cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Penggunaan Media Komunikasi Organisasi di Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kopilimo Café & Homestay Negoro, Sherly Hindra; Sri Rejeki, MC Ninik
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.004 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.5305

Abstract

Sebuah organisasi penting untuk memahami komunikasi organisasi. Dengan pemahaman yang baik dari para aktor pengelola organisasi, maka akan tercapai praktek komunikasi organisasi yang berkualitas. Salah satu praktek komunikasi organisasi adalah penggunaan media komunikasi organisasi. Yayasan Sayap Ibu DIY (YSI) dan Kopilimo Café & Homestay belum memiliki panduan penggunaan media komunikasi organisasi. Permasalahannya adalah tidak terdistribusikannya informasi yang penting dan bermanfaat, lemahnya pemahaman akan konsep komunikasi organisasi, dan lemahnya fungsi koordinasi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi YSI dan Kopilimo Café & Homestay dalam menyusun panduan penggunaan media komunikasi organisasi.Landasan teoritik yang digunakan dalam penyusunan panduan adalah komunikasi organisasi, mencakup konsep komunikasi organisasi dan media komunikasi organisasi, serta pemanfataannya. Metode pelaksanaan pendampingan berupa ceramah, diskusi, dan workshop.Target pendampingan sebanyak tujuh kali pertemuan dengan luaran pengabdian berupa panduan penggunaan media komunikasi organisasi. Panduan memuat jenis media, konsep, dan tata cara penggunaan, serta petunjuk teknis dalam menggunakan setiap jenis media. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa efektifitas komunikasi organisasi harus ditunjang oleh tersedianya panduan penggunaan media komunikasi organisasi yang terrencana. Untuk itu diperlukan pendampingan dari tim pengabdi yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi organisasi. 
Meningkatkan Wisata Bersepeda Bagi Wisatawan yang Ramah Difabel di Desa Kembang Kabupaten Kulon Progo Dharomesz, Vonezyo Yupanzara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.496 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5375

Abstract

The Student Study Service (KKN) or KKN 80 is carried out from October to November 2021 by the society 5.0 method or without field diving. Development of KKN launch 80 kto l and kulon progo districts, yogyakarta province. The 116 Unit x group is in Kembang Village, Nanggulan district, Kulon Progo, Yogyakarta. The purpose of KKN activity is to be a forum for students to work, provide an explanation of the village’s potential, then provide knowledge about what are the benefits of bicycle tourism for the surrounding community, increase empathy and concern for the surroundings, realizing a sense of responsibility and solidarity, and foster a disciplined attitude in working together. The program run by the 116 group is known as village power and pocketbook. Among the emissions to be produced are (1) ebook and videos development of potential village blossoms for cycling; (2) ebook and the friendly development videos for those with disabilities. Each group member also works on an individual program entitled tourism, science, and entrepreneurship.
Edukasi Pengelolaan Potensi Desa Melalui Program Katalog Paket Wisata Desa Donomulyo Dharomesz, Vonezyo Yupanzara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.281 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5376

Abstract

Donomulyo Village, which is located in Kulon Progo Regency, has the potential to be managed as a tourist village because the village still preserves several cultures and arts. The manifestation of this preservation is that there are still various art associations formed by the local community. The arts associations in Donomulyo Village include dance arts associations, theater arts associations, and music arts associations. In addition to culture and art, Donomulyo Village also produces various kinds of traditional handicrafts and culinary products. This is evidenced by the existence of a traditional craft and culinary production site in Donomulyo Village. The potentials of Donomulyo Village need to be developed in order to attract tourists. The author offers the "Donomulyo Village Tour Package Catalog" program as an effort to develop the potential of Donomulyo Village. The existence of this program is expected to help provide an overview to the villagers about compiling various village potentials into a tour package. In addition, the program can be a means to preserve and introduce culture and arts, crafts, and traditional culinary delights in Donomulyo Village. In the end, the goal of tourism development is that the people in Donomulyo Village can receive economic and welfare benefits.
Pemanfaatan Mina Padi di Kawasan Pertanian Desa Jatisarono Dharomesz, Vonezyo Yupanzara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.524 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.5380

Abstract

Jatisarono Village is a village in Kulon Progo Regency that has potential in terms of agriculture. However, the potential of agriculture is still not widely developed by the community around Jatisarono Village in more depth. The potential of agriculture can be marketed by spreading it through existing tourism places and also by developing the land around the farm by doing mina padi and explaining how to use mina padi into a good tourist area through good marketing as well. The purpose of KKN activity is to be a forum for students to work, provide an explanation of the village’s potential, then provide knowledge about what are the benefits of mina padi for the surrounding community, increase empathy and concern for the surroundings, realizing a sense of responsibility and solidarity,  and foster a disciplined attitude in working together. This KKN consists of several externals or outputs, including village potential e-books and videos, mina padi's ebooks and pocketbook videos and KKN reports. KKN 80 is organized through KKN groups consisting of 10 people and individual KKN. as well as the location of our KKN located in Jatisarono Village, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo Regency, DIY.
Peningkatan Digitalisasi Pariwisata di Wilayah Desa Purwoharjo, Kulon Progo Murti, Desideria Cempaka Wijaya; Kusumastuti, Zikrina Ratri; Handoko, Victoria Sundari; Wijaya, Antonius Bima Murti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.273 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.5395

Abstract

Purwoharjo merupakan suatu kawasan desa yang terletak di daerah Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta. Situasi pandemic COVID-19 membawa dampak bagi keberlanjutan pariwisata di kawasan Desa Purwoharjo. Penurunan jumlah pengunjung dalam dua tahun masa pandemic akibat dari kebijakan PKKM dan PSBB mendorong Wisata Desa Purwoharjo untuk beradaptasi. Pandemi merupakan suatu permasalahan fenomena alam yang perlu dihadapi dengan pendekatan yang adaptif antara manusia dan alam. Melalui empat komponen dalam pendekatan human and ecological well-being, digitalisasi dipilih sebagai langkah alternatif inovasi dari permaslaahan yang ada. Yang mana digitalisasi ini dapat bermanfaat bagi upaya peningkatan nilai produk wisata Desa Purwoharjo dan mempertahankan pariwisata setempat sebagai ecosystem service. Pada proses ini berupaya menggabungkan ide dan pemikiran dari masyarakat pengelola wisata dan kelompok diluar pengelola untuk menciptakan inovasi serta meningkatkan nilai produk wisata setempat. Dengan metode Community-based Tourism (CBT) yang diguakan melibatkan kelompok pengelola desa wisata secara aktif dan juga kelompok lain sebagai fasilitator diharapkan dapat memberikan wawasan dan berinovasi bersama untuk pengembangan desa wisata Purwoharjo. Dengan proses fasilitator pelatihan digitalisasi dengan kelompok- kelompok di luar pengelola wisata.
Peningkatan Partisipasi Relawan dan Pelaku Pariwisata dalam Pengelolaan Risiko Bencana di Kompleks Candi Borobudur Khaerunnisa, Khaerunnisa; Cininta, Mutiara; Handarkho, Yonathan Dri
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.361 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.5398

Abstract

Disaster Risk Management Plan in cultural heritage areas such as the Borobudur Temple Complex, should be the joint responsibility of all stakeholders. In fact, disaster management at the Borobudur Temple Complex, especially the preservation of the site against disasters, is only the responsibility of the Borobudur Conservation Center. Therefore, in September-November 2021 through the research activities funded by UNESCO, UAJY and BKB have formulated a draft Disaster Risk Management Plan in the form of the borobudur-drr.id digital platform. However, due to the limited implementation time, this platform has not been fully socialized by all stakeholders. Based on the stakeholder meeting, it is known that there are differences in understanding among stakeholders in understanding the comprehensive approach contained in the Disaster Risk Management Plan Action Plan for the Borobudur Temple Complex. The diversity of educational backgrounds, experiences and exposure of stakeholders to disasters and their management requires a forum for equalizing perceptions that supports the synergy of stakeholders in supporting, supervising and implementing the action plans that have been prepared. Conservationists, volunteers and tourism actors are three of the fifty-three stakeholders that have been mapped in the Borobudur Temple Compounds Disaster Risk Management Plan, which has a vital role in realizing the action plan in the Borobudur Temple Area.
PENGUATAN PETANI MILENIAL DALAM INISIASI BUDIDAYA CABAI DI LUAR MUSIM BERBASIS TEKNOLOGI TETES AIR DI PLERET, BANTUL, DIY Jati, A. Wibowo Nugroho; Nindito, Stefanus; Pramono, Suryo Adi; Sharaningtyas, Yustina Niken; Puspita, Benedita Dea
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.05 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.5402

Abstract

Dunia pertanian langka petani muda langka. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) usia petani umumnya di atas 40 tahun. Sebab itu BPP Pleret mencoba untuk membangun petani muda dalam dua tahun terakhir: Kelompok Tani Perwira. Oleh karena mereka bukanlah petani yang biasa terjuna ke sawah maka teknologi diperlukan untuk memacu mereka. Koordinator BPP Pleret berinisiatif untuk mendorong mereka dalam budidaya cabai di luar musim dengan menggunakan teknologi tertentu yang memudahkan mereka bertani. Untuk mendukung itu, Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mendukung upaya itu dengan menawarkan metode teknologi tetes air. Tujuan PPM ini adalah mendukung dan mendampingi Tani Perwira menerapkan sistem tetes dan membuat pupuk organik cair. Hamparan bibit cabai yang disemai di dalam greenhouse kemudian ditanam di lahan tanah bermulsa dengan dukungan teknologi tetes. Traktor disediakan untuk mengolah tanah. Tandon air dirancang khusus untuk irigasi tanaman melalui paralon dan selang tetes. Para petani muda (milenial) tinggal memantau tanaman di lahan dan mengatur keran air ketika menyirami tanaman cabai sampai nanti panen. Selama budidaya berlangsung, penyuluh lapangan BPP Pleret mendampingi para petani muda bekerjasama dengan Tim PPM UAJY sesuai dengan tata-kala. Hasilnya, Perwira Tani antusias bertani. Kesimpulan: teknologi mampu mendorong petani muda bersemangat dalam budidaya pertanian
Redesain Pasar Mangiran di Bantul D.I.Yogyakarta yang Mewadahi Kegiatan Ekonomi, Sosial, dan Budaya yang Berkelanjutan Rony Gunawan Sunaryo; Ardhiansyah, Nicolaus Nino; Sunaryo, Rony Gunawan; Kirana, Elizabeth
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.78 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.5500

Abstract

Abstrak - Pasar Rakyat menyumbangkan lapangan kerja dan menjadi sumber utama kehidupan bagi banyak orang. Berdasarkan data Kementrian perdagangan terdapat 13.450 pasar rakyat yang menampung sebanyak 12,6 juta pedagang. Melihat jumlah yang sangat besar, membuktikan Pasar Rakyat menjadi substansi penting dalam kehidupan masyarakat. Pasar Mangiran merupakah salah satu Pasar Rakyat yang terdapat di Kabupaten Bantul, DIY. Pasar ini menjadi salah satu lokasi yang masuk ke dalam program Revitalisasi 32 Pasar Rakyat yang dilaksanakan oleh Bappeda Bantul. Pasar Mangiran mempunyai potensi pengembangan yang sangat strategis karena berada di jalur utama menuju Bandara NYIA, disamping itu juga mempunyai nilai historis yang cukup tinggi. Pasar Mangiran berdasarkan SNI masuk kedalam Pasar Rakyat Tipe III. Berdasarkan hasil analisis tabel SNI ada beberapa fasilitas yang belum tersedia di pasar ini, sehingga mempengaruhi kenyamanan pengunjung. Redesain Pasar Mangiran yang mampu mewadahi aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan menjadi pertimbangan untuk meningkatkan kenyamanan pengelola, pedagang, dan pembeli. Kata berkelanjutan menjadi penting karena pasar diharapkan tidak kehilangan jati dirinya namun tetap bisa bersaing diera modernisasi ini. Kata Kunci : Pasar Rakyat, Pasar Mangiran, SNI, Berkelanjutan
Kebon Empring Market as Tourism Potential in Srimulyo Village Pramusiwi, Aloysia Desy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.256 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5508

Abstract

Srimulyo Village is located in Piyungan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. By using the service method, various potentials can be obtained such as agriculture, plantations, animal husbandry, and tourism. In agriculture, land use in the southern part of Srimulyo village is dominated by dry land agriculture, while the northern part is dominated by wetland agriculture in the form of irrigated rice fields. The main commodities of dry land agriculture in Srimulyo Village are secondary crops, while the main commodities of wetland agriculture in Srimulyo Village are rice and secondary crops. In the plantation sector, Srimulyo village produces guava, mango, rambutan, banana, and papaya. In addition to fruit, vegetables produced in Srimulyo Village include chili, long beans, onions, spinach, and so on. Srimulyo Village also has village potential in the form of its natural beauty in the tourism sector, such as Watu Amben Hill, Bukit Bintang, and Kebon Empring Market. The author also uses livestock manure to become compost, which is one of the potentials in the field of animal husbandry. It is hoped that the writing of this journal can be useful especially for the development of Srimulyo Village.
Pengoptimalisasi Potensi Desa Dlingo untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pramusiwi, Aloysia Desy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.623 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.5509

Abstract

KKN is a mandatory activity that is done by the students by providing services for a community, the purpose of this is to apply and actualize every individual student service value in the form of an idea from the knowledge each of them has. KKN is done online, it is also known as KKN Society 5.0, online KKN is being done because of the COVID-19 pandemic that is currently happening. Dlingo Village, Kapanewon Dlingo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, is a place that writers want to develop the village’s potential and make pocketbooks related to nature tourism from Dlingo Village. On the first project, discuss about the mapping of Dlingo Village potential from the cultural, natural, and art tourism and also culinary side of things, meanwhile the pocketbook discusses about Dlingo Village natural tourism in a more specific and detailed form. These two projects have a similarity with each other, that similarity is located in the explanation part of the e-book and the pocketbook that in general is a specific explanation that is meant to make the readers realizes Dlingo Village’s potential chronologically and systematically that makes them curious, so that they would eventually visit Dlingo Village.