cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Strategi Pemasaran Kedai Rasa Timur Asli: (Studi Kasus pada Event Tarian Khas Timur Asli Bandung) Chaezul Zaky Syahdiwama; Rita Gani
Bandung Conference Series: Communication Management 511 - 520
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24341

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Integrated Marketing Communications (IMC)-based marketing communication strategies through the use of cultural events in building consumer image, experience, and engagement. The study used a qualitative method with a case study approach at Kedai Rasa Timur Asli Bandung, through in-depth interviews, participant observation, documentation, and literature review. Data analysis was conducted using the Miles, Huberman, and Saldaña model, with data validity tested through triangulation of sources, methods, and time. The results of the study indicate that the integration of digital promotions, holding Eastern Dance events, and direct interaction with consumers can strengthen the identity of the shop as a representation of Eastern Indonesian culture and build emotional relationships with consumers. Cultural events act as an experience-based marketing communication medium that encourages consumer engagement and loyalty. This study provides theoretical contributions to the study of cultural-based IMC as well as practical implications for culinary MSMEs in designing creative and sustainable marketing strategies.   Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi komunikasi pemasaran berbasis Integrated Marketing Communications (IMC) melalui pemanfaatan event budaya dalam membangun citra, pengalaman, dan keterlibatan konsumen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Kedai Rasa Timur Asli Bandung, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi promosi digital, penyelenggaraan event Tarian Khas Timur, dan interaksi langsung dengan konsumen mampu memperkuat identitas kedai sebagai representasi budaya Timur Indonesia serta membangun hubungan emosional dengan konsumen. Event budaya berperan sebagai media komunikasi pemasaran berbasis pengalaman yang mendorong keterlibatan dan loyalitas konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam kajian IMC berbasis budaya serta implikasi praktis bagi UMKM kuliner dalam merancang strategi pemasaran yang kreatif dan berkelanjutan.
Implementations of Art Museum Marketing Communication in Forming an Educative Arts Tourism Subculture: Case Study of Brand Activation at the NuArt Sculpture Park Museum in Bandung Bion Farhan Widiraharjanto; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management 521 - 528
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24361

Abstract

This research aims to understand how the NuArt Sculpture Park Museum's marketing communications are implemented through a brand activation strategy in shaping an educational arts tourism subculture. The focus of the research is on identifying marketing communications steps in brand activation, media usage, the role of the community, and the placement of brand activation within the main marketing communications strategy. The research method used is a qualitative case study approach. Through interviews with museum officials, activity observations, and documentation of brand activation activities, the results show that brand activation is carried out through three main stages: planning, implementation, and evaluation, which include aspects of output, outtake, and outcome. Communication media acts as a supporting channel in disseminating information. The community plays an important role as a collaborative partner in presenting, developing, and expanding the impact of brand activation activities. Furthermore, brand activation was chosen as the main marketing communications strategy because it provides a direct art experience that can build emotional engagement and understanding of cultural values. This process consistently shapes an educational arts tourism subculture consisting of visitors, creative communities, and members of the public actively involved in museum activities.   Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana implementasi komunikasi pemasaran Museum NuArt Sculpture Park dilakukan melalui strategi brand activation dalam membentuk subkultur wisata seni edukatif. Fokus penelitian mengarah pada identifikasi langkah-langkah komunikasi pemasaran dalam brand activation, penggunaan media, peran komunitas, serta penempatan brand activation dalam strategi utama dalam komunikasi pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Melalui wawancara dengan pihak museum, observasi kegiatan, serta dokumentasi atas aktivitas brand activation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand activation dilakukan melalui tiga tahap utama : perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang meliputi aspek output, outtake, dan outcome. Media komunikasi berperan sebagai saluran pendukung dalam penyebaran informasi. Komunitas berperan penting sebagai mitra kolaboratif dalam menghadirkan, mengembangkan, serta memperluas dampak kegiatan branda activation. Lebih jauh, brand activation dipilih sebagai strategi komunikasi pemasaran utama karena memberikan pengalaman seni langsung yang mampu membangun keterlibatan emosional dan pemahaman nilai budaya. Proses ini secara konsisten membentuk subkultur wisata seni edukatif yang terdiri dari pengunjung, komunitas kreatif, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan museum.
Antara FoMO dan Personal branding Naufal Fairuz Rizqulloh; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management 529 - 536
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24450

Abstract

This study aims to describe university students' experiences, interpretations, and management of Fear of Missing Out (FoMO) in the process of building digital identity and personal branding on TikTok. The research employed a qualitative method using Alfred Schutz's social phenomenology approach. Data were collected through in-depth interviews and observations of the TikTok accounts of three students selected through purposive sampling. The findings indicate that FoMO is not perceived as a uniform psychological pressure but as a subjective experience shaped by how individuals interpret their social media activities. Students actively select trends, regulate their participation, and construct digital identities based on their personal values and goals. The management of FoMO is reflected through emotional regulation, self-control, and reflective decision-making before and after content is published to maintain a balance between digital presence and personal well-being. This study concludes that FoMO extends beyond social anxiety and functions as an adaptive strategy for developing digital identity and personal branding within today's dynamic digital culture.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman, pemaknaan, dan pengelolaan Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa pengguna TikTok dalam proses membangun identitas dan personal branding di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi akun TikTok terhadap tiga mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO tidak dimaknai sebagai tekanan psikologis yang bersifat seragam, melainkan sebagai pengalaman subjektif yang dipengaruhi oleh cara individu memaknai aktivitasnya di media sosial. Mahasiswa secara aktif melakukan seleksi terhadap tren, mengelola keterlibatan, serta membangun identitas digital sesuai nilai dan tujuan yang dimiliki. Pengelolaan FoMO dilakukan melalui regulasi emosi, kontrol diri, dan proses refleksi sebelum maupun sesudah konten dipublikasikan sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara eksistensi digital dan kenyamanan pribadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO tidak hanya menjadi bentuk kecemasan sosial, tetapi juga berkembang menjadi strategi adaptif dalam membangun identitas dan personal branding di tengah dinamika budaya digital.
Narasi dan Visual Meme dalam Membentuk Kesamaan Persepsi dengan Audiens Generasi Z Salma Wahyuni; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management 537 - 546
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24456

Abstract

As digital natives, Generation Z has experienced changes in information consumption patterns due to the rapid development of digital technology and social media, leading them to prefer information presented in concise, visual, and entertaining formats. This condition encourages content creator to utilize meme narratives and visuals as a strategy for delivering information to Generation Z audiences. This study aims to analyse the use of meme narratives and visuals by the YouTube channel @Caveine in fostering shared understanding among Generation Z audiences through the application of Communication Accommodation Theory in the digital environment. This research adopts a constructivist paradigm with a qualitatives methodology using a case study approach. The research subjects consisted of the content creator, community administrator, and Generation Z audiences of @Caveine’s YouTube channel. Data were collected through ocservation, in-depth interviews, and documentation, and their validity was ensured through method and source triangulation. The findings indicate that the use of meme narratives and visuals helps simplify viral information, making it easier to understand while fostering shared understanding between the creator and Generation Z audiences regarding the discussed phenomena. Generasi Z sebagai digital native mengalami perubahan pola konsumsi informasi akibat perkembangan teknologi digital dan media sosial, sehingga cenderung mengonsumsi informasi dalam format ringan, visual, dan menghibur. Kondisi tersebut mendorong content creator untuk memanfaatkan narasi dan visual meme sebagai strategi penyampaian informasi kepada audiens Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan narasi dan visual meme yang dilakukan oleh akun YouTube @Caveine dalam membentuk kesamaan persepsi dengan audiens Generasi Z melalui penerapan Teori Akomodasi Komunikasi di ranah digital. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metodologi kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dengan subjek penelitian kreator, admin komunitas, dan audiens Generasi Z YouTube @Caveine. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta diuji menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan narasi dan visual meme membantu menyederhanakan informasi viral sehingga lebih mudah dipahami serta mampu membentuk kesamaan persepsi antara kreator dan audiens Generasi Z terhadap fenomena yang dibahas.
Gaya Komunikasi Dosen Favorit dalam Mengajar Mahasiswa Generasi Z : (Studi Kasus Ferra Martian sebagai Dosen Favorit Fikom Unisba 2024) Muhammad Ivan Ramanda; Aldin Aldama
Bandung Conference Series: Communication Management 547 - 556
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24465

Abstract

This study examines lecturers’ communication styles as an important factor in the success of the learning process, particularly for Generation Z students who are characterized as digital natives. The research is motivated by the phenomenon of favorite lecturers at Fikom Unisba, where Ferra Martian was awarded Favorite Lecturer in 2024. This study aims to describe the communication style used in teaching Generation Z students, explore experiences in addressing communication challenges, and understand the reasons and considerations behind the chosen communication style. The research employs an interpretive paradigm with a qualitative method and a case study approach. Data were collected through moderate participatory observation, in-depth semi-structured interviews, documentation, and literature review. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification using member checking. Data validity was ensured through technique triangulation, time triangulation, and prolonged observation. Theoretically, this study is expected to enrich the field of educational communication and contribute to the development of pedagogical communication style concepts. Practically, it serves as a reference for lecturers and institutions in improving effective and adaptive communication strategies for Generation Z students.   Gaya komunikasi dosen menjadi faktor menarik dalam keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam menghadapi mahasiswa generasi Z yang memiliki karakteristik sebagai digital natives. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dosen favorit di Fikom Unisba, dengan Ferra Martian sebagai peraih penghargaan dosen favorit Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi yang digunakan dalam mengajar mahasiswa generasi Z, mengidentifikasi pengalaman dalam menghadapi tantangan komunikasi, serta memahami alasan dan pertimbangan dalam pemilihan gaya komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif moderat, wawancara mendalam semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan member checking. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan perpanjangan pengamatan. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan memperkaya kajian komunikasi pendidikan, mengembangkan konsep gaya komunikasi pedagogis, serta mengisi kekosongan penelitian mengenai dosen favorit dalam konteks pendidikan tinggi Indonesia. Secara praktis, penelitian ini menjadi referensi bagi dosen dan institusi dalam meningkatkan kualitas komunikasi pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik generasi Z.
Makna Komunikasi Interpersonal Guru dengan Siswa : dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an di SD Pintar (Studi Fenomenologi Tentang Strategi Komunikasi Interperpersonal pada Guru Tahfidz SD Pintar Dalam Pembinaan Hafalan Al-Qur’an) Muhamad Varrel Rahmadina; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management 557 - 564
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24478

Abstract

This study is based on the phenomenon that although schools have high memorization targets, student motivation and achievement are still diverse, so that communication between tahfidz teachers is important in the process of fostering Al-Qur'an memorization. This study aims to examine teachers' content knowledge regarding Quran memorization material, explain their procedural knowledge in formulating communication strategies tailored to the developmental needs of elementary school students, and understand the meaning of interpersonal communication between teachers and students.. The study uses a qualitative method with a phenomenological approach under the constructivism paradigm with subjects being tahfidz teachers in grades 1–6 and Al-Qur'an coordinators at SD Pintar. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed interactively through data reduction, data display, drawing conclusions, and source triangulation. The results show that interpersonal communication is interpreted as a medium to bridge students' emotional and spiritual by creating a sense of security so that the memorization process is not frightening. Teacher content knowledge includes mastery of tajwid, makharijul huruf, as well as understanding the psychology and cognitive readiness of children. Procedural knowledge is realized through adaptive strategies such as layered planning, verbal and nonverbal appreciation, monitoring through leadership books, and innovative ongoing learning methods.   Penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa meskipun sekolah memiliki target hafalan yang tinggi, motivasi dan capaian siswa masih beragam sehingga komunikasi guru tahfidz penting dalam proses pembinaan hafalan Al-Qur’an. Penelitian bertujuan mengetahui content knowledge guru terkait materi hafalan Al-Qur’an, menjelaskan procedural knowledge guru dalam menyusun strategi komunikasi sesuai kebutuhan perkembangan siswa sekolah dasar, serta mengetahui makna komunikasi interpersonal guru dengan siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi berparadigma konstruktivisme dengan subjek guru tahfidz kelas 1–6 dan koordinator Al-Qur’an di SD Pintar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif melalui reduksi, display data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dimaknai sebagai media untuk menjembatani emosional dan spiritual siswa dengan menciptakan rasa aman agar proses hafalan tidak menakutkan. Content Knowledge guru mencakup penguasaan tajwid, makharijul huruf, serta pemahaman psikologi dan kesiapan kognitif anak. Procedural Knowledge diwujudkan melalui strategi adaptif seperti perencanaan berlapis, apresiasi verbal dan nonverbal, pemantauan melalui buku leadership, serta inovasi metode pembelajaran berkelanjutan.
Peoduksi Konten Kreatif untuk Brand Awareness (Studi Kasus Tim Kreatif Zayrahijab) Shabrina Hanifa Al Hakim; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management 565 - 572
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24492

Abstract

This study examines the creative content production process carried out by the Zayrahijab creative media team in managing the Instagram account @zayrahijab as a digital communication strategy to increase Brand Awareness. The study is motivated by the rapid growth of the Muslim fashion industry and the increasing use of Instagram as an effective marketing platform. In an increasingly competitive market, Zayrahijab requires creative content that can introduce its brand identity and enhance audience awareness of its products. This study focuses on the processes of content planning, production, and publication on Instagram. The analysis employs the POAC Communication Management theory (Planning, Organizing, Actuating, nd Controlling) and Brand awareness theory to explain how the creative media team develops content concepts, organizes resources, implements content production, and evaluates published content. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation of Instagram posts. Data validity was strengthened through technique triangulation. The findings indicate that a well-planned and structured content production process contributes to building Zayrahijab’s Brand Awareness through Instagram as a digital marketing communication medium.   Penelitian ini membahas proses produksi konten kreatif yang dilakukan oleh tim media kreatif Zayrahijab dalam mengelola akun Instagram @zayrahijab sebagai strategi komunikasi digital untuk meningkatkan Brand Awareness. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan industri fashion muslim serta meningkatnya penggunaan Instagram sebagai media pemasaran yang efektif. Dalam persaingan yang semakin ketat, Zayrahijab memerlukan konten kreatif yang mampu memperkenalkan identitas merek dan meningkatkan kesadaran audiens terhadap produk yang ditawarkan. Penelitian berfokus pada proses perencanaan, produksi, dan publikasi konten di Instagram. Analisis dilakukan menggunakan teori Manajemen Komunikasi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan Teori Brand awareness untuk menjelaskan bagaimana tim media kreatif merancang konsep konten, mengorganisasi sumber daya, melaksanakan produksi, serta mengevaluasi hasil konten yang dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi unggahan Instagram. Validitas data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi konten yang terencana dan terstruktur berperan dalam membangun Brand Awareness Zayrahijab melalui Instagram sebagai media komunikasi pemasaran digital.
Pola Komunikasi Digital Anonim dalam Praktik Penipuan Fitur Gift Telegram Muhammad Farhan Yusuf; Muhammad E Fuady
Bandung Conference Series: Communication Management 573 - 582
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24600

Abstract

The development of digital communication has transformed social interaction while also creating opportunities for fraud in online transactions. Telegram's gift feature, initially used as a symbol of digital appreciation, has developed into an object of informal exchange with economic value. This study aims to analyze digital communication patterns in fraudulent practices involving Telegram's gift feature, focusing on communication stages experienced by victims, persuasive communication strategies used to build trust, and the role of anonymity and platform characteristics. This research applies a qualitative method with a netnographic approach under a constructivist paradigm. Data were collected through digital observation, in-depth interviews with victims, active users, and an expert informant, as well as documentation of digital conversations. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show a staged and linear communication pattern beginning with initial contact, negotiation, trust-building, transaction, and unilateral termination of communication. Perpetrators normalize transactions, use testimonials as social legitimacy, manage responses, and exploit anonymity and trace-deletion features. The study concludes that digital fraud emerges from the interaction between manipulative communication patterns and the characteristics of anonymous platforms.   Perkembangan komunikasi digital telah mengubah pola interaksi sosial sekaligus membuka peluang praktik penipuan dalam transaksi daring. Fitur gift Telegram yang semula berfungsi sebagai simbol apresiasi digital berkembang menjadi objek pertukaran informal yang memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi digital dalam praktik penipuan fitur gift Telegram, dengan fokus pada tahapan komunikasi yang dialami korban, strategi komunikasi persuasif dalam membangun kepercayaan, serta peran anonimitas dan karakteristik platform. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi digital, wawancara mendalam dengan korban, pengguna aktif, dan informan ahli, serta dokumentasi percakapan digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola komunikasi bertahap dan cenderung linear, dimulai dari kontak awal, negosiasi, pembentukan kepercayaan, transaksi, hingga penghentian komunikasi sepihak. Pelaku menormalisasi transaksi, menggunakan testimoni sebagai legitimasi sosial, mengelola respons, serta memanfaatkan anonimitas dan fitur penghapusan jejak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penipuan digital terbentuk dari interaksi antara pola komunikasi manipulatif dan karakteristik platform anonim.
Pengalaman Job Hugging Gen Z Pekerja Kreatif melalui Close Friends Instagram Inthan Mharchelina; Nabilla Anasty Fahzaria
Bandung Conference Series: Communication Management 583 - 594
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24604

Abstract

The development of the creative industry and the unstable dynamics of the work world have led to the emergence of the job hugging phenomenon among Gen Z creative workers, namely the condition of persisting in work despite experiencing pressure and dissatisfaction. The urgency of this research is to understand the role of private digital communication spaces (Close Friends) in interpreting social support and maintaining emotional well-being, considering that studies related to the subjective experiences of Gen Z are still limited. This study aims to explore past motives (because motive) and hopes to be achieved (in-order-to motive) rooted in previous experiences such as social pressure, the need for privacy, and uncomfortable digital interaction experiences, while also directed at the desire to obtain a sense of security, emotional support, and control in expressing themselves in digital spaces. The study used a qualitative method with an Alfred Schutz phenomenological approach. Data were obtained from in-depth interviews and observations of 5 Gen Z creative workers in Bandung City aged 21-23 years who experienced job hugging. The results show that Close Friends is used as a private space for self-expression, sharing personal experiences, and obtaining emotional support. The use of this feature is influenced by negative experiences in public spaces and the aim of creating safer and more supportive communication. This research suggests further development by expanding the subject matter, context, platforms, and the use of other methods to enrich the study. Limitations of the study lie in the limited number of informants and its focus on a single platform, Instagram.   Perkembangan industri kreatif dan dinamika dunia kerja yang tidak stabil mendorong munculnya fenomena job hugging pada pekerja kreatif Gen Z, yaitu kondisi bertahan dalam pekerjaan meski mengalami tekanan dan ketidakpuasan. Urgensi penelitian ini dilakukan untuk memahami peran ruang komunikasi digital privat (Close Friends) dalam memaknai dukungan sosial dan menjaga kesejahteraan emosional, mengingat kajian terkait pengalaman subjektif Gen Z masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif masa lalu (because motive) serta harapan yang ingin dicapai (in-order-to motive) yang berakar pada pengalaman sebelumnya seperti tekanan sosial, kebutuhan akan privasi, serta pengalaman interaksi digital yang kurang nyaman, sekaligus diarahkan pada keinginan untuk memperoleh rasa aman, dukungan emosional, dan kontrol dalam mengekspresikan diri di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data didapatkan berdasarkan wawancara mendalam dan observasi terhadap 5 pekerja kreatif Gen Z di Kota Bandung berusia 21-23 tahun yang mengalami job hugging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Close Friends dimanfaatkan sebagai ruang privat untuk mengekspresikan diri, berbagi pengalaman personal, dan memperoleh dukungan emosional. Penggunaan fitur ini dipengaruhi oleh pengalaman negatif di ruang publik serta tujuan untuk menciptakan komunikasi yang lebih aman dan suportif. Penelitian ini menyarankan pengembangan dengan memperluas subjek, konteks, platform, serta penggunaan metode lain untuk memperkaya kajian. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah informan yang terbatas dan fokus pada satu platform, yaitu Instagram.  
Strategi Komunikasi Digital melalui TikTok Live dalam membangun Brand Awareness UMKM Sepatu Kulit Lokal Dina Yuliana; Ike Junita Triwadhani
Bandung Conference Series: Communication Management 595 - 602
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24694

Abstract

The importance of brand awareness for MSMEs is one of the main factors in facing business competition in the digital era. The development of communication technology provides opportunities for business actors to utilize new media to expand market reach and build brand recognition. One of the media that is widely used is TikTok through the TikTok Live feature which allows sellers to display products in real time and interact directly with the audience. This interaction can build emotional closeness with consumers while strengthening brand identity in the midst of digital market competition. MSME Cevany Footwear as a local leather shoe manufacturer uses TikTok Live as a promotional tool to showcase product quality, materials and demonstrations of product use. This research aims to analyze the messages that MSMEs build on TikTok Live in building brand awareness, analyze the use of the TikTok Live feature, map the supporting factors for using TikTok Live, and analyze the use of TikTok Live as a medium for building brand awareness. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The research results show that TikTok Live is able to build brand awareness through informative, demonstrative, communicative and persuasive communication delivered by the host to the audience. Apart from that, this success is supported by product quality, content creativity, consistency of live streaming, and high audience engagement on MSME Cevany Footwear's live broadcasts.   Pentingnya brand awareness bagi UMKM menjadi salah satu faktor utama dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital. Perkembangan teknologi komunikasi memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan media baru dalam memperluas jangkauan pasar dan membangun pengenalan merek. Salah satu media yang banyak digunakan adalah TikTok melalui fitur TikTok Live yang memungkinkan penjual menampilkan produk secara real time serta berinteraksi langsung dengan audiens. Interaksi tersebut dapat membangun kedekatan emosional dengan konsumen sekaligus memperkuat identitas merek di tengah persaingan pasar digital. UMKM Cevany Footwear sebagai produsen sepatu kulit lokal memanfaatkan TikTok Live sebagai sarana promosi untuk menampilkan kualitas produk, bahan, hingga demonstrasi penggunaan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan yang dibangun UMKM pada TikTok Live dalam membangun brand awareness, menganalisis pemanfaatan fitur TikTok Live, memetakan faktor pendukung penggunaan TikTok Live, serta menganalisis penggunaan TikTok Live sebagai media dalam membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok Live mampu membangun brand awareness melalui komunikasi Informatif, demonstratif, komunikatif, dan juga persuasif yang disampaikan host kepada audiens. Selain itu, keberhasilan tersebut didukung oleh kualitas produk, kreativitas konten, konsistensi live streaming, serta tingginya engagement audiens pada siaran langsung UMKM Cevany Footwear.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue