mathematics achievement. These results suggest that a substantial proportion of students’ achievement is explained by factors beyond those included in the present model.  Keywords: self efficacy; educational technology; mathematics achievement; elementary school
KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF KAIN CORAK INSANG PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI Tri Ratna Sari; Yumi Sarassanti
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): VOL 6 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i1.5279

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangun datar pada kain corak insang batik khas Pontianak. Subjek penelitian ini adalah kain corak insang yang diproduksi di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, serta melibatkan informan utama yaitu Ibu Kurniati selaku pendiri tempat tenun tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif corak insang terutama terdiri dari bangun datar persegi panjang dan persegi. Selain mengandung konsep geometri, corak insang juga memiliki nilai budaya dan keagamaan yang tinggi, melambangkan kehidupan laut, budaya Melayu, serta nilai-nilai keislaman seperti kesabaran dan ketekunan dalam proses pembuatannya. Implikasi pendidikan dari penelitian ini adalah bahwa corak insang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menarik bagi siswa, khususnya dalam materi geometri, serta dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan karakter dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Budaya Lokal, Pontianak, Kain Corak Insang, Keagamaan, Pembelajaran Matematika. Abstract: This study aims to identify geometric patterns on Pontianak-style “insang” batik fabric. The subject of this study is “insang” batik fabric produced at the Khatulistiwa Weaving Tourism Village in Batulayang Village, North Pontianak District, and involves a key informant, Mrs. Kurniati, the founder of the weaving center. This study employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Data collection was conducted through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions (Miles & Huberman). The results of the study indicate that the “corak insang” motifs primarily consist of rectangular and square geometric shapes. In addition to incorporating geometric concepts, the “corak insang” patterns also hold significant cultural and religious value, symbolizing marine life, Malay culture, and Islamic values such as patience and perseverance in the weaving process. The educational implications of this study are that gill patterns can be utilized as a contextual and engaging medium for teaching mathematics to students, particularly in geometry, and can integrate local cultural values and character development into the learning process.  Keywords: Local Culture, Pontianak, Kain Corak Insang, Religion, Mathematics Learning.
GAME-BASED LEARNING BERBASIS PERMAINAN KARTU UNTUK MENGUATKAN KONSEP PERKALIAN PADA MATERI PELUANG Ulfiana Ulfiana; Kurratul Aini; Nur Fitriyah Indraswari
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5293

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Game-Based Learning berbasis permainan kartu dalam menguatkan konsep perkalian pada materi peluang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest terhadap 15 siswa kelas X IPS MA Zainal Arifin. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 52,67 menjadi 76,73 dengan nilai N-Gain sebesar 0,531 (kategori sedang). Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa Game-Based Learning berbasis permainan kartu efektif membantu menguatkan konsep perkalian pada materi peluang. Kata Kunci: Game-Based Learning; permainan kartu; konsep perkalian; pembelajaran matematika.   Abstract: This study aimed to determine the effectiveness of Game-Based Learning using card games to strengthen students’ understanding of multiplication concepts in probability learning. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was employed involving 15 tenth-grade social science students at MA Zainal Arifin. Data were collected through tests, observations, and questionnaires and analyzed using descriptive statistics, the paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the mean score increased from 52.67 on the pretest to 76.73 on the posttest, with an average N-Gain of 0.531 (moderate category). The paired sample t-test indicated a significant difference between the pretest and posttest scores (p < 0.001). These findings indicate that Game-Based Learning using card games is effective in strengthening students’ understanding of multiplication concepts in probability learning. Keywords: Game-Based Learning; card game; multiplication concept; mathematics learning.
PENGARUH MEDIA VIDEO INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI INVERS MATRIKS Daffa Arwaa Atiiqah; Linda Dwi Saputri
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5317

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan media video interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi invers matriks di Madrasah Aliyah Unggulan Bustanul Quran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, dan desain yang dipakai yaitu one-group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh siswa yang berjumlah 19 orang dijadikan sebagai sampel. Data diperoleh melalui tes berupa pretest dan posttest, lalu diolah menggunakan uji normalitas dan uji paired sample t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 33,42 dan meningkat menjadi 84,21 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan kategori peningkatan tinggi (N-Gain 0,77). Sehingga dapat disimpulkan bahwa media video interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi invers matriks. Kata Kunci: Media Video Interaktif, Hasil Belajar, Invers Matriks Abstract: This research aims to see the effect of using interactive video media on students' learning outcomes in the matrix inverse material at Madrasah Aliyah Unggulan Bustanul Quran. The method used in this research is a quantitative method with an experimental type, and the design used is one-group pretest-posttest. The sampling used a saturated sampling technique, so all 19 students were taken as the sample. The data were obtained through tests in the form of pretest and posttest, then processed using a normality test and a paired sample t-test with the help of SPSS. From the results, the average pretest score was 33.42 and increased to 84.21 in the posttest. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 < 0.05 with a high improvement category (N-Gain 0.77). So it can be concluded that interactive video media affects students' learning outcomes in the matrix inverse material.  Keywords: interactive video media, learning outcomes, matrix inverse

Page 12 of 13 | Total Record : 128