cover
Contact Name
Flesia Welly Ferianti
Contact Email
flesiawellyferianti@gmail.com
Phone
+6282251430097
Journal Mail Official
jurnalalkhawarizmi2@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi JL. RSUD KM4 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 27762270     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 128 Documents
PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID BERBASIS ISPRING PADA MATERI GEOMETRI BANGUN DATAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VISUALISASI MATEMATIS SISWA Reskiya Salsa; Inriati; Muh Syahrul Fajri; Andi Kusumayanti; Ahmad Farham Majid
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5326

Abstract

Abstrak: Kemampuan visualisasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam memahami konsep geometri bangun datar, namun kemampuan tersebut masih tergolong rendah sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis Android menggunakan iSpring yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga dapat meningkatkan kemampuan visualisasi matematis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi sampai tahap Develop. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan media memperoleh validitas 95% berkategori sangat valid, kepraktisan 100% dari guru dan 83% dari siswa berkategori sangat praktis, serta nilai N-Gain sebesar 0,57 berkategori sedang yang menunjukkan peningkatan kemampuan visualisasi matematis siswa. Dengan demikian, aplikasi pembelajaran berbasis Android menggunakan iSpring dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan visualisasi matematis siswa pada materi geometri bangun datar serta layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif di tingkat SMP untuk mendukung proses belajar matematika. Kata Kunci: Android, iSpring, Geometri bidang, Keterampilan visualisasi matematis, Pengembangan media pembelajaran. Abstract : Mathematical visualization ability is crucial for understanding the geometry of 2D shapes; however, as current proficiency levels remain low, there is a need for more interactive and innovative learning media. This study aimed to develop an Android-based learning application using iSpring that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness to enhance students' mathematical visualization skills. The study employed the Research and Development (R&D) method using the 4D model, limited to the "Develop" stage. Research instruments included expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and pre-test and post-test assessments. The results indicated that the media achieved a validity score of 95% (categorized as "very valid"), practicality scores of 100% from teachers and 83% from students (categorized as "very practical"), and an N-Gain score of 0.57 (categorized as "medium"), demonstrating an improvement in students' mathematical visualization abilities. Consequently, the Android-based learning application developed using iSpring is deemed valid, practical, and effective for enhancing students' mathematical visualization skills regarding 2D shape geometry and is suitable for use as an interactive learning medium at the junior high school level to support the mathematics learning process.  Keywords: Android, iSpring, Flat geometry, Mathematical visualization skills, Development of learning media.  
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PILOT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN KERJA SAMA PESERTA DIDIK Dina Fauziah; Akhmad Riandy Agusta
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5347

Abstract

Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama adalah keterampilan krusial yang perlu ditingkatkan dalam proses belajar matematika di tingkat sekolah dasar. Namun, observasi awal mengindikasikan bahwa kedua keterampilan tersebut pada siswa kelas V di SDN Teluk Tiram 2 belum berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah dan kerja sama melalui penerapan model pembelajaran PILOT (Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Teams Games Tournament). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan melibatkan 24 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitianini menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah peserta didik meningkat dari 38% pada pertemuan pertama menjadi 92% pada pertemuan keempat, sedangkan keterampilan kerja sama meningkat dari 46% menjadi 96%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PILOT efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kerja sama siswa dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Kerja Sama, Matematika, Model PILOT, Sekolah Dasar.          Abstract : Problem-solving and collaboration are crucial skills that need to be enhanced during mathematics learning at the elementary school level. However, preliminary observations indicated that these skills were not well-developed among fifth-grade students at SDN Teluk Tiram 2. This study aimed to describe teacher activities and analyze improvements in students' problem-solving and collaboration skills through the implementation of the PILOT learning model (Problem-Based Learning, Project-Based Learning, and Teams-Games-Tournament). This study was a Classroom Action Research (CAR) project conducted over four sessions involving 24 students. Data were collected through observation and tests, then analyzed using both qualitative and quantitative descriptive approaches. The results showed that students' problem-solving skills improved from 38% in the first session to 92% in the fourth session, while collaboration skills increased from 46% to 96%. These improvements demonstrate that the PILOT learning model is effective in enhancing students' problem-solving and collaboration skills in elementary mathematics learning Keywords: Problem Solving, Collaboration, Mathematics, PILOT Model, Elementary School
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING BERBANTU EDUCAPLAY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Fitria Dwi Khaerunnisa; Muhammad Daut Siagian; Ekasatya Aldila Afriansyah
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5354

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti Game Based Learning berbantuan Educaplay dan Teacher Centered Learning serta mengukur besar pengaruhnya. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group. Sampel terdiri atas 82 siswa kelas VIII yang dipilih melalui purposive sampling, masing-masing 41 siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen berupa lima soal uraian materi peluang yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukarannya. Data dianalisis melalui uji Shapiro-Wilk, Levene, independent-samples t-test, dan Cohen’s d. Rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 75,12, sedangkan kelas kontrol 60,66. Pengujian menghasilkan t(80) = 4,79, p < 0,001, dan selisih rata-rata 14,46. Nilai Cohen’s d sebesar 1,06 termasuk kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa Game Based Learning berbantuan Educaplay menghasilkan perbedaan signifikan dengan pengaruh praktis yang besar terhadap hasil belajar materi peluang. Kata Kunci: Game Based Learning; Educaplay; hasil belajar matematika; kuasi eksperimen Abstract: This study examined differences in mathematics learning outcomes between students taught through Educaplay-assisted Game-Based Learning and Teacher-Centered Learning and measured the magnitude of the effect. A quasi-experimental method with a nonequivalent pretest-posttest control group design was used. The purposively selected sample comprised 82 eighth-grade students, with 41 students in each class. The instrument consisted of five essay items on probability that had been tested for validity, reliability, discrimination, and difficulty. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test, Levene’s test, an independent-samples t-test, and Cohen’s d. The experimental class achieved a posttest mean of 75.12, while the control class achieved 60.66. The analysis yielded t(80) = 4.79, p < .001, and a mean difference of 14.46. Cohen’s d was 1.06, indicating a large effect. These results show that Educaplay-assisted Game-Based Learning produced a significant difference and a large practical effect on probability learning outcomes.  Keywords: Game-Based Learning; Educaplay; mathematics learning outcomes; quasi-experimental
PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Rohma Dilla Mulyani; Muchtadi Muchtadi; Hodiyanto Hodiyanto
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5367

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menguji apakah pembelajaran mendalam yang diintegrasikan ke dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menghasilkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih tinggi daripada pembelajaran langsung yang sama-sama menggunakan LKPD. Penelitian kuasi eksperimen menerapkan rancangan kelompok kontrol nonekuivalen dengan pretest dan posttest. Sampel dipilih melalui cluster random sampling dari siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sintang, yaitu kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelompok kontrol; setiap kelompok terdiri atas 35 siswa. Data diperoleh melalui tes uraian yang mengukur empat tahap pemecahan masalah Polya dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain ternormalisasi, serta uji-t independen. Rata-rata kelas eksperimen berubah dari 37,51 menjadi 79,89, sedangkan kelas kontrol berubah dari 38,40 menjadi 70,80. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,68 dan kelompok kontrol sebesar 0,53. Perbedaan N-Gain sebesar 0,15 signifikan secara statistik, t(68) = 4,81, p < 0,001, dengan ukuran efek besar (d = 1,15; IK 95% [0,088, 0,212]). Hasil tersebut menunjukkan bahwa, dalam konteks penelitian ini, pembelajaran mendalam berbantuan LKPD lebih efektif daripada pembelajaran langsung berbantuan LKPD dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada materi persamaan garis lurus. Kata Kunci: Deep Learning, Eksperimen, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, LKPD, Persamaan Garis Lurus Abstract: This study examined whether a deep learning-oriented instructional approach embedded in student worksheets produced greater improvement in mathematical problem-solving ability than direct instruction supported by worksheets. A quasi-experimental nonequivalent control group design with pretest and posttest measures was employed. Cluster random sampling selected two eighth-grade classes at SMP Negeri 2 Sintang: class VIII C as the experimental group and class VIII E as the control group, with 35 students in each group. Data were collected using essay items aligned with Polya's four problem-solving stages and were analyzed through descriptive statistics, normalized gain, and an independent-samples t test. The experimental group's mean score increased from 37.51 to 79.89, whereas the control group's mean increased from 38.40 to 70.80. The experimental and control groups obtained mean normalized gains of 0.68 and 0.53, respectively. The between-group gain difference of 0.15 was statistically significant, t(68) = 4.81, p < .001, with a large effect size (d = 1.15; 95% CI [0.088, 0.212]). Within the scope of this study, worksheet-assisted deep learning-oriented instruction was more effective than worksheet-assisted direct instruction in strengthening students' mathematical problem-solving ability on straight-line equations.  Keywords: Deep Learning, Experiment, Mathematical Problem-Solving Ability, Straight-Line Equations, Student Worksheets
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI GURU MATEMATIKA SMAN 2 GRABAG KABUPATEN MAGELANG SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Moh Rikza Muqtada; Dita Aldila Krisma; Muhammad Irvan Ardianto; Farid Azhar
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i1.3039

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi oleh guru matematika di SMAN 2 Grabag, Magelang sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk menyesuaikan konten, proses, dan produk berdasarkan kebutuhan, minat, dan tingkat kesiapan peserta didik. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Grabag dengan responden 5 guru matematika yang mengajar di SMAN 2 Grabag. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan pembelajaran berdiferensiasi sudah dilaksankan oleh guru matematika di SMAN 2 Grabag namun masih belum maksimal, terutama pada aspek konten dan proses. Pada aspek produk, semua strategi pembelajaran berdiferensiasi sudah dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas. Kekurangannya yaitu pelaksanaan yang kurang maksimal seperti penugasan kepada peserta didik yang masih seragam tanpa variasi yang menyesuaikan dengan kemampuan atau minat peserta didik Kata Kunci: Pembelajaran berdiferensiasi; Guru Matematika; Kurikulum Merdeka.  Abstract : This study analyze the implementation of differentiated learning by mathematics teachers at SMAN 2 Grabag, Magelang as part of the implementation of the Merdeka Curriculum. Differentiated learning aims to adapt content, processes and product based on students' needs, interests and level of readiness. This study applies a qualitative descriptive method. This study was carried out at SMA Negeri 2 Grabag with respondents as 5 mathematics teachers who taught at SMAN 2 Grabag. Data collection techniques used include questionnaires, interviews, observation and documentation. The results of the research show that differentiated learning has been implemented by mathematics teachers at SMAN 2 Grabag but is still not optimal, especially in the content and process aspects. In the product aspect, all differentiated learning strategies have been implemented in classroom. The drawback is that implementation is less than optimal, such as assignments to students that are still the same without variations to suit the students' abilities or interests  Keywords: Differentiated learning; Mathematics Teacher; Merdeka Curriculum.    
AN ETHNOMATHEMATICS STUDY OF SANGHYANG DORA HILL AS A GEOMETRY LEARNING CONTEXT TO DEVELOP STUDENTS' SPATIAL ABILITIES Azi Nugraha; Erlinda Marissa
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5103

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep geometri pada Bukit Sanghyang Dora dalam perspektif etnomatematika serta mengkaji keterkaitannya dengan kemampuan spasial siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi visual, dan studi literatur. Objek yang dianalisis berupa lanskap Bukit Sanghyang Dora yang memperlihatkan bentuk bukit, lereng, kontur permukaan, arah pandang, dan perspektif ruang. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengidentifikasi unsur-unsur geometri yang tampak pada dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bukit Sanghyang Dora memuat berbagai konsep geometri, yaitu bentuk bukit menyerupai kerucut atau limas tidak beraturan, titik puncak, alas, tinggi, sisi miring atau garis pelukis, lereng sebagai bidang miring, kontur permukaan, sudut elevasi, dan perspektif ruang near–middle–far. Konsep-konsep tersebut berpotensi mendukung kemampuan spasial siswa, terutama visualisasi spasial, orientasi spasial, relasi spasial, dan representasi ruang. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan alternatif sumber belajar geometri berbasis potensi lokal Majalengka yang kontekstual, visual, dan relevan untuk pembelajaran matematika di SMA. Kata Kunci: etnomatematika, geometri, Bukit Sanghyang Dora, kemampuan spasial, pembelajaran kontekstual. Abstract: This study aims to explore geometric concepts at Sanghyang Dora Hill from an ethnomathematical perspective and examine their relationship with students' spatial abilities. A qualitative approach with an exploratory-descriptive design was employed. Data were collected through observation, visual documentation, and literature review. The objects of analysis included the landscape of Sanghyang Dora Hill, specifically its shape, slopes, surface contours, lines of sight, and spatial perspectives. Data analysis involved reduction, presentation, and conclusion drawing by identifying geometric elements visible in the visual documentation. The results indicate that Sanghyang Dora Hill embodies various geometric concepts, such as a hill shape resembling a cone or an irregular pyramid, a peak, a base, height, slant height (or generatrix), slopes acting as inclined planes, surface contours, angles of elevation, and near-middle-far spatial perspectives. These concepts have the potential to support students' spatial abilities, particularly spatial visualization, spatial orientation, spatial relations, and spatial representation. This study contributes an alternative geometry learning resource based on the local potential of Majalengka—one that is contextual, visual, and relevant for high school mathematics education.  Keywords: ethnomathematics, geometry, Sanghyang Dora Hill, spatial abilities, contextual learning.
ETNOMATEMATIKA TARI CACI MANGGARAI: EKSPLORASI KONSEP GEOMETRI, SIMETRI, DAN TRANSFORMASI Maria Rosanti Teti; Marselino Robertus Seran; Marsiano Solanus Seran; Gregorius Indrawan Ngkahar; Meryani Lakapu
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5329

Abstract

Abstrak: Tari Caci merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Manggarai yang mengandung berbagai nilai budaya serta potensi konsep matematika. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis konsep geometri, simetri, dan transformasi yang terdapat dalam Tari Caci melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap tiga narasumber dari komunitas masyarakat Manggarai di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan empat konsep matematika utama, yaitu geometri pada arena berbentuk lingkaran dan pola gerak penari, simetri rotasi dan refleksi pada posisi penari, transformasi geometri berupa translasi dan refleksi dalam pergerakan penari, serta konsep geometri pada motif kain Songke berupa pola belah ketupat berulang dan simetri bidang. Temuan ini menunjukkan bahwa Tari Caci memiliki potensi sebagai konteks pembelajaran matematika yang kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Kata Kunci: etnomatematika, tari Caci, budaya Manggarai, kearifan lokal Abstract : The Caci dance is a traditional performing art of the Manggarai people that embodies various cultural values and mathematical concepts. This study aims to identify and analyse the concepts of geometry, symmetry and transformation found in the Caci dance through an ethnomathematics approach. The study employed a qualitative descriptive method using observation, semi-structured interviews and documentation involving three informants from the Manggarai community in Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. The results of the study reveal four main mathematical concepts: geometry in the circular arena and the dancers’ movement patterns; rotational and reflective symmetry in the dancers’ positions; geometric transformations in the form of translations and reflections in the dancers’ movements; and geometric concepts in the Songke fabric motifs, specifically repeating rhombus patterns and plane symmetry. These findings suggest that the Caci Dance has the potential to serve as a context for contextual mathematics learning whilst also supporting the preservation of local culture  Keywords: ethnomathematics, Caci dance, Manggarai Culture, local wisdom  
ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN LITERASI MATEMATIKA PADA MAHASISWA Ali Hasmy; Yumi Sarassanti; Mutya Hairunisa
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5371

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen literasi matematika yang dikembangkan untuk mengukur kemampuan literasi matematika mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data simulasi yang terdiri atas respons 18 mahasiswa terhadap 10 butir soal literasi matematika. Analisis instrumen meliputi validitas isi menggunakan indeks Aiken's V, validitas butir menggunakan korelasi Corrected Item-Total Correlation, serta reliabilitas internal menggunakan koefisien Cronbach's Alpha. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh butir instrumen memiliki nilai Aiken's V pada rentang 0,83–1,00 sehingga memenuhi kriteria validitas isi yang tinggi. Nilai korelasi setiap butir lebih besar dari 0,30 yang menunjukkan bahwa seluruh butir valid secara empiris. Selain itu, instrumen memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,892 yang mengindikasikan tingkat reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, instrumen literasi matematika dapat digunakan sebagai ilustrasi metodologis dalam analisis instrumen, namun masih memerlukan pengujian menggunakan data empiris pada sampel yang lebih luas. Kata kunci: literasi matematika, validitas instrumen, reliabilitas, Cronbach's Alpha, Aiken's V.   Abstract : This study aims to analyze the validity and reliability of a mathematical literacy instrument developed to measure university students' mathematical literacy skills. The study employed a descriptive quantitative approach using simulated data from 18 students who responded to 10 mathematical literacy items. Instrument evaluation included content validity using Aiken's V index, item validity using Corrected Item-Total Correlation, and internal consistency reliability using Cronbach's Alpha coefficient. The findings indicated that all items achieved Aiken's V values ranging from 0.83 to 1.00, demonstrating high content validity. Furthermore, all item-total correlation coefficients exceeded 0.30, confirming satisfactory empirical validity. The instrument also yielded a Cronbach's Alpha coefficient of 0.892, indicating excellent internal consistency reliability. These findings indicate that the instrument serves as a methodological illustration; however, further validation using empirical data from a larger sample is recommended. Keywords: mathematical literacy, instrument validity, reliability, Cronbach's Alpha, Aiken's V.

Page 13 of 13 | Total Record : 128