cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Digital Education as an Effort to Improve ARV Adherence Among People Living with HIV AIDS (PWHA) Maharsi, Eri Dian; Djannatun, Titiek; Maulidyasari, Siti
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The discovery of ARVs was a revolution in the treatment of ODHA. The success of HIV/AIDS treatment is determined by adherence to taking ARVs. Non-compliance can be caused by physical discomfort while taking ARVs. Non-compliance can promote HIV resistance. Motivation and knowledge are needed to be compliant with ARV therapy. There needs to be activities to increase the motivation and knowledge of ODHA in consuming ARVs. Objective: To determine the effectiveness of online seminars in increasing the motivation and knowledge of ODHA in consuming ARVs. Method: carried out by holding an online seminar to ODHA and to find out the description of motivation, and knowledge in the use of ARV in ODHA, respondents were given a pretest and posttest. Results: 56 respondents who filled out the pretest and posttest consisted of 60.7% males, 39.3% females, the most ages 53.5% were 30 to 40 years, the most high school education was 57.1%, who used ARV 80.4%; Motivation: The most motivation to consume ARVs comes from Doctors/Nurses/Psychologists/Health Workers at 22%. The most reason was 35.7% to be able to do activities as before. 19.6% of respondents were not motivated and did not use ARVs. Knowledge; 92.9% of respondents had good knowledge and there was no change between pretest and post-test. This can happen because respondents who consume ARVs already have prior knowledge of ARVs. Conclusion: Respondents who consume ARVs are respondents who have good motivation and good knowledge about ARVs. Respondents who did not consume ARVs were unmotivated and partially knowledgeable. Suggestion: Online seminars need to be encouraged to increase and maintain motivation and knowledge in consuming ARVs in ODHA
Systematic Review on Hierarchical Culture and Symbolic Violence in Medical Education Environment Posangi, Iddo
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.383

Abstract

The medical education environment is often characterized by a strong hierarchical culture, where power imbalances have the potential to give rise to various forms of symbolic violence that are difficult to detect directly. Symbolic violence within medical education systems can negatively impact the psychological well-being of students and medical staff, as well as disrupt the learning process and professionalism within the institution. The aim of this study is to comprehensively review existing literature regarding the role of hierarchical culture in creating and sustaining symbolic violence in medical education environments, as well as to identify its effects on the well-being and professional development of learners, in order to formulate strategic recommendations for more equitable and supportive structural changes. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method to examine in depth the culture of hierarchy and symbolic violence in medical education. SLR was conducted systematically and transparently to identify, assess and synthesize relevant scientific evidence, while assessing the quality of the findings to gain a comprehensive understanding. Data were collected through documentation techniques on scientific literature and documents, enabling the identification of historical and contextual patterns of symbolic violence. The results of the systematic review indicate that the entrenched hierarchical culture in medical education often triggers subtle yet significant symbolic violence. This symbolic violence emerges through hidden mechanisms of domination, such as language, attitudes, and social norms that position certain parties as morally, ethically, and professionally superior. The most commonly reported negative impacts include psychological pressure, decreased motivation to learn, and the creation of an academic environment that is unconducive to the development of competencies and the well-being of medical students.
Hubungan Periode Sakit, Spiritualitas, dan Efikasi Diri dengan Fatigue Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di UPTD Puskesmas Juwana Kabupaten Pati Fatmawati, Diah; Lestari, Diana Tri; Hartinah, Dewi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.384

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat gangguan produksi insulin yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu masalah yang sering dialami penderita adalah fatigue dimana penderita merasa cepat lelah. Fatigue disebabkan oleh perubahan metabolisme energi yang dapat menurunkan produksi ATP sehingga menyebabkan beberapa faktor seperti periode sakit, spiritualitas dan efikasi diri. Periode sakit yang lama dapat menyebabkan gula darah tidak stabil, gangguan tidur dan penurunan energi. Spiritualitas membantu penderita menerima penyakitnya, mengurangi stres dan meningkatkan motivasi diri. Sedangkan efikasi diri dapat membantu penderita lebih percaya diri dalam mengelola penyakitnya sehingga dapat mengurangi fatigue. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara periode sakit, spiritualitas.dan efikasi diri dengan fatigue pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di bulan Mei 2025 menggunakan rumus slovin didapatkan sampel berjumlah 67 responden teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi adalah penderita diabetes melitus tipe 2 ≥18 tahun sedangkan kriteria eksklusi adalah penderita yang dengan komplikasi akut dan mengalami gangguan kognitif yang memengaruhi kemampuan memberikan jawaban kuesioner secara mandiri. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang periode sakit, spiritualitas menggunakan Spiritual-Self CarePractice Scale (SSCPS) dan efikasi diri menggunakan The Diabetes Management Self Efficacy Scale for tipe 2 DM (DMSES) dengan fatigue menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS) pada variabel dependen yaitu fatigue dan variabel independent yaitu periode sakit, spiritualitas dan efikasi diri. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian memiliki hubungan yang signifikan dengan fatigue, periode sakit memiliki hubungan yang lemah (r= -0,355, p= 0,003), sedangkan spiritualitas (r= -0,277, p= 0,023), kemudian efikasi diri (r= -0,292, p= 0,016). Puskesmas dapat memperhatikan aspek spiritualitas, dan efikasi diri dalam penanganan fatigue pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Analisis Pengaruh Faktor-Faktor yang Menentukan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Smartphone Samsung di Kota Pontianak Lim, Andry Lindi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.388

Abstract

Perkembangan pasar smartphone di Kota Pontianak yang semakin kompetitif mendorong pentingnya pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Persaingan ini mendorong perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen, seperti citra merek, kualitas layanan, dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek, kualitas layanan, dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 150 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, korelasi dan koefisien determinasi serta uji hipotesis berupa uji F dan uji t dengan  program SPSS 25. Hasil pengujian menunjukkan citra merek, kualitas layanan dan kepercayaan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,731 yang menunjukkan pengaruh citra merek, kualitas layanan dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian sebesar 73,10 persen. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan perlu secara konsisten membangun citra merek yang kuat melalui diferensiasi produk dan kampanye pemasaran yang efektif. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan dengan fokus pada kecepatan respon dan kesopanan karyawan menjadi faktor krusial dalam menarik minat konsumen. Selain itu, penguatan kepercayaan konsumen melalui jaminan produk dan layanan purna jual yang transparan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku bisnis dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif di pasar smartphone Pontianak.
Asuhan Akupunktur Pada Pasien Nyeri Menstruasi Karena Stagnasi Qi Hati di Griya Sehat Purple Acupuncture Cirebon Dewi, Helena Laksmi; Wulandari, Mayang; Mahadini , Chantika
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri menstruasi atau dismenorea merupakan keluhan ginekologi yang dapat terjadi pada wanita usia subur dan dapat dirasakan cukup parah sehingga mengganggu kenyamanan fisik dan menurunkan kualitas hidup serta kinerja. Terapi akupunktur menawarkan pendekatan untuk mengatasi nyeri menstruasi tanpa efek samping dari obat-obat farmasi pereda nyeri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas asuhan akupunktur pada penderita nyeri menstruasi akibat stagnasi Qi hati di Griya Sehat Purple Acupuncture Cirebon. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama delapan sesi terapi pada satu orang partisipan wanita berusia 31 tahun yang mengalami nyeri menstruasi selama sepuluh tahun terakhir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Titik akupunktur dipilih berdasarkan diagnosis stagnasi Qi hati dengan manipulasi jarum berupa tonifikasi dan reduksi. Setelah delapan sesi terapi, partisipan mengalami perbaikan signifikan berupa penurunan nyeri menstruasi dari skala nyeri 4 menjadi tidak nyeri. Gejala tambahan seperti tegang di area buah dada, perut kembung, serta gangguan berkemih juga menghilang secara bertahap. Pemeriksaan lidah menunjukkan penipisan lapisan kekuningan, serta perabaan nadi yang semula tegang menjadi lebih stabil, menandakan terjadinya kelancaran aliran Qi hati dan darah. Asuhan akupunktur yang diberikan efektif dalam mengatasi nyeri menstruasi yang disebabkan oleh stagnasi Qi hati melalui perbaikan aliran Qi hati dan darah sehingga memperbaiki kondisi fisik dan mengurangi gejala yang dialami oleh partisipan.
Relationship Between Leukocyte Esterase and Nitrite in Urine in Patients with Urinary Tract Infections at Suai Referral Hospital Covalima Timor-Leste Gomes, Juvita Da Costa; Prihatiningsih, Diah; Abadi, Moh. Fairuz
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.394

Abstract

Urinary tract infections (UTIs) represent a significant healthcare concern, particularly among females. Accurate diagnosis is imperative to prevent complications associated with UTIs. The urinalysis procedure, often referred to as dipstick analysis, serves as a preliminary screening test for the identification of UTIs. This analysis typically examines two parameters: leukocyte esterase and nitrite. However, these parameters exhibit varying degrees of sensitivity and specificity in detecting UTIs. This study aims to ascertain the relationship between leukocyte esterase and nitrite in the urine of patients with UTIs. An observational analytical design with a cross-sectional approach was adopted. Samples were randomly selected from a cohort of 50 patients diagnosed with UTIs at Suai Referral Hospital in Covalima, Timor-Leste. Data were analyzed using the chi-square test in SPSS. The results indicated that 80% of UTI patients were leukocyte esterase–positive, while the remaining 20% were negative. Furthermore, 50% were nitrite-positive, and the remaining 50% were negative. Statistical analysis revealed no significant association between the presence of leukocyte esterase and nitrite in the urine of UTI patients (p = 0.480; p > 0.05). Consequently, no statistically significant relationship was identified between leukocyte esterase and nitrite levels in the urine of UTI patients. Therefore, urine dipstick examination should be complemented by more precise methods, such as urine culture, to ensure a more accurate diagnosis.
Hubungan Job Satisfacion dan Turnover Intention Pegawai Rumah Sakit X Wardan, Meirina Mulia; Meliala, Adreasta
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turnover rate di rumah sakit masih menjadi permasalahan global. RS X yang baru berdiri 2 tahun menghadapi permasalahan kepegawaian dengan 64 pegawai resign (2018-Maret 2019), rekruitmen terbentur PP Nomor 49 Tahun 2018, lowongan CPNS RS pesaing terbuka lebar, dan tidak ada pinalti resign. Penelitian bertujuan mengeksplorasi job satisfaction dan turnover intention serta mengukur hubungannya. Penelitian analitik dengan rancangan studi kasus dilakukan Juni 2019 pada 198 responden menggunakan stratified random sampling berdasarkan tingkat pendidikan. Kriteria inklusi: pegawai terikat perjanjian kerja minimal 1 tahun dengan masa kerja minimal 9 bulan. Kriteria eksklusi: jabatan struktural direksi hingga kepala seksi dan pegawai cuti/sakit. Instrumen: Job Satisfaction Survey (JSS) dan Turnover Intention Scale-6 (TIS-6). asil menunjukkan job satisfaction: dissatisfaction 5%, satisfaction 44%, ambivalent 51%. Dissatisfaction tertinggi pada facet operating conditions (36,9%), pay (30,3%), dan communication (25,8%). High turnover intention 26%, low turnover intention 74%. Uji Spearman's Rank Correlation menunjukkan koefisien -0,440 (p=0,000). Terdapat hubungan signifikan antara job satisfaction dengan turnover intention, namun kepuasan kerja tidak menjamin pegawai tidak resign. Faktor lain seperti kepastian status kepegawaian menjadi kunci keputusan turnover. RS X perlu memperbaiki operating conditions, pay, dan communication; menyederhanakan administratif; mengevaluasi sistem remunerasi; meningkatkan komunikasi organisasi; dan memberikan kepastian status kepegawaian melalui pengangkatan ASN.
The Effect of the Tianma Gouteng Yin Formula Therapy on Patients with Vertigo of Liver Hyperactivity Syndrome Heriyanto, Heriyanto; Kang, Hari Iskandar; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus; Anwar, La Ode Muhamad
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on WHO data in 2019, vertigo was experienced by 7.4% of the global population aged 18–79 years. In Indonesia, Basic Health Research (2023) reported a very high prevalence of vertigo, making it the third most common complaint in hospitals, with a prevalence rate of 50% in the 40–50-year age group. A preliminary survey at the Divine Nature Health Center in 2024 confirmed the high number of vertigo cases, with an average of 500 patients every three months, of which liver yang hyperactivity syndrome was the most frequent (300 patients per three months). This research aims to determine the effect of the Tianma Gouteng Yin formula therapy on vertigo patients with liver yang hyperactivity syndrome. The study employed a quantitative method using a pre-experimental one-group pre–post test design. Fifty research subjects were selected through purposive sampling between March and June 2025. Subjects aged 40–50 years received Tianma Gouteng Yin therapy twice daily at 2 grams for one week. Measurements were conducted using the VSS-SF questionnaire before and after therapy. Results showed that the average VSS-SF score decreased from 10.6 (pretest) to 2.96 (posttest). Statistical analysis indicated an asymp. sig. value of 0.000 (p < 0.05) and an effect size (r = -0.869), demonstrating that Tianma Gouteng Yin formula therapy has a significant and strong effect in reducing VSS-SF scores in vertigo patients with liver yang hyperactivity syndrome.
Pengaruh Konsumsi Ziziphus Jujuba Terhadap Kelelahan Akut Pada Remaja Dengan Sindrom Defesiensi Qi di Ponpes Mitsaqul Ummah Supangkat, Embang; Nando, Aryaprana; Khuril R, Muslihatin; Anwar, Laode Muhamad; Xaverius, Franciscus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan akut pada remaja merupakan permasalahan yang kian meningkat, terutama pada lingkungan berasrama seperti pondok pesantren yang memiliki aktivitas padat. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini banyak dikaitkan dengan sindrom defisiensi Qi, yakni ketidakseimbangan energi vital tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsumsi Ziziphus jujuba (Angco) terhadap kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi di Pondok Pesantren Mitsaqul Ummah, Cianjur, serta menganalisis perubahan tingkat kelelahan dan efektivitasnya dalam konteks kehidupan pesantren.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe one group pre-post test. Subjek penelitian berjumlah 20 remaja yang memenuhi kriteria sindrom defisiensi Qi. Intervensi berupa konsumsi Angco dalam bentuk seduhan sebanyak tiga kali sehari sebelum makan selama enam hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala konstitusi tubuh TCM. Teknik analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat kelelahan setelah intervensi konsumsi Angco. Berdasarkan uji paired t-test, terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p < 0.05), yang didukung pula oleh hasil uji Wilcoxon. Temuan ini menyimpulkan bahwa konsumsi  Ziziphus jujuba  efektif dalam mengurangi kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi. Oleh karena itu, Angco dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal berbasis bukti yang aman, alami, dan sesuai dengan pendekatan PTT dalam konteks pendidikan berasrama.
Studi Literatur Sistematis: Efektivitas Omega 3 terhadap Mata Kering Setelah Prosedur Bedah Refraktif Nurmasari, Devita Prima; Sary, Latifa
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.405

Abstract

Mata kering adalah gangguan multifaktorial kronis yang ditandai dengan peradangan permukaan mata dan produksi air mata yang tidak memadai serta merupakan komplikasi paling umum yang diamati setelah operasi refraktif. Konsumsi omega 3 telah terbukti meningkatkan kepadatan sel goblet, potensi regenerasi saraf dan aktivitas antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas suplementasi omega 3 dalam mengurangi tanda dan gejala mata kering setelah operasi bedah refraktif. Protokol PRISMA dilakukan dalam penelitian ini, yang melibatkan basis data PubMed, ScienceDirect, Springer, ProQuest, Cochrane Library, dan Nature Portfolio yang diterbitkan hingga Agustus 2025. Kriteria inklusi penelitian ini adalah Pasien sindrom mata kering yang diakibatkan oleh operasi bedah refraktiv (lasik atau operasi katarak) dan diterapi dengan Omega 3. Ekstraksi data dan penilaian risiko bias dilakukan menggunakan kriteria dari Cochrane Risk of Bias 2 (RoB 2) dan Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 110 artikel yang disaring, empat studi memenuhi kriteria kelayakan, terdiri dari tiga RCT dan satu studi kohort (total n=239). Suplementasi omega-3 memperbaiki gejala subjektif (OSDI, DEQ) dan stabilitas film air mata (TBUT, osmolaritas). Hasil Schirmer bervariasi, menunjukkan bahwa omega-3 lebih mempengaruhi kualitas film air mata daripada kuantitas air mata. Suplementasi omega-3 terbukti aman dan bermanfaat sebagai terapi adjuvan pada pasien dengan mata kering pasca operasi bedah refraktif. Formulasi rTG tampak memberikan hasil lebih baik karena bioavailabilitasnya yang lebih tinggi.